#30 tag 24jam
WN Rusia Diduga Hilang di Gunung Rinjani, Ini Kronologinya
Kasus hilangnya pelaku perjalanan yang belum bisa dipastikan apakah ia benar-benar mendaki Gunung Rinjani belum pernah terjadi. Ini kronologinya. Halaman all [1,239] url asal
#wisata-gunung-rinjani #wn-rusia-hilang-di-rinjani #wn-rusia-hilang-di-gunung-rinjani #pencarian-wn-rusia-di-gunung-rinjani #wn-rusia-hilang-di-gunung-rinjani #pencarian-wn-rusia-di-gunung-rinjani
(Kompas.com - Travel) 25/09/24 19:36
v/15547189/
KOMPAS.com - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia bernama Mordovina Alexandra (44) diduga hilang di Gunung Rinjani, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.
Namun, setelah dilakukan operasi pencarian selama 10 hari, tidak ada tanda-tanda ditemukannya Alexandra. Maka dari itu, pada Minggu (22/9/2024) operasi pencarian Alexandra dihentikan.
"Terakumulasi 10 hari pencarian, jadi karena tidak ada bukti-bukti lain atau tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Alexandra ada di Gunung Rinjani, jadi Tim Gabungan sepakat untuk menghentikan operasi pencarian," kata Penanggung Jawab Evakuasi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, I Gusti Ketut Suartha saat Kompas.com konfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (25/9/2024).
Meskipun demikian, lanjut Gusti, apabila nanti ditemukan ada petunjuk atau informasi baru mengenai keberadaan Alexandra, maka akan dilakukan pencarian lanjutan.
Kronologi hilangnya WN Rusia di Gunung Rinjani
Informasi mengenai hilangnya sosok Alexandra yang diterima oleh pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) ini mulanya berasal dari surat Kedutaan Besar Federasi Rusia Nomor Y83/ko pada Senin (9/9/2024) tentang kehilangan Warga Negara Rusia atas nama Ms. Mordovina Alexadra.
"Surat tersebut tujuannya ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, ditembuskan ke kami, ke BTN Rinjani. Bahwa, dia (kedutaan besar Rusia) kehilangan warganya yang mendaki Gunung Rinjani, begitu bunyi suratnya," kata Gusti.
Padahal, lanjutnya, setelah dilakukan pengecekkan pengunjung secara daring melalui aplikasi e-Rinjani pada Jumat (30/8/2024), tidak ditemukan nama Alexandra sebagai salah satu pendaki Gunung Rinjani.
- Terbang Drone di Gunung Rinjani Wajib Izin dan Bayar mulai Rp 250.000
- Tiket Wisata Non-Pendakian di Gunung Rinjani Bisa Dipesan Online
dok. polsek Bsyan Inilah foto selfie Mordovina Alexandra (44) yang dikirim ke rekan rekannya di dwoan penginapan sebelum mengabari naik Gunung Rinjani melalui pesan WhatsApp. Karena itu informasi Alexandra benar benar naik Rinjani masih belum akurat, namun tim pencarian melakukan tugasnya dengan sungguh sungguh hingga 5 hari ini.Berdasarkan informasi dari rekan Alexandra sesama WNA asal Rusia, informasi terakhir dari Alexandra yaitu dirinya melakukan swafoto di depan penginapan, serta memberikan pesan suara.
"Ya (benar) memang dipercakapannya (antara Alexandra dan temannya) ada terlihat dia (Alexandra) berswafoto di tempat dia menginap, tidak di Rinjani. Setelah itu tidak ada yang tau dia perginya kemana," jelas Gusti.
Sementara itu, untuk pesan suara yang diberikan Alexandra, pesan tersebut dikirimkan kepada temannya menggunakan bahasa Rusia.
Adapun isi pesan suara tersebut kurang lebih Alexandra memberitahu bahwa ia sedang berada di gunung api, dan dirinya sudah mendaki selama kurang lebih 6,5 jam.
