#30 tag 24jam
Mengapa Penting untuk Mempersiapkan Pensiun Sejak Dini?
Begini cara menyiapkan pensiun dini penting dilakukan. [498] url asal
#pensiun-dini #pensiun #tips-pensiun-dini #tips-mengatur-keuangan #mengelola-uang-pensiun #pensiun-dini
(MedCom - Ekonomi) 29/10/24 14:33
v/17156071/
Jakarta: Perencanaan pensiun mungkin terdengar membosankan, tetapi sangat penting untuk dipikirkan sejak dini. Banyak orang menunda perencanaan ini hingga mendekati usia pensiun, padahal persiapan awal memberikan banyak keuntungan. Mengingat perubahan ekonomi dan gaya hidup, memiliki rencana pensiun yang solid adalah kunci.Melansir laman Future Skills, berikut adalah alasan penting mengapa kamu perlu mulai mempersiapkan atau merencanakan pensiun dari sekarang.
Pensiun tanpa beban
Saat masa kerja berakhir, saatnya menikmati pensiun dengan tenang dan nyaman, tanpa masalah keuangan. Kesejahteraan finansial di hari tua sangat penting untuk menghindari rasa cemas. Survei Franklin Templeton 2015 menunjukkan bahwa stres orang Amerika meningkat dalam 15 tahun setelah pensiun.Kondisi ini dapat mengganggu kualitas hidup, seperti sulit tidur atau makan karena kekhawatiran akan masa depan. Oleh karena itu, penting untuk menabung dengan bijak dan merencanakan pensiun agar beban stres di masa depan dapat diminimalkan.
Menyiapkan biaya kesehatan
Seiring bertambahnya usia, kesehatan seseorang cenderung menurun, meningkatkan risiko berbagai penyakit dan kebutuhan akan perawatan medis. Ketika memasuki masa pensiun, biaya perawatan kesehatan bisa menjadi beban yang cukup berat.Oleh karena itu, penting untuk mulai menabung atau membeli asuransi kesehatan sejak dini. Dengan langkah ini, kamu bisa lebih siap menghadapi biaya perawatan yang mungkin diperlukan di masa depan.
| Baca juga: Sudah Bosen Kerja Terus, Ini Tips Pensiun 10 Tahun Lebih Awal! |
Tidak ingin menjadi beban bagi anak
Kamu mungkin sudah familiar dengan istilah generasi sandwich, yaitu mereka yang harus memenuhi kebutuhan anak dan orangtua sekaligus. Meskipun anak memiliki tanggung jawab untuk merawat orang tua, hal ini bisa memberikan tekanan karena mereka juga harus memikirkan kebutuhan keluarga.Dengan merencanakan pensiun secara tepat, kamu bisa mengurangi ketergantungan pada anak-anak untuk membiayai kebutuhan di masa depan. Ini akan memberikan mereka kesempatan untuk menjalani hidup yang lebih berkualitas tanpa beban finansial tambahan.
Membangun kehangatan keluarga di masa pensiun
Masa pensiun seharusnya tidak menjadi periode yang menyedihkan. Sebagai kakek atau nenek, kamu bisa melakukan banyak hal untuk menguatkan ikatan keluarga. Mengunjungi cucu dengan hadiah atau mengajak mereka berlibur dapat menciptakan momen berharga.Interaksi semacam ini akan membuat hubungan keluarga semakin dekat dan menginspirasi generasi selanjutnya. Anak dan cucu pun bisa meneladani cara kamu merencanakan pensiun dengan baik.
Bebas dari Utang
Setiap orang menginginkan ketenangan di masa tua, terutama dari beban utang yang mungkin ada. Mengandalkan utang untuk kebutuhan pensiun bisa memaksa kamu bekerja lebih lama dari yang direncanakan.Dengan keterampilan dan pemahaman yang baik tentang keuangan, kamu bisa mengelola anggaran dengan bijak. Ini akan menghilangkan kecemasan terkait utang, seperti cicilan rumah atau kendaraan, sehingga tabunganmu tetap aman dan tidak perlu berutang untuk kebutuhan di masa depan.
Merencanakan pensiun dengan baik sangat penting untuk masa depan yang nyaman. Dengan persiapan yang tepat, kamu bisa menikmati masa tua tanpa stres dan fokus pada hal-hal yang menyenangkan, seperti menghabiskan waktu bersama keluarga dan mengejar hobi.
Rencana pensiun yang jelas membuat hidup lebih bermakna dan memberikan kebahagiaan di masa pensiun. Jadi, mulai persiapkan pensiunmu sekarang agar bisa menikmati hari-hari yang penuh keceriaan di kemudian hari. (Nanda Sabrina Khumairoh)
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(ANN)
Ingin Pensiun Lebih Cepat? Cek 7 Cara Menabung Lebih Banyak di Usia Muda
Ada tujuh tips praktis yang dapat membantu Anda menabung lebih banyak dan akhirnya pensiun lebih awal. [599] url asal
#pensiun-dini #kemandirian-finansial #anggaran-rumah-tangga #biaya-perumahan #investasi-awal #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #bisnis
(Kontan - Terbaru) 27/10/24 06:14
v/17042276/
Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Bagi Sebagian besar dari kita, pensiun dini terasa seperti mimpi yang jauh. Namun, ada cara untuk mewujudkan hal tersebut.
Mengadopsi kebiasaan hemat yang sederhana dan berdasarkan bukti dapat mempercepat perjalanan Anda menuju kemandirian finansial secara signifikan.
Mengutip New Trader U, berikut tujuh tips praktis yang dapat membantu Anda menabung lebih banyak uang, berinvestasi lebih kompeten, dan akhirnya pensiun lebih awal alias di usia muda:
1. Membuat dan Mematuhi Anggaran
Salah satu cara paling efektif untuk mempercepat masa pensiun dini adalah dengan membuat dan mematuhi anggaran secara taat.
Penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga yang membuat anggaran cenderung menabung lebih banyak uang dan memiliki lebih sedikit utang dibandingkan dengan mereka yang tidak.
Mulailah dengan melacak semua pengeluaran Anda dengan cermat, mengkategorikan pengeluaran Anda, dan menetapkan batasan untuk setiap kategori.
Kemudian, biasakan untuk meninjau dan menyesuaikan anggaran Anda secara teratur sesuai kebutuhan. Pertimbangkan untuk menggunakan aplikasi atau spreadsheet penganggaran untuk menyederhanakan proses dan membuat Anda tetap pada jalur yang benar.
2. Kurangi Biaya Perumahan
Tahukah Anda bahwa perumahan biasanya merupakan pengeluaran paling signifikan bagi sebagian besar rumah tangga? Sekitar sepertiga dari pengeluaran pensiunan digunakan untuk biaya perumahan.
Jika Anda ingin mempercepat masa pensiun dini, pertimbangkan untuk pindah ke rumah yang lebih kecil, jika memungkinkan, jelajahi daerah dengan biaya lebih rendah jika relokasi menjadi pilihan, atau lunasi hipotek Anda sebelum pensiun.
Dengan memangkas biaya perumahan, Anda dapat meningkatkan tingkat tabungan dan mencapai kemandirian finansial lebih cepat.
3. Bersikap Cerdas Mengenai Biaya Perawatan Kesehatan
Biaya perawatan kesehatan dapat menghabiskan banyak tabungan pensiun Anda jika Anda tidak berhati-hati.
