#30 tag 24jam
Ini Alasan Bali Mulai Ramai Pengembang Baru
Banyaknya pengunjung ke Pulau Dewata tersebut membuat sektor properti semakin berkembang. Tak heran, bayak pengembang yang kini membuka proyek baru di sana. [807] url asal
#bali #pengembang-properti #investasi-properti #properti #tabanan #eropa #evgeny-obolentsev #konsep-kehidupan-masyarakat-bali #mrt #china #kantor-otoritas-pariwisata-bali #pemerintah #budaya-bali #townhouse #jakarta
(detikFinance) 14/10/24 17:44
v/16490869/
Jakarta - Bali merupakan salah satu provinsi yang menjadi hot spot destinasi wisata di Indonesia. Banyaknya pengunjung ke Pulau Dewata tersebut membuat sektor properti semakin berkembang. Tak heran, bayak pengembang yang kini membuka proyek baru di sana.
Mengutip Badan Pusat Statistik Bali dan Kantor Otoritas Pariwisata Bali yang dirilis Agustus 2024, tercatat bahwa pada enam bulan pertama tahun ini, Bali kedatangan wisatawan mancanegara sebanyak 2.910.679 orang, atau meningkat 23,59% dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Sementara itu, volume Pengunjung Domestik pada bulan Juni 2024tercatat 898.355 orang. Angka ini terus melampaui jumlah pengunjung domestik di rentang tahun 2020 hingga 2023.
Hingga Juni 2024, wisatawan mancanegara asal Australia masih yang terbanyak di Bali dengan persentase 24,11%. Sedangkan, wisatawan asal India dan China menunjukkan tingkat pertumbuhan tertinggi.
Pada tanggal 25 Juni 2024, untuk pertama kalinya Etihad Airways meluncurkan layanan penerbangan langsung Bali - Abu Dhabi. Rute baru tersebut mendapat sambutan hangat dari wisatawan internasional. Hal ini terlihat dari peningkatan frekuensi penerbangan hanya tiga bulan setelah penerbangan pertama ke Denpasar.
Permintaan perjalanan ke Indonesia dari Abu Dhabi juga tumbuh pesat. Pada bulan April 2025, layanan penerbangan Abu Dhabi ke Jakarta akan meningkatkan frekuensi penerbangannya dengan beroperasi dua kali sehari.
"Hal ini tentu saja memberikan dorongan yang luar biasa terhadap pertumbuhan industri properti di Bali secara signifikan, khususnya pembangunan vila dan hotel guna mengakomodasi peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali," kata General Manager NPG Indonesia, Evgeny Obolentsev dalam keterangannya, dikutip Senin (14/10/2024).
Evgeny Obolentsev juga menjelaskan, terjadinya perubahan minat para wisatawan ke area baru seperti Seseh, Kedungu, Cemagi, dan Tabanan menjadi salah satu pertanda terbukanya peluang baru di sektor properti untuk berkembang. Ia menilai, dengan masifnya pertumbuhan properti di Bali tidak serta merta harus membatasi pariwisata di sana. Justru harus ditemukan keseimbangannya.
"Yang diperlukan adalah keseimbangan. Bagaimana cara menjaga agar Bali tetap menjadi surga tropis bagi wisatawan, tanpa mengorbankan alam dan budaya yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu," tuturnya.
Untuk itu, imbuhnya, peran pemerintah sangatlah penting, khususnya dalam enforcement regulasi kepemilikan dan peruntukan atas tanah ataupun sawah.
"Dengan demikian, zonasi menjadi sangat krusial agar tidak terjadi tumpang tindih peruntukan lahan yang akhirnya bisa merugikan semua pihak yang terlibat," ungkapnya.
Lebih lanjut, Evgeny Obolentsev juga menyoroti rencana percepatan pembangunan infrastruktur di Bali oleh pemerintah yang menurutnya juga sangat berperan penting untuk mengimbangi lonjakan kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir.
Mega proyek moda transportasi massal, baik berupa MRT maupun LRT yang rencananya dibangun di Bali, dapat menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan yang telah menjadi pemandangan sehari-hari masyarakat Bali, di samping untuk menekan emisi gas kendaraan bermotor.
"Dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita sebagai pengembang bisa membangun properti secara harmonis dengan alam sekitar dan budaya Bali itu sendiri. Pasalnya, alam dan budaya merupakan bagian dari konsep pembangunan hunian itu sendiri," terangnya.
Dalam mengembangkan hunian, pihaknya selalu mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan. Pada proyek besutan NPG Indonesia, selalu ada 50% area hijau agar bangunan di sana dapat menyesuaikan alam sekitar.
"Seperti halnya Ecoverse, proyek hunian premium yang sedang kami kerjakan dengan target penyelesaian di Kuartal Keempat 2025. Kami selalu mengaplikasikan beberapa fitur keberlanjutan seperti energi terbarukan di setiap unit melalui penggunaan panel tenaga surya, sistem pengolahan sampah, filter air osmosis dan Rain Water Trap," kata Evgeny.
