#30 tag 24jam
Pabrik Tekstil Baleendah Bandung Kebakaran, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran hebat melanda pabrik tekstil di Rancamanyar, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (4/11/2024) siang. - Bagian all [138] url asal
#kebakaran #pabrik-tekstil #mesin-tenun #bandung
(iNews - Terkini) 04/11/24 13:39
v/17458720/
BANDUNG, iNews.id - Kebakaran hebat melanda pabrik tekstil di Rancamanyar, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (4/11/2024) siang. Api menghanguskan bangunan pabrik beserta mesin tenun.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 11.21 WIB dan langsung menerjunkan tim," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung, Imam Irianto.
Dia menyampaikan, sedikitnya 21 personel dan lima unit mobil pemadam serta satu unit rescue di kerahkan untuk memadamkan api.
"Kita turunkan personel dari Baleendah, kemudian yang terdekat dan dari Mako Soreang," ucapnya.
Personel di lokasi, kata dia berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke bagian lainnya. Kebakaran tersebut menghebohkan warga sekitar karena kobaran api disertai asap hitam membubung tinggi.
“Kami fokus pada pemadaman api yang mengeluarkan asap pekat,” katanya,
Sementara itu, mengenai penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. “Kami masih berusaha memadamkan api sebelum menyelidiki lebih lanjut,” ucapnya.
Editor: Kurnia Illahi
Esai Foto: Menenun Asa di Bumi Flobamora - kumparan.com
Esai Foto: Menenun Asa di Bumi Flobamora [508] url asal
#galeri-foto #foto #tenun #malaysia #tppo #news #kemensos #kupang
(Kumparan.com - News) 26/10/24 09:50
v/17010235/
Di tengah hari yang cerah, Regina Siki mengoperasikan alat tenun kayu miliknya di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT). Helai demi helai benang ia tenun hingga hampir membentuk kain indah khas Bumi Flobamora itu.
Tak hanya menenun, Regina juga telah membuka usaha dagang sayuran di warung yang ia bangun sejak 2012. Sebelumnya, tak terpikirkan oleh Regina untuk mencari penghidupan di kampung halamannya. Karena pilihan lapangan kerja yang minim, angan menjadi TKI di Malaysia jamak terpikirkan oleh warga di Kefamenanu, termasuk Regina.
Rupanya janji gaji besar bekerja di Negeri Jiran hanya sebatas bualan para makelar tenaga kerja. Alih-alih meraup uang banyak, Regina justru mendapat perlakuan tak manusiawi saat bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Gajinya pun dipotong banyak oleh majikan.
Kapok dengan pengalaman kelam itu, Regina akhirnya memutuskan pulang ke NTT. Ia mulai berusaha dengan membuka warung sayur bermodal sisa uang tabungan. Meski sempat tertatih, warung Regina pun perlahan terus meningkat omzetnya.
Sebelas tahun berlalu, kasih Tuhan menyapa Regina melalui program pemberdayaan eks korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan pekerja migran Indonesia (PMI) bermasalah dari Kementerian Sosial.
Dari program itu, Regina tak hanya mendapatkan pelatihan keterampilan, tetapi juga modal usaha sekitar Rp 13 juta. "Dari uang itu saya manfaatkan untuk mengembangkan warung dan mewujudkan mimpi lama saya sebagai penenun kain," kata Regina.
Usaha kerasnya itu kini menuai senyum. Bahkan, dua anaknya bisa kuliah dari hasil warung dan menenun itu.
Setali tiga uang, Yohanis Nismeto juga membangun mimpinya kembali di Kupang setelah perjalanan delapan tahunnya bekerja di Malaysia berakhir di penjara. Pria 38 tahun itu sangat geram karena paspor serta visa kerjanya sudah lama kedaluwarsa tidak diperpanjang oleh agen penyalurnya. Padahal, itu adalah kewajiban agen sesuai perjanjian di surat kontrak kerja.
Pemerintah Indonesia akhirnya merangkul Yohanis usai bebas dari penjara Malaysia. Kementerian Sosial melalui Sentra Efata Kupang menjemput dan membawanya pulang ke Tanah Air.
Namun, ia tidak langsung pulang ke kampungnya di Amfoang, wilayah NTT yang berbatasan dengan Distrik Oekusi Ambeno, Timor Leste. Dia dibawa ke pusat rehabilitasi dan pelatihan Kemensos di Naibonat, Kabupaten Kupang.
Di tempat itu ia direhabilitasi dan dilatih keterampilan agar dapat bangkit setelah melalui masa kelam di Malaysia. Selama sebulan dia mendapat pelatihan pertanian, perbengkelan hingga peternakan.
Setelah mencoba belajar sejumlah bidang keterampilan, Yohanis akhirnya memutuskan memilih beternak ayam sebagai bidang usaha di kampungnya. Yohanis bermunajat agar kelak rencana peternakannya dapat sukses di Amfoang sehingga ia tidak perlu lagi merantau ke luar negeri untuk meraih pundi rezeki.
Sementara itu, Kementerian Sosial melalui Sentra Efata Kupang telah merehabilitasi 46 eks korban TPPO dan pekerja bermasalah asal NTT baik yang bekerja di dalam maupun luar negeri sejak 2023.
Ketua Kelompok Kerja Klaster Bencana Sentra Efata Kupang Muhammad Saibuddin mengatakan, para penerima manfaat tersebut mendapatkan pendampingan selama setahun sejak mendapatkan bantuan modal.
"Setiap tiga bulan sekali kami mengevaluasi perkembangan mereka," kata Muhammad.
