KONTAN.CO.ID - Harga tembaga mengalami penurunan pada hari Jumat (8/11), di tengah kekecewaan terhadap stimulus fiskal yang diumumkan oleh China, konsumen logam terbesar di dunia, untuk memulihkan perekonomian yang lesu.
Melansir Reuters, harga tembaga kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 2,2% menjadi US$9.456 per ton dalam perdagangan resmi, setelah beberapa hari bergejolak pasca pemilu AS, termasuk rebound 3,4% pada Kamis.
Paket dukungan yang diumumkan China pada hari Jumat bertujuan untuk mengurangi tekanan pembayaran utang pemerintah daerah dan menyiratkan adanya stimulus tambahan yang akan datang untuk mendorong perekonomian.
"Pasar jelas kecewa; mereka menginginkan lebih dari China," kata Nitesh Shah, Commodity Strategist di WisdomTree.
"Ekspektasi sangat tinggi, tetapi pasar mulai kehilangan kesabaran dengan janji dukungan kebijakan fiskal yang hanya berbentuk kata-kata."
Kekhawatiran investor terus meningkat akibat ancaman tarif tinggi dari Presiden AS yang baru terpilih, Donald Trump, yang dapat menekan permintaan logam.
"Saya melihat pengumuman hari ini sebagai tanda bahwa China menunggu hingga ada kepastian soal pembatasan perdagangan, dan menjaga sebagian dari stimulus untuk saat itu," tambah Shah.
Kontrak tembaga Desember yang paling banyak diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange (SHFE) naik 1,5% menjadi 77.100 yuan (US$10.753) per ton sebelum pengumuman stimulus China.
“Dari 6 triliun yuan yang diumumkan untuk segera menyelesaikan utang daerah, dibandingkan dengan ekspektasi awal sebesar 12 triliun, pasar pun tertekan,” ujar seorang pedagang di Asia.
Kerugian terbantu oleh data mingguan yang menunjukkan persediaan tembaga di gudang SHFE turun sekitar 9%, yang menunjukkan peningkatan permintaan.
Sementara itu, nikel di LME turun 1,4% menjadi US$16.355 per ton setelah persediaan meningkat menjadi 150.336 ton, level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun, dan meningkat dua kali lipat dalam tujuh bulan terakhir.
“Reli short-covering nikel terhenti karena pembangunan stok berlanjut di lokasi gudang Asia,” ungkap broker Marex dalam sebuah catatan.
Di antara logam lainnya, aluminium LME turun 2,2% menjadi US$2.635 per ton, seng melemah 2% menjadi US$2.990, timbal turun 0,3% menjadi US$2.031,50, dan timah merosot 0,5% menjadi US$31.650.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat dipimpin oleh saham-saham sektor barang baku. IHSG ditutup ... [473] url asal
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat dipimpin oleh saham-saham sektor barang baku.
IHSG ditutup menguat 43,33 poin atau 0,60 persen ke posisi 7.287,18. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,85 poin atau 0,32 persen ke posisi 884,14.
“Kemenangan Donald Trump telah menimbulkan ancaman tarif bagi China dan negara-negara berkembang lainnya, ada optimisme bahwa Pemerintah China akan mengumumkan langkah-langkah untuk mengimbangi dampak dari kenaikan tarif perdagangan Amerika Serikat (AS)," sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Langkah-langkah tersebut dapat mencakup dukungan untuk utang Pemerintah Daerah dan belanja konsumen.
Investor mencerna pemangkasan suku bunga acuan terkini oleh bank sentral AS The Federal Reserve (Yhe Fed) dan kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden AS.
The Fed memangkas suku bunga acuan Federal Funds rate (FFR) sebesar 25 bps (basis poin) menjadi di kisaran target 4,5 persen sampai 4,75 persen, yang menandakan pemangkasan suku bunga kedua dalam tujuh pekan terakhir menyusul pemangkasan 50 bps di bulan September 2024.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell berusaha meyakinkan pasar dengan menepis kekhawatiran mengenai potensi pengunduran dirinya atau pemecatannya pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS yang ke 47.
Bank Of England (BOE) memangkas suku bunga acuan Bank Rate sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, yang menandakan penurunan suku bunga kedua dalam empat tahun.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang menguat 3,17 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor kesehatan yang naik masing- masing sebesar 2,22 persen dan sebesar 0,54 persen.
