JAKARTA, investor.id–Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan akan tancap gas mengimplementasikan Program Ekonomi Biru (PEP) di periode kedua kepemimpinannya di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Salah satu bagian dari PEP yang dimasifkan KKP di bawah komando Menteri Trenggono adalah revitalisasi 78.550 hektare (ha) tambak tidur (idle) di Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Tambak idle 78.550 ha tersebut akan diubah menjadi produktif di 2025-2029 dengan dengan komoditas utama berupa tilapia dan sejenisnya. Hal itu demi menyokong visi-misi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. PEP menjadi bagian visi-misi Asta Cita yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo hingga lima tahun ke depan guna memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan memacu kemandirian bangsa.
Sektor KP dinilai potensial menopang kemandirian/ketahanan pangan dan menyokong pertumbuhan ekonomi nasional. Lima kebijakan PEP yang digas implementasinya meliputi perluasan kawasan konservasi laut, lalu penangkapan ikan terukur (PIT), kemudian pembangunan budi daya berkelanjutan di pesisir, laut, dan darat. Selanjutnya, pengawasan dan pengendalian pesisir dan pulau-pulau kecil, serta penanganan sampah plastik di laut lewat gerakan partisipasi nelayan Bulan Cinta Laut (BCL).
Kebijakan pembangunan budi daya berkelanjutan di pesisir, laut, dan darat menitikberatkan pada lima komoditas unggulan ekspor, yakni udang, rumput laut, tilapia, lobster, dan kepiting. Pada pengembangan tilapia dan sejenisnya, di antaranya ditempuh dengan revitalisasi tambak tidur 78.550 ha di Pantura Jawa.
“Perkiraan saya dari 78 ribu ha itu bisa selesai 13 ribu ha di akhir 2026, hasil kurang lebih 1,5 juta ton ikan tilapia, saya belum kebayang 13 ribu ha itu akan men-generate berapa tenaga kerja, kalau pembudi daya ditargetkan total sekitar 40 ribuan, tapi tenaga kerja tentu lebih dari itu,” ungkap Menteri Trenggono dalam konferensi pers usai pelantikannya sebagai Menteri KP di Jakarta, Senin (21/10/2024).
Dalam Rencana Lokasi Revitalisasi Tambak di Pantura Jawa periode 2025-2029, rencana aksi revitalisasi tambak tidur itu terbagi atas 13 ribu ha pada 2025, 15 ribu ha di 2026, 20 ribu ha di 2027, 15 ribu ha pada 2028, dan 15.550 ha di 2029. Revitalisasi akan dilakukan di empat provinsi dan 29 kabupaten/kota dengan target 40.138 pembudi daya.
Di Jawa Barat, target luas lahan 33.740 ha (Bekasi, Karawang, Indramayu, Subang, Cirebon), produksi 101.285 ha, dan 12.685 pembudi daya. Di Banten, target luas lahan 2.480 ha (Serang, Kota Serang, Tangerang), produksi 385 ton, dan 2.155 pembudi daya.
Di Jawa Tengah, target luas lahan 14.490 ha (Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Jepara, Pati, Rembang), produksi 20.790 ton, dan 12.564 pembudi daya. Di Jawa Timur, target luas lahan 27.840 ha (Tuban, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Kota Pasuruan, Probolinggo, Kota Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi), produksi 82.200 ton, dan 12.734 pembudi daya.
Juara Perikanan
Trenggono kembali dipercaya mengurusi sektor KP pada Kabinet Merah Putih yang disahkan Presiden Prabowo di Istana Negara pada Senin (21/10/2024) pagi. “Alhamdulillah, saya mendapat kepercayaan lagi, mudah-mudahan ini tidat sulit. Kalau kita umpamakan mau balapan, kita ini udah start engine, sekarang tinggal melaju untuk mencapai yang dicita-citakan," ujar Trenggono.
Dia mengumpamakan, kapal harus melaju cepat karena banyak masyarakat Indonesia yang ada di dalamya yang harus diperjuangkan hidupnya. “Indonesia harus bisa jadi juara di sektor perikanan sebagai kontribusi kita bagi ketahanan pangan. Alhamdulillah, perikanan sudah surplus, tapi harus diakui kita belum hebat,” jelas dia.
Sebagian PEP sudah diimplementasikan di periode pertama kepemimpinan Trenggono, di antaranya lewat pembangunan modeling PIT, modeling budi daya udang, rumput laut, dan lobster, penataan hasil sedimentasi, BCL, serta penyusunan Ocean Big Data sebagai instrumen digital yang berfungsi mengawasi-mengukur dampak dan manfaat semua kegiatan di ruang laut.
Di periode kedua, Trenggono memastikan program kerja yang sudah jalan itu diperkuat program lain, seperti pembangunan tambak udang modern 2.000 ha di Waingapu, pengembangan budi daya tuna di Papua, hilirisasi rumput laut, peningkatan kualitas mutu hasil perikanan, serta yang terkait pemeliharaan kawasan konservasi laut.
Editor: Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News