Dengan pendidikan yang rendah ditambah tanpa punya ketrampilan khusus, eks buruh migran yang sudah pulang ke NTT ini berpotensi kembali merantau ke luar daerah. Sehingga, Muhammad berharap para penerima manfaat bantuan Kemensos dapat berhasil dan mandiri dengan ketrampilan baru yang mereka miliki.
Sandiaga Uno Apresiasi Makanan dengan Kemasan Batik
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengapresiasi makanan dengan kemasan berdesain wastra (kain tradisional) Indonesia, yaitu batik dan tenun. Sandiaga berharap generasi muda memiliki [487] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #wastra #batik #tenun #songket #megamendung #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 17/10/24 02:36
v/16581147/
JAKARTA, investor.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengapresiasi makanan dengan kemasan berdesain wastra (kain tradisional) Indonesia, yaitu batik dan tenun. Sandiaga berharap generasi muda memiliki kebanggaan dan tergerak untuk turut melestarikan dan mempromosikan batik dan tenun sebagai warisan budaya Indonesia.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif kemasan berdesain batik yang mengajak kita semua untuk lebih menghargai dan merayakan keberagaman budaya Indonesia, khususnya kain batik yang telah diakui oleh UNESCO sejak tahun 2009. Kami berharap inisiatif ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama generasi muda, agar memiliki kebanggaan dan tergerak untuk turut melestarikan dan mempromosikan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Dengan melestarikan batik, kita juga menjaga kearifan lokal yang bisa menjadi sumber inspirasi dan inovasi bagi generasi mendatang,” kata Sandiaga saat memberikan sambutan dalam peluncuran Oreo dengan kemasan berdesain wastra Indonesia, batik dan tenun secara daring, Selasa (15/10/2024).
Head of Corporate Communications and Government Affairs Mondelez Indonesia, Khrisma Fitriasari menjelaskan, peluncuran edisi spesial Oreo Batik ini merupakan salah satu wujud komitmen berkelanjutan Mondelez Indonesia untuk selalu berinovasi dengan menonjolkan kearifan budaya dan mendukung industri lokal.
“Kami pun turut berbangga bahwa setiap keping Oreo yang dinikmati di 40 negara di Asia Pasifik, Timur Tengah dan termasuk Jepang, Australia dan Selandia Baru, merupakan sebuah persembahan dari Indonesia, dibuat oleh orang Indonesia dan untuk dinikmati orang Indonesia dan dunia,” jelas Khrisma.
Empat Wastra
Lebih lanjut mengenai edisi spesial Oreo Batik, Senior Marketing Manager Biscuits Mondelez Indonesia Dian Ramadianti menambahkan bahwa dalam edisi spesialnya kali ini, setiap kemasan Oreo akan diperkaya dengan corak wastra yang mewakili empat wilayah di Indonesia, yakni Batik Mega Mendung dari Cirebon pada Oreo varian rasa original, Kain Songket dari Palembang pada Oreo varian rasa Strawberry, Tenun Sengkang dari Makassar pada Oreo varian rasa Blueberry, dan Tenun Endek dari Bali pada Oreo varian rasa Coklat.
Selain itu, untuk menjelajah kekayaan tradisi dan budaya Indonesia lebih jauh, khususnya terkait batik, Oreo pun turut menggandeng perancang busana Era Soekamto yang merupakan tokoh ternama di dunia mode Indonesia.
Era Soekamto mengatakan bahwa batik dan wastra Indonesia merupakan salah satu bukti nyata perjalanan panjang keragaman budaya Indonesia.
“Layaknya wastra Nusantara, dalam setiap motifnya tersimpan kelestarian dan kesadaran terhadap nilai-nilai luhur budaya yang bisa menyatukan Indonesia. Saya berharap hadirnya Oreo edisi spesial ini bisa menjadi daya tarik bagi lebih banyak masyarakat Indonesia untuk merayakan keberagaman, sekaligus lebih mengenal dan memperkuat rasa kepemilikan pada warisan budaya Indonesia,” ungkap Era Soekamto.
Senada dengan Era Soekamto, Nadine Chandrawinata selaku kain tradisional enthusiast pun berharap agar edisi spesial ini bisa menjadi inspirasi bagi setiap orang untuk menumbuhkan kebanggaan akan warisan budaya mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.
“Sambil membangun kedekatan keluarga, kita bisa mengajak anak untuk mulai mengenal warisan budaya Indonesia seperti batik. Terlebih, anak-anak pun sudah sangat familiar dengan ragam dan keseruan yang selalu dihadirkan Oreo,” kata Nadine.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Desa Devisa Tenun, Sagu dan Kopi Gayo Jadi Penggerak Ekspor Indonesia - kumparan.com
Desa devisi tenun, sagu, dan kopi gayo menjadi penggerak ekspor Indonesia. [855] url asal
#desa #tenun #sagu #kopi #ekspor
(Kumparan.com - Bisnis) 02/10/24 11:11
v/15854308/
Indonesia memiliki beragam produk unggulan lokal dengan potensi besar untuk menembus pasar ekspor global, di antaranya kain tenun Palembang, sagu dari Kepulauan Meranti, dan kopi Gayo asal Aceh.
Dengan potensi produksi dan permintaan global yang terus meningkat, kain tenun, sagu, dan kopi Gayo diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekspor baru bagi Indonesia, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Capaian pemerintah dalam mendorong ekspor kain tenun, sagu, dan kopi tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah oleh LPEI, Pada tahun 2023, Peningkatan ekspor tenun tertinggi masih dicatatkan dengan negara tujuan ke Arab Saudi naik USD 12,25 juta, Uni Emirat Arab naik USD 10,71 juta, Meksiko naik USD 5,22 juta, India naik USD 4,72 juta, dan Filipina naik USD 1,97 juta.
