IDXChannel - MG Motor Indonesia meluncurkan mobil listrik bertenaga buas MG Cyberster di ajang GIIAS 2024 pada Juli lalu. Kendaraan ramah lingkungan bergaya roadster itu dibanderol Rp1,6 miliar berstatus on the road (OTR) Jakarta.
Dibanderol dengan harga yang cukup tinggi, mobil listrik tersebut nyatanya berhasil menarik minat Indonesia. Hal tersebut terbukti dari jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) mobil listrik tersebut yang mencapai 50 unit.
"Kalau (SPK) Cyberster itu sudah di atas kurang lebih 50-an order, sejak kita launching di Juli 2024. Paling cepat, customer akan terima unit mungkin antara di Oktober-November 2024," kata ATL Manager & Creative Strategist MG Motor Indonesia, Muhamad Irvan Mustafa, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Irvan mengatakan bahwa konsumen Cyberster tidak melihat dari sisi harga, melainkan desain dan performa yang ditawarkan. Oleh sebab itu, mobil listrik tersebut memiliki peminatnya tersendiri yang menilai kendaraan dari sisi keunikannya.
"Jadi memang purely mereka melihat (mobil ini) dari sisi desain, dari sisi performa, sisi harga juga, dan dari sisi uniknya, karena kan itu EV. Tentunya buat mereka (mobil ini) wow, EV Sport, dan secara harga mungkin affordable (terjangkau) buat mereka," ujarnya.
Berstatus mobil listrik bertenaga buas, MG Cyberster dapat menempuh jarak hingga 800 km berkat penggunaan baterai Ternary Ultra-thin berkapasitas 77 kWh. Motor listriknya dapat mengeluarkan tenaga hingga 536 hp, yang dapat membuatnya melaju 0-100 km per jam hanya 3,2 detik.
MG Cyberster dilengkapi dengan sistem navigasi canggih yang mampu memberikan informasi real-time mengenai stasiun pengisian daya terdekat, kondisi lalu lintas, serta estimasi waktu perjalanan.
Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) bertaburan dengan berbagai mobil listrik. Terutama dari pabrikan asal China, nah kalau diadu dengan Korea Selatan. Mana merek yang paling banyak mendapat Surat Pemesanan Kendaraan (SPK)?
Berbagai pabrikan mengklaim sudah menjual ratusan unit mobil listrik. Berikut ini laporan penjualan mobil listrik dari merek Hyundai, KIA, Wuling, Seres, BYD, Neta, dan Chery.
Hyundaimencatat jumlahSurat Pemesanan Kendaraan (SPK) mencapai 3.606 unit. Namun itu angka campuran penjualan antara mobil internal combustion engine dan battery electric vehicles (BEV).
Khusus mobil listrik terbarunya, Kona Electric mencatat sebanyak 627 SPK. Selain itu Ioniq 5 N, mobil listrik high-performance bisa meraih130 SPK. Kemudian Ioniq 5, sebagai mobil listrik yang pertama kali diproduksi di Indonesia, tetap menjadi produk yang banyak diincar pengunjung GIIAS di tengah semakin banyaknya pilihan mobil listrik di Indonesia dan mampu mencatatkan 453 SPK.
KIA, rekan dari senegaranya bisa mendapatkan total 571 SPK dari pameran GIIAS 2024. Lini kendaraan bermesin pembakaran internal menyumbang 489 SPK.
Khusus mobil listrik, Kia mencatatkan 82 SPK, rinciannya Seri EV9 menjadi kendaraan listrik murni Kia yang paling diminati dengan raihan total SPK sebanyak 45 unit yang terdiri dari 25 unit EV9 GT-Line dan 20 unit EV9 Earth. Kemudian, diikuti oleh pemesanan EV6 GT-Line sejumlah 15 unit.
Berlanjut ke merek baru, GAC Aion, produsen mobil listrik China itu mengklaim sudah mendapatkan pemesanan sebanyak 1.118 unit meski baru kali pertama diperkenalkan ke Indonesia sekitar tiga bulan yang lalu.
Kemudian Neta membukukan peningkatan jumlah pemesanan lebih dari 100 persen dibandingkan GIIAS tahun lalu, dengan jumlah surat pemesanan yang diterima mencapai 327 unit untuk model Neta V-II dan prapemesanan model Neta X.
Lalu DFSK-Seres, merek tersebut sudah mendapat pesanan sebanyak 546 unit dengan 90 persen di antaranya merupakan lini mobil listrik, baik lini kendaraan komersial yakni DFSK Gelora E maupun mobil perkotaan Seres E1.
