Kampung Dokdak di Ciamis, sentra pembuatan perkakas tradisional, kini jadi destinasi wisata edukasi. Modernisasi alat bantu tingkatkan produksi dan kualitas. [823] url asal
Bunyi 'dok dak dok dak' sangat khas terdengar telinga ketika mengunjungi Kampung Dokdak, Desa Baregbeg Ciamis. Sejumlah saung produksi perkakas dari besi nampak berjejer di kampung tersebut.
Kampung Dokdak adalah julukan sentra pembuatan perkakas pertanian tradisional di Kabupaten Ciamis. Tepatnya di Dusun Ciwahangan, Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Lambat laun, kampung yang mayoritas warganya sebagai pandai besi ini menjadi sebuah destinasi wisata edukasi di Kabupaten Ciamis.
Penataan pun mulai dilakukan, seperti pembuatan gapura hingga pemberdayaan masyarakat Kampung Dokdak. Potensi Kampung Dokdak menjadi destinasi wisata edukasi mendapat dukungan berbagai pihak, dari mulai pemerintah desa, kecamatan, Dinas Pariwisata hingga akademisi.
Bahkan kini mulai pandai besi di Kampung Dokdak mulai dilakukan moderenisasi. Melalui dukungan akademisi Universitas Galuh Ciamis lewat Program Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Desa Karya Pandai Besi melalui pembentukan wisata edukasi.
Program tersebut didanai langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI. Kelompok pandai besi di Kampung Dokdak mendapatkan bantuan berbagai peralatan yang modern.
Kampung Dokdak Ciamis Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar
Peralatan modern itu bertujuan untuk meningkatkan produksi perkakas dan memudahkan para pandai. Selama ini, para pandai besi di Baregbeg Ciamis tersebut memproduksi perkakas secara manual atau tradisional.
Ada pun bantuan peralatan yang diterima seperti grinder belt, blower, gerinda tangan, mesin scroll saw dan lainnya sesuai kebutuhan masing-masing pandai.
Asep Saepul Malik, perwakilan pengrajin atau pandai besi, mengaku senang adanya bantuan tersebut. Hal ini mendorong dan memberikan semangat bagi pandai besi untuk terus mempertahankan produksi. Sekaligus memberikan semangat untuk para generasi penerus.
"Kampung Dokdak ini sudah ada sejak lama dan turun temurun. Sehingga perlu ada penyemangat bagi generasi penerus. Dengan bantuan ini, menjadi pengrajin perkakas atau pandai tidak harus kerja berat. Berbeda dengan dulu," ungkap Asep saat ditemui di Kampung Dokdak, Jumat (13/9/2024).
Kampung Dokdak Tetap Pertahankan Kualitas dan Ciri Khas
Asep menyebut, meski ada bantuan alat-alat modern, para pengrajin bertekad untuk tetap mempertahankan kualitas. Bahan baku yang digunakan diusahakan dari besi per kendaraan.
"Ciri khas produk perkakas kampung dokdak ini dari sipuhan dan finishing. Bentuknya pun berbeda. Itu yang kami pertahankan. Untuk bantuan alat modern ini membantu dalam meningkatkan produksi. Bisa sampai dua kali lipat" jelasnya.
Asep menjelaskan, produk perkakas yang paling banyak dipesan dari Kampung Dokdak adalah pisau dan parang. Pemasaran perkakas tersebut ke wilayah sendiri, Tasikmalaya, Banjar, Pangandaran, Bandung dan beberapa daerah di Jawa Tengah.
"Sehari, pengrajin mampu memproduksi minimal 20-30 buah. Mungkin nanti bisa lebih banyak lagi. Selain pisau dan parang juga memproduksi golok, pancong, cangkul dan kapak. Produksi sesuai pesanan, Alhamdulillah setiap Minggu barang bisa keluar," ucapnya.
Menurut Asep, menjadi pengrajin atau buruh pandai cukup menjanjikan. Sehari dari pagi sampai siang, seorang bisa mendapat penghasilan Rp 100 ribu. Apabila dikalikan 30 hari, maka penghasilannya bisa lebih besar dari UMK Ciamis.
"Penghasilan itu bersih, karena rokok dan makan itu sudah dikasih. Sekarang di Kampung Dokdak ada sekitar 30 kelompok pengrajin perkakas," ucapnya.
Pembentukan Kampung Dokdak Jadi Destinasi Wisata Edukasi
Akademisi Universitas Galuh Ciamis yang juga Ketua PKM Desa Karya Pandai Besi Aan Suryana menjelaskan, program tersebut didanai dari Kemendikbud Ristek. Program ini sudah berjalan 3 tahun. Sasaran program ini kelompok perajin pandai besi.
"Peralatan sesuai kebutuhan mitra. Awalnya peralatan konvensional menjadi lebih modern," ucapnya.
Seperti mesin belt grinder dapat meningkatkan harga produk karena memiliki kualitas yang lebih bagus. Kemudian ada mesin tempat yang dapat meningkatkan kuantitas produk, yang awalnya hanya 2 kodi bisa jadi 3 kodi sehari.
