JAKARTA, investor.id - Perdagangan saham emiten energi PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) mendadak harus stop dulu pada 23 September 2024 ini. Lantaran muncul keputusan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjatuhkan suspensi terhadap saham PKPK selama satu hari bursa.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham Perdana Karya Perkasa (PKPK), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PKPK pada perdagangan tanggal 23 September 2024,” ungkap pengumuman BEI.
Penghentian sementara perdagangan saham Perdana Karya Perkasa (PKPK) tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham PKPK.
Pada perdagangan Jumat (20/9/2024) pekan lalu saham PKPK ditutup melonjak 7,35% ke Rp 730. Dalam sebulan terakhir saham ini mendadak melejit 113,45%.
BEI sempat penasaran terkait volatilitas saham PKPK. Manajemen Perdana Karya Perkasa memberikan penjelasan bahwa perseroan telah melakukan penyampaian keterbukaan informasi kepada publik berupa informasi atau fakta material lainnya melalui press release sehubungan dengan peresmian pengapalan perdana batu bara pada 8 September 2024 milik PT Tri Oetama Persada/TRIOP (anak usaha perseroan) di Port Tanjung Jawa, Kalimantan Tengah.
Direktur TRIOP Helyuzar mengungkapkan bahwa keberhasilan dalam melakukan produksi batu bara dan pengapalan perdana batu bara milik TRIOP tidak terlepas dari kontribusi seluruh pihak-pihak yang terkait secara langsung di area tambang dan port TRIOP.
“Melalui peresmian ini, maka capaian produksi dan pengapalan batu bara TRIOP akan semakin optimal sesuai dengan target produksi dan pengapalan yang telah ditetapkan. Serta kehadiran TRIOP diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat khususnya di area sekitar tambang dan port TRIOP,” jelasnya dikutip kembali pada Senin (23/9/2024).
Potensi Pendapatan
Sementara itu, Direktur Utama Perdana Karya Perkasa (PKPK) Haryanto Sofian mengungkapkan kebanggaannya atas kerja keras seluruh pihak sehingga dapat melakukan pengapalan perdana batu bara milik TRIOP.
Menurutnya, ini tentunya menjadi katalis positif bagi Perdana Karya Perkasa (PKPK) - emiten energi - serta bagi seluruh jajaran stakeholders perseroan.
Pengapalan perdana batu bara milik TRIOP dengan kualitas batu bara GAR 4.200 akan dikirimkan ke Pelabuhan Taboneo di mana akan dimuat ke dalam kapal induk. Batu bara tersebut akan diekspor ke China di mana China Resources Group sebagai pembeli dengan total kargo sebanyak 48.000 ton.
Atas pengapalan ini, TRIOP akan mendapatkan pendapatan dari penjualan batu bara sebesar US$ 2,4 juta (ICI 4) atau ekuivalen dengan Rp 37,4 miliar (estimasi 1 USD = Rp 15.600).
Untuk tahun 2024, rencana produksi dan penjualan batu bara TRIOP diperkirakan sebesar 550.000 ton yang dapat menghasilkan pendapatan sebesar US$ 28,6 juta (rata-rata ICI 4 = US$ 52) atau ekuivalen dengan Rp 446 miliar (estimasi 1 USD = Rp 15.600).
Sedangkan untuk tahun 2025, diperkirakan sebesar 3 juta ton yang dapat menghasilkan pendapatan sebesar US$ 156 juta (rata-rata ICI 4 = US$ 52) atau ekuivalen dengan Rp 2,4 triliun (estimasi 1 USD = Rp 15.600).
TRIOP merupakan anak usaha dari Perdana Karya Perkasa (PKPK) di mana PKPK memiliki secara tidak langsung sebanyak 69,96% kepemilikan saham pada TRIOP. TRIOP bergerak di bidang pertambangan batu bara yang telah memiliki izin usaha pertambangan operasi produksi (IUPOP) di Kalimantan Tengah. TRIOP memiliki dermaga berlokasi di daerah Tanjung Jawa yang digunakan untuk kegiatan operasional penumpukan dan pengapalan batu bara.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News