#30 tag 24jam
168 Mahasiswa Muhammadiyah Riau Bisa Tinggal di Rusun secara Gratis
Rusun mahasiswa tiga lantai tersebut memiliki jumlah hunian sebanyak 43 unit yang dapat menampung sekitar 168 orang mahasiswa. [493] url asal
#rusun-mahasiswa #rusun #penyediaan-rumah #kementerian-pupr
(MedCom - Properti) 09/10/24 18:54
v/16240041/
Pekanbaru: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan meresmikan Rusun Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau. Rusun tiga lantai tersebut memiliki jumlah hunian sebanyak 43 unit yang dapat menampung sekitar 168 orang mahasiswa."Rusun yang kami bangun sudah dilengkapi dengan meubelair dan diharapkan mendorong semangat mahasiswa agar dapat belajar menuntut ilmu dengan baik," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto dalam keterangan tertulis, Rabu, 9 Oktober 2024.
Peresmian ditandai dengan prosesi penandatanganan prasasti dan pemotongan pita yang di laksanakan oleh Dirjen Perumahan Iwan Suprijanto dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.
"Jadikan Rusun yang telah dibangun ini sebagai rumah sendiri bagi para mahasiswa sehingga mempunyai rasa memiliki dan merawat aset yang ada dengan baik. Pembangunan Rusun juga dilaksanakan pemerintah agar generasi muda Indonesia belajar giat dan menjadi pemimpin masa depan," kata Iwan.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (Balai P2P) Sumatera III Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Aldino Herupriawan menjelaskan pembangunan Rusun Universitas Muhammadiyah Riau ini dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Riau Balai P2P Sumatera III.
Lokasi pembangunan Rusun berada di Jalan Simpang Komersil Arengka, Tuanku Tambusai, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau dan berada satu lokasi dengan lingkungan kampus.
Berdasarkan data Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Riau, Rusun Universitas Muhammadiyah Riau dibangun dengan mekanisme Kontrak Tahun Jamak (Multi Years Contract) Tahun 2022 – 2023 dengan jangka waktu pelaksanaan 375 hari.
| Baca juga: Tampung 168 Mahasiswa, Rusun di Semarang Ini Dilengkapi Banyak Fasilitas |
Bangunan vertikal ini dibangun diatas lahan seluas 2.400 meter persegi dengan luas bangunan 17,4 m x 38,2 setinggi 3 lantai dengan jumlah hunian sebanyak 43 unit yang dapat menampung sekitar 168 orang mahasiswa.
Rusun mahasiswa ini juga dilengkapi dengan fasilitas meubelair berupa meja kerja standar rusun yang berjumlah 168 unit, kursi standar rusun 168 unit, lemari 1 pintu standar rusun 4 unit, lemari 2 pintu atas bawah standar rusun 82 unit, tempat tidur susun 82 unit dan tempat tidur tunggal yang berjumlah 4 unit.
Selain itu, Rusun ini juga dilengkapi dengan spesifikasi MEP berupa ketersediaan saluran air bersih dan kotor, sistem pengudaraan berupa kipas angin stand fan dan exhaust fan toilet, sistem proteksi kebakaran berupa smoke detector dan heat detector serta daya listrik PLN 33 KVA atau 33000 VA. Fasilitas pendukung lainnya yang ada di sekitar Rusun yakni adanya lampu taman, paving blok dan tanaman pepohonan agar menambah kesan teduh dan asri.
"Saat ini masih banyak mahasiswa yang belum memiliki atau menempati rumah atau
kamar sewa yang layak. Kami telah melengkapi bangunan dengan berbagai meubelair sehingga dapat menjadi tempat tinggal mahasiswa yang berasal dari luar daerah yang menempuh pendidikan di kampus ini," jelas dia.
