#30 tag 24jam
Kepemimpinan Transformatif Penting Dalam Memajukan Lembaga Pendidikan
Seminar ini berhasil menarik minat lebih dari 1.250 peserta dari berbagai kalangan. [218] url asal
#unpam #seminar-nasional #kepemimpinan-transformatif #lembaga-pendidikan #pendidikan
(MedCom) 24/10/24 16:41
v/16934138/
Jakarta: Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Pamulang (Unpam) menggelar Seminar Nasional bertema “Membangun Kepemimpinan Transformatif untuk Pengembangan Lembaga Pendidikan Unggul”. Acara ini berhasil menarik minat lebih dari 1.250 peserta dari berbagai kalangan.Seminar ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Dr. Zainal Arifin, S.Pd.I, M.S.I (Sekjen PPMPI dan Kaprodi MPI UIN Yogyakarta) dan M. Cholidi Asadil Alam S.I.Kom., M.I.Kom (Dai dan aktor film Ketika Cinta Bertasbih). Keduanya berbagi wawasan dan pengalaman mengenai pentingnya kepemimpinan transformatif dalam memajukan lembaga pendidikan.
Rektor Universitas Pamulang, Nurzaman menekankan pentingnya seminar ini sebagai wadah bagi para akademisi, praktisi pendidikan, dan mahasiswa untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan mengenai kepemimpinan transformatif. Poin-poin penting dalam seminar ini antara lain pembahasan mendalam mengenai konsep kepemimpinan transformatif dan aplikasinya dalam konteks pendidikan.
Selain itu juga digelar diskusi interaktif antara narasumber, moderator dan peserta. Sesi tanya jawab menjadi salah satu momen yang paling dinantikan.
Dua mahasiswa, Fitriandi (semester 3) dan Indriani (semester 1), mengajukan pertanyaan yang relevan dengan tema seminar. Pertanyaan Indriani mengenai pembangunan budaya perusahaan yang Islami dan pertanyaan Fitriandi tentang dampak AI bagi mahasiswa menjadi topik diskusi menarik dan mengundang perhatian para peserta.
| Baca juga: Niki Pantelli dari Lancester University Hadir di UBM, Beri Materi 'Bisnis Digital' |
?
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(CEU)
Direktur Sido Muncul Ajak Dunia Pendidikan Kenali Manfaat Jamu
Sido Muncul bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UNS untuk mengenalkan manfaat obat herbal. Halaman all [705] url asal
#sido-muncul #seminar-nasional #obat-herbal #kerja-sama-sido-muncul-dan-uns
(Kompas.com) 20/09/24 17:38
v/15309062/
SURAKARTA, KOMPAS.com- Sebagai warisan leluhur yang kaya manfaat, jamu bisa menjadi pendamping obat-obat konvensional jika diolah dengan tepat.
Untuk mendalami potensi obat tradisional dalam menjaga kesehatan masyarakat, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar seminar nasional bertajuk “Pengembangan dan Pemanfaatan Obat Tradisional untuk Mendukung Gerakan Indonesia Sehat” di Auditorium FK UNS, Rabu (18/8/2024).
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menyatakan bahwa kerja sama tersebut bertujuan mendukung pembuatan produk yang lebih baik serta memanfaatkan obat herbal untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
"Ide saya, mahasiswa kedokteran perlu diajari tentang bahan-bahan jamu, seperti temulawak atau kunyit, dan kegunaannya. Jadi, mereka harus paham," ujar Irwan di sela acara.
Dalam kerja sama itu, Sido Muncul bertugas memproduksi produk jadi, seperti kapsul jahe atau kunyit, yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian.
"Mereka akan mempelajari khasiat bahan-bahan tersebut, (sedangkan) kami memproduksi produk yang sesuai, termasuk standar dan uji toksisitasnya," jelasnya.
Irwan menegaskan, jamu adalah obat herbal yang aman dan bisa menjadi pendamping obat-obatan yang diberikan oleh dokter.
"Namun, kalau dokter tidak tahu manfaatnya, mereka tidak akan memberikannya. Misalnya, pada pasien demam berdarah yang kehilangan nafsu makan, daun pepaya bisa diberikan untuk meningkatkan nafsu makan," tuturnya.
