India adalah negara dengan transaksi terbesar selama TEI-ke 39 dengan catatan transaksi sebesar US$ 7,46 miliar dengan persentase 37,91%. [570] url asal
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan resmi menutup Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39 dengan total transaksi mencapai US$ 22,73 miliar, melampaui target yang ditetapkan yaitu US$ 15 miliar. Event ini diikuti oleh 1.460 pelaku bisnis dan menarik 41.488 pengunjung dari 140 negara.
"Alhamdulillah antusiasme eksportir, buyer, serta investor terhadap TEI tahun ini sungguh luar biasa. TEI menghadirkan manfaat bagi eksportir dan buyer dan selalu berinovasi pada setiap pelaksanaannya," ujar Zulkifli Hasan dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/10/2024).
Saat ini India adalah negara dengan transaksi terbesar selama TEI-ke 39 dengan catatan transaksi sebesar US$ 7,46 miliar dengan persentase 37,91%, Vietnam US$ 3,67 miliar (18,64%); Belanda US$ 2,76 miliar (14,03%); Filipina US$ 2,25 miliar (11,46%); serta Mesir US$ 623,40 juta (3,17%).
Produk unggulan yang mendominasi transaksi di TEI tahun ini adalah batu bara dengan nilai mencapai US$ 7,34 miliar (37,29%), diikuti oleh baja yang mencapai US$ 2,72 miliar (13,85%), minyak kelapa sawit US$ 1,76 miliar (8,94%), logistik US$ 1,66 miliar (8,41%), dan kertas US$ 1,05 miliar (5,34%).
Zulkifli Hasan mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung suksesnya TEI 2024, di antaranya para pelaku usaha dan eksportir, Duta Besar RI, Konsul Jenderal, Duta Besar WTO, Atase Perdagangan, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan.
Selain itu, kepada buyers yang sudah menjadi mitra dekat selama ini dan juga buyers baru, Pemerintah Daerah, PT Bank Mandiri, Pertamina, Privy, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), serta para sponsor.
Pada momen ini juga, Zulkifli Hasan mengajak pelaku usaha Indonesia untuk terus menghasilkan produk berkualitas, mengembangkan produk bernilai tambah, memanfaatkan teknologi, dan menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa melalui semangat kolaborasi dan inovasi, perdagangan Indonesia dapat terus berkembang ke tingkat yang lebih tinggi.
"Mari kita terus mendukung pertumbuhan perekonomian dengan tidak henti-hentinya berkolaborasi dan meningkatkan kerja sama yang sudah terjalin dengan baik untuk ekspor nonmigas Indonesia," pungkasnya.
Pada acara penutupan, Zulkifli Hasan juga memberikan penghargaan Journalist Award dan memilih stan terbaik dalam ajang TEI 2024. Adapun para pemenang Journalist Award adalah Metro TV untuk kategori media televisi, Bisnis.com untuk kategori berita harian, Venue Magazine untuk kategori berita mingguan, dan Geti Media untuk kategori media sosial.
Sementara untuk peserta stan terbaik selama TEI 2024, yakni Sari Murni Group sebagai juara pertama untuk Kategori Stan Kecil, Unibis sebagai Juara Pertama Kategori Stan Sedang, serta Bank Mandiri sebagai Juara Pertama untuk Kategori Stan Besar.
Publikasi Perwadag Award 2024 dapat memotivasi para Perwadag untuk terus memberikan informasi terkait ekspor secara konsisten di masa mendatang. [457] url asal
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan pemerintah mengapresiasi kinerja para perwakilan perdagangan (Perwadag) di luar negeri yang telah mendorong peningkatan ekspor melalui gelaran Publikasi Perwadag Award 2024. Ia berharap apresiasi dapat memotivasi para Perwadag untuk meningkatkan kinerjanya dalam meningkatkan ekspor dan mempublikasikan hasil-hasilnya agar diketahui masyarakat secara luas
"Saya ucapkan selamat kepada para Perwadag atas penghargaan yang diperoleh. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas upaya dan kontribusi para Perwadag dalam meningkatkan publikasi terkait capaian dan program ekspor ke masyarakat. Dengan publikasi, masyarakat dan para pemangku kepentingan dapat mengetahui upaya yang dilakukan para Perwadag di luar negeri dalam meningkatkan ekspor," ucap Zulhas dalam keterangan tertulis, Jumat (11/10/2024).
Hal ini disampaikan Zulhas usai menyerahkan penghargaan. Adapun penghargaan diberikan pada acara Penganugerahan Wilayah Tertib Administrasi (WTA) Tahun 2024 dan Publikasi Perwadag Award 2024 di sela gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39. Acara tersebut berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (10/10).
Sementara itu Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemendag, Muhammad Rivai Abbas berharap apresiasi Publikasi Perwadag Award 2024 dapat memotivasi para Perwadag untuk terus memberikan informasi terkait ekspor secara konsisten di masa mendatang.
"Dengan publikasi, Perwadag dapat berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekspor, serta membantu para pemangku kepentingan mendapatkan informasi ekspor," pungkas Rivai.
Sebagai informasi, Publikasi Perwadag Award 2024 merupakan apresiasi yang diberikan atas upaya dan kontribusi para Perwadag dalam meningkatkan publikasi terkait capaian dan program ekspor ke masyarakat dan para pemangku kepentingan. Adapun publikasi ini merupakan apresiasi yang diberikan untuk pertama kalinya bagi para Perwadag.
Ada enam Perwadag yang mendapatkan penghargaan untuk dua kategori, yaitu publikasi media massa dan media sosial. Untuk kategori media massa diberikan kepada Terbaik 1 yaitu Atase Perdagangan Kairo, Terbaik 2 yaitu Atase Perdagangan Washington D.C., dan Terbaik 3 yaitu Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei.
Sementara untuk kategori media sosial diberikan kepada Terbaik 1 yaitu Atase Perdagangan Canberra, Terbaik 2 yaitu Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver, dan Terbaik 3 yaitu ITPC Chennai.
Penetapan para pemenang dilakukan oleh Dewan Juri yang kompeten di bidangnya. Dewan Juri terdiri atas Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Yulianan Benyamin, CEO CPROCOM Emilia Bassar, serta Manajer Program Kebijakan Meta Indonesia Dessy Septiane Sukendar.
Penilaian Publikasi Perwadag Award 2024 dilakukan terhadap publikasi yang dilakukan 46 Perwadag dalam periode 1 September 2023-31 Agustus 2024. Pada kategori media massa, komponen penilaian, meliputi jumlah siaran pers/berita perdagangan, tema pemberitaan, ekspos di media massa, nilai berita, serta substansi dan manfaatnya bagi para pemangku kepentingan.
Sementara itu, pada kategori media sosial, komponen penilaian meliputi tingkat informatif dan edukatif, konsistensi, keterlibatan (engagement), kreativitas desain, serta ekspos.
Simak Video: Zulhas Lepas Ekspor Alas Kaki Nike Senilai Rp 6,5 M ke Uni Eropa-AS