Rektor Universitas Muhammadiyah Riau Saidul Amin mengungkapkan, Rusun ini nantinya akan diperuntukan untuk mahasiswa kedokteran, internasional dan mahasiswa kurang mampu dengan ketentuan free charge atau tanpa biaya apapun.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada Kementerian PUPR atas bantuan Rusun inj. Kami akan membentuk tim untuk pengelola Rusun," ujar dia.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(KIE)
Tampung 168 Mahasiswa, Rusun di Semarang Ini Dilengkapi Banyak Fasilitas
Rusun untuk asrama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) di Kota Semarang. [623] url asal
#rusun #rusun-mahasiswa #kementerian-pupr #penyediaan-rumah
(MedCom - Properti) 05/10/24 10:34
v/16110409/
Semarang: Rumah susun (Rusun) untuk asrama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) di Kota Semarang, Jawa Tengah dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rusun tersebut diharapkan dapat menjadi hunian yang nyaman dan membentuk karakter mahasiswa sekaligus menjadi penunjang peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.“Hari ini Rusun mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang akhirnya dapat diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan bisa segera dimanfaatkan sebagai hunian para mahasiswa,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 Oktober 2024.
Iwan berharap para mahasiswa UNIMUS yang menempati Rusun ini bisa lebih semangat belajar menuntut ilmu sehingga mampu membangun bangsa Indonesia di masa depan. Apalagi Rusun yang dibangun telah dilengkapi dengan meubelair dan fasilitas yang berkualitas sehingga para penghuninya bisa fokus dalam belajar.
Pada kesempatan itu, Iwan juga menyatakan bahwa bangunan Rusun tersebut telah diserahterimakan dari Kementerian PUPR kepada pihak Universitas Muhammadiyah Semarang. Dengan demikian, Rusun ini dapat bermanfaat dalam mengembangkan potensi akademik bagi peserta didik.
Kementerian PUPR juga berharap Universitas Muhammadiyah Semarang dapat mengalokasikan anggaran operasional, pemeliharaan, dan perawatan rumah susun dengan menunjuk atau membentuk pengelola rumah susun dengan harapan aset yang telah dibangun ini bisa dijaga keberadaan dan kondisinya agar selalu laik fungsi
Sejak 2012 sampai dengan 2024, Kementerian PUPR telah membangun rumah susun di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 278 tower yang terdiri dari Rumah Susun ASN sebanyak 4 Tower, Rumah Susun MBR sebanyak 25 Tower.
Kemudian Rumah Susun Lembaga Pendidikan Keagamaan Berasrama (LPKB) sebanyak 150 Tower, Rumah Susun Peserta Didik Perguruan Tinggi sebanyak 53 Tower, Rumah Susun TNI/Polri sebanyak 21 Tower; dan Rumah Susun Pekerja Industri sebanyak 25 Tower.
“Kami harap peserta didik dapat lebih fokus pada kegiatan belajar mengajar dengan telah tersedianya fasilitas hunian sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pencapaian misi Presiden untuk membangun SDM unggul menuju Indonesia Maju,” jelas dia.
| Baca juga: Baru Diresmikan, Begini Penampakan Rusun Mahasiswa di Bogor |
Menko PMK Muhadjir Effendy juga memberikan apresiasi bantuan pembangunan Rusun ini agar dapat membentuk karakter mahasiswa. Dirinya berharap Rusun dikelola dengan baik, sehingga mahasiswa dapat menempati dengan nyaman.
“Lingkungan nya sudah baik tapi yang paling penting perawatan nya dan juga rusun ini hindari stigma kawasan kumuh, etika penting sebagai bagian dari pembangunan karakter mahasiswa setelah lulus,” imbuh Muhadjir.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa III, Syamsiar Nurhayadi menjelaskan, Rusun Universitas Muhammadiyah Semarang ini berlokasi di Jalan Kedungmundu Nomor 18, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Pembangunan Rusun Universitas Muhammadiyah Semarang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perumahan melalui Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahaan Jawa III Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Tengah dengan waktu pelaksanaan Tahun Jamak (Multi Years Contract) 2021-2022.