Irwan juga menambahkan bahwa Sido Muncul memilikinursery,greenhouse, dan laboratorium yang terbuka untuk kalangan akademisi yang ingin mengembangkan gagasan atau inovasi.
Saat ini, lanjut Irwan, Sido Muncul tengah mencoba memproduksi teh stevia yang tidak pahit.
"Bayangkan, kalau di desa-desa orang menanam stevia dan setiap kali makan mereka menggunakan daun stevia. Kami berharap dari UNS bisa ditemukan stevia yang rasanya seperti gula," katanya.
Irwan juga berharap kerja sama dengan UNS dapat memperbaiki kualitas tanaman rempah dan mengembangkan bahan baku obat herbal melalui data yang dimiliki Sido Muncul.
Selain itu, di bidang lingkungan, Sido Muncul siap bekerja sama dalam mengolah limbah perusahaan.
"Di bidang kedokteran, banyak yang berharap obat herbal bisa diresepkan. Namun, saya tidak terlalu tertarik. Jika diresepkan, berarti obat ini dianggap berbahaya, padahal obat herbal tidak berbahaya," jelasnya.
Pendidikan dan penelitian obat herbal
DOK. Sido Muncul Penandatanganan MoU antara Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Reviono yang disaksikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi Irwan Trinugroho.Sementara itu, Dekan FK UNS Reviono menyambut baik kerja sama dengan Sido Muncul. Ia menyebut bahwa perusahaan ini memahami kebutuhan masyarakat.
"Kami di dunia pendidikan memang harus mengetahui apa yang dibutuhkan industri dan masyarakat," ujarnya.
Reviono mengatakan, FK UNS mempunyai lab farmakologi yang mengajarkan obat-obat farmasi, termasuk obat herbal.
Saat ini pun FK UNS telah memiliki banyak penelitian terkait obat herbal, meski sebagian besar belum sampai pada tahap uji klinis.
Ia mengapresiasi kerja sama antara dunia pendidikan dan industri. Sebab, dunia pendidikan tidak bisa hanya meneliti tanpa melihat hilirisasi dan kebutuhan industri.
Reviono menambahkan, kerja sama FK UNS dengan Sido Muncul juga akan menegaskan kekayaan Indonesia yang memiliki banyak tanaman obat.
“Selain adatextbookdari luar negeri, kami bisa memasukkan materi dari dalam negeri, seperti pelaku indsutri Sido Muncul,” ungkapnya.
Dia berharap, kerja sama dengan Sido Muncul dapat menambah wawasan mahasiswa kedokteran, termasuk dalam membuat obat herbal.
Oleh karenanya, mahasiswa kedokteran UNS diharapkan bisa magang di Sido Muncul untuk mengetahui cara membuat obat, termasuk tahapan uji klinis, seperti toksisitas.
“Memang dibutuhkanmatchingantara dunia pendidikan dan dunia indsutri. Tidak hanya produk, tapi juga kegiatan mahasiswa itu berguna ketika mereka lulus,” ungkapnya.
Pada kesempatan sama, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasional, dan Informasi UNS Irwan Trinugroho menyambut baik kerja sama Sido Muncul dengan UNS.
Dia berharap, kerja sama tersebut tidak berhenti di FK saja, tetapi merambah hingga Fakultas Farmasi sebagaileadingsector, termasuk fakultas-fakultas lain.
“Salah satunya bisa dengan Fakultas Pertanian untuk kerja sama terkait pemuliaan tanaman rempah supaya zat aktif dan rendaman (kuantitas) minyaknya lebih tinggi,” jelas Irwan.
Salah satu peserta seminar yang juga dosen farmakologi FK UNS Ratih Puspita Ferbinasari mengapresiasi gelaran yang membahas perkembangan obat herbal terkini, baik dari sisi industri maupun regulasi itu.
“Kolaborasi antara swasta, akademisi, dan pengembil keputusan sangat penting sehingga industri dan penggunaan produk herbal, terutama untuk kesehatan masyarakat semakin maju,” ungkapnya.
Ratih juga menambahkan, sebagai dosen yang pernah mengikuti pelatihan saintifikasi jamu, obat herbal bisa menjadi pendukung terapi tambahan atau adjuvant untuk menunjang kesehatan pasien meskipun tidak menggantikan terapi utama.
