#30 tag 24jam
Mewujudkan Langit Biru, dari Cilacap untuk Indonesia dan Dunia
Pertamina berkomitmen mengembalikan langit biru dengan produksi bahan bakar ramah lingkungan dan bioenergi. Bagaimana ceritanya? [1,327] url asal
#emisi #gasoline #bali-international-airshow #boeing-737-800-ng #gas-bumi #singapura #kilang-minyak-cilacap #virgin-australia-airlines #tebu #garuda-indonesia #gizka #gas #cuaca #aft #kearney #didik-bahagia #samuder
(detikFinance - Finansial) 31/10/24 06:40
v/17238567/
Jakarta - Cuaca panas dan pengap yang mengepung Jakarta dalam beberapa hari terakhir mengganggu aktivitas banyak orang, tak terkecuali Gizka (30), pekerja kantoran yang merantau dari tanah kelahirannya di Sumatera. Air dingin saja tak cukup buatnya untuk nyaman beraktivitas di luar ruangan dengan kondisi udara yang panas dan berbau.
Buat Gizka, langit biru Jakarta kini bak mitos yang hanya ada pada cerita masa lalu. Baginya, keramaian yang menjadi penanda besarnya ukuran ekonomi Jakarta tak cukup memberikan kepastian akan masa depan.
"Kalau lihat langit biru tuh kayak luar biasa gitu. Padahal kan itu harusnya hal yang biasa saja. Seharusnya semua berhak mendapatkan langit biru" katanya saat berbincang dengan detikcom.
Kekhawatiran Gizka soal polusi udara dan masa depan sesungguhnya bukan hanya dirasakannya sendiri. Seisi dunia juga tengah berusaha mengembalikan langit biru yang dirindukan banyak orang tersebut.
Laporan Indonesia's Pathway to Net Zero 2060 dari Kearney mencatat, sebagai salah satu penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Investasi yang tepat sasaran dibutuhkan demi menciptakan masa depan Indonesia yang lebih ramah lingkungan dan resilien.
Polusi udara DKI Jakarta dalam beberapa waktu terakhir memang begitu parah. Warga pun kembali memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. Foto: Ari Saputra |
Mewujudkan Langit Biru
Sekitar 380 km dari Jakarta, salah satu unit pengelolaan minyak terbesar di Indonesia tengah sibuk memproduksi bahan bakar yang akan dipakai jutaan masyarakat menggerakkan roda ekonominya. Di pesisir nusantara yang menghadap Samudera Hindia itulah Pertamina menempatkan kilang terbesarnya, kilang Cilacap.
Kilang ini memasok 34% kebutuhan BBM nasional atau 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Angka tersebut membuat Kilang minyak Cilacap punya peran besar dalam menjaga ketahanan energi di Indonesia.
Tak cukup hanya di ketahanan energi saja, isu lingkungan saat ini membuat Pertamina mesti putar otak dalam menjaga peran Kilang Minyak Cilacap yang begitu strategis.
Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Didik Bahagia mengatakan, sejak 2019 Kilang Cilacap bertransformasi dengan mendirikan Kilang Langit Biru Cilacap (KLBC). Proyek dengan nilai investasi US$ 392 juta tersebut menjadi salah satu usaha Pertamina mengembalikan langit biru yang dirindukan banyak orang tadi. Kehadiran KLBC menjadi bukti keseriusan Pertamina memproduksi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
KLBC menghasilkan sejumlah produk BBM yang nilai oktannya minimal 92. Bahkan, dengan produksi bahan bakar minyak Gasoline berkualitas standar EURO 4 dan Pertamax RON 92, unit kilang ini mampu meningkatkan kapasitas produksi kilang Pertamina Cilacap secara signifikan menjadi 1,6 juta barrel dari sebelumnya 1 juta barrel per bulan.
"Pertamina berkomitmen menghasilkan produk yang ramah lingkungan, berasal dari bahan baku yang ramah lingkungan, dan dari nabati bukan fossil fuel." kata Didik kepada detikcom.
Pertamina Kilang Cilacap Foto: Pertamina |
Kini Pertamina tengah memasuki tahap I pengembangan kilang hijaunya. Kilang hijau atau green refinery menjadi bukti keseriusan Pertamina menjaga kualitas lingkungan.
Green Refinery di Kilang Cilacap adalah kilang hijau terbesar yang dimiliki Pertamina saat ini dengan kapasitas 3.000 bph untuk total minyak nabati. Pada tahap awal, Pertamina telah berhasil mengembangkan dua produk energi hijau, yakni Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) dan sustainable aviation fuel (SAF).
Untuk HVO, Pertamina telah mengemasnya dalam produk Pertamina Renewable Diesel D100 atau yang lebih sering disebut sebagai Pertamina RD. Pertamina RD merupakan bahan bakar nabati ramah lingkungan yang telah meraih sertifikat International Sustainability and Carbon Certification (ISCC).
"Keuntungannya, dia lebih ramah lingkungan. Emisinya turun sekali dan seterusnya. Kualitasnya tidak kalah dengan kualitas internasional." kata Didik.
Dengan sertifikasi ISCC ini, HVO Pertamina diakui atas kontribusinya dalam menurunkan emisi karbon hingga 65-70% dibandingkan dengan bahan bakar konvensional, sehingga dengan layak dapat disebut sebagai produk ramah lingkungan.
Pertamina RD sebelumnya telah diperkenalkan dan digunakan untuk mendukung pelaksanaan Jakarta E-Prix 2021. Dengan kapasitas produksi mencapai 3.000 barel per hari, Green Refinery Cilacap menggunakan bahan baku nabati seperti Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) atau minyak kelapa sawit 100% untuk menghasilkan produk ini.
Kilang Pertamina Internasional juga berhasil memproduksi SAF J2.4 di Refinery Unit IV Cilacap dengan teknologi Co-Processing dari bahan baku Refined Bleached Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO), atau minyak inti sawit yang telah mengalami proses pengolahan pemucatan, penghilangan asam lemak bebas dan bau, dengan kapasitas 1.350 kilo liter (KL) per hari. SAF telah berhasil digunakan dalam penerbangan komersil perdana Garuda Indonesia pada pesawat Boeing 737-800 NG.
Hasil dari serangkaian pengujian yang telah dilaksanakan, menunjukkan bahwa performa SAF J2.4 memiliki kualitas yang sama dengan avtur konvensional, namun lebih ramah lingkungan.
Inovasi ini sekaligus menjadi peluang bagi Pertamina merambah pasar internasional untuk penjualan SAF. Salah satunya pasar Singapura yang diketahui bakal mewajibkan penerbangan yang berangkat dari negaranya menggunakan sustainable aviation fuel (SAF) atau bahan bakar pesawat ramah lingkungan. Sebagai permulaan, Singapura menyasar target penggunaan SAF sebesar 1% pada 2026.
