PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI memanjakan para peserta Association of Development Financing Institutions in Asia and Pacific (ADFIAP) International CEO Forum XVII dengan keragaman budaya Bali pada hari terakhir kegiatan forum, yakni Jumat (8/11) di Desa Penglipuran, Bangli.
Desa Penglipuran sendiri masuk ke dalam destinasi populer dan wajib dikunjungi saat berkunjung ke Bali karena memiliki beberapa keunikan. Salah satunya, desa ini dinobatkan oleh UNESCO sebagai desa adat terbersih ke-3 di dunia.
Direktur PT SMI Aradita Priyanti mengatakan kegiatan di hari terakhir forum ini merupakan salah satu upaya perseroan untuk memperkenalkan budaya Bali kepada para peserta yang datang dari berbagai negara.
"Jadi selain kami menjadi host untuk ADFIAP, yang sejak dua hari kemarin sudah penuh dengan diskusi-diskusi terkait dengan inisiatif para Development Financial Institutions (DFI) dan kolaborasi dengan para DFI di Asia-Pasifik, di hari ketiga ini kami juga ingin memperkenalkan budaya Bali. Para peserta bisa lebih santai hari ini, bisa melihat kekayaan budaya Bali, bahkan bisa berbelanja produk lokal juga," ujar dia saat ditemui dalam kegiatan tersebut.
Aradita menyebut budaya yang diperkenalkan kepada para peserta ADFIAP International CEO Forum termasuk mengenal sejarah atau jejak peninggalan di Bali, hingga kuliner unik yang wajib dicoba, seperti Loloh Cemcem hingga Tipat Cantok.
"Jadi harapannya para peserta bisa lebih banyak lagi mengenal budaya Indonesia, dan juga bisa lebih mencairkan dan mendekatkan hubungan dengan para peserta," tutur dia lebih lanjut.
Usai kunjungan ke Desa Penglipuran, para peserta diajak menyantap makan siang di Taman Dedari, restoran yang terletak di Ubud, Gianyar, dan disuguhkan pemandangan megah empat patung bidadari berukuran besar dengan tinggi sekitar 10 meter.
Setelah itu, para peserta juga diperkenalkan dengan proses pembuatan berbagai produk olahan dari petani anggur lokal di Pabrik Sababay yang berlokasi di Blahbatuh, Gianyar. Adapun Sababay memberdayakan sekitar 40 petani anggur di Desa Banjar, Seririt, Gerokgak, dan Buleleng untuk mendapatkan anggur dengan kualitas terbaik.
ADFIAP International CEO Forum XVII digelar pada 6-8 November 2024 dengan PT SMI menjadi tuan rumah. Forum kali ini bertema "Building a Sustainable Future: The Crucial Role of DFIs in a Low Carbon Development Agenda".
Forum ini mempertemukan direktur utama bank pembangunan dan lembaga keuangan anggota ADFIAP untuk berdialog, bertukar gagasan, serta berkolaborasi membahas isu-isu terkini terkait pembangunan berkelanjutan.
Forum tahun ini diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota ADFIAP, stakeholder PT SMI, serta tamu undangan khusus.
ADFIAP adalah asosiasi yang beranggotakan bank pembangunan dan lembaga keuangan yang terlibat dalam pembiayaan pembangunan di Asia-Pasifik, yang telah berdiri sejak 1976.
Melalui keanggotaan di ADFIAP sejak 2016, PT SMI mampu memperluas jaringan dan membangun hubungan dengan institusi keuangan lainnya untuk berkolaborasi dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Banyaknya pengunjung ke Pulau Dewata tersebut membuat sektor properti semakin berkembang. Tak heran, bayak pengembang yang kini membuka proyek baru di sana. [807] url asal
Bali merupakan salah satu provinsi yang menjadi hot spot destinasi wisata di Indonesia. Banyaknya pengunjung ke Pulau Dewata tersebut membuat sektor properti semakin berkembang. Tak heran, bayak pengembang yang kini membuka proyek baru di sana.
Mengutip Badan Pusat Statistik Bali dan Kantor Otoritas Pariwisata Bali yang dirilis Agustus 2024, tercatat bahwa pada enam bulan pertama tahun ini, Bali kedatangan wisatawan mancanegara sebanyak 2.910.679 orang, atau meningkat 23,59% dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Sementara itu, volume Pengunjung Domestik pada bulan Juni 2024tercatat 898.355 orang. Angka ini terus melampaui jumlah pengunjung domestik di rentang tahun 2020 hingga 2023.
Hingga Juni 2024, wisatawan mancanegara asal Australia masih yang terbanyak di Bali dengan persentase 24,11%. Sedangkan, wisatawan asal India dan China menunjukkan tingkat pertumbuhan tertinggi.
Pada tanggal 25 Juni 2024, untuk pertama kalinya Etihad Airways meluncurkan layanan penerbangan langsung Bali - Abu Dhabi. Rute baru tersebut mendapat sambutan hangat dari wisatawan internasional. Hal ini terlihat dari peningkatan frekuensi penerbangan hanya tiga bulan setelah penerbangan pertama ke Denpasar.
