#30 tag 24jam
Hasto Bantah PDIP Tawari Anies Baswedan Maju di Pilgub Jabar
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut partainya tak pernah menawari Anies Baswedan untuk maju pemilihan gubernur atau Pilgub Jawa Barat. [379] url asal
(Katadata - BERITA) 30/08/24 10:33
v/14831243/
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut partainya tak pernah menawari Anies Baswedan untuk maju pemilihan gubernur atau Pilgub Jawa Barat.
Hasto menyampaikan informasi itu usai PDIP mengusung Jeje Wiradinata dan Ronal Sunandar Surapradja sebagai calon Gubernur serta Wakil Gubernur Jawa Barat.
"Secara khusus tidak (Menawari Anies maju di Jawa Barat). Tetapi ini menunjukkan bagaimana memang publik memberikan suatu persepsi yang cukup luas," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Jumat (30/8).
Sebelum PDIP resmi mendaftarkan Jeje-Ronal ke KPUD Jawa Barat, nama Anies Baswedan dirumorkan akan dipasangkan oleh partai banteng dengan Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono.
Bendahara DPC PDI-P Kota Bandung, Folmer Silalahi, pun sempat menyebut kepastian Anies-Ono untuk dicalonkan mencapai 95 persen.
Hasto menilai, isu Anies dicalonkan PDIP itu lantaran sama-sama dipersepsikan sebagai korban keadaan, sama dengan partainya.
"Spekulasi pasangan Pak Anies-Ono itu menunjukkan bahwa Pak Anies memang mendapatkan dukungan karena sama-sama dengan PDI Perjuangan dipersepsikan sebagai korban," kata dia.
Kendati demikian, Hasto tak menampik bahwa PDIP menjalin komunikasi dengan mantan Gubernur Jakarta itu.
"Kami terus melakukan komunikasi yang sangat positif dengan Pak Anies dan ada saling kesepahaman dan ini akan jadi modal bagi kerjasama ke depan," kata Hasto.
Anies Tolak Pinangan Maju Pilgub Jabar
Berbeda dengan pernyataan Hasto, Anies Baswedan menyatakan tak menerima pinangan PDIP untuk maju dalam pemilihan gubernur atau Pilgub Jawa Barat 2024. Staf Anies Sahrin Hamid mengungkap, alasan Anies tak menerima tawaran tersebut.
"Ada perbedaan antara di Jawa Barat dan di Jakarta. Kalau di Jakarta kan ada aspirasi dari warga dan partai politik, sedangkan untuk Jawa Barat memang baru kali ini, kurang lebih baru hari ini, sehingga itu menjadi salah satu pertimbangan ," ujar Sahrin dalam konferensi pers yang ditayangkan KompasTV, Kamis (29/8).
Sahrin menjelaskan, aspirasi masyarakat yang meminta Anies untuk maju di Pilgub Jakarta sempat terefleksi dari keputusan partai di tingkat wilayah dan daerah, hingga pusat. Kondisi tersebut berbeda dengan Jawa Barat. "Tidak ada secara khusus permintaan dari warga masyarakat maupun aspirasi dari partai politik di tingkat daerah maupun di tingkat wilayah," kata dia.
Meski demikian, menurut dia, Anies berterima kasih dan mengapresiasi tawaran dari partai yang memintanya maju di Pilgub Jabar. Sahrin pun menginformasikan bahwa Anies kemungkinan akan menyampaikan pertimbangan lainnya tak maju dalam Pilgub Jabar pada besok (30/8).
Daftar Calon Pilkada 5 Provinsi Pulau Jawa, Artis dan 4 Srikandi Siap Bertarung
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menutup masa pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024. Siapa saja calon yang maju di Pilkada? [2,053] url asal
#pilkada #pilkada-2024 #update-me #ridwan-kamil #airin-rachmi-diany #khofifah #khofifah-emil #pramono-anung #andika-perkasa #ahmad-luthfi #tri-rismaharini
(Katadata - BERITA) 30/08/24 09:32
v/14831245/
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menutup masa pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024. Ketua Divisi Teknis KPU Idham Holik menyebutkan sebanyak 1.467 bakal pasangan calon kepala daerah mendaftarkan diri untuk mengikuti kontestasi.
"Proses pendaftaran pasangan calon di rentang 27 hingga 29 Agustus atau selama tiga hari berjalan lancar," kata Ketua Divisi Teknis KPU RI Idham Holik di Sorong, Papua Barat, Jumat (30/8).
Menurut Idham, selama tiga hari tersebut KPU menerima sebanyak 1.467 pasangan calon mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Ia merinci terdapat 100 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang mendaftar di 37 provinsi yang menggelar Pilkada 2024.
Sedangkan untuk tingkat kabupaten dari 415 daerah penyelenggara pilkada total terdapat 1.095 pasangan calon. Sementara untuk tingkat kota terdapat 93 yang menggelar Pilkada dengan jumlah 272 pasangan calon.
KPU kembali mengingatkan para menteri dan kepala daerah petahana yang maju pada Pemilihan Kepala Daerah tahun 2024 harus mengambil cuti dari sejak pendaftaran hingga masa kampanye. Selain menteri, bakal calon kepala daerah dari petahana (kepala daerah sedang menjabat) juga harus mengajukan cuti mulai pendaftaran hingga masa kampanye selama 60 hari.
Berikut Daftar calon gubernur dan calon wakil gubernur yang resmi mendaftar ke KPU di 6 Provinsi Pulau Jawa
Daftar Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Provinsi Banten
KPU Provinsi Banten menyebut tidak ada calon independen yang mengajukan diri sejak pendaftaran Pilkada serentak 2024. Hingga penutupan pendaftaran terdapat 2 pasangan yang akan bertarung di Pilgub Banten.
1. Andra Soni - Dimyati Natakusumah
Pasangan calon gubernur Andra Soni dan calon wakil gubernur Dimyati Natakusumah resmi mendaftarkan ke KPU pada Kamis (29/8) sore. Saat mendaftar di KPU Provinsi Banten Serang Andra-Dimyati didampingi Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Yandri Susanto, bersama perwakilan partai pengusung yakni Gerindra, PKS, Nasdem, PKB, PAN, PPP, Demokrat, PSI, Prima dan Garuda.
2. Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi
Pasangan Airin - Ade mendaftar ke KPU pada Selasa (27/8). Mereka didukung oleh tujuh partai yaitu PDIP, Golkar, PBB, PKN, Partai Buruh, Partai Ummat dan Gelora.
Daftar Calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilkada Jakarta
KPU Jakarta menyebutkan terdapat tiga pasangan calon (paslon) siap bersaing dalam Pilkada. "Ketiga bakal calon ini statusnya lengkap dan diterima," kata Ketua KPU DKI Jakarta Wahyu Dinata usai menutup pendaftaran Pilkada DKI di Jakarta, Jumat (29/8).
Wahyu mengatakan pendaftaran ditutup pada Kamis (29/8) pukul 23.59 WIB. Pasangan dari jalur independen menjadi yang terakhir mendaftar.
1. Dharma Pongrekun - Kun Wardana
Pasangan ini maju di Pilkada melalui jalur independen. Mereka maju setelah mengantongi dukungan yang dibuktikan dari lebih dari 680 ribu KTP. Pendaftaran dari jalur independen diawali dengan verifikasi berkas lamaran oleh KPU hingga akhirnya dinyatakan sah untuk bisa ikut pilkada.
2. Pramono Anung - Rano Karno
Pada hari sebelumnya, KPU telah telah menerima pendaftaran dari Pramono Anung-Rano Karno. Menurut Wahyu Pramono dan Rano mendapat dukungan dari PDIP dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Adapun total persentase suara dukungan yang dimiliki pasangan Pramono-Rano menjadi 14,46 %.
3. Ridwan Kamil - Suswono
Pada hari yang sama dengan pendaftaran Pramono - Rano, juga dilakukan pendaftaran pasangan Ridwan Kamil-Suswono. Mereka didukung oleh 13 partai politik yaitu Gerindra, Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Nasional Demokrat (NasDem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Gelora, Garuda, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).
Bila diakumulasi, Pasangan RK - Suswono mendapat total dukungan partai yang meraih 83,46 % suara di pemilu 2024.
Daftar 4 Pasang Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat
1. PDIP Usang Jeje Wiradinata - Ronal Surapradja
PDIP mengusung Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja menjadi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jabar 2024. Jeje merupakan Bupati Pangandaran. Sementara Ronal merupakan pembawa acara dan aktor.
Saat pendaftaran, Jeje dan Ronal hanya hadir secara daring. Dalam jaringan videonya, Jeje terlihat di sebuah bangunan seperti rumah, sementara Ronal terlihat seperti tengah di mobil dalam suatu perjalanan.
Hal ini cukup mengejutkan publik termasuk wartawan yang hadir di Kantor KPU Provinsi Jabar mengingat ketika rombongan pengurus PDI Perjuangan datang pada 23.30 WIB, terlihat Ono Surono yang sebelumnya santer terdengar sebagai calon gubernur yang diusung oleh PDIP.
Acara pendaftaran pun sempat terhenti hingga akhirnya pada pukul 00.00 hari Jumat (30/8) perwakilan PDI Perjuangan Jabar, Abdy Yuhana, memberikan sambutannya. Abdy mengatakan mereka hadir ke KPU Provinsi Jabar dalam rangka mendaftarkan calon yang diusung PDIP.
Pada saat pendaftaran Jeje dan Ronal tampil lewat video call. Jeje dalam sambutannya secara virtual mengaku kaget atas pendaftaran sebagai kontestan dalam Pilgub Jabar 2024.
"Saya dan Ronal akan maju di Pilgub Jabar. Kaget ketika mendengar hal ini dan saya memahami betul sebagai Bupati di kampung disurvei tidak ada, tapi hari ini bukan perihal itu. PDI Perjuangan adalah partai yang konsen terhadap demokrasi, tentu ini jadi yang paling pokok," ujarnya secara virtual.
2. PKB Usung Acep Adang dan Gita KDI
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung dua kader internal, yakni Acep Adang Ruhiyat dan Gitalis Dwi Natarina alias Gita KDI untuk maju dalam pemilihan gubernur atau Pilgub Jawa Barat 2024. Keduanya didampingi Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda. Mereka menyerahkan draft dokumen pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar pada Pilkada Jabar 2024 ke KPU.