Pembangunan Rumah Susun ini terdiri dari 1 Tower, 3 lantai, 43 Unit Hunian yakni 41 unit standar dan 2 unit difabel. Unit hunian dibangun Tipe 24 atau Tipe Mahasiswa dengan kapasitas sebesar 168 orang.
Ruang lingkup pekerjaan terdiri dari pembangunan rumah susun, landscape, parkir motor, ruang pengelola, ruang Poliklinik, GWT dan rumah pompa. Rusun ini juga dilengkapi dengan mebel yang terdiri dari dipan susun 2 unit, lemari 2 unit, dan meja kursi 4 unit pada 1 unit hunian.
“Untuk pengadaan meubelair tercatat ada 82 unit tempat tidur susun dan 82 unit lemari dua pintu, empat unit tempat tidur tunggal dan empat unit lemari satu pintu serta 168 unit meja dan kursi untuk belajar para mahasiswa,” ujar dia.
Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang, Prof. Dr. Masrukhi mengatakan Rusun ini bukan hanya menjadi tempat menginap dan belajar tetapi juga menjadi pesantren untuk Tadarus Al Quran dan pelatihan-pelatihan yang bisa meningkatkan kualitas mahasiswa.
“Kami yakin Rusun ini sangat bermanfaat bagi para mahasiswa. Kami juga berharap untuk ditambah pembangunan Rusun lagi supaya semua mahasiswa yang berkuliah di UNIMUS dapat ikut merasakan tinggal di Rusunawa,” kata dia.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(KIE)
Berita Terpopuler Properti: Ukuran Rolling Door hingga Bisnis Properti Minim Modal
Beberapa berita terpopuler properti Minggu, 22 September 2024 menjadi perhatian pembaca Medcom.id. Ada berita tentang cara menentukan ukuran rolling door. [269] url asal
#berita-terpopuler-properti #berita-terpopuler-hari-ini #berita-populer-properti #rusun-mahasiswa #tips-bisnis-properti #rolling-door
(MedCom - Properti) 23/09/24 10:02
v/15430496/
Jakarta: Beberapa berita terpopuler properti Minggu, 22 September 2024 menjadi perhatian pembaca Medcom.id. Ada berita tentang cara menentukan ukuran rolling door.Selain itu, ada juga cara memulai bisnis properti dengan modal minim. Kemudian ada penampakan rusun mahasiswa di Bogor. Berikut tiga berita terpopuler properti Medcom.id kemarin.
Berita terpopuler properti
1. Gampang Banget, Ini Tips Menentukan Ukuran Rolling Door
Menentukan ukuran rolling door bisa menjadi tugas yang membingungkan, mulai dari ukuran lebar pembukaan, ukuran tinggi pembukaan, ruang pembukaan, hingga jenis pemasangan.Rolling door sendiri adalah jenis pintu yang terbuat dari material yang fleksibel dan dapat digulung ke atas untuk dibuka. Pintu ini biasanya digunakan di garasi, toko ritel, dan area komersial lainnya.
Baca selengkapnya di sini
2. Tips Bisnis Properti dengan Modal Minim
Industri properti terus menjadi pilihan investasi yang menjanjikan, terutama bagi mereka yang ingin meraup keuntungan finansial. Namun, memulai bisnis properti bukan tanpa tantangannya.Misalnya dengan modal Rp100 Juta, kamu sudah bisa memulai bisnis properti. Bagaimana caranya? Artikel ini akan membahas tentang bagaimana cara memulai bisnis properti dengan modal Rp100 juta dikutip dari laman OCBC.
Baca selengkapnya di sini
3. Baru Diresmikan, Begini Penampakan Rusun Mahasiswa di Bogor
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan rumah susun (Rusun) yang diperuntukkan bagi mahasiswa di Institut Tazkia di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Rusun ini terdiri dari satu tower setinggi delapan lantai yang bisa menampung 420 orang.Rusun yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR itu berada satu lokasi dengan lingkungan kampus dan telah dilengkapi dengan berbagai meubelair sehingga dapat menjadi tempat tinggal mahasiswa yang berasal dari luar daerah.
