#30 tag 24jam
Tips Memulai Bisnis Cat Cafe yang Lagi Hits
Di tengah berbagai tren bisnis yang muncul, kafe dengan konsep unik semakin menarik perhatian. [479] url asal
#bisnis #coffee-shop #cat-cafe #digitalisasi #berikut-beberapa-tips-yang-bisa-dilakukan-oleh-cat-lovers-untuk-mengubah-coffee-shop-menjadi-cat-cafe
(MedCom - Ekonomi) 01/11/24 14:41
v/17322078/
Jakarta Di tengah berbagai tren bisnis yang muncul, kafe dengan konsep unik semakin menarik perhatian.Cat cafe, misalnya, menawarkan pengalaman menyenangkan dimana pengunjung bisa menikmati kopi sambil bermain dengan kucing-kucing lucu.
| Baca juga: Mengapa Keuangan Pribadi dan Bisnis Harus Terpisah? |
Fenomena ini menunjukkan bagaimana kreativitas dapat menarik banyak pelanggan dan menciptakan momen yang tak terlupakan.
Dikutip dari dbs.id, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan oleh cat lovers untuk mengubah coffee shop menjadi cat cafe.
Pilih nama Cat Cafe yang menarik
Langkah pertama adalah menemukan nama yang tepat untuk cat cafe mu. Pastikan nama tersebut menarik, mudah diingat, dan tidak terlalu rumit. Contoh nama yang bisa dipilih adalah Catnip Corner atau Purrfect Paws Cafe.Rencanakan bisnis dengan matang
Buat rencana bisnis yang komprehensif untuk meraih keuntungan maksimal. Rencana ini harus mencakup konsep, target pasar, tim, mitra, strategi operasional, dan tujuan jangka panjang. Dokumentasikan semuanya agar lebih mudah direalisasikan.Siapkan modal yang cukup
Persiapkan modal untuk mengubah coffee shop menjadi cat cafe. Ini termasuk mencari lokasi baru dan merenovasi interior. Pertimbangkan untuk mengajukan pinjaman tanpa agunan secara online untuk mendapatkan tambahan modal.Pilih lokasi yang tepat
Cari lokasi strategis yang sering dilalui anak muda, seperti dekat kampus atau pusat kota. Pemilihan lokasi sangat berpengaruh pada penjualan, jadi jangan ragu meskipun biaya sewanya lebih tinggi. Pastikan juga ada area parkir untuk kenyamanan pengunjung.Tentukan metode operasional yang efektif
Metode operasional bisa bervariasi, seperti menerapkan tarif per jam untuk bermain dengan kucing. Banyak cat cafe juga menawarkan akses gratis bagi pengunjung yang membeli makanan atau minuman, membuatnya lebih praktis.Rancang menu dan tentukan harga
Sajikan makanan dan minuman yang ramah di kantong, seperti croffle dan aneka kopi. Tentukan harga terjangkau agar menarik bagi pelajar dan mahasiswa, sehingga mereka lebih sering datang ke cat café mu.Pilih karyawan yang tepat
Pilih karyawan yang tidak memiliki masalah dengan kucing dan memiliki standar kebersihan tinggi. Usahakan merekrut orang yang berpengalaman di bidang cat cafe untuk pelayanan yang lebih baik.Kolaborasi dengan shelter kucing
Mengambil kucing dari shelter adalah pilihan baik yang bisa mendatangkan simpati pelanggan. Setiap kucing memiliki cerita unik, yang bisa menjadi daya tarik tambahan bagi cat cafe mu.Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin
Pastikan semua kucing dalam keadaan sehat dengan pemeriksaan rutin. Kesehatan kucing penting untuk mencegah penyebaran penyakit, dan ini merupakan kewajiban dalam menjalankan bisnis cat cafe.Manfaatkan media sosial untuk promosi
Gunakan media sosial untuk mempromosikan cat cafe. Jika akunmu sudah memiliki pengikut, lakukan rebranding dengan mengganti nama dan logo. Buat konten menarik dan pertimbangkan kerja sama dengan influencer untuk meningkatkan jangkauan.Dengan mengikuti tips di atas, cat lovers dapat mengubah coffee shop biasa menjadi cat cafe yang menarik. Konsep ini tidak hanya memberikan pengalaman unik bagi pengunjung, tetapi juga tempat yang nyaman bagi kucing-kucing. Dengan kreativitas dan perencanaan yang matang, cat cafe bisa menjadi pilihan sukses di tengah persaingan bisnis. (Nanda Sabrina Khumairoh).
