Honda merupakan satu dari sedikit merek yang masih menjual motor 110cc di Indonesia. Padahal, produsen lain asal Jepang, seperti Suzuki, Yamaha dan Kawasaki sudah meninggalkan segmen tersebut. Apa sebenarnya alasan Honda?
Sebagai catatan, pilihan motor 110cc Honda di Indonesia cukup banyak. Bahkan, sebagian menjadi kontributor utama penjualan mereka di Tanah Air. Misalnya, Honda BeAT, Scoopy, Genio dan Revo.
Thomas Wijaya selaku Vice President Executive PT Astra Honda Motor (AHM) mengatakan, pasar motor 110cc masih sangat seksi di Indonesia. Sebab, banyak konsumen yang butuh kendaraan kecil untuk mobilitas harian. Itulah mengapa, pihaknya masih bermain di segmen tersebut.
"Pasarnya masih signifikan karena 110cc itu kan biasanya buat mobilitas harian, produktivitas, sehingga mau tidak mau cari yang ekonomis, yang irit, yang awet, perawatannya juga mudah, penggunanya nyaman," ujar Thomas saat ditemui di Cikarang, Jawa Barat.
PT Astra Honda Motor (AHM) resmi meluncurkan Honda Scoopy baru di Indonesia, Selasa (5/11). Skuter matik (skutik) retro tersebut mengalami sejumlah ubahan. Foto: Pradita Utama
Lebih jauh, Thomas menjelaskan, lebih dari separuh penjualan motor Honda di Indonesia masih didominasi produk bermesin 110cc. Sehingga, mustahil untuk meninggalkan segmen tersebut dan beralih ke mesin yang lebih besar.
"Memang 110cc dinilai cukup bisa memenuhi produktivitas, mobilitas para konsumen kita. Jadi masih cukup besar lah buat kita, mungkin di atas 50 persen lah, lebih minus 50-60 persen kita di 110 cc," tuturnya.
Berkat alasan itu pula, Honda masih tetap mempertahankan mesin 110cc di Scoopy baru. Padahal, sebelumnya sempat ada isu, skuter matik retro tersebut akan menggunakan jantung mekanis baru yang lebih besar.
"Saat ini Scoopy dengan mesin 110-nya sudah cukup diminati konsumen, karena sesuai kebutuhan mobilitas dan kebutuhan gaya mereka. Tapi kita terbuka kalau ada masukan-masukan ke depannya bagaimana," kata Thomas.
Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2024 akan digelar 30 Oktober-3 November di ICE BSD City. Ragam motor baru akan muncul di IMOS 2024 ini. [928] url asal
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) kembali menyelenggarakan pameran sepeda motor terbesar, Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2024. Pameran otomotif roda dua ini akan berlangsung mulai akhir bulan ini. Apa saja motor baru yang bakal muncul di IMOS 2024?
Pameran sepeda motor terbesar di Indonesia ini akan berlangsung dari tanggal 30 Oktober hingga 3 November 2024 di ICE BSD City. Berbagai pabrikan otomotif siap menawarkan inovasinya di industri roda dua.
"Untuk IMOS 2024, akan menghadirkan ragam variasi kendaraan roda dua, baik dari produk motor bermesin ICE, ataupun produk motor berbasis listrik juga berbagai merek dari industri pendukung seperti produk ban, apparel, pelumas hingga tools dan suku cadangan. Untuk IMOS 2024 kami mengusung tema, 'Riding Green and Safe Journey for A Better Life'. Kami berharap IMOS bisa jadi wadah pengenalan ragam teknologi terbaru sepeda motor di Indonesia," kata Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala dikutip Kamis, (17/10/2024).
Tercatat ada 17 merek sepeda motor jenis Internal Combustion Engine(ICE) seperti Honda, Kawasaki, Suzuki, TVS, Yamaha, Harley-Davidson, Royal Alloy, Royal Enfield, hingga Scomadi. Sementara itu, deretan sepeda motor listrik terdapat merek Alva, Electrum, HORWIN INC, ION Mobility, Polytron, VMove, Volta, dan ZPT.
Honda akan memajang zona motor listrik. Dua motor listrik terbaru Honda yang meluncur pekan lalu, yaitu Honda Icon e: dan CUV e: bakal dipajang di IMOS 2024. Keduanya akan menemani motor listrik Honda lainnya, yaitu EM1 e: dan EM1 e: Plus.
Tak cuma itu, skuter matik (skutik) andalan seperti Honda BeAT, Vario Series dan varian big skutik seperti PCX160 dan ADV160, juga motor sport seperti CB150 Streetfire, CBR150, CBR250RR pun bakal meramaikan IMOS 2024. Kemungkinan, Honda juga akan meluncurkan motor baru di IMOS 2024. Isunya, Honda sedang menyiapkan Scoopy terbaru.