Sedangkan, empat sektor melemah yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer sebesar 1,76 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor properti yang masing- masing turun sebesar 0,46 persen dan 0,26 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DWGL, MLPT, KLAS dan BREN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PICO, TOSK, RAJA dan RGAS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.070.176 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,12 miliar lembar saham senilai Rp10,23 triliun. Sebanyak 289 saham naik 287 saham menurun, dan 204 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 119,00 poin atau 0,30 persen ke posisi 39.500,39, indeks Hang Seng melemah 225,15 poin atau 1,07 persen ke 20.728,18, indeks Shanghai melemah 18,35 poin atau 0,53 persen ke 3.470,65, dan indeks Straits Times menguat 50,88 poin atau 1,39 persen ke 3.724,37.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, berpotensi berbalik menguat (rebound) seiring bank sentral Amerika Serikat (AS) The ... [391] url asal
IHSG hari ini (8/11) diprediksi rebound dalam range 7.200 sampai 7.300
Jakarta (ANTARA) -
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, berpotensi berbalik menguat (rebound) seiring bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed memangkas tingkat suku bunga acuannya.
IHSG dibuka menguat 20,10 poin atau 0,28 persen ke posisi 7.263,95. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,22 poin atau 0,48 persen ke posisi 891,22.
"IHSG hari ini (8/11) diprediksi rebound dalam range 7.200 sampai 7.300," ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih di Jakarta, Jumat.
Dari dalam negeri, hasil penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) dalam The Federal Open Market Committee (FOMC) pada Jumat (8/11) dini hari berdampak terhadap penguatan nilai tukar rupiah, yang mana rupiah di pasar spot terapresiasi ke level Rp15.551 per dolar AS (8/11).
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa (cadev) pada Oktober 2024 sebesar 151,2 miliar dolar AS, atau tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, yang ditopang oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan utang luar negeri pemerintah.
Dari mancanegara, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan Jumat (08/11) dini hari waktu Indonesia, memutuskan memangkas tingkat suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,50- 4,75 persen.
Senada dengan The Fed, Bank Sentral Inggris (BoE) juga kembali memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen pada November 2024, atau menjadi yang kedua dalam empat tahun terakhir.
Sementara itu, indeks utama AS Wall Street mengalami kenaikan setelah The Fed kembali memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 bps, sebelumnya pada pertemuan September pemangkasan dilakukan sebesar 50 bps.
Indeks Dow Jones memimpin penguatan sebesar 3,57 persen, diikuti oleh Nasdaq yang melonjak 2,95 persen, dan indeks S&P 500 naik 2,53 persen.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei menguat 66,00 poin atau 0,17 persen ke level 39,447,39, indeks Hang Seng menguat 192,81 poin atau 0,92 persen ke level 21.146,15, indeks Shanghai menguat 16,51 poin atau 0,48 persen ke 3.487,16, dan indeks Straits Times menguat 50,98 poin atau 1,39 persen ke 3.724,46.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup melemah di tengah penguatan mayoritas bursa saham kawasan Asia. IHSG ... [547] url asal
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup melemah di tengah penguatan mayoritas bursa saham kawasan Asia.
IHSG ditutup melemah 140,01 poin atau 0,90 persen ke posisi 7.243,85. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 14,43 poin atau 1,60 persen ke posisi 887,00.
“Bursa regional Asia cenderung menguat, dimana pasar merespon surplus perdagangan China yang melonjak menjadi 95,27 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada Oktober 2024 dari 56,13 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya, ini melampaui ekspektasi pasar sebesar 75,1 miliar dolar AS," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Pelaku pasar juga menunggu perkembangan dari komite tetap Kongres Rakyat Nasional, yang saat ini sedang membahas rencana untuk menaikkan utang pemerintah daerah guna meningkatkan pengeluaran.
Selain itu, juga menantikan keputusan terbaru The Fed yang akan rilis pada malam ini, yang diperkirakan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) setelah memangkas sebesar 50 bps pada September 2024.
Di sisi lain, pasar dicemaskan atas kemenangan Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS) yang akan berdampak terhadap volatilitas pasar keuangan.
Pasar khawatir karena presiden AS yang baru terpilih sebelumnya mengkampanyekan kebijakan yang berfokus pada imigrasi, menaikkan tarif, menurunkan pajak, dan deregulasi yang memicu ekspektasi defisit dan inflasi yang lebih besar.
Prospek kemenangan Donald Trump memicu banyak tekanan ekonomi pada China, yang mana sebelumnya berjanji untuk mengenakan tarif perdagangan yang tinggi pada China, menandakan lebih banyak tekanan ekonomi pada negara tersebut yang sedang bergulat dengan deflasi terus-menerus serta penurunan pasar properti berkepanjangan.