Ecoverse adalah sebuah komplek hunian yang menghadirkan 34 unit apartemen serta 16 unit townhouse dengan 2 dan 3 lantai yang memberikan kenyamanan luar biasa melalui fasilitas konstruksi berkualitas tinggi serta keharmonisan dengan alam sekitar.
Tak hanya selaras dengan alam sekitar, ternyata sebagian besar tenaga kerja yang membangun proyek Ecoverse pun merupakan tenaga kerja lokal.
Bagi Evgeny, dari para pekerja lokal tersebut pihaknya bisa belajar tentang budaya dan kearifan lokal, khususnya Tri Hita Karana, konsep kehidupan masyarakat Bali yang menitikberatkan hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Tuhan, yang mampu menumbuhkan toleransi dan rasa damai.
"Sementara itu, kami bisa mengalihkan keahlian kami dari Eropa dalam mendirikan bangunan. Hal ini sangat penting bagi kami agar tercipta keseimbangan yang harmonis antara pertumbuhan pariwisata dengan alam dan budaya Bali itu sendiri," pungkasnya.
(abr/zlf)
Jenis-Jenis Perumahan di Indonesia
Untuk menemukan rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan bujet, perlu mengetahui beragam jenis rumah seperti berikut ini yang dilansir dari berbagai sumber. [971] url asal
#jenis-jenis-perumahan-di-indonesia #perumahan #perumahan-subsidi #perumahan-cluster #perumahan-townhouse #perumahan-green-living #perumahan-tanah-kavling
(MedCom - Properti) 10/07/24 12:12
v/10301631/
Jakarta: Rumah merupakan tempat untuk berteduh dan bertempat tinggal bersama keluarga atau saudara. Rumah pun juga memiliki jenis yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya.Sebelum memilih tempat hunian yang cocok, kenali terlebih dahulu jenis-jenis perumahan di Indonesia yang cocok untuk dibangun.
Seiring berjalannya waktu, jenis rumah semakin beragam dan berkembang, begitu juga dengan harganya yang bervariasi. Bahkan, kini rumah sebagai tempat huni juga tidak selalu berdiri di atas tanah.
Untuk menemukan rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan bujet, perlu mengetahui beragam jenis rumah seperti berikut ini yang dilansir dari berbagai sumber.
Jenis-jenis perumahan di Indonesia

1. Rumah Tapak
Rumah tapak adalah rumah yang dibangun langsung di atas tanah dan semulanya terpisah dengan rumah lainnya, biasa disebut dengan rumah tunggal atau detached. Ciri-ciri dari rumah tapak adalah kepemilikannya yang bersifat pribadi.Harga dari dibangunnya rumah tapak pun juga bervariasi dan cenderung berkembang semakin mahal mengikuti harga tanah. Oleh karena itu, jenis hunian ini mulai berubah menjadi rumah gandeng atau deret yang dindingnya berdekatan atau hampir nempel dengan rumah lainnya.
2. Town House
Rumah jenis ini yang umumnya berada di kompleks jenis town house disebut dengan apartemen horizontal karena desainnya luar ataupun dalamnya yang serupa antara satu dan lainnya. Di dalam kompleks ini juga biasanya terdapat fasilitas yang dapat digunakan bersama. Misalnya, fasilitas kolam renang, tempat gym, ruang parkir, klub sosial, taman, dan sebagainya.Karena perumahan berada di dalam kompleks, keamanan dapat dikatakan terjamin karena adanya pintu atau portal masuk yang dikendalikan oleh petugas keamanan, adanya CCTV atau kamera pengawas, dan petugas yang berpatroli seperti yang dilansir dari Virtual Property Plus.
3. Cluster
Cluster adalah komplek perumahan yang di dalamnya terbagi atas beberapa kawasan atau sub komplek. Di setiap kawasan atau sub, terdapat rumah dengan tipe yang sama dan fasilitas umum yang dapat digunakan oleh penghuni seperti taman sebagai tempat bermain yang cocok dan aman untuk anak kecil.| Baca juga: Minimal DP KPR Rumah dan Cara Menghitungnya |
Serupa dengan town house, cluster juga memiliki desain bangunan rumah yang sama dan fasilitas yang dapat digunakan bersama pula. Namun, town house lebih diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke atas atau elit karena terdapat perbedaan harga dan fasilitas yang lebih banyak.
Melansir dari BFI Finance, cluster akan lebih cocok ditujukan bagi masyarakat yang ingin rumah banyak ruang terbuka. Perumahan jenis cluster biasanya lebih menyediakan banyak unit dan dapat dimiliki oleh siapa saja, berbeda dengan town house yang biasanya dihuni oleh ekspatriat atau kaum elit.