Baca selengkapnya di sini
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(KIE)
Baru Diresmikan, Begini Penampakan Rusun Mahasiswa di Bogor
Rusun mahasiswa ini terdiri dari satu tower setinggi delapan lantai yang bisa menampung 420 orang. [771] url asal
#rusun #rusun-mahasiswa #institut-tazkia #penyediaan-rumah #kementerian-pupr
(MedCom - Properti) 22/09/24 18:22
v/15407823/
Kakarta: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan rumah susun (Rusun) yang diperuntukkan bagi mahasiswa di Institut Tazkia di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Rusun ini terdiri dari satu tower setinggi delapan lantai yang bisa menampung 420 orang.Rusun yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR itu berada satu lokasi dengan lingkungan kampus dan telah dilengkapi dengan berbagai meubelair sehingga dapat menjadi tempat tinggal mahasiswa yang berasal dari luar daerah.
“Hari ini saya resmikan Rusun untuk para mahasiswa di Institut Tazkia Bogor. Semoga Rusun ini bisa memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di kampus ini,” ujar Menteri PUPR dalam keterangan tertulis, Minggu, 22 September 2024.
Menteri PUPR menerangkan, dari data Direktorat Jenderal Perumahan di Provinsi Jawa Barat ini ada sebanyak 357 tower Rusun yang dibangun Kementerian PUPR. Rusun tersebut dibangun untuk ASN, POLRI, TNI, Peserta Didik Perguruan Tinggi dan Lembaga Pendidikan Keagamaan Berasrama (LPKB).
Namun demikian baru kali ini dan satu kali ini dirinya melaksanakan peresmian Rusun untuk mahasiswa. Oleh karena itu dirinya berharap kepada pihak Yayasan Tazkia Cendekia dan mahasiswa mohon dikelola dan dirawat dengan sebaik-baiknya sehingga asrama ini bisa dipakai oleh mahasiswa kita dalam jangka yang panjang sesuai dengan rencana saat di desain.
"Dari 357 tower Rusun di Jawa Barat baru ini Rusun yang saya resmikan karena biasanya yang meresmikan Presiden Joko Widodo. Aset Rusun ini juga akan diserahterimakan pengelolaannya dari Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR kepada pihak Yayasan Tazkia," kata dia.
Menteri PUPR juga berharap Rusun yang juga merupakan "apartemen mahasiswa" itu dapat menambah semangat mahasiswa untuk belajar giat. Apalagi pemerintah telah membangunkan Rusun sebagai tempat tinggal mahasiswa lengkap dengan furnitur sehingga mereka lebih fokus dalam menuntut ilmu.
"Ini menggunakan uang negara APBN bukan uang Basuki dan harus dipertanggungjawabkan betul dengan sebaik-baiknya. Caranya dengan memelihara barang milik negara ini dengan baik. Hanya dengan ini kita bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita bertanggungjawab secara akuntabilitas dan kredibilitas dengan memanfaatkan dan menggunakan barang milik negara," ungkap Basuki.
| Baca juga: Selesai Dibangun, Rusun UMS di Sorong Bisa Tampung Ratusan Mahasiswa |
Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto menjelaskan pembangunan Rusun merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang ada sebagai tempat tinggal atau hunian. Saat ini pembangunan di lingkungan pendidikan juga diperlukan untuk mendorong agar generasi muda Indonesia terbiasa hidup di hunian vertikal dan diharapkan dapat belajar menuntut ilmu dengan baik.
“Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan akademik dan sosial mahasiswa. Rusun tersebut dibangun lengkap dengan meubelair dan fasilitas pendukung lainnya seperti tempat tidur susun dan lemari pakaian. Jadi para mahasiswa tinggal masuk membawa pakaian dan belajar dengan fokus,” terangnya.
