#30 tag 24jam
24 Lagu Sheila on 7 di TAD Bandung, Dari Pagi yang Menakjubkan hingga Tunggu Aku di Jakarta
Lebih dari kota lainnya, di Bandung Duta, Erros, dan Adam membawakan 24 lagu hitsnya. [628] url asal
#sheila-on-7 #tunggu-aku-di-bandung #tunggu-aku-di #duta #eross-candra #adam-subarkah #soreang #bandung #konser-sheila-on-7 #konser #sheila-gank
(MedCom) 29/09/24 19:47
v/15732656/
Jakarta: Konser "Tunggu Aku Di" Bandung yang merupakan penutup dari rangkaian tur di lima kota besar Sheila On 7 sukses digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu, 29 September 2024. Lebih dari kota lainnya, di Bandung Duta, Eross, dan Adam membawakan 24 lagu hitsnya.Setidaknya 35 ribu orang Sheila Gank dari berbagai kota di Indonesia hadir memenuhi seisi stadion dan menciptakan lautan manusia yang bernyanyi bersama selama hampir 2,5 jam. Momen yang telah lama ditunggu-tunggu ini berhasil menyajikan keseruan yang tak kalah menarik dibandingkan kota-kota sebelumnya.
Para Sheila Gank berhasil merasakan kehangatan, nostalgia, dan euforia yang selalu dihadirkan oleh Sheila On 7. Dengan skala konser yang besar dan suasana yang intim, acara ini menjadi malam yang tidak terlupakan bagi penggemar.
CEO Antara Suara, Andri Verraning Ayu menyampaikan ‘Tunggu Aku Di’ Bandung menjadi konser penutup yang istimewa yang dipersiapkan dengan sepenuh hati. “Kami menghadirkan konser ini dengan persiapan maksimal, bukan hanya dari aspek experience yang kami harap dapat dirasakan langsung oleh segenap Sheila Gank, tapi juga berbagai elemen lain yang telah coba dipersiapkan secara maksimal. Kami berharap konser ini bisa memberikan pengalaman yang berkesan dan tak terlupakan bagi para Sheilagank," kata Ayu di Soreang, Bandung, Sabtu, 28 September 2024.
Selain itu, Ayu juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh stakeholder yang bekerjasama dengan baik demi keberlangsungan konser ini. “Kami sangat berterima kasih dan bersyukur atas dukungan dan kerjasama dari semua pihak, sehingga konser ini dapat terlaksana secara maksimal. Semoga segala upaya bersama yang sudah kita lakukan dapat memberikan kebahagiaan kepada para penonton yang hadir," sambungnya.
Adam Subarkah, bassist dari Sheila On 7, juga berbagi antusiasmenya menjelang konser ini. "Kami sangat menantikan konser di Bandung, dan tentu saja, kami akan memberikan yang terbaik untuk Sheila Gank di sini," ujarnya.
Ada beberapa kejutan yang diberikan Sheila on 7 untuk konser penutupan ini. Konsep panggung dan suasananya akan berbeda dari konser-konser sebelumnya.
"Kami ingin semua yang hadir merasakan pengalaman yang luar biasa dan tak terlupakan," kata Adam.
Ia menambahkan, Sheila On 7 selalu berusaha menghadirkan penampilan terbaik di setiap konser, dan Bandung sebagai kota terakhir akan menjadi puncak dari seluruh tur.
Sementara itu, Duta Vokalis Sheila On 7 berharap segenap penonton yang hadir di Si Jalak Harupat bisa menikmati konser penutup tersebut. “Selamat datang Sheila Gank semua, baik yang di bawah (festival) ataupun di atas (tribun). Senang sekali Sheila On 7 bisa bertemu kalian semua di ‘Tunggu Aku Di Bandung’. Saya tidak akan berhenti mengucapkan terima kasih kepada kalian. Mengingat banyak sekali cerita ya menuju hari ini, tapi semoga hari ini semuanya melegakan ya," sapa Duta.

Vokalis Sheila On 7, Akhdiyat Duta Modjo. Foto: PositiVibe PR
CEO GOLDLive Indonesia, Faqih Mulyawan sebagai co-promotor, menambahkan, konser ini merupakan manifestasi dari niat promotor untuk membuktikan bahwa musisi Indonesia juga dapat menyajikan kehebohan seperti musisi mancanegara. “Melalui konser ini, kami ingin membuktikan bahwa musisi Indonesia ketika dibawa tour juga dapat memenuhi seisi stadion, dihadiri oleh ribuan orang, dan menyedot antusiasme yang tinggi. Bukan cuma di Jakarta, tapi di kota-kota lain di Indonesia. Seperti di Samarinda, Makassar, Pekanbaru, dan Medan," sebutnya.