Dari dalam negeri, pasar merespon Donald Trump terpilih kembali menjadi Presiden AS akan memberikan efek pada pasar keuangan dalam negeri dimana akan terjadi capital outflow (arus modal keluar).
Bank Indonesia (BI) memprediksi dolar AS bakal menguat, suku bunga acuan Bank Sentral AS menguat ke depan, dan perang dagang bakal berlanjut.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor properti yang menguat 0,53 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 0,30 persen.
Sedangkan, sembilan sektor melemah yaitu dipimpin sektor barang baku sebesar 3,54 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor barang konsumen primer yang masing- masing turun sebesar 1,87 persen dan 0,97 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu RAJA, TNCA, MPOW, WIFI dan PYFA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SMIL, TPIA, DNAR, MLPL, dan BRMS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.335.241 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,74 miliar lembar saham senilai Rp13,67 triliun. Sebanyak 221 saham naik 362 saham menurun, dan 199 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 99,30 poin atau 0,25 persen ke posisi 39.381,39, indeks Hang Seng menguat 414,95 poin atau 2,02 persen ke 20.953,33, indeks Shanghai menguat 86,84 poin atau 2,57 persen ke 3.470,65, dan indeks Straits Times menguat 70,50 poin atau 1,96 persen ke 3.673,48.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis berpotensi bergerak menguat terbatas di tengah 'wait and see' pengumuman suku ... [398] url asal
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis berpotensi bergerak menguat terbatas di tengah 'wait and see' pengumuman suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.
IHSG dibuka melemah 10,30 poin atau 0,14 persen ke posisi 7.373,56. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 2,07 poin atau 0,23 persen ke posisi 899,35.
"IHSG berpeluang menguat terbatas," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto akan segera meluncurkan lembaga Daya Anagata Nusantara (Danantara) beserta dengan besaran dana kelolaannya.
Pelaku pasar juga menantikan data ekonomi yaitu cadangan devisa oleh Bank Indonesia (BI) untuk periode Oktober 2024 dan mengantisipasi pengumuman MSCI major review pada Kamis (07/11) ini.
Dari mancanegara, Donald Trump mengalahkan rival dari Partai Demokrat Kamala Harris, setelah memenangkan setidaknya 295 suara Electoral College, termasuk negara bagian swing yang penting seperti Pennsylvania, North Carolina, dan Georgia.
Kemenangan Partai Republik sekaligus mendorong Trump Effect ke aset lain, seperti Bitcoin yang melesat mencetak rekor tertinggi di atas 75.000 dolar AS dan indeks dolar AS (DXY) berada di jalur kenaikan dengan persentase satu hari terbesar sejak September 2022.
Saat ini fokus pelaku pasar beralih pada penantian kebijakan suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed), yang melangsungkan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) selama dua hari sejak kemarin sampai hari ini (6-7 November 2024).
Sementara itu, Dari bursa AS, Wall Street menguat setelah Donald Trump dinyatakan menang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) AS.
Bursa AS bahkan mencetak rekor terbaiknya pada perdagangan Rabu (06/11), indeks Dow Jones naik 1.508,05 poin atau 3,57 persen di level 43.729,93, indeks S&P 500 juga mencatatkan rekor tertinggi dengan terbang 2,53 persen ke posisi 5.929,04, indeks Nasdaq Composite melesat 2,95 persen ke level tertinggi barunya di 18.983,47.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei melemah 133,00 poin atau 0,34 persen ke level 39,347,69, indeks Hang Seng melemah 8,88 poin atau 0,04 persen ke level 20.529,50, indeks Shanghai menguat 4,87 poin atau 0,14 persen ke 3.388,68 dan indeks Straits Times menguat 44,13 poin atau 1,23 persen ke 3.647,12.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi, dibuka melemah 10,30 poin atau 0,14 persen ke posisi 7.373,56. Sementara ... [58] url asal
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore, ditutup melemah di tengah pelaku pasar mencermati hasil perhitungan cepat ... [501] url asal
Pasar terus memantau hasil dari pemilihan presiden di Amerika Serikat
Jakarta (ANTARA) -
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore, ditutup melemah di tengah pelaku pasar mencermati hasil perhitungan cepat sejumlah lembaga survei terkait pemilihan presiden Amerika Serikat (AS).
IHSG ditutup melemah 108,06 poin atau 1,44 persen ke posisi 7.383,87. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 18,70 poin atau 2,03 persen ke posisi 901,43.
"Pasar terus memantau hasil dari pemilihan presiden di Amerika Serikat (AS)," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dari mancanegara, para pelaku pasar bersiap menerima dan menghadapi kemenangan Donald Trump atau Kamala Harris sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) selama empat tahun ke depan.