Indonesia paling banyak mengekspor jenis kain tenun berupa kain tenunan dari benang filamen sintetik (50,64 persen), kain tenunan lainnya dari serat stapel sintetik (13,77 persen), serta kain tenunan dari < 85 persen serat stapel sintetik, dicampur dengan kapas (8,27 persen).
Sementara itu, nilai ekspor sagu Indonesia meningkat tajam sebesar 134,40 persen yoy pada 2023, sejalan dengan volume ekspor yang meningkat 164,86 persen yoy. Peningkatan ini terutama dipicu oleh tingginya permintaan dari Tiongkok, Malaysia, Taiwan, Filipina, dan Singapura. Sagu menarik perhatian pasar global karena sifatnya yang non-GMO dan bebas gluten sehingga menarik konsumen yang peduli dengan kesehatan.
Di sisi lain, pada periode Januari-Juni 2024, nilai ekspor kopi meningkat sebesar 10,79 persen yoy, hal ini menunjukkan adanya pengaruh positif dari kenaikan harga kopi di pasar global. Ekspor kopi ke sejumlah negara masih mencatatkan peningkatan, tertinggi ke Thailand naik USD 26,75 juta, diikuti ke Filipina naik USD 10,88 juta, Malaysia naik USD 9,02 juta, Uni Emirat Arab naik USD 6,38 juta), dan Armenia naik USD 4,53 juta.
Produk unggulan seperti tenun Palembang, Sagu dari Kepulauan Meranti, dan Kopi Gayo asal Bener Meriah, Aceh memiliki potensi untuk tembus pasar ekspor dalam dua tahun mendatang.
Untuk terus mendorong ekspor tiga komoditas tersebut, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menetapkan tiga program Desa Devisa di wilayah Sumatera Selatan, Riau, dan Aceh melalui program Special Mission Vehicle (SMV) Icon pada 29 Agustus 2024 lalu.
Kepala Kanwil DJKN Sumsel, Jambi, dan Bangka Belitung Kementerian Keuangan, Ferdinan Lengkong mengatakan program SMV Icon merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mencapai tujuan-tujuan ekonomi nasional, dalam hal ini mendorong potensi desa untuk dapat menembus pasar ekspor melalui kegiatan Desa Devisa LPEI.
Inisiasi Desa Devisa ini merupakan langkah strategis yang akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, terutama di wilayah Sumatera Selatan, Riau, dan Aceh.
“Desa Devisa dalam program SMV Icon bertujuan untuk meningkatkan ekspor dan penetapan devisa yang berkelanjutan, diharapkan tentunya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga pengrajin serta berperan dalam ekspor global. Program ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat kapasitas ekspor daerah melalui pengembangan produk unggulan desa-desa tersebut,” kata Ferdinan Lengkong.
Kepala Departemen Jasa Konsultasi UKM LPEI, Nilla Meidhita, mengatakan Program Desa Devisa bertujuan untuk mendorong ekspor produk lokal, meningkatkan devisa negara, serta kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dengan pendampingan dan pelatihan yang diberikan oleh LPEI, diharapkan produk-produk UMKM dapat memenuhi standar ekspor dan bersaing di pasar global.
“LPEI memberikan serangkaian pelatihan dan pendampingan holistik sehingga LPEI tidak hanya memberikan pengetahuan yang mendalam kepada peserta, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan ekspor secara lebih terstruktur dan profesional, sekaligus mendukung pengembangan potensi komoditas desa menuju pasar internasional,” kata Nilla.
Pemerintah melalui LPEI terus mendorong Desa Devisa untuk meningkatkan ekspor Indonesia. Capaian pemerintah untuk terus mendorong Desa Devisa mulai menuai hasil yang baik. Sejak 2020 hingga Agustus 2024, akumulasi jumlah Desa Devisa LPEI mencapai 1.545 Desa Devisa yang tersebar di seluruh Indonesia dengan melibatkan 134.918 petani, nelayan,pengrajin, dan warga lainnya. Terdapat 23 komoditas ekspor unggulan Desa Devisa antara lain kopi, rumput laut, kakao, gula aren, dan kerajinan.
Desa Devisa Tenun Palembang meliputi 6 desa dengan jumlah 20 pengrajin yang mempekerjakan sekitar 300 orang pekerja. Desa Devisa Tenun Palembang memiliki kapasitas produksi 600 lembar kain per tahun dengan omzet Rp 1,3 miliar.
Melalui program Desa Devisa, LPEI memberikan pendampingan berupa pelatihan peningkatan kualitas produk, pengembangan desain yang sesuai dengan tren pasar global, serta melakukan pendampingan agar tenun Palembang dapat melakukan ekspor ke pasar internasional seperti Amerika Serikat.
Desa Devisa Sagu dari Kepulauan Meranti terdiri dari 16 desa dengan melibatkan lebih dari 6.000 petani. Dengan kapasitas produksi mencapai 1.000 ton per bulan, program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk sagu di pasar internasional melalui peningkatan kualitas, diversifikasi produk, dan penerapan standar mutu global sehingga Desa Devisa Sagu Meranti diharapkan dapat menembus pasar ekspor negara kawasan seperti Malaysia dan Singapura.
Sementara Desa Devisa Kopi Gayo asal Bener Meriah, Aceh, meliputi 220 desa dengan total lahan seluas 192 hektar yang menghasilkan 134,4 ton dengan potensi penjualan mencapai Rp 14,1 miliar. Untuk memperkuat daya saing dan memastikan keberlanjutan, Kementerian Keuangan, LPEI, dan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah membentuk Koperasi Panca Gayo Aceh sebagai off-taker kopi gayo untuk dapat menembus pasar kopi dunia.