Pembangunan Rusun Institut Tazkia merupakan salah satu wujud dukungan bagi para peserta didik untuk mendapatkan fasilitas hunian yang layak serta mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar.
Selain dimanfaatkan sebagai unit hunian pada lantai 2 sampai dengan 8, khusus untuk lantai 1 dimanfaatkan sebagai ruang serbaguna seperti ATM gallery, food court, klinik, mini market. Selain itu juga dilengkapi lift penumpang sebanyak dua unit dengan kapasitas angkut masing-masing 10 orang atau 800 kg dan lift barang sebanyak satu unit dengan kapasitas 1.125 kg.
Lantai roof top dilengkapi dengan reservoir berkapasitas 24 meter kubik untuk mencukupi kebutuhan air harian penghuni rumah susun, serta terdapat ruang olahraga seluas 270 meter persegi.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa II Noviza Dwiarti Arsyad Temenggung didampingi Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat Rizaldi menjelaskan, pembangunan Rusun Institut Tazkia ini dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat BP2P Jawa II.
Berdasarkan data Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat, Rusun Institut Tazkia Cendekia Bogor dibangun dengan mekanisme Kontrak Tahun Jamak (Multi Years Contract) Tahun 2021 – 2022 dengan item pekerjaan struktur, arsitektur, dan MEP serta terdiri dari satu tower setinggi delapan lantai yang terdiri atas 28 unit barak dengan kapasitas total 420 orang
"Kementerian PUPR juga telah melengkapi Rusun ini dengan fasilitas dasar seperti listrik, air bersih serta ruang pengelola, klinik serta mini market dan ATM Center. Guna mendukung pemanfaatan energi matahari menjadi energi listrik juga dipasang solar panel di bagian atap gedung," terangnya.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Tazkia Cendekia, Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec mengungkapkan, pihaknya sangat bersyukur mendapatkan bantuan Rusun dari Kementerian PUPR. Menurutnya, adanya Rusun ini bisa menjadi tempat tinggal atau Apartemen Mahasiswa Institut Tazkia sehingga mereka yang berasal dari luar kota bisa tinggal di sini.
Saat ini, mahasiswa yang berminat tinggal di Rusun ini sangat banyak. Untuk itu, pihaknya siap membentuk tim untuk mengelola Rusun ini.
"Rusun ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa kami sehingga mereka bisa belajar dengan baik. Kami hanya bisa berterima kasih san mendoakan yang terbaik atas dukungan pembangunan Rusun dari Kementerian PUPR," jelas dia.
(KIE)
Selesai Dibangun, Rusun UMS di Sorong Bisa Tampung Ratusan Mahasiswa
Rusun memiliki 44 unit hunian dengan tipe 24 sehingga mampu menampung ratusan mahasiswa. [532] url asal
#rusun-mahasiswa #rusun #kementerian-pupr
(MedCom - Properti) 17/09/24 18:06
v/15139352/
Sorong: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun rumah susun (Rusun) untuk mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS) di Kota Sorong. Rusun tersebut dibangun setinggi tiga lantai lengkap dengan furnitur.Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan terdapat 44 unit hunian dengan tipe 24 sehingga mampu menampung ratusan mahasiswa. Kehadiran rusun diharapkan bisa membuat mahasiswa fokus belajar di bangku perkuliahan.
“Kami ingin infrastruktur perumahan seperti Rusun mahasiswa yang dibangun Kementerian PUPR tidak hanya di kota besar saja tapi juga dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa UMS di Kota Sorong,” kata Iwan dalam keterangan tertulis, Selasa, 17 September 2024.
Iwan menambahkan, dirinya juga telah meninjau langsung kondisi bangunan serta pemanfaatan hunian vertikal untuk asrama mahasiswa secara langsung ke Rusun UMS beberapa waktu lalu. Selain itu, dirinya juga melakukan dialog serta memberikan kuliah umum kepada mahasiswa mengenai pentingnya pembangunan Rusun ke depan sebagai optimalisasi lahan yang ada.