Selain itu, pelaku pasar juga fokus memperhatikan kebijakan bank sentral China, yang mana Gubernur Pan Gongsheng berjanji akan mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Sebelumnya, Perdana Menteri Li Qiang menyatakan keyakinannya bahwa akan memenuhi target PDB untuk tahun ini, didukung oleh serangkaian langkah kebijakan yang diperkenalkan.
Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati melambatnya data pertumbuhan ekonomi pada kuartal III- 2024, yang akan berdampak terhadap target pertumbuhan tahun ini.
Pelaku pasar berharap dukungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk merealisasikan strategi dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen year on year (yoy).
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto akhirnya menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 tahun 2024 tentang Penghapusan Piutang Macet kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam bidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, dan Kelautan, serta UMKM lainnya.
Kebijakan ini tentunya akan berdampak terhadap roda ekonomi dalam negeri, sehingga akan menopang mereka meneruskan usaha dan menjalankan pekerjaan dengan tenang.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor meningkat di mana sektor industri paling tinggi yaitu 0,38 persen, diikuti sektor barang baku yang naik sebesar 0,18 persen.
Sedangkan sembilan sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam minus 2,97 persen, diikuti sektor properti dan sektor keuangan yang masing-masing minus 2,00 persen dan 1,77 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu FMII, CITY, DKFT, DNAR, dan KPIG. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni EMDE, ASRI, ASRI, ACES, dan WIKA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.353.749 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,42 miliar lembar saham senilai Rp11,99 triliun. Sebanyak 197 aham naik, 398 saham menurun, dan 195 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 1.005,80 poin atau 2,61 persen ke 39.480,69, indeks Hang Seng melemah 468,58 poin atau 2,23 persen ke 20.538,38, indeks Shanghai melemah 3,17 poin atau 0,09 persen ke 3.383,81, dan indeks Straits Times menguat 21,37 poin atau 0,60 persen ke 3,602,98.
Sejumlah kebijakan Indonesia diperkirakan bakal terdampak hasil Pilpres AS 2024, mulai dari "potensi ketegangan geopolitik" dan konflik di Laut China Selatan. [1,749] url asal
Donald Trump yang diusung Partai Republik dan Kamala Harris yang diusung Partai Demokrat saat ini tengah memperebutkan kursi presiden dalam Pilpres Amerika Serikat 2024.
Terlepas dari siapapun yang terpilih, sejumlah kebijakan Indonesia diperkirakan bakal terdampak hasil Pilpres AS 2024, mulai dari perdagangan, target penurunan emisi, hingga "potensi ketegangan geopolitik" di Laut China Selatan, menurut akademisi dan pengamat hubungan internasional.
Berikut analisis dari akademisi, pengusaha, diplomat, dan pengamat hubungan internasional mengenai dampak Pilpres AS bagi Indonesia.
Siapa yang diinginkan menang oleh ekonom dan pengusaha Indonesia?
Kalangan pengusaha Indonesia mengaku tidak memiliki ekspektasi tinggi terhadap hasil Pilpres AS.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani, menuturkan merujuk pada rekam jejak pergantian presiden AS, siapa pun yang terpilih tidak banyak berdampak terhadap perdagangan dan investasi antara Indonesia-AS.
"Dalam parameter pertumbuhan ekspor Indonesia ke AS dan pertumbuhan investasi AS di Indonesia selama ini tidak berubah signifikan antara era Trump dengan era Biden," ujar Shinta kepada Nurika Manan yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Kamis (04/11).
"Keduanya hanya menciptakan pertumbuhan aktivitas ekonomi bilateral secara modest, pertumbuhan kurang lebih 5% - 10% per tahun, dan konsentrasi kerja sama ekonomi pun tak banyak berubah," kata perempuan yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
Getty Images
Shinta memprediksi perbedaan yang kentara kemungkinan akan terjadi pada cara pendekatan hubungan bilateral antara Trump dengan Harris. Selebihnya, menurut Shinta, "akan relatif sama".
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengamini pendapat kalangan pengusaha.
Menurut peneliti INDEF, Andry Satrio Nugroho, pendapat tersebut berkaca pada rekam jejak beberapa tahun belakangan dan ketika Trump menjabat Presiden AS.
"Para pelaku usaha kan maunya biaya untuk ketidakpastian itu bisa ditekan. Tapi untuk kedua pasangan sih menurut saya, berkaca pada yang kemarin dan sebelum-sebelumnya, masih belum begitu besar dampaknya ke Indonesia," kata dia.