Bukan hanya sang bintang utama, Fiersa Besari, Pastel Badge dan Good Morning Everyone juga sama-sama mendapat sambutan hangat dari para penonton. Rentetan special effect dan “hujan” kembang api di akhir pertunjukan juga berhasil menjadi racikan penyempurna pengalaman tak terlupakan bagi penonton yang hadir.
Berikut 24 Daftar Lagu Sheila on 7 di 'Tunggu Aku di Bandung':
- Pagi yang Menakjubkan
- Jadikan Aku Pacarmu
- Film Favorit
- Bila Kau Tak di Sampingku
- Seberapa Pantas
- Itu Aku
- Yang Terlewatkan
- Kita
- Tunjukan Padaku
- Sahabat Sejati
- Sephia
- Pemuja Rahasia
- Betapa
- Hari Bersamanya
- Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki
- Berlapang Dada
- Temani Aku
- Dan
- Melompat Lebih Tinggi
- Saat Aku Lanjut Usia
- Pria-pria Kesepian
- Kisah Klasik untuk Masa Depan
- Pejantan Tangguh
- Tunggulah Aku di Jakartamu
| Baca juga: Konser Sheila on 7 di 'Si Jalak Harupat', Nostalgia Penuh Energi di Malam Bandung |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(CEU)
Konser Sheila on 7 di 'Si Jalak Harupat', Nostalgia Penuh Energi di Malam Bandung
Ribuan penggemar Sheila on 7 telah memadati stadion yang terletak di Soreang, Kabupaten Bandung sejak Sabtu sore, 28 September 2024. [966] url asal
#sheila-on-7 #konser-sheila-on-7 #konser-tunggu-aku-di-bandung #tunggu-aku-di-bandung #bandung #soreang #nostalgia #stadion-si-jalak-harupat
(MedCom) 29/09/24 17:57
v/15728573/
Soreang: Pukul 18.40 WIB menjadi akhir dari kecemasan para penonton Sheila on 7 pascalangit gelap menggelayut, dan menumpahkan hujan sejam sebelumnya. Sekira 30 ribu penikmat karya Eros dan kawan-kawan itu pun menanggalkan jas hujannya, menyambut langit terang yang menjadi latar sempurna konser 'Tunggu Aku di Bandung'.Ribuan penggemar Sheila on 7 telah memadati stadion yang terletak di Soreang, Kabupaten Bandung sejak Sabtu sore, 28 September 2024. Jumlahnya berangsur meningkat menjadi sekitar 35 ribu penonton yang memenuhi seluruh sisi tribun dan lapangan berumput si Jalak Harupat pada malam harinya.

Suasana hujan sebelum konser Tunggu Aku di Bandung di Mulai. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
Sebuah layar putih yang menutupi panggung pun diturunkan, tanda konser segera dimulai pukul 19.50 WIB. Tiga lampu besar menyorot tiga personal utama secara bergantian hingga membentuk siluet, sebelum layar tersingkap dan menampilkan seisi panggung, membuka malam dengan 'Pagi yang Menakjubkan'.
Usai menyapa dengan 'Hei semua orang teriaklah di telingaku..' band asal Yogyakarta ini kemudian menyambungnya dengan hits Jadikan Aku Pacarmu dan Film Favorit secara berturut-turut. Sebelum akhirnya Akhdiyat Duta Modjo membuka salam menyapa para penggemarnya.
"Di manapun kalian di Jalak Harupat, berbahagialah!" sapa Duta, di panggung TAD, di Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu, 28 September 2024.
Dari generasi X akhir, milenial, hingga generasi Z larut dalam nostalgia dan melodi yang menemani perjalanan hidup mereka selama lebih dari dua dekade. Tak terbilang pekikan penonton meneriakkan nama-nama para personel band asal Yogyakarta tersebut sepanjang Sheila on 7 menggemakan lagu-lagu hits mereka.