Acep Adang Ruchiat dan Gitalis Dwi Natarina datang ke Kantor KPU Jabar sekitar pukul 21.30 WIB dengan mengenakan pakaian hijau-hijau kombinasi hitam yang langsung disambut kesenian lengser. Selepas diterima oleh kesenian lengser, pasangan Acep-Gitalis memasuki Gedung KPU Jawa Barat dengan diterima oleh Ketua KPU Jabar Ummi Wahyuni beserta komisionernya dan Ketua Bawaslu Jabar Zacky Muhammad Zamzam.
"Kami datang ke sini untuk menyerahkan dokumen pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar yakni Pak Acep Adang Ruchiat dan Gitalis Dwi Natarina," ucap Syaiful.
Acep Adang Ruchiat dan Gitalis Dwi Natarina menjadi pasangan ketiga yang mendaftar ke KPU Jawa Barat setelah dua calon lainnya. Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan, Jawa Barat memerlukan pemimpin yang religius, jujur, serta merakyat.
3. PKS, NasDem dan PPP Kompak Usung Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie
Partai Keadilan Sejahtera dan Nasional Demokrat resmi mendaftarkan Ahmad Syaikhu dan Ilham Akbar Habibie untuk berlaga dalam Pilgub Jabar 2024. Mereka datang ke kantor KPU Jawa Barat, Kamis (29/8) siang menggunakan kendaraan klasik.
Pasangan ini datang ke KPU Jabar sekitar pukul 10.45 mengendarai mobil VW Kodok berwarna biru navy, didampingi tokoh partai politik pengusung, PKS, PPP, Nasdem, serta simpatisan. Mereka datang kemudian mengisi daftar hadir yang selanjutnya masuk aula untuk menyerahkan berkas pendaftaran dengan disaksikan seluruh komisioner KPU dan Bawaslu Jawa Barat.
Ketua Tim Kampanye pasangan Syaikhu-Ilham, Ahmad Heryawan turut hadir mengantarkan keduanya untuk menyerahkan berkas pendaftaran. Saat ditanya, Aher mengatakan kedatangannya untuk mengantar dan memenangkan pasangan ini sebagai ikhtiar untuk memenangkan pasangan tersebut di Pilgub Jabar 2024 nanti.
"Saya datang mengantar dan memohon agar KPU Jabar menerima pendaftaran kami. Kami datang ke sini untuk menang (Pilgub Jabar)," kata dia.
Berkas pendaftaran Syaikhu-Ilham ini diterima KPU dengan lengkap dan kemudian, KPU Jabar akan melakukan pengecekan administrasi untuk kemudian nantinya mengikuti tes kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. "Nanti kita cek secara administratif, selanjutnya besok pukul 07.00 WIB akan dilaksanakan pemeriksaan kesehatan di RSHS Bandung," tutur Ummi.
4. Dedi Mulyadi - Erwan Daftar di Hari Pertama
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan merupakan yang pertama daftar ke KPU. Mereka mendaftar di hari pertama pendaftaran pada Selasa (27/8). Usai melakukan pendaftaran, Dedi mengaku akan terus berkeliling ke berbagai daerah di Jabar, guna bertemu langsung dengan warga dan menyelesaikan berbagai problem yang muncul.
Selain itu keduanya juga akan terus berkonsolidasi dengan partai pengusung dan para relawan. "Kang Erwan juga punya aktivitas sendiri, selain mengurus Persib juga mengurus masyarakat. Nanti kita menghindari hal yang terlalu seremonial," katanya.
Pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan (DERMAWAN) ini menyatakan akan mengedepankan aspek yang lebih substansial yang menjadi kebutuhan masyarakat. Sehingga saat kampanye nanti kehadiran keduanya bisa lebih bermanfaat bagi kehidupan masyarakat secara luas.
Pada Pilgub Jabar, pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setawan diusung Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN dan PSI. Selain itu juga mendapatkan dukungan dari sembilan partai politik nonparlemen.
Daftar Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur di Pilkada Jawa Tengah
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah memastikan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) akan diikuti dua pasangan calon. Hal itu didasarkan pada sisa suara sah Pemilu Anggota DPRD Provinsi Jateng 2024 yang menjadi syarat untuk mengusung bakal paslon kurang dari batas minimal jumlah suara yang ditentukan.
Ketua KPU Jawa Tengah Handi Tri Ujiono mengatakan saat ini jumlah suara sah partai politik yang mendaftarkan bakal calon kepala daerahnya ke KPU tak lagi menyisakan kesempatan pada calon lain. Sementara itu, total suara sah Pemilu Legislatif 2024 di Jawa Tengah tercatat 19,8 juta suara. Menurut Hendi, dengan jumlah suara yang sudah terpakai untuk pendaftaran calon tersisa sekitar 900.000 suara.Padahal, menurut dia, batas minimal suara sah untuk mencalonkan kepala daerah dalam Pilkada Jawa Tengah sebanyak 1,2 juta suara.
1. Andika Perkasa - Hendrar Prihadi
Pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi datang ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah dengan diiringi oleh ribuan pendukung dan simpatisan PDIP pada Rabu (27/8). Ketua KPU Jateng Handi Tri Ujiono mengatakan PDIP merupakan partai politik pertama yang mendaftarkan bakal paangan calon kepala daerah.
"KPU menerima pendaftaran pasangan calon pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah atas nama Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi," kata Handi di Semarang.
Pada kesempatan itu, KPU Jateng juga menyerahkan surat pengantar kepada Andika-Hendi untuk menjalani tes kesehatan pada 29 Agustus 2024. Handi menambahkan pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi diusulkan PDIP yang memperoleh suara sah pada Pemilu 2024 sebanyak 5,2 juta suara.
2. Ahmad Luthfi - Taj Yasin
Menurut Hendi pasangan Luthfi dan Taj didukung gabungan sembilan partai politik mendaftarkan pasangan Ahmad Luthfi - Taj Yasin Maimoen berbekal 13,7 juta suara sah hasil Pemilu 2024. Sembilan partai politik pengusung pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin adalah Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Nasional Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Demokrat.
Daftar Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur
KPU Jawa Timur menyatakan berkas pendaftaran pasangan tiga calon kepala daerah di Pilkada Jawa Timur lengkap. Saat ini terdapat 3 perempuan yang akan bertarung memperebutkan posisi gubernur Jatim periode 2024-2029.
1. Luluk Nur Hamidah - Lukmanul Hakim
Di Jawa Timur, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Hakim (LUMAN). Ketua KPU Jawa Timur Aang Kunaifi mengatakan berkas mereka sudah lengkap saat mendaftar pada Kamis (29/8) malam.
Pasangan calon Gubernur Jatim dan bakal calon Wakil Gubernur Jatim yang diusung PKB tersebut dinyatakan memenuhi syarat dan bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya yakni mengikuti proses cek kesehatan di Graha Amerta RSUD dr. Soetomo, mulai Sabtu (31/8). Nantinya, pemeriksaan akan digelar selama dua hari. Pada hari pertama pasangan tersebut akan menjalani tes fisik secara menyeluruh. Sementara hari kedua menjalani tes psikologi.
Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar menyatakan bahwa jika calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Luluk-Lukman tersebut satu-satunya yang ditemani Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Gus Halim yakin dengan pendaftaran yang mendekati hari Jumat bisa membawa keberkahan dan yakin bisa menang menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.
2. Khofifah Indar Parawansa yang didampingi Emil Elestianto Dardak
KPU Jawa Timur menerima pendaftaran pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2024 pada Rabu (28/8). Khofifah-Emil menjadi pasangan pertama yang mendaftar ke KPU.
Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi mengatakan berdasarkan hasil verifikasi dari tim verifikator, dokumen pendaftaran yang disampaikan pasangan Khofifah-Emil dinyatakan lengkap dan diterima. Aang melanjutkan setelah diterimanya pendaftaran, selanjutnya pasangan Khofifah-Emil akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan telah dilakukan pada Kamis (29/8).
Bakal Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sepakat untuk menjalani proses demokrasi pada Pilkada Jatim 2024 sesuai tagline 'Seneng Bareng.' Di Pilkada mereka diusung 15 partai politik yaitu Partai Gerinda, Partai Golkar, Partai Demokrat, PKS, PPP, PAN, PSI, dan NasDem. Tujuh parpol nonparlemen: Perindo, Partai Buruh, Garuda, PBB, PKN, Gelora, dan Prima.
3. Tri Rismaharini - Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans)
Pasangan Risma - Zahrul diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Hanura. Setelah tahapan pendaftaran tersebut, lanjut Aang, Risma dan Gus Hans wajib menjalani tes kesehatan di Graha Amerta RSUD dr. Soetomo. Tes tersebut rencananya mulai Sabtu (31/8).
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Said Abdullah menyampaikan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari KPU Provinsi Jatim. Said percaya KPU dan Bawaslu Provinsi Jatim mengawal pilkada tersebut untuk memastikan agar berjalan lancar, netral, dan melayani semua pihak.
Daftar Lengkap Cagub-Cawagub 5 Provinsi Pulau Jawa, Artis dan 4 Srikandi Berlaga
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menutup masa pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024. Siapa saja calon yang maju di Pilkada? [2,053] url asal
#pilkada #pilkada-2024 #update-me #ridwan-kamil #airin-rachmi-diany #khofifah #khofifah-emil #pramono-anung #andika-perkasa #ahmad-luthfi #tri-rismaharini
(Katadata - BERITA) 30/08/24 09:32
v/14831244/
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menutup masa pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024. Ketua Divisi Teknis KPU Idham Holik menyebutkan sebanyak 1.467 bakal pasangan calon kepala daerah mendaftarkan diri untuk mengikuti kontestasi.
"Proses pendaftaran pasangan calon di rentang 27 hingga 29 Agustus atau selama tiga hari berjalan lancar," kata Ketua Divisi Teknis KPU RI Idham Holik di Sorong, Papua Barat, Jumat (30/8).
Menurut Idham, selama tiga hari tersebut KPU menerima sebanyak 1.467 pasangan calon mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Ia merinci terdapat 100 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang mendaftar di 37 provinsi yang menggelar Pilkada 2024.
Sedangkan untuk tingkat kabupaten dari 415 daerah penyelenggara pilkada total terdapat 1.095 pasangan calon. Sementara untuk tingkat kota terdapat 93 yang menggelar Pilkada dengan jumlah 272 pasangan calon.