Namun, kata Gusti, itu hanyalah pesan suara yang tidak didukung dengan bukti foto yang menunjukkan bahwa Alexandra memang berada di gunung.
"Sama halnya kita berbicara ini (via telepon), mengatakan bahwa sedang berada di kantor, tetapi belum tentu demikian. Analoginya seperti itu," jelas Gusti.
Upaya pencarian
dok. SAR Mataram inilah salah satu titik pencarian di jalur pendakkan Senaru, Lombok Utara, hingga Rabu (18/9/2024). keberadaan WNA Rusia masih misterius.Setelah dilaporkan hilang, operasi pencarian selama tujuh hari pun mulai dilakukan. Kata Gusti, periode tersebut ditetapkan sesuai dengan prosedur operasional standar pencarian dan petolongan yang mengacu kepada aturan yang berlaku di Basarnas.
"Jadi aturan Basarnas itu tujuh hari untuk melakukan pencarian, kemudian ada permintaan dari pihak terkait, dalam hal ini dari kedutaan Rusia, (melakukan) perpanjangan untuk pencarian. Jadi terakumulasi 10 hari pencarian," katanya.
Pada tujuh hari pertama proses pencarian dilakukan mulai Jumat (13/9/2024) sampai Kamis (19/9/2024) depannya. Kemudian, diperpanjang selama tiga hari, dari Jumat (20/9/2024) sampai Minggu (22/9/2024).
Adapun lokasi pencarian yang ditelusuri meliputi Jalur Senaru-Plawangan Senaru, Plawangan Senaru-Jalur Sangkareang, Plawangan Senaru-Jalur Batu Ceper, dan Plawangan Senaru-Jalur Santong.
Upaya pencarian Alexandra dilakukan oleh Tim Gabungan, berkoordinasi dengan Tim Pencarian dan Pertolongan Mataram, Kepolisian Sektor Bayan, Koramil Bayan, Kepala Desa Senaru, dan Green Rinjani.
Proses pencarian dilakukann secara reguler, menggunakan alat komunikasi, peralatan medis, satu unit kamera tanpa awak (drone) DJI Thermal, dan satu unit kamera digital.
"Kita sudah menyebarkan foto Alexandra, kita juga melakukan pengecekkan di aplikasi, di CCTV (kamera pemantau), kemudian mendalami informasi di masyarakat sekitar," kata Gusti.
jasling.menlhk.go.id Pesona Danau Segara Anak dan Gunung Baru Jari di Gunung Rinjani.Ia melanjutkan, dengan disebarkan foto Alexandra di berbagai tempat hingga di pintu-pintu masuk pendakian, diharapkan sosok Alexandra dapat dikenali oleh para pendaki atau pemandu yang sedang melakukan pendakian di Gunung Rinjani.
Pencarian Alexandra melalui kamera pemantau juga dilakukan melalui CCTV yang ada di Danau Segara Anak.
"Kalau dia melalui Senaru, itu pasti akan tertangkap kamera kalau siang hari ataupun sampai sore hari. Kami sudah melakukan pengecekkan CCTV tanggal 30 dan 31 Agustus. Tidak tertangkap kamera si Alexandra ini," terang Gusti.
Gusti menuturkan bahwa kasus hilangnya pelaku perjalanan yang masih belum bisa dipastikan apakah ia benar-benar mendaki gunung, belum pernah terjadi sebelumnya di Gunung Rinjani.
"Kalau yang seperti ini, mungkin boleh dikatakan yang pertama kali kami hadapi," ujar Gusti.
- 3 Tips Ikut Open Trip Pendakian Gunung Rinjani biar Tidak Zonk
- Korban Open Trip, 105 Orang Gagal Mendaki Gunung Rinjani
Belum ditemukan
Melalui siaran resmi BTN Gunung Rinjani pada Senin (23/9/2024), berdasarkan pengumpulan informasi dari masyarakat sekitar, pemiliki penginapan Bukit Senaru, dan pelaku wisata yang dalam hal ini terdiri dari pemandu, porter, dan trekking organizer, terdapat beberapa temuan selama operasi pencarian Alexandra.
