#30 tag 24jam
Kemendesa PDTT: Teknologi Tepat Guna Bawa Status Desa Maju hingga Mandiri
Kemendesa PDTT menggelar TTG ke-25 yang mendorong kemandirian desa kemandirian desa dengan memajukan ekonomi lokal. Halaman all [533] url asal
#kemendesa-pdtt #sdgs-desa #ttg
(Kompas.com) 15/07/24 20:32
v/10880186/
KOMPAS.com - Teknologi Tepat Guna (TTG) merupakan bagian dari implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Desa Ke-9.
Implementasi SDGs Desa Ke-9 yang dimaksud adalah infrastruktur dan inovasi sesuai kebutuhan yang titik tumpunya pada teknologi. Ini diperlukan untuk mengoptimalkan pendayagunaan seluruh aspek sumber daya lokal baik alam, manusia, teknologi, dan sosial secara berkelanjutan.
Hal itu menunjukkan bahwa TTG adalah kunci penting dalam membangun desa untuk membawa pada status maju hingga mandiri.
Kepala Badan Pengembangan Informasi (BPI) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Ivanovich Agusta mengatakan, keterkaitan TTG dengan SDGs Desa adalah SDGs Desa ke-9, yaitu infrastruktur dan inovasi desa sesuai kebutuhan.
“Tahun ini, Gelar TTG ke-25 sekaligus bertepatan dengan perayaan Hari SDGs Desa pada 14 Juli 2024," ujarnya dalam pembukaan Teknologi Tepat Guna Nasional (TTGN) ke-25 di Lapangan Islamic Center Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (15/7/2024).
Adapun TTGN ke-25 yang diikuti berbagai provinsi di Indonesia setiap tahun membawa dampak positif khususnya dalam mendorong kemandirian desa dengan memajukan ekonomi lokal.
Dengan teknologi tepat guna yang semakin berkembang dan tidak tergerus zaman, setiap desa bisa mencapai status mandiri dan desa tertinggal pun berhasil dientaskan, seperti yang terjadi di NTB.
Ivanovich mengatakan, berbagai inovasi TTG membawa dampak signifikan terhadap beberapa sektor di NTB.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin mengatakan, inovasi TTG tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga mendorong ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengentaskan desa sangat tertinggal.
Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) 2022, jumlah desa tertinggal sebanyak 55 desa. Pada 2023, jumlah desa tertinggal turun menjadi 7 desa.
“Pada 2024, tidak ada lagi desa tertinggal di NTB dari total 1.021 desa di NTB,” ujarnya dalam siaran pers.
Adapun Gelaran TTGN ke-25 digelar sejak 14-17 Juli 2024 di Lombok, NTB dan diikuti peserta dari 20 provinsi dalam kategori lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna diikuti peserta dari 20 provinsi.
Kategori Teknologi Tepat Guna Unggulan diisi peserta dari 17 provinsi. Kemudian, kategori Pos Pelayanan Teknologi diikuti 14 provinsi.
Kategori Inovasi Teknologi Tepat Guna dimenangkan Provinsi Bangka Belitung, NTB, Lampung, dan Banten.
Sementara itu, pemenang kategori Teknologi Tepat Guna Unggulan adalah Provinsi Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur.
Juara kategori Posyantek Desa/Kelurahan Berprestasi adalah Provinsi Jawa Barat, Banten, Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, dan Kalimantan Utara.
Adapun juara favorit diraih Kepulauan Riau, NTB, dan Aceh Besar.
Hadir dalam pembukaan TTGN ke-25 Mendesa PDTT Abdul Halim Iskandar didampingi Wakil Mendesa PDTT Paiman Raharjo, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Taufik Madjid, bersama para pejabat tinggi pimpinan madya dan pratama kementerian/lembaga, para gubernur, kepala dinas, bupati, wali kota, dan pendamping desa.
Pameran Teknologi Tepat Guna Diharapkan Memacu Desa Lain Tingkatkan Inovasi
Teknologi tepat guna diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi pembangunan desa. [731] url asal
#teknologi-tepat-guna #inovasi-desa #sdgs-desa #desa-mandiri #kemendes-pdtt #dana-desa #pameran-teknologi-tepat-guna
(Republika - News) 15/07/24 08:27
v/10822847/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ekosistem inovasi desa terus diperkuat dengan berbagai upaya. Salah satu yang dilakukan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) adalah dengan menggelar pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nusantara 2024 yang akan diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), 14-17 Juli 2024.
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar dijadwalkan akan membuka acara puncak Teknologi Tepat Guna (TTG) Nusantara 2024 pada Senin (15/7/2024). Saat itu akan diserahkan anugerah teknologi tepat guna unggulan dan inovatif, anugerah kepada pembina dan pendukung teknologi tepat guna, desa-desa pemenang Lomba SDGs Desa, juga kepala daerah yang berhasil membawa desa-desa menjadi berstatus berkembang, maju, dan mandiri.