Pertamina lewat anak usahanya Pertamina Patra Niaga juga telah memperluas distribusi SAF ke jaringan global, salah satunya lewat Virgin Australia Airlines. Maskapai tersebut menjadi maskapai internasional pertama yang menikmati layanan SAF dari Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, yang ditandai dengan seremoni "First International Uplift" pada perhelatan Bali International Airshow di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Penyaluran SAF ke pasar global menjadi komitmen nyata Pertamina mendorong transisi energi di sektor aviasi dan mendukung target Net Zero Emission Indonesia tahun 2060. SAF, yang diproduksi dari limbah, diolah di kilang bersamaan dengan bahan bakar fosil untuk menghasilkan bahan bakar sintetis rendah karbon, mengurangi emisi karbon hingga 84% dibandingkan bahan bakar jet konvensional.
Penyaluran Sustainable Aviation Fuel (SAF) ke Virgin Australia Airlines saat di Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu (18/9/2024) Foto: Penyaluran Sustainable Aviation Fuel (SAF) ke Virgin Australia Airlines saat di Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu (18/9/2024). (Dok. Pertamina) |
Dorongan BPH Migas
KLBC merupakan salah satu implementasi Pertamina dari upaya Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan.
Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim mengatakan penerapan bahan bakar yang bersih dan ramah lingkungan adalah bagian dari upaya transisi energi nasional yang lebih luas, menuju kemandirian energi, dan menciptakan masa depan yang lebih baik, serta berkelanjutan.
"BPH Migas terus mendorong pengembangan kilang modern, penguatan regulasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya energi yang bersih dan berkelanjutan," ujarnya.
Untuk mendukung implementasi BBM rendah sulfur atau BBM ramah lingkungan ini, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor 1 tahun 2023 tentang Penugasan Khusus dan Program Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. Dalam aturan ini, Badan Usaha Penugasan mendapatkan penugasan, di antaranya dalam penyediaan dan pendistribusian BBM ramah lingkungan.
Pemerintah juga terus mematangkan regulasi terkait Peta Jalan BBM yang Bersih dan Ramah Lingkungan. Regulasi tersebut akan menjadi dasar bagi BPH Migas dalam memberikan penugasan penyaluran BBM ramah lingkungan kepada Badan Usaha Penugasan dan pengawasan implementasinya.
"Saat ini merupakan masa transisi menuju penerapan BBM rendah sulfur. Kita pergunakan waktu sebaik mungkin untuk berkoordinasi dengan semua pihak. Misalnya, spesifikasi BBM rendah sulfur seperti apa, harga komersialnya, dan kompensasinya. Hal itu perlu kita petakan dengan baik agar Badan Usaha Penugasan dalam menjalankan penugasan dari Pemerintah, berada dalam koridor hukum yang ada," kata Halim.
Tidak Berhenti
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengatakan perseroan akan terus mengembangkan penggunaan bahan bakar berbasis bioenergi dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Indonesia yang memiliki kekayaan bahan bakar nabati seperti tebu, jagung, singkong dan sorgum sangat potensial bisa mengembangkan bioenergi lebih masif lagi.
"Nanti energi kita akan berbasis bioenergi, karena Indonesia ada banyak sumber daya. Di India saya bertemu dengan technology liaison untuk bioethanol dan limbahnya bisa diproses di perusahaan India, ini salah satu follow up yang akan kita kerja samakan," kata Nicke beberapa waktu lalu.
Menurut Nicke, pengembangan bioenergi memiliki banyak manfaat dalam mempercepat transisi energi.Bukan hanya mengurangi emisi saja, produksi bioenergi juga menjadi salah satu cara Pertamina dalam mengurangi ketergantungan impor dan menciptakan lapangan pekerjaan.
"Ketika perkebunan kita dorong, kita tambah menyerap banyak tenaga kerja," tutup Nicke.
Pada akhirnya, komitmen Pertamina mendorong produksi biofuel diharapkan mampu menjawab sejumlah tantangan serius yang dihadapi Indonesia saat ini. Tak cuma soal langit biru yang dirindukan, namun juga diharapkan ikut menekan jumlah impor minyak, pembukaan lapangan kerja baru, hingga target menuju negara maju.
(eds/rrd)
Bali International Airshow 2024 Sukses Digelar, Tahun Depan Ada Lagi
Bali International Airshow mencatatkan kesuksesan dengan kehadiran lebih dari 5.300 pengunjung bisnis dari 51 negara, serta melibatkan 100 perusahaan terkemuka [393] url asal
#bali-airshow-2024 #bali-airshow #pameran-pesawat
(MedCom - Otomotif) 23/09/24 12:17
v/15441268/
Denpasar: Setelah penantian 28 tahun, Indonesia sukses menggelar pameran udara internasional, Bali International Airshow, yang berlangsung pada 18-21 September 2024. Acara ini mencatatkan kesuksesan dengan kehadiran lebih dari 5.300 pengunjung bisnis dari 51 negara, serta melibatkan 100 perusahaan terkemuka di industri penerbangan dan pertahanan.
Dipimpin oleh Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves), Luhut Binsar Pandjaitan, pameran ini mendapat dukungan penuh dari berbagai kementerian, termasuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Bali International Airshow menjadi ajang strategis bagi Indonesia untuk memamerkan kemampuan di sektor aviasi global, serta memperkuat posisinya sebagai pemain kunci di Asia Tenggara.
Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, "Pameran ini telah membawa Indonesia menjadi yang terdepan dalam industri penerbangan dan kedirgantaraan dengan memanfaatkan inovasi dan keahlian melalui forum, dialog, dan interaksi dengan peserta pameran global."
Sejumlah perusahaan besar seperti Airbus, Boeing, Bell Helicopters, Garuda Group, dan PT Dirgantara Indonesia turut ambil bagian, dengan sekitar 75% dari mereka menyatakan akan kembali berpartisipasi di acara serupa pada 2025.
| Baca Juga: Langkah-Langkah Pencegahan Pecah Ban Di Jalan |
Selain itu, acara ini juga menjadi saksi penandatanganan beberapa perjanjian kerja sama penting, seperti antara Garuda Maintenance Facility (GMF) dan Citilink, serta MoU antara AirAsia dan Airbus, Boeing, dan Angkasa Pura. Salah satu momen bersejarah dalam acara ini adalah peluncuran helikopter Bell 407, yang menjadi helikopter pertama di Indonesia menggunakan bahan bakar berkelanjutan (SAF), sebagai hasil kolaborasi Pertamina dan Bell Textron.
Tak hanya untuk memperkuat industri penerbangan dan pertahanan, Bali International Airshow 2024 juga berperan dalam mendukung sektor pariwisata. Keberadaan acara ini memicu peningkatan reservasi hotel, serta permintaan layanan publik dan kuliner, yang secara langsung berdampak positif pada ekonomi lokal.
Pada puncak acara tanggal 21 September, lebih dari 5.000 masyarakat umum berkesempatan menikmati pertunjukan udara yang spektakuler, termasuk atraksi aerobatik oleh Tim Jupiter (TNI AU) dan Tim Neptunus (TNI AL). Pesawat tempur F-35A Lightning II dari Royal Australian Air Force juga tampil memukau, menunjukkan kemampuan teknologi dan keahlian pilot.
Bali International Airshow 2024 dinilai sebagai langkah besar dalam diplomasi global Indonesia. Penyelenggara berharap dapat memperbesar dampak acara ini dengan rencana pameran serupa di masa depan, tidak hanya di Bali, tetapi juga di provinsi lain di Indonesia. Ajang ini akan kembali digelar pada 24-27 September 2025.