Pertama, adanya temuan sebuah sepeda motor di penginapan Bukit Senaru, dan saat ini sepeda motor tersebut telah diamankan di Polsek Bayan.
Kedua, adanya informasi dari dua porter bernama Muliadi dan Juardi, serta seorang pemandu bernama Toni, mereka melihat searang perempuan di jalur pendakian Senaru dengan membawa ransel, tenda, dan matras tanpa disampingi pemandu atau porter.
Namun, dalam hal ini belum dipastikan bahwa orang tersebut ialah Alexandra.
Kemudian, berdasarkan informasi dari porter, ada tercium aroma tidak sedap di sekitar daerah Batu Ceper.
Imbauan pendaki harus taat peraturan
Dok. Tim Pencarian inilah foto pantauan udara di salah satu jurang Pelawangan Senaru, Lombok Utara (kawsan Gunjng Rinjani) , pantauan udara mengunakan drone pada Jum'at (13/9/2024) sangat membantu tim pencari WNA Rusia yang lost kontak.Berkaca dari kejadian ini, Gusti berpesan kepada calon pendaki yang hendak mendaki, khususnya di Gunung Rinjani, agar melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi e-Rinjani terlebih dahulu.
Serta, wajib mematuhi standar prosedur operasional yang berlaku di Rinjani demi keamanan dan keselamatan pendakian.
"Selalu patuhi aturan pendakian, (sebelum) melakukan pendakian harus (mendaftar) melalui aplikasi e-Rinjani untuk pesan tiket," katanya.
Tidak lupa, lanjutnya, penting untuk melapor kepada petugas pada saat memulai mendaki dan setelah turun dari gunung.
Pasalnya, kata Gusti, pendaki yang melebihi batas waktu pendakian yang ditentukan, akan otomatis masuk ke dalam daftar hitam atau blacklist selama dua tahun.
Artinya, mereka tidak boleh melakukan pendakian di Gunung Rinjani selama rentang waktu dua tahun lamanya.
Pencarian WN Rusia yang Diduga Hilang di Gunung Rinjani Dihentikan
Operasi pencarian terhadap WN Rusia yang diduga hilang saat mendaki di Gunung Rinjani, NTB, resmi dihentikan. Mengapa? Halaman all [892] url asal
#wisata-gunung-rinjani #wn-rusia-hilang-di-rinjani #wn-rusia-hilang-di-gunung-rinjani #pencarian-wn-rusia-di-gunung-rinjani #wn-rusia-hilang-di-gunung-rinjani #pencarian-wn-rusia-di-gunung-rinjani
(Kompas.com - Travel) 25/09/24 18:16
v/15562974/
KOMPAS.com - Operasi pencarian dan pertolongan terhadap salah satu warga negara asing (WNA) asal Rusia, Mordovina Alexandra, yang diduga hilang saat mendaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi dihentikan per Minggu (22/9/2024).
Kebijakan tersebut diambil setelah Tim Gabungan melakukan pencarian selama 10 hari, tapi hasilnya nihil. Namun, diketahui Alexandra diketahui sempat mengirim pesan suara kepada temannya.
"Rekan-rekannya (teman Alexandra) ini ada mengirim (pesan suara), tidak langsung ke kami (BTN Rinjani). Temannya di Senaru menyampaikan ke kami ada pesan suara yang dikirimkan (oleh Alexandra)," kata Penanggung Jawab Evakuasi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, I Gusti Ketut Suartha saat Kompas.com konfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (25/9/2024).
Gusti melanjutkan, pesan yang dikirim oleh Alexandra kepada temanya tersebut menggunakan bahasa Rusia, berisi pemberitahuan dari Alexandra bahwa ia sedang berada di gunung api, dan dirinya sudah mendaki selama kurang lebih 6,5 jam.
