#30 tag 24jam
Triwulan 3, PHE Catat Produksi Migas 1,04 Juta Barel Setara Minyak Per Hari
Hingga Triwulan (TW) III tahun 2024, PHE mencatatkan produksi migas sebesar 1,04 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD). [799] url asal
#carbon-capture-utilization-and-storage #operasi-pertamina #barel #lapangan-sukowati #sistem-manajemen-anti-penyuapan #astrea-1 #iso-37001-2016 #cadangan-gas #ungc #fadjar-djoko-santoso #ccus #produksi-gas
(detikFinance - Energi) 06/11/24 17:25
v/17588909/
Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina terus membuktikan kinerja cemerlang pada tahun ini. Hingga Triwulan (TW) III tahun 2024, PHE mencatatkan produksi migas sebesar 1,04 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD).
Secara rinci, PHE memproduksi minyak sebesar 554 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas 2,84 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Pencapaian produksi migas pada Triwulan III 2024 ini tidak terlepas dari implementasi teknologi yang diterapkan. Misalnya seperti Multi Stage Fracturing, Simple Surfactant Flood, Artificial Intelligence untuk program reaktivasi sumur, dan beberapa teknologi lain.
Hingga Triwulan III 2024, PHE juga mampu menyelesaikan kerja pengeboran 13 sumur eksplorasi, 585 sumur pengembangan, 769 sumur workover, dan 26.928 well service. Pencapaian kinerja Triwulan III 2024 lebih cemerlang dibandingkan periode sama tahun 2023, di mana secara keseluruhan mengalami kenaikan. Di antaranya, realisasi pengeboran sumur eksplorasi meningkat 38,5% dan sumur workover meningkat 21,7%.
PHE juga mencatatkan survei Seismik 2D sepanjang 739 km dan 3D sepanjang 2.322 km2 pada Triwulan III 2024. Pencapaian ini juga meningkat dibandingkan realisasi Triwulan III tahun 2023.
PHE akan terus berupaya menggali potensi dari berbagai aspek untuk pencapaian target yang telah ditentukan. Dari kegiatan pengeboran eksplorasi yang dilakukan Subholding Upstream Pertamina berhasil menemukan sumber daya migas big fish, yakni Astrea-1 yang berada di wilayah Rokan Hilir sebesar 40 juta barel setara minyak (MMBOE).
Sementara realisasi tambahan sumber daya 2C (contingent resources) hingga Triwulan III tahun 2024 sebesar 312 juta barel setara minyak (MMBOE). Tambahan sumber daya 2C ini terdiri dari minyak sebesar 128 juta barel minyak (MMBO) dan gas 1.067 miliar standar kaki kubik (BSCF).
Hingga Triwulan III 2024, PHE telah menemukan cadangan migas terbukti (P1) sebesar 186 juta barel setara minyak (MMBOE). Temuan cadangan P1 ini terdiri dari cadangan minyak sebesar 89 juta barel minyak (MMBO) serta cadangan gas sebesar 560 miliar standar kaki kubik (BSCF).
Dalam mendukung energi bersih, Subholding Upstream Pertamina terus berkomitmen dalam mencapai target Net Zero Emission. Salah satu programnya dengan injeksi C02 melalui teknologi CO2-EOR sebagai bagian dari Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS), yang baru-baru ini dilakukan di Lapangan Sukowati.
Implementasi teknologi CCUS diharapkan dapat mendukung pencapaian target tersebut dengan secara efektif menyimpan CO2 dan mengurangi polusi atmosfer. PHE juga berkontribusi terhadap perekonomian nasional dengan terus berupaya menaikkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dari tahapan perencanaan, proses pengadaan, hingga kontrak berakhir. Hingga Triwulan III 2024, realisasi TKDN mencapai 62,94%.
Selain itu, perusahaan juga memberikan akses kepada UMKM melalui kegiatan pengadaaan barang dan jasa lewat Pasar Digital (PaDi) UMKM Indonesia. Total transaksi melalui PaDI per Triwulan III-2024 mencapai Rp 27,8 miliar.
PHE juga terus meningkatkan performa aspek Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan serta Lindung Lingkungan (K3LL) atau HSSE. Per Triwulan III-2024, capaian jumlah jam kerja 24.026.502 dengan total jam kerja selamat di angka 18,6 juta.
Capaian ini tidak terlepas dari upaya PHE mengelola strategi utama dalam mengelola baseline produksi, meningkatkan production growth melalui rencana kerja yang masif. Selain itu, juga meningkatkan reserve dan resource growth untuk menjaga ketahanan energi nasional dengan selalu mengedepankan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
"Kami bersyukur dengan seluruh pencapaian tersebut, kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pemangku kepentingan yang senantiasa mendukung kegiatan operasional perusahaan sehingga dapat berjalan dengan lancar. Ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh Perwira dan Mitra Kerja yang terlibat sesuai core value AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif)," ujar Direktur Utama PHE Chalid Said Salim dalam keterangan tertulis, Rabu (6/11/2024).