KPU kembali mengingatkan para menteri dan kepala daerah petahana yang maju pada Pemilihan Kepala Daerah tahun 2024 harus mengambil cuti dari sejak pendaftaran hingga masa kampanye. Selain menteri, bakal calon kepala daerah dari petahana (kepala daerah sedang menjabat) juga harus mengajukan cuti mulai pendaftaran hingga masa kampanye selama 60 hari.
Berikut Daftar calon gubernur dan calon wakil gubernur yang resmi mendaftar ke KPU di 6 Provinsi Pulau Jawa
Daftar Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Provinsi Banten
KPU Provinsi Banten menyebut tidak ada calon independen yang mengajukan diri sejak pendaftaran Pilkada serentak 2024. Hingga penutupan pendaftaran terdapat 2 pasangan yang akan bertarung di Pilgub Banten.
1. Andra Soni - Dimyati Natakusumah
Pasangan calon gubernur Andra Soni dan calon wakil gubernur Dimyati Natakusumah resmi mendaftarkan ke KPU pada Kamis (29/8) sore. Saat mendaftar di KPU Provinsi Banten Serang Andra-Dimyati didampingi Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Yandri Susanto, bersama perwakilan partai pengusung yakni Gerindra, PKS, Nasdem, PKB, PAN, PPP, Demokrat, PSI, Prima dan Garuda.
2. Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi
Pasangan Airin - Ade mendaftar ke KPU pada Selasa (27/8). Mereka didukung oleh tujuh partai yaitu PDIP, Golkar, PBB, PKN, Partai Buruh, Partai Ummat dan Gelora.
Daftar Calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilkada Jakarta
KPU Jakarta menyebutkan terdapat tiga pasangan calon (paslon) siap bersaing dalam Pilkada. "Ketiga bakal calon ini statusnya lengkap dan diterima," kata Ketua KPU DKI Jakarta Wahyu Dinata usai menutup pendaftaran Pilkada DKI di Jakarta, Jumat (29/8).
Wahyu mengatakan pendaftaran ditutup pada Kamis (29/8) pukul 23.59 WIB. Pasangan dari jalur independen menjadi yang terakhir mendaftar.
1. Dharma Pongrekun - Kun Wardana
Pasangan ini maju di Pilkada melalui jalur independen. Mereka maju setelah mengantongi dukungan yang dibuktikan dari lebih dari 680 ribu KTP. Pendaftaran dari jalur independen diawali dengan verifikasi berkas lamaran oleh KPU hingga akhirnya dinyatakan sah untuk bisa ikut pilkada.
2. Pramono Anung - Rano Karno
Pada hari sebelumnya, KPU telah telah menerima pendaftaran dari Pramono Anung-Rano Karno. Menurut Wahyu Pramono dan Rano mendapat dukungan dari PDIP dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Adapun total persentase suara dukungan yang dimiliki pasangan Pramono-Rano menjadi 14,46 %.
3. Ridwan Kamil - Suswono
Pada hari yang sama dengan pendaftaran Pramono - Rano, juga dilakukan pendaftaran pasangan Ridwan Kamil-Suswono. Mereka didukung oleh 13 partai politik yaitu Gerindra, Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Nasional Demokrat (NasDem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Gelora, Garuda, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).
Bila diakumulasi, Pasangan RK - Suswono mendapat total dukungan partai yang meraih 83,46 % suara di pemilu 2024.
Daftar 4 Pasang Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat
1. PDIP Usang Jeje Wiradinata - Ronal Surapradja
PDIP mengusung Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja menjadi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jabar 2024. Jeje merupakan Bupati Pangandaran. Sementara Ronal merupakan pembawa acara dan aktor.
Saat pendaftaran, Jeje dan Ronal hanya hadir secara daring. Dalam jaringan videonya, Jeje terlihat di sebuah bangunan seperti rumah, sementara Ronal terlihat seperti tengah di mobil dalam suatu perjalanan.
Hal ini cukup mengejutkan publik termasuk wartawan yang hadir di Kantor KPU Provinsi Jabar mengingat ketika rombongan pengurus PDI Perjuangan datang pada 23.30 WIB, terlihat Ono Surono yang sebelumnya santer terdengar sebagai calon gubernur yang diusung oleh PDIP.
Acara pendaftaran pun sempat terhenti hingga akhirnya pada pukul 00.00 hari Jumat (30/8) perwakilan PDI Perjuangan Jabar, Abdy Yuhana, memberikan sambutannya. Abdy mengatakan mereka hadir ke KPU Provinsi Jabar dalam rangka mendaftarkan calon yang diusung PDIP.
Pada saat pendaftaran Jeje dan Ronal tampil lewat video call. Jeje dalam sambutannya secara virtual mengaku kaget atas pendaftaran sebagai kontestan dalam Pilgub Jabar 2024.
"Saya dan Ronal akan maju di Pilgub Jabar. Kaget ketika mendengar hal ini dan saya memahami betul sebagai Bupati di kampung disurvei tidak ada, tapi hari ini bukan perihal itu. PDI Perjuangan adalah partai yang konsen terhadap demokrasi, tentu ini jadi yang paling pokok," ujarnya secara virtual.
2. PKB Usung Acep Adang dan Gita KDI
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung dua kader internal, yakni Acep Adang Ruhiyat dan Gitalis Dwi Natarina alias Gita KDI untuk maju dalam pemilihan gubernur atau Pilgub Jawa Barat 2024. Keduanya didampingi Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda. Mereka menyerahkan draft dokumen pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar pada Pilkada Jabar 2024 ke KPU.
Acep Adang Ruchiat dan Gitalis Dwi Natarina datang ke Kantor KPU Jabar sekitar pukul 21.30 WIB dengan mengenakan pakaian hijau-hijau kombinasi hitam yang langsung disambut kesenian lengser. Selepas diterima oleh kesenian lengser, pasangan Acep-Gitalis memasuki Gedung KPU Jawa Barat dengan diterima oleh Ketua KPU Jabar Ummi Wahyuni beserta komisionernya dan Ketua Bawaslu Jabar Zacky Muhammad Zamzam.
"Kami datang ke sini untuk menyerahkan dokumen pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar yakni Pak Acep Adang Ruchiat dan Gitalis Dwi Natarina," ucap Syaiful.
Acep Adang Ruchiat dan Gitalis Dwi Natarina menjadi pasangan ketiga yang mendaftar ke KPU Jawa Barat setelah dua calon lainnya. Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan, Jawa Barat memerlukan pemimpin yang religius, jujur, serta merakyat.
3. PKS, NasDem dan PPP Kompak Usung Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie
Partai Keadilan Sejahtera dan Nasional Demokrat resmi mendaftarkan Ahmad Syaikhu dan Ilham Akbar Habibie untuk berlaga dalam Pilgub Jabar 2024. Mereka datang ke kantor KPU Jawa Barat, Kamis (29/8) siang menggunakan kendaraan klasik.
Pasangan ini datang ke KPU Jabar sekitar pukul 10.45 mengendarai mobil VW Kodok berwarna biru navy, didampingi tokoh partai politik pengusung, PKS, PPP, Nasdem, serta simpatisan. Mereka datang kemudian mengisi daftar hadir yang selanjutnya masuk aula untuk menyerahkan berkas pendaftaran dengan disaksikan seluruh komisioner KPU dan Bawaslu Jawa Barat.
Ketua Tim Kampanye pasangan Syaikhu-Ilham, Ahmad Heryawan turut hadir mengantarkan keduanya untuk menyerahkan berkas pendaftaran. Saat ditanya, Aher mengatakan kedatangannya untuk mengantar dan memenangkan pasangan ini sebagai ikhtiar untuk memenangkan pasangan tersebut di Pilgub Jabar 2024 nanti.
"Saya datang mengantar dan memohon agar KPU Jabar menerima pendaftaran kami. Kami datang ke sini untuk menang (Pilgub Jabar)," kata dia.
Berkas pendaftaran Syaikhu-Ilham ini diterima KPU dengan lengkap dan kemudian, KPU Jabar akan melakukan pengecekan administrasi untuk kemudian nantinya mengikuti tes kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. "Nanti kita cek secara administratif, selanjutnya besok pukul 07.00 WIB akan dilaksanakan pemeriksaan kesehatan di RSHS Bandung," tutur Ummi.
4. Dedi Mulyadi - Erwan Daftar di Hari Pertama
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan merupakan yang pertama daftar ke KPU. Mereka mendaftar di hari pertama pendaftaran pada Selasa (27/8). Usai melakukan pendaftaran, Dedi mengaku akan terus berkeliling ke berbagai daerah di Jabar, guna bertemu langsung dengan warga dan menyelesaikan berbagai problem yang muncul.
Selain itu keduanya juga akan terus berkonsolidasi dengan partai pengusung dan para relawan. "Kang Erwan juga punya aktivitas sendiri, selain mengurus Persib juga mengurus masyarakat. Nanti kita menghindari hal yang terlalu seremonial," katanya.
Pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan (DERMAWAN) ini menyatakan akan mengedepankan aspek yang lebih substansial yang menjadi kebutuhan masyarakat. Sehingga saat kampanye nanti kehadiran keduanya bisa lebih bermanfaat bagi kehidupan masyarakat secara luas.
Pada Pilgub Jabar, pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setawan diusung Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN dan PSI. Selain itu juga mendapatkan dukungan dari sembilan partai politik nonparlemen.
Daftar Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur di Pilkada Jawa Tengah
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah memastikan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) akan diikuti dua pasangan calon. Hal itu didasarkan pada sisa suara sah Pemilu Anggota DPRD Provinsi Jateng 2024 yang menjadi syarat untuk mengusung bakal paslon kurang dari batas minimal jumlah suara yang ditentukan.
Ketua KPU Jawa Tengah Handi Tri Ujiono mengatakan saat ini jumlah suara sah partai politik yang mendaftarkan bakal calon kepala daerahnya ke KPU tak lagi menyisakan kesempatan pada calon lain. Sementara itu, total suara sah Pemilu Legislatif 2024 di Jawa Tengah tercatat 19,8 juta suara. Menurut Hendi, dengan jumlah suara yang sudah terpakai untuk pendaftaran calon tersisa sekitar 900.000 suara.Padahal, menurut dia, batas minimal suara sah untuk mencalonkan kepala daerah dalam Pilkada Jawa Tengah sebanyak 1,2 juta suara.