Cahaya lampu panggung serta instrumen yang dimainkan Eros Chandra, Adam Subarkah dan Bounty Ramadhan bersaut-sautan membuat adrenalin penonton terpacu. Duta, sang vokalis, tampil penuh energi, menyapa para penonton dengan hangat sembari sesekali mencairkan suasana menggunakan bahasa sunda "Hiji.. dua.. tilu," pekik Duta, saat mengantarkan pergantian lagu antara 'Bila Kau Tak di Sampingku' dan 'Seberapa Pantas'.
Duta yang malam itu mengenakan kaos abu-abu berbalut outer coklat menambahkan lagi sapaan kepada para penggemarnya. Baru sejurus kemudian melempar 'Itu Aku..' dan 'Yang Terlewatkan' sambil khusus menyapa para penonton yang baru pertama kali menonton konser S07.
Mengantarkan dua lagu berikutnya, 'Kita' dan 'Tunjukkan Padaku', Eros menyelipkan cerita, perjalanan Sheila on 7 yang menembus kemacetan saat menuju si Jalak Harupat. "Siapa yang ke sini enggak kena macet? capek ga? Oke, lagu berikutnya merupakan salah satu lagu yang mungkin menginspirasi bapak ibu kalian saat bikin kalian," seru Eros sebelum intro 'Kita' dimainkan.
Lagu yang hits pada 1999 ini sanggup membuat suasana kian memanas, seisi stadion tak henti-hentinya bernyanyi bersama. Bahkan mampu membangkitkan kembali kenangan tersendiri bagi para penonton.
"Terima kasih...terima kasih...terima kasih...terima kasih karena sudah hadir di sini. Mengingat banyak sekali cerita menuju hari ini. Tapi semoga hari ini semuanya bahagia," ujar Duta yang disambut intro 'Sahabat Sejati'.

Panggung Sheila on 7 di Konser Tunggu Aku di Bandung. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
Konser grup band Sheila On 7 di Bandung, Jawa Barat, yang dipromotori Antara Suara dan Goldlive siap digelar pada Sabtu (28/9/2024) hari ini.
Konser Sheila On 7 bertajuk Tunggu Aku berlangsung di Stadion Si Jalak Karupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung.
Sebelumnya, pihak Antara Suara promotor konser Sheila On 7 "Tunggu Aku di Bandung" mengumumkan, venue pindah dati Gelora Bandung Lautan Api ke Stadion Si Jalak Harupat.
Momentum Melamar Kekasih
Lalu disusul 'Sephia', 'Pemuja Rahasia', Betapa, dan Hari Bersamanya yang dibawakan secara berturut-turut. Suasana malam yang cerah berubah syahdu, ketika Sheila on 7 mengantarkan 'Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki'.Makin romantis saat layar lebar yang terpampang di kanan kiri panggung menayangkan video sejumlah penonton yang tengah bernyanyi dan menggandeng pasangannya. Puncaknya, tak kalah dengan konser Bruno Mars beberapa waktu laly, salah satu penonton pun memanfaatkan momentum tersebut untuk melamar pujaan hatinya.

Penonton Sheila on 7 melamar kekasihnya. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
Sembari berlutut, seorang pria membawa cincin dan menyodorkannya kepada seorang perempuan di tengah keramaian penonton. "Mudah-mudahan yang melamar tadi benar-benar diterima ya. Kalau enggak diterima, kita harus 'Berlapang Dada'," ucap Duta mencoba menjembatani ke nada-nada 'Berlapang Dada' pada lagu berikutnya.
Saat konser mencapai puncaknya, tak lama kemudian kehadiran Saktia Ari Seno atau Ustaz Salman al-Jugjawy yang akrab disapa Sakti membuat teriakan penonton semakin membahana di seantero stadion.
Sakti yang tidak lagi menjadi personel Sheila on 7 ini mendampingi permainan gitar Eros pada dua lagu 'Temani Aku' dan 'Dan'. Tampak dengan jelas, cerita-cerita kehidupan penonton begitu melekat pada lirik-lirik lagu Sheila on 7.
Malam itu terasa seperti memutar perjalanan waktu, mengingatkan para penonton akan momen-momen berharga yang diwarnai oleh lagu-lagu Sheila on 7. Menjelang akhir, Sheila membawakan hits-hits lainnya seperti 'Melompat Lebih Tinggi', 'Saat Aku Lanjut Usia', 'Pria Kesepian', 'Kisah Klasik untuk Masa Depan', Pejantan Tangguh, dan ditutup dengan 'Tunggu Aku di Jakarta'.

