JAKARTA, KOMPAS.com – Co-founder & CEO Social Bella, Christopher Madiam menerangkan, perbedaan kualitas antara produk kecantikan keluaran merek lokal dengan luar negeri kini semakin menipis.
“Sebagai orang Indonesia, saya bangga melihat brand lokal bertumbuh sangat kuat selama lima sampai sepuluh tahun terakhir,” tutur dia dalam konferensi pers peluncuran Beauty Consumer Behaviour and Trend Report oleh Insight Factory by SOCO di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (7/8/2024).
Social Bella sendiri sudah berdiri sejak tahun 2015. Perusahaan beauty-tech pencetus Sociolla.com ini, kala itu sebatas e-commerce dan tempat berbagi review seputar produk kecantikan dan perawatan kulit.
Christopher mengklaim, pihaknya merupakan salah satu katalisator yang mendorong pertumbuhan produk kecantikan lokal. Sebab, kala itu mereka menghadirkan beragam pilihan produk dari merek lokal.
Seiring berjalannya waktu, produk asli Indonesia mulai berkembang menyesuaikan kebutuhan masyarakat, serta perkembangan teknologi.
Perkembangan teknologi sendiri memungkinkan beragam informasi terbaru seputar industri kecantikan diakses oleh masyarakat luas, termasuk pelaku industri kecantikan, lewat media sosial.
“Sama seperti dulu brand asing. Mungkin awalnya mereka mencari tahu kebutuhan orang Indonesia lumayan terbatas. Tapi, dengan perkembangan media sosial hari ini, mereka juga punya akses yang lebih baik,” papar dia.
“Jadi, sebenarnya dua brand ini, baik internasional maupun lokal, itu perbedaannya (kualitas) semakin lama semakin tipis,” sambung Christopher.
kompas.com / Nabilla Ramadhian VP Data Management & Business Intelligence Social Bella, Amanda Melissa, dalam konferensi pers peluncuran Beauty Consumer Behaviour and Trend Report oleh Insight Factory by SOCO di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (7/8/2024).Sebagai contoh, ketika ada bahan aktif terbaru yang khasiatnya ramai dibahas oleh warganet, biasanya produk lokal maupun internasional sudah memiliki produk dengan bahan aktif itu berkat riset dari media sosial.
Di samping itu, perkembangan teknologi juga memungkinkan merek lokal bersaing dengan merek internasional, karena kegiatan pengembangan dan riset produk sudah jauh lebih memadai.
“Sekarang, dengan teknologi yang ada, kita lihat brand lokal atau internasional kualitasnya semakin jauh lebih bagus lagi. Dan perkembangannya, di masa depan, brand-brand ini akan semakin sama (kualitasnya),” pungkas Christopher.