#30 tag 24jam
Pensiun Dini Telkom (TLKM) Konsekuensi dari Aksi Korporasi FMC?
Pensiun dini yang dilakukan oleh Telkom terhadap lebih dari 1.000 karyawan disebut imbas dari peralihan IndiHome ke Telkomsel. [526] url asal
#telkom #pensiun-dini #pensiun-dini-telkom #telkom-ai #kecerdasan-buatan #ai #fmc #phk-telkom #pensiun-dini-telkom-tlkm-konsekuensi-dari-aksi-korporasi-fmc
(Bisnis.Com - Terbaru) 27/08/24 15:38
v/14771131/
Bisnis.com, JAKARTA — Pengamat telekomunikasi menilai bahwa efisiensi yang dilakukan Telkom terhadap lebih dari 1.000 karyawan disebabkan langkah perusahaan dalam menerapkan strategi fixed mobile convergence (FCM). Peralihan layanan internet tetap IndiHome ke Telkomsel membuat perusahaan makin ramping.
Pengamat Telekomunikasi sekaligus Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) Agung Harsoyo mengatakan bahwa PT Telkom merupakan perusahaan pelat merah yang bersifat internasional.
Dia menuturkan bahwa Telkom Group saat ini merupakan operator telko terbesar di Indonesia. Alhasil, Telkom beradaptasi dengan standar-standar internasional dan best practices yang berlaku pada industri telko internasional.
Agung mengatakan efisiensi yang dilakukan Telkom bukanlah karena disrupsi AI. Melainkan, imbas Telkom Group yang melakukan pemisahan segmen usaha (spin-off) fixed-mobile convergence (FMC) IndiHome ke Telkomsel.
“Yang tahun ini terjadi, pengokohan FMC dengan bergabungnya Indihome dengan Telkomsel. Dari hal ini terjadi efisiensi dari sisi infrastruktur maupun SDM [sumber daya manusia],” kata Agung kepada Bisnis, Selasa (27/8/2024).
Sebelumnya, McKinsey, sebuah perusahaan konsultan multinasional, menyampaikan bahwa potensi sinergi dari fixed mobile convergence (FMC) Telkom mencapai Rp5 triliun- Rp6 triliun per tahun.
Tidak hanya pemasukan, sinergi juga akan melahirkan efisiensi biaya operasional hingga Rp1,6 triliun - Rp1,9 triliun per tahun, kemudian untuk efisiensi belanja modal sebesar Rp0,3 triliun - Rp0,4 triliun.
Nilai efisiensi tersebut disinyalir hadir dari langkah perampingan di sisi tenaga pelayanan dan pemasaran juga kontrak kerja sama.
Agung menuturkan bahwa efisiensi yang dilakukan Telkom merupakan konsekuensi logis dari aksi korporasi.
“Menurut pendapat dan prakiraan saya, program pensiun dini terkait erat dengan FMC. Jika dilihat dari berita-berita laporan keuangan, industri telko masih menguntungkan,” ungkapnya.
Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan efisiensi terkait dengan kematangan talenta digital Telkom untuk menggantikan peran beberapa pegawai.
“Telkom akan diisi oleh talenta digital, transformasi digital pada hampir semua bidang tentunya ingin diraih Telkom dengan memberikan kesempatan untuk formasi oleh talenta digital untuk menjalankan visi dan misi Telkom,” kata Ian.
Menurut Ian, mayoritas talenta digital saat ini sudah dibekali akan pengetahuan tentang Internet of Things (IoT), Big Data, Data Science, hingga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Jadi [talenta digital] tidak mulai dari awal, atau belajar lagi untuk teknologi yang ada saat ini serta tantangan ke depan,” ujarnya.
Bisnis mencoba bertanya kepada Telkom perihal alasan Program Pensiun Dini baru diterapkan saat ini. Hingga berita ini diturunkan Telkom tidak menjawab.
Sebelumnya diberitakan, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi mengatakan bahwa laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Telkom sedikit mengalami penurunan akibat adanya inisiasi program pensiun dini yang diikuti oleh kurang lebih 1.008 karyawan pada semester I/2024.