1. Andika Perkasa - Hendrar Prihadi
Pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi datang ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah dengan diiringi oleh ribuan pendukung dan simpatisan PDIP pada Rabu (27/8). Ketua KPU Jateng Handi Tri Ujiono mengatakan PDIP merupakan partai politik pertama yang mendaftarkan bakal paangan calon kepala daerah.
"KPU menerima pendaftaran pasangan calon pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah atas nama Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi," kata Handi di Semarang.
Pada kesempatan itu, KPU Jateng juga menyerahkan surat pengantar kepada Andika-Hendi untuk menjalani tes kesehatan pada 29 Agustus 2024. Handi menambahkan pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi diusulkan PDIP yang memperoleh suara sah pada Pemilu 2024 sebanyak 5,2 juta suara.
2. Ahmad Luthfi - Taj Yasin
Menurut Hendi pasangan Luthfi dan Taj didukung gabungan sembilan partai politik mendaftarkan pasangan Ahmad Luthfi - Taj Yasin Maimoen berbekal 13,7 juta suara sah hasil Pemilu 2024. Sembilan partai politik pengusung pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin adalah Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Nasional Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Demokrat.
Daftar Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur
KPU Jawa Timur menyatakan berkas pendaftaran pasangan tiga calon kepala daerah di Pilkada Jawa Timur lengkap. Saat ini terdapat 3 perempuan yang akan bertarung memperebutkan posisi gubernur Jatim periode 2024-2029.
1. Luluk Nur Hamidah - Lukmanul Hakim
Di Jawa Timur, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Hakim (LUMAN). Ketua KPU Jawa Timur Aang Kunaifi mengatakan berkas mereka sudah lengkap saat mendaftar pada Kamis (29/8) malam.
Pasangan calon Gubernur Jatim dan bakal calon Wakil Gubernur Jatim yang diusung PKB tersebut dinyatakan memenuhi syarat dan bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya yakni mengikuti proses cek kesehatan di Graha Amerta RSUD dr. Soetomo, mulai Sabtu (31/8). Nantinya, pemeriksaan akan digelar selama dua hari. Pada hari pertama pasangan tersebut akan menjalani tes fisik secara menyeluruh. Sementara hari kedua menjalani tes psikologi.
Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar menyatakan bahwa jika calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Luluk-Lukman tersebut satu-satunya yang ditemani Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Gus Halim yakin dengan pendaftaran yang mendekati hari Jumat bisa membawa keberkahan dan yakin bisa menang menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.
2. Khofifah Indar Parawansa yang didampingi Emil Elestianto Dardak
KPU Jawa Timur menerima pendaftaran pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2024 pada Rabu (28/8). Khofifah-Emil menjadi pasangan pertama yang mendaftar ke KPU.
Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi mengatakan berdasarkan hasil verifikasi dari tim verifikator, dokumen pendaftaran yang disampaikan pasangan Khofifah-Emil dinyatakan lengkap dan diterima. Aang melanjutkan setelah diterimanya pendaftaran, selanjutnya pasangan Khofifah-Emil akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan telah dilakukan pada Kamis (29/8).
Bakal Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sepakat untuk menjalani proses demokrasi pada Pilkada Jatim 2024 sesuai tagline 'Seneng Bareng.' Di Pilkada mereka diusung 15 partai politik yaitu Partai Gerinda, Partai Golkar, Partai Demokrat, PKS, PPP, PAN, PSI, dan NasDem. Tujuh parpol nonparlemen: Perindo, Partai Buruh, Garuda, PBB, PKN, Gelora, dan Prima.
3. Tri Rismaharini - Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans)
Pasangan Risma - Zahrul diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Hanura. Setelah tahapan pendaftaran tersebut, lanjut Aang, Risma dan Gus Hans wajib menjalani tes kesehatan di Graha Amerta RSUD dr. Soetomo. Tes tersebut rencananya mulai Sabtu (31/8).
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Said Abdullah menyampaikan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari KPU Provinsi Jatim. Said percaya KPU dan Bawaslu Provinsi Jatim mengawal pilkada tersebut untuk memastikan agar berjalan lancar, netral, dan melayani semua pihak.
Calon Menteri Keuangan: Prabowo Cari Profesional Berlatar Belakang Politik
Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Laode M Kamaluddin membocorkan kriteria yang dicari untuk mengisi posisi menteri keuangan pada pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka. [311] url asal
#prabowo #menteri-keuangan #menkeu #update-me #kabinet
(Katadata - BERITA) 30/08/24 08:09
v/14831246/
Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Laode M Kamaluddin membocorkan kriteria yang dicari untuk mengisi posisi menteri keuangan pada pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka. Meskipun begitu, Laode mengatakan penentuan calon menteri keuangan belum mengerucut pada sosoknya.
“Kalau sekarang ini platform-nya dipetakan dulu. Kemudian memenuhi persyaratan dua, profesional dan punya latar belakang politik,” kata Laode di Jakarta, Kamis (29/8).
Menurut Laode kedua kriteria tersebut sangat penting untuk mengisi posisi sebagai menteri keuangan pada masa pemerintahan Prabowo yang masih sekitar dua bulan lagi. Ia mengatakan kedua kriteria tersebut harus seimbang dan tidak bisa kurang dari sisi profesional dan politiknya.
“Kita lihat profesionalisme calon menterinya. Kita lihat background-nya, passion-nya, dan platform-nya dan kepercayaan ya dari presiden,” ujar Laode.
Laode juga menjelaskan nantinya akan ada pemisahan penugasan dalam ranah kementerian keuangan pada pemerintahan Prabowo-Gibran. Dia menyebut, menteri keuangan akan memegang urusan pembuat kebijakan, fiskal, dan kekayaan negara.
Sementara di sisi lain, Prabowo juga akan membentuk Badan Penerimaan Negara. “Ini nantinya yang isinya pajak dan bea cukai secara terpisah dan ditjen anggaran masuk ke Bappenas,” kata Laode.
Ia yakin dengan perubahan tersebut akan jauh lebih efektif dari sisi perencanaan dan pelaksanaan fiskal untuk mendorong ekonomi. Sementara dari segi investasi asing, regulasi yang bertele-tele juga akan dan akan lebih terbuka.
Laode menambahkan, dari sumber daya manusia juga akan mendorong peran lebih banyak dari generasi muda. “Ini multiplier-nya akan menjadi perhatian utama,” ujar Laode.
Belum lama ini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat memperkenalkan wakil menteri terbarunya yaitu Thomas Djiwandono di hadapan DPR. Pada kesempatan itu, bendahara negara itu seperti memberikan kode bahwa Thomas akan menggantikan posisinya di pemerintah baru nanti.
“Jajaran Kementerian Keuangan menyampaikan penghargaan (kepada DPR) dan titip wakil menteri saya ini Pak. Ini kan yang akan meneruskan,” kata Sri Mulyani sambil menunjuk ke arah Thomas dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (21/8).
Profil Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja yang Diusung PDIP di Pilgub Jabar
PDIP resmi mengusung Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja menjadi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jawa Barat 2024. Bagaimana profil Jeje dan Ronal? [710] url asal
#pdip #update-me #pilkada #pilkada-2024 #pilkada-serentak
(Katadata - BERITA) 30/08/24 07:39
v/14831247/
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi mengusung Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja menjadi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jawa Barat 2024. Keputusan mengusung Jeje - Ronal dilakukan menjelang berakhirnya masa pendaftaran pada Kamis (29/8) malam.
Sebelumnya PDIP disebut akan mengusung Anies Baswedan berpasangan dengan Ono Surono yang merupakan ketua Dewan Pengurus Daerah PDIP Jawa Barat. Anies baru resmi menyatakan tidak ikut dalam pilkada dan menolak tawaran PDIP dua jam sebelum penutupan pendaftaran.
Saat pendaftaran, Jeje dan Ronal hanya hadir secara daring. Dalam jaringan videonya, Jeje terlihat di sebuah bangunan seperti rumah, sementara Ronal terlihat seperti tengah di mobil dalam suatu perjalanan. Hal ini cukup mengejutkan publik termasuk wartawan yang hadir di Kantor KPU Provinsi Jabar mengingat ketika rombongan pengurus PDIP datang pada 23.30 WIB, terlihat Ono Surono yang sebelumnya santer terdengar sebagai calon gubernur yang diusung oleh PDIP.
Acara pendaftaran pun sempat terhenti hingga akhirnya pada pukul 00.00 hari Jumat (30/8) perwakilan PDI Perjuangan Jabar, Abdy Yuhana, memberikan sambutannya. Abdy mengatakan mereka hadir ke KPU Provinsi Jabar dalam rangka mendaftarkan calon yang diusung PDIP.
"PDIP tidak kekurangan kader di kota/kabupaten. Tujuan Kami tak semata untuk meraih kekuasaan, tetapi bersama-sama menjaga demokrasi," kata Abdy.
Abdy yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat mengatakan bahwa calon yang diusung oleh partainya memiliki pengalaman baik legislatif maupun eksekutif. Kejutan pun hadir ketika bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dari PDIP untuk memberikan keterangannya.
Pada saat itu muncul Jeje Wiradinata (Bupati Pangandaran) dan Ronal Surapradja (aktor) dalam video call. Namun, pada kesempatan itu Ono sendiri tidak berbicara dalam sesi tersebut. Jeje dalam sambutannya secara virtual mengaku kaget atas pendaftaran sebagai kontestan dalam Pilgub Jabar 2024.
Lalu bagaimana sepak terjang Jeje dan Ronal yang diusung PDIP maju di Pilkada Jabar?
Profil Jeje Wiradinata Calon Gubernur Jabar
Jeje Wiradinata adalah seorang politisi Indonesia yang dikenal sebagai Bupati Pangandaran, sebuah kabupaten di Jawa Barat. Ia telah menjabat sebagai Bupati Pangandaran selama beberapa periode dan dikenal cukup berpengaruh di daerah tersebut.
PDIP mengusung Jeje sebagai salah satu kandidat di Pilkada Jawa Barat karena rekam jejaknya yang kuat dalam memimpin daerah terutama dalam pembangunan infrastruktur dan pariwisata di Pangandaran. Ia dikenal karena berbagai kebijakan dan program pembangunan yang dijalankannya di Pangandaran.
Dalam sambutan saat pendaftaran secara online, Jeje mengatakan terkejut saat keputusan itu ia terima. Namun ia menyatakan akan siap untuk bertarung di Pilkada Jawa Barat.
