Sederet berita di kanal megapolitan Kompas.com menjadi terpopuler . Salah satunya berupa alasan pemilik daycare di Depok terkait penganiayaan. Halaman all [558] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Artikel tentang dalih khilaf Meita Irianty usai aniaya balita dan bayi yang Dipercayakan kepadanya menjadi berita populer Jabodetabek pada Jumat (2/8/2024).
Kemudian, artikel tentang kreator konten membuat video kelebihan bayar Rp 3,5 juta di warteg juga menjadi perhatian dan ramai dibaca.
Sementara itu, berita mengenai tuduhan monopoli kendaraan JakLingko yang menyeret nama anggota DPRD DKI Jakarta juga banyak dibaca oleh pembaca Kompas.com.
Ketiga berita di atas merupakan deretan berita populer Jabodetabek, berikut paparannya:
1. Dalih khilaf Meita Irianty usai aniaya balita yang dipercayakan kepadanya
Berbagai alasan dilontarkan Meita Irianty, pemilik Wensen School Indonesia di Depok, Jawa Barat, terkait penganiayaan terhadap balita berinisial MK (2) dan seorang bayi.
Kini, Meita telah ditangkap Polres Metro Depok setelah aksi kekerasan terhadap balita dan bayi itu terbongkar. Ia juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Penangkapan terhadap Meita setelah adanya laporan dari orangtua MK, Mirza Farhan Prasetyo. Dia tidak terima karena buah hatinya dipukul dan ditendang influencer parenting itu.
Setelah menganiaya dan berujung ditetapkan sebagai tersangka, kini Meita justru mengaku khilaf.
“Jadi, kalau motif sementara, kami sudah tanyakan, yang bersangkutan menyatakan khilaf,” ungkap Arya.
2. Aksi kreator konten video kelebihan Bayar Rp 3,5 Juta di warteg disebut hoaks
Susilo Dwihatmo, pemilik Warteg Bahari Raya di kawasan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, mengatakan konten kreator TikTok @abdulahkamaly yang menunjukkan kelebihan bayar Rp 3,5 juta itu tidak benar atau hoaks.
Video yang menujukan kelebihan bayar itu sebelumnya beredar di media sosial setelah akun @surakartakita mengunggahnya hingga menjadi buah bibir para warganet.
Awalnya, Susilo tidak menanggapi dan menilai konten itu sebagai lucu-lucuan saja. Namun, seiring waktu berjalan, kecaman netizen muncul dan membuatnya panik.
"Kami sebenernya santai-santai saja tapi yang jadi masalah adalah ketika netizen minta spill wartegnya, alamatnya di mana dan berencana untuk menyerang warteg saya," ujar Susilo.
Dia juga sudah membuat video maaf dan berjanji akan menelusuri keuangan yang masuk. Tetapi, setelah satu jam mengecek, Susilo tidak menemukan transaksi tersebut.
3. Tuduhan monopoli kendaraan JakLingko yang seret nama anggota DPRD DKI Jakarta
Polemik pengadaan kendaraan Mikrotrans JakLingko yang diduga mendiskriminasi kuota antar-operator menyeret nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.
Pada Selasa (30/7/2024) lalu, para sopir JakLingko melakukan aksi demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Para sopir JakLingko menyampaikan sejumlah tuntutan termasuk adanya dugaan menganakemaskan salah satu operator terkait pengadaan kuota kendaraan.
Mereka menilai, PT TransJakarta memonopoli dan tidak adil dalam memberikan kuota kendaraan kepada setiap operator. Totalnya, ada 11 operator Miktrotrans JakLingko di Jakarta.
Pemilik Warteg Bahari di Pagedangan berencana laporkan kreator konten TikTok @abdulahkamaly ke polisi karena membuat video hoaks kelebihan bayar. Halaman all [566] url asal
TANGERANG, KOMPAS.com - Susilo Dwihatmanto, pemilik Warteg Bahari Raya di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, berencana melaporkan kreator konten TikTok @abdulahkamaly ke polisi karena membuat video hoaks soal kelebihan bayar makan di wartegnya.
Susilo mengatakan, kreator konten tersebut akan dilaporkan apabila tidak memiliki iktikad baik usai ia mensomasinya.