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(SAW)
3 Franchise Kekinian yang Paling Untung
Daftar 3 franchise kekinian yang sukses dan untung untuk membantu Anda membangun bisnis. Apa saja? - Bagian all [739] url asal
#franchise #bisnis-franchise #coffee-shop #inews-id-stories
(iNews - Terkini) 01/08/24 18:22
v/12901797/
JAKARTA, iNews.id - Mau menjalankan usaha sendiri, tapi tidak mau mulai dari nol? Bisnis franchise bisa menjadi solusi yang pas untuk Anda! Franchise adalah hak yang diberikan oleh pemilik perusahaan kepada mitra untuk menjalankan bisnis dengan merek tersebut.
Franchise punya banyak kelebihan, di antaranya kamu tidak perlu memperkenalkan usaha dari awal (brand awareness), bahan baku disuplai dari pusat, mendapatkan manfaat pelatihan dan pengelolaan, serta banyak lagi lainnya. Nah, supaya Anda punya wawasan tentang franchise kekinian, simak daftarnya di bawah ini, yuk!
Setidaknya ada tiga franchise kekinian yang bisa Anda coba. Berikut adalah beberapa contohnya yang berasal dari industri food and beverage!
Ide franchise kekinian pertama yang peluangnya menarik adalah Tomoro Coffee. Sebagai brand kopi, Tomoro sudah cukup dikenal di pasaran dan cita rasanya pun boleh diadu dengan coffee shop lainnya. Tomoro Coffee juga tak hanya menjual minuman saja, melainkan beberapa makanan berat berbasis roti atau pastry.
Modal yang dibutuhkan
Modal untuk memulai franchise Tomoro Coffee kurang lebih adalah Rp500 juta dengan durasi kerja sama sampai tiga tahun. Setelah itu, mitra bisnis harus memperpanjang kerja sama dengan total pembayaran 70-90 persen dari harga awal. Pertimbangkan juga soal royalty fee yang harus dibayarkan setiap bulannya sekitar 3-7 persen dari total omzet bulanan.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan franchise di Tomoro Coffee adalah Anda tidak hanya menjual kopi-kopi tradisional, tapi juga menawarkan menu dengan sentuhan kreativitas. Beberapa waktu lalu, Tomoro Coffee juga berkolaborasi dengan The Garfield Movie dengan cara meluncurkan seasonal menu dan kemasan kopi yang unik.
Tips mengelola
Setiap mitra yang franchise Tomoro Coffee wajib mengikuti ketentuan konsep dan kebijakan outlet dari pusat. Itulah mengapa, sebenarnya mengelola bisnis ini tidak terlalu sulit. Anda hanya perlu menemukan karyawan yang tepat, dalam artian disiplin, jujur, dan terbuka. Selain itu, cobalah pasang CCTV dan implementasikan teknologi canggih untuk mengatur keuangan bisnis.
Susu Mbok Darmi adalah brand yang dibangun oleh alumni Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) Dhony Pratama bersama rekan-rekan kampusnya. Sejak 2013, dia menjual produk susu ini di kantin Fapet hingga berangsur-angsur mulai berpindah ke pusat perbelanjaan. Ia mengaku bahwa susunya berasal dari wilayah Gunung Sindur, Sentul, serta Puncak Gunung Salak Bogor.
Modal yang dibutuhkan
Susu Mbok Darmi sebenarnya sudah mengumumkan soal penutupan kesempatan franchise karena jumlah cabangnya cukup banyak. Namun, bagi Anda yang masih ingin mengetahui biaya atau modal untuk melakukan kerja sama waralaba ini, silakan hubungi tim manajemen Susu Mbok Darmi melalui akun Instagram @susu_mbokdarmi.
Kelebihan dan Kekurangan
Meski kemurniannya masih terjaga, tapi varian rasa yang ditawarkan brand ini cukup beragam, lho! Setidaknya, sudah ada 15 varian rasa Susu Mbok Darmi yang dapat Anda jual. Namun, saat berjualan jenis usaha seperti ini, Anda juga harus mendistribusikannya secepat mungkin karena susu punya umur simpan yang lebih pendek dibandingkan dengan jenis minuman lain.
Tips mengelola
Mengelola usaha susu murni memang lebih tricky daripada ketika Anda berjualan minuman berpengawet. Anda harus punya konsumen tetap yang akan membeli produk dari tempat Anda sehingga ada kepastian setiap hari atau bulannya. Pastikan juga Anda punya peralatan dagang yang mendukung, seperti kulkas atau chiller, untuk menyimpan produk susu agar tahan lama.