"Saya dan Ronal akan maju di Pilgub Jabar. Kaget ketika mendengar hal ini dan saya memahami betul sebagai Bupati di kampung disurvei tidak ada, tapi hari ini bukan perihal itu. PDIP adalah partai yang konsen terhadap demokrasi, tentu ini jadi yang paling pokok," ujarnya secara virtual.
Jeje sudah menjabat sebagai Bupati Pangandaraan sejak 2016 dan kini telah memasuki periode kedua. Sebelum di Pangandaraan ia menjadi Wakil Bupati di Ciamis. Sebelumnya nama Jeje sempat masuk dalam bursa calon wakil gubernur. Saat itu ia digadang akan mendampingi Ilham Habibie.
Profil Ronal Supradjaja Calon Wakil Gubernur PDIP di Jabar
Ronal Surapradja adalah seorang figur publik yang lebih dikenal sebagai presenter, komedian, dan aktor di Indonesia. Sebelumnya, ia adalah bagian dari grup komedi "Extravaganza" yang populer di awal 2000-an.
Ronal dikenal karena keterlibatannya di berbagai acara hiburan televisi. Terlepas dari latar belakangnya di dunia hiburan, Ronal juga menunjukkan ketertarikan dan keterlibatan dalam berbagai isu sosial dan politik, yang mendorong PDIP untuk mengusungnya sebagai kandidat di Pilkada Jawa Barat.
Pada pemilu 2024, Ronal maju sebagai calon legislatif Kabupaten Garut, Tasikmalaya melalui PDIP. Ia menyatakan ingin serius di dunia politik agar bisa memajukan Kabupaten Garut.
Merujuk pemberitaan Antara, Ronal pernah menjadi pembawa acara bersama Nico Siahaan dalam acara kampanye calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo di Lapangan Tegalega Bandung.
Nama Ronal mulai dikenal di dunia hiburan saat menjadi penyiar radio Jak FM. Saat ini Ronal bergabung dalam The Prediksi, sebuah klub motor yang didirikan Andre Taulany. Di klub ini Ronal dijuluki El Kolbu lantaran kolesterolnya kambuh saat pesta seafood dalam kegiatan touring The Prediksi. El Kolbu sendiri merupakan pelesetan dari kolesterol kambuh.
Di dunia aktor, Ronal turut membintangi sejumlah film di antaranya Janji Joni (2005), Dunia Lain: The Movie (2006), The Wedding and Bebek Betutu (2015), dan Mau Jadi Apa? (2017). Ia kini terlihat aktif mendesain busana menggunakan batik dan tenun hingga membuat label sendiri yaitu Lawlaka.
KPU Terima 1.467 Berkas Pasangan Calon di Pilkada Serentak Seluruh Indonesia
KPU menutup masa pendaftaran calon kepala daerah yang akan maju di Pilkada serentak 2024. Ketua Divisi Teknis KPU Idham Holik menyebutkan sebanyak 1.467 bakal pasangan calon mendaftar ikut pilkada. [260] url asal
#kpu #update-me #pilkada #pilkada-2024 #calon-gubernur
(Katadata - BERITA) 30/08/24 07:02
v/14831248/
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menutup masa pendaftaran calon kepala daerah yang akan maju di Pilkada serentak 2024. Ketua Divisi Teknis KPU Idham Holik menyebutkan sebanyak 1.467 bakal pasangan calon kepala daerah mendaftarkan diri untuk mengikuti kontestasi.
"Proses pendaftaran pasangan calon di rentang 27 hingga 29 Agustus atau selama tiga hari berjalan lancar," kata Ketua Divisi Teknis KPU RI Idham Holik di Sorong, Papua Barat, Jumat (30/8).
Menurut Idham, selama tiga hari tersebut KPU menerima sebanyak 1.467 pasangan calon mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Ia merinci terdapat 100 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang mendaftar di 37 provinsi yang menggelar Pilkada 2024.
Sedangkan untuk tingkat kabupaten dari 415 daerah penyelenggara pilkada total terdapat 1.095 pasangan calon. Sementara untuk tingkat kota terdapat 93 yang menggelar Pilkada dengan jumlah 272 pasangan calon.
"Semua dapat tertangani walaupun memang di beberapa daerah sempat ada kendala. Terutama persoalan administrasi misalnya formulir model B parpol datangnya terlambat," tuturnya.
Sebelumnya, KPU kembali mengingatkan para menteri dan kepala daerah petahana yang maju pada Pemilihan Kepala Daerah tahun 2024 harus mengambil cuti dari sejak pendaftaran hingga masa kampanye. Selain menteri, bakal calon kepala daerah dari petahana (kepala daerah sedang menjabat) juga harus mengajukan cuti mulai pendaftaran hingga masa kampanye selama 60 hari.
Kewajiban itu menurut Idham sesuai peraturan yang berlaku dan harus ditaati oleh semua kontestan pesta demokrasi lima tahunan sesuai amanat undang-undang. "Merujuk pada Pasal 70 Ayat 3 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016, di mana calon petahana selama masa kampanye harus cuti di luar tanggungan negara," tuturnya
Daftar 4 Pasang Calon di Pilkada Jabar, Dua Artis Bertarung Rebut Suara
Komisi Pemilihan Umum menutup kesempatan untuk partai politik mengajukan calon kepala daerah yang akan berlaga di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 mendatang. [1,228] url asal
#pilkada #pilkada-2024 #jawa-barat #update-me #dedi-mulyadi #ilham-habibie
(Katadata - BERITA) 30/08/24 06:26
v/14831249/
Komisi Pemilihan Umum menutup kesempatan untuk partai politik mengajukan calon kepala daerah yang akan berlaga di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 mendatang. Sesuai rencana pilkada akan digelar secara serentak di seluruh Indonesia pada 27 November 2024.
Salah satu daerah yang cukup menyedot perhatian selama masa pendaftaran adalah Jawa Barat. Di hari terakhir penutupan pendaftaran, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa belum mendaftarkan calon hingga akhirnya kedua partai baru mendaftar beberapa jam sebelum penutupan.
PDIP yang semula digadang akan mengusung Anies Baswedan akhirnya mengusung kader dari internal partai. Hal itu terjadi lantaran Anies baru memberi kepastian untuk tidak maju tak lama sebelum pendaftaran ditutup.
Juru bicara Anies, Sahrin Hamid, mengungkapkan mantan Gubernur Jakarta tersebut sudah memutuskan tidak maju lantaran mencermati dinamika yang berkembang. Anies merasa tidak ada permintaan khusus dari masyarakat Jabar maupun aspirasi partai politik untuk mengusung calon presiden di Pemilu Presiden 2024 itu.
“Sehingga, untuk itu Anies menyampaikan terima kasih, tentunya apresiasi, kepada partai yang meminta Anies untuk maju di Jawa Barat, dan dengan berbagai macam pertimbangan tentunya Anies telah menyatakan tidak maju di Jawa Barat,” kata Sahrin di Jakarta, Kamis malam.
PDIP akhirnya baru melakukan pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur baru dilakukan 30 menit sebelum pendaftaran ditutup pada Kamis (29/8) pukul 23.59 WIB. Calon yang diusung PDIP pun hanya melakukan pendaftaran secara daring lantaran keduanya mengaku tidak mengetahui rencana partai.
Ketua KPU Provinsi Jabar Ummi Wahyuni mengatakan pendaftaran secara daring dapat diterima. Ia menuturkan bahwa berdasarkan peraturan KPU terbaru, ketika calon ada kendala dalam pendaftaran, diperbolehkan untuk memanfaatkan teknologi.
Berikut 4 Pasang Calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilkada Jawa Barat
PDIP Usang Jeje dan Ronal
PDIP mengusung Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja menjadi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jabar 2024. Jeje merupakan Bupati Pangandaran. Sementara Ronal merupakan pembawa acara dan aktor.
Saat pendaftaran, Jeje dan Ronal hanya hadir secara daring. Dalam jaringan videonya, Jeje terlihat di sebuah bangunan seperti rumah, sementara Ronal terlihat seperti tengah di mobil dalam suatu perjalanan.
Hal ini cukup mengejutkan publik termasuk wartawan yang hadir di Kantor KPU Provinsi Jabar mengingat ketika rombongan pengurus PDI Perjuangan datang pada 23.30 WIB, terlihat Ono Surono yang sebelumnya santer terdengar sebagai calon gubernur yang diusung oleh PDIP.
Acara pendaftaran pun sempat terhenti hingga akhirnya pada pukul 00.00 hari Jumat (30/8) perwakilan PDI Perjuangan Jabar, Abdy Yuhana, memberikan sambutannya. Abdy mengatakan mereka hadir ke KPU Provinsi Jabar dalam rangka mendaftarkan calon yang diusung PDIP.
"PDIP tidak kekurangan kader di kota/kabupaten. Tujuan Kami tak semata untuk meraih kekuasaan, tetapi bersama-sama menjaga demokrasi," kata Abdy.
Abdy yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat mengatakan bahwa calon yang diusung oleh partainya memiliki pengalaman baik legislatif maupun eksekutif. Kejutan pun hadir ketika bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dari PDIP untuk memberikan keterangannya.
Pada saat itu muncul Jeje Wiradinata (Bupati Pangandaran) dan Ronal Surapradja (aktor) dalam video call. Namun, pada kesempatan itu Ono sendiri tidak berbicara dalam sesi tersebut. Jeje dalam sambutannya secara virtual mengaku kaget atas pendaftaran sebagai kontestan dalam Pilgub Jabar 2024.
"Saya dan Ronal akan maju di Pilgub Jabar. Kaget ketika mendengar hal ini dan saya memahami betul sebagai Bupati di kampung disurvei tidak ada, tapi hari ini bukan perihal itu. PDI Perjuangan adalah partai yang konsen terhadap demokrasi, tentu ini jadi yang paling pokok," ujarnya secara virtual.
Sementara itu, Ronal mengaku terkejut dengan penunjukan dirinya mendampingi Jeje Wiradinata pada Pilgub Jabar 2024. Meski begitu ia mengatakan akan bertarung sepenuh hati di Pilkada.
PKB Usung Acep Adang dan Gita KDI
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung dua kader internal, yakni Acep Adang Ruhiyat dan Gitalis Dwi Natarina alias Gita KDI untuk maju dalam pemilihan gubernur atau Pilgub Jawa Barat 2024.