Selanjutnya Yamaha. Pabrikan berlogo garpu tala ini akan menyajikan zona teknologi dengan memamerkan model-model seperti Yamaha Nmax Turbo, Maxi Area dan New Xmax Connected. Ada juga lini motor classy seperti Fino, New Fazzio dan Grand Filano, serta motorsport seperti R15 dan R25. Kemungkinan, Yamaha bakal meluncurkan motor baru di IMOS 2024. Bisa jadi Yamaha akan memperkenalkan R25 terbaru, apalagi secara global Yamaha baru saja meluncurkan YZF-R3 terbaru hasil produksi Indonesia yang menjadi kembaran dari R25.
Lalu Suzuki, merek motor asal Jepang ini masih mengandalkan jajaran skutiknya seperti Address, Nex-II, Nex-II Crossover dan terbaru ada Burgman 125. Jajaran motorsport seperti GSX-R 150 juga bakal turut meramaikan, juga akan ada Suzuki GSX-SF 250. Lini produk lain seperti V-Strom 250 SX dan Satria F150 turut dibawa. Belum ada tanda-tanda peluncuran motor baru Suzuki, tapi mungkin akan ada kejutan dari Suzuki di IMOS 2024 ini.
Kemudian Kawasaki akan menghadirkan lini motor sportnya. Mulai dari motor bermesin 150 cc, hingga jajaran ATV yang belum lama ini diluncurkan bakal dipamerkan Kawasaki di IMOS 2024. Belum ada kabar mengenai peluncuran motor baru Kawasaki, tapi mungkin saja akan ada kejutan di IMOS 2024.
Pabrikan motor asal India, TVS, turut meramaikan IMOS 2024. TVS akan meluncurkan motor listrik terbaru di IMOS 2024. Selain motor listrik, kemungkinan TVS akan meluncurkan satu motor sport terbaru di IMOS 2024. Selain itu, TVS akan membawa lini skutik seperti Intelligo dan Callisto series. Motor bebek seperti Rock, XR dan AM1, motor sport Max, Apache dan Ronin serta motor listrik TVS iQube juga bakal dibawa.
Lanjut, Royal Enfield masih mengandalkan motor klasik seperti Bullet 350 dan 500. Motor adventure Royal Enfield Himalayan 450 juga motor andalan Hunter dan Continental akan dibawa. Biasanya, Royal Enfield akan memperkenalkan edisi spesial di pameran otomotif. So, tunggu saja.
Selanjutnya, Scomadi akan memanfaatkan ajang IMOS 2024 untuk merayakan setahun kemunculan di Indonesia. Scomadi akan memboyong produk motor klasik modern andalannya.
Tak cuma motor bermesin bensin yang bakal meramaikan IMOS 2024. Motor listrik pun akan unjuk gigi di pameran otomotif roda dua ini. Salah satunya Electrum yang akan membawa teknologi motor listriknya. Electrum juga akan pamer ekosistem kendaraan listriknya termasuk baterai dan sistemnya. Kemungkinan Electrum bakal membawa kejutan di IMOS 2024.
Selain brand-brand tersebut, IMOS 2024 akan diramaikan oleh merek ternama seperti Harley-Davidson, serta merek motor listrik lain seperti Alva, HORWIN INC, ION Mobility, Polytron, VMove, Volta, dan ZPT. Produk aksesoris apparel, dan industri pendukung lainnya juga akan meramaikan IMOS 2024.
Harga tiket IMOS 2024 tak mengalami kenaikan. Mereka yang membelinya secara online cukup menyiapkan mahar Rp 25 ribu untuk kedatangan weekdays dan Rp 40 ribu untuk weekend. Sedangkan pembelian onsite atau di lokasi sedikit lebih mahal, yakni Rp 35 ribu untuk weekdays dan Rp 50 ribu untuk weekend. Pembelian presale secara online pada 4-6 Oktober berhak mendapat potongan harga 50 persen.
Pada edisi sekarang, acara tersebut akan menggunakan lahan 15 ribu meter persegi dan memanfaatkan hall 9-10 di ICE BSD.
Perusahaan roda dua pasti tak asal dalam memberikan nama ke motor-motor yang dijual di suatu negara. Biasanya, atau malah seringnya, nama tersebut mengandung arti yang mewakili karakter produk terkait. Lantas, apa arti nama Scoopy di motor Honda?
Honda Scoopy merupakan motor matik yang telah belasan tahun dijual di Indonesia. Motor matik tersebut menjadi salah satu produk terlaris pabrikan selain BeAT dan Vario.
Meski popularitasnya tak perlu diragukan, namun belum banyak orang yang mengetahui arti nama Scoopy. Padahal, nama tersebut berkaitan dengan desain kendaraan yang tergolong unik.