Martabak yang menjual aneka macam menu ini menawarkan kesempatan franchise bagi Anda yang ingin berkecimpung di industri bisnis kuliner. Didirikan sejak 2010 membuat nama martabak ini tak perlu diragukan lagi. Sudah ada beragam varian menu, mulai dari martabak telur, martabak manis, hingga martabak non-sugar.
Modal yang dibutuhkan
Untuk menjalankan usaha franchise Martabak Orins, Anda bisa mulai menyiapkan modal senilai Rp75 juta. Dengan modal bisnis yang cukup murah, Anda akan memperoleh keuntungan menjanjikan karena margin keuntungannya adalah sekitar 20 persen. Itu artinya, keuntungan Anda adalah 20 persen dari total omzet bulanan. Menggiurkan, bukan?
Kelebihan dan kekurangan
Kelebihan menjalankan usaha franchise Martabak Orins tentunya adalah Anda tidak melakukan proses bisnis dari awal, yakni membangun brand awareness, sudah cukup banyak orang yang mengenal brand ini. Pilihan menunya juga beragam dan sudah ada lima outlet yang menawarkan layanan pengiriman.
Tips mengelola
Sebagai pemilik usaha martabak, tidak sulit untuk mengelola bisnis Anda supaya tetap laku dan terkontrol dengan baik. Coba jadwalkan waktu sebulan sekali untuk memantau stok bahan baku sehingga tidak ada yang basi. Lalu, jangan lupa pekerjakan karyawan yang berintegritas tinggi, sehingga keuangan usaha tetap baik.
Nah, mana nih franchise kekinian yang ingin Anda jalankan? Apa pun pilihan Anda kelak, pastikan untuk menggunakan Moka POS, aplikasi pos kasir terpercaya untuk mendukung kesuksesan bisnis.
Salah satu fitur yang paling bermanfaat di Moka POS adalah software manajemen pelanggan. Yuk, jadwalkan demo bersama kami dan rasakan sendiri manfaat Moka POS untuk kelangsungan usaha Anda!
Editor: Rizqa Leony Putri
Cara Beda Starbucks Cari Duit Dulu dan Sekarang
Adaptif terhadap kebutuhan pelanggan dan zaman menjadi salah satu kunci sebuah perusahaan bertahan. Untuk Starbucks, ini yang mereka lakukan. [910] url asal
(detikFinance - Finansial) 20/07/24 13:41
v/11424509/
Jakarta - Adaptif terhadap kebutuhan pelanggan dan zaman menjadi salah satu kunci sebuah perusahaan bertahan. Kunci tersebut dipegang teguh oleh Starbucks, perusahaan coffee shop ternama di dunia yang terus mengubah model bisnisnya agar terus relevan bagi masyarakat.
Dibangun pada 1971, Starbucks mencari celah untuk masuk ke dalam sela-sela hidup masyarakat. Konsep "third place" atau tempat nongkrong setelah bekerja dan sebelum pulang kantor menjadi tujuan utama beroperasinya perusahaan ini. Starbucks bercita-cita menjadi pilihan masyarakat ketika lelah bekerja, tetapi masih ingin bersosialisasi sambil menikmati kopi dan mendengarkan musik Jazz.
"Tidak ada tempat bagi orang-orang untuk pergi. Jadi kami menciptakan tempat di mana orang bisa merasa nyaman," kata Howard Schultz, mantan CEO Starbucks, dikutip dari CNN, Sabtu (20/7/24).
Terdapat kenikmatan tersendiri bagi karyawannya dalam menulis nama pelanggan di cup kopi. Mereka juga turut terlibat dalam kehidupan pelanggannya, seperti menulis lamaran pernikahan di cup.
Akan tetapi, model bisnis Starbucks kini berubah. Bahkan, mereka kesulitan mempertahankan identitas mereka sebagai tempat nongkrong.
Dulu, kursi nyaman dan meja kopi menjadi salah satu alasan besarnya bisnis mereka. Kini, drive-thru menjadi sumber pemasukan utama Starbucks.
Hampir 70% pendapatan Starbucks berasal dari drive-thru atau lalantur. Sekitar 9.500 kedai Starbucks di Amerika menyediakan jasa ini. Identitasnya sebagai tempat nongkrong sepulang kantor luntur di mata masyarakat.
Rapot merah terjadi di pasar asalnya, Amerika Utara. Penjualan Starbucks turun 3% pada kuartal akhir. Disusul dengan kabar Schults yang mengundurkan diri untuk ketiga kalinya dan pensiun dari dewan direksi Starbucks tahun lalu.