Acep Adang Ruchiat dan Gitalis Dwi Natarina datang ke Kantor KPU Jabar sekitar pukul 21.30 WIB dengan mengenakan pakaian hijau-hijau kombinasi hitam yang langsung disambut kesenian lengser. Selepas diterima oleh kesenian lengser, pasangan Acep-Gitalis memasuki Gedung KPU Jawa Barat dengan diterima oleh Ketua KPU Jabar Ummi Wahyuni beserta komisionernya dan Ketua Bawaslu Jabar Zacky Muhammad Zamzam.
Keduanya didampingi Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda. Mereka menyerahkan draft dokumen pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar pada Pilkada Jabar 2024 ke KPU.
"Kami datang ke sini untuk menyerahkan dokumen pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar yakni Pak Acep Adang Ruchiat dan Gitalis Dwi Natarina," ucap Syaiful.
Acep Adang Ruchiat dan Gitalis Dwi Natarina menjadi pasangan ketiga yang mendaftar ke KPU Jawa Barat setelah dua calon lainnya. Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan, Jawa Barat memerlukan pemimpin yang religius, jujur, serta merakyat.
PKS, NasDem dan PPP Kompak Usung Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie
Partai Keadilan Sejahtera dan Nasional Demokrat resmi mendaftarkan Ahmad Syaikhu dan Ilham Akbar Habibie untuk berlaga dalam Pilgub Jabar 2024. Mereka datang ke kantor KPU Jawa Barat, Kamis (29/8) siang menggunakan kendaraan klasik.
Pasangan ini datang ke KPU Jabar sekitar pukul 10.45 mengendarai mobil VW Kodok berwarna biru navy, didampingi tokoh partai politik pengusung, PKS, PPP, Nasdem, serta simpatisan. Mereka datang kemudian mengisi daftar hadir yang selanjutnya masuk aula untuk menyerahkan berkas pendaftaran dengan disaksikan seluruh komisioner KPU dan Bawaslu Jawa Barat.
Ketua Tim Kampanye pasangan Syaikhu-Ilham, Ahmad Heryawan turut hadir mengantarkan keduanya untuk menyerahkan berkas pendaftaran. Saat ditanya, Aher mengatakan kedatangannya untuk mengantar dan memenangkan pasangan ini sebagai ikhtiar untuk memenangkan pasangan tersebut di Pilgub Jabar 2024 nanti.
"Saya datang mengantar dan memohon agar KPU Jabar menerima pendaftaran kami. Kami datang ke sini untuk menang (Pilgub Jabar)," kata dia.
Sementara itu Ketua KPU Jabar, Ummi Wahyuni, menyambut kedatangan pasangan ini dan mengajak untuk memberikan rasa gembira kepada masyarakat di momen Pilkada Jabar tersebut.
Berkas pendaftaran Syaikhu-Ilham ini diterima KPU dengan lengkap dan kemudian, KPU Jabar akan melakukan pengecekan administrasi untuk kemudian nantinya mengikuti tes kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. "Nanti kita cek secara administratif, selanjutnya besok pukul 07.00 WIB akan dilaksanakan pemeriksaan kesehatan di RSHS Bandung," tutur Ummi.
Dedi Mulyadi - Erwan Daftar di Hari Pertama
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan merupakan yang pertama daftar ke KPU. Mereka mendaftar di hari pertama pendaftaran pada Selasa (27/8).
Saat mendaftar Dedi optimistis yakin bisa memenangkan kontestasi seiring dengan tingginya dukungan yang terus bermunculan. "Ya kami yakin bisa memenangkan Pilgub Jabar," kata Dedi Mulyadi, usai melakukan pendaftaran di KPU Jabar, Bandung, Selasa.
Usai melakukan pendaftaran, Dedi mengaku akan terus berkeliling ke berbagai daerah di Jabar, guna bertemu langsung dengan warga dan menyelesaikan berbagai problem yang muncul.
Selain itu keduanya juga akan terus berkonsolidasi dengan partai pengusung dan para relawan. "Kang Erwan juga punya aktivitas sendiri, selain mengurus Persib juga mengurus masyarakat. Nanti kita menghindari hal yang terlalu seremonial," katanya.
Pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan (DERMAWAN) ini menyatakan akan mengedepankan aspek yang lebih substansial yang menjadi kebutuhan masyarakat. Sehingga saat kampanye nanti kehadiran keduanya bisa lebih bermanfaat bagi kehidupan masyarakat secara luas.
Dedi menyampaikan, setiap hari dirinya akan terus berkeliling bertemu masyarakat tanpa terikat dengan kampanye. Bahkan hingga saat ini ia sudah mengunjungi sekitar 2 ribu desa di seluruh Jabar.
Ditanya soal harapannya di Pilgub Jabar, Dedi secara tegas menyebutkan dirinya maju bersama Erwan Setiawan untuk menang. "Harapannya adalah menang mutlak. Mudah-mudahan kita bisa 70 persen terpenuhi," katanya.
Pada Pilgub Jabar, pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setawan diusung Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN dan PSI. Selain itu juga mendapatkan dukungan dari sembilan partai politik nonparlemen.
Top News: Tuntutan Driver Ojol dan Peluang Anies Maju Pilkada Kandas
Unjuk rasa para pengemudi ojol menjadi salah satu artikel Top News Katadata.co.id pada Kamis (29/8). Selain itu, langkah Anies untuk maju menjadi calon gubernur kandas, serta rencana RUPSLB GOTO. [719] url asal
#top-news #ojol #tarif-ojol #anies-baswedan #pilkada #update-me
(Katadata - BERITA) 30/08/24 05:40
v/14831250/
Ribuan pengemudi ojol dan kurir menggelar unjuk rasa di depan kantor Kementerian Kominfo. Mereka mengajukan beragam tuntutan terkait dengan tarif antar makanan dan barang.
Para pengemudi ojol menilai ada perlakuan yang kurang adil terkait tarif, karena menurut mereka biaya bagi hasil dengan aplikator atau potongan komisi terlalu besar sehingga membebani pengemudi.
Kemudian, mereka juga meminta agar aplikator menghilangkan program layanan tarif hemat.
Unjuk rasa para pengemudi ojol menjadi salah satu artikel terpopuler Katadata.co.id pada Kamis (29/8). Selain itu, langkah Anies untuk maju menjadi calon gubernur kandas, serta rencana RUPSLB GOTO.
Beragam artikel terpopuler ini kami rangkum ke dalam Top News Katadata.co.id.
1. Detail Tuntutan 2.000 Driver Ojol Gojek, Grab, Maxim, ShopeeFood Demo Hari Ini
Ribuan pengemudi ojek online alias ojol dan kurir menggelar demonstrasi di depan kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika alias Kominfo pada Kamis siang (29/8) pukul 13.00 WIB.
Mereka juga berencana off bid atau tidak mengambil order.
Pengemudi ojol dan kurir yang akan berdemo tergabung dalam Koalisi Ojol Nasional atau KON. Kelompok lainnya seperti Asosiasi Driver Online atau ADO turut mendukung.
2. GOTO RUPSLB Besok, Minta Restu Tarik Kembali Saham Treasuri
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB pada Jumat (29/8). RUPS Luar Biasa tersebut bertujuan untuk meminta restu pemegang saham terkait rencana pengurangan modal perseroan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, GOTO menjelaskan bakal menarik kembali saham treasuri perseroan sebagai aksi dari rencana pengurangan modal. Melansir Stockbit, saham treasuri yaitu saham hasil pembelian kembali atau buyback.
Biasanya perusahaan terbuka melaksanakan pembelian kembali saham ketika harga sahamnya dianggap undervalued sehingga harga saham tidak semakin turun.
"Saham treasuri berasal dari saham yang dibeli kembali pada 31 Desember 2023 yakni sebanyak 10,26 miliar saham seri A," tulis Manajemen GOTO dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (29/8).
3. Hari Terakhir Pendaftaran Cagub, Peluang Anies Maju Pilgub Diusung Parpol Kandas
Pendaftaran calon Gubernur (cagub)-Wakil Gubernur yang akan berlaga di Pilkada 2024 telah memasuki hari terakhir pada hari ini, Kamis (29/8).
Di pemilihan gubernur (Pilgub) Jakarta, peluang Anies Baswedan untuk diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik telah kandas.
Pasalnya, partai politik yang belum mengusung calon di Pilgub Jakarta tak memenuhi ambang batas pencalonan.
Berpedoman pada Pasal 11 ayat (1) PKPU Nomor 10/2024, partai politik atau gabungan partai politik setidaknya harus menutup suara 7,5% untuk mengusung calon di Pilgub.
Di sisi lain, Kepala Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU DKI Jakarta, Dody Wijaya menuturkan, partai politik yang telah mengusung calon tak dapat mengganti dukungannya apa bila telah mendaftar.
4. MD Entertainment (FILM) Mau Caplok NETV Rp1,65 Triliun
PT MD Entertaiment Tbk (FILM) mengungkap rencana akuisisi atas 80,05% saham PT Net Visi Media Tbk (NETV) dengan nilai transasksi Rp1,65 triliun. Jika transaksi selesai dilakukan, maka MD Entertaiment akan menjadi pemegang saham pengendali baru NETV.
Mengutip data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), akusisi dilakukan dalam tiga skema.
Pertama adalah membeli utang yang kemudian dikonversikan menjadi 13.238.946.827 saham NETV senilai Rp 661,95 miliar setelah pelaksanaan Rencana Penggabungan Saham.
Terkait dengan pembelian utang tersebut, pada tanggal 26 Agustus 2024, perseroanan Newton Capital Ltd (NCL) telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement Over Loan Asset.
Perseroan berencana untuk membeli utang dan menerima pengalihan pihak kepemilikan dan kepentingan NCL yang jumlahnya sebesar 75,00% dari Rp 882,60 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 661,95 miliar dari NCL pihak ke tiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan.
5. Bank BTPN Resmi Ganti Nama Jadi Bank SMBC Indonesia
apat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank BTPN Tbk (BTPN) menyetujui perubahan nama perusahaan menjadi PT Bank SMBC Indonesia Tbk. Transformasi merek ini mencerminkan sinergi yang lebih kuat antara Bank BTPN dengan induk usahanya, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).
"Langkah ini menandai transformasi Bank BTPN untuk merespons dinamika pasar dan portofolio yang terus berkembang," ujar Direktur Utama Bank BTPN Henoch Munandar, dalam pernyataan resmi, Kamis (29/8).