Wuling mengklaim berhasil mendapat pesanan sebanyak 2.301 unit. Kontribusi BinguoEV sebesar 30 persen, Air ev series yang meraih 26 persen dan diikuti oleh CloudEV sebanyak 23 persen.
Chery melaporkan sudah mencatatkan 1.009 SPK. Namun tidak dirinci seberapa banyak SPK untuk mobil listrik ataupun mobil bensin.
Sedangkan raksasa mobil listrik dunia, BYD mencatat pencapaian yang luar biasa di GIIAS 2024 dengan order sebanyak 2.920 unit. Sayangnya tidak dirinci porsi atau model mana yang paling laris. Namun di satu sisi, mobil test drive BYD M6 sebanyak 2.181 selama pameran berlangsung, hal tersebut membuat BYD berhasil meraih penghargaan "The Most Driven Car" di perhelatan GIIAS 2024.
Nissan Serena e-Power meramaikan segmen MPV ramah lingkungan di Indonesia. Selama 11 hari pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024. Seberapa banyak unit yang dipesan?
Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) mengimpor utuh Serena e-Power dari Jepang. Mobil hybrid itu menyedot perhatian masyarakat Indonesia.
Dalam 11 hari penyelenggaraan pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara tersebut, penerimaan konsumen terhadap All-New Nissan Serena e-Power cukup tinggi dengan torehan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) mencapai 728 unit.
"Hal ini tentunya membuktikan kalau nama besar Serena sebagai model MPV legendaris masih melekat di hati masyarakat Indonesia. Dengan total SPK 728 unit untuk The All-New Nissan Serena e-POWER menjadi milestone bagi Nissan Indonesia untuk kembali menjadi favorit masyarakat. Kami juga berterima kasih atas kepercayaan konsumen terhadap produk-produk Nissan khususnya The All-New Serena e-POWER yang memang dirancang untuk keluarga Indonesia," kata Evensius Go, Presiden Direktur, PT. Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) dalam keterangannya dikutip Kamis (1/8/2024).
Serena merupakan mobil yang sudah lekat dengan masyarakat Indonesia. MPV boxy itu masih mengadopsi akomodasi serta kelapangan untuk membawa banyak anggota keluarga. Diketahui Nissan Serena sudah hadir di Indonesia sejak tahun 1995.
Mobil ini mengusung teknologi e-POWER generasi kedua dengan mesin bensin berkode HR14 berkapasitas 1,4 liter yang berfungsi sebagai pengisi daya baterai untuk menyuplai energi ke motor listrik yang menggerakkan roda depannya.
Di atas kertas, Nissan Serena e-POWER memberikan torsi maksimal mencapai 315 Nm dan tenaga puncak hingga 163 PS.
Serena e-POWER juga menggunakan teknologi Nissan Intelligent Driving dengan penggunaan e-Pedal yang memungkinkan pengemudi memulai berkendara, akselerasi, deselerasi, dan berhenti menggunakan hanya satu pedal dengan menambah atau mengurangi tekanan pada pedal gas.
Fitur canggih yang disorot dari Nissan Serena e-Power ini adalah ProPilot Assist. Fitur ini memanfaatkan kamera dan sensor radar, lalu mendeteksi marka jalur dan kendaraan di sekitar, memungkinkan kemudi, akselerasi, dan pengereman otomatis untuk meringankan beban kerja pengemudi. Fitur ini memberikan bantuan yang intuitif dan aman kepada pengemudi selama perjalanan.
Teknologi inovatif lain yang ada pada Nissan Serena e-Power adalah Nissan 360 Safety Shield, yang terdiri dari serangkaian teknologi keselamatan canggih termasuk Intelligent Emergency Braking dengan Intelligent Forward Collision Warning, Intelligent Around View Monitor dengan Moving Object Detection, Intelligent Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan Intelligent Driver Attention Alert.
Nissan Serena e-POWER secara resmi dipasarkan di Indonesia dengan harga mulai dari Rp 635 juta untuk tipe Highway Star e-POWER (4x2) A/T varian one-tone OTR Jakarta. Sedangkan untuk varian two-tone dijual mulai dari Rp 639,5 juta.
NMDI menawarkan program spesial berupa free maintenance service selama 4 tahun/50.000 km, vehicle warranty selama 5 tahun/150.000 km, serta battery lithium-ion & e-POWER component warranty selama 7 tahun/150.000 km.