Luhut menambahkan, "Kami akan menjadi lebih besar dan lebih baik lagi dalam menjalankan Airshow, demi mendukung kemajuan ekonomi Indonesia."
(UDA)
Garuda Indonesia Sepakati Kerja Sama Strategis di Bali International Air Show 2024, Apa Saja?
Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan kesempatan Indonesia menjadi tuan rumah harus dimanfaatkan dengan optimal. [346] url asal
#garuda-indonesia #garuda #bali-international-airshow #gmf #citilink #bali
(Bisnis Tempo) 19/09/24 16:04
v/15236945/
TEMPO.CO, Jakarta - Garuda Indonesia hadir di pameran dirgantara internasional, Bali International Air Show (BIAS) 2024. Garuda beserta sejumlah anak usahanya seperti Citilink, GMF, Aerofood ACS, melakukan perjanjian kerja sama strategis pada ajang yang berlangsung pada 18-21 September 2024,
Salah satu kerja sama yang akan disepakati yakni antara Garuda Maintenance Facility (GMF) dengan Asia Digital Engineering (ADE). Kerja sama keduanya berhubungan dengan kemitraan investasi strategis untuk memperluas layanan perawatan landing gear. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan GMF dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.
Kolaborasi GMF lainnya juga ditandai dengan adanya kesepakatan kerja sama dengan Arta Hangar Indonesia yang disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan dalam hal rencana perawatan pesawat di PT Arta Hangar Indonesia yang berlokasi di Bandar Udara Halim Perdanakusuma.
Selain itu juga ada kerja sama antara GMF dengan Honeywell dalam rangka penerapan sistem komunikasi satelit JetWave MCX SATCOM pada pesawat Kepala Negara di Asia Tenggara.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan kesempatan Indonesia menjadi tuan rumah salah satu air show terkemuka harus dimanfaatkan dengan optimal. Ia menekankan pentingnya implementasi inovasi strategis dalam ekosistem penerbangan yang beriorientasi profit sekaligus kelestarian lingkungan.
“Kami optimis pameran ini akan menjadi gerbang pertama Indonesia sebagai pemimpin di industri,” tegas Irfan dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, 19 September 2024.
Tidak hanya kerja sama dengan pihak luar, pada BIAS 2024, GMF juga melaksanakan proses penandatanganan perjanjian kerja sama yang melingkupi layanan perawatan pesawat dan standar ground handling untuk armada Citilink. Lebih lanjut, Aerofood ACS juga turut menandatangani perjanjian kerja sama dengan Japan Airlines, Juneyao Airlines, dan Etihad Airways dalam kaitan dukungan penyediaan inflight catering.
Irfan menegaskan, hadirnya Garuda Group dalam BIAS merepresentasikan komitmen perusahaan dan anak usahanya dalam merespons geliat industri penerbangan di Indonesia. Apalagi, pameran ini diproyeksi dihadiri oleh sedikitnya 6000 pengunjung dari sekitar 35 negara yang terdiri atas pemimpin-pemimpin negara, praktisi profesional dari kalangan industri aviasi, dan masyarakat umum.
BIAS 2024 tak hanya menjadi momen penting bagi para pelaku industri, tetapi juga bagi negara dalam menampilkan kemajuan dan potensi besarnya di bidang kedirgantaraan,” kata Irfan.
Strategi Pemerintah Bikin Langit Biru di Sektor Penerbangan
Untuk mendukung industri penerbangan yang berkelanjutan, pemerintah Indonesia meluncurkan Roadmap Action Plan untuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan. [729] url asal
#bali-international-airshow #luhut-binsar-pandjaitan
(detikFinance) 18/09/24 22:40
v/15211363/
Denpasar - Untuk mendukung industri penerbangan yang berkelanjutan, pemerintah Indonesia meluncurkan Roadmap Action Plan atau Rencana Aksi Peta Jalan untuk bahan bakar berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Hal ini merupakan bagian dari rencana pemerintah mencapai Net Zero Aviation pada tahun 2050.
"Oleh karena itu, dengan bangga saya sampaikan bahwa pada acara hari ini kita juga menyaksikan. Ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050. Indonesia memiliki banyak potensi untuk ini, dan kita dapat memainkan peran yang sangat signifikan untuk menyediakan bidang penerbangan yang sangat ramah di tahun-tahun mendatang. Dan kita juga bekerja sangat keras untuk mencapai emisi nol bersih lebih awal dari tahun 2060," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan di Bali International Airshow, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Rabu (18/9/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokumen peta jalan SAF menurut Luhut telah dikembangkan secara kolaboratif oleh semua pemangku kepentingan terkait. "Dan akan berfungsi sebagai kerangka panduan kita untuk mencapai tujuan mengamankan masa depan Indonesia. Saya yakin pemerintahan berikutnya akan mendorong kebijakan strategis kita menuju tahap implementasi. Peluncuran peta jalan nasional Indonesia untuk memajukan industri Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuels/SAF) menandai momen penting dalam komitmen kami terhadap penerbangan berkelanjutan," ungkap Luhut.
"Peta jalan strategis ini tidak hanya menyoroti dedikasi kami untuk mengurangi emisi karbon, tetapi juga menempatkan Indonesia di garis depan dalam upaya global untuk mewujudkan langit yang lebih hijau. Dengan mengembangkan ekosistem SAF yang kuat, kami menetapkan target ambisius untuk mencapai Net Zero Aviation pada tahun 2050, memastikan masa depan yang berkelanjutan bagi industri penerbangan kami dan berkontribusi secara signifikan dalam memerangi perubahan iklim secara global," tutup Luhut.
Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading dari PT Pertamina (Persero) juga sudah mulai menyalurkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) ke jaringan global. Virgin Australia Airlines, menjadi maskapai internasional pertama yang menikmati layanan SAF dari Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai.
SAF yang disediakan Pertamina Patra Niaga juga memenuhi standar global seperti CORSIA oleh International Civil Aviation Organization (ICAO), RefuelEU/Fit55 oleh Uni Eropa, Perdagangan Emisi UE/Inggris Raya, serta Tax Credit IRA USA.
Selanjutnya diskusi SAF bersama Tony Blair
Dalam upaya membuat gebrakan penerbangan rendah karbon, perhelatan Bali international Air Show (BIAS) 2024 dibuka dengan panel diskusi pengembangan industri bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel atau SAF).
Diskusi yang bertajuk "Global and Regional Collaboration Potential on Sustainable Aviation Fuel (SAF)" ini mengeksplorasi perspektif global dan regional mengenai
potensi kolaborasi dalam mengembangkan industri SAF, termasuk pandangan pelaku usaha di dunia penerbangan.
Dialog ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan; Executive Chairman Tony Blair Institute for Global Change dan Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair; Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha di PT Pertamina (Persero), Salyadi Saputra; Direktur Utama Lion Air Group, Captain Daniel Putut Kuncoro; serta President of Airbus Asia Pacific, Anand Stanley.