Desa Devisa Tenun, Sagu, dan Kopi Gayo Jadi Motor Penggerak Ekspor Indonesia
Dengan potensi produksi dan permintaan global yang terus meningkat, kain tenun, sagu, dan kopi Gayo diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekspor baru. [853] url asal
#desa-devisa #desa-devisa-tenun #desa-devisa-sagu #desa-devisa-kopi-gayo #desa-devisa-ekspor #lpei #eximbank
(IDX-Channel - Economics) 25/09/24 15:00
v/15540456/
IDXChannel – Indonesia memiliki beragam produk unggulan lokal dengan potensi besar untuk menembus pasar ekspor global, di antaranya kain tenun Palembang, sagu dari Kepulauan Meranti, dan kopi Gayo asal Aceh.
Dengan potensi produksi dan permintaan global yang terus meningkat, kain tenun, sagu, dan kopi Gayo diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekspor baru bagi Indonesia, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Capaian pemerintah dalam mendorong ekspor kain tenun, sagu, dan kopi tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah oleh LPEI, Pada tahun 2023, Peningkatan ekspor tenun tertinggi masih dicatatkan dengan negara tujuan ke Arab Saudi (naik USD12,25 juta), Uni Emirat Arab (naik USD10,71 juta), Meksiko (naik USD5,22 juta), India (naik USD4,72 juta), dan Filipina (naik USD1,97 juta).
Indonesia paling banyak mengekspor jenis kain tenun berupa Kain tenunan dari benang filamen sintetik (50,64 persen), kain tenunan lainnya dari serat stapel sintetik (13,77 persen) serta kain tenunan dari < 85 persen serat stapel sintetik, dicampur dengan kapas (8,27 persen).
Sementara itu, nilai ekspor sagu Indonesia meningkat tajam sebesar 134,40 persen YoY pada tahun 2023, sejalan dengan volume ekspor yang meningkat 164,86 persen YoY. Peningkatan ini terutama dipicu oleh tingginya permintaan dari China, Malaysia, Taiwan, Filipina, dan Singapura. Sagu menarik perhatian pasar global karena sifatnya yang non-GMO dan bebas gluten sehingga menarik konsumen yang peduli dengan kesehatan.
Di sisi lain, pada periode Januari-Juni 2024, nilai ekspor kopi meningkat sebesar 10,79 persen YoY, hal ini menunjukkan adanya pengaruh positif dari kenaikan harga kopi di pasar global. Ekspor kopi ke sejumlah negara masih mencatatkan peningkatan, tertinggi ke Thailand (naik USD26,75 juta), diikuti ke Filipina (naik USD10,88 juta), Malaysia (naik USD9,02 juta), Uni Emirat Arab (naik USD6,38 juta), dan Armenia (naik USD4,53 juta).
Produk unggulan seperti tenun Palembang, Sagu dari Kepulauan Meranti, dan Kopi Gayo asal Bener Meriah, Aceh memiliki potensi untuk tembus pasar ekspor dalam dua tahun mendatang. Untuk terus mendorong ekspor tiga komoditas tersebut, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menetapkan tiga program Desa Devisa di wilayah Sumatera Selatan, Riau, dan Aceh melalui program Special Mission Vehicle (SMV) Icon pada 29 Agustus 2024 lalu.
Kepala Kanwil DJKN Sumsel, Jambi, dan Bangka Belitung Kementerian Keuangan Ferdinan Lengkong mengatakan, program SMV Icon merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mencapai tujuan-tujuan ekonomi nasional, dalam hal ini mendorong potensi desa untuk dapat menembus pasar ekspor melalui kegiatan Desa Devisa LPEI. Inisiasi Desa Devisa ini merupakan langkah strategis yang akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, terutama di wilayah Sumatera Selatan, Riau, dan Aceh.
“Desa Devisa dalam program SMV Icon bertujuan untuk meningkatkan ekspor dan penetapan devisa yang berkelanjutan, diharapkan tentunya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rumah tangga pengrajin serta berperan dalam ekspor global. Program ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat kapasitas ekspor daerah melalui pengembangan produk unggulan desa-desa tersebut,” kata Ferdinan dalam keterangan resminya, Rabu (25/9/2024).
Kepala Departemen Jasa Konsultasi UKM LPEI Nilla Meidhita menyampaikan, Program Desa Devisa bertujuan untuk mendorong ekspor produk lokal, meningkatkan devisa negara, serta kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dengan pendampingan dan pelatihan yang diberikan oleh LPEI, diharapkan produk-produk UMKM dapat memenuhi standar ekspor dan bersaing di pasar global.
“LPEI memberikan serangkaian pelatihan dan pendampingan holistik sehingga LPEI tidak hanya memberikan pengetahuan yang mendalam kepada peserta, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan ekspor secara lebih terstruktur dan profesional, sekaligus mendukung pengembangan potensi komoditas desa menuju pasar internasional,” kata Nilla.
Pemerintah melalui LPEI terus mendorong Desa Devisa untuk meningkatkan ekspor Indonesia. Capaian pemerintah untuk terus mendorong Desa Devisa mulai menuai hasil yang baik. Sejak 2020 hingga Agustus 2024, akumulasi jumlah Desa Devisa LPEI mencapai 1.545 Desa Devisa yang tersebar di seluruh Indonesia dengan melibatkan 134.918 petani, nelayan, pengrajin, dan warga lainnya. Terdapat 23 komoditas ekspor unggulan Desa Devisa antara lain kopi, rumput laut, kakao, gula aren, dan kerajinan.