“Tahun ini kategori lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna diikuti peserta dari 20 provinsi. Kategori Teknologi Tepat Guna Unggulan diisi peserta dari 17 provinsi. Adapun kategori Pos Pelayanan Teknologi diikuti 14 provinsi,” ujar Kepala Badan Pengembangan dan Informasi (BPI) Kemendes PDTT, Ivanovich Agusta, dalam keterangannya, Senin (15/7/2024).
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Daya Saing BPI Kemendes PDTT, Yusra menjelaskan, lomba dan pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) adalah kegiatan tahunan yang bertujuan memperkuat ekosistem inovasi di desa. Ajang ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi para inovator desa untuk menampilkan dan mengembangkan ide-ide kreatif mereka.
Yusra menambahkan, lomba TTG 2024 dirancang secara khusus untuk memacu lahirnya teknologi-teknologi baru yang lebih inovatif dan aplikatif. Dengan adanya sistem kompetisi yang ketat, para peserta diharapkan dapat menghasilkan solusi teknologi tepat guna yang dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan dan kemajuan desa-desa di Indonesia.
Tidak hanya itu, Lanjut Yusra, melalui pameran ini para inovator juga memiliki kesempatan untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik dan berbagai pemangku kepentingan, membuka peluang kolaborasi dan pengembangan lebih lanjut. Dengan demikian, acara ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi kemajuan teknologi dan inovasi di desa-desa seluruh Indonesia.
"Pada akhirnya, kami ingin dari kegiatan ini dapat mendorong semangat inovasi di kalangan masyarakat desa dan menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan teknologi tepat guna," jelasnya.
Yusra juga menjelaskan bahwa acara puncak TTG 2024 akan semakin meriah dengan digelarnya 2nd International Conference on Sustainable Rural Development (ICSRD). Konferensi internasional ini tidak hanya sekadar forum akademis, tetapi juga menjadi ajang bertukar gagasan dan pengalaman antarnegara dalam pengembangan perdesaan berkelanjutan. Tiga makalah terbaik akan dipresentasikan dalam konferensi ini, memberikan wawasan berharga mengenai inovasi dan strategi pembangunan desa.
Konferensi akan menghadirkan akademisi internasional terkemuka, seperti Prof Henny Osbahr dari University of Reading, Inggris, yang dikenal atas penelitiannya tentang ketahanan pangan dan perubahan iklim. Dr Elif Baykal dari Istanbul Medipol University, Turki, akan berbicara mengenai pengembangan masyarakat dan inovasi sosial, sementara Hurain Jannat, PhD, dari Center on Integrated Rural Development, akan membahas integrasi teknologi tepat guna dalam pembangunan desa.
“Para kepala desa yang memenangkan Lomba SDGs Desa juga akan berbagi pengalaman mereka dalam acara ini, memberikan inspirasi dan praktik terbaik yang dapat diterapkan di desa-desa lainnya,” ujar dia.
Yusra menambahkan, sinergitas kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah juga menjadi isu penting yang akan dibahas dalam forum TTG 2024. Diskusi mendalam mengenai isu ini akan diadakan dengan melibatkan berbagai kementerian terkait, termasuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kemendes PDTT.
“Kemendagri akan membahas revisi Undang-Undang Desa yang diharapkan dapat memberikan kerangka hukum yang lebih kuat dan relevan untuk mendukung pembangunan desa. Sementara itu, Kemenkeu akan menjelaskan proses transfer tambahan dana desa tahun 2024, yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas finansial desa dalam melaksanakan program-program pembangunan desa,” urai Yusra.
Dengan demikian, kata Yusra, forum ini tidak hanya akan membahas kebijakan secara teoritis, tetapi juga akan mengeksplorasi implementasi praktis yang dapat diterapkan di lapangan. Melalui diskusi ini, ia meyakini akan tercipta kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat desa.
Yusra juga berharap, acara TTG 2024 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pameran teknologi tepat guna saja, tetapi juga sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi kebijakan antara berbagai tingkat pemerintahan untuk pembangunan desa.
"Kami ingin melalui acara ini, semangat inovasi dapat menyebar luas dan memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan desa yang berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTB, Aulia Ahmad Nur Aulia menjelaskan, sebagai tuan rumah, Pemda NTB telah menyiapkan rangkaian acara Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara ke 25. Rangkaian acara Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara ke-25 akan ditutup pada Rabu (17/7/2024). Dalam acara tersebut akan disampaikan pengumuman juara umum dan lokasi pergelaran 2025.