JAKARTA, KOMPAS.com - PT Aisin Asia Indonesia, pemilik merek Aisin, resmi memulai pengiriman produk pertama ke konsumen yang berlangsung di kantor pusat PT Berkat Otopart Indonesia selaku sole distributor Aisin.
Produk yang dikirim merupakan varian terbaru yakni, Aisin Dry Charge Battery atau aki basah. Pengiriman ini melanjutkan kesuksesan pertama setelah meluncurkan varian aki maintenance free pada 2022 lalu.
Daniel Hantio, General Manager PT Berkat Otopart Indonesia mengatakan, produknya dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan standar kualitas OEM dan diharapkan bisa memberikan performa optimal serta tahan lama.
"Peluncuran Aisin Dry Charge Battery merupakan langkah strategis kami dalam memperluas lini produk aki kami dan memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan produk berkualitas tinggi," kata Daniel dalam keterangan resminya, beberapa hari lalu.
Produk baru tersebut diklaim memiliki beberapa kelebihan. Pertama desain penutup yang dirancang khusus untuk menahan percikan api yang dapat menimbulkan ledakan sehingga lebih aman digunakan untuk kendaraan.
Selanjutnya, vibration resistance dengan menggunakan double separator sehingga dapat menahan guncangan dengan baik. Selanjutnya, penggunaan material separator yang memiliki ketahanan tinggi.
"Saya melihat masih banyak jalan yang berlubang di Indonesia, dan ini mempengaruhi umum aki. Untuk itu Aki Aisin DC hadir memberikan solusi dengan masarkan aki yang tahan guncangan," katanya.
Aisin Aki basah Aisin
Aki baru ini telah tersedia di seluruh jaringan distribusi resmi Aisin. Untuk harga, diklaim kompetitif dengan merek lain di pasaran dengan rentang Rp 689.000 sampai Rp 3,4 jutaan.
Jakarta: Aisin Indonesia melengkapi deretan aki mereka dengan menghadirkan model aki basah (dry charged battery). Aki mobil ini ditawarkan dengan harga terjangkau, dan sejumlah teknologi khusus yang dikembangkan untuk menjaga performanya kala digunakan.
General Manager Berkat Otoparts Indonesia, Daniel Wijaya, menyebutkan saat ini perusahaan memulai melengkapi pilihan aki untuk mobil. Mereka sudah memulai dengan menghadirkan aki maintenance free, dan kini merambah ke aki basah.
"Jadi 2 tahun yang lalu sudah launching yang MF (maintenance free), sekarang dry charged (aki basah) karena belum diisi air (cairan aki) dulu," ujar Daniel pada Selasa (16-7-2024) di Kawasan Gambir Jakarta. Daniel menjelaskan aki basah yang ditawarkan tersedia dari ukuran 32A (ampere) sampai 200A untuk berbagai jenis kendaraan. Kemudian sebagai pembeda dengan aki basah merek lain, produsen aki asal Jepang ini menambahkan sejumlah teknologi Khusus.
Mulai dari double separator di area dalam untuk meredam guncangan agar isi aki tidak rusak, fitur cat eye untuk mengecek kondisi aki, dan material yang lebih tebal sehingga akan lebih awet.
"Range untuk paling kecil sekitar Rp500-600 ribu, paling mahal di angka Rp2,5 juta, dan itu belum termasuk promo," beber Daniel.
Pria yang sudah belasan tahun di dunia otomotif ini menyebutkan hingga saat ini masih banyak yang membutuhkan aki basah. Khususnya di segmen komersial karena aki basah harganya lebih ekonomis dan durabilitas lebih kuat.