Ia berharap Bank BTPN dapat memperkuat posisi di pasar domestik dan menegaskan relevansi perseroan bagi segmentasi yang lebih luas melalui layanan keuangan yang komprehensif dan inovatif di seluruh lini bisnis.
Sebelumnya, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) telah merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia pada 2019. Meski ada transformasi merek, Bank BTPN dan pemegang sahamnya tetap berkomitmen untuk berkontribusi terhadap kemajuan perekonomian Indonesia melalui beragam inisiatif.
Kejutan Pilkada Jabar: Anies Tolak Pinangan, PDIP Usung Pasangan Jeje - Ronal
PDIP membuat kejutan di akhir masa pendaftaran calon kepala daerah Jawa Barat. PDIP yang semula disebut akan mengusung Anies Baswedan tak kunjung mendaftar ke KPU. [664] url asal
#pdip #update-me #pilkada #pilkada-2024
(Katadata - BERITA) 30/08/24 05:39
v/14831251/
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membuat kejutan di akhir masa pendaftaran calon kepala daerah Jawa Barat. PDIP yang semula disebut akan mengusung Anies Baswedan tak kunjung mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Juru bicara Anies, Sahrin Hamid, mengungkapkan mantan Gubernur Jakarta tersebut sudah memutuskan tidak maju lantaran mencermati dinamika yang berkembang. Anies merasa tidak ada permintaan khusus dari masyarakat Jabar maupun aspirasi partai politik untuk mengusung calon presiden di Pemilu Presiden 2024 itu.
“Sehingga, untuk itu Anies menyampaikan terima kasih, tentunya apresiasi, kepada partai yang meminta Anies untuk maju di Jawa Barat, dan dengan berbagai macam pertimbangan tentunya Anies telah menyatakan tidak maju di Jawa Barat,” kata Sahrin di Jakarta, Kamis malam.
Sebelumnya, Bendahara DPC PDIP Kota Bandung Folmer Siswanto mengungkapkan kans pasangan Anies Baswedan-Ono Surono untuk berlaga di Pilkada Jawa Barat sudah 95%. Ia pun menyebut Anies sedang dalam perjalanan ke Bandung.
Kemungkinan mengusung Anies - Ono itu menurut Folmer adalah hasil pengerucutan dari sejumlah sosok yang semula digodok di internal PDIP. "Kalau perkembangan di kalangan internal mengerucutlah. Dari beberapa nama yang beredar, seperti Sandiaga Uno, Susi Pudjiastuti, kalau diprediksi kemungkinan besar mengarah ke Pak Anies. Apalagi sedang di jalan," katanya.
Meski begitu, Folmer mengatakan kemungkinan itu belum pasti. Folmer mengaku pihaknya sendiri masih menunggu keputusan resmi. PDIP akhirnya baru melakukan pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur baru dilakukan 30 menit sebelum pendaftaran ditutup pada Kamis (29/8) pukul 23.59 WIB. PDIP mengusung Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja menjadi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilkada Jabar 2024.
Saat pendaftaran, Jeje dan Ronal hanya hadir secara daring. Dalam jaringan videonya, Jeje terlihat di sebuah bangunan seperti rumah, sementara Ronal terlihat seperti tengah di mobil dalam suatu perjalanan.
Hal ini cukup mengejutkan publik termasuk wartawan yang hadir di Kantor KPU Provinsi Jabar mengingat ketika rombongan pengurus PDIP datang pada 23.30 WIB, terlihat Ono Surono yang sebelumnya santer terdengar sebagai calon gubernur yang diusung oleh PDIP.
Acara pendaftaran pun sempat terhenti hingga akhirnya pada pukul 00.00 hari Jumat (30/8) perwakilan PDIP Jabar, Abdy Yuhana, memberikan sambutannya. Abdy mengatakan mereka hadir ke KPU Provinsi Jabar dalam rangka mendaftarkan calon yang diusung PDIP.
"PDIP tidak kekurangan kader di kota/kabupaten. Tujuan Kami tak semata untuk meraih kekuasaan, tetapi bersama-sama menjaga demokrasi," kata Abdy.
Abdy yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat mengatakan bahwa calon yang diusung oleh partainya memiliki pengalaman baik legislatif maupun eksekutif. Kejutan pun hadir ketika bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dari PDIP untuk memberikan keterangannya.
Pada saat itu muncul Jeje Wiradinata (Bupati Pangandaran) dan Ronal Surapradja (aktor) dalam video call. Namun, pada kesempatan itu Ono sendiri tidak berbicara dalam sesi tersebut. Jeje dalam sambutannya secara virtual mengaku kaget atas pendaftaran sebagai kontestan dalam Pilgub Jabar 2024.
"Saya dan Ronal akan maju di Pilgub Jabar. Kaget ketika mendengar hal ini dan saya memahami betul sebagai Bupati di kampung disurvei tidak ada, tapi hari ini bukan perihal itu. PDI Perjuangan adalah partai yang konsen terhadap demokrasi, tentu ini jadi yang paling pokok," ujarnya secara virtual.
Sementara itu, Ronal mengaku terkejut dengan penunjukan dirinya mendampingi Jeje Wiradinata pada Pilgub Jabar 2024. Di tempat yang sama, Ketua KPU Provinsi Jabar Ummi Wahyuni menuturkan bahwa berdasarkan peraturan KPU terbaru, ketika calon ada kendala dalam pendaftaran, diperbolehkan untuk memanfaatkan teknologi.
Merujuk hasil Pemilu 2024, PDIP berada di urutan kelima di Jawa Barat dengan raihan 1.273.522 suara atau 11,03%. Angka ini merupakan penurunan drastis di Jabar. Pada Pemilu Anggota DPR RI 2019 di Jabar, PDIP mendapatkan 14% lebih suara.
Dengan pasangan Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja ini, ada empat pasangan calon yang telah mendaftar dalam Pilkada Jabar. Mereka adalah Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan yang diusung Golkar, Demokrat, Gerindra, PSI, PAN, serta hampir semua partai nonparlemen seperti Partai Buruh, PBB, Gelora, Perindo.
Berikutnya pasangan Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie yang diusung PKS, PPP dan NasDem. Kemudian pasangan Acep Adang Ruchiat dan Gitalis Dwi Natarina yang diusung PKB, merupakan calon ketiga yang mendaftar ke KPU Provinsi Jawa Barat.
Formasi CPNS 2024 untuk Lulusan S1 Semua Jurusan dan Jadwal Pendaftarannya
Formasi CPNS 2024 untuk lulusan S1 semua jurusan berikut dapat Anda pertimbangkan. Perhatikan cara daftar, cek formasi dan jadwal pendaftarannya. [716] url asal
#formasi-cpns-2024-untuk-lulusan-s1-semua-jurusan #keep-me-on-trend #formasi-cpns #formasi-cpns-2024 #cpns-2024 #cpns #artikel-seo
(Katadata - BERITA) 29/08/24 22:44
v/14814714/
Ada banyak formasi CPNS 2024 untuk lulusan S1 semua jurusan. Bagi calon pelamar yang ingin mengikuti seleksi, hal pertama yang wajib dilakukan yaitu memiliki formasi sesuai dengan jenjang pendidikan dan program studi.
Pendaftaran seleksi CPNS 2024 sudah dibuka sejak 20 Agustus 2024 dan akan ditutup tanggal 6 September 2024. Sementara itu, pengumuman hasil seleksi administrasi dijadwalkan tanggal 14-17 September 2024. Bagi yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dapat melanjutkan proses seleksi dan mengikuti ujian SKD.
Formasi CPNS 2024 untuk Lulusan S1 Semua Jurusan
Lulusan S1 semua jurusan dapat melamar posisi yang telah disediakan. Pendaftaran CPNS 2024 ini sudah dibuka sejak Selasa, 20 Agustus 2024. Berikut daftar formasi CPNS 2024 untuk lulusan S1 semua jurusan:
• Analis Kerjasama Ahli Pertama
• Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama
• Penyuluh Sosial
• Auditor
• Analis Kebijakan
• Analis Kebakaran Ahli Pertama
• Pekerja Sosial
• Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintah Daerah
Perencana
• Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional
Widyaiswara
• Penggerak Swadaya Masyarakat
• Perekayasa
• Pemeriksa
Cara Cek Formasi CPNS 2024
Untuk mengetahui formasi CPNS 2024 bagi lulusan S1 semua jurusan, pendaftar dapat mengecek langsung melalui situs SSCASN BKN. Berikut langkah-langkahnya:
• Membuka situs SSCASN BKN melalui link https://sscasn.bkn.go.id/.
• Cari fitur cek daftar formasi pada laman utama CPNS.
• Memilih opsi “Jenjang Pendidikan”, “Program Studi”, “Instansi” dan jenis pengadaan yang sesuai.
• Laman situs akan menampilkan daftar formasi yang tersedia bagi jenjang pendidikan dan program studi yang dipilih.
Cara Daftar CPNS 2024
Apabila sudah menemukan formasi yang tepat, bisa langsung mulai proses pendaftaran. Dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
• Membuka situs SSCASN BKN.
• Membuat akun.
• Melengkapi informasi untuk membuat akun, seperti NIK, KK, nomor HP dan email aktif.
• Setelah memasukkan detail yang benar, silakan pilih “lanjutkan”.
• Pilih “Proses Pendaftaran Akun”.
• Tunggu sampai informasi konfirmasi muncul.
• Apabila sudah berhasil, silakan login menggunakan akun SSCASN.
• Melengkapi data diri dan unggah swafoto.
• Pilih “selanjutnya”.
• Pilih jenis seleksi CPNS dan formasi yang diinginkan.
• Mengunggah dokumen yang diperlukan.
• Untuk mengakhiri pendaftaran, periksa ulang resume.
• Mencetak kartu informasi akun dan kartu pendaftaran akun.
Jadwal Pendaftaran CPNS 2024
Informasi mengenai jadwal pendaftaran CPNS 2024 tercantum dalam Surat BKN Nomor 5419/B-KS.04.01/SD/K/2024. Berikut jadwal pendaftaran CPNS 2024:
• 19 Agustus s.d 2 September 2024: Pengumuman Seleksi CPNS 2024.
• 20 Agustus s.d. 6 September 2024: Pendaftaran Seleksi.
• 20 Agustus s.d. 13 September 2024: Seleksi Administrasi.