Permintaan perjalanan ke Indonesia dari Abu Dhabi juga tumbuh pesat. Pada bulan April 2025, layanan penerbangan Abu Dhabi ke Jakarta akan meningkatkan frekuensi penerbangannya dengan beroperasi dua kali sehari.
"Hal ini tentu saja memberikan dorongan yang luar biasa terhadap pertumbuhan industri properti di Bali secara signifikan, khususnya pembangunan vila dan hotel guna mengakomodasi peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali," kata General Manager NPG Indonesia, Evgeny Obolentsev dalam keterangannya, dikutip Senin (14/10/2024).
Evgeny Obolentsev juga menjelaskan, terjadinya perubahan minat para wisatawan ke area baru seperti Seseh, Kedungu, Cemagi, dan Tabanan menjadi salah satu pertanda terbukanya peluang baru di sektor properti untuk berkembang. Ia menilai, dengan masifnya pertumbuhan properti di Bali tidak serta merta harus membatasi pariwisata di sana. Justru harus ditemukan keseimbangannya.
"Yang diperlukan adalah keseimbangan. Bagaimana cara menjaga agar Bali tetap menjadi surga tropis bagi wisatawan, tanpa mengorbankan alam dan budaya yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu," tuturnya.
Untuk itu, imbuhnya, peran pemerintah sangatlah penting, khususnya dalam enforcement regulasi kepemilikan dan peruntukan atas tanah ataupun sawah. "Dengan demikian, zonasi menjadi sangat krusial agar tidak terjadi tumpang tindih peruntukan lahan yang akhirnya bisa merugikan semua pihak yang terlibat," ungkapnya.
Lebih lanjut, Evgeny Obolentsev juga menyoroti rencana percepatan pembangunan infrastruktur di Bali oleh pemerintah yang menurutnya juga sangat berperan penting untuk mengimbangi lonjakan kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir.
Mega proyek moda transportasi massal, baik berupa MRT maupun LRT yang rencananya dibangun di Bali, dapat menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan yang telah menjadi pemandangan sehari-hari masyarakat Bali, di samping untuk menekan emisi gas kendaraan bermotor.
"Dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita sebagai pengembang bisa membangun properti secara harmonis dengan alam sekitar dan budaya Bali itu sendiri. Pasalnya, alam dan budaya merupakan bagian dari konsep pembangunan hunian itu sendiri," terangnya.
Dalam mengembangkan hunian, pihaknya selalu mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan. Pada proyek besutan NPG Indonesia, selalu ada 50% area hijau agar bangunan di sana dapat menyesuaikan alam sekitar.
"Seperti halnya Ecoverse, proyek hunian premium yang sedang kami kerjakan dengan target penyelesaian di Kuartal Keempat 2025. Kami selalu mengaplikasikan beberapa fitur keberlanjutan seperti energi terbarukan di setiap unit melalui penggunaan panel tenaga surya, sistem pengolahan sampah, filter air osmosis dan Rain Water Trap," kata Evgeny.
Ecoverse adalah sebuah komplek hunian yang menghadirkan 34 unit apartemen serta 16 unit townhouse dengan 2 dan 3 lantai yang memberikan kenyamanan luar biasa melalui fasilitas konstruksi berkualitas tinggi serta keharmonisan dengan alam sekitar.
Tak hanya selaras dengan alam sekitar, ternyata sebagian besar tenaga kerja yang membangun proyek Ecoverse pun merupakan tenaga kerja lokal.
Bagi Evgeny, dari para pekerja lokal tersebut pihaknya bisa belajar tentang budaya dan kearifan lokal, khususnya Tri Hita Karana, konsep kehidupan masyarakat Bali yang menitikberatkan hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Tuhan, yang mampu menumbuhkan toleransi dan rasa damai.
"Sementara itu, kami bisa mengalihkan keahlian kami dari Eropa dalam mendirikan bangunan. Hal ini sangat penting bagi kami agar tercipta keseimbangan yang harmonis antara pertumbuhan pariwisata dengan alam dan budaya Bali itu sendiri," pungkasnya.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bicara mengenai kondisi Bali terkini. Dia mengatakan, saat ini ada lebih 200.000 orang asing yang tinggal di Bali yang menimbulkan beberapa masalah, dari kriminalitas hingga lapangan kerja.
Lewat Instagramnya, Luhut mengatakan, pemerintah akan mengambil tindakan untuk membenahi tata kelola pariwisata di Pulau Dewata.
"Kami akan melakukan audit dan penataan dari mulai pengelolaan sampah dan manajemen limbah, rencana perbaikan infrastruktur, serta menciptakan satu destinasi wisata hijau dengan menerapkan aturan penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT). Baik energi listrik untuk operasional, maupun kendaraan bermotor yang digunakan di sana," tulis Luhut seperti dikutip Jumat (30/8/2024).