Arti nama Scoopy di motor Honda. Foto: AHM
Disitat dari laman resmi Honda dan sumber bacaan lain, Sabtu (12/10), nama Scoopy merupakan penggabungan dari kata Scooter dan Scoop yang berarti skuter dengan bentuk seperti sendok, yakni bulat atau kurva.
Konsep motor Scoopy sejatinya memang mengikuti aliran retro moderen yang memiliki nuansa klasik, namun dikemas dalam balutan kekinian. Honda berharap penuh dengan produk tersebut, sehingga mereka mengusung tema unik yang pada masanya belum banyak diadopsi pabrikan. Sasarannya pun jelas, yakni anak muda.
Sejak meluncur 2010 silam, Honda Scoopy telah mengalami sejumlah perubahan. Namun, desain utamanya masih sama, yakni serba membulat di hampir seluruh bagian. Bahkan, di generasi terbarunya, nuansa bulatnya makin terasa.
Arti nama Honda Scoopy. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com
Bicara spesifikasi, Honda Scoopy generasi sekarang punya dimensi panjang 1.864 mm, lebar 683 mm dan tinggi 1.075 mm. Sementara jarak sumbu rodanya 1.251 mm dan tinggi tempat duduk 746 mm.
Kendaraan dengan rangka eSAF (enhance Smart Architecture Frame) tersebut menggunakan SOHC 110CC dengan teknologi PGM-FI. Pembekalan itu membuat motor mampu menghasilkan tenaga 9 PS dan torsi 9,2 Nm.
Honda Scoopy tersedia dalam empat varian berbeda, yakni Fashion, Sporty, Prestige dan Stylish. Sementara harganya mulai dari Rp 22 jutaan hingga Rp 23 jutaan dengan status on the road Jakarta.
Jakarta:Margie Segers disebut sebagai sosok penyanyi jazz perempuan pertama di Indonesia. Namanya mulai melejit ketika Margie ditunjuk sebagai penyanyi andalan legenda jazz Jack Lesmana dan juga berkolaborasi dengan nama-nama besar seperti Bubi Chen dan Ireng Maulana.
Awalnya, Margie Sagers lahir sebagai seorang musisi blues. Akan tetapi, di era-70an, genre musik jazz cukup popular di kalangan musisi tanah air. Tuntutan tersebut lantas membuat Margie Segers banting stir menjadi penyanyi jazz.
Sambil mengolah vokal, ia juga memperdalam ilmunya dengan belajar bersama musisi jazz tersohor di zamannya. Seperti Bubi Chen, Jack Lesmana dan Ireng Maulana, serta banyak menyimak rekaman penyanyi jazz antara lain Ella Fitzgerald, Sherley Bassey dan Sarah Vaughan. Mengutip wawancara eksklusif Margie Segers di program Shindu’s Scoop, dirinya menceritakan kisah unik di balik pembuatan lagu “Semua Bisa Bilang”. Ia mengatakan rekaman single ciptaan Charles Hutagalung itu memakan waktu hingga berbulan-bulan lamanya.
“Bayangin pas lagi rekaman, ‘kalau kau’ (sambil bernyanyi) gua pikir udah paling oke, terus ‘cut, cut, cut’ ada apa ini. ‘itu bahasa Indonesianya bukan begitu (dengan aksen ambon)’, saya punya aksen kan masih seperti itu (ambon), jadi lupa melulu,” ujar Margie Segers.
“‘Udah gini aja deh, kamu pulang dulu, belajar lagi tuh lagu’. Lagu satu itu ‘Semua Bisa Bilang’ jangan harap jadi langsung hari itu juga, itu berbulan-bulan. Kalau sekarang kan udah modern, tinggal sambung terus tinggal ini itu gampang,” sambungnya.
Margie sendiri mulai merilis album sejak 1975 hingga tahun 2009. Album Terpikat yang dirilis pada tahun 1975 merupakan album keduanya setelah album Semua Bisa Bilang dan album The Lady of Jazz, yang dirilis pada tahun 2005.
Album Margie Segers bertajuk Semua Bisa Bilang yang dirilis pada tahun 1975 itu menampilkan 8 lagu vokal Margie Segers, dan 7 lagu lainnya dikemas dalam bentuk instrumental.
Uniknya, Margie Segers mengatakan, dalam aransemen musik serta pemilihan daftar lagu di album tersebut sepenuhnya ditentukan oleh mendiang Jack Lesmana.
“Dipilih sama om Jack, jadi semua itu dia yang ngatur,” tutur Margie.
Melewati berbagai proses pahit, Margie Segers sangat berterima kasih kepada musisi-musisi yang telah membantu dirinya hingga dikenal sebagai penyanyi jazz perempuan pertama di tanah air.
“Walaupun dengan kata-kata yang tidak menyenangkan, justru itu yang menjadikan saya seorang Margie Sagers. Kalau mereka tidak begitu, saya tidak akan jadi seperti sekarang,” pungkasnya.