Untuk mengurangi biaya ini, prioritaskan perawatan pencegahan, pertahankan gaya hidup sehat, pertimbangkan untuk membuka Rekening Tabungan Kesehatan, dan teliti serta bandingkan opsi asuransi kesehatan dengan saksama.
4. Manfaatkan Transportasi Hemat
Setelah perumahan, transportasi sering kali menjadi kategori pengeluaran terbesar kedua bagi rumah tangga. Rata-rata, rumah tangga menghabiskan sekitar 16% dari anggaran mereka untuk transportasi.
Untuk mengurangi biaya ini, pertimbangkan untuk menjadi keluarga dengan satu mobil jika memungkinkan, gunakan transportasi umum atau sepeda jika memungkinkan, dan pilih kendaraan hemat bahan bakar serta rawat dengan benar. Perubahan kecil ini dapat menghasilkan penghematan yang signifikan dari waktu ke waktu.
5. Kuasai Seni Belanja Makanan Hemat
Makanan adalah pengeluaran signifikan lainnya yang dapat dioptimalkan melalui kebiasaan hemat. Penelitian menunjukkan bahwa perencanaan makan dikaitkan dengan biaya makanan yang lebih rendah dan kualitas diet yang lebih baik.
Untuk menghemat biaya makanan, rencanakan makanan Anda, buat daftar belanja, beli dalam jumlah besar untuk barang yang tidak mudah rusak, dan masak di rumah lebih sering sambil membatasi makan di luar. Anda dapat makan dengan baik sambil menghabiskan lebih sedikit dengan sedikit perencanaan dan kreativitas.
6. Berinvestasilah Lebih Awal dan Sering
Investasi awal sangat penting untuk membangun kekayaan yang dibutuhkan untuk pensiun dini. Penelitian telah menunjukkan bahwa mulai menabung hanya lima tahun lebih awal dapat menghasilkan 67% lebih banyak uang saat pensiun, dengan asumsi pengembalian tahunan 6%.
Untuk memaksimalkan investasi Anda, mulailah berinvestasi sedini mungkin, manfaatkan sepenuhnya akun pensiun yang disesuaikan dengan pemberi kerja, dan pertimbangkan dana indeks berbiaya rendah untuk pertumbuhan jangka panjang. Ingat, waktu adalah sekutu terbesar Anda dalam hal investasi.
7. Lakukan Kegiatan Hemat untuk Waktu Luang
Hanya karena Anda menabung untuk pensiun dini, bukan berarti Anda tidak dapat menikmati hidup. Penelitian menunjukkan bahwa pengalaman, bukan harta benda, yang menghasilkan kebahagiaan dan kepuasan hidup yang lebih besar.
Untuk menikmati hidup sambil menabung, jelajahi kegiatan gratis atau berbiaya rendah di lingkungan Anda, kembangkan hobi yang tidak memerlukan pengeluaran terus-menerus, dan gunakan perpustakaan setempat untuk membaca buku, menonton film, dan sumber daya lainnya.
Menjadi kreatif dan banyak akal akan memberi Anda kehidupan yang kaya dan memuaskan tanpa menguras kantong.
Pemerintah Buka-bukaan Sulitnya Suntik Mati PLTU Cirebon-1
Pemerintah rencanakan pensiun dini PLTU Cirebon-1 pada 2035 untuk kurangi emisi karbon. Tantangan hukum dan sosial jadi perhatian utama dalam proses ini. [390] url asal
#pltu-cirebon-1 #pensiun-dini #emisi-karbon #energi-terbarukan #kementerian-esdm #asian-development-bank #plant #ebt #emisi #pensiunan #pelaksanaannya #suntik-mati #pltu-cirebon-1 #energy-transition-mechanism-e
(detikFinance - Energi) 25/10/24 14:14
v/16975478/
Jakarta - Pemerintah berencana melakukan pensiun dini (early retirement) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 pada 2035 demi mengurangi emisi karbon. Namun, rencana 'suntik mati' PLTU berkapasitas 660 megawatt (MW) di Jawa Barat itu menghadapi sejumlah tantangan.
Plt Bidang Koordinasi Konektivitas Berkelanjutan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Andi Yulianti Ramli mengatakan, keputusan itu harus memperhitungkan banyak aspek, mulai dari hukum hingga dampak sosial dan ekonomi.
"Kita kan benar-benar harus menghitung jangan sampai ada kerugian negara, jangan sampai ada pelanggaran hukum, jangan sampai membebani portofolio PLN, jangan sampai berdampak pada sosial budaya ekonominya," katanya di sela acara The Bangun Bangsa Conference 2024, Sustainability in Action: Accelerating Decarbonisation Journey in Asia Pacific di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (25/10/2024).
Andi menambahkan, suntik mati PLTU Cirebon butuh persetujuan dari tiga Kementerian. Ketiganya adalah Kementerian BUMN, Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan.
"Pensiunan dini untuk Cirebon-1, kita belum bisa menyatakan bahwa yes akan dipensiunkan, tetapi saat ini sedang dilakukan kajian-kajiannya karena ternyata hal ini merupakan hal yang sangat kompleks dan prinsip no one left behind itu adalah menjadi pegangan kami," jelasnya.
Andi menyebut sudah ada penawaran pendanaan dari Asian Development Bank (ADB) untuk pensiun dini PLTU Cirebon-1 sebesar US$ 430 juta atau sekitar Rp 6,70 triliun (kurs Rp 15.600).
"Untuk pembiayaannya kita sudah dapat penawaran pendanaan dari ADB untuk net present value-nya sebesar US$ 430 juta untuk biaya tambahan kelistrikan kepada PLN. Karena pergantian PLTU Cirebon ini apapun PLTU-nya itu harus nantinya merupakan total dari EBT dan juga berikut transmisi yang harus dibangun," bebernya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengatakan butuh biaya kurang lebih US$ 1,3 miliar atau setara Rp 21 triliun (kurs Rp 16.200) untuk mempensiunkan dini PLTU Cirebon-1. Pelaksanaannya dilakukan lewat skema Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform sebagai pendanaan campuran untuk memobilisasi sumber daya keuangan dan dukungan internasional.
"Salah satu pilot project yang sudah berjalan adalah pemensiunan dini Cirebon 1 power plant. Dengan kapasitas 660 MW, akan membutuhkan biaya kurang lebih US$ 1,3 miliar untuk memensiunkan dini pembangkit listrik ini dalam 7 tahun ke depan," terang Sri Mulyani dalam unggahan di Instagram resmi @smindrawati, Jumat (19/4).
Sri Mulyani menyebut pensiun dini PLTU Cirebon-1 dapat menyelamatkan 28,5 juta ton CO2e. Investasi yang dibutuhkan untuk transisi menuju ekonomi rendah karbon ini diakui sangatlah besar.
(ily/rrd)
Sudah Bosen Kerja Terus, Ini Tips Pensiun 10 Tahun Lebih Awal!
Tips jitu untuk memutuskan pensiun lebih awal. [344] url asal
#pensiun-dini #pensiun-produktif #pensiunan-berwirausaha #tips-pensiun #dana-pensiun #cara-mengatur-keuangan
(MedCom - Ekonomi) 25/10/24 14:07
v/16972730/
Jakarta: Pernah nggak, membayangkan pensiun lebih awal? Bukan yang usia 60-an atau 70-an, tapi mungkin di usia 50-an, atau bahkan lebih cepat?Mungkin sebagian orang berfikir, pensiun dini terdengar seperti sesuatu yang cuma bisa diraih sama orang-orang yang menabung super agresif.