"Ini kan pengembangannya ke wisata edukasi. Diberikan juga mesin scroll saw yang dapat memproduksi merchandise sebagai oleh-oleh dari Kampung Dokdak ini. Total yang mendapat bantuan ada 26 kelompok," ucapnya.
Aan berharap, para pandai di Kampung Dokdak ini dapat mempertahankan pekerjaannya supaya mendapatkan hasil maksimal di tengah perkembangan teknologi maju. Masyarakat Kampung Dokdak juga telah diberikan ilmu pemasaran melalui online atau e-commerce. Sehingga dapat bertahan di tengah gempuran produk pabrikan.
Kadis Pariwisata Ciamis Budi Kurnia menyebut Kampung Dokdak ini sudah menjadi sebuah destinasi wisata edukasi. Pihaknya pun segera melakukan simulasi kunjungan menggunakan bus wisata Gatrik.
"Jadi nantinya, pengunjung terutama anak-anak akan melihat bagaimana proses pembuatan perkakas. Kita buat paket kunjungan wisata ke Kampung Dokdak ini," katanya.
JAKARTA, Investor.id – Merayakan momentum Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli, J99 Corp bersama seluruh unit bisnis sekaligus J99 Foundation melakukan kegiatan CSR yang melibatkan 1.000 anak panti asuhan.
Acara ini merupakan bentuk kolaborasi sekaligus penguatan komitmen sebagai perusahaan induk yang menaungi berbagai bisnis lintas industri, namun bisa satu suara dan kompak mempraktikkan nilai-nilai luhur perusahaan yakni semangat juara.
Seluruh unit bisnis J99 Corp dan brand-brand yang berada di bawah naungannya, termasuk MS Glow, MS Glow for Men, Jiwater, Juragan 99 Trans, hingga manufaktur Kosme, Kosmepack dan Juragan 99 Garment saling berkolaborasi dan bahu-membahu mempersiapkan berbagai perlengkapan dan akomodasi yang diperlukan.
Perayaan Hari Anak Nasional bertema “Juara Cilik” ini mengajak 100 anak panti asuhan untuk wisata edukasi ke Taman Safari Indonesia II Prigen dan pemberian santuan terpisah untuk 900 anak lainnya.
Acara dilaksanakan di Garasi Juragan 99 Trans, Malang sekaligus memberangkatkan 100 anak ke Taman Safari Indonesia II Prigen sebagai perwakilan dari 1.000 anak panti asuhan yang mendapatkan santunan dari keluarga besar J99. Berwisata sekaligus sarana edukasi, diharapkan bisa memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa, pemilik masa depan. Oleh karena itu, setiap anak berhak mendapatkan hak-haknya tanpa kecuali,” kata Founder J99 Corp dan J99 Foundation Gilang W. Pramana dalam siaran pers, dikutip Jumat (2/8/2024).
Dia menegaskan, Juli adalah bulannya anak-anak, sehingga saat ini adalah waktu yang tepat untuk merayakan bersama mereka. Dia berharap peserta kegiatan ini dapat semakin mensyukuri ciptaan Tuhan serta dan senantiasa menghargai sesama makhluk hidup dan tak lupa memuji kebesaran Allah SWT.
“J99 Corp senantiasa berkomitmen untuk memberikan kebermanfaatan bagi sekitar dan memberikan nilai lebih bagi masyarakat,” ungkap dia.
Di awal acara ini, kejutan datang dari anak-anak panti asuhan yang memberikan bunga dan puisi bagi Gilang. Hal ini menambah suasana haru, yang makin memberi semangat untuk menyuarakan semangat juara.
Di Taman Safari Indonesia II Prigen, anak-anak menikmati petualangan melihat dan berinteraksi dengan aneka jenis satwa, menikmati wahana permainan, hingga menyaksikan penjelasan dan aksi dari berbagai hewan lain di area baby zoo serta melihat langsung beraneka burung khas nan indah.
Selain pengalaman bertualang dan menyaksikan pertunjukan sekaligus mendapat pengetahuan mengenai kehidupan satwa dan alam dari Taman Safari, setiap anak juga mendapatkan paket alat belajar, pakaian, Al-Qur’an, dan kenang-kenangan dari seluruh unit bisnis J99 Corp serta dana bantuan untuk pembinaan panti asuhan.
Yuyun, pendamping anak-anak dari Yayasan Bersama Anak Bangsa Malang sangat terharu, karena ada yang memberi perhatian istimewa kepada anak-anak di panti, bukan hanya donasi atau sumbangan saja.
“Saya kira yang diberikan oleh Pak Gilang dan seluruh unit bisnisnya di J99 Corp jauh lebih berarti. Pengalaman bertualang, berwisata sambil belajar dengan menyenangkan. Anak-anak sangat bahagia, dan kami yakin hari ini tentunya akan menjadi kenangan berharga yang akan dikenang selama hidup mereka, apalagi terjadi saat perayaan Hari Anak,” kata dia.
Editor: Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id