Diskusi SAF di Bali International Airshow dihadiri oleh Menteri Koordinator BidangKemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan; Executive Chairman Tony Blair Institute forGlobal Change dan Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair; Direktur Strategi, Portofolio,dan Pengembangan Usaha di PT Pertamina (Persero), Salyadi Saputra; Direktur Utama LionAir Group, Daniel Putut Kuncoro; serta President of Airbus Asia Pacific, Anand Stanley. Foto: Bali International Airshow |
Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha di PT Pertamina, Salyadi Saputra, juga menekankan bahwa SAF adalah solusi utama untuk proses dekarbonisasi di sektor penerbangan.
"Permintaan SAF secara global akan terus meningkat, dan Pertamina sudah giat mengeksplorasi feedstock yang dapat diolah untuk dijadikan bahasan dasar SAF. Kami percaya SAF akan memiliki performa baik di pasar global sehingga menjadikannya economically feasible." jelasnya.
Dari perspektif maskapai penerbangan, Captain Daniel Putut Kuncoro dari Lion Air Group mengangkat kembali peran SAF yang sangat penting dalam proses dekarbonisasi sektor aviasi global. "Lion Air siap untuk bergerak bersama pemerintah Indonesia untuk menggunakan SAF demi menyanggah proses perubahan iklim dan memajukan lingkungan hidup yang lebih sehat," ujar Captain Daniel.
Sementara itu, Presiden Airbus Asia Pasifik, Anand Stanley, menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dalam mendukung dekarbonisasi sektor aviasi. Anand juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara industri penerbangan dan pemerintah negara dengan para produsen energi. "Kita juga perlu bekerja sama dengan produsen energi untuk menciptakan rantai pasokan SAF, mengeksplorasi dan mengelola bahan baku feedstock SAF, menyediakan studi tekno-ekonomi, dan mendukung kemampuan produksi SAF," ujarnya.
(ddn/wsw)
Indonesia luncurkan rencana aksi pengembangan avtur ramah lingkungan
Pemerintah Indonesia dalam Bali International Airshow (BIAS) 2024 meluncurkan rencana aksi pengembangan avtur ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuels ... [315] url asal
#bali-international-airshow #saf #avtur #menkomarves
(Antara) 18/09/24 14:30
v/15201285/
Dengan bangga pada acara hari ini kita menyaksikan peluncuran rencana aksi pembangunan Indonesia untuk bahan bakar efisien yang berkelanjutan
Badung (ANTARA) - Pemerintah Indonesia dalam Bali International Airshow (BIAS) 2024 meluncurkan rencana aksi pengembangan avtur ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuels (SAF).
“Dengan bangga pada acara hari ini kita menyaksikan peluncuran rencana aksi pembangunan Indonesia untuk bahan bakar efisien yang berkelanjutan, ini bagian dari komitmen Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Di Kabupaten Badung, Rabu, ia mengatakan setelah ini akan melakukan rapat untuk membentuk peta jalan penerapan SAF dengan menggali sumber daya potensial.
Adapun sumber daya potensial yang dimaksud Luhut bersumber dari minyak kelapa, rumput laut, dan ampas beras yang sejauh ini dinilai dapat menjadi sumber untuk SAF.
“Iya nanti kita akan lihat, nanti akan kita rapatkan segera untuk membuat peta jalan ini bagaimana, karena sekarang kita kan tidak hanya omon-omon, kita langsung melihat eksekusinya, misalnya seperti tadi bahan yang ramah untuk aviasi,” ujarnya.
Menkomarves juga akan meminta Pertamina menjalin kerjasama dengan beberapa maskapai untuk studi lanjutan penggunaan sumber daya tadi.
“Dengan ekonomi kita yang sekarang dilihat sangat menjanjikan dengan hilirisasi, digitalisasi, katalog elektronik, dan sumber mineral kita yang banyak, maka mereka lihat Indonesia menjadi pusat,” kata dia.
Dalam Bali International Airshow 2024 pemerintah menegaskan bahwa ini menjadi bentuk keseriusan Indonesia untuk menjaga masa depan.
Rencana pengembangan avtur ramah lingkungan ini juga menjadi salah satu dialog utama dalam gelaran pameran kedirgantaraan ini, dimana Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hadir langsung di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) Selasa (17/9) kemarin.
Dalam panel tersebut disampaikan bahwa komitmen Indonesia beralih dari avtur berbahan fosil menuju ramah lingkungan sejalan dengan agenda Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) yang menyoroti pentingnya peran SAF dan bahan bakar penerbangan rendah karbon/lower carbon aviation fuels (LCAF) dalam mengurangi emisi CO2.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2024
Bali International Airshow 2024 Meningkatkan Industri Penerbangan
Dari sisi pemerintah hingga bisnis terdapat 48 negara yang akan hadir pada 18-21 September 2024. [317] url asal
#bali-international-airshow #pameran-penerbangan-bali #pameran-aviasi-bali-2024 #bandara-ngurah-rai
(Bisnis.Com - Terbaru) 18/09/24 13:55
v/15179495/
Bisnis.com, BADUNG - Asisten Potensi Dirgantara (Aspotdirga) Kasau Marsda TNI Andi Wijaya mengatakan gelaran Bali International Airshow (BIAS) 2024 bertujuan untuk meningkatkan industri aviasi atau penerbangan.
“Ini untuk meningkatkan industri aviasi, penerbangan, juga hubungan diplomatik antarmiliter yang diundang sehingga bisa terjalin hubungan baik,” kata Andi Wijaya dalam konferensi pers menjelang Bali International Airshow di Badung, Bali, Selasa (17/9/2024).
Andi Wijaya menyebutkan dari sisi pemerintah hingga bisnis terdapat 48 negara yang akan hadir pada 18-21 September 2024.
Kegiatan untuk mengangkat industri aviasi Indonesia ini menjadi yang pertama kali digelar kembali setelah terakhir kali berlangsung pada 1996 di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten.
Namun di balik kekurangan yang mungkin terjadi, TNI AU mengaku berupaya optimal dalam mendukung penyelenggaraan dengan mengirim alutsista dan atraksi aerobatik dari Tim Jupiter TNI AU.
CEO PT Inaro Tujuh Belas Andy Wismarsyah selaku panitia pameran kedirgantaraan internasional ini mengatakan BIAS 2024 memang tempat pesta-nya pegiat aviasi.
Tidak hanya aksi aerobatik di udara, pameran di apron Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar dan berbagai kesepakatan bisnis dari pelaku industri aviasi menjadi sorotan penting.
“Ini tempat berkumpul, berbagi ide tentang teknologi baru untuk dunia aviasi yang kami yakin belum ada (di Indonesia) 20 tahun lebih, ini tempat di mana pegiat aviasi seluruh Indonesia dan juga negara tetangga bisa berkumpul dan membuat proses bisnis,” ujarnya.
Meski Indonesia terlihat gagah dengan keberhasilan TNI AU mendatangkan F35 milik Australia untuk aksi aerobatik, penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata untuk hal tersebut.
“Ini bukan ingin menunjukkan betapa hebatnya kita, bukan area pertunjukan siapa yang kuat siapa yang hebat, ini berkumpul untuk berkolaborasi bertukar pikiran, makanya ada forum yang membicarakan masa depan,” kata Andy.