Saat ini, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan juga terus berupaya memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi muda. Salah satunya dengan membangun Rusun untuk perguruan tinggi sehingga mahasiswa khususnya mahasiswa baru dari luar kota tidak perlu repot mencari kos – kosan dan pihak kampus juga mudah dalam pengawasan dan pembentukkan karakter.
| Baca juga: Dilengkapi Furnitur, Rusun Mahasiswa Poltekkes di Yogyakarta Diresmikan |
“UMS di Kota Sorong merupakan salah satu Universitas Muhammadiyah yang mendapatkan bantuan Rusun ini. Bantuan ini juga kami berikan kepada kampus – kampus lainnya agar mahasiswa bisa fokus belajar menuntut ilmu guna menunjang generasi muda yang mampu bersaing di masa depan.
Ke depan, Kementerian PUPR berharap pihak kampus UMS juga memiliki desain masterplan pembangunan infrastruktur yang baik. Selain itu juga jangan terlalu focus pada bantuan pemerintah tapi juga mampu menggandeng pemerintah daerah serta sektor swasta agar bisa menjadi pusat pendidikan dan memberikan dampak positif di wilayahnya.
“Pihak kampus juga harus bisa mandiri dalam pengelolaan kampus serta Rusun mahasiswa. Mahasiswa bisa dibentuk karakternya serta harus bisa menjaga kebersihan serta merawat meubelair sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu lama,” katanya.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Papua II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Ridwan Dibya Sudharta menjelaskan Rusun UMS dibangun oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Papua Barat pada tahun 2022 – 2023 lalu.
Lokasi pembangunannya berada di Kawasan Kampus UMS di Jalan Sorong – Aimas KM. 15 Kelurahan Klablim, Sorong Timur, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Kontraktor pelaksana Pembangunan Rusun tersebut adalah PT. Pubagot Jaya Abadi dengan Manajamene Konsultan PT. Sarana Budi Prakarsaripta KSO PT. Solid Konsultan. Sedangkan pengadaan meubelair seperti tempat tidur, meja dan kursi belajar serta lemari pakaian adalah PT. Indokabinet Makmur Bersama.
“Kami membangun satu tower Rusun UMS setinggi tiga lantai yang dapat digunakan sebagai asrama mahasiswa. Jumlah unit huniannya 43 unit dengan tipe 24 dan telah dilengkapi dengan meubelair sehingga mahasiswa yang tinggal di isni tinggal masuk membawa pakaian dan fokus belajar dengan giat,” terangnya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS), Dr. Muhammad Ali bersyukur atas bantuan Rusun dari Kementerian PUPR ini. Saat ini pihaknya juga telah membentuk tim pengelola agar bisa mengelola dan fokus merawat Rusun dan menetapkan tata tertib bagi penghuni Rusun.
“Sekarang banyak mahasiswa yang ingin tinggal di Rusun. Mereka sekarang terlihat lebih semangat belajar dan semoga bangunan ini menjadi amal jariyah bagi Kementerian PUPR dalam mendukung pendidikan di Kota Sorong “ ujar dia.
(KIE)
Dilengkapi Furnitur, Rusun UMJ Bakal Tampung 140 Mahasiswa
Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR menyelesaikan pembangunan Rumah Susun (Rusun) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). [572] url asal
#rusun-mahasiswa #rusun #penyediaan-rumah #kementerian-pupr
(MedCom - Properti) 31/08/24 15:36
v/14844003/
Jakarta: Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR menyelesaikan pembangunan Rumah Susun (Rusun) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Rusun ini memiliki 36 unit meliputi dua unit hunian khusus bagi difabel dan mampu menampung sekitar 140 orang mahasiswa.Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Rusunawa UMJ yang dibangun diharapkan dapat bermanfaat terutama untuk kelancaran proses pendidikan. Rusun tersebut sudah dilengkapi dengan meubelair dan fasilitas pendukung sehingga mahasiswa bisa fokus belajar menuntut ilmu di bangku perkuliahan.