Namun, kata Gusti, itu hanyalah pesan suara yang tidak didukung dengan bukti foto yang menunjukkan bahwa Alexandra memang berada di gunung.
"Sama halnya kita berbicara ini (via telepon), mengatakan bahwa sedang berada di kantor, tetapi belum tentu demikian. Analoginya seperti itu," jelas Gusti.
Selain itu, diberitakan Kompas.com, Jumat (13/9/2024) Kapolsek Bayan, Iptu I Wayan Cipta Naya menyampaikan bahwa Alexandra empat melakukan swafoto atau selfie di depan penginapannya.
"Benar, (Alexandra melakukan swafoto di) penginapan tempat dia menginap, tapi setelah itu tidak ada yang tau dia perginya kemana," kata Gusti.
- Tiket Wisata Non-Pendakian di Gunung Rinjani Bisa Dipesan Online
- Kebakaran Hutan di TN Gunung Rinjani, Aktivitas Wisata Tetap Dibuka
Upaya pencarian oleh Tim Gabungan
dok. Polsek Bayan Tim pencari WNA Rusia sebelum mwlakukan pendakian melalui pintu masuk Senaru, Kecamatan Bayan Lombok Utara, Kamis (12/9/2024). Mereka akan mencari WNA Rusia yang hilang dan diketahui, mendaki secara ilegal ke Ghnjng RinjaniSebagai upaya dalam operasi pencarian Alexandra, langkah-langkah yang dilakukan oleh Tim Gabungan yakni melakukan pengecekan pengunjung yang teregistrasi di aplikasi e-Rinjani pada Jumat (30/8/2024) atas nama Mordovina Alexandra.
Hasilnya, tidak ditemukan nama tersebut teregistrasi pada aplikasi e-Rinjani.
Kemudian, Tim Gabungan juga melakukan koordinasi dengan Tim Pencarian dan Pertolongan Mataram, Kepolisian Sektor Bayan, Koramil Bayan, Kepala Desa Senaru, dan Green Rinjani.
"Kita sudah menyebarkan foto Alexandra, kita juga melakukan pengecekkan di aplikasi, di CCTV (kamera pemantau), kemudian mendalami informasi di masyarakat sekitar," kata Gusti.
Ia melanjutkan, dengan disebarkan foto Alexandra di berbagai tempat hingga di pintu-pintu masuk pendakian, diharapkan sosok Alexandra dapat dikenali oleh para pendaki atau pemandu yang sedang melakukan pendakian di Gunung Rinjani.
Pencarian Alexandra melalui kamera pemantau juga dilakukan melalui CCTV yang ada di Danau Segara Anak.
"Kalau dia melalui Senaru, itu pasti akan tertangkap kamera kalau siang hari ataupun sampai sore hari. Kami sudah melakukan pengecekkan CCTV tanggal 30 dan 31 Agustus. Tidak tertangkap kamera si Alexandra ini," terang Gusti.
Temuan selama operasi pencarian
KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Salah satu titik jalur pendakian Rinjani via Torean, Jumat (1/9/2023).Melalui siaran resmi BTN Gunung Rinjani, Senin (23/9/2024), berdasarkan pengumpulan informasi dari masyarakat sekitar, pemilik penginapan Bukit Senaru, dan pelaku wisata yang dalam hal ini terdiri dari pemandu, porter, dan trekking organizer, terdapat beberapa temuan selama operasi pencarian Alexandra.
Pertama, adanya temuan sebuah sepeda motor di penginapan Bukit Senaru, dan saat ini sepeda motor tersebut telah diamankan di Polsek Bayan.
Kedua, adanya informasi dari dua porter bernama Muliadi dan Juardi, serta seorang pemandu bernama Toni.
Mereka melihat seorang perempuan di jalur pendakian Senaru dengan membawa ransel, tenda, dan matras tanpa disampingi pemandu atau porter. Namun, dalam hal ini belum dipastikan bahwa orang tersebut ialah Alexandra.