Desa Devisa Tenun Palembang meliputi enam desa dengan jumlah 20 pengrajin yang mempekerjakan sekitar 300 orang pekerja. Desa Devisa Tenun Palembang memiliki kapasitas produksi 600 lembar kain per tahun dengan omzet Rp1,3 miliar.
Melalui program Desa Devisa, LPEI memberikan pendampingan berupa pelatihan peningkatan kualitas produk, pengembangan desain yang sesuai dengan tren pasar global, serta melakukan pendampingan agar tenun Palembang dapat melakukan ekspor ke pasar internasional seperti Amerika Serikat.
Desa Devisa Sagu dari Kepulauan Meranti terdiri dari 16 desa dengan melibatkan lebih dari 6.000 petani. Dengan kapasitas produksi mencapai 1.000 ton per bulan, program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk sagu di pasar internasional melalui peningkatan kualitas, diversifikasi produk, dan penerapan standar mutu global sehingga Desa Devisa Sagu Meranti diharapkan dapat menembus pasar ekspor negara kawasan seperti Malaysia dan Singapura.
Sementara Desa Devisa Kopi Gayo asal Bener Meriah, Aceh, meliputi 220 desa dengan total lahan seluas 192 hektar yang menghasilkan 134,4 ton dengan potensi penjualan mencapai Rp14,1 miliar. Untuk memperkuat daya saing dan memastikan keberlanjutan, Kementerian Keuangan, LPEI, dan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah membentuk Koperasi Panca Gayo Aceh sebagai off-taker kopi gayo untuk dapat menembus pasar kopi dunia.
(Dhera Arizona)
PKW Tekun Tenun dan Kriya Bakal Tampil di Pameran Kriyanusa 2024
Pameran kali ini bakal mengangkat tema “Perajin Muda Lestarikan Warisan Budaya”. [421] url asal
#pameran-kriyanusa #kriyanusa #tenun #pameran #kebudayaan #kriya #perajin #pendidikan-vokasi #kemendikbudristek #pendidikan-kecakapan-wirausaha #kursus #nahdiana
(MedCom) 24/08/24 22:08
v/14663272/
Jakarta: Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2024 kembali digelar pada 28 Agustus hingga 1 September 2024. Pameran kali ini bakal mengangkat tema “Perajin Muda Lestarikan Warisan Budaya”.Kriyanusa tahun ini akan fokus menampilkan perajin muda dan produksi hasil karyanya yang telah dikurasi. Pameran ini diselenggarakan bertujuan untuk menjaga keberlangsungan produksi kriya khas Indonesia, meningkatkan pangsa pasar produk industri kreatif Indonesia baik di dalam maupun luar negeri, serta untuk mempromosikan hasil kerajinan daerah dari seluruh Indonesia yang bekerja sama dengan Dekranasda.
Bertempat di Hall A dan Hall B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Kriyanusa 2024 yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), akan kembali menghadirkan Pameran Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun dan Kriya, yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek.
“Program PKW Tekun Tenun dan Kriya merupakan program yang memberikan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan modal usaha bagi anak-anak Indonesia sebagai bekal berwirausaha di bidang kerajinan tangan tenun dan kriya," kata Direktur Kursus dan Pelatihan, Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Nahdiana dalam siaran persnya, di Jakarta, Sabtu, 24 Agustus 2024.
Program ini fokus pada upaya melahirkan para usahawan muda melalui pengembangan keahlian kerajinan tangan dan kekayaan budaya yang berasal dari daerah-daerah seluruh pelosok negeri.
Karya-karya para perajin muda lulusan program PKW Tekun Tenun dan Kriya yang akan dihadirkan pada Kriyanusa 2024 ini, merupakan produk kekayaan warisan budaya yang berasal dari wilayah Indonesia Barat, Tengah dan Timur.
Pameran ini merupakan pameran yang mewakili 4.699 generasi muda dari 19 Provinsi di seluruh Indonesia yang telah berhasil mengikuti program PKW Tekun Tenun dan Kriya sejak 2020. Melalui program yang telah menghasilkan 2.284 rintisan usaha/pengusaha baru ini, pengembangan kerajinan tradisi telah berjalan dengan kurikulum yang mendorong peningkatan kecakapan daya saing kreasi generasi perajin muda, yang membangkitkan geliat motivasi dan inovasi hasil tenun dan kriya, serta memperkuat upaya regenerasi perajin muda dari generasi perajin para pendahulunya.
Kriyanusa 2024 dimeriahkan dengan kegiatan talkshow, fashion show, seni tari, musik serta pameran beragam wastra Nusantara. Memamerkan aneka kain tradisional dengan makna dan simbol yang mengacu pada dimensi warna, bahan dan ukurannya seperti batik, tenun songket dan sebagainya.
Pameran ini menyusul keberhasilan Kriyanusa 2023 lalu yang dibuka resmi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Kriyanusa 2023 sukses mencatat kehadiran 46.795 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 20 Milyar dari 307 booth peserta yang mengisi pameran dari perajin binaan Dekranas/Dekranasda seluruh Indonesia serta binaan Kementerian, Lembaga dan BUMN.
| Baca juga: Keren! Busana Karya Siswa SMK Bakal Tampil di Front Row Paris 2024 |
(CEU)
Pameran Kriyanusa 2024 Siap Digelar, Catat Tanggal dan Lokasinya
Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2024 kembali digelar pada 28 Agustus hingga 1 September 2024 mendatang di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. [371] url asal
#pameran-tenun #kriyanusa #pameran-kriyanusa-2024 #pameran-industri-kreatif
(MedCom) 24/08/24 21:58
v/14663279/
Jakarta: Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2024 kembali digelar pada 28 Agustus hingga 1 September 2024 mendatang di hall A dan hall B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.Kriyanusa tahun ini mengusung tema 'Perajin Muda Lestarikan Warisan Budaya' yang akan fokus menampilkan perajin muda dan produksi hasil karyanya yang telah dikurasi.