Untuk diketahui selama Bali International Airshow berlangsung para pegiat industri aviasi dapat menyaksikan empat kali atraksi dalam sehari oleh Tim Aerobatik Jupiter TNI AU dan Tim Aerobatik Neptunus TNI AL, serta manuver dari F35 milik Australia khusus pada 19-20 September 2024.
Buka Bali International Airshow 2024, Luhut: Indonesia Punya Potensi Besar!
Bali International Airshow 2024 dibuka secara resmi oleh Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan di South Apron Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. [588] url asal
#bali-international-airshow-2024 #airshow #pameran-pesawat
(MedCom - Otomotif) 18/09/24 13:05
v/15181109/
Bali - Bali International Airshow (BIAS) 2024 resmi dibuka hari ini Rabu (18/9/2024) di South Apron General Aviation Terminal, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Acara yang digelar setelah 28 tahun lalu ini, dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan seluruh jajaran lengkap TNI Angkatan Udara dan beberapa pejabat terkait serta undangan dari negara-negara lain.Dalam acara tersebut, Luhut mengatakan kebanggaannya lantaran sejak 1996, Indonesia akhirnya bisa kembali menggelar pameran khusus aviasi dengan segala teknologi terbaru yang diboyong oleh para produsen di bidang ini. Bukan hanya dari merek-merek yang pesawatnya sudah ada di Indonesia, namun banyak juga merek-merek baru yang punya potensi besar.
"Bali kembali menjadi tuan rumah acara strategis, yang menunjukkan posisi Indonesia dalam industri kedirgantaraan global. Acara ini merupakan representasi kesiapan kita untuk menyambut masa depan dan memimpin kolaborasi global. Saya menggarisbawahi upaya kita untuk memetakan masa depan sektor penerbangan yang lebih cerah dan berkelanjutan. Ini bukan sekadar kebutuhan strategis, tetapi pendorong utama kemajuan ekonomi dan sosial bangsa kita," ujar Luhut B Pandjaitan.
Ia mengatakan lebih lanjut bahwa sebagai negara kepulauan terbesar yang membentang 5.000 km, investasi di sektor penerbangan akan memastikan konektivitas yang lancar, mendorong perdagangan barang dan jasa, meningkatkan sektor pariwisata dan memajukan pertumbuhan ekonomi. Terpenting, sebagai negara dengan signifikansi geopolitik, ketahanan industri kedirgantaraan akan menentukan kesiapan pertahanan udara nasional, menjaga kedaulatan dan stabilitas regional.
| Baca Juga: Konsep EV Centre PERIKLINDO Dapat Dukungan dari GAIKINDO |
Produk-produk berkualitas tinggi yang dipamerkan di pameran ini, seperti pesawat N219, pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia, hingga pesawat nir-awak canggih dari PT Land, menyoroti meningkatnya daya saing di panggung global.
"Kemajuan ini merupakan bukti komitmen Pemerintah Indonesia untuk mempromosikan konten lokal di semua industri, memastikan bahwa inovasi kami tidak hanya berkelas dunia tetapi juga berakar pada keahlian dan sumber daya dalam negeri. Sebagai Tim JAS, tentu saja peran kolektif kita dalam membina masa depan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan tidak boleh kurang ditekankan. Kita tidak boleh melupakan komitmen mutlak kita untuk menjaga masa depan generasi mendatang."
Selanjutnya Luhut juga ingin memastikan bahwa pertumbuhan sektor penerbangan tidak mengorbankan planet bumi. Indonesia berkomitmen untuk memainkan peran strategis dalam upaya global untuk mempercepat penerapan SAR. "Pada acara ini kita juga menyaksikan peluncuran Rencana Aksi Peta Jalan Indonesia untuk Bidang Penerbangan Berkelanjutan. Ini adalah bagian dari komitmen Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050."
Indonesia memiliki banyak potensi untuk ini, dan Luhut menegaskan bahwa Indonesia dapat memainkan peran yang sangat signifikan untuk menyiapkan bidang penerbangan yang sangat ramah di tahun-tahun mendatang. Ia juga menegaskan bahwa bukan hanya di industri otomotif, namun juga mencapai emisi nol bersih sebelum tahun 2060 juga akan dilakukan di industri aviasi.
| Baca Juga: Mengenal Konsep EV Centre dari Periklindo |
"Dokumen peta jalan SAR telah dikembangkan secara kolaboratif oleh semua pemangku kepentingan terkait, dan akan berfungsi sebagai kerangka panduan kami untuk mencapai tujuan mengamankan masa depan Indonesia. Saya yakin pemerintahan berikutnya akan mendorong kebijakan strategis kami menuju tahap implementasi."
Fasilitas dan Akses Pameran
Bali Airshow 2024 akan digelar di area seluas 78.000 meter persegi, termasuk 70.000 meter persegi untuk pameran pesawat statis dan 8.000 meter persegi untuk aula pameran. Acara ini menargetkan 6.000 trade visitors dari 100 perusahaan dan lebih dari 100 delegasi dari 35 negara. Pameran juga dibuka untuk publik pada 21 September 2024 dengan tiket yang bisa dibeli di Loket.com. Aksesibilitas bagi pengunjung dijamin dengan tersedianya shuttle bus dari berbagai titik di Bali, seperti Bali Collection Nusa Dua dan Beachwalk Shopping Center.(UDA)
Buka Bali International Airshow 2024, Luhut: Indonesia Punya Potensi Besar!
Bali International Airshow 2024 dibuka secara resmi oleh Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan di South Apron Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. [588] url asal
#bali-international-airshow-2024 #airshow #pameran-pesawat
(MedCom) 18/09/24 13:05
v/15181074/
Bali - Bali International Airshow (BIAS) 2024 resmi dibuka hari ini Rabu (18/9/2024) di South Apron General Aviation Terminal, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Acara yang digelar setelah 28 tahun lalu ini, dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan seluruh jajaran lengkap TNI Angkatan Udara dan beberapa pejabat terkait serta undangan dari negara-negara lain.Dalam acara tersebut, Luhut mengatakan kebanggaannya lantaran sejak 1996, Indonesia akhirnya bisa kembali menggelar pameran khusus aviasi dengan segala teknologi terbaru yang diboyong oleh para produsen di bidang ini. Bukan hanya dari merek-merek yang pesawatnya sudah ada di Indonesia, namun banyak juga merek-merek baru yang punya potensi besar.
"Bali kembali menjadi tuan rumah acara strategis, yang menunjukkan posisi Indonesia dalam industri kedirgantaraan global. Acara ini merupakan representasi kesiapan kita untuk menyambut masa depan dan memimpin kolaborasi global. Saya menggarisbawahi upaya kita untuk memetakan masa depan sektor penerbangan yang lebih cerah dan berkelanjutan. Ini bukan sekadar kebutuhan strategis, tetapi pendorong utama kemajuan ekonomi dan sosial bangsa kita," ujar Luhut B Pandjaitan.