Getty Images
Akan tetapi, Direktur Pusat Kajian Wilayah Amerika di Universitas Indonesia (UI), Suzie Sudarman, mengingatkan kebijakan ekonomi Indonesia sama-sama berisiko mengalami kendala, siapa pun pemenang Pilpres AS nanti.
"Kita akan terkendala dalam berdagang karena aturan Biden bahwa jangan sampai perusahaan China di Indonesia memiliki saham lebih [dari] 25%," jelas Suzie, dengan asumsi Kamala Harris menang dan melanjutkan kebijakan perdagangan pendahulunya, Joe Biden.
"Kalau Trump sudah mengatakan, anggota BRICS akan terkendala, dalam berdagang ada tarif tinggi."
Trump, lanjut Suzie, pernah melontarkan ancaman bakal mempersulit perdagangan dengan siapa pun yang mengecilkan nilai tukar mata uang AS.
Sementara situasi tersebut, menurutnya, kemungkinan tak akan terjadi jika Harris yang menang.
"Harris tetap menaruh perhatian pada potensi Indonesia dan akan mendisiplinkan jika memang Indonesia tidak good governance dan akuntabel," kata dia.
Apa dampak Pilpres AS pada perdagangan Indonesia?
Andry Satrio Nugroho dari INDEF mengatakan, selama ini kebijakan ekonomi dan perdagangan Indonesia "masih berkiblat pada China".
Perdagangan Indonesia, menurut Andry, langsung terdampak ketika permintaan domestik dari China menurun.
Indonesia kesulitan melarikan produk ekspor mengingat ketergantungan yang tinggi terhadap China.
Andry menekankan, perlu antisipasi jika kelak Trump yang memenangi Pilpres AS.
Ia menduga kebijakan pembatasan produk-produk China yang diterapkan Trump berpotensi "lebih ekstrem dan akan cukup berdampak bagi Indonesia".
"Kalau Harris terpilih, kita akan melihat business as usual saja gitu. Tapi kalau Trump yang terpilih, siap-siap saja."
Perang dagang antara AS dan China mempengaruhi sektor perdagangan global sejak 2018saat Donald Trump menjabat presiden Amerika Serikat.
Andry mengatakan era Biden-Harris memang telah menaikkan tarif impor terhadap sejumlah produk China, namun dia memperkirakan jika Trump terpilih maka kebijakan pembatasan akan lebih ketat.
"China berpotensi lebih sulit menjual produknya dengan kondisi ketika Trump yang memimpin," jelas Andry.
Akibatnya, Indonesia diprediksi akan mendapatkan "limpahan produk-produk China lantaran kemungkinan besar sulit terserap di pasar Amerika".
Jadilah yang pertama mendapatkan berita, investigasi dan liputan mendalam dari BBC News Indonesia.
BBC
Konsekuensinya, menurut Andry, industri dalam negeri akan kian tertekan.
"Sekarang kan dengan daya beli yang rendah ya, mereka akan banyak membeli produk-produk China. Karena harganya jauh lebih rendah. Produk-produk ini kan disupport kebijakan dumping," cetus Andry.
Dumping adalah praktik dagang eksportir dengan cara menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga di dalam negeri.
Praktik ini dianggap sebagai hambatan lantaran merupakan praktik perdagangan yang tidak jujur dan tidak adil.
Praktik dumping dianggap akan membahayakan kelangsungan industri dalam negeri dari negara tujuan karena produsen lokal tidak dapat bersaing.
Getty Images
"Harus berhati-hati karena banyak negara kan sudah melakukan proteksionisme. Proteksionisme yang menurut saya belum terlihat juga di Indonesia," tambah Andry.
Shinta dari KADIN mengungkapkan, kedua kandidat memiliki agenda ekonomi yang sama-sama berpotensi bisa mendatangkan restriksi atau pembatasan ekspor dan impor bagi Indonesia.
Hanya saja, kepemimpinan Trump diduga akan lebih "mudah merestriksi atau lebih tepatnya mencari celah untuk mencegah produk Indonesia masuk ke AS".
Sementara pengamat hubungan internasional, Suzie Sudarman, memperkirakan jika Trump terpilih sebagai presiden, dia akan mudah melarang impor produk tertentu karena alasan "national security".
Apa dampak Pilpres AS terhadap konflik Laut China Selatan?
Suzie Sudarman menilai Kamala Harris diprediksi tidak akan banyak memedulikan geopolitik di Laut China Selatan.
Sementara pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, memprediksi Trump akan lebih "berani mengganggu kredibilitas dari nine dash line China".