"Iya akan saya buat laporan aja, biar untuk pembelajaran," jelas Susilo kepada Kompas.com, Kamis (1/8/2024).
Susilo menjelaskan, awalnya dia tidak menanggapi dan menilai konten yang dibuat kreator konten itu sebagai lucu-lucuan saja.
Namun, seiring berjalannya waktu, kecaman netizen muncul dan membuatnya panik.
"Kami sebenernya santai-santai saja tapi yang jadi masalah adalah ketika netizen minta spill wartegnya, alamatnya di mana dan berencana untuk menyerang warteg saya," ujarnya.
Karena itu, Susilo membuat video maaf dan berjanji akan menelusuri keuangan yang masuk.
Akan tetapi, setelah satu jam mengecek keuangan yang masuk, Susilo tidak menemukan transaksi tersebut.
"Enggak sampai satu jam, saya update lagi, bahwa dari temuan kami, kata tukang warung enggak ada. Bahkan, hasil screenshot kami menyatakan bahwa itu ternyata bukti transfer dari Okto ya, setelah kami track tanggal tersebut, jam tersebut, tidak ada transisi Rp 3,5 juta. Jadi kami berspekulasi bahwa itu adalah hoaks," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Video milik kreator konten TikTok @abdulahkamaly yang menunjukkan kelebihan bayar di Warteg Bahari Raya milik Susilo di Pagedangan viral di media sosial.
Video yang berdurasi 20 detik itu diunggah ulang oleh akun Instagram @surakartakita pada Senin (29/7/2024). Namun, konten tersebut ternyata hoaks.
Dalam video itu, terlihat seorang pria dengan memakai hoodie abu-abu mengadu kepada temannya bahwa dia sudah mentransfer uang untuk membayar lauk yang dibeli.
Namun, dia mengaku, dana yang ditransferkan justru berlebih hingga Rp 3,5 juta.
"Kenapa lu?" tanya temannya yang memvideokan konten tersebut.
"Tadikan gue bayar, punya lu juga (dibayar), kan (totalnya) 35 (ribu), gue tf Rp 3,5 juta," kata pria berhoodie.
Dia menyebutkan, alasannya mentransfer uang sebanyak itu karena terburu-buru.
"Buru-buru transfer 0-nya kelebihan," tulis dalam video.
Lalu, tindakan itu langsung direspons temannya dengan kata kasar. Bukannya marah, justru keduanya tertawa.
Kemudian, temannya pun menyuruh dia untuk meminta kembali dana yang sudah ditransfer ke Warteg Bahari Raya.
Namun, dalam keterangan video dituliskan bahwa penjaga wartegnya tidak menggubris permintaan pria ber-hoodie itu.
Setelah itu, dia kembali dan mengatakan bahwa dana yang telanjur ditransfer baru bisa kembali setelah tujuh hari.
"Baru bisa di-refund tujuh hari setelah hari ini wkwkwkwk," tulis dalam keterangan video.
Mendengar hal itu, ekspresi mereka pun bukannya kesal, justru tertawa.
Bahkan, di akhir video, pria ber-hoodie itu mengatakan kalau dirinya sedang mengirit karena masih akhir bulan.
"Akhir bulan lagi, gue mau ngirit cuma mau beli ini doang," katanya dengan nada bercanda.
Kreator konten TikTok membuat video kelebihan bayar hingga Rp 3,5 juta di sebuah warteg di Tangerang. Namun, konten itu diduga hoaks. Halaman all [706] url asal
TANGERANG, KOMPAS.com - Video milik kreator konten TikTok @abdulahkamaly yang menunjukkan kelebihan bayar di Warteg Bahari Raya, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, viral di media sosial.
Video yang berdurasi 20 detik itu diunggah ulang oleh akun Instagram @surakartakita pada Senin (29/7/2024). Namun, konten tersebut ternyata hoaks.
"Kami berspekulasi bahwa itu hoaks," ujar pemilik Warteg Bahari Raya, Susilo Dwihatmanto, kepada Kompas.com, Kamis (1/8/2024).
Dalam video itu, terlihat seorang pria dengan memakai hoodie abu-abu mengadu kepada temannya bahwa dia sudah mentransfer uang untuk membayar lauk yang dibeli.