Tapi sebenarnya itu lebih realistis dari yang dipikirkan. Di usia 57 saja, kamu sudah bisa menikmati hidup tanpa harus mikirin kerjaan full-time lagi.
Melansir Pintar Saham, berikut ada beberapa langkah yang mungkin bisa kamu mulai sekarang buat mencapai pensiun 10 tahun lebih awal, tanpa harus ngorbanin gaya hidup kamu.
1. Menabung lebih cepat dan lebih banyak
Semakin awal kamu mau pensiun, tentu semakin banyak yang harus kamu tabung.Kalau biasanya orang disarankan menabung 10-15 persen dari pendapatan, buat pensiun di usia 57, kamu mungkin harus menabung sekitar 22 persen.
Kedengarannya berat? Nggak juga kalau kau mulai sedini mungkin dan sekonsisten mungkin.
| Baca juga: Jangan Sampai Kegerus Inflasi, Dana Pensiun Harus Dipersiapkan Sejak Awal |
2. Ketahui angka yang kamu butuhkan
Banyak dari kita belum sadar berapa banyak uang yang sebenarnya kita butuhkan buat pensiun.Ada aturan umum yang bilang kamu perlu sekitar 70 persen dari pendapatan sebelum pensiun.
Tapi ini bisa berbeda-beda, tergantung apakah kamu sudah lunas hipotek atau ada tujuan besar ketika masa pensiun.
3. Jangan main aman terus dalam berinvestasi
Kalau kamu mau pensiun lebih awal, portofolio investasi kamu harus lebih agresif, karena kamu bakal hidup lebih lama di masa pensiun.Campuran antara saham, obligasi, dan uang tunai tetap penting, tapi jangan terlalu cepat juga untuk pindahin semua ke investasi yang aman. Biarkan uang kamu terus tumbuh.
| Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Kita Tidak Punya Dana Pensiun? |
4. Pertimbangkan kerja paruh waktu
Nggak ada salahnya bekerja paruh waktu. Ini bisa bantu kamu nggak terburu-buru menarik tabungan pensiun dan memberi tabungan lebih banyak waktu untuk berkembang. Banyak juga, para pekerja yang mengambil part-time untuk income tambahan.Pensiun lebih cepat bukan mimpi, tapi butuh perencanaan yang jelas. Semoga empat langkah ini bisa membantu kamu mulai bergerak ke arah sana.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(ANN)
Hitung-hitungan Dampak Pensiun Dini PLTU Cirebon 1 ke Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial
Untuk memensiunkan dini pembangkit Cirebon 1, dibutuhkan dana sekitar Rp 21 triliun. [1,927] url asal
#pembangkit-listrik-tenaga-uap-pltu #pltu #pembangkit-listrik #pensiun-dini #pltu-batubara #pltu-cirebon-1 #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #energi
(Kontan-Industri) 19/10/24 08:43
v/16685083/
Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Wahyu T.Rahmawati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA.Masyarakat yang tinggal di wilayah lingkar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon 1 berharap rencana pemensiunan dini pembangkit fosil dapat memberikan perubahan pada kondisi lingkungan dan sosial yang selama ini melanda desanya.
Masyarakat lokal sekitar PLTU Cirebon 1 terkonsentrasi di dua desa, yakni di Desa Kanci Kulon dan Desa Waruduwur. Secara tipologi masyarakat, terdapat dua kelompok masyarakat, yakni orang darat dan orang laut.
Perubahan lanskap sosial dan lingkungan di daerah lingkar pembangkit berubah setelah beroperasinya PLTU Cirebon 1. Hal ini diceritakan dalam laporan yang dirilis SALAM Institute berjudul Transisi Energi Berkeadilan di Jawa Barat: Studi Kasus PLTU Cirebon 1 bagi Aspek Sosial dan Aspek Ketenagakerjaan.
Laporan ini membeberkan hasil tangkapan nelayan, baik ikan maupun rajungan, semakin menjauh dari daratan setelah beroperasinya pembangkit batubara Cirebon 1.
Akibatnya, nelayan harus melaut jauh ke tengah dan berdampak pada ongkos yang semakin besar maupun waktu tempuh yang semakin lama. Menjauhnya hasil tangkapan salah satunya disebabkan oleh tumpahan limbah cair maupun batubara ke dasar laut yang kemudian merusak ekosistem di dalamnya.
Dari sisi yang lain, berdasarkan catatan SALAM Institute, pendapatan masyarakat juga jadi berkurang lantaran mata pencahariannya terganggu. Kerang ijo bagi masyarakat Cirebon pesisir bukanlah sembarang mata pencaharian. Berdasarkan penuturan salah satu warga, penghasilannya dari kerang ijo saja bisa mencapai sekitar Rp 60 juta per tahunnya.
Namun, masa kejayaan kerang ijo berakhir ketika warga Waruduwur mendapatkan imbauan dari pihak PLTU untuk mencabut keramba-keramba kerang ijo mereka agar tidak mengganggu jalannya proses konstruksi. Akibatnya, warga mendapatkan dampak langsung dalam hal terganggu hingga hilangnya mata pencaharian budidaya kerang ijo.
Dengan digusurnya kerambah kerang ijo milik warga tersebut, warga hanya diberikan ganti rugi sebesar Rp 3 juta per kerambahnya. Penggantian tersebut kiranya dirasa sangat tidak sebanding dengan apa yang telah mereka peroleh sebelumnya.
Selain kerang ijo, para petani garam juga memperoleh dampak yang buruk. Salah satu warga petambak garam mengatakan, ia dapat menghasilkan Rp 19 juta dalam satu musimnya.
Namun, dengan hadirnya PLTU, tambak garam miliknya terganggu, khususnya dalam hal debu batubara yang berkeliaran. Garam miliknya berubah menjadi berwarna hitam, sehingga tidak layak lagi untuk dikonsumsi.
Selain itu, lahan yang digunakan oleh para petambak garam pun sudah beralih fungsi menjadi PLTU, sehingga salah satu sumber mata pencaharian masyarakat Cirebon pesisir menjadi terdampak.
PLTU Cirebon I merupakan pembangkit pertama di Cirebon yang diresmikan oleh Menteri Jero Wacik pada tahun 2012. Pembangkit ini memiliki kapasitas produksi 660 MW dan disebut sebagai pembangkit yang menggunakan teknologi canggih karena mampu membakar batu bara berkalori rendah.
Dengan kapasitas produksi sebesar 660 MW pembangkit ini mengonsumsi kurang lebih 8.000 ton batu bara per hari. Dari konsumsi batubara sebanyak itu, PLTU Cirebon I menghasilkan kurang lebih 4.445 ton emisi karbon per hari, Maka, jika dikumpulkan selama 15 tahun kurang lebih menghasilkan emisi karbon sebanyak 30 juta ton.
PLTU Cirebon I dibangun oleh konsorsium perusahaan multinasional PT Cirebon Electric Power (CEP) menelan biaya sebesar US$ 850 juta dan dilaksanakan atas dasar perjanjian kontrak jual beli listrik selama 30 tahun.
Konsorsium PT CEP terdiri dari Marubeni (32,5%), Korea Midland Power co (27,5%), Samtan Co Ltd (20%), dan PT Indika Energy (20%).