Saktia Ari Seno atau Ustaz Salman al-Jugjawy di konser 'TAD' Sheila on 7. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
Lagu terakhir mampu membuat suasana stadion meledak dengan tepuk tangan dan sorakan panjang yang membanjiri Si Jalak Harupat. Sheila on 7 menutup malam itu dengan senyuman lebar dan lambaian tangan, sementara para penonton tampak enggan beranjak, masih terhanyut dalam euforia.
Konser di Bandung kali ini bukan hanya sekadar menjadi konser penutup rangkaian 'TAD' di 5 kota, namun juga momentum reuni emosional penggemar dengan bagi band yang dikenal dengan personel-personelnya yang sederhana ini.
Sheila on 7 selalu mampu membuktikan, bahkan setelah bertahun-tahun berkarier, lagu-lagu mereka tetap relevan, menjadi bagian dari hidup banyak orang. Dengan penuh harapan, penonton pulang membawa kenangan indah dari malam yang akan selalu dikenang sebagai salah satu momen terbaik dalam perjalanan musikal mereka.
| Baca juga: Meriahnya Konser 'Tunggu Aku di Bandung' Sheila on 7 |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(CEU)
Perajin Kopi Soreang Bidik Pasar Internasional
Tanaman kopi merupakan salah satu tanaman pangan yang memiliki keunggulan kompetitif dari bumi Nusantara. Sebagai produk agribisnis akan ter - Halaman all [655] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #kopi #perajin #kopi-lembur #soreang #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 15/09/24 09:43
v/15050830/
JAKARTA, investor.id - Tanaman kopi merupakan salah satu tanaman pangan yang memiliki keunggulan kompetitif dari bumi Nusantara. Sebagai produk agribisnis akan terus dikembangkan guna mendukung perekonomian nasional. Ke depan, produk kopi ini dapat menjadi primadona ekspor Indonesia.
Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, industri kopi Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan mencapai 250 persen.
Saat ini, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Di 2021, produksi kopi Indonesia telah mencapai 795 ribu ton dan 94,5 persen di antaranya dipasok dari pengusaha kopi perkebunan rakyat.
Laporan dan outlook kopi dari ICO (international Coffee Organization) April 2023, Indonesia merupakan produsen nomor 2 kopi di kawasan Asia Pasifik. Produsen nomor satu adalah Vietnam sedang nomor 3 India.
Produksi Indonesia berkisar antara 10-12,3 juta karung (1 karung = 60 kg) setiap tahunnya. Luas panen mencapai1,2-1,3 juta ha dengan didominasi petani kecil , luas 2-3 ha/petani. Penerapan GAP yang masih belum optimal membuat produktivitas rendah.
Indonesia menempati posisi nomor satu sebagai produsen kopi arabika di Asia Pasifik, sedang nomor dua Vietnam dan nomor 3 India. Di dunia Indonesia berada di posisi 9 dengan urutan dari yang terbesar adalah Brasil, Kolombia, Ethiopia, Honduras, Peru, Meksiko, Guatemala, Nikaragua. Untuk kopi robusta Indonesia merupakan produsen nomor 3 setelah Vietnam dan Brasil.
Dari sisi konsumsi, Indonesia juga konsumen kopi terbesar kedua di Asia Pasifik dengan konsumsi sekitar 5 juta karung.. Indonesia adalah produsen dan konsumen kopi. Sedang konsumen terbesar Jepang sekitar 7 juta karung. Konsumen terbesar ketiga adalah Vietnam selanjutnta Filipina.
Melihat pasar yang potesial dari kopi baik di pasar nasional dan internasional, perajin kopi di Desa Sukanagara Kecamatan Soreang telah berhasil merintis usaha yang tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Biji kopi yang tumbuh subur di pegunungan Kabupaten Bandung kini mampu mengubah hidup banyak orang.
Awalnya, biji kopi hanya diolah untuk konsumsi sendiri. Namun, dengan semangat gotong royong dan bantuan modal , perajin kopi di Desa Sukanagara, Kecamatan Soreang berhasil mengembangkan usahanya.
Salah seorang perajin kopi, Farhan Fauzan (44), bahkan kini mengembangkan usahanya dengan mendirikan Kedai Kopi Lembur. Berbagai varian kopi, mulai dari natural hingga wine, kini tersaji di Kedai Kopi Lembur miliknya dan siap memanjakan lidah para pelanggan dan penikmat kopi.