"Dengan berani berlayar di situ [Laut China Selatan], karena ini adalah hukum internasional," terang dia.
Nine dash line atau sembilan garis putus-putus adalah klaim klasik China atas wilayah mereka di Laut China Selatan.
Pada saat yang bersamaan Trump, kata Rezasyah, diperkirakan bakal memperkuat aliansi bilateral, masing-masing dengan Filipina dan Vietnam.
Getty Images
Kemenangan Trump, menurut Rezasyah, akan berdampak pada ketegangan di kawasan, sebab China kemungkinan juga akan mencoba keberanian Trump.
"Misalnya dengan mengganggu Taiwan, dengan mengganggu aset-aset di Laut China Selatan. Memang suasana akan tegang, tapi untuk itu memang Trump membutuhkan coalition of the willing yang semakin banyak," tambah dia.
Soal potensi ketegangan geopolitik jika Trump menang ini juga diutarakan mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, dengan asumsi Trump melanjutkan kebijakannya dalam periode pertama pemerintahannya.
Kemungkinan ketegangan itu muncul lantaran negara-negara sekutu di kawasan menghadapi ketidakpastian komitmen payung keamanan AS.
"Negara-negara sekutu di kawasan kemungkinan terdorong untuk mengembangkan kemandirian kemampuan pertahanannya, termasuk pada bidang ballistic missile technology dan maritim.
Ketegangan ini, menurut Marty, menganduk risiko "action-reaction".
Apa dampak Pilpres AS pada kebijakan iklim?
Direktur pusat kajian wilayah Amerika di Universitas Indonesia, Suzie Sudarman, memperkirakan Indonesia akan semakin sulit menerapkan kebijakan penanganan krisis iklim dan mencapai target penurunan emisi, jika Donald Trump menang.
Sebab, arah kebijakan Trump disebut Suzie "hanya mementingkan kebutuhan korporasi" dan tidak mempedulikan persoalan lingkungan.
Dengan begitu, perusahaan tidak bakal dibebankan tanggung jawab menangani krisis iklimtermasuk upaya menekan emisi, menurut Suzie.
"[Dampaknya] ke Indonesia kita akan kena climate change karena emisi dilakukan negara-negara kaya. Kita kena imbasnya," tukas Suzie.
Sebaliknya, Suzie meyakini jika Harris terpilih sebagai presiden, dia akan cenderung menempuh langkah menanggulangi krisis iklim.
"Kita [Indonesia] akan mendapat perhatian karena rain forest ada di kita. Juga ada upaya-upaya mengajarkan teknologi energi baru terbarukan yang kita butuhkan," Suzie memprediksi.
Harris juga diyakini akan menjaga pola yang dibangun Obamadalam perjanjian Parisberlanjut melalui aturan-aturan dalam negeri yang membatasi ketamakan korporasi, menurut Suzie.
Beberapa di antaranya soal ketentuan tanggung jawab penurunan emisi dan kewajiban menyertakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Getty Images
Sebelumnya, ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, sempat mengingatkan upaya Indonesia mengurangi emisi gas rumah kaca berpotensi terhambat jika Donald Trump kembali terpilih sebagai Presiden AS.
Indonesia sendiri berulang kali menyatakan komitmen untuk mengurangi emisi demi mengatasi krisis iklim. Salah satunya tertuang dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC).
Indonesia berkomitmen menurunkan target emisi dari semula 29 persen menjadi 31,89% pada 2030 melalui transisi energi terbarukan dan perdagangan karbon.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat tercapainya Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat dengan dukungan internasional.
Apa yang perlu disiapkan Indonesia?
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah Indonesia memantau perkembangan Pilpres AS, yang diperkirakan bakal mengubah kebijakan pemerintahan negara itu jika berganti kepemimpinan.
Menurut Airlangga, penurunan jumlah kelas menengah di Amerika saat ini akan mengurangi permintaan sejumlah barang dan jasa di Indonesia. Sebab, Indonesia dan negara-negara ASEANmasih mengandalkan konsumsi di AS, Eropa, dan China.
"Itu makanya pekerjaan presiden terpilih itu penting untuk mengangkat kelas menengah. Nah, bagi Indonesia, tentu kelas menengah yang turun akan mengurangi demand terhadap produk-produk Indonesia," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (05/11), seperti dikutip dari Kompas.com.