"Operasi AS adalah alasan utama kejatuhan perusahaan. Toko-toko membutuhkan fokus yang gila-gilaan pada pengalaman pelanggan. Perusahaan perlu fokus pada pengalaman, bukan transaksional," tulis Schults.
Perubahan model bisnis di Starbucks merupakan respons terhadap beberapa tren. Adanya permintaan dari pelanggan untuk memesan kopi dari mobil hingga melalui smartphone mereka membuat perusahaan harus menyingkirkan kursi nyaman di kedai.
Teh dan limun dingin mulai menguasai permintaan dibandingkan kopi panas. Pandemi Covid-19 turut serta melegitimasi permintaan pelanggan agar menutup tempat duduk di dalam ruangan. Efisiensi pengiriman pesanan menjadi solusi yang terpaksa dipilih.
Konsep "third place" mereka tinggalkan karena tidak ingin menjadi ruang publik dan kamar mandi umum. Banyaknya tunawisma yang mencari atap untuk bertahan hidup membuat Starbucks telah menutup beberapa toko dan membatasi akses kamar mandi demi alasan keamanan.
Kecepatan pelayanan menjadi prioritas. Kritikus turut mengomentari bahwa Starbucks merusak daya tarik masyarakat untuk duduk dan minum kopi di tempatnya.
"Keberhasilan mereka tidak memungkinkan mereka untuk mempertahankan apa yang awalnya dianggap menarik oleh orang-orang tentang merek tersebut. Hal ini mengubahnya menjadi bisnis transaksi yang hanya memiliki sedikit interaksi dan keterlibatan antarpribadi," kata Tom Cook, kepala konsultan restoran King-Casey yang pernah bekerja dengan Starbucks.
Starbucks pun kini terasa seperti restoran cepat saji dibandingkan kedai kopi. Imej unik dengan personaliti menarik Starbucks telah lenyap, menurutnya.
Peralihan Starbucks dari kedai duduk ke bisnis drive-trhu dan mobile pick-up terjadi secara bertahap. Perusahaan yang ragu membangun drive-thru pada tahun 1990, kini bergantung dengan model bisnis tersebut.
"Kami tidak ingin hanya menjadi produk komoditas. Drive-thru adalah cara bagi masyarakat untuk mendapatkan kopi mereka sedikit lebih cepat. Kami tidak ingin orang menganggap drive-thru menjadi pengalaman utama mereka berkunjung ke Starbucks," kata kepala keuangan Starbucks Michael Casey dalam profil perusahaannya pada tahun 1995.
Meskipun begitu, Starbucks menyambut baik model bisnis tersebut karena banyak pelanggan menyukai kenyamanan drive-thru. Pada 2005, hampir 15% dari sekitar 7.300 toko Starbucks merupakan lokasi drive-thru. Kini, 70% lokasi Starbucks memiliki opsi drive-thru.
Mobile pick-up menjadi langkah besar lainnya bagi Starbucks. Model bisnisnya bergeser menjadi bisnis kopi untuk dibawa pulang.
Tahun 2014, sistem pemesanan seluler diluncurkan Starbucks. Pelanggan bisa memesan dari smartphone-nya tanpa harus berinteraksi dengan karyawan. Sistem ini memberikan banyak data konsumen dan dimanfaatkan perusahaan untuk membangun program loyalitas Starbucks.
Pemesanan melalui seluler melonjak selama pandemi Covid-19 pada tahun 2020, ketika Starbucks diharuskan menutup sementara area tempat duduk bagi pelanggan untuk mencegah penyebaran virus. Pesanan seluler melonjak dari 17% penjualan di awal tahun 2020 menjadi 26% di tahun berikutnya.
Analis mengatakan bahwa pengalaman duduk yang hilang justru membawakan pertumbuhan sebesar 30%. Angka tersebut datang dari pemesanan seluler yang populer di kalangan pelanggan dan investor yang sibuk.
Meskipun begitu, barista Starbucks mengeluhkan pesanan yang membludak datang dari pesanan seluler atau mobile pick-up. Mereka kesulitan memenuhi permintaan. Selain itu, orang-orang sering keluar-masuk toko, membuka dan menutup pintu sehingga udara dingin atau panas dibiarkan masuk merusak udara toko.