Bahkan, pelanggan Kedai Kopi Lembur sudah menembus seantero nusantara dan dunia internasional. "Dulu, kami hanya perajin kopi biasa. Tapi sekarang, kami sudah punya produk kopi sendiri yang berkualitas dan diminati banyak orang hingga ke luar negeri," ujar Farhan antusias menceritakan pengalamannya.
Berbagai varian kopi, mulai dari yang ringan hingga yang kaya rasa, kini siap menemani waktu santai para pelanggan. Uniknya, setiap cangkir Kopi Lembur membawa cerita menarik tentang perjuangan dan semangat masyarakat di baliknya.
“Kopi Lembur bukan hanya sekadar minuman, tapi juga representasi dari semangat pantang menyerah masyarakat kami,” tambah Farhan.
Keberhasilan Kedai Kopi Lembur ini tidak lepas dari dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan sekaligus Pembina Wilayah BAZNAS se-Provinsi Jawa Barat, Rizaludin Kurniawan mengatakan, program pemberdayaan UMKM ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi di kalangan masyarakat kurang mampu,
"Kami sangat mengapresiasi program pemberdayaan UMKM yang berjalan dengan baik di Kabupaten Bandung ini. Bukan hanya soal ekonomi, tapi juga tentang pemberdayaan masyarakat, bagaimana mentransformasikan mustahik menjadi muzaki di kemudian hari," ungkap Rizaludin melalui keterangan tertulis, Minggu (15/9/2024).
Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, H Yusuf Ali Tantowi, Lc., MA mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan program pemberdayaan UMKM para perajin kopi ini. "Kami berharap Kedai Kopi Lembur ini bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain di Kabupaten Bandung," ujarnya.
Menurutnya, Kedai Kopi Lembur telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, semangat gotong royong, dan dukungan yang tepat, masyarakat dapat keluar dari keterbatasan dan meraih kesuksesan.
"Keberhasilan Kedai Kopi Lembur ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat lainnya untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi yang ada," jelasnya.
Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Mengenal Tol Soroja yang Pangkas Waktu Bandung-Soreang Jadi Cuma 15 Menit
Jalan Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) menghubungkan Bandung dan Soreang, memangkas waktu tempuh menjadi 15 menit. [239] url asal
#tol-soroja #jalan-tol #bandung-soreang #infrastruktur
(detikFinance - Infrastruktur) 30/08/24 12:30
v/14825611/
Jakarta - Jalan Tol Soreang-Pasir Koja atau yang lebih dikenal dengan Soroja telah beroperasi sejak tahun 2017. Tol ini memiliki total panjang 8,15 km, menghubungkan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.
Dikutip dari laman Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Jumat (30/8/2024), Jalan Tol Soroja dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Citra Marga Lintas Jabar. Tol ini dibangun sebagai aksesibilitas pemerataan perkembangan daerah Bandung bagian Selatan, yakni dari wilayah Bandung menuju Soreang dan sebaliknya.
Jalan ini mampu memangkas waktu tempuh Bandung-Soreang menjadi cuma 15 menit. Sedangkan sebelum adanya Jalan Tol Soroja, masyarakat membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam lewat jalan arteri.
Jalan Tol Soroja menjadi bagian dari jaringan transportasi Bandung Raya dan terkoneksi dengan Tol Purbaleunyi. Tol ini memiliki lima gerbang, yaitu Margaasih Barat, Margaasih Timur, Kutawaringin Barat, Kutawaringin Timur, dan Soreang.
"Jalan Tol Soroja yang menjadi alternatif aksesibilitas menuju kawasan pariwisata dan tidak perlu melewati kawasan yang macet lagi," tulis BPJT Kementerian PUPR.
Selain itu, kehadiran Jalan Tol ini diharapkan dapat meningkatkan potensi pendistribusian logistik dan peningkatan perekonomian yang ada di wilayah Bandung Selatan, karena sebelumnya perkembangan daerah masih bertumpu pada kawasan Bandung Utara.
Salah satu potensi yang dapat mendongkrak perkembangan wilayah dengan hadirnya Jalan Tol ini adalah kawasan pariwisata di Kabupaten Bandung, diantaranya pariwisata Bumi Perkemahan Ranca Upas, Kawah Putih, Pemandian Air Panas Ciwalini, Situ Patenggang, Perkebunan Teh Malabar, Kebun Teh Rancabali, Bukit Jamur Rancabolang dan Situ Cileunca.
(shc/das)