PLTU Cirebon I dalam skema pensiun dini Just Energy Transition Partnership (JETP) direncanakan akan diberhentikan operasionalnya pada tahun 2035. Meski kabar ini sudah mengemuka sejak 2022 silam, sampai dengan September 2024 rencana ini masih terus digodog.
Untuk memensiunkan dini pembangkit Cirebon 1, menurut penuturan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dibutuhkan dana yang besar yakni kurang lebih US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 21 triliun. Adapun pendanaan pensiun dini PLTU ini akan menggunakan dana dari Asian Development Bank (ADB), melalui skema Energy Transition Mechanism (ETM) sebagai bagian dari komitmen Just Energy Transition Partnership (JETP).
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi menyatakan, tidak mudah mempensiunkan dini pembangkit batubara. Meski PLTU Cirebon 1 sudah masuk dalam skema JETP, masih banyak hal yang harus dikerjakan.
Rencana besarnya, pemensiunan dini PLTU Cirebon 1 bisa memberikan nilai ekonomi lain, yakni menciptakan bisnis karbon kredit. Namun hal ini masih dalam diskusi lebih dalam karena harga keekonomian karbonnya masih jauh dari harapan.
“Ini yang nilai ekonomis atau nilai value karbonnya itu saya melihatnya kemarin masih ada di skala US$ 2 per ton CO2. Sedangkan kami meminta harga karbonnya itu jika sudah dipensiunkan dihargai US$ 45 atau US$ 50 per ton CO2 ke atas,” ujarnya ditemui di Kementerian ESDM (20/8/2024).
Terlepas dari alotnya proses pemensiunan dini dari segi bisnis, ada satu hal yang tidak boleh luput dipikirkan oleh pemerintah, yakni nasib masyarakat di lingkar pembangkit setelah PLTU tidak beroperasi.
Plt. Kepala Divisi Tata Kelola Lingkungan dan Keadilan Iklim Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Syaharani menyatakan untuk menjamin transisi dilakukan secara berkeadilan diperlukan penguatan instrumen lingkungan hidup, salah satunya Amdal.
“Amdal PLTU Cirebon 1 tidak melakukan asesmen dampak pasca operasi sebagaimana yang dimandatkan oleh Permen LHK No. 4 Tahun 2021 sehingga kewajiban untuk memulihkan dampak lingkungan akibat operasi PLTU dan pemetaan dampak sosial termasuk dampak terhadap pekerja PLTU pun tidak dilaksanakan,” ujarnya belum lama ini.
Oleh karena itu, selain aksesibel amdal juga perlu diperkuat untuk mampu menganalisa dampak atau resiko dari kegiatan transisi energi untuk menjamin partisipasi dan perlindungan hak. Apalagi, JETP juga mempunya kerangka safeguards yang perlu ditaati.
Rencana pensiun dini PLTU Cirebon I ini pun berpotensi menimbulkan banyak pemutusan hubungan kerja. Potensi ini pun tidak menjadi perhatian para pemangku kebijakan, apakah para pekerja eks-PLTU ini akan dialihkan menjadi pekerja di pembangkit listrik dengan energi terbarukan ataukah dengan skema penyerapan tenaga kerja lainnya.
Pengacara Publik LBH Bandung, Maulida Zahra menyatakan, transisi energi harus satu paket dengan memperhatikan transisi pekerja yang belum banyak dibicarakan.
“Transisi energi yang dibutuhkan yang pasti harus memperhatikan keadilan untuk setiap entitas yang terlibat dalam prosesnya,” tegasnya.
Terkait ketenagakerjaan, SALAM Institute dalam laporannya, mendorong adanya pemenuhan hak-hak normatif pekerja melalui revisi UU Cipta Kerja termasuk menjamin hak pekerja untuk berserikat dan terlibat dalam pengambilan keputusan transisi.
Selain itu, mendorong adanya strategi konkret untuk alih daya dan transfer pekerja ke pasar pekerjaan hijau.
Pensiun Dini Dampak Bagi Ekonomi
Sejatinya, pemensiunan dini PLTU bisa menimbulkan implikasi ekonomi positif bagi masyarakat sekitar pembangkit. Dengan catatan, listrik fosil yang hilang, secara bersamaan diganti dengan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.
Hasil studi yang dilakukan Yayasan Indonesia CERAH dan Center of Economic and Law Studies (CELIOS) melakukan studi pemodelan dengan skenario pada pembangkit batubara yang rencananya akan dipensiunkan dini yakni Cirebon-1, PLTU Pelabuhan Ratu, dan PLTU Suralaya.
Studi ini merupakan studi lanjutan dari laporan yang diluncurkan CERAH dan CELIOS pada Juli 2023. Dalam laporan sebelumnya, upaya mempercepat pensiun dini PLTU sering kali terhambat oleh kekhawatiran dampak negatif ekonomi yang mempengaruhi tenaga kerja, masyarakat lokal hingga hilangnya pendapatan sebagian pelaku usaha
Bhima Yudhistira, Ekonom dan Direktur CELIOS, mengatakan dampak ekonomi dari penutupan PLTU batu bara sangat bergantung dari upaya mitigasi, kesiapan regulasi, dan komitmen mempercepat pembangkit energi terbarukan sebagai pengganti PLTU.
“Studi yang kami lakukan menunjukkan bahwa skenario penutupan PLTU batu bara di tiga lokasi pembangkit bisa menurunkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp3,96 triliun, menciptakan risiko pengurangan tenaga kerja hingga 14.022 orang, dan meningkatkan jumlah penduduk miskin 3.373 orang,” ujarnya di Jakarta, Kamis (25/1).
Namun, dalam skenario kedua, jika penutupan PLTU batu bara dibarengi dengan pembangunan pembangkit energi terbarukan justru mampu menyumbang ekonomi Rp 82,6 triliun, menyerap 639.000 tenaga kerja hingga menurunkan kemiskinan 153.755 orang secara nasional.
Berdasarkan rekomendasi studi, CELIOS mendesak negara maju yang terlibat dalam JETP, pemerintah hingga lembaga pembiayaan untuk memasukkan lebih banyak PLTU dalam pipeline pensiun dini, sekaligus mempercepat pembangunan transmisi dan pembangkit energi terbarukan secara paralel.
Pembenahan Kebijakan Pendanaan
Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 103 tahun 2023pada 13 Oktober 2023. Aturan ini dibuat khusus untuk memberikan dukungan fiskal melalui kerangka pendanaan dan pembiayaan dalam rangka percepatan transisi energi di sektor ketenagalistrikan.
Berdasarkan penilaian Climate Policy Implementation Check 2024yang dilakukan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR), PMK ini memberikan payung hukum untuk mendukung investasi pengembangan energi terbarukan dan percepatan pengakhiran dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara lewat Platform Transisi Energi yang dikelola oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Aturan ini memungkinkan pendanaan platform transisi energi bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun sumber sah lainnya, seperti kerja sama pendanaan internasional.
IESR mendorong pelaksanaan PMK 103/2023 yang lebih efektif dengan memperjelas tata kelolanya, mengedepankan transparansi dalam penentuan keputusan dan alokasi pembiayaan APBN untuk dukungan pendanaan platform ini.
“Pembiayaan pengakhiran operasional PLTU batubara melalui APBN diharapkan dapat mencakup PLTU milik PLN,” ujar Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa.
