#30 tag 24jam
Daftar Bank Digital Raup Simpanan Nasabah, Seabank No 1
Bank digital mana yang paling banyak meraup simpanan nasabah atau dana pihak ketiga (DPK)? Cek Sebank, BNC, hingga Bank Jago [1,083] url asal
#bank-digital #kinerja-bank-digital #simpanan-bank-digital #dana-pihak-ketiga #suku-bunga-bank-digital #bank-jago #seabank
(Bisnis.Com - Finansial) 22/07/24 14:05
v/11683979/
Bisnis.com, JAKARTA -- Bank digital kerap memberikan penawaran suku bunga simpanan yang tinggi guna meraup simpanan dari nasabah atau dana pihak ketiga (DPK). Lantas, dengan penawaran bunga tinggi, bank digital mana yang paling banyak meraup simpanan nasabah?
PT Bank Jago Tbk. (ARTO) misalnya menawarkan suku bunga deposito hingga level 5,25% per tahun. Bank digital milik Sea Group PT Bank Seabank Indonesia menawarkan produk deposito dengan suku bunga mencapai 6% per tahun. Selanjutnya, PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) atau BNC juga menawarkan bunga deposito tembus 8% per tahun.
Suku bunga simpanan bank-bank digital itu pun berada di atas tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Terbaru, LPS telah menetapkan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah pada bank umum 4,25%.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pada dasarnya LPS tidak melarang bank menawarkan bunga simpanan di atas bunga penjaminan LPS. Menurutnya, langkah bank-bank digital itu merupakan bagian dari strategi bisnis.
Bank menawarkan suku bunga tinggi di atas bunga penjaminan LPS karena berkaitan dengan persaingan. Selain itu, alasan penerapan suku bunga simpanan bank digital tinggi adalah karena tujuan penghimpunan dana untuk menopang ekspansi kredit yang lebih masif.
Meski begitu, seiring dengan adanya penawaran suku bunga simpanan bank di atas tingkat bunga penjaminan, LPS meminta bank digital transparan kepada nasabah.
"Ini agar fair. Saat memberikan bunga simpanan lebih tinggi harus transparan ke masyarakat," ujarnya pada beberapa waktu lalu.
LPS meminta perbankan harus memberikan pengumuman terkait program penjaminan simpanan LPS, termasuk tingkat bunga yang bisa dijamin LPS.
Presiden Direktur SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan sejumlah bank digital memang memberikan bunga simpanan tinggi guna meraup nasabah. Akan tetapi, pemberian bunga itu tetap mengacu perhitungan yang matang.
Menurutnya, model bisnis bank digital berbeda dengan bank konvensional sehingga bank digital bisa memberikan bunga simpanan tinggi.
"Bunga lending [bank digital] juga gede, jadinya berani kasih bunga funding tinggi," ujarnya.
Sasmaya juga mengatakan meski bank digital menawarkan bunga simpanan tinggi, namun nasabah memiliki pertimbangan lain dalam menyimpan dananya di bank digital.
"Mereka [nasabah] lebih mementingkan free transfer, bunga tidak begitu memperhatikan. Tapi kalau free transfer kena ya itu berdampak," katanya.
Head of Finance, Technology & Operations Bank Jago Supranoto Prajogo juga mengatakan penawaran bunga bukan menjadi satu-satunya faktor bagi nasabah untuk menggunakan perbankan digital, melainkan unique value proposition (UVP) juga menjadi strategi yang lebih berkelanjutan (sustainable) untuk bisnis perseroan.
“Bank Jago juga percaya dengan UVP kami, yaitu menyediakan solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan dan tertanam di dalam ekosistem digital,” ucapnya.
Pjs Direktur Utama Bank Neo Commerce Aditya Windarwo juga mengatakan meski memberi bunga tinggi, Bank Neo Commerce tetap menjalankan strategi dan kedisiplinan mitigasi risiko.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan pada tahun ini, tren bunga tinggi bank digital memang masih akan terjadi, bahkan kondisi ini berlangsung hingga tiga tahun ke depan.
“Apalagi, tren perebutan dana di pasar makin ketat karena bank juga harus bersaing dengan surat utang pemerintah yang bunganya tinggi,” ujarnya kepada Bisnis pada beberapa waktu lalu.