Kemudian, berdasarkan informasi dari porter, ada tercium aroma tidak sedap di sekitar daerah Batu Ceper.
Berkaca dari kejadian ini, Gusti berpesan kepada calon pendaki yang hendak mendaki, khususnya di Gunung Rinjani, agar melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi e-Rinjani terlebih dahulu.
KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Jalur pendakian Gunung Rinjani dari Pos 2 ke Pos 3, Rabu (30/4/2023).Serta, wajib mematuhi standar prosedur operasional yang berlaku di Rinjani demi keamanan dan keselamatan pendakian.
"Selalu patuhi aturan pendakian, (sebelum) melakukan pendakian harus (mendaftar) melalui aplikasi e-Rinjani untuk pesan tiket," katanya.
Tidak lupa, lanjutnya, penting untuk melapor kepada petugas pada saat memulai mendaki dan setelah turun dari gunung.
Pasalnya, kata Gusti, pendaki yang melebihi batas waktu pendakian yang ditentukan, akan otomatis masuk ke dalam daftar hitam atau ter-blacklist selama dua tahun.
Artinya, mereka tidak boleh melakukan pendakian di Gunung Rinjani selama rentang waktu dua tahun lamanya.
Terbang Drone di Gunung Rinjani Wajib Izin dan Bayar mulai Rp 250.000
Menerbangkan drone di wilayah Gunung Rinjani, NTB, memerlukan izin dan membayar PNBP demi keselamatan dan keamanan. Simak selengkapnya. Halaman all [742] url asal
#taman-nasional-gunung-rinjani #wisata-gunung-rinjani #aturan-drone-gunung-rinjani #aturan-menerbangkan-drone-di-rinjani #biaya-menerbangkan-drone-di-gunung-rinjani #tarif-drone-gunung-rinjani
(Kompas.com - Travel) 20/09/24 15:17
v/15301138/
KOMPAS.com – Menerbangkan pesawat udara tanpa awak (PUKTA) atau drone di wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat, wajib memiliki izin dan membayar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).
Menurut pengumuman dari TNRG, Selasa (17/9/2024), aturan tersebut diterbitkan akibat tingginya animo pengunjung untuk menerbangkan drone di wilayah tersebut.
"Penertiban penggunaan drone di dalam kawasan TNGR dilakukan karena akhir-akhir ini penggunaan drone cukup masif di kawasan yang belum termonitor dengan baik," kata Humas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Muhammad Wahyudi "Yudi" Gunawan kepada Kompas.com, Kamis (19/09/2024).
Dilansir dari akun Instagram resmi TNGR @btn_gn_rinani, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Kehutanan, aktivitas pengambilan video komersial, handycam, dan foto serta pengambilan gambar TSL (Tumbuhan dan Satwa Liar) di darat, perairan dan dari udara dalam bentuk film dan foto komersial dikenakan pungutan PNBP.
Yudi menuturkan, terdapat empat alur perizinan untuk mendapatkan izin menerbangkan drone di Gunung Rinjani.
"Terkait mekanisme perizinan, secara garis besar alur perizinan penggunaan drone-nya, dimulai dari mengajukan surat permohonan lalu mengisi formulir perizinan setelah itu membayar PNBP dan membuat laporan pasca-pelaksanaan kegiatan," jelas dia.
- Kebakaran Hutan di TN Gunung Rinjani, Aktivitas Wisata Tetap Dibuka
- Wisata Air Terjun Mangku Sakti Gunung Rinjani Buka Kembali mulai 1 Juli 2024
Tarif menerbangkan drone di Gunung Rinjani
KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Jalur Turun Gunung Rinjani via Torean, Jumat (1/9/2023).Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Budi Soesmardi, mengatakan, tarif pembayaran PNBP dilihat dari aktivitas penerbang drone.