Ia mengatakan lebih lanjut bahwa sebagai negara kepulauan terbesar yang membentang 5.000 km, investasi di sektor penerbangan akan memastikan konektivitas yang lancar, mendorong perdagangan barang dan jasa, meningkatkan sektor pariwisata dan memajukan pertumbuhan ekonomi. Terpenting, sebagai negara dengan signifikansi geopolitik, ketahanan industri kedirgantaraan akan menentukan kesiapan pertahanan udara nasional, menjaga kedaulatan dan stabilitas regional.
| Baca Juga: Konsep EV Centre PERIKLINDO Dapat Dukungan dari GAIKINDO |
Produk-produk berkualitas tinggi yang dipamerkan di pameran ini, seperti pesawat N219, pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia, hingga pesawat nir-awak canggih dari PT Land, menyoroti meningkatnya daya saing di panggung global.
"Kemajuan ini merupakan bukti komitmen Pemerintah Indonesia untuk mempromosikan konten lokal di semua industri, memastikan bahwa inovasi kami tidak hanya berkelas dunia tetapi juga berakar pada keahlian dan sumber daya dalam negeri. Sebagai Tim JAS, tentu saja peran kolektif kita dalam membina masa depan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan tidak boleh kurang ditekankan. Kita tidak boleh melupakan komitmen mutlak kita untuk menjaga masa depan generasi mendatang."
Selanjutnya Luhut juga ingin memastikan bahwa pertumbuhan sektor penerbangan tidak mengorbankan planet bumi. Indonesia berkomitmen untuk memainkan peran strategis dalam upaya global untuk mempercepat penerapan SAR. "Pada acara ini kita juga menyaksikan peluncuran Rencana Aksi Peta Jalan Indonesia untuk Bidang Penerbangan Berkelanjutan. Ini adalah bagian dari komitmen Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050."
Indonesia memiliki banyak potensi untuk ini, dan Luhut menegaskan bahwa Indonesia dapat memainkan peran yang sangat signifikan untuk menyiapkan bidang penerbangan yang sangat ramah di tahun-tahun mendatang. Ia juga menegaskan bahwa bukan hanya di industri otomotif, namun juga mencapai emisi nol bersih sebelum tahun 2060 juga akan dilakukan di industri aviasi.
| Baca Juga: Mengenal Konsep EV Centre dari Periklindo |
"Dokumen peta jalan SAR telah dikembangkan secara kolaboratif oleh semua pemangku kepentingan terkait, dan akan berfungsi sebagai kerangka panduan kami untuk mencapai tujuan mengamankan masa depan Indonesia. Saya yakin pemerintahan berikutnya akan mendorong kebijakan strategis kami menuju tahap implementasi."
Fasilitas dan Akses Pameran
Bali Airshow 2024 akan digelar di area seluas 78.000 meter persegi, termasuk 70.000 meter persegi untuk pameran pesawat statis dan 8.000 meter persegi untuk aula pameran. Acara ini menargetkan 6.000 trade visitors dari 100 perusahaan dan lebih dari 100 delegasi dari 35 negara. Pameran juga dibuka untuk publik pada 21 September 2024 dengan tiket yang bisa dibeli di Loket.com. Aksesibilitas bagi pengunjung dijamin dengan tersedianya shuttle bus dari berbagai titik di Bali, seperti Bali Collection Nusa Dua dan Beachwalk Shopping Center.(UDA)
Bali International Airshow 2024, jadi Momen Kebangkitan Industri Aviasi Nasional
Pameran pesawat dan dunia aviasi akhirnya bakal kembali berlangsung di Bali dengan teknologi industri aviasi terbaru dan baru hadir selama beberapa tahun. [789] url asal
#bali-internasional-airshow #bia #pameran-pesawat #airshow #teknologi-pesawat
(MedCom - Otomotif) 17/09/24 17:42
v/15142448/
Bali - Menjelang dibukanya secara resmi Bali International Airshow (BIA) 2024 di South Apron General Aviation Terminal, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Rabu (18/9/2024), penyelenggara acara yaitu PT Inaro Tujuh Belas, pemerintah dan TNI Angkatan Udara, memberikan keterangan resminya. BIA dikatakan sebagai ajang untuk membangkitkan kembali industri aviasi nasional setelah terkesan vakum beberapa lama.BIA tahun ini adalah event airshow pertama setelah 26 tahun tak pernah dilaksanakan, tepatnya pada 1996 pada edisi kedua. Lalu apa yang membedakannya dengan pameran yang ketiga ini? Dikatakan oleh CEO PT Inaro Tujuh Belas, Andy Wismarsyah bahwa secara langsung pameran yang ada sekarang tak bisa dibandingkan dengan dua pameran aviasi yang sebelumnya berlangsung puluhan tahun lalu.
"Ini lebih dari yang kita prediksi dari negara lain, dari militer negara lain. Sebenernya kita mau dilaksanakan tahun ganjil, tapi terkendala pandemi. Kami juga melihat antusias dari negara yang memang punya industri penerbangan maju juga sangat baik. Terdapat 48 negara yang terlibat di momen pameran ini dan Kami melihat ini kesempatan bagi negara kita untuk belajar lebih banyak tentang dunia aviasi," ujar Andy Wismarsyah pada Selasa (17/9/2024).
Andy melanjutkan bahwa dalam pelaksanaan BIA tahun ini mereka telah melakukan koordinasi dengan erat bersma AirNav, Angkasa Pura mengingat pelaksanaannya mengambil tempat yang juga berada di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Hanya dibedakan dari alokasi hanggar saja. Andy menjelaskan bahwa acara ini tidak akan mengganggu kegiatan pesawat komersil sebagai tempat untuk penerbangan domestik.
| Baca Juga: Mengenal DNGA, Sasis dari Daihatsu untuk Mobil Zaman Now! |
"Ini adalah pesta buat orang-orang penerbangan, terutama yang ada di Indonesia. Juga sebagai tempat berkumpulnya, tempat berbagi ide teknogi tentang dunia aviasi. Kami juga meyakinkan bahwa teknologi yang hadir di pameran ini hampir 20 tahun lebih belum ada atau tidak ada. Jadi ini tempat pegiat semua dunia aviasi RI dan juga dari negara tetangga untuk bisa berkumpul dan bisa membuat proses bisnis di sini."
Airshow ini menghadirkan berbagai static display dan flying display yang memukau, termasuk aksi dari tim aerobatik kebanggaan Indonesia, Jupiter Aerobatic Team dan Neptunus Aerobatic Team. Selama empat hari, pengunjung akan disuguhkan aksi luar biasa dari elite pilot yang menampilkan keterampilan dan seni manuver udara.
Flying display dijadwalkan berlangsung selama 20 menit dalam beberapa sesi setiap harinya. Di hari pertama, 18 September 2024, pertunjukan akan dimulai pukul 10.30, dilanjutkan sesi kedua pada 12.30, dan sesi terakhir pada 15.30. Sedangkan pada 19-21 September 2024, akan ada empat sesi flying display setiap harinya, dimulai dari pukul 09.30 hingga 15.30.
Ada Atraksi Udara dari Tim Aerobatik Jupiter dan Neptunus
Tim Aerobatik Jupiter yang dibentuk pada tahun 1996 dan berada di bawah naungan Skuadron Pendidikan 102, Wing Pendidikan Terbang, Lanud Adisucipto, akan menampilkan pesawat KT-1B Wongbee dengan warna merah-putih khas.| Baca Juga: Lebih Jauh Soal EV, Apa Saja Bahasan di PERIKLINDO EV Conference 2024? |
Tim ini dikenal dengan manuver aerobatik yang kompleks dan telah tampil di berbagai ajang internasional seperti Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA) 2023 dan Singapore Airshow 2024. Pesawat KT-1B Wongbee yang memiliki kecepatan maksimum 350 knot (648,2 km/jam) memungkinkan Tim Jupiter untuk memperlihatkan aksi yang memukau.