Daftar Bank Digital dengan Simpanan Terbesar
Seiring dengan penawaran bunga simpanan tinggi, lantas bank digital mana saja yang telah meraup nilai simpanan besar?
1. Seabank
Bank digital besutan induk Shopee ini menjadi bank digital peraup simpanan nasabah terbesar di Indonesia. Seabank telah mendapatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp24,18 triliun hingga Mei 2024, meskipun nilainya turun 1,35% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Raupan simpanan bank ditopang oleh dana murah atau current account saving account (CASA) dengan nilai Rp15,24 triliun, turun 4,91%. Seiring dengan tawaran bunga deposito tinggi, Seabank pun meraup simpanan jenis deposito Rp8,93 triliun pada Mei 2024, naik 5,37%.
2. Bank Neo Commerce (BBYB)
Bank besutan Akulaku ini menjadi bank digital kedua dengan raupan simpanan nasabah terbesar. Tercatat, DPK Bank Neo Commerce mencapai Rp14,77 triliun pada Mei 2024, turun 3,51% yoy.
Raupan simpanan bank masih didominasi deposito dengan nilai Rp10,66 triliun, namun nilainya turun 8,37%. Adapun, Bank Neo Commerce mencatatkan peningkatan dana murah 11,89% yoy menjadi Rp4,11 triliun per Mei 2024.
3. Bank Jago (ARTO)
Bank Jago telah meraup DPK Rp14,44 triliun pada Mei 2024, melesat 41,33% yoy. Raupan pendanaan bank ditopang dana murah sebesar Rp9,4 triliun, juga naik 31,27% yoy. Adapun, raupan deposito Bank Jago mencapai Rp5,03% yoy juga melesat 64,94% yoy.
4. Hibank
PT Bank Hibank Indonesia (Hibank) telah meraup DPK Rp10,46 triliun pada Mei 2024, melesat 37,15% yoy. Raupan simpanan bank digital besutan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) ini ditopang oleh deposito yang naik 28,46% yoy.
Meski begitu, raupan dana murah bank pun tak kalah moncer, naik 54,21% yoy menjadi Rp3,97 triliun per Mei 2024.
5. BCA Digital (Blu)
PT Bank BCA Digital atau Blu by BCA Digital telah meraup DPK Rp10,4 triliun, melesat 27,02% yoy. Raupan simpanan bank digital besutan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) ini masih didominasi oleh deposito Rp6,26 triliun, naik 11,82% yoy.
Namun, dana murah milik BCA Digital juga tumbuh pesat 60% yoy menjadi Rp4,13 triliun pada Mei 2024.
6. Bank Raya (AGRO)
PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) telah membukukan DPK sebesar Rp7,86 triliun pada Mei 2024, turun 7,07% yoy. Struktur pendanaan bank digital milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) ini didominasi oleh deposito sebesar Rp5,94 triliun, turun 9,45% yoy.
Adapun, dana murah dari giro dan tabungan Bank Raya mencapai Rp1,91 triliun, naik 1,18% yoy.
7. Allo Bank (BBHI)
Bank digital besutan konglomerat Chairul Tanjung, PT Allo Bank Tbk. (BBHI) telah mencatatkan DPK sebesar Rp5 triliun pada Mei 2024, tumbuh tipis 0,04% yoy.
Dana murah bank sebenarnya melesat 49,11% yoy menjadi Rp662,52 miliar. Namun, struktur pendanaan bank didominasi oleh deposito yang mencapai Rp4,33 triliun, turun 4,47% yoy.
Daftar Bank Digital Raup Simpanan Nasabah Terbesar, Seabank hingga Bank Jago (ARTO)
Bank digital mana yang paling banyak meraup simpanan nasabah atau dana pihak ketiga (DPK)? Cek Sebank, BNC, hingga Bank Jago [1,083] url asal
#bank-digital #kinerja-bank-digital #simpanan-bank-digital #dana-pihak-ketiga #suku-bunga-bank-digital #bank-jago #seabank
(Bisnis.Com - Finansial) 22/07/24 14:05
v/11668660/
Bisnis.com, JAKARTA -- Bank digital kerap memberikan penawaran suku bunga simpanan yang tinggi guna meraup simpanan dari nasabah atau dana pihak ketiga (DPK). Lantas, dengan penawaran bunga tinggi, bank digital mana yang paling banyak meraup simpanan nasabah?