Pameran ini diselenggarakan bertujuan untuk menjaga keberlangsungan produksi kriya khas Indonesia, meningkatkan pangsa pasar produk industri kreatif Indonesia baik di dalam maupun luar negeri, serta untuk mempromosikan hasil kerajinan daerah dari seluruh Indonesia yang melibatkan Dekranasda.
"Pameran ini juga kembali menghadirkan Pameran Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun dan Kriya yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek," demikian keterangan resmi Kriyanusa 2024.
Program PKW Tekun Tenun dan Kriya yang pertama kali dijalankan pada 2020 ini merupakan program yang memberikan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan modal usaha bagi anak-anak Indonesia sebagai bekal berwirausaha di bidang kerajinan tangan tenun dan kriya.
Karya-karya para perajin muda lulusan program PKW Tekun Tenun dan Kriya yang akan dihadirkan pada Kriyanusa 2024 ini merupakan produk kekayaan warisan budaya yang berasal dari wilayah Indonesia Barat, Tengah dan Timur.
| Baca juga: Iriana Minta Kerajinan Mama Papua Terus Dibina |
Pameran ini merupakan pameran yang akan mewakili 4.699 generasi muda dari 19 Provinsi di seluruh Indonesia yang telah berhasil mengikuti program PKW Tekun Tenun dan Kriya sejak 2020.

Program yang telah menghasilkan 2.284 rintisan usaha/pengusaha baru ini, pengembangan kerajinan tradisi telah berjalan dengan kurikulum yang mendorong peningkatan kecakapan daya saing kreasi generasi perajin muda yang membangkitkan geliat motivasi dan inovasi hasil tenun dan kriya, yang memperkuat upaya regenerasi perajin muda dari generasi perajin para pendahulunya.
Kriyanusa 2024 dimeriahkan dengan kegiatan talkshow, fashion show, seni tari, musik serta pameran beragam wastra Nusantara yang akan memamerkan aneka kain tradisional dengan makna dan simbol yang mengacu pada dimensi warna, bahan dan ukurannya seperti batik, tenun songket dan sebagainya.
Pameran ini diharapkan melampaui keberhasilan Kriyanusa 2023 yang dibuka oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Kriyanusa 2023 mendatangkan 46.795 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 20 Milyar dari 307 booth peserta yang mengisi pameran dari perajin binaan Dekranas/Dekranasda seluruh Indonesia serta binaan Kementerian, Lembaga dan BUMN.
(PRI)
Koleksi #NowPlaying Lakon Store 2024, Terinspirasi Film Fantasi Hingga Horor
Tahun ini, enam brand lokal yang terpilih untuk berkolaborasi adalah Fuguku, Bertjorak, Earth Major, Toba Tenun, Sroja, dan Rajoet. [979] url asal
#peragaan-busana #jf3 #fashion-show #jf3-fashion-festival-2024 #lakon-store #sroja #toba-tenun #bertjorak #fuguku #rajoet #earth-major
(Kompas.com) 04/08/24 14:12
v/13242758/
KOMPAS.com – Fashion bisa terinspirasi dari banyak hal, dari budaya, iklim, hingga kostum film. Contoh untuk yang terakhir ini adalah koleksi dari enam brand lokal di bawah Lakon Store yang mengangkat tema film untuk fashion show tahunan ke-tiga mereka yang bertajuk #NowPlaying.
Tahun ini, enam brand lokal yang terpilih untuk berkolaborasi adalah Fuguku, Bertjorak, Earth Major, Toba Tenun, Sroja, dan Rajoet.
Dalam pagelaran Sabtu sore (3/8/2024) di JF3 Fashion Tent, Summarecon Mall Serpong, ditampilkan 72 koleksi ready-to-wear, terdiri dari busana pria dan wanita, di mana setiap brand mewakili genre film atau serial yang berbeda, membawa kita bernostalgia bersama.
Dalam koleksi ini terlihat bahwa setiap brand menggabungkan karakter desain masing-masing dengan film yang menjadi tema inspirasinya.
Oleh karena itu, presentasi menjadi hal penting untuk koleksi kali ini. Beberapa unsur komedi, musikal, fiksi, romansa, dan misteri yang menjadi inspirasi koleksi, menjadi bagian tidak terpisahkan dari pertunjukan.
Berikut deretan koleksinya
Fuguku
FUGUKU mempresentasikan koleksi dalam parade show LAKON Store #NowPlaying di hari kesembilan JF3 Fashion Festival 2024, Sabtu (3/8/2024) di Salsa Fashion Tent, Summarecon Mall Serpong.Brand Fuguku tampil dengan koleksi busana yang terinspirasi film Avatar. Busana yang ditampilkan menggambarkan lautan, hutan, hingga karakter burung-burung yang menjadi tunggangan di film tersebut.
Setiap kain yang digunakan dibuat bertekstur seperti bulu burung dan berasal dari bahan daur ulang atau recycle. Fuguku menggabungkan warna-warna cerah dalam koleksinya yang bernuansa fantasi, seperti halnya film Avatar yang didominasi suasana alam dan cahaya.