4. Rumah Tunggal (Detached)
Tidak seperti dulu, rumah tunggal yang sekarang berdiri cenderung dimanfaatkan untuk tempat rekreasi atau beristirahat. Contohnya adalah seperti mansion, cottage, vila ataupun bungalow. Rumah ini juga biasanya didirikan di tanah luas yang milik pribadi seperti pegunungan atau pantai yang dijadikan tempat untuk menginap.5. Rumah Kopel
Rumah kopel adalah jenis rumah yang merupakan satu bangunan, tetapi dibagi menjadi dua. Oleh karenanya, desain dan ukuran juga sama karena satu rumah yang hanya dibatasi oleh satu dinding. Meski begitu, rumah yang dibagi tersebut tetaplah dihuni oleh orang yang berbeda. Jenis rumah ini merupakan peninggalan Belanda sehingga memiliki ciri khas desain yang kolonial. Kini, rumah ini banyak ditemukan di Bandung dan Garut.6. Apartemen
Jenis tempat huni berikutnya sudah pasti tidak asing didengar, yaitu apartemen. Definisi dari apartemen adalah sebuah bangunan dengan blok bertingkat dan di dalamnya terbagi atas sejumlah ruangan. Biasanya, bangunan apartemen banyak didirikan di pusat kota yang bersifat strategis.Ruangan yang berada di apartemen disebut dengan unit. Adapun tipe-tipe unit apartemen yang diklasifikasikan berdasarkan ukurannya, yaitu tipe studio, one bedroom, two bedroom, dan condominium.
Menariknya memiliki hunian di apartemen adalah fasilitasnya yang lengkap. Selain karena dilengkapi oleh gym, kolam renang, taman, dan lainnya, apartemen juga biasanya dibangun berdekatan dengan area perbelanjaan. Adapun jenis apartemen Small Office Home Office (SOHO) yang lebih dilengkapi dengan fasilitas kantor. Apartemen SOHO biasanya dihuni oleh orang yang ingin meminimalisasikan mobilisasi untuk berangkat ke kantor.
7. Condotel
Condotel adalah singkatan dari condominium hotel, yang artinya adalah bentuk hunian seperti apartemen dan layanan seperti hotel. Melansir dari 31 Sudirman Suites, condotel mulai muncul karena perhotelan yang semakin berkembang tinggi. Condotel pun tidak jarang dijadikan investasi yang bersifat passive income oleh para investor.Condotel dapat dijadikan investasi karena setiap unit kamarnya yang dapat dimiliki oleh banyak orang dan dikelola oleh operator. Unit kamar ini nantinya dapat disewakan seperti hotel sehingga pemilik juga menerima pemasukan, tetapi sesuai dengan kesepakatan yang sudah didiskusikan dengan pihak condominium.
8. Rumah Susun (Rusun)
Rumah susun dikenal sebagai apartemen sederhana. Bentuknya hampir mirip dengan apartemen karena terlihat seperti gedung bertingkat tinggi. Namun, rusun dibuat sebagai solusi mengatasi keterbatasan lahan untuk membangun rumah di daerah perkotaan.Rusun cenderung ditujukan bagi masyarakat menengah kebawah. Oleh karenanya, rusun yang banyak dibangun di Jakarta kini juga termasuk dalam program rumah murah.
9. Rumah Toko (Ruko)
Banyak yang menjadikan tempat tinggal sekaligus tempat berbisnis. Rumah toko atau ruko adalah satu bangunan yang memiliki dua fungsi, yakni sebagai rumah dan tempat usaha. Ruko biasanya dibangun lebih dari 2 tingkat.Lantai paling atas biasa digunakan sebagai rumah dan lantai bawah dijadikan tempat usaha. Memiliki ruko mungkin dapat menjadi lebih menguntungkan karena memiliki tempat untuk dihuni dan berbisnis pula.
10. Indekos (Kos) dan Kontrakan
Indekos atau kos adalah jenis hunian yang biasa dijadikan tempat tinggal bagi para perantau dari luar kota. Kosan umumnya berada di dalam satu rumah dan penghuni terpisah atas beberapa kamar. Ukuran kamar kos pun dapat disamakan dengan apartemen tipe studio.Biasanya, pemilik kos akan menyediakan fasilitas tertentu seperti tempat tidur, lemari, bahkan kamar mandi yang tersedia di dalamnya. Ini pun nantinya akan berpengaruh pada harga sewanya. Selain itu, kosan juga biasanya dilengkapi dengan area tertentu yang digunakan secara bersamaan seperti dapur dan ruang TV.
Sementara itu, perbedaanya dengan kontrakan adalah sifatnya yang lebih privat. Sebab, kontrakan adalah menyewa satu unit rumah, sedangkan kos hanya menyewa satu kamar saja.
Seperti itulah jenis-jenis perumahan yang dapat kamu pertimbangkan sesuai dengan kebutuhannya. Semoga bermanfaat! (Keizya Ham)
(KIE)