"Dalam kebijakan izin ini, aktivitas penerbangan drone terbagi menjadi dua, yaitu pengambilan foto dan pengambilan video," kata Budi kepada Kompas.com, Kamis (19/9/2024).
Adapun tarif pengambilan foto menggunakan drone di Gunung Rinjani mulai Rp 250.000, sedangkan pengambilan video mulai Rp 1 juta. Tersedia pula paket yang menggabungkan keduanya seharga mulai Rp 1 juta.
"Dalam surat pengumuman yang akan kita buat, nanti di dalam formulir perizinan haruslah mengisi semua syarat yang tertera di formulir itu, termasuk sertifikat pelatihan drone atau sertifikat pernah menerbangkan drone," terang Budi.
Pengunjung yang ingin mengurus surat perizinan untuk menerbangkan drone bisa langsung ke Kantor Resort dan Kantor Seksi TNGR, atau bisa juga mendaftar di Kantor Balai yang terletak di Mataram.
"Untuk pembayaran PNBP hanya bisal dilakukan secara transfer, karena kita sudah tidak menerima pembayaran tunai," ucapnya.
Adapun hal tersebut tertuang dalam surat pengumuman bernomor M.35/T.39/TU/KSA/10/2023, tentang penertiban penggunaan Pesawat Udara Tanpa Awak (PUKTA) atau Drone oleh pengunjung di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.
KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Segara Anak Gunung Rinjani, Kamis (30/8/2023).Terdapat beberapa alasan mengapa menerbangkan drone di wilayah Gunung Rinjani memerlukan izin dan sertifikat penerbang.
Alasan pertama, ucap Budi, adalah demi menjaga privasi dan keamanan pengunjung. Hal tersebut memerlukan penerbang drone yang lihai.
Selanjutnya, kebijakan tersebut untuk mencegah atau mengantisipasi motif-motif berbahaya atau aktivitas mata-mata dari siapa pun yang berkunjung.
Tidak hanya itu, kebijakan menerbangkan drone diterapkan guna menjagakelestarian satwa liar Taman Nasional Gunung Rinjani, salah satunya elang flores.
"Karena kawasan ini merupakan habitat elang flores, kami takut drone yang diterbangkan akan diserang oleh elang yang dapat membuat elang terluka dan drone pengunjung menjadi rusak," kata Budi.
Budi pun berharap agar pengunjung, termasuk pendaki, mematuhi prosedur operasional standar (SOP) pihaknya demi kenyamanan dan keselamatan pilot drone sendiri.
- 3 Tips Ikut Open Trip Pendakian Gunung Rinjani biar Tidak Zonk
- Korban Open Trip, 105 Orang Gagal Mendaki Gunung Rinjani
Kebakaran Hutan di TN Gunung Rinjani, Aktivitas Wisata Tetap Dibuka
Area hutan Taman Nasional Gunung Rinjani terbakar pada Minggu (14/7/2024), tidak ada korban imbas kebakaran dan aktivitas wisata tetap dibuka. Halaman all [655] url asal
#wisata-gunung-rinjani #kebakaran-di-taman-nasional-gunung-rinjani #kebakaran-hutan-di-gunung-rinjani #taman-nasional-gunung-rinjani #gunung-rinjani-kebakaran #kronologi-kebakaran-gunung-rinjani
(Kompas.com - Travel) 16/07/24 13:50
v/10956242/
KOMPAS.com - Hutan di Bukit Gedong Resort Aikmel SPTN wilayah II Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Nusa Tenggara Barat (NTB) terbakar, Minggu (14/7/2024). Namun, aktivitas wisata di daerah tersebut tetap dibuka seperti biasa.