Bertjorak
Bertjorak mempresentasikan koleksi mereka dalam parade show Lakon Store #NowPlaying di hari kesembilan JF3 2024, pada Sabtu (3/8/2024), di Salsa Fashion Tent, Summarecon Mall Serpong.Brand Bertjork dikenal dengan koleksi yang memiliki warna berani. Brand ini menghadirkan busana yang terinspirasi serial drama berjudul Ugly Betty, dengan tokoh utama Betty La Fea atau Betty si jelek.
Betty dalam "Ugly Betty" adalah tokoh utama yang berwajah tidak cantik, berkacamata lebar dan berkawat gigi, namun bekerja di majalah fesyen yang sangat populer.
Menyesuaikan karakter tersebut, Bertjorak menghadirkan busana knitwear yang indah dan penuh warna, dengan ajakan agar setiap orang lebih percaya diri untuk tampil, tetap memukau, dan positif.
Dalam fashion show, para model menggambarkan karakter itu dengan raut muka dan tingkah orang-orang yang pemalu, kikuk, dan berjalan tergesa-gesa, namun berhasil tampil mencolok dengan busana yang dikenakannya.
Earth Major
Earth Major mempresentasikan koleksi mereka dalam parade show Lakon Store #NowPlaying di hari kesembilan JF3 2024, pada Sabtu (3/8/2024), di Salsa Fashion Tent, Summarecon Mall Serpong.Earth Major adalah merek fesyen siap pakai yang terinspirasi oleh tumbuhan, seni dan musik untuk menciptakan motif berani dengan warna-warna bernuansa bumi.
?Dalam koleksi yang ditampilkan di bawah bendera Lakon Store, brand ini merilis busana yang terpinspirasi dari film The Secret World of Arrietty, yang menceritakan petualangan gadis kurcaci yang bersahabat dengan seorang manusia.
Seperti kostum dalam film ini, Earth Major menghadirkan busana berpotongan longgar yang mengutamakan kenyamanan, konsep, dan fungsi.
Baik warna maupun cuttingnya mengingatkan pada imajinasi kita tentang dunia kurcaci yang imut dengan busana model layering berhiaskan rajutan dan sulaman berbentuk bunga-bunga.
Rajoet
Rajoet mempresentasikan koleksi mereka dalam parade show Lakon Store #NowPlaying di hari kesembilan JF3 2024, pada Sabtu (3/8/2024), di Salsa Fashion Tent, Summarecon Mall Serpong.Rajoet dikenal dari produk aksesoris seperti tas dan hiasannya yang terbuat dari rajutan benang. Untuk koleksi di JF3, brand menampilkan busana bergaya simpel, namun menjadi unik karena dihiasi rajutan di setiap potongnya.
Tas dan aksesori seperti sabuk yang terlihat dalam koleksi kali ini merupakan produk keahlian dari mitra pengrajin. Hasil akhirnya tidak hanya indah, tetapi juga ditenun dengan rapat dan dibuat tahan lama.
Tas-tas ini ditenun secara individual dengan tangan, dan memiliki gaya klasik agar selalu bisa mengikuti tren fesyen yang terus berubah.
Tobatenun
Toba Tenun mempresentasikan koleksi mereka dalam parade show Lakon Store #NowPlaying di hari kesembilan JF3 2024, pada Sabtu (3/8/2024), di Salsa Fashion Tent, Summarecon Mall Serpong. (3)Koleksi Tobatenun kali ini mengambil inspirasi dari film bergenre action, yakni Mulan, seorang pahlawan perempuan yang menggantikan ayahnya mengikuti wajib militer.
Dengan menggunakan pewarna alam, kain yang dihasilkan terkesan membumi, bergaya tradisional, namun berpotongan kekinian. Desain terusan, jaket, rok lebar, dan outer longgar seperti kimono memberi kesan nyaman dipakai, memudahkan bergerak, sekaligus kasual.
Lewat karyanya yang terinspirai pahlawan wanita ini, Tobatenun mempunyai tujuan untuk membangkitkan jiwa wirausaha sesama pembuat ulos di desa-desa adat di Sumatera Utara dan memberdayakan perempuan.
Sroja
Sroja mempresentasikan koleksi mereka dalam parade show Lakon Store #NowPlaying di hari kesembilan JF3 2024, pada Sabtu (3/8/2024), di Salsa Fashion Tent, Summarecon Mall SerponxSroja yang biasanyapenuh warna, kali ini menampilkan koleksi monokrom hitam putih dan merah, teinpirasi dari film horor yang akan tayang di Indonesia.
Nuansa magis musik seram dan suara tawa cekikikan menemani para model yang berjalan perlahan dengan tatapan kosong yang mencekam.
Sesuai dengan temanya, koleksi busananya didominasi warna putih, hitam, dan sedikit tambahan merah, dengan berbagai hiasan detail indah seperti renda-renda yang menambah kesan mistis.
Adapun Lakon Store adalah concept store yang berdedikasi untuk mendukung dan mempromosikan brand lokal
Indonesia. Setiap tahun, Lakon Store mengadakan fashion show dengan tema yang berbeda untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam dunia mode.
Seluruh koleksi dari acara ini akan dijual secara eksklusif hanya di Lakon Store, Summarecon Mall Kelapa Gading 5.
Membaca Ulang Warisan Budaya Tarutung di Selembar Ulos
Kain ulos di Tarutung menyimpan warisan budaya yang cukup kental, simak di sini [710] url asal
#ulos #tenun #pengrajin-ulos #pengrajin-tenun
(Bisnis.Com) 18/07/24 17:05
v/11198612/
Bisnis.com, JAKARTA - Nilai sebuah ulos tak hanya dilihat dari keindahan warna maupun ragam motifnya. Lebih dari itu, kekayaan ulos terletak pada cerita dibalik motif yang tertenun di permukaannya.