Pada kesempatan lainnya, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengatakan Pertamina mendorong seluruh lini bisnis meningkatkan kinerja operasional untuk mencapai target perusahaan.
"Kinerja operasional PHE mendukung target Pertamina dalam meningkatkan produksi Minyak dan Gas," tandas Fadjar.
PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi dan operasionalnya, sebagai bagian penerapan aspek ESG. PHE telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) sebagai member sejak Juni 2022.
Mendukung aspek Governance, PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandarisasi ISO 37001:2016.
PHE terus mengembangkan pengelolaan operasi yang prudent dan excellent di dalam dan luar negeri secara profesional untuk mewujudkan pencapaian menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang Environmental Friendly, Social Responsible dan Good Governance.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
(akn/ega)
Jurus Waskita Karya Tingkatkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan
PT Waskita Karya (Persero) menyelenggarakan kegiatan awareness Sistem Manajemen Anti Penyuapan di Jakarta. [451] url asal
#waskita #karyawan #sistem-manajemen-anti-penyuapan
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 01/08/24 18:15
v/12909877/
Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) menyelenggarakan kegiatan awareness Sistem Manajemen Anti Penyuapan di Jakarta. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu sosialisasi mengenai Awareness Sistem Manajemen Anti Penyuapan Dalam Rangka Penguatan Implementasi GCG (Good Corporate Governance) di Waskita Group.
"SMAP sendiri merupakan standar yang merinci persyaratan dan menyediakan panduan untuk membantu perusahaan dalam mencegah, mendeteksi, dan menangani adanya penyuapan di Perusahaan," kata Ermy dalam keterangan tertulis, Kamis (1/8/2024).
Dia mengatakan sebagai perusahaan BUMN, Waskita Karya memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Dalam menjalankan amanah tersebut, Waskita Karya berkomitmen untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas.
"Salah satu upaya dalam mewujudkan Tata Kelola yang Baik adalah dengan menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)," tutur Ermy
Dia berharap sosialisasi Awareness SMAP ini nantinya dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran Insan Waskita Group tentang pentingnya SMAP dalam menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan. Serta memastikan seluruh Insan Waskita Group mematuhi dan menjalankan peraturan terkait SMAP dalam rangka mempertahankan reputasi baik Perusahaan, meningkatkan kredibilitas, dan sistem operasi yang efisien.
"Bukan hanya terkait SMAP saja, kita dapat mempelajari terkait pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran Insan Waskita tentang peraturan. Selain itu, juga risiko serta dampak TPPU bagi Individu dan Perusahaan untuk dapat mencegah risiko keterlibatan Perusahaan dalam TPPU," ujar Ermy.
Melali terselenggaranya awareness SMAP ini, dia berharap seluruh insan Waskita dari hulu hingga hilir dapat bersinergi dan berkomitmen bersama mendukung GCG dengan integrasi kebijakan untuk risiko etika dan kepatuhan, membangun budaya integritas dan etika (budaya perusahaan), pelaksanaan audit secara berkala untuk kepatuhan dalam pengawasan, serta audit dan dapat meningkatkan reputasi serta kepercayaan stakeholder.
"Manajemen Perseroan juga berharap kegiatan sosialisasi ini dapat semakin memperkuat implementasi GCG di Waskita Group. Kami yakin dengan Kerjasama dan komitmen, kita dapat mewujudkan Waskita Karya yang lebih baik dan prudent," tutup Ermy.
Sebagai informasi kegiatan awareness SMAP ini, perseroan tutur mengundang Direktur Investigasi I BPKP, Evenri Sihombing untuk memberikan awareness terkait Conflict of Interest (benturan kepentingan). Pemahaman terkait conflict of interest menjadi sangat penting karena dapat menjaga objektivitas dan integritas dalam setiap kegiatan bisnis Perusahaan serta membantu individu dan Perusahaan untuk menghindari pelanggaran tersebut.
Hadir pula Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK Fithriadi Muslim untuk memberikan pemahaman terkait tindak pidana pencucian uang, yang diharapkan akan dapat meningkatkan kesadaran dan komitmen Insan Waskita untuk patuh terhadap norma dan peraturan perundangan yang berlaku, berintegritas serta mendukung upaya pencegahan korupsi di Waskita Group.
Awareness SMAP ini juga diisi oleh pemateri dari Auditor Internal Perseroan yang menjelaskan mengenai overview dan implementasi SMAP di Perseroan, program pengendalian gratifikasi serta saluran sistem pelaporan pelanggaran atau Whistleblowing System.
(akd/ega)