JAKARTA, Investor.id – DBS mempertahankan rekomendasi buy saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan target harga Rp 2.000, berdasarkan PER 2024 sebesar 8 kali. Valuasi ini dinilai terlalu rendah.
DBS menilai, performa Medco konsisten bertumbuh sejak mengakuisisi Blok Koridor. Hal ini juga bakal terjadi pada semester II-2024, didorong stabilinya harga energi dan kinerja lifting migas.
Selain itu, DBS memprediksi perusahaan asosiasi Medco dis ektor emas dan tembaga, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) akan mampu meletupkan kinerja Medco. Apalagi, Amman Mineral telah mendapatkan izin ekspor konsentrat tembaga hingga Desember 2024.
“Konsistensi performa laba bersih akan mendongkrak saham MEDC,” tulis broker itu.
Kuartal II-2024, Medco meraih laba bersih US$ 128 juta, naik 289% secara tahunan dan 76% secara kuartalan, sejalan dengan proyeksi DBS. Ini membuat laba bersih semester I-2024 Medco naik 50% menjadi US$ 201 juta.
EBITDA kuartal II-2024 tumbuh 4,9% secara tahunan, ditopang oleh stabilnya harga minyak dan gas, serta kinerja bisnis listrik. Itu artinya, lonjakan laba bersih perseroan didorong Amman Mineral, yang mencapai US$ 65,6 juta, dibandingkan rugi US$ 20,3 juta pada kuartal II tahun lalu.
Produksi migas perseroan mencapai 153 mboepd semester I tahun ini, lebih rendah dari 2023 sebanyak 160 mboepd, tetapi lebih tinggi dari panduan berkisar 145-150 mboepd. Ini dipicu pengurangan hak partisipasi di Blok Coridor, penurunan permintaan gas di Singapura, dan divestasi aset di Vietnam.
Sebelumnya, Amman Mineral, perusahaan yang mengoperasikan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia, Batu Hijau, mengumumkan kinerja keuangan dan operasional semester I-2024. Pada periode ini, laba bersih Amman Mineral meroket 291% menjadi US$ 479 juta.
Penjualan bersih Amman Mineral pada paruh pertama tahun 2024 meningkat 167% menjadi US$ 1,54 miliar, didorong oleh produksi bijih berkadar tinggi. Adapun EBITDA melonjak 186% dengan margin 62%
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News