Namun, dia mengaku, dana yang ditransferkan justru berlebih hingga Rp 3,5 juta.
"Kenapa lu?" tanya temannya yang memvideokan konten tersebut.
"Tadikan gue bayar, punya lu juga (dibayar), kan (totalnya) 35 (ribu), gue tf Rp 3,5 juta," kata pria berhoodie.
Dia menyebutkan, alasannya mentransfer uang sebanyak itu karena terburu-buru.
"Buru-buru transfer 0-nya kelebihan," tulis dalam video.
Lalu, tindakan itu langsung direspons temannya dengan kata kasar. Bukannya marah, justru keduanya tertawa.
Kemudian temannya pun menyuruh dia untuk meminta kembali dana yang sudah ditransfer ke Warteg Bahari Raya.
Namun, dalam keterangan video dituliskan bahwa penjaga wartegnya tidak menggubris permintaan pria ber-hoodie itu.
Setelah itu, dia kembali dan mengatakan bahwa dana yang telanjur ditransfer baru bisa kembali setelah tujuh hari.
"Baru bisa di-refund tujuh hari setelah hari ini wkwkwkwk," tulis dalam keterangan video.
Mendengar hal itu, ekspresi mereka pun bukannya kesal, justru tertawa.
Bahkan, di akhir video, pria ber-hoodie itu mengatakan kalau dirinya sedang mengirit karena masih akhir bulan.
"Akhir bulan lagi, gue mau ngirit cuma mau beli ini doang," katanya dengan nada bercanda.
Klarifikasi pemilik warteg
Awalnya, Susilo tidak menanggapi dan menilai konten itu sebagai lucu-lucuan saja. Namun, seiring waktu berjalan, kecaman netizen muncul dan membuatnya panik.
"Kami sebenernya santai-santai saja tapi yang jadi masalah adalah ketika netizen minta spill wartegnya, alamatnya di mana dan berencana untuk menyerang warteg saya," ujarnya.
Dia juga sudah membuat video maaf dan berjanji akan menelusuri keuangan yang masuk. Tetapi, setelah satu jam mengecek, Susilo tidak menemukan transaksi tersebut.
"Enggak sampai satu jam, saya update lagi, bahwa dari temuan kami, kata tukang warung enggak ada. Bahkan, hasil screenshot kami menyatakan bahwa itu ternyata bukti transfer dari Okto ya, setelah kami track tanggal tersebut, jam tersebut, tidak ada transisi Rp 3,5 juta. Jadi kami berspekulasi bahwa itu adalah hoaks," jelasnya.
Lalu, dia menjelaskan hasil temuannya itu di akun @surakartakita. Dia juga meminta komentarnya untuk di-pin, tetapi tetap saja netizen tidak percaya.
Akhirnya dia meminta kepada admin @surakartakita untuk menghapus posting tersebut karena dianggap sudah merugikan usahanya.
Bahkan, dia menunjukkan screenshot transaksi Warteg Bahari Raya sebagai bukti agar bisa segera di-take down.
Tidak hanya itu, dia juga mengirimkan pesan kepada kreator konten untuk membuat video klarifikasi dan permintaan maaf. Bahkan, mengancam akan somasi jika tidak dilakukan.
"Terima kasih sudah di-take down. Boleh bantu buat video klarifikasi dan permohonan maaf? Kami tunggu balasan ada dalam waktu 2x24 jam sebelum kami berikan somasi terkait UU ITE. Data pribadi sudah ada di kami," tulisnya.
Akan tetapi, itu tidak terjadi, justru akun kreator konten tersebut menghilang dan tidak ada video yang tersisa.
"Sayangnya dia pengecut. Semua videonya di-take down dan sama sekali tidak mau klarifikasi via pesan," imbuhnya.
Meski nama baik wartegnya sudah tercemar, dia tidak berencana untuk melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Walau para investornya mendesak untuk melakukan, dia tidak ingin dan lebih memilih untuk somasi.
Namun, dia menuturkan jika tidak ada iktikad baik dari kreator konten maka laporan polisi akan dibuat.
"Iya akan saya buat laporan aja, biar untuk pembelajaran," tandasnya.