PT Bank Jago Tbk. (ARTO) misalnya menawarkan suku bunga deposito hingga level 5,25% per tahun. Bank digital milik Sea Group PT Bank Seabank Indonesia menawarkan produk deposito dengan suku bunga mencapai 6% per tahun. Selanjutnya, PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) atau BNC juga menawarkan bunga deposito tembus 8% per tahun.
Suku bunga simpanan bank-bank digital itu pun berada di atas tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Terbaru, LPS telah menetapkan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah pada bank umum 4,25%.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pada dasarnya LPS tidak melarang bank menawarkan bunga simpanan di atas bunga penjaminan LPS. Menurutnya, langkah bank-bank digital itu merupakan bagian dari strategi bisnis.
Bank menawarkan suku bunga tinggi di atas bunga penjaminan LPS karena berkaitan dengan persaingan. Selain itu, alasan penerapan suku bunga simpanan bank digital tinggi adalah karena tujuan penghimpunan dana untuk menopang ekspansi kredit yang lebih masif.
Meski begitu, seiring dengan adanya penawaran suku bunga simpanan bank di atas tingkat bunga penjaminan, LPS meminta bank digital transparan kepada nasabah.
"Ini agar fair. Saat memberikan bunga simpanan lebih tinggi harus transparan ke masyarakat," ujarnya pada beberapa waktu lalu.
LPS meminta perbankan harus memberikan pengumuman terkait program penjaminan simpanan LPS, termasuk tingkat bunga yang bisa dijamin LPS.
Presiden Direktur SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan sejumlah bank digital memang memberikan bunga simpanan tinggi guna meraup nasabah. Akan tetapi, pemberian bunga itu tetap mengacu perhitungan yang matang.
Menurutnya, model bisnis bank digital berbeda dengan bank konvensional sehingga bank digital bisa memberikan bunga simpanan tinggi.
"Bunga lending [bank digital] juga gede, jadinya berani kasih bunga funding tinggi," ujarnya.
Sasmaya juga mengatakan meski bank digital menawarkan bunga simpanan tinggi, namun nasabah memiliki pertimbangan lain dalam menyimpan dananya di bank digital.
"Mereka [nasabah] lebih mementingkan free transfer, bunga tidak begitu memperhatikan. Tapi kalau free transfer kena ya itu berdampak," katanya.
Head of Finance, Technology & Operations Bank Jago Supranoto Prajogo juga mengatakan penawaran bunga bukan menjadi satu-satunya faktor bagi nasabah untuk menggunakan perbankan digital, melainkan unique value proposition (UVP) juga menjadi strategi yang lebih berkelanjutan (sustainable) untuk bisnis perseroan.
“Bank Jago juga percaya dengan UVP kami, yaitu menyediakan solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan dan tertanam di dalam ekosistem digital,” ucapnya.
Pjs Direktur Utama Bank Neo Commerce Aditya Windarwo juga mengatakan meski memberi bunga tinggi, Bank Neo Commerce tetap menjalankan strategi dan kedisiplinan mitigasi risiko.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan pada tahun ini, tren bunga tinggi bank digital memang masih akan terjadi, bahkan kondisi ini berlangsung hingga tiga tahun ke depan.
“Apalagi, tren perebutan dana di pasar makin ketat karena bank juga harus bersaing dengan surat utang pemerintah yang bunganya tinggi,” ujarnya kepada Bisnis pada beberapa waktu lalu.
Daftar Bank Digital dengan Simpanan Terbesar
Seiring dengan penawaran bunga simpanan tinggi, lantas bank digital mana saja yang telah meraup nilai simpanan besar?
1. Seabank
Bank digital besutan induk Shopee ini menjadi bank digital peraup simpanan nasabah terbesar di Indonesia. Seabank telah mendapatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp24,18 triliun hingga Mei 2024, meskipun nilainya turun 1,35% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Raupan simpanan bank ditopang oleh dana murah atau current account saving account (CASA) dengan nilai Rp15,24 triliun, turun 4,91%. Seiring dengan tawaran bunga deposito tinggi, Seabank pun meraup simpanan jenis deposito Rp8,93 triliun pada Mei 2024, naik 5,37%.