“Mendorong perusahaan jauh ramping dan meningkatkan talenta digital, efeknya efisiensi,” kata Heri dalam acara paparan publik pada Senin (26/8/2024).
Menurutnya, program pensiun dini juga dilakukan sebagai bagian dari strategi pengendalian kompetensi di Telkom. Sekaligus, membuka ruang dan mendukung talenta digital.
Namun, program pensiun dini yang telah dijalankan pada semester I/2024 tidak akan dilanjutkan pada paruh kedua tahun ini. Adapun, dengan mengeluarkan perhitungan program pensiun dini, normalisasi EBITDA tumbuh 1,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar Rp39,1 triliun pada semester I/2024 dengan EBITDA margin 51,9%.
Telkom (TLKM) - Indosat (ISAT) Bersaing Ketat Berebut Kue Kecerdasan Buatan (AI)
Persaingan Telkom dan Indosat makin panas dalam mengembangkan AI setelah keduanya menyatakan merilis produk AI tahun ini. [768] url asal
#indosat #telkom #telkom-ai #indosat-ai #telkom-tlkm-indosat-isat-bersaing-ketat-berebut-kue-kecerdasan-buatan-ai
(Bisnis.Com - Teknologi) 06/07/24 11:00
v/9842887/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Indosat Tbk. (ISAT) mempersiapkan layanan kecerdasan buatan (AI) untuk segmen enterprise dan layana publik. Keduanya akan bersaing ketat memperebutkan potensi pasar AI lewat masing-masing solusi yang ditawarkan.
AI dikabarkan berpotensi memberi kontribusi hingga US$13 triliun terhadap PDB Global. Dari jumlah tersebut, sekitar US$1 triliun berada di Asia Tenggara dengan Indonesia sebagai salah satu pasar terbesar.
Guna menangkap peluang tersebut, persaingan keduanya makin ketat dalam menangkap peluang pertumbuhan itu. Sementara itu XL Axiata dan Smartfren tidak terlihat dan masih disibukan dengan urusan merger.
Indosat dan Nvidia, perusahaan teknologi yang berfokus pada AI, bakal meluncurkan produk AI pada September 2024 atau 3 bulan lagi. Solusi tersebut menyasar sektor publik.
Director & Chief Business Officer IOH Muhammad Buldansyah mengatakan kerja sama strategis yang terjalin antara Indosat dan NVIDIA akan mendorong terciptanya sejumlah solusi yang bakal berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan.
“Sebentar lagi tidak sampai 3 bulan kami akan memperkenalkan satu layanan AI untuk kepentingan publik,” kata Danny, Jumat (5/7/2024).
Sekadar informasi, Indosat menyiapkan capex hingga Rp12,7 triliun pada 2024. Perseroan mulai serius mengembangkan artificial intelligence (AI) bersama dengan Huawei dan Nvidia.
Perusahaan melakukan berbagai kerja sama strategis dengan berbagai mitra berskala global, mulai dari peluncuran pusat pameran inovasi, Indosat Marvelous Xperience (MX) Center, hingga kerja sama strategis dalam pengelolaan pusat data berteknologi tinggi.
Melalui kerja sama ini, AI Cloud milik Indosat dan Lintasarta yang didukung oleh Nvidia akan berkembang menjadi pusat data generasi baru yang berkelanjutan, hyper-connected dan dilengkapi kecerdasan buatan.
Danny menambahkan kerja sama yang terjadi dengan Nvidia juga membuat perusahaan memiliki lebih banyak layanan untuk di pasarnya.
Indosat berpeluang menawarkan GPU milik Nvidia kepada calon pelanggan enterprise. Selain itu, kemampuan dan kapabilitas Nvidia dalam mengelola AI juga menjadi hal yang dipasarkan Indosat ke pelanggan.