Di sisi lain, Tim Aerobatik Neptunus dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspernebal) TNI AL RI, akan menggunakan enam pesawat ringan Bonanza G36. Dengan kecepatan maksimum 205 knot (436 km/jam), pesawat ini akan membawa Neptunus menampilkan formasi unik yang berbeda dari Jupiter. Tim Neptunus telah dikenal melalui partisipasi di berbagai acara besar, seperti Indonesia Naval Base Open Day 2017 dan Latihan Angkatan Laut Multilateral Komodo (MNEK) 2018.
Flying Display Internasional dan Static Display
Selain Tim Jupiter dan Neptunus, Bali Airshow 2024 juga akan menghadirkan flying display dari F-35A Lightning II milik Royal Australian Air Force. Pesawat tempur canggih ini akan menunjukkan manuver solo dengan teknologi stealth dan kemampuan tempur mutakhir. Dengan kecepatan maksimum mencapai Mach 1,6 (1.960 km/jam), F-35A diharapkan menjadi salah satu daya tarik utama dalam pameran ini.Selain aksi udara, Bali Airshow juga menampilkan sejumlah static display pesawat-pesawat militer dan komersial dari berbagai negara. Pengunjung akan dapat melihat langsung berbagai pesawat seperti F16 Fighting Falcon, Sukhoi SU27, C130J Super Hercules, CASA C212, dan Embraer EMB314 Super Tucano.
Fasilitas dan Akses Pameran
Bali Airshow 2024 akan digelar di area seluas 78.000 meter persegi, termasuk 70.000 meter persegi untuk pameran pesawat statis dan 8.000 meter persegi untuk aula pameran. Acara ini menargetkan 6.000 trade visitors dari 100 perusahaan dan lebih dari 100 delegasi dari 35 negara. Pameran juga dibuka untuk publik pada 21 September 2024 dengan tiket yang bisa dibeli di Loket.com. Aksesibilitas bagi pengunjung dijamin dengan tersedianya shuttle bus dari berbagai titik di Bali, seperti Bali Collection Nusa Dua dan Beachwalk Shopping Center.(UDA)
Menhub Bahas Perubahan Bertahap Avtur Fosil ke Avtur Ramah Lingkungan
Indonesia menyatakan komitmennya mengembangkan SAF. [288] url asal
#bali-international-airshow #menteri-perhubungan #budi-karya-sumadi
(Republika - Ekonomi) 17/09/24 14:00
v/15146947/
REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam Forum Transportasi Udara Asia Pasifik 2024 membahas rencana pemerintah secara bertahap mengubah penggunaan avtur berbahan bakar fosil menjadi Sustainable Aviation Fuels (SAF) atau bioavtur.
“Kami berfikir bahwa tidak saja mengubah penggunaan avtur yang berbahan bakar fosil, tetapi kami akan meningkatkan atau mengubah secara bertahap dengan avtur yang ramah lingkungan,” kata Budi Karya Sumadi di Kabupaten Badung, Bali, Selasa (17/9/2024).
Dalam rangkaian Bali International Airshow 2024 itu Menhub mengaku pemerintah sudah melangkah ke sana melalui berbagai pembicaraan dan inisiasi yang dikomandoi Kemenko Kemaritiman dan Investasi.
Namun untuk mengubah penggunaan avtur fosil ke SAF tidak mudah karena berkaitan dengan hal teknis, pendanaan dan pemasaran.
Oleh karena itu pemerintah saat ini berupaya membuat skala ekonomi untuk masa mendatang agar Indonesia memiliki tempat atau bahan sebagai campuran avtur agar dapat menjadi produsen tidak hanya konsumen SAF.
“Bertahap ya kami akan mulai lakukan itu di 2027 dan kita akan final semuanya selanjutnya karena selain teknologinya dibutuhkan, keuangannya juga harus mencari titik terbaik,” ujar Menhub.
Dalam forum tersebut Indonesia menyatakan komitmennya mengembangkan SAF, meningkatkan akses keuangan, serta memperkuat kemitraan untuk mempromosikan SAF dalam revolusi hijau penerbangan.
Lebih jauh, sistem pesawat udara nirawak atau unmanned aircraft systems (UAS) dan mobilitas udara canggih/advanced air mobility (AAM) menawarkan peluang baru dalam manajemen wilayah udara, mengurangi kemacetan, meningkatkan logistik, serta memangkas emisi.
Komitmen Indonesia disebut sejalan dengan agenda Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) yang menyoroti pentingnya peran SAF dan bahan bakar penerbangan rendah karbon dalam mengurangi emisi CO2.
Budi Karya berharap melalui forum di sela Bali International Airshow 2024 ini dapat memicu dialog dan menginspirasi peningkatan masa depan ruang udara terpadu, produksi, serta pembiayaan SAF agar tercipta sektor penerbangan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Bali International Airshow 2024: Panggung Kedirgantaraan di Pulau Dewata
Bali International Airshow 2024 akan kembali digelar di South Apron General Aviation Terminal, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada 18-21 Sep [653] url asal
#bali #bali-airshow #bali-airshow-2024 #lokasi-bali-airshow-2024 #jadwal-bali-airshow-2024 #tiket-bali-airshow-2024
(MedCom - Otomotif) 13/09/24 12:01
v/14987456/
Jakarta: Bali International Airshow 2024 akan kembali digelar di South Apron General Aviation Terminal, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada 18-21 September. Pameran bergengsi ini menampilkan inovasi global di sektor kedirgantaraan, teknologi penerbangan, pertahanan udara, serta aviasi.
Setelah terakhir kali diadakan pada tahun 1996, airshow ini menghadirkan berbagai static display dan flying display yang memukau, termasuk aksi dari tim aerobatik kebanggaan Indonesia, Jupiter Aerobatic Team dan Neptunus Aerobatic Team.
Selama empat hari, pengunjung akan disuguhkan aksi luar biasa dari elite pilot yang menampilkan keterampilan dan seni manuver udara. Flying display dijadwalkan berlangsung selama 20 menit dalam beberapa sesi setiap harinya. Di hari pertama, 18 September 2024, pertunjukan akan dimulai pukul 10.30, dilanjutkan sesi kedua pada 12.30, dan sesi terakhir pada 15.30. Sedangkan pada 19-21 September 2024, akan ada empat sesi flying display setiap harinya, dimulai dari pukul 09.30 hingga 15.30.
Aksi Memukau dari Tim Aerobatik Jupiter dan Neptunus
Tim Aerobatik Jupiter yang dibentuk pada tahun 1996 dan berada di bawah naungan Skuadron Pendidikan 102, Wing Pendidikan Terbang, Lanud Adisucipto, akan menampilkan pesawat KT-1B Wongbee dengan warna merah-putih khas.