Direktur Sido Muncul Ajak Dunia Pendidikan Kenali Manfaat Jamu Halaman all
Sido Muncul bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UNS untuk mengenalkan manfaat obat herbal. Halaman all [705] url asal
#sido-muncul #seminar-nasional #obat-herbal #kerja-sama-sido-muncul-dan-uns
(Kompas.com) 20/09/24 17:38
v/15295080/
SURAKARTA, KOMPAS.com- Sebagai warisan leluhur yang kaya manfaat, jamu bisa menjadi pendamping obat-obat konvensional jika diolah dengan tepat.
Untuk mendalami potensi obat tradisional dalam menjaga kesehatan masyarakat, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar seminar nasional bertajuk “Pengembangan dan Pemanfaatan Obat Tradisional untuk Mendukung Gerakan Indonesia Sehat” di Auditorium FK UNS, Rabu (18/8/2024).
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menyatakan bahwa kerja sama tersebut bertujuan mendukung pembuatan produk yang lebih baik serta memanfaatkan obat herbal untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
"Ide saya, mahasiswa kedokteran perlu diajari tentang bahan-bahan jamu, seperti temulawak atau kunyit, dan kegunaannya. Jadi, mereka harus paham," ujar Irwan di sela acara.
Dalam kerja sama itu, Sido Muncul bertugas memproduksi produk jadi, seperti kapsul jahe atau kunyit, yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian.
"Mereka akan mempelajari khasiat bahan-bahan tersebut, (sedangkan) kami memproduksi produk yang sesuai, termasuk standar dan uji toksisitasnya," jelasnya.
Irwan menegaskan, jamu adalah obat herbal yang aman dan bisa menjadi pendamping obat-obatan yang diberikan oleh dokter.
"Namun, kalau dokter tidak tahu manfaatnya, mereka tidak akan memberikannya. Misalnya, pada pasien demam berdarah yang kehilangan nafsu makan, daun pepaya bisa diberikan untuk meningkatkan nafsu makan," tuturnya.
Irwan juga menambahkan bahwa Sido Muncul memilikinursery,greenhouse, dan laboratorium yang terbuka untuk kalangan akademisi yang ingin mengembangkan gagasan atau inovasi.
Saat ini, lanjut Irwan, Sido Muncul tengah mencoba memproduksi teh stevia yang tidak pahit.
"Bayangkan, kalau di desa-desa orang menanam stevia dan setiap kali makan mereka menggunakan daun stevia. Kami berharap dari UNS bisa ditemukan stevia yang rasanya seperti gula," katanya.
Irwan juga berharap kerja sama dengan UNS dapat memperbaiki kualitas tanaman rempah dan mengembangkan bahan baku obat herbal melalui data yang dimiliki Sido Muncul.
Selain itu, di bidang lingkungan, Sido Muncul siap bekerja sama dalam mengolah limbah perusahaan.
"Di bidang kedokteran, banyak yang berharap obat herbal bisa diresepkan. Namun, saya tidak terlalu tertarik. Jika diresepkan, berarti obat ini dianggap berbahaya, padahal obat herbal tidak berbahaya," jelasnya.
Pendidikan dan penelitian obat herbal
DOK. Sido Muncul Penandatanganan MoU antara Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Reviono yang disaksikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi Irwan Trinugroho.Sementara itu, Dekan FK UNS Reviono menyambut baik kerja sama dengan Sido Muncul. Ia menyebut bahwa perusahaan ini memahami kebutuhan masyarakat.
"Kami di dunia pendidikan memang harus mengetahui apa yang dibutuhkan industri dan masyarakat," ujarnya.
Reviono mengatakan, FK UNS mempunyai lab farmakologi yang mengajarkan obat-obat farmasi, termasuk obat herbal.
Saat ini pun FK UNS telah memiliki banyak penelitian terkait obat herbal, meski sebagian besar belum sampai pada tahap uji klinis.
Ia mengapresiasi kerja sama antara dunia pendidikan dan industri. Sebab, dunia pendidikan tidak bisa hanya meneliti tanpa melihat hilirisasi dan kebutuhan industri.
Reviono menambahkan, kerja sama FK UNS dengan Sido Muncul juga akan menegaskan kekayaan Indonesia yang memiliki banyak tanaman obat.
“Selain adatextbookdari luar negeri, kami bisa memasukkan materi dari dalam negeri, seperti pelaku indsutri Sido Muncul,” ungkapnya.
Dia berharap, kerja sama dengan Sido Muncul dapat menambah wawasan mahasiswa kedokteran, termasuk dalam membuat obat herbal.
Oleh karenanya, mahasiswa kedokteran UNS diharapkan bisa magang di Sido Muncul untuk mengetahui cara membuat obat, termasuk tahapan uji klinis, seperti toksisitas.
“Memang dibutuhkanmatchingantara dunia pendidikan dan dunia indsutri. Tidak hanya produk, tapi juga kegiatan mahasiswa itu berguna ketika mereka lulus,” ungkapnya.
Pada kesempatan sama, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasional, dan Informasi UNS Irwan Trinugroho menyambut baik kerja sama Sido Muncul dengan UNS.
Dia berharap, kerja sama tersebut tidak berhenti di FK saja, tetapi merambah hingga Fakultas Farmasi sebagaileadingsector, termasuk fakultas-fakultas lain.
“Salah satunya bisa dengan Fakultas Pertanian untuk kerja sama terkait pemuliaan tanaman rempah supaya zat aktif dan rendaman (kuantitas) minyaknya lebih tinggi,” jelas Irwan.
Salah satu peserta seminar yang juga dosen farmakologi FK UNS Ratih Puspita Ferbinasari mengapresiasi gelaran yang membahas perkembangan obat herbal terkini, baik dari sisi industri maupun regulasi itu.
“Kolaborasi antara swasta, akademisi, dan pengembil keputusan sangat penting sehingga industri dan penggunaan produk herbal, terutama untuk kesehatan masyarakat semakin maju,” ungkapnya.
Ratih juga menambahkan, sebagai dosen yang pernah mengikuti pelatihan saintifikasi jamu, obat herbal bisa menjadi pendukung terapi tambahan atau adjuvant untuk menunjang kesehatan pasien meskipun tidak menggantikan terapi utama.
Direktur Sido Muncul Ajak Dunia Pendidikan Kenali Manfaat Jamu
Sido Muncul bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UNS untuk mengenalkan manfaat obat herbal. Halaman all [705] url asal
#sido-muncul #seminar-nasional #obat-herbal #kerja-sama-sido-muncul-dan-uns
(Kompas.com - Money) 20/09/24 17:38
v/15295076/
SURAKARTA, KOMPAS.com- Sebagai warisan leluhur yang kaya manfaat, jamu bisa menjadi pendamping obat-obat konvensional jika diolah dengan tepat.
Untuk mendalami potensi obat tradisional dalam menjaga kesehatan masyarakat, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar seminar nasional bertajuk “Pengembangan dan Pemanfaatan Obat Tradisional untuk Mendukung Gerakan Indonesia Sehat” di Auditorium FK UNS, Rabu (18/8/2024).
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menyatakan bahwa kerja sama tersebut bertujuan mendukung pembuatan produk yang lebih baik serta memanfaatkan obat herbal untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
"Ide saya, mahasiswa kedokteran perlu diajari tentang bahan-bahan jamu, seperti temulawak atau kunyit, dan kegunaannya. Jadi, mereka harus paham," ujar Irwan di sela acara.
Dalam kerja sama itu, Sido Muncul bertugas memproduksi produk jadi, seperti kapsul jahe atau kunyit, yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian.
"Mereka akan mempelajari khasiat bahan-bahan tersebut, (sedangkan) kami memproduksi produk yang sesuai, termasuk standar dan uji toksisitasnya," jelasnya.
Irwan menegaskan, jamu adalah obat herbal yang aman dan bisa menjadi pendamping obat-obatan yang diberikan oleh dokter.
"Namun, kalau dokter tidak tahu manfaatnya, mereka tidak akan memberikannya. Misalnya, pada pasien demam berdarah yang kehilangan nafsu makan, daun pepaya bisa diberikan untuk meningkatkan nafsu makan," tuturnya.
Irwan juga menambahkan bahwa Sido Muncul memilikinursery,greenhouse, dan laboratorium yang terbuka untuk kalangan akademisi yang ingin mengembangkan gagasan atau inovasi.
Saat ini, lanjut Irwan, Sido Muncul tengah mencoba memproduksi teh stevia yang tidak pahit.
"Bayangkan, kalau di desa-desa orang menanam stevia dan setiap kali makan mereka menggunakan daun stevia. Kami berharap dari UNS bisa ditemukan stevia yang rasanya seperti gula," katanya.
Irwan juga berharap kerja sama dengan UNS dapat memperbaiki kualitas tanaman rempah dan mengembangkan bahan baku obat herbal melalui data yang dimiliki Sido Muncul.
Selain itu, di bidang lingkungan, Sido Muncul siap bekerja sama dalam mengolah limbah perusahaan.
"Di bidang kedokteran, banyak yang berharap obat herbal bisa diresepkan. Namun, saya tidak terlalu tertarik. Jika diresepkan, berarti obat ini dianggap berbahaya, padahal obat herbal tidak berbahaya," jelasnya.
Pendidikan dan penelitian obat herbal
DOK. Sido Muncul Penandatanganan MoU antara Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Reviono yang disaksikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi Irwan Trinugroho.Sementara itu, Dekan FK UNS Reviono menyambut baik kerja sama dengan Sido Muncul. Ia menyebut bahwa perusahaan ini memahami kebutuhan masyarakat.
"Kami di dunia pendidikan memang harus mengetahui apa yang dibutuhkan industri dan masyarakat," ujarnya.
Reviono mengatakan, FK UNS mempunyai lab farmakologi yang mengajarkan obat-obat farmasi, termasuk obat herbal.
Saat ini pun FK UNS telah memiliki banyak penelitian terkait obat herbal, meski sebagian besar belum sampai pada tahap uji klinis.
Ia mengapresiasi kerja sama antara dunia pendidikan dan industri. Sebab, dunia pendidikan tidak bisa hanya meneliti tanpa melihat hilirisasi dan kebutuhan industri.
Reviono menambahkan, kerja sama FK UNS dengan Sido Muncul juga akan menegaskan kekayaan Indonesia yang memiliki banyak tanaman obat.
“Selain adatextbookdari luar negeri, kami bisa memasukkan materi dari dalam negeri, seperti pelaku indsutri Sido Muncul,” ungkapnya.
Dia berharap, kerja sama dengan Sido Muncul dapat menambah wawasan mahasiswa kedokteran, termasuk dalam membuat obat herbal.
Oleh karenanya, mahasiswa kedokteran UNS diharapkan bisa magang di Sido Muncul untuk mengetahui cara membuat obat, termasuk tahapan uji klinis, seperti toksisitas.
“Memang dibutuhkanmatchingantara dunia pendidikan dan dunia indsutri. Tidak hanya produk, tapi juga kegiatan mahasiswa itu berguna ketika mereka lulus,” ungkapnya.
Pada kesempatan sama, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasional, dan Informasi UNS Irwan Trinugroho menyambut baik kerja sama Sido Muncul dengan UNS.
Dia berharap, kerja sama tersebut tidak berhenti di FK saja, tetapi merambah hingga Fakultas Farmasi sebagaileadingsector, termasuk fakultas-fakultas lain.
“Salah satunya bisa dengan Fakultas Pertanian untuk kerja sama terkait pemuliaan tanaman rempah supaya zat aktif dan rendaman (kuantitas) minyaknya lebih tinggi,” jelas Irwan.
Salah satu peserta seminar yang juga dosen farmakologi FK UNS Ratih Puspita Ferbinasari mengapresiasi gelaran yang membahas perkembangan obat herbal terkini, baik dari sisi industri maupun regulasi itu.
“Kolaborasi antara swasta, akademisi, dan pengembil keputusan sangat penting sehingga industri dan penggunaan produk herbal, terutama untuk kesehatan masyarakat semakin maju,” ungkapnya.
Ratih juga menambahkan, sebagai dosen yang pernah mengikuti pelatihan saintifikasi jamu, obat herbal bisa menjadi pendukung terapi tambahan atau adjuvant untuk menunjang kesehatan pasien meskipun tidak menggantikan terapi utama.
GYS Dukung Penguatan Rantai Pasok Sektor Konstruksi
PT Garuda Yamato Steel (GYS) siap mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. - Halaman all [448] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #pt-garuda-yamato-steel-gys #seminar-nasional #pameran-rantai-pasok-konstruksi-baja #komitmen #pembangunan-infrastruktur #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 12/07/24 11:30
v/10519442/
JAKARTA, Investor.id – PT Garuda Yamato Steel (GYS) menunjukkan komitmen untuk memajukan industri konstruksi baja di Indonesia dengan berpartisipasi dalam seminar nasional dan Pameran Rantai Pasok Konstruksi Baja.
Acara yang diadakan di Birawa Hall, Bidakara, Jakarta, Rabu (10/7/2023) itu diselenggarakan oleh Indonesia Society of Steel Construction dan menampilkan sekitar 30 perusahaan. Platform ini memberikan kesempatan berharga bagi para pemimpin industri untuk membahas masa depan konstruksi baja di Indonesia dan menyoroti kemajuan terbaru di bidang tersebut.
"Kami sangat antusias untuk berpartisipasi dalam acara ini dan berkontribusi pada pengembangan industri konstruksi baja di Indonesia. Partisipasi kami menegaskan dedikasi perusahaan untuk meningkatkan kemampuan konstruksi baja lokal dan mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia,” ujar Tony Taniwan, presiden direktur GYS, dalam siaran pers, Kamis (11/7/2024).
Dibentuk pada tahun 2024, GYS merupakan usaha patungan baru yang dibentuk melalui kolaborasi strategis dengan investor terkenal, termasuk Yamato Kogyo Co Ltd, Siam Yamato Steel Co Ltd, PT Hanwa Indonesia, dan PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP). Kemitraan yang kuat ini menggabungkan keahlian dan sumber daya dari perusahaan tersebut untuk memperkuat industri baja Indonesia.
GYS sebelumnya dikenal sebagai PT Gunung Garuda, produsen baja terkemuka yang didirikan pada tahun 1987. Dengan pabrik modern yang berlokasi di Cikarang Barat, Bekasi, GYS mengkhususkan diri dalam memproduksi produk baja struktural berkualitas tinggi. Produk unggulannya meliputi H-beam, IWF, angle, dan channel.
Dalam langkah inovatif, GYS telah memperkenalkan baja seismic grade tahan gempa” Produk-produk ini dirancang untuk memiliki daktilitas yang luar biasa, memungkinkan baja ini mengalami deformasi signifikan sebelum retak. Daktilitas semacam ini sangat penting selama kejadian seismik, karena membantu dalam menyerap dan menghilangkan energi, sehingga mengurangi risiko kegagalan struktural yang katastrofik.
”Selain itu, baja inovatif ini memiliki kemampuan las yang sangat baik, memudahkan fabrikasi dan konstruksi tanpa mengorbankan integritas struktural,” ungkap Tony.
Sementara itu, dia melanjutkan, Yamato Kogyo, salah satu investor utama GYS, membawa pengalaman dan semangat inovasi yang luar biasa dalam usaha ini. Didirikan di Himeji, Prefektur Hyogo, Jepang pada tahun 1944, Yamato Kogyo telah menjadi pemimpin dalam penggunaan electric arc furnace untuk produksi baja.
Pada 2024, Yamato Kogyo memperluas jangkauannya dengan berinvestasi di GYS di Indonesia, sehingga semakin memperkuat kehadiran global dengan kapasitas produksi total 7 juta ton per tahun. Sebagai anak perusahaan, GYS memiliki kapasitas produksi sekitar 1 juta ton per tahun.
Berpartisipasi dalam seminar nasional dan Pameran Rantai Pasok Konstruksi Baja, kata Tony. tidak hanya menyoroti komitmen tak tergoyahkan GYS terhadap keunggulan, tetapi juga memberikan kesempatan strategis untuk menjalin jaringan dengan pemimpin industri sejenis lainnya dan mengeksplorasi kolaborasi potensial.
”Kami berharap dapat berkontribusi pada pertumbuhan dan keberlanjutan infrastruktur nasional,” tegas Tony.
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News