"Saya selalu ingatkan dalam pembangunan terutama untuk pendidikan harus dilakukan dengan niat ikhlas, karena pembangunan infrastruktur untuk masyarakat itu amal jariyah," kata Menteri PUPR dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Agustus 2024.
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto menjelaskan Direktorat Jenderal Perumahan telah membangun sebanyak 12 tower rumah susun (Rusun) untuk para mahasiswa yang kuliah di Universitas Muhammdiyah yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.
“Kementerian PUPR hingga saat ini telah membangun Rusun sebanyak 2.300 tower yang tersebar di seluruh Indonesia, meliputi pembangunan 12 tower Rusun untuk Universitas Muhamadiyah pada tahun 2022 – 2024,” ujar dia.
Iwan mengungkapkan, lokasi pembangunan Rusun untuk Universitas Muhammdiyah tersebut tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia antara lain Aceh, Riau, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Kementerian PUPR berharap melalui pembangunan infrastruktur untuk masyarakat dan generasi muda di bangku perguruan tinggi di seluruh pelosok tanah air termasuk di bidang perumahan dapat meningkatkan kualitas SDM generasi muda Indonesia guna memenangkan persaingan global di masa depan.
| Baca juga: Dilengkapi Furnitur, Rusun Mahasiswa Poltekkes di Yogyakarta Diresmikan |
Iwan menambahkan, Kementerian PUPR juga menyadari bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya membutuhkan ruang kelas yang memadai, tetapi juga lingkungan yang mendukung bagi pengembangan diri secara menyeluruh. Salah satu pemenuhan lingkungan yang mendukung bagi pengembang diri mahasiswa di bidang perumahan adalah dengan menyediakan Rusun sebagai tempat tinggal yang layak dan nyaman.
Pembangunan Rusun ini juga mencerminkan sinergi yang baik antara pemerintah dan Lembaga Pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal. Rusun ini bukan hanya mewujudkan sebuah fasilitas hunian, tetapi juga sebuah komunitas sehingga para mahasiswa dapat lebih fokus dalam menjalani kehidupan akademik mereka, serta semakin termotivasi untuk terus mengukir prestasi yang membanggakan.
“Kami berharap bahwa mahasiswa yang tinggal di sini dapat membangun kebersamaan, memperkuat solidaritas, dan terus mengembangkan potensi diri mereka dalam lingkungan yang mendukung. Semoga rumah susun ini menjadi tempat lahirnya ide-ide besar dan inovasi-inovasi yang akan membawa kemajuan bagi bangsa dan negara. Rusun yang telah dibangun ini harus dapat dimanfaatkan, dipelihara, dan dikelola dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa I Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Tedy Siagian menerangkan,pembangunan Rusun Universitas Muhammadiyah Jakarta dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi DKI Jakarta Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa I Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR pada 2022 – 2023.
Rusun ini yang berlokasi di Jalan K.H Ahmad Dahlan, Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten ini merupakan hunian vertikal yang diperuntukkan bagi mahasiswa perguruan tinggi khususnya bagi mahasiswa berprestasi di Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Berdasarkan data Satker Penyediaan Perumahan DKI Jakarta, Rusun ini dibangun di lingkungan Kampus UMJ sebanyak satu tower setinggi tiga lantai. Unit hunian dibangun dengan tipe 24 lengkap dengan meubelair seperti tempat tidur, meja dan kursi belajar serta lemari pakaian.
“Kami juga telah menyediakan fasilitas bersama seperti ruang aula dan ruang makan, serta telah dilengkapi dengan penyambungan listrik, sarana air bersih, serta Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) pada bangunan rumah susun dan kawasannya. Jadi mahasiswa tinggal masuk dan belajar dengan fokus,” ungkap dia.
(KIE)