JAKARTA, investor.id - Emiten dengan penerima manfaat akhir Anthoni Salim, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) sahamnya kena suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI).
BEI menilai telah terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan atas saham DNET. Adapun suspensi dikenakan untuk perdagangan Senin, 9 September 2024 ini.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham DNET, dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham DNET pada perdagangan tanggal 9 September 2024,” jelas pengumuman BEI.
BEI menambahkan, penghentian sementara perdagangan saham Indoritel Makmur Internasional (DNET) tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham DNET.
Saham DNET selalu mentok auto reject atas (ARA) pada perdagangan 3-6 September 2024. Saham ini ditutup menyentuh Rp 10.700 yang merupakan level tertingginya sepanjang masa pada perdagangan 6 September. Dalam sepekan terakhir, saham emiten Anthoni Salim ini terbang 105,77%. Nilai kapitalisasi pasarnya tembus Rp 151,76 triliun.
Rumor
Jumlah pemegang saham Indoritel (DNET) per 31 Juli 2024 hanya sebanyak 983 pihak. Anthoni Salim menggenggam secara langsung 3.588.278.023 (25,3%) saham DNET. Selain itu ada PT Megah Eraraharja yang memegang 20,13% saham DNET. Anthoni Salim merupakan penerima manfaat akhir dari DNET.
Indoritel Makmur merupakan perusahaan holding investasi. Tumbuh berkembangnya kinerja perseroan tak akan bisa lepas dari kinerja entitas anak maupun asosiasi.
Perseroan mengembangkan investasi melalui kepemilikan pada entitas anak, yaitu PT Mega Akses Persada (FiberStar), yang berfokus pada pengembangan infrastruktur jaringan serat optik.
Sementara itu, dirumorkan bahwa Grup Salim tertarik mengambil bagian dalam entitas bisnis hasil merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN). Menurut kabar yang beredar, Grup Salim akan masuk melalui PT Mega Akses Persada yang merupakan anak usaha PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET).
Di samping itu, DNET juga mengembangkan investasi pada 3 entitas asosiasi, yaitu PT Indomarco Prismatama (Indomaret) yang bergerak di bidang usaha perdagangan eceran, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang mengembangkan bisnis restoran cepat saji dengan brand ternama Kentucky Fried Chicken (KFC), dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) yang bergerak pada industri roti dengan brand Sari roti.
Sepanjang semester I-2024, DNET membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 444,89 miliar. Angka laba bersih itu turun dari periode yang sama tahun 2023 yang berjumlah Rp 459,46 miliar.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News