2. Bank Neo Commerce (BBYB)
Bank besutan Akulaku ini menjadi bank digital kedua dengan raupan simpanan nasabah terbesar. Tercatat, DPK Bank Neo Commerce mencapai Rp14,77 triliun pada Mei 2024, turun 3,51% yoy.
Raupan simpanan bank masih didominasi deposito dengan nilai Rp10,66 triliun, namun nilainya turun 8,37%. Adapun, Bank Neo Commerce mencatatkan peningkatan dana murah 11,89% yoy menjadi Rp4,11 triliun per Mei 2024.
3. Bank Jago (ARTO)
Bank Jago telah meraup DPK Rp14,44 triliun pada Mei 2024, melesat 41,33% yoy. Raupan pendanaan bank ditopang dana murah sebesar Rp9,4 triliun, juga naik 31,27% yoy. Adapun, raupan deposito Bank Jago mencapai Rp5,03% yoy juga melesat 64,94% yoy.
4. Hibank
PT Bank Hibank Indonesia (Hibank) telah meraup DPK Rp10,46 triliun pada Mei 2024, melesat 37,15% yoy. Raupan simpanan bank digital besutan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) ini ditopang oleh deposito yang naik 28,46% yoy.
Meski begitu, raupan dana murah bank pun tak kalah moncer, naik 54,21% yoy menjadi Rp3,97 triliun per Mei 2024.
5. BCA Digital (Blu)
PT Bank BCA Digital atau Blu by BCA Digital telah meraup DPK Rp10,4 triliun, melesat 27,02% yoy. Raupan simpanan bank digital besutan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) ini masih didominasi oleh deposito Rp6,26 triliun, naik 11,82% yoy.
Namun, dana murah milik BCA Digital juga tumbuh pesat 60% yoy menjadi Rp4,13 triliun pada Mei 2024.
6. Bank Raya (AGRO)
PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) telah membukukan DPK sebesar Rp7,86 triliun pada Mei 2024, turun 7,07% yoy. Struktur pendanaan bank digital milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) ini didominasi oleh deposito sebesar Rp5,94 triliun, turun 9,45% yoy.
Adapun, dana murah dari giro dan tabungan Bank Raya mencapai Rp1,91 triliun, naik 1,18% yoy.
7. Allo Bank (BBHI)
Bank digital besutan konglomerat Chairul Tanjung, PT Allo Bank Tbk. (BBHI) telah mencatatkan DPK sebesar Rp5 triliun pada Mei 2024, tumbuh tipis 0,04% yoy.
Dana murah bank sebenarnya melesat 49,11% yoy menjadi Rp662,52 miliar. Namun, struktur pendanaan bank didominasi oleh deposito yang mencapai Rp4,33 triliun, turun 4,47% yoy.
Intip Bunga Simpanan Bank Digital Juli 2024, Ada yang Tembus 10%
Sejumlah bank digital menawarkan bunga simpanan tinggi, bahkan mencapai 10%, jauh di atas bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). [1,217] url asal
#bank-digital #bunga-simpanan-bank-digital #bunga-deposito-paling-tinggi
(Bisnis.Com - Finansial) 07/07/24 18:00
v/9988207/
Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah bank digital menawarkan bunga simpanan tinggi, bahkan mencapai 10%, jauh di atas bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) atau BNC misalnya, menawarkan bunga deposito hingga 8% per tahun, sedangkan PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) menawarkan bunga simpanan hingga 8,75% per tahun.
PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) memberikan bunga simpanan mencapai 9% per tahun, sementara PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) melalui Bank Saqu menawarkan bunga simpanan hingga 10%.
Bunga simpanan bank digital ini jauh melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, yang menetapkan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah pada bank umum sebesar 4,25%. Akibatnya, simpanan nasabah di bank tersebut tidak dijamin oleh LPS.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa LPS tidak melarang bank menawarkan bunga simpanan di atas bunga penjaminan LPS. Menurutnya, ini merupakan bagian dari strategi bisnis bank-bank digital. Bank menawarkan suku bunga tinggi di atas bunga penjaminan LPS untuk bersaing dan menghimpun dana guna menopang ekspansi kredit yang lebih masif.
