Tarif tol mengacu pada beberapa hal seperti ruas tol, jarak tempuh, dan golongan kendaraan. Catat tarif tol Trans Jawa untuk mobil pribadi di sini. Halaman all [524] url asal
- Tarif tol Tangerang-Merak sebesar Rp 53.500 - Tarif tol Jakarta-Tangerang sebesar Rp 8.000 - Tarif tol Jakarta Outer Ring Road sebesar Rp 17.000 - Tarif tol Jakarta-Cikampek sebesar Rp 27.000 - Tarif tol Cikopo-Palimanan sebesar Rp 119.000 - Tarif tol Palimanan-Kanci sebesar Rp 13.500.
- Tarif tol Kanci-Pejagan sebesar Rp 31.500 - Tarif tol Penjagan-Pemalang sebesar Rp 66.000 - Tarif tol Pemalang-Batang sebesar Rp 53.000 - Tarif tol Batang-Semarang (Kalikangkung) sebesar Rp 111.500 - Tarif tol Semarang ABC sebesar Rp 5.500.
- Tarif tol Semarang-Solo sebesar Rp 92.000 - Tarif tol Solo-Ngawi sebesar Rp 131.000 - Tarif tol Ngawi-Kertosono sebesar Rp 98.000 - Tarif tol Kertosono-Mojokerto sebesar Rp 50.000 - Tarif tol Mojokerto-Surabaya sebesar Rp 39.000 - Tarif tol Surabaya-Gempol:
Segmen Dupak Waru sebesar Rp 6.000
Segmen Waru-Porong sebesar Rp 10.000
Segmen Porong-Gempol sebesar Rp 9.500.
- Tarif tol Gempol-Pasuruan (Grati) sebesar Rp 46.500 - Tarif tol Gempol IC-Pandaan sebesar Rp 13.000 - Tarif tol Pandaan-Malang sebesar Rp 52.000 - Tarif tol Pasuruan (Grati)-Probolinggo Timur sebesar Rp 35.500.
Lebih lanjut, prakiraan akumulasi tarif tol untuk golongan kendaraan pribadi dari Jakarta menuju Cirebon, Semarang, Yogyakarta, atau Surabaya, sebagai berikut:
Dari Jakarta (via Tol Jakarta-Cikampek) menuju Cirebon (via Gerbang Tol/GT Kanci) sebesar Rp 176.500
Dari Jakarta (via Tol Jakarta-Cikampek) menuju Semarang (via GT Kalikangkung) sebesar Rp 444.000
Jakarta (via Tol Jakarta-Cikampek) ke Solo atau Yogyakarta (via GT Colomadu) sebesar Rp 537.000
Jakarta (via Tol Jakarta-Cikampek) ke Surabaya (via GT Warugunung) sebesar Rp 854.000.
Itulah ulasan mengenai daftar tarif tol Trans Jawa terbaru tahun 2024. Pastikan saldo kartu elektronik Anda cukup ya sebelum melintasi jalan tol.
Karpet Merah Wisatawan Global Mulai Terhampar ke Probolinggo
Ilustrasi. Foto udara Jalan Tol Probolinggo - Banyuwangi seksi 1 Gending - Kraksan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (21/7/2024). Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR per Rabu (17/7), progres penyelesaian Tol Probolinggo - Banyuwangi untuk tahap 1 Gending - Besuki yang terbagi menjadi 3 Seksi yakni Seksi 1 Gending - Kraksaan sepanjang 12,88 Km dengan progres konstruksi 60,08 persen, Seksi 2 Kraksaan - Paiton sepanjang 11,20 Km dengan progres konstruksi 40,40 persen, dan Seksi 3 Paiton - Besuki 25,6 Km dengan progres konstruksi 31,38 persen. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/foc.Selasa, 30 Juli 2024 | 10:05 WIB
Reporter: Jane Aprilyani, Nur Qolbi
Editor: Jane Aprilyani
KONTAN.CO.ID - PROBOLINGGO. Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) tidak hanya menjadi bagian akhir dari proyek ambisius Tol Trans Jawa, tetapi juga membawa angin segar bagi pariwisata dan perekonomian di wilayah Probolinggo. Dengan rampungnya bagian ini, akses ke destinasi-destinasi wisata unggulan seperti Gunung Bromo akan semakin mudah, memacu peningkatan kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.
Pj. Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, menyambut baik pembangunan ini. Menurutnya, dengan adanya tol baru, perjalanan dari luar Probolinggo menjadi lebih cepat dan efisien. "Keberadaan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi akan berefek positif bagi kunjungan wisatawan dari luar Probolinggo ke Probolinggo. Wisatawan yang ingin ke Gunung Bromo akan semakin dimudahkan," ujarnya.
Tak hanya wisatawan lokal, akses tol ini juga mempermudah perjalanan bagi masyarakat Jakarta yang ingin berlibur atau pulang kampung ke Jawa Timur atau Bali. Dengan waktu tempuh yang lebih singkat, Probolinggo bisa menjadi destinasi singgah yang menarik, menawarkan alternatif bagi mereka yang mungkin sudah jenuh dengan destinasi seperti Malang, Batu, Tretes, dan Pasuruan.
Kecepatan dan efisiensi ini ditunjang oleh fakta bahwa Jalan Tol Probowangi Tahap 1 yang menghubungkan Probolinggo hingga Besuki akan memangkas waktu perjalanan signifikan. Sebelumnya, perjalanan sepanjang Probolinggo hingga Besuki memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit, namun dengan tol ini, waktu tempuhnya menjadi hanya sekitar 30 menit dengan kecepatan rata-rata 80-100 km/jam.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi terus mempercepat penyelesaian konstruksi Tahap 1, yang terbagi menjadi tiga seksi: Gending-Kraksaan sepanjang 12,88 km, Kraksaan-Paiton sepanjang 11,20 km, dan Paiton-Besuki sepanjang 25,6 km. Per Juli 2024, progres konstruksi Seksi 1 telah mencapai 60,08%, Seksi 2 mencapai 40,40%, dan Seksi 3 mencapai 31,38%.
Selain memangkas waktu perjalanan, Jalan Tol Probowangi juga diharapkan membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah-daerah yang dilaluinya. Tiga simpang susun—Kraksaan, Paiton, dan Besuki—serta tiga gerbang tol akan mempermudah distribusi barang dan jasa, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.
Dengan selesainya Tahap 1, proyek ini akan dilanjutkan dengan Tahap 2 yang mencakup ruas Besuki hingga Banyuwangi sepanjang 125,72 km. Rencana ini terdiri dari empat seksi tambahan: Besuki-Situbondo (42,30 km), Situbondo-Asembagus (16,76 km), Asembagus-Bajulmati (37,45 km), dan Bajulmati-Ketapang (29,21 km).
Tol Probowangi tidak hanya akan menjadi penghubung ujung timur Pulau Jawa, tetapi juga menjadi katalisator utama bagi perkembangan ekonomi dan pariwisata Probolinggo dan sekitarnya. Dengan semakin dekatnya penyelesaian proyek ini, masa depan Probolinggo terlihat semakin cerah dan penuh peluang.