Jelasnya, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan mencapai US$ 2,5 hingga 3 triliun pada tahun 2030 dan diprediksi akan meningkatkan jumlah kelas menengah di Tanah Air. Menurutnya, hal itu secara simultan akan menciptakan wisatawan lokal dan domestik yang juga sangat penting untuk diperhatikan, bukan hanya mendatangkan wisatawan asing saja.
Luhut mengatakan, pihaknya ingin Bali seperti dulu lagi. Ia tak ingin Bali terkenal hanya karena panoramanya saja, tapi juga budayanya.
"Saya ingin melihat Bali seperti dulu lagi. Bali yang terkenal bukan hanya karena keindahan panoramanya, tetapi juga budaya dan tradisi yang dijaga oleh warga masyarakatnya," ungkapnya.
"Dengan diselenggarakannya forum International Quality Tourism Conference yang pertama kali ini, saya berharap ada saran dan masukan dari berbagai praktisi pariwisata. Sebelum kami membuat pengumuman resmi terkait evaluasi penataan Bali, sebagai salah satu destinasi wisata favorit turis lokal indonesia dan mancanegara," imbuhnya.
Kabupaten Badung kembali memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46 dengan menampilkan Sekaha Gong Kerthi Budaya yang legendaris dari Banjar Pengabetan. - Bagian all [426] url asal
DENPASAR, iNews.id - Kabupaten Badung kembali memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46 dengan menampilkan Sekaha Gong Kerthi Budaya dari Banjar Pengabetan, Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta. Sekaha gong legendaris yang pernah mengguncang PKB pada 1993 silam ini kembali berhasil menggemparkan kawasan Art Center Denpasar, Senin (8/7/2024).
Perwakilan sanggar yang juga selaku kelihan Banjar Pengabetan I Ketut Wirnata mengatakan, pagelaran tersebut sukses menampilkan empat pertunjukan yang terdiri dari dua tabuh karawitan dan dua tarian. Pertunjukan dimulai dengan Tabuh Kreasi "Ombak In Segara," yakni karya legendaris yang dikenal sejak 1993.
Selanjutnya, Tabuh Pat Lelambatan "Lokariya" yang diciptakan oleh I Wayan Sinti untuk PKB pada 1993. Terciptanya tabuh Pat Lelambatan Lokariya, merupakan dedikasi pengormatan kepada ketiga tokoh karawitan Bali yang merupakan mantan guru dari Wayan Sinti.
Lokariya mengandung tiga arti, yaitu "Lo" adalah singkatan dari Wayan Lotring, "Ka" Singkatan dari I Nyoman Kaler, dan "Riya" merupakan singkatan dari I Gusti Putu Manik Griya. Lokariya juga mengandung arti tempat bersukaria, yang mana Kuta adalah tempat objek atau daerah tujuan wisata di Bali.
Sementara itu untuk tarian, yang pertama tampil adalah Tari Tani, sebuah tarian kreasi yang menggambarkan kegiatan petani di sawah. Tarian ini tercipta atas permintaan Presiden RI pertama, Soekarno kepada I Wayan Berata untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-13 pada 1958 di Istana Merdeka Jakarta.
Struktur Tari Tani terdiri dari berbagai bagian seperti pepeson, melangsah, ngikis, ngembengin, dan lainnya, yang menceritakan proses dari menggarap sawah hingga panen.
Pagelaran juga dipercantik dengan suguhan Legong Kreasi Jempyaning Ulangan, yang mengisahkan hubungan asmara antara Raden Inu Kertapati dari Kerajaan Kahuripan dan Dyah Candra Kirana dari Kerajaan Daha. Cerita tersebut melibatkan konflik dan drama di sekitar pemberian patung emas dan perak yang berujung pada perselisihan antara Dyah Candra Kirana dan adiknya, Galuh Ajeng.
Wirnata menyatakan bahwa upaya untuk menjaga kesenian dan budaya Bali terus dilakukan dengan melibatkan generasi muda melalui latihan seni setiap dua minggu sekali. "Kami berupaya mendatangkan pembina untuk generasi muda kami di Banjar Pengabetan, utamanya masyarakat Kuta," ucapnya.
Dengan komposisi 40 persen pemain lama dan 60 persen pemain muda, dilakukan modifikasi pertunjukan untuk menjaga semangat dan minat masyarakat terhadap seni dan budaya Bali.
Ketua Listibiya Kecamatan Kuta I Gusti Darma Putra menyatakan kebanggaannya atas pementasan Duta Kabupaten Badung yang diwakili oleh Kecamatan Kuta pada ajang PKB ke-46 tahun ini.
"Penampilan tadi sungguh luar biasa sebagai sajian yang mengingatkan kita akan masa keemasan Sekaha Gong legendaris yang merupakan Duta Kabupaten Badung," tuturnya.
Darma Putra berharap, agar Dinas Kebudayaan bisa menelisik kembali dan menemukan sekaha gong legendaris lainnya yang mampu menginspirasi generasi muda.