Pemikiran itu menjadi pegangan Renny Katrina Manurung dalam mengembangkan usaha tenun ulos, wastra khas Batak turunan ibundanya selama lebih dari satu dekade.
Renny mengatakan, banyak ulos yang beredar di pasaran dengan perpaduan motif yang serampangan. Menurutnya, hal tersebut lantaran minimnya pengetahuan penenun soal motif original peninggalan nenek moyang.
“Ibu saya juga begitu. Setelah banyak berinteraksi di pasar, jadi lebih sering menciptakan motif dari apa yang dilihatnya. Dulu, waktu gadis, masih motif-motif original yang ditenun. Pencampuran yang tidak pada tempatnya itu yang berpotensi bikin pasar tenun anjlok,” kata Renny saat ditemui Bisnis di Galeri Dame Ulos miliknya di Tarutung, Kab. Tapanuli Utara, Sumatra Utara beberapa waktu lalu.
Upaya Renny menghidupkan kembali motif-motif asli Tarutung yang telah lama hilang dari pandangan tak main-main. Perempuan asli Tarutung ini mengatakan, penelusuran sejarah adalah kunci dalam menghasilkan tenun ulos yang sarat makna.
Awalnya, Renny mengaku hanya menjual ulos dan mandar yang ditenun sendiri ibundanya lantaran saat itu pasar tenun di Tarutung sedang tak bergairah.
“Waktu itu tahun 2012, saya masih kuliah. Ada masa uang bulanan saya dari ibu di Tarutung, macet. Ibu bilang, uang tenun dari pengepul tenun ulos kami lagi macet,” kata dia.
Dia lantas menjajal penjualan tenun lewat media sosial facebook. Renny juga menyebut dirinya kerap meminta ibunya mengirimkan tenun ulos dari Tarutung ke Medan dengan menggunakan bus untuk dijual kembali. Komunitas demi komunitas disebut Renny jadi target pasarnya.
Renny bahkan mengakui pernah menawarkan tenun ulos tersebut secara door to door ke took-toko penjual kain sejenis di Medan. Melihat animo masyarakat yang cukup baik, sejak saat itu Renny meminta ibunya untuk tak lagi menjual tenun ke pengepul.
Legacy in Clothes
Orisinalitas ulos dan mandar yang diproduksi Dame Ulos dijaga Renny Katrina Manurung mulai dari proses pembuatannya.
Dia mengatakan, para penenun mitra dame Ulos yang tersebar di sekitaran Desa Huta Dame masih menggunakan kedokan atau alat tenun tradisional yang mengharuskan penenun duduk di bawah/ lantai selama menenun.
Sejak tahun 2015, akunya, Dame Ulos juga telah memulai penggunaan bahan-bahan dari alam untuk memberi warna yang alami pada benang yang ditenun penenun menjadi kain, seperti perendaman benang dengan lumpur untuk memberi warna hitam, atau kemiri untuk memberi warna kuning gading.
Renny mengungkapkan, upayanya menghidupkan kembali motif dan warna ulos peninggalan leluhur terbantu oleh buku ‘Legacy in Clothes’ yang dihadiahkan seorang antropolog Belanda kepadanya medio 2014 lalu.
Buku tersebut merupakan arsip sang antropolog yang mengulas ragam motif khas wastra warisan budaya khas Sumatra Utara, termasuk dari Tarutung.
Tak berhenti sampai di situ, kunjungan ke daerah-daerah di sekitaran Tarutung untuk menggali motif-motif lokal dari ingatan para tetua yang masih hidup juga rutin dilakukan Renny.
“Kami ingin membangun persepsi orang-orang ketika mendengar atau melihat nama Dame Ulos sebagai sesuatu yang sudah tidak terlihat dan diperlihatkan kembali’ lewat revitalisasi motif tradisi yang dikuatkan dengan warna alam itu,” jelasnya.
Saat ini ada sekitar 150 penenun di kawasan itu yang menjadi mitra Dame Ulos. Pembeli kain Dame Ulos dapat dengan mudah mengetahui maker atau penenun dari tiap kain karena ada label informasi yang disertakan kepada pembeli.
Dikatakan Renny, hal itu dilakukan Dame Ulos untuk menghargai penenun yang selama ini kerap dikesampingkan dari sebuah karya tenun.
Lebih jauh, Renny menyebut para penenun mitra tersebut juga mengetahui harga akhir kain bikinan mereka yang dijual Dame Ulos ke pembeli.
“Kami ingin membangun usaha tenun yang memanusiakan manusia. Harapannya para penenun memiliki wawasan juga soal perkembangan motif termasuk bea jasa pembuatannya,” jelas dia.
Tenun ulos dan mandar ‘Dame Ulos’ kini telah mendarat di beberapa benua. Renny menyebut dia memanfaatkan media sosial dan jejaring yang didapatnya dari pameran untuk memasarkan wastra kebanggaan suku Batak ini. Diakuinya, dalam sebulan Dame Ulos bisa meraup omzet hingga Rp1 miliar.
Kekayaan cerita, keunikan motif, hingga penggunaan warna alam dalam selembar kain Dame Ulos ini jugalah yang telah mengantarkan Renny meraih penghargaan dari New York pada 2022 lalu untuk kategori ecofashion. (K68)
Pengrajin sekaligus pemilik usaha tenun ‘Dame Ulos’, Renny Katrina Manurung menunjukkan bagian isi buku Legacy in Clothes yang mengarsipkan motif-motif asli tenun Tarutung di Galeri Dame Ulos, Tapanuli Utara. Bisnis/Delfi Rismayeti