• 14 s.d. 17 September 2024: Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi.
• 18 s.d 28 September 2024: Konfirmasi Penggunaan Nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Tahun Anggaran 2023 oleh Peserta Seleksi.
• 18 s.d. 20 September 2024: Masa Sanggah.
• 18 s.d. 22 September 2024: Jawab Sanggah.
• 21 s.d. 27 September 2024: Pengumuman Setelah Masa Sanggah.
• 29 September s.d. 1 Oktober 2024: Penarikan data final SKD CPNS.
• 2 s.d. 8 Oktober 2024: Penjadwalan SKD CPNS.
• 9 s.d. 15 Oktober 2024: Pengumuman Peserta, Tempat SKD CPNS dan waktunya.
• 16 Oktober s.d. 14 November 2024: Pelaksanaan SKD CPNS.
• 23 Oktober s.d. 16 November 2024: Pengolahan Nilai SKD CPNS.
• 17 s.d. 19 November 2024: Pengumuman Hasil SKD CPNS.
• 20 November s.d 17 Desember 2024: Pelaksanaan SKB CPNS Non-CA.
• 20 s.d. 22 November 2024: Pemetaan Titik Lokasi SKB CPNS dengan CAT.
• 23 s.d. 25 November 2024: Pemilihan Titik Lokasi Seleksi Kompetensi Bidang CPNS 2024 dengan CAT oleh Peserta.
• 26 s.d. 28 November 2024: Penarikan data final Seleksi Kompetensi Bidang CPNS 2024.
• 29 November s.d. 3 Desember 2024: Penjadwalan SKB CPNS dengan CAT.
• 4 s.d. 8 Desember 2024: Pengumuman Tempat, daftar peserta dan waktu SKB CPNS 2024 dengan CAT.
• 9 s.d. 20 Desember 2024: Pelaksanaan SKB CPNS.
• 17 Desember 2024 s.d. 4 Januari 2025: Integrasi Nilai SKD dan SKB CPNS 2024.
• 5 s.d 12 Januari 2025: Pengumuman Hasil CPNS.
• 13 s.d. 15 Januari 2025: Masa Sanggah.
• 13 s.d. 19 Januari 2025: Jawab Sanggah.
• 15 s.d. 20 Januari 2025: Pengolahan Seleksi Hasil Sanggah.
• 16 s.d. 22 Januari 2025: Pengumuman Pasca Sanggah.
• 23 Januari s.d. 21 Februari 2025: Pengisian DRH NIP CPNS.
• 22 Februari s.d. 23 Maret 2025: Usul Penetapan NIP CPNS.
Demikian daftar formasi CPNS 2024 untuk lulusan S1 semua jurusan yang dapat dipertimbangkan untuk diisi. Persiapkan diri dengan sering berlatih mengerjakan soal agar tidak kesulitan saat mengerjakan soal tes CPNS 2024 nanti.
Alasan Anies Tolak Pinangan PDIP untuk Maju di Pilgub Jabar
Staf Anies Baswedan mengungkapkan alasan Anies tak menerima pinangan PDIP untuk maju dalam pemilihan gubernur atau Pilgub Jawa Barat 2024. [454] url asal
#anies #anies-baswedan #pilgub-jabar #pdip #update-me
(Katadata - BERITA) 29/08/24 22:28
v/14814715/
Anies Baswedan memutuskan untuk tak menerima pinangan PDIP untuk maju dalam pemilihan gubernur atau Pilgub Jawa Barat 2024. Staf Anies Sahrin Hamid mengungkap, alasan Anies tak menerima tawaran tersebut.
"Ada perbedaan antara di Jawa Barat dan di Jakarta. Kalau di Jakarta kan ada aspirasi dari warga dan partai politik, sedangkan untuk Jawa Barat memang baru kali ini, kurang lebih baru hari ini, sehingga itu menjadi salah satu pertimbangan ," ujar Sahrin dalam konferensi pers yang ditayangkan KompasTV, Kamis (29/8).
Sahrin menjelaskan, aspirasi masyarakat yang meminta Anies untuk maju di Pilgub Jakarta sempat terefleksi dari keputusan partai di tingkat wilayah dan daerah, hingga pusat. Kondisi tersebut berbeda dengan Jawa Barat. "Tidak ada secara khusus permintaan dari warga masyarakat maupun aspirasi dari partai politik di tingkat daerah maupun di tingkat wilayah," kata dia.
Meski demikian, menurut dia, Anies berterima kasih dan mengapresiasi tawaran dari partai yang memintanya maju di Pilgub Jabar. Sahrin pun menginformasikan bahwa Anies kemungkinan akan menyampaikan pertimbangan lainnya tak maju dalam Pilgub Jabar pada besok (30/8).
Anies juga sebelumnya dikabarkan akan mendaftarkan untuk maju di Pilgub Jawa Barat pada hari ini (29/8). Hal tersebut disampaikan Bendahara DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Bandung, Folmer Silalahi. Ia mengungkapkan, kemungkinan partainya akan mengusung Anies Baswedan dan Ono Surono di Pemilihan Gubernur atau Pilgub Jawa Barat 2024.
Folmer menyebut, kemungkinan keduanya didaftarkan mencapai 95%. "Hampir dipastikan bahwa malam hari ini DPD PDI Perjuangan Jabar akan mendaftarkan secara resmi pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yaitu Anies Baswedan dan Kang Ono Surono," kata Folmer saat dihubungi awak media, Kamis (29/8).
Ia menyebut, kepastian diusungnya mantan gubernur Jakarta itu hanya tinggal menunggu pendaftaran di KPUD Jawa Barat. Pendaftaran diagendakan akan ditutup tengah malam ini. Folmer mengatakan, pernyataannya itu sebagai tindak lanjut ucapan Ono selaku Ketua DPD PDI-P Jawa Barat yang mengatakan ada kejutan sosok di Pilgub Jabar. Menurut dia, Anies juga sudah berada dalam perjalanan menuju Bandung.
Anies Baswedan batal diumumkan menjadi calon gubernur Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Berdasarkan informasi yang dihimpun Katadata.co.id dari sejumlah sumber, beberapa anggota PDIP tak setuju dengan kebijakan partai untuk mencalonkan Anies maju di Jakarta. Bahkan, lantaran sangat alotnya perdebatan, beberapa anggota mengancam keluar dari partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut. "Jadi tidak dapat diumumkan hari ini. Belum batal (pencalonan Anies oleh PDIP), tapi kemungkinan pengumumannya ditunda," kata seorang sumber Katadata.co.id, Senin (26/8).
Padahal, sebelumnya santer beredar kabar Anies akan diumumkan oleh DPP PDIP, bersama dengan sejumlah calon lainnya. Anies juga terlihat sudah tiba di kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat pada Senin (26/8) pukul 11.50 WIB. Namun demikian, PDIP akhirnya mengumumkan Pramono Anung sebagai calon gubernur Jakarta. PDIP juga menunjuk Rano Karno sebagai calon wakil gubernur Jakarta.
Anies Putuskan Tak Maju di Pilgub Jabar
Anies Baswedan dipastikan tak maju dalam Pilgub Jabar meski sebelumnya dikabarkan akan mendaftar malam ini melalui gerbong PDIP. [375] url asal
#anies #pilgub #jawa-barat #pilgub-jabar #pdip #update-me
(Katadata - BERITA) 29/08/24 22:00
v/14814716/
Anies Baswedan dipastikan tak maju dalam pemilihan gubernur atau Pilgub Jawa Barat 2024. Kabar ini dipastikan staf Anies, Sahrin Hamid.
"Anies tidak maju di Jabar," ujar Sahrin melalui akun pribadinya @BangSH di media sosial X pada Kamis (29/8).
Kabar tersebut diunggah Sahrin pada pukul 21.28 WIB. Namun, ia tak memberikan informasi lebih lanjut alasan Anies tak maju di Pilgub Jabar.
Salah satu staf Anies lainnya, Naufal Firman Yursak sebelumnya memamerkan gambar tiket kereta api (KA) Argo Parahyangan dari Jakarta menuju Bandung untuk keberangkatan Kamis (29/8) pukul 18.25 WIB di akun instagram miliknya.
Anies juga sebelumnya dikabarkan berada dalam perjalanan ke Bandung. Hal tersebut disampaikan Bendahara DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Bandung, Folmer Silalahi. Ia juga mengungkapkan kemungkinan partainya akan mengusung Anies Baswedan dan Ono Surono di Pemilihan Gubernur atau Pilgub Jawa Barat 2024.
Folmer menyebut, kemungkinan keduanya didaftarkan mencapai 95%. "Hampir dipastikan bahwa malam hari ini DPD PDI Perjuangan Jabar akan mendaftarkan secara resmi pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yaitu Anies Baswedan dan Kang Ono Surono," kata Folmer saat dihubungi awak media, Kamis (29/8).
Ia menyebut, kepastian diusungnya mantan gubernur Jakarta itu hanya tinggal menunggu pendaftaran di KPUD Jawa Barat. Pendaftaran diagendakan akan ditutup tengah malam ini. Folmer mengatakan, pernyataannya itu sebagai tindak lanjut ucapan Ono selaku Ketua DPD PDI-P Jawa Barat yang mengatakan ada kejutan sosok di Pilgub Jabar. Menurut dia, Anies saat ini sedang dalam perjalanan menuju Bandung.
Anies Baswedan batal diumumkan menjadi calon gubernur Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Berdasarkan informasi yang dihimpun Katadata.co.id dari sejumlah sumber, beberapa anggota PDIP tak setuju dengan kebijakan partai untuk mencalonkan Anies maju di Jakarta. Bahkan, lantaran sangat alotnya perdebatan, beberapa anggota mengancam keluar dari partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut. "Jadi tidak dapat diumumkan hari ini. Belum batal (pencalonan Anies oleh PDIP), tapi kemungkinan pengumumannya ditunda," kata seorang sumber Katadata.co.id, Senin (26/8).
Padahal, sebelumnya santer beredar kabar Anies akan diumumkan oleh DPP PDIP, bersama dengan sejumlah calon lainnya. Anies juga terlihat sudah tiba di kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat pada Senin (26/8) pukul 11.50 WIB. Namun demikian, PDIP akhirnya mengumumkan Pramono Anung sebagai calon gubernur Jakarta. PDIP juga menunjuk Rano Karno sebagai calon wakil gubernur Jakarta.