"Aktivitas wisata di destinasi wisata Bukit Gedong Resort Aikmel SPTN Wilayah II Taman Nasional Gunung Rinjani tetap dibuka seperti biasa dengan mengimbau kepada seluruh pengunjung, pelaku jasa wisata guide dan porter agar menjaga kawasan TNGR dari kebakaran hutan dengan memperhatikan penggunaan api demi keamanan dan kenyamanan bersama," bunyi pernyataan Kepala Balai TNGR (BTNGR), Yarman dalam siaran pers Nomor PG.1112/BTNGR/TU/HMS/B/7/2024) dan telah Kompas.com konfirmasi, Selasa (16/7/2024).
- Wisata Air Terjun Mangku Sakti Gunung Rinjani Buka Kembali mulai 1 Juli 2024
- 5 Syarat Mendaki Gunung Rinjani, Pastikan Bawa E-Ticket
Sebagai tindak lanjut BTNGR, petugas TNGR bersama Balai Pengendalian Perubahaan Iklim (PPI) Wilayah Jawa, Bali, Nua Tenggara (Jabalnusra) telah melaksanakan mopping- up atau melakukan sterilisasi area bekas kebakaran hutan dari bahan bakar yang masih menyala, Senin (15/7/2024).
Tim mopping-up yang turun ke lapangan berjumlah 12 orang, terdiri dari empat orang petugas TNGR, tiga orang Brimob, empat orang PPI Jabalnusra, dan satu orang Masyarakat Peduli Api (MPA).
Berdasarkan pantauan tim mopping-up, dijumpai titik bara api yang tersisa sehingga segera dilakukan pemadaman.
Diperkirakan luas area yang terbakar kurang lebih empat hektar, dengan jenis vegetasi yang terdampak berupa padang sabana atau rumput ilalang.
"Kami mengharapkan peran serta aktif seluruh masyarakat dan pengunjung kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dalam melakukan pencegahan kebakaran hutan, serta kerja sama dari para pihak dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan," jelasnya.
- Kronologi Pendaki Meninggal di Gunung Rinjani, Diduga Kelelahan
- 3 Tips Ikut Open Trip Pendakian Gunung Rinjani biar Tidak Zonk
Kronologi kebakaran di Gunung Rinjani
Dokumentasi Taman Nasional Gunung Rinjani. Hutan di kawasan Bukit Gedong Resort Aikmel SPTN wilayah II Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) kebakaran pada Minggu (14/7/2024)Berdasarkan keterangan tertulis BTNGR, informasi kebakaran yang terjadi di hutan dalam wilayah Gunung Rinjani diperoleh dari salah satu Masyarakat Peduli Api (MPA).
Setelah itu, petugas TNGR kemudian berkoordinasi dengan para pihak terkait upaya penanganan kebakaran.
Satu tim yang terdiri 31 orang kemudian berangkat menuju lokasi untuk memadamkan api. Tim yang terlibat terdiri dari lima orang petugas TNGR, delapan orang Brimob, dua orang Polsek Sembalun, enam orang PPI Jabalnusra, dua orang MPA, dan delapan orang Kelompok Pengelola Destinasi Wisata Bukit Gedong.
Kebakaran yang menghangusksan padang sabana sekitar empat hektar tersebut disinyalir berasal dari ledakan kompor aktivitas pengunjung yang sedang memasak.
Tim pemadam berangkat ke lokasi kabakaran pada Minggu (14/7/2024) pukul 14.00 Wita. Tim sampai di lokasi kebakaran hutan sekitar pukul 15.00 Wita dan segera melakukan upaya pemadaman api.
"Pukul 15.55 Wita petugas menerima laporan bahwa api telah berhasil dipadamkan, tim segera kembali turun dari lokasi," katanya.
Sekitar pukul 18.00 Wita, tim pemadam tiba di gerbang masuk destinasi wisata Bukit Gedong Resort dan melaporkan hasil kegiatan pemadaman.
"Alhamdulillah tidak ada (korban)," tutur Humas BTNGR Yudi kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (16/7/2024).
- Ini Alasan Pendaki Gunung Rinjani Harus Lewat Jalur Resmi
- Desa Wisata Labuhan Lombok, Punya Lokasi Lihat Panorama Gunung Rinjani