Meski demikian, LPS telah menyurati bank-bank tersebut agar memberikan informasi transparan kepada masyarakat tentang bunga simpanan tinggi mereka. "Kami meminta bank-bank itu untuk transparan kepada masyarakat tentang bunga simpanan tinggi yang mereka tawarkan," ujarnya dalam rapat kerja dengan DPR RI beberapa waktu lalu.
LPS juga meminta perbankan untuk memberikan pengumuman terkait program penjaminan simpanan LPS, termasuk tingkat bunga yang bisa dijamin oleh LPS. "Kami juga melakukan survei, dan setiap bank yang tidak memenuhi ketentuan transparansi program penjaminan LPS akan ditegur oleh OJK [Otoritas Jasa Keuangan]," tambah Purbaya.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, mengatakan tren bunga tinggi bank digital akan terus berlanjut, bahkan hingga tiga tahun ke depan. "Tren perebutan dana di pasar semakin ketat karena bank juga harus bersaing dengan surat utang pemerintah yang bunganya tinggi," ujarnya kepada Bisnis.
Berikut Bunga Bank Digital per Juli 2024
1. Bank Saqu
Bank Saqu yang dimiliki oleh Astra Financial dan WeLab memiliki produk simpanan bernama Busposito. Produk ini memungkinkan pembukaan deposito bersama, yang semakin banyak pengikut maka tawaran bunga semakin tinggi. Di sini, bunga simpanan bisa mencapai 7%.
Selain itu, Bank Saqu menawarkan produk simpanan bernama Tabungmatic atau menabung otomatis dengan tawaran bunga tinggi maksimal 10%.
Head of Go To Market PT Bank Jasa Jakarta Marcella Pravinata menjelaskan di produk tersebut, uang kembalian dari setiap transaksi menggunakan QRIS di aplikasi Bank Saqu akan diubah menjadi tabungan yang disimpan di Saku Booster dengan insentif menabung sebesar 10% per tahun. Adapun, syarat dan ketentuan berlaku.
“Sistem kerjanya begini, misal nasabah beli kopi seharga Rp29.000, maka nasabah itu bisa pilih pembulatan Rp50.000. Jadi, Rp29.000 dipakai untuk kopi dan Rp21.000 masuk ke Tabungmatic yang juga disimpan di Saku Booster,” ujarnya.
2. Bank Amar
Bank Amar menawarkan produk simpanan dengan suku bunga tinggi mencapai 9% per tahun. Nasabah dapat menyetor dananya mulai dari Rp100.000.
Melansir dari situs resmi perusahaan, Bank Amar menawarkan rate berupa suku bunga deposito, di mana untuk tenor 1 bulan bunga yang ditawarkan mencapai 5,75% per tahun. Lalu untuk tenor 3 bulan mencapai 6% per tahun.
Selanjutnya, pada 6 bulan Bank Amar menawarkan bunga hingga 6,25%, sementara itu 12 bulan sebesar 7%. Kemudian, untuk tenor 18 bulan perseroan menawarkan 7,5%.
Lebih lanjut, apabila nasabah menyimpan dananya selama 24 bulan, maka Bank Amar menawarkan bunga hingga 8% per tahun, sedangkan untuk tenor 36 bulan mencapai 9% per tahun.
Senior Vice President Finance Amar Bank David Wirawan mengatakan Bank Amar memberikan bunga simpanan dengan menyesuaikan keinginan nasabah. "Kalau memang mereka mencarinya adalah interest hunter, kami kasihkan, ada caranya itu mendapatkan deposito 9%, namun mereka di-lock sampai 3 tahun," tuturnya.
Dalam kalkulasinya, apabila nasabah menyimpan dananya dengan nominal deposito Rp1 juta, dengan memilih opsi penyimpanan di deposito selama 3 tahun, estimasi saldo di akhir periode menjadi Rp1,27 juta.
Meski begitu, selain menawarkan bunga tinggi, Bank Amar memberikan opsi lain bagi nasabah. "Untuk teman-teman yang memang mencari security ada berangkas," katanya.