Analis juga mengatakan bahwa perubahan menu Starbucks juga berdampak terhadap perubahan ini. Starbucks tidak lagi menjadi kedai kopi. Akan tetapi, menjadi toko es teh, kopi, minuman energi, dan limun. Ketika musim panas tiba, 80% menu minumannya dingin. Pelanggan juga kurang tertarik untuk berlama-lama di toko ber-AC sambil menyeruput es kopi.
Starbucks sendiri mengatakan bahwa mereka sedang mengembangkan model "third place" atau tempat nongkrong dari toko fisik menjadi toko "perasaan". Pada tahun 2022, pihaknya mengatakan akan menata ulang konsep nongkrong dengan menginvestasikan US$450 juta atau senilai Rp 7,29 triliun (kurs Rp 16.213) di toko-toko yang memiliki mesin pembuatan kopi untuk meningkatkan efisiensi bagi karyawan.
Mereka juga ingin meningkatkan sistem pemesanan seluler. Perbaikan sistem ini disebut Siren System yang dirancang untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk membuat minuman dingin.
Starbucks juga membuka 2.000 toko baru, termasuk lokasi tradisional Starbucks, toko penjemputan, toko khusus pengantaran, dan lokasi khusus drive thru. Salah satu karyawannya di Buffalo, Eisen, mengatakan bahwa Starbucks mencoba menyeimbangkan permintaan dari pelanggan yang menggunakan layanan mobile pick-up dengan pelanggan yang ingin duduk.
(eds/eds)
Pria Ini Resign dan Buka Kedai Kopi di Kampung Halaman, Omzetnya Ratusan Juta!
Nekat resign dari kantornya di Bandung, Rafi pulang ke kampung halamannya di Cirebon, Jawa Barat dan mendirikan kedai kopi Bernama Terra Mater. [677] url asal
#peluang-usaha #saatnya-jadi-bos #solusi-ukm #coffee-shop
(detikFinance - SolusiUKM) 02/06/24 14:00
v/11049204/
Jakarta - Minum kopi telah menjadi salah satu bagian dari budaya kontemporer di tengah masyarakat Indonesia. Tak ayal, keberadaannya mampu mendorong pertumbuhan bisnis coffee shop atau kedai kopi hingga menjamur ke berbagai pelosok negeri.
Rafi menjadi salah satu dari sekian anak muda yang memberanikan diri untuk terlibat langsung dalam arus tren tersebut. Nekat resign dari kantornya di Bandung, ia pulang ke kampung halamannya di Cirebon, Jawa Barat dan mendirikan kedai kopi Bernama Terra Mater.
Sejak pertama kali mengembangkan ide untuk mendirikan coffee shop, pria dengan nama lengkap Tubagus Ibrahim Rafi ini memang ingin menghadirkan konsep yang sedikit berbeda dibandingkan kedai kopi kebanyakan. Karena itulah, Terra Mater hadir dengan mengusung konsep zero plastic waste.
Semangat ini muncul tatkala dirinya masih bekerja di sebuah perusahaan furnitur di Bandung, di mana ia kerap mengunjungi satu coffee shop yang unik dengan konsep ruang kolaborasi. Hal ini membuatnya tergerak menciptakan bisnis yang mengedepankan idealismenya dalam berkarya, didukung dengan peluang bisnis yang ada di Cirebon.
"Aku lihat dulu pertama kali pulang ke Cirebon di 2018 belum banyak coffee shop dan kalau ada itu pun bener-bener tanpa konsep, kayak ya udah jualan kopi dan selesai. Akhirnya pindah (dari Bandung) dan buka Terra Mater. Awalnya konsep zero plastic waste, jadi benar-benar nggak pakai cup dan sedotan plastik," kata Rafi kepada detikcom, Jumat (31/5/2024) kemarin.
Tidak hanya kemasan makanan dan minumannya yang zero plastic waste, ia juga mendesain kedai kopinya dengan konsep ruang terbuka (openspace) yang serba hijau dan dipenuhi pepohonan. Hal ini pun mendatangkan daya tarik tersendiri, apalagi melihat lokasi kedai yang terletak di pusat kota yang terkenal dengan hawa panas itu.
Pria Ini Resign dan Buka Kedai Kopi di Kampung, Raup Omzet Ratusan Juta! Foto: Dok. Pribadi |
Untuk membangun Terra Mater, ia beserta rekan bisnisnya harus merogoh kocek hingga Rp 350 jutaan. Rafi juga tak memungkiri bahwa konsep eco-friendly inilah yang menjadi faktor utama dirinya harus mengeluarkan modal besar.
"Kalau perbandingan, 1 cup plastik bisa Rp 1.000-1.500/pcs. Sedