JAKARTA, investor.id - Emiten ‘Raja Mal’ Alexander Tedja, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) merilis laporan keuangan periode 30 Juni 2024 alias sepanjang semester I-2024.
Perseroan membukukan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 846,33 miliar di paruh pertama tahun ini.
Angka laba bersih tersebut menurun dibandingkan Rp 1,09 triliun di periode yang sama tahun 2023 lalu.
Tapi untuk kuartal II-2024 saja, Pakuwon Jati mencetak laba bersih Rp 515,42 miliar. Naik ketimbang raihan kuartal I-2024 di Rp 330,91 miliar.
Per 30 Juni 2024, PWON mencatatkan laba per saham Rp 17,57. Menurun dari Rp 22,82 di akhir Juni 2023.
Pendapatan Naik
Secara pendapatan, Pakuwon Jati (PWON) berhasil meraih kenaikan menjadi Rp 3,26 triliun di Januari-Juni 2024. Dibandingkan Rp 2,89 triliun pada semester pertama tahun lalu.
Beban pokok pendapatan naik ke posisi Rp 1,41 triliun di enam bulan pertama 2024, dari sebelumnya Rp 1,27 triliun.
Laba bruto sebenarnya meningkat menjadi Rp 1,84 triliun pada semester I-2024, dari Rp 1,61 triliun pada semester I-2023.
Tapi laba sebelum pajak mengalami pelemahan menjadi Rp 1,05 triliun, dari asalnya Rp 1,24 triliun di semester I-2023.
Per 30 Juni 2024, kas dan setara kas Pakuwon Jati Rp 8,91 triliun dengan total aset Rp 34,24 triliun. Total liabilitas Rp 10,89 triliun dan jumlah ekuitas Rp 23,35 triliun.
Saham PWON pada perdagangan Jumat (26/7/2024) pekan lalu ditutup melemah 0,97% ke Rp 408. Dalam satu pekan terakhir saham ini melemah 2,86%, tapi dalam satu bulan terakhir masih menguat 9,09%.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News