Tim ini dikenal dengan manuver aerobatik yang kompleks dan telah tampil di berbagai ajang internasional seperti Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA) 2023 dan Singapore Airshow 2024. Pesawat KT-1B Wongbee yang memiliki kecepatan maksimum 350 knot (648,2 km/jam) memungkinkan Tim Jupiter untuk memperlihatkan aksi yang memukau.
Di sisi lain, Tim Aerobatik Neptunus dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspernebal) TNI AL RI, akan menggunakan enam pesawat ringan Bonanza G36. Dengan kecepatan maksimum 205 knot (436 km/jam), pesawat ini akan membawa Neptunus menampilkan formasi unik yang berbeda dari Jupiter. Tim Neptunus telah dikenal melalui partisipasi di berbagai acara besar, seperti Indonesia Naval Base Open Day 2017 dan Latihan Angkatan Laut Multilateral Komodo (MNEK) 2018.
| Baca Juga: Kenali Fungsi Pengaturan Sirkulasi Udara di Kabin Mobil |
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan kebanggaannya atas kehadiran dua tim aerobatik Indonesia di Bali Airshow 2024. “Pertunjukkan udara ini bukan hanya akan menunjukkan keterampilan dan aksi ketepatan di udara dari kedua tim tersebut, tetapi juga merupakan simbol kemampuan bangsa kita yang terus berkembang pada sektor kedirgantaraan. Dua tim kebanggaan Indonesia ini mewakili semangat inovasi dan keunggulan bangsa Indonesia," ujarnya.
Flying Display Internasional dan Static Display
Selain Tim Jupiter dan Neptunus, Bali Airshow 2024 juga akan menghadirkan flying display dari F-35A Lightning II milik Royal Australian Air Force. Pesawat tempur canggih ini akan menunjukkan manuver solo dengan teknologi stealth dan kemampuan tempur mutakhir. Dengan kecepatan maksimum mencapai Mach 1,6 (1.960 km/jam), F-35A diharapkan menjadi salah satu daya tarik utama dalam pameran ini.
Selain aksi udara, Bali Airshow juga menampilkan sejumlah static display pesawat-pesawat militer dan komersial dari berbagai negara. Pengunjung akan dapat melihat langsung berbagai pesawat seperti F16 Fighting Falcon, Sukhoi SU27, C130J Super Hercules, CASA C212, dan Embraer EMB314 Super Tucano.
Fasilitas dan Akses Pameran
Bali Airshow 2024 akan digelar di area seluas 78.000 meter persegi, termasuk 70.000 meter persegi untuk pameran pesawat statis dan 8.000 meter persegi untuk aula pameran. Acara ini menargetkan 6.000 trade visitors dari 100 perusahaan dan lebih dari 100 delegasi dari 35 negara. Pameran juga dibuka untuk publik pada 21 September 2024 dengan tiket yang bisa dibeli di Loket.com. Aksesibilitas bagi pengunjung dijamin dengan tersedianya shuttle bus dari berbagai titik di Bali, seperti Bali Collection Nusa Dua dan Beachwalk Shopping Center.
| Baca Juga: Berkenalan dengan Gulfstream G650ER, Si Pesawat Jet Bisnis Mewah |
Chief Executive Officer PT Inaro Tujuh Belas, Andy Wismarsyah, mengungkapkan bahwa Bali Airshow 2024 dirancang untuk menjadi platform kolaborasi bagi industri penerbangan global. “Pameran ini menjadi pesta bagi para pelaku industri dan juga seluruh pecinta aviasi di Indonesia,” ujarnya.
Dengan dukungan penuh dari industri kedirgantaraan, Bali International Airshow 2024 siap menjadi ajang spektakuler yang mengukuhkan posisi Indonesia di panggung global sektor penerbangan dan pertahanan.
(UDA)
Bali International Airshow 2024: Cari Potensi Pengembangan Industri Penerbangan
Pemerintah akan menyelenggarakan Bali International Airshow 2024 yang berlangsung pada 18-21 September 2024, bertempat di General Aviation Terminal, Bandar Udara... | Halaman Lengkap [435] url asal
#bali-international-airshow #industri-penerbangan #penerbangan #berita-ekonomi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 21/08/24 09:36
v/14519585/
JAKARTA - Pemerintah akan menyelenggarakan Bali International Airshow 2024 yang berlangsung pada 18-21 September 2024, bertempat di General Aviation Terminal, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Acara ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam industri kedirgantaraan regional.Pameran ini menandai kembalinya Indonesia sebagai tuan rumah international airshow, setelah terakhir kali diselenggarakan pada tahun 1996 di Bandar Udara Soekarno-Hatta dan tahun 1986 di Bandar Udara Kemayoran. Setelah 28 tahun, kini Bali International Airshow 2024 kembali hadir membawa berbagai inovasi teknologi aviasi yang siap dipamerkan pada bulan September mendatang.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, dukungan dan pentingnya penyelenggaraan Bali International Airshow 2024 bagi Indonesia dan wilayah regional Asia.
"Industri penerbangan di Indonesia sedang berada di jalur yang tepat, dengan proyeksi tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 5 persen pada armada pesawat selama lima tahun ke depan dan Indonesia diperkirakan akan menjadi pasar penerbangan terbesar ke-4 pada tahun 2037," ujarnya Menko Luhut dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (19/8/2024).
Bali International Air Show 2024 akan menghadirkan lebih dari 100 perusahaan aviasi, termasuk peserta ternama global yang telah mengkonfirmasi keikutsertaannya antara lain adalah Airbus, Bell Helicopters, Boeing, Brahmos, Dassault Aviation, Embraer, Garuda Group, Leonardo (represented by Helitech Asia - distributor Asia-Pac), Lion Air, MBDA, PT Dirgantara Indonesia, Textron Aviation dan Thales.
Kehadiran perusahaan-perusahaan terkemuka ini tentu akan membuka peluang luas, tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk delegasi dari negara lain.
Selain itu pada gelaran Bali Airshow Pemerintah Indonesia akan secara resmi meluncurkan Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional terkait Pengembangan Ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan.
Pengembangan ekosistem dan industri SAF ini akan memberikan nilai tambah ekonomi melalui hilirisasi bahan baku, memastikan ketahanan energi, sekaligus berkontribusi melalui dekarbonisasi sektor transportasi udara menuju Net Zero Emission 2060.
Sekedar informasi tambahan, Bali International Airshow 2024 diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perhubungan, Angkatan Udara Indonesia (TNI AU) dan didukung oleh Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, AirNav Indonesia, Otoritas Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, dan Angkasa Pura Airports.
Pameran Bali International Airshow 2024 akan menempati total area seluas 78.000 meter persegi, terdiri dari 70.000 meter persegi area pameran pesawat statis dan 8.000 meter persegi untuk aula pameran. Menargetkan sebanyak 6.000 trade visitors dari 100 perusahaan serta lebih dari 100 delegasi dari 35 negara dan wilayah akan menghadiri pameran ini.
Pada area pameran pesawat statis, pengunjung akan melihat puluhan pesawat dengan teknologi terbaru, termasuk di antaranya jajaran pesawat F16 Fighting Falcon, Sukhoi SU27, C130J Super Hercules, CASA C212, EC275 dan Embraer EMB314 Super Tucano.