Pelaksanaan pensiun PLTU juga perlu mempertimbangkan beberapa faktor penentu, misalnya usia PLTU yang mencapai sedikitnya 20 tahun atau telah melewati usia ekonomisnya, penggunaan teknologi PLTU batubara subcritical yang menghasilkan emisi sangat tinggi dan dilakukan di sistem kelistrikan yang pasokan daya listriknya berlebih (overcapacity).
Selain itu, perlu pula diperhatikan dampaknya terhadap keamanan energi dan mekanisme pembiayaannya.
Menurut Fabby, pendanaan dari APBN akan menutup kesenjangan pendanaan pengakhiran operasi PLTU lebih awal milik PLN dari luar negeri atau lembaga keuangan internasional karena sejumlah isu mengenai valuasi nilai PLTU tersebut. Menurutnya pendanaan dari APBN yang paling memungkinkan dalam kondisi ini.
Fabby menambahkan, pengakhiran operasi PLTU milik PLN akan mengalihkan dana kompensasi tersebut ke kas PLN untuk memperkuat permodalan PLN melakukan investasi yang lebih besar pada pembangkit energi terbarukan dan transmisi kelistrikan.
Studi Climate Policy Implementation Check IESR ini menyoroti terdapat tiga aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan PMK No. 103/2023 untuk memastikan transisi energi yang adil dan berkelanjutan.
Pertama, diperlukan harmonisasi kebijakan lintas sektor untuk memastikan PMK ini sejalan dengan kebijakan terkait, seperti persyaratan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), kewajiban pasar domestik (DMO) batubara, subsidi bahan bakar fosil, dan peraturan fiskal lainnya.
Kedua, meningkatkan transparansi dan mekanisme pelaporan dan evaluasi kebijakan yang sejauh ini belum termuat dalam regulasi ini.
Ketiga, PT SMI sebagai pengelola platform perlu memperkuat mandatnya untuk mengakses sumber daya keuangan yang lebih besar. Selain itu, platform ini perlu memiliki kerangka kerja yang jelas untuk mekanisme pemulihan biaya (cost recovery).
Rencana Besar Pemerintah untuk Pembangkit Batubara
Sebelumnya sempat muncul kabar pensiun dini PLTU tidak lagi menjadi priroitas dalam transisi energi. Namun saat ini pemerintah kembali menyusun roadmap pensiun dini PLTU dan dampaknya terhadap sistem ketenagalistrikan Tanah Air.
Pensiun dini PLTU masih berpedoman pada regulasi yang ada yakni Peraturan Presiden (Perpres) 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.
Ada sebanyak 13 PLTU direncanakan akan dipensiunkan secara dini dengan mempertimbangkan keekonomian serta tidak menimbulkan gejolak kekurangan pasokan dan kenaikan harga listrik.
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana menyatakan, di dalam Perpres 112/2022 ada beberapa kriteria yang diatur untuk pensiun dini PLTU.
“Misalnya saja umurnya, kemudian kinerjanya, efisiensinya, produktivitas. Jadi itu dilihat kita mendaftar dari umur, dari kinerja, dari emisinya semua, jadi kita udah ada daftarnya tuh yang 13 PLTU," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (21/8/2024).
Pemerintah juga mengakui terus mencari dukungan untuk memensiunkan dini PLTU yang sesuai kriteria agar tidak menimbulkan gejolak seperti kenaikan biaya pokok penyediaan listrik (BPP) dan kekurangan pasokan listrik.
Namun, terkait dengan PLTU mana saja yang akan dipensiun dini, Dadan menjelaskan saat ini belum dapat dirinci. Hanya saja dalam pelaksanaannya tetap mengacu kepada Perpres dan pertimbangan keekonomian PLTU itu sendiri. Yang terang, sebanyak 13 PLTU dengan total kapasitas 4,8 GW seluruhnya milik PLN.
Dirjen EBTKE, Eniya memberikan bocoran, ada beberapa pembangkit yang masuk ke dalam daftar itu. “Suralaya, Paiton, Ombilin di Sumatra itu termasuk di dalam 13 list itu,” jelasnya.
Ketiga pembangkit yang masuk ke dalam daftar pensiun dini PLTU itu dinilai tidak memiliki gangguan masalah sosial, sehingga lebih mudah digarap.
Ingin Kaya dan Pensiun Lebih Cepat? Cek 7 Caranya
Ada tujuh tips praktis yang dapat membantu Anda menabung lebih banyak dan akhirnya pensiun lebih awal. [605] url asal
#pensiun-dini #kemandirian-finansial #anggaran-rumah-tangga #biaya-perumahan #investasi-awal #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan) 12/10/24 04:27
v/16338167/
Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Bagi Sebagian besar dari kita, pensiun dini terasa seperti mimpi yang jauh. Namun, ada cara untuk mewujudkan hal tersebut.
Mengadopsi kebiasaan hemat yang sederhana dan berdasarkan bukti dapat mempercepat perjalanan Anda menuju kemandirian finansial secara signifikan.
Mengutip New Trader U, berikut tujuh tips praktis yang dapat membantu Anda menabung lebih banyak uang, berinvestasi lebih kompeten, dan akhirnya pensiun lebih awal:
1. Membuat dan Mematuhi Anggaran
Salah satu cara paling efektif untuk mempercepat masa pensiun dini adalah dengan membuat dan mematuhi anggaran secara taat.
Penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga yang membuat anggaran cenderung menabung lebih banyak uang dan memiliki lebih sedikit utang dibandingkan dengan mereka yang tidak.
Mulailah dengan melacak semua pengeluaran Anda dengan cermat, mengkategorikan pengeluaran Anda, dan menetapkan batasan untuk setiap kategori.
Kemudian, biasakan untuk meninjau dan menyesuaikan anggaran Anda secara teratur sesuai kebutuhan. Pertimbangkan untuk menggunakan aplikasi atau spreadsheet penganggaran untuk menyederhanakan proses dan membuat Anda tetap pada jalur yang benar.
2. Kurangi Biaya Perumahan
Tahukah Anda bahwa perumahan biasanya merupakan pengeluaran paling signifikan bagi sebagian besar rumah tangga? Sekitar sepertiga dari pengeluaran pensiunan digunakan untuk biaya perumahan.
Jika Anda ingin mempercepat masa pensiun dini, pertimbangkan untuk pindah ke rumah yang lebih kecil, jika memungkinkan, jelajahi daerah dengan biaya lebih rendah jika relokasi menjadi pilihan, atau lunasi hipotek Anda sebelum pensiun.
Dengan memangkas biaya perumahan, Anda dapat meningkatkan tingkat tabungan dan mencapai kemandirian finansial lebih cepat.
3. Bersikap Cerdas Mengenai Biaya Perawatan Kesehatan
Biaya perawatan kesehatan dapat menghabiskan banyak tabungan pensiun Anda jika Anda tidak berhati-hati.
Untuk mengurangi biaya ini, prioritaskan perawatan pencegahan, pertahankan gaya hidup sehat, pertimbangkan untuk membuka Rekening Tabungan Kesehatan, dan teliti serta bandingkan opsi asuransi kesehatan dengan saksama.
4. Manfaatkan Transportasi Hemat
Setelah perumahan, transportasi sering kali menjadi kategori pengeluaran terbesar kedua bagi rumah tangga. Rata-rata, rumah tangga menghabiskan sekitar 16% dari anggaran mereka untuk transportasi.