Sementara itu, ketua asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengingatkan Indonesia perlu menavigasi relasi bilateral Indonesia-AS sesuai karakter dan fokus kebijakan presiden AS terpilih.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani. (Getty Images)
Sementara, mantan menteri luar negeri Marty Natalegawa menyarankan pemerintah menyusun rencana kebijakan yang jelas seraya mengingatkan tidak ada yang bisa menebak secara pasti arah kebijakan presiden AS terpilih ke depan.
"Yang hanya kita bisa lakukan adalah kita identifikasi exposure kita, keterpaparan Indonesia atau keterpaparan Asia Tenggara terhadap apa yang sedang terjadi di Washington, itu di bidang apa saja," ujar Marty.
"Setelah kita ada bidang-bidangnya, baru kita memberikan penilaian, kalau Presiden Trump bentuknya kayak gimana, kalau Presiden Harris seperti apa. Ada skenario, dengan berbagai opsi-opsinya," usul Marty.
"Jadi bagi negara seperti Asia, apa pun yang terjadi, apakah itu Presiden Trump atau apakah itu Presiden Harris, kita harus mengembangkan apa yang sebenarnya kita harapkan dan inginkan di kawasan," tutur Marty.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu berpotensi bergerak mendatar seiring pelaku pasar mencermati hasil Pemilihan Presiden ... [372] url asal
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu berpotensi bergerak mendatar seiring pelaku pasar mencermati hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) yang belum pasti.
IHSG dibuka menguat 3,19 poin atau 0,04 persen ke posisi 7.495,12. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,60 poin atau 0,07 persen ke posisi 920,73.
"IHSG berpotensi sideways (mendatar) seiring hasil Pemilihan Umum (Pemilu) AS yang belum diketahui dengan pasti dan potensi cut rate The Fed di pekan ini," ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman di Jakarta, Rabu.
Dari Asia Pasifik, pelaku pasar tetap melangkah hati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter The Reserve Bank of Australia (RBA) secara luas yanh diperkirakan untuk mempertahankan suku bunga tunai sebesar 4,35 persen.
Dari mancanegara, di tengah ketegangan pasar menantikan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS), serta pasar juga memperhatikan dominasi partai di Kongres.
Selain itu, pelaku pasar juga menantikan keputusan suku bunga acuan dari The Fed pada Kamis (07/11), yang mana CME Group’s FedWatch Tool menunjukkan hampir pasti ada pemangkasan suku bunga sebesar 0,25 persen setelah penurunan setengah poin pada September 2024 lalu.
Sementara itu, bursa saham AS Wall Street pada perdagangan Selasa (05/11) kemarin, indeks S&P 500 melonjak 1,23 persen ditutup di 5.782,76, indeks Nasdaq melesat 1,43 persen menjadi 18.439,17, dan indeks Dow Jones meningkat 1,02 persen ke level 42.221,88.
Penguatan ini terjadi seiring dengan ketegangan pasar yang menantikan hasil dari persaingan ketat antara mantan Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden Kamala Harris.
Di sisi lain, saham Nvidia naik 3 persen, sedangkan Tesla meningkat 4 persen, dengan keduanya diperkirakan tetap kuat terlepas dari hasil Pilpres AS.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei menguat 580,30 poin atau 1,51 persen ke level 39,055,19, indeks Hang Seng melemah 228,93 poin atau 1,09 persen ke level 20.778,03, indeks Shanghai menguat 13,15 poin atau 0,39 persen ke 3.400,14, dan indeks Straits Times menguat 5,35 poin atau 0,15 persen ke 3.586,96.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi, dibuka menguat 3,19 poin atau 0,04 persen ke posisi 7.495,12 Sementara itu, ... [58] url asal
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup ... [521] url asal
“Bursa regional Asia bergerak naik di saat pasar fokus perhatian pada pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) yang diperebutkan ketat
Jakarta (ANTARA) -
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia.
IHSG ditutup menguat 12,43 poin atau 0,17 persen ke posisi 7.491,93. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,71 poin atau 0,74 persen ke posisi 920,13.
“Bursa regional Asia bergerak naik di saat pasar fokus perhatian pada pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) yang diperebutkan ketat," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari mancanegara, jajak pendapat menunjukkan bahwa persaingan ketat antara calon Presiden Kamala Harris dan Donald Trump, pasar juga berfokus terhadap partai mana yang akan mengendalikan Kongres karena potensi sapu bersih dapat membawa perubahan signifikan dalam kebijakan pengeluaran dan perpajakan.
Pasar bereaksi positif terhadap data survei swasta yang menunjukkan sektor jasa China tumbuh pada laju tercepatnya dalam tiga bulan pada Oktober 2024, menyusul serangkaian langkah kebijakan yang diperkenalkan oleh Beijing pada akhir September 2024 untuk membantu perekonomian.