“[Produk kerja sama dengan Nvidia] Contohnya di perbankan, fraud management. Jika dilakukan dengan cara konvensional seperti saat ini bisa 1-2 minggu. Misalnya, validasi membuat akun, awalnya seminggu sekarang bisa menjadi lebih cepat,” kata Danny.
Gen AI Ted
Sementara itu, Telkom melalui anak usahanya, Telkomsel, telah meluncurkan solusi Gen AI Ted. Telkomsel telah lebih dahulu hadir ke pasar dengan membidik pasar enterprise untuk seluruh segmen. Perusahaan memastikan bahwa solusi terbaru itu relevan untuk semua pasar.
VP Corporate Strategy, Innovation, Sustainability, and Marketing Telkomsel, Endra Diputra mengatakan perusahaan tidak memandang ukuran suatu perusahaan saat mendorong Gen AI Ted.
Menurut Endar solusi Gen AI Ted cocok untuk seluruh segmen bahkan hingga UMKM kuliner seperti toko bakso. Ted dapat menjadi konsultan digital yang memberi masukan bagi para pelaku usaha.
"Usaha kecil sekarang pun butuh WiFi. Terus ada pertanyaan di mereka IndiHome atau Indibiz, paket yang mana yang dibutuhkan? Ted nanti bisa bantu. Pertanyaan tidak terbatas pada itu“ kata Endar kepada Bisnis, Jumat (5/7/2024).
Laporan Survei APJII 2023 menyebutkan bahwa sebanyak 45,37% enterprise di Indonesia bergantung dengan jaringan dan layanan internet dalam menjalankan bisnis. Bahkan 41,37% menyatakan sangat bergantung.
Tidak hanya itu, sebanyak 20,66% UMKM berpendapat bahwa internet dan solusi yang ada di dalamnya membantu meningkatkan pendapatan hingga di atas dua kali lipat. Sementara itu 40,03% UMKM mengalami peningkatan tetapi tidak sampai dua kali lipat.
Endra menambahkan bahwa Telkomsel terus melatih model Ted sehingga dapat memberikan jawaban yang akurat kepada pengguna.
Bagi Telkomsel, ketepatan Ted dalam menjawab setiap pertanyaan adalah pelanggan enterprise adalah hal yang terpenting. Saat ini Ted sudah dapat diakses di telkomsel.com/enterprise.
“Standar saya adalah seberapa banyak orang berinteraksi di website tersebut, kemudian seberapa banyak orang yang berinteraksi dengan Ted dan catch up dengan solusi yang diberikan Ted,” kata Endra.
Fokus Telkomsel dalam memberikan data yang tepat merupakan suatu langkah untuk menjawab keraguan perusahaan dalam menggunakan solusi gen AI.
Perusahaan keamanan dan pengiriman aplikasi multi cloud, F5, mengungkapkan bahwa inkompetensi data membuat enterprise malas menggunakan gen AI. Selain data, faktor biaya juga mempengaruhi.
Berdasarkan laporan bertajuk F5’s 2024 State AI Application Strategy Report, para pemimpin korporasi mengungkap ada tiga masalah utama yang dihadapi pada lapisan infrastruktur saat hendak memanfaatkan AI.
Pertama, sebanyak 62% responden korporasi menyatakan biaya komputasi merupakan pertimbangan yang utama dalam perluasan penggunaan AI. Kedua, 57% menyatakan kekhawatiran akan kualitas sistem keamanan menjadi alasanya selanjutnya.
Ketiga, lebih dari separuh responden atau sebanyak 55% menyatakan hasil kinerja di seluruh aspek model ini menjadi pertimbangan dalam penerapan A.
Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa implementasi teknologi AI tanpa melakukan pendekatan yang aman akan menimbulkan risiko dan mengancam keamanan suatu korporasi.
Dalam laporan tersebut, sebanyak 75% korporasi mengadopsi sistem AI dalam operasi bisnisnya. Namun, 72% dari jumlah tersebut justru melaporkan adanya isu pada kualitas data serta inkompetensi data yang signifikan pada pengadopsian sistem tersebut.