Bank Amar sendiri menawarkan produk tabungan dengan fitur proteksi mengandalkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yakni brangkas.
3. Krom Bank
Krom Bank menawarkan produk simpanan berupa deposito dengan bunga 8,75% per tahun. Dalam kalkulasi di situs resminya, apabila nasabah menyimpan simpanan dengan nominal Rp1 juta dengan tenor 6 bulan saja sudah mendapatkan bung 8% atau saldo menjadi Rp1,03 juta.
Adapun, dalam produk deposito berjangka, nasabah bisa menggunakan fitur untuk mengalokasikan dana sesuai tujuan jangka panjang, dengan memilih periode jatuh tempo sesuai rencana keuangan nasabah. Dalam satu akun, nasabah bisa membuat 20 deposito.
Presiden Direktur Krom Bank Indonesia Anton Hermawan mengatakan bank telah memberikan bunga simpanan tinggi guna menarik minat nasabah. “Untuk tetap bisa mengakuisisi pengguna, Krom [melakukan] diferensiasi produk dan layanan, Krom Bank menawarkan produk dan layanan yang berbeda dengan bank tradisional, seperti bunga tinggi, fitur fleksibel, dan edukasi keuangan,” ujarnya.
4. Bank Neo Commerce
Melansir dari situs resmi perusahaan, suku bunga deposito BNC belum berubah sejak 15 Oktober 2023. Nasabah bisa menempatkan dananya minimum Rp100.000.
Adapun, jangka waktu deposito beragam. Misal, deposito WOW 7 hari mendapatkan suku bunga 5,5% per tahun. Sementara WOW 1 bulan 6,5% per tahun, dan WOW 3 bulan 7% per tahun. Kemudian, suku bunga WOW 6 bulan mendapatkan imbal hasil 7,5% per tahun serta WOW 12 bulan mencapai 8% per tahun.
Berdasarkan kalkulasi di situs resminya, apabila nasabah menyimpan dana Rp1 juta dengan tenor 1 tahun, maka estimasi saldo pada akhir periode menjadi Rp1,08 juta.
5. Seabank
Bank digital milik Sea Group PT Bank Seabank Indonesia menawarkan produk deposito dengan suku bunga mencapai 6% per tahun, dengan kurun jatuh tempo 1, 3, dan 6 bulan. Nasabah dapat membuka deposito minimal saldo Rp1 juta. Adapun, penempatan deposito relatif dalam jangka waktu singkat, mulai dari 1 bulan.
Dari pihak bank, Presiden Direktur SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan meski memiliki bunga simpanan tinggi, namun nasabah memiliki pertimbangan lain dalam menyimpan dananya di bank digital. "Mereka [nasabah] lebih mementingkan free transfer, bunga tidak begitu memperhatikan. Tapi kalau free transfer kena ya itu berdampak," katanya.
6. Bank Jago
Melansir dari situs resminya, mulai 12 Juni 2024 suku bunga deposito PT Bank Jago Tbk. (ARTO) untuk simpanan Rp1 juta hingga Rp49,99 juta menjadi 4,25% per tahun. Kemudian, simpanan di Rp50 juta hingga Rp99,99 juta menjadi 4,75% per tahun dan di atas Rp100 juta adalah 5,25% per tahun.
7. Allo Bank
PT Allo Bank Tbk. (BBHI) menawarkan deposito dengan suku bunga mulai 4% hingga 6%, di mana, minimum setoran awal adalah Rp1 juta.
8. Bank Raya
Berdasarkan keterangan tertulis manajemen PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO), perseroan menawarkan bunga deposito mulai 3% hingga 3,5% dengan pilihan tenor 1, 3, 6, 12, 24 hingga 36 bulan.
Tak hanya itu, Bank Raya juga menawarkan produk simpanan layaknya deposito dengan minimal setoran awal Rp50 juta. Adapun, untuk tenor 1 bulan bunga yang didapatkan 4%, 3 bulan mendapatkan bunga 4,25%, 6 bulan dengan bunga 4,5%, 12 bulan dengan bunga 5%, dan tenor 24 bulan dengan bunga 6%.