The Caixing China mengungkapkan bahwa indeks PMI Service China meningkat menjadi 52,0 pada Oktober 2024, naik dari September sebesar 50,3 dan melampaui prakiraan pasar sebesar 50,5.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi (PDB) kuartal III-2024 mencapai 4,95 persen year on year (yoy), atau melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,05 persen (yoy).
Hal ini memberikan indikasi sepanjang kuartal III terjadi pelemahan daya beli masyarakat dan juga pertumbuhan ekonomi masih di topang oleh faktor musiman, sehingga ini akan memberikan kekuatiran pertumbuhan ekonomi dalam negeri jika tanpa ada faktor musiman tersebut di saat ketidakpastian global.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen primer yang menguat 0,75 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor baeang baku yang masing- masing naik sebesar 0,71 persen dan 0,69 persen.
Sedangkan, delapan sektor melemah yaitu dipimpin sektor teknologi sebesar 0,73 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor infrastruktur yang masing- masing turun sebesar 0,68 persen dan 0,66 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BOBA, DNAR, KOBX, TINS dan INPS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni FORU, DART, DIVA, PART, dan MLPL.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.229.630 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,35 miliar lembar saham senilai Rp11,48 triliun. Sebanyak 252 saham naik 327 saham menurun, dan 211 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 421, 19 poin atau 1,11 persen ke posisi 38.474,89, indeks Hang Seng menguat 439,45 poin atau 2,14 persen ke 21.006,97, indeks Shanghai menguat 76,78 poin atau 2,32 persen ke 3.386,98, dan indeks Straits Times menguat 9,57 poin atau 0,27 persen ke 3.581,51.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa berpotensi bergerak rebound (berbalik menguat) di tengah sikap 'wait and ... [444] url asal
IHSG hari ini (5/11) diprediksi bergerak rebound dalam range 7.450 sampai 7.540
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa berpotensi bergerak rebound (berbalik menguat) di tengah sikap 'wait and see' pelaku pasar terhadap Pemilihan Presiden (Pilpres) di Amerika Serikat (AS).
IHSG dibuka melemah 5,04 poin atau 0,07 persen ke posisi 7.474,45. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,28 poin atau 0,14 persen ke posisi 912,13.
"IHSG hari ini (5/11) diprediksi bergerak rebound dalam range 7.450 sampai 7.540," ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih di Jakarta, Selasa.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral Singapura atau Monetary Authority of Singapore (MAS) pada 4 November 2024 memperpanjang kerja sama keuangan bilateral hingga November 2027.
Kerja sama dilakukan dalam bentuk Local Currency Bilateral Swap Agreement (LCBSA) dan Bilateral Repo Agreement (BRA), yang mana kebijakan itu memberikan dampak positif bagi stabilitas moneter kedua negara, salah satunya memperkuat nilai tukar dengan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan menjaga tekanan likuiditas dalam mata uang asing.
Dari mancanegara, pelaku pasar bersikap wait and see menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Amerika Serikat (AS) dan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada pekan ini, pasalnya, masing-masing kandidat, baik Kamala Harris maupun Donald Trump memiliki selisih yang cukup ketat dalam survei.
Sementara itu, The Fed berpotensi memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) dalam pertemuan FOMC nanti.
Dari Asia, angka inflasi tahunan Korea Selatan pada Oktober 2024 turun ke level 1,3 persen, setelah pada bulan sebelumnya sebesar 1,6 persen, yang mencerminkan melemahnya daya beli.
Sebelumnya, pada pertemuan Oktober 2024 Bank Sentral Korea (BoK) telah memangkas suku bunga 25 bps menjadi 3,25 persen, sekaligus pemangkasan pertama sejak Mei 2020.
Sementara itu, bursa saham AS atau Wall Street kompak terkoreksi mengantisipasi gejolak politik dari Pemilu AS yang akan dimulai dalam hitungan jam.
Indeks Dow Jones melemah 0,61 persen atau 257,59 poin ke 41.794,6. Indeks Nasdaq melandai 59,93 poin atau 0,33 persen ke 18.179,98 dan indeks S&P terdepresiasi 16,11 poin atau 0,28 persen ke 5.712,69
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei melemah 477,69 poin atau 1,26 persen ke level 38,531,39, indeks Hang Seng menguat 34,56 poin atau 0,17 persen ke level 20.602,08, indeks Shanghai menguat 21,47 poin atau 0,65 persen ke 3.331,68, dan indeks Straits Times melemah 2,53 poin atau 0,07 persen ke 3.569,50.