Untuk mengurangi biaya ini, pertimbangkan untuk menjadi keluarga dengan satu mobil jika memungkinkan, gunakan transportasi umum atau sepeda jika memungkinkan, dan pilih kendaraan hemat bahan bakar serta rawat dengan benar. Perubahan kecil ini dapat menghasilkan penghematan yang signifikan dari waktu ke waktu.
5. Kuasai Seni Belanja Makanan Hemat
Makanan adalah pengeluaran signifikan lainnya yang dapat dioptimalkan melalui kebiasaan hemat. Penelitian menunjukkan bahwa perencanaan makan dikaitkan dengan biaya makanan yang lebih rendah dan kualitas diet yang lebih baik.
Untuk menghemat biaya makanan, rencanakan makanan Anda, buat daftar belanja, beli dalam jumlah besar untuk barang yang tidak mudah rusak, dan masak di rumah lebih sering sambil membatasi makan di luar. Anda dapat makan dengan baik sambil menghabiskan lebih sedikit dengan sedikit perencanaan dan kreativitas.
6. Berinvestasilah Lebih Awal dan Sering
Investasi awal sangat penting untuk membangun kekayaan yang dibutuhkan untuk pensiun dini. Penelitian telah menunjukkan bahwa mulai menabung hanya lima tahun lebih awal dapat menghasilkan 67% lebih banyak uang saat pensiun, dengan asumsi pengembalian tahunan 6%.
Untuk memaksimalkan investasi Anda, mulailah berinvestasi sedini mungkin, manfaatkan sepenuhnya akun pensiun yang disesuaikan dengan pemberi kerja, dan pertimbangkan dana indeks berbiaya rendah untuk pertumbuhan jangka panjang. Ingat, waktu adalah sekutu terbesar Anda dalam hal investasi.
7. Lakukan Kegiatan Hemat untuk Waktu Luang
Hanya karena Anda menabung untuk pensiun dini, bukan berarti Anda tidak dapat menikmati hidup. Penelitian menunjukkan bahwa pengalaman, bukan harta benda, yang menghasilkan kebahagiaan dan kepuasan hidup yang lebih besar.
Untuk menikmati hidup sambil menabung, jelajahi kegiatan gratis atau berbiaya rendah di lingkungan Anda, kembangkan hobi yang tidak memerlukan pengeluaran terus-menerus, dan gunakan perpustakaan setempat untuk membaca buku, menonton film, dan sumber daya lainnya.
Menjadi kreatif dan banyak akal akan memberi Anda kehidupan yang kaya dan memuaskan tanpa menguras kantong.
Sri Mulyani Sebut Program Pensiun Dini PLTU Cirebon-1 Masih Berproses
Rencana ini tujuh tahun lebih cepat dari rencana awal yakni Juli 2042. [234] url asal
#pltu-cirebon-1 #pltu-cirebon-pensiun-dini #pensiun-dini-pltu-cirebon
(Republika - Ekonomi) 07/09/24 00:21
v/14951093/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, program pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 masih berlangsung dan tengah dalam tahap proses kesepakatan. Sebelumnya, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 ditargetkan pensiun dini pada 2035. Rencana ini tujuh tahun lebih cepat dari rencana awal yakni Juli 2042.
“Ya karena (masih) work in progress,” kata Sri Mulyani di acara Indonesia International Sustainibility Forum (ISF 2024) di Jakarta, Jumat (6/9/2024).
Sri Mulyani mengatakan bahwa memang ada tantangan yang menjadi alasan terhambatnya proses tersebut, salah satunya yakni kebutuhan biaya yang sangat besar.
"Challenge-nya kita lihat dari biaya yang muncul akibat dari keputusan itu, konsekuensinya terhadap PLN, terhadap APBN dan private sector," ujarnya.
Namun demikian, Bendahara Negara itu menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengusahakan agar program pensiun dini PLTU berkapasitas 660 Mega Watt (MW) itu bisa terealisasi sebelum pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Kita usahakan terus ya, kita usahakan terus," ucapnya.
Ia juga tetap memastikan bahwa proses tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku serta tidak merugikan negara.
"Bagaimana ini being seeing sebagai transaksi yang baik dan akuntabel untuk dari sisi hukum sehingga tidak dianggap sesuatu yang merugikan negara," terang Menkeu.
Adapun Sri Mulyani mengatakan untuk mempensiunkan dini PLTU Cirebon-1 dibutuhkan biaya sekitar 1,3 miliar dolar AS. Program itu dijalankan melalui skema Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform sebagai pendanaan campuran untuk memobilisasi sumber daya keuangan dan dukungan internasional.
Sri Mulyani Sebut Program Pensiun Dini PLTU Cirebon-1 Masih Berproses
Rencana ini tujuh tahun lebih cepat dari rencana awal yakni Juli 2042. [234] url asal
#pltu-cirebon-1 #pltu-cirebon-pensiun-dini #pensiun-dini-pltu-cirebon
(Republika - Ekonomi) 07/09/24 00:21
v/14918999/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, program pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 masih berlangsung dan tengah dalam tahap proses kesepakatan. Sebelumnya, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 ditargetkan pensiun dini pada 2035. Rencana ini tujuh tahun lebih cepat dari rencana awal yakni Juli 2042.
“Ya karena (masih) work in progress,” kata Sri Mulyani di acara Indonesia International Sustainibility Forum (ISF 2024) di Jakarta, Jumat (6/9/2024).
Sri Mulyani mengatakan bahwa memang ada tantangan yang menjadi alasan terhambatnya proses tersebut, salah satunya yakni kebutuhan biaya yang sangat besar.
"Challenge-nya kita lihat dari biaya yang muncul akibat dari keputusan itu, konsekuensinya terhadap PLN, terhadap APBN dan private sector," ujarnya.
Namun demikian, Bendahara Negara itu menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengusahakan agar program pensiun dini PLTU berkapasitas 660 Mega Watt (MW) itu bisa terealisasi sebelum pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Kita usahakan terus ya, kita usahakan terus," ucapnya.
Ia juga tetap memastikan bahwa proses tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku serta tidak merugikan negara.
"Bagaimana ini being seeing sebagai transaksi yang baik dan akuntabel untuk dari sisi hukum sehingga tidak dianggap sesuatu yang merugikan negara," terang Menkeu.
Adapun Sri Mulyani mengatakan untuk mempensiunkan dini PLTU Cirebon-1 dibutuhkan biaya sekitar 1,3 miliar dolar AS. Program itu dijalankan melalui skema Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform sebagai pendanaan campuran untuk memobilisasi sumber daya keuangan dan dukungan internasional.
Program Pensiun Dini Telkom Berpotensi Dongkrak Angka Pengangguran RI
Langkah Telkom dalam menjalankan Program Pensiun Dini terhadap 1.008 karyawan dikhawatirkan berisiko menambah jumlah pengangguran di Indonesia [488] url asal
#telkom #program-pensiun-dini #tlkm #program-pensiun-dini-telkom-tambah-pengangguran #telekomunikasi
(Bisnis.Com - Ekonomi) 27/08/24 21:56
v/14776013/
Bisnis.com, JAKARTA — Program pensiun dini yang dilakukan PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) terhadap 1.008 orang karyawan sepanjang semester I/2024 dikhawatirkan berdampak pada angka pengangguran di Indonesia yang makin besar.
Perlu diketahui, perusahaan pelat merah itu menjalankan program pensiun dini sebagai bentuk efisiensi untuk mendorong perusahaan jauh lebih ramping dan meningkatkan talenta digital.
Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Indonesia (UI) Payaman Simanjuntak mengatakan langkah efisiensi yang dilakukan Telkom hanya akan menambah jumlah pengangguran di Tanah Air.
“Tentu pensiun dini 1.008 orang karyawan PT Telkom ini akan menambah barisan pengangguran,” kata Payaman kepada Bisnis, Selasa (27/8/2024).
Pasalnya, Payaman mengungkap bahwa dalam 7 bulan terakhir, sudah lebih dari 40.000 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dari banyak perusahaan.
Berdasarkan catatan Bisnis, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkap ada 27.915 pekerja terkena PHK sejak awal tahun hingga 19 Juni 2024.
Payaman menuturkan bahwa PT Telkom dan perusahaan lain harus bertanggung jawab membantu pemerintah untuk mengalihkan dan mempersiapkan korban PHK dengan membantu mencari lapangan kerja, termasuk untuk berwirausaha atau bekerja mandiri.
“PT Telkom harus ikut membantu pemerintah mempersiapkan ter-PHK tersebut misalnya untuk bekerja mandiri,” ujarnya.
Menurut kacamata Payaman, PT Telkom harus memperbaiki manajemen agar menjadi lebih produktif. “Yang memprihatinkan adalah bahwa selama ini selama bertahun-tahun PT Telkom ini bekerja dengan tidak efisien. Suatu gambaran manajemen yang tidak produktif, karena tidak paham manajemen, termasuk manajemen SDM,” tuturnya.
Setali tiga uang, Pengamat Ketenagakerjaan UI Aloysius Uwiyono menyebut bahwa pemutusan hubungan kerja alias PHK bisa mengakibatkan tumpukan jumlah pengangguran.
Aloysius menyampaikan bahwa kenaikan pengangguran juga pasti diimbangi dengan jumlah tenaga kerja yang masuk. Namun, kenaikan pengangguran akan menjadi masalah jika tidak diikuti masuknya tenaga kerja yang baru.
“Khusus PHK di PT Telkom yang jumlahnya cukup fantastis ini tergantung pada para karyawan Telkom yang di-PHK, kalau mereka menerimanya dengan pesangon yang cukup, ya, nggak ada masalah,” kata Aloysius kepada Bisnis.
Namun, akan terjadi masalah jika pesangon atau pensiun yang diberikan Telkom tidak mencukupi karena menyimpang dari ketentuan.
Sementara itu, Bisnis telah mencoba menghubungi pihak Telkom melalui pesan singkat WhatsApp terkait efisiensi program pensiun dini. Namun, hingga berita ini tayang, pihak Telkom belum memberikan tanggapan.
Sebelumnya, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi menyampaikan bahwa laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Telkom sedikit mengalami penurunan akibat adanya inisiasi program pensiun dini yang diikuti oleh kurang lebih 1.008 karyawan pada semester I/2024.
“Mendorong perusahaan jauh ramping dan meningkatkan talenta digital, efeknya efisiensi,” ungkap Heri dalam acara public expose pada Senin (26/8/2024).
Menurutnya, program pensiun dini juga dilakukan sebagai bagian dari strategi pengendalian kompetensi di Telkom. Sekaligus, membuka ruang dan mendukung talenta digital.
Meski demikian, program pensiun dini yang telah dijalankan pada semester I/2024 tidak akan dilanjutkan pada paruh kedua tahun ini.
Sementara itu, dengan mengeluarkan perhitungan program pensiun dini, normalisasi EBITDA tumbuh 1,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar Rp39,1 triliun pada semester I/2024 dengan EBITDA margin 51,9%.
Pensiun Dini Telkom (TLKM) Konsekuensi dari Aksi Korporasi FMC?
Pensiun dini yang dilakukan oleh Telkom terhadap lebih dari 1.000 karyawan disebut imbas dari peralihan IndiHome ke Telkomsel. [526] url asal
#telkom #pensiun-dini #pensiun-dini-telkom #telkom-ai #kecerdasan-buatan #ai #fmc #phk-telkom #pensiun-dini-telkom-tlkm-konsekuensi-dari-aksi-korporasi-fmc
(Bisnis.Com - Terbaru) 27/08/24 15:38
v/14771131/
Bisnis.com, JAKARTA — Pengamat telekomunikasi menilai bahwa efisiensi yang dilakukan Telkom terhadap lebih dari 1.000 karyawan disebabkan langkah perusahaan dalam menerapkan strategi fixed mobile convergence (FCM). Peralihan layanan internet tetap IndiHome ke Telkomsel membuat perusahaan makin ramping.
Pengamat Telekomunikasi sekaligus Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) Agung Harsoyo mengatakan bahwa PT Telkom merupakan perusahaan pelat merah yang bersifat internasional.
Dia menuturkan bahwa Telkom Group saat ini merupakan operator telko terbesar di Indonesia. Alhasil, Telkom beradaptasi dengan standar-standar internasional dan best practices yang berlaku pada industri telko internasional.
Agung mengatakan efisiensi yang dilakukan Telkom bukanlah karena disrupsi AI. Melainkan, imbas Telkom Group yang melakukan pemisahan segmen usaha (spin-off) fixed-mobile convergence (FMC) IndiHome ke Telkomsel.
“Yang tahun ini terjadi, pengokohan FMC dengan bergabungnya Indihome dengan Telkomsel. Dari hal ini terjadi efisiensi dari sisi infrastruktur maupun SDM [sumber daya manusia],” kata Agung kepada Bisnis, Selasa (27/8/2024).
Sebelumnya, McKinsey, sebuah perusahaan konsultan multinasional, menyampaikan bahwa potensi sinergi dari fixed mobile convergence (FMC) Telkom mencapai Rp5 triliun- Rp6 triliun per tahun.
Tidak hanya pemasukan, sinergi juga akan melahirkan efisiensi biaya operasional hingga Rp1,6 triliun - Rp1,9 triliun per tahun, kemudian untuk efisiensi belanja modal sebesar Rp0,3 triliun - Rp0,4 triliun.
Nilai efisiensi tersebut disinyalir hadir dari langkah perampingan di sisi tenaga pelayanan dan pemasaran juga kontrak kerja sama.
Agung menuturkan bahwa efisiensi yang dilakukan Telkom merupakan konsekuensi logis dari aksi korporasi.
“Menurut pendapat dan prakiraan saya, program pensiun dini terkait erat dengan FMC. Jika dilihat dari berita-berita laporan keuangan, industri telko masih menguntungkan,” ungkapnya.
Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan efisiensi terkait dengan kematangan talenta digital Telkom untuk menggantikan peran beberapa pegawai.
“Telkom akan diisi oleh talenta digital, transformasi digital pada hampir semua bidang tentunya ingin diraih Telkom dengan memberikan kesempatan untuk formasi oleh talenta digital untuk menjalankan visi dan misi Telkom,” kata Ian.
Menurut Ian, mayoritas talenta digital saat ini sudah dibekali akan pengetahuan tentang Internet of Things (IoT), Big Data, Data Science, hingga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Jadi [talenta digital] tidak mulai dari awal, atau belajar lagi untuk teknologi yang ada saat ini serta tantangan ke depan,” ujarnya.
Bisnis mencoba bertanya kepada Telkom perihal alasan Program Pensiun Dini baru diterapkan saat ini. Hingga berita ini diturunkan Telkom tidak menjawab.
Sebelumnya diberitakan, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi mengatakan bahwa laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Telkom sedikit mengalami penurunan akibat adanya inisiasi program pensiun dini yang diikuti oleh kurang lebih 1.008 karyawan pada semester I/2024.
“Mendorong perusahaan jauh ramping dan meningkatkan talenta digital, efeknya efisiensi,” kata Heri dalam acara paparan publik pada Senin (26/8/2024).
Menurutnya, program pensiun dini juga dilakukan sebagai bagian dari strategi pengendalian kompetensi di Telkom. Sekaligus, membuka ruang dan mendukung talenta digital.
Namun, program pensiun dini yang telah dijalankan pada semester I/2024 tidak akan dilanjutkan pada paruh kedua tahun ini. Adapun, dengan mengeluarkan perhitungan program pensiun dini, normalisasi EBITDA tumbuh 1,9% secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar Rp39,1 triliun pada semester I/2024 dengan EBITDA margin 51,9%.
Telkom (TLKM) Pensiun Dini 1.008 Karyawan, Ini Dampaknya pada Kinerja Keuangan
Program Pensiun Dini yang membuat Telkom menanggung beban yang lebih ringan sekaligus meningkatkan porsi talenta digital [388] url asal
#telkom #tlkm #pensiun-dini #telkom-phk-1-008-karyawan #kinerja-keuangan-telkom #telkom-tlkm-pensiun-dini-1-008-karyawan #ini-dampaknya-pada-kinerja-keuangan
(Bisnis.Com - Teknologi) 27/08/24 09:12
v/14765010/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melakukan perampingan pada semester I/2024 dengan melakukan pensiun dini terhadap 1.008 karyawan. Langkah tersebut membuat beban Telkom menjadi lebih ringan.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi mengatakan dengan program pensiun dini, normalisasi EBITDA tumbuh 1,9% secara tahunan (year on year/yoy) sebesar Rp39,1 triliun pada semester I/2024 dengan EBITDA margin 51,9%.
TLKM juga mencatat laba bersih operasi sebesar Rp13 triliun atau tumbuh 4,2% yoy dengan margin 17,3%. Lalu, pendapatan tumbuh 2,5% yoy menjadi Rp75,3 triliun pada semester I/2024.
Heri juga mengatakan bahwa pensiun dini dilakukan untuk meningkatkan jumlah talenta digital. Telkom memangkas sejumlah karyawan lama untuk kemudian digantikan dengan tenaga baru.
“Mendorong perusahaan jauh ramping dan meningkatkan talenta digital, efeknya efisiensi," ujar Heri dalam acara public expose pada Senin (26/8/2024).
Heri menuturkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Telkom sedikit mengalami penurunan akibat adanya inisiasi program pensiun dini yang diikuti oleh kurang lebih 1.008 karyawan pada semester I/2024.
Menurutnya, program pensiun dini juga dilakukan sebagai bagian dari strategi pengendalian kompetensi di Telkom. Meski begitu, program pensiun dini yang telah dijalankan pada semester I/2024 tidak akan dilanjutkan pada paruh kedua tahun ini.
Heri menambahkan perseroan juga berencana menebar dividen pada tahun ini, yang mengacu kepada guidence.
"Berkisar 70%-80% dari laba bersih, dengan fokus menaikan dividend per share," ujarnya.
Menurutnya, dalam menebar dividen, perseroan juga mempertimbangkan kebutuhan ekspansi, investasi, kinerja keuangan, serta aspirasi dari pemegang saham.
Adapun jika dilihat selama 10 tahun ke belakang, Telkom menjadi salah satu perusahaan yang tidak pernah absen membagikan dividen. Selain itu, dividend payout ratio TLKM juga tidak pernah kurang dari 60%.
Emiten pelat merah ini telah menebar dividen untuk tahun buku 2023 mencapai 72% dari laba bersihnya atau sejumlah Rp17,68 triliun kepada pemegang saham. Dividen yang ditebar itu setara dengan Rp178,5 per saham.
Mengacu pada tahun buku 2023, Telkom telah meraup laba bersih Rp24,56 triliun, naik 18,34% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, pendapatan Telkom meningkat 1,3% YoY menjadi Rp149,2 triliun pada 2023.
Pada tahun ini, hingga semester I/2024, TLKM telah meraup laba bersih Rp15,42 triliun, turun 8,31% YoY. Namun, pendapatannya naik 2,42% YoY menjadi Rp75,29 triliun pada semester I/2024.
[POPULER MONEY] Harga Pesawat Gulfstream G650 Bisa Beli 40 Pesawatnya Susi Air | Telkom Indonesia Pensiun Dini 1.008 Karyawan Halaman all
Harga Pesawat Gulfstream G650 Bisa Beli 40 Pesawatnya Susi Air hingga Telkom Indonesia Pensiun Dini 1.008 Karyawan jadi artikel populer Money Senin. Halaman all?page=all [432] url asal
#susi-air #pensiun-dini #telkom #gulfstream
(Kompas.com) 27/08/24 05:40
v/14770722/
1. Susi: Harga Pesawat Gulfstream G650 Bisa Beli 40 Pesawatnya Susi Air
Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti, menyoroti penggunaan jet pribadi Gulfstream G650ER yang kini ramai diperbincangkan di media sosial.
Susi tidak secara langsung menyebutkan harga pesawat tersebut, namun memberikan gambaran bahwa harga jet pribadi tersebut sangatlah mahal.
Menurut kalkulasi Susi, harga satu unit pesawat Gulfstream yang ramai dibicarakan itu setara dengan 40 pesawat Susi Air. Hal itu ia sampaikan saat membalas cuitan pengamat penerbangan, Alvin Lie di lini masa X.
"Harga pswt gulfstream G 659 bisa beli 40 pesawatnya Susiair," tulis Susi seperti dilihat pada Senin (26/8/2024).
Selengkapnya simak di sini
2. Telkom Indonesia Pensiun Dini 1.008 Karyawan
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) telah melakukan pensiun dini 1.008 karyawan sebagai bagian dari upaya efisiensi dan transformasi perusahaan.
Langkah ini berdampak pada pencapaian EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) perusahaan, meskipun dampaknya tergolong minimal.
Meskipun EBITDA mengalami sedikit penurunan akibat program pensiun dini tersebut, Telkom mencatat normalisasi EBITDA yang tetap tumbuh sebesar 1,9 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp 39,1 triliun dengan margin 51,9 persen. Jika perhitungan program pensiun dini dikeluarkan dari laporan, EBITDA tetap menunjukkan pertumbuhan yang stabil.
"Normalisasi EBITDA kami tumbuh sebesar 1,9 persen year on year dengan margin yang stabil di 51,9 persen dibandingkan kuartal pertama tahun 2024," ujar Direktur Keuangan Telkom Indonesia, Heri Supriadi, di Jakarta, Selasa (26/8/2024).
Baca selengkapnya di sini
3. Jarak Rumah ke Kantor Lebih dari 1.600 Km, CEO Baru Starbucks Dapat Fasilitas Jet Pribadi
Jarak Rumah ke Kantor Lebih dari 1.600 Km, CEO Baru Starbucks Dapat Fasilitas Jet Pribadi
Brian Niccol akan mulai menjabat sebagai CEO perusahaan pemilik jaringan gerai kopi Starbucks pada bulan depan.
Namun, Niccol tidak akan selalu hadir di kantor pusat Starbucks di Seattle, AS. Sebaliknya, Niccol akan bepergian setiap minggu dari rumahnya di Newport Beach, California ke Seattle.