MOSKWA, investor.id – Pemerintah Rusia telah merilis keputusan untuk menghapus Taliban dari daftar teroris, lapor kantor berita TASS. Kementerian Luar Negeri Rusia memberi pengumuman resminya, menyatakan keputusan menghapus Taliban dari daftar organisasi teroris diambil di tingkat tertinggi.
Keputusan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan berbagai prosedur hukum untuk mewujudkannya, kata perwakilan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin untuk Afghanistan, Zamir Kabulov. Menurut Putin, pada Juli 2024 Rusia telah menganggap gerakan Taliban Afghanistan sebagai sekutu dalam perang melawan terorisme.
Rusia perlahan-lahan membangun hubungan dengan Taliban sejak merebut kekuasaan di Afghanistan pada Agustus 2021, tetapi gerakan itu secara resmi masih dilarang di Rusia. Saat pasukan pimpinan AS mundur setelah 20 tahun perang.
Tidak ada negara yang secara resmi mengakui Taliban sebagai pemimpin sah negara itu, meskipun China dan Uni Emirat Arab (UEA) telah menerima duta besarnya.
Rusia menambahkan Taliban ke dalam daftar organisasi terorisnya pada 2003. Sekarang, langkah menghapusnya akan menjadi keputusan penting untuk menormalisasi hubungan dengan Afghanistan.
Penjabat menteri luar negeri Taliban Amir Khan Muttaqi mengatakan dalam sebuah pidato di Moskow, pihaknya menyambut baik keputusan Kazakhstan dan Kirgistan untuk menghapus mantan pemberontak itu dari daftar kelompok terlarang.
“Kami juga menghargai pernyataan positif dari pejabat tinggi Federasi Rusia dalam hal ini dan berharap untuk segera melihat langkah-langkah yang lebih efektif,” ucapnya, seperti dikutip Reuters, Jumat (4/10/2024).
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengatakan pihaknya yakin akan perlunya mempertahankan dialog pragmatis dengan pemerintah Afghanistan saat ini.
“Jelas mustahil untuk menyelesaikan masalah atau bahkan membahas penyelesaian Afghanistan tanpa Kabul,” kata Lavrov.
“Moskow akan melanjutkan upayanya untuk mengembangkan hubungan politik, perdagangan, dan ekonomi dengan (pemerintah) Kabul,” imbuhnya, saat berbicara dalam sebuah pertemuan di Moskow dengan Muttaqi dan perwakilan negara-negara tetangga.
Meskipun tidak menyebut nama Taliban, Sergey Lavrov memuji kepemimpinan Afghanistan saat ini atas upaya mengekang produksi narkoba dan memerangi ISIS, yang dilarang di Rusia.
Muttaqi mengatakan negara-negara di kawasan tersebut harus bekerja sama melawan ISIS, yang menurutnya telah mendirikan pusat pelatihan di luar Afghanistan.
Tak hanya itu, Lavrov menilai pemerintah Amerika Serikat (AS) harus mengembalikan aset yang ada di Afghanistan. Barat, kata Lavrov, juga harus mengakui tanggung jawab atas rekonstruksi negara tersebut pascakonflik.
Menlu itu juga meningkatkan peningkatan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan. Ia mengatakan pihak Rusia akan terus mengirimkan makanan dan barang-barang penting.
Sebelumnya, Rusia memiliki sejarah yang bermasalah di Afghanistan. Pada 1979 tentara Soviet menyerbu untuk mendukung pemerintah pro-Moskow, tetapi menarik diri 10 tahun kemudian setelah menderita banyak korban di tangan pejuang mujahidin.
Tetangga Rusia dan negara-negara pasca-Sovietnya telah mengalami serangan berulang dari kelompok militan Islam yang terkait dengan Afghanistan. Serangan ini terakhir kali terjadi pada Maret 2024, ketika 145 orang tewas dalam serangan yang diklaim oleh ISIS di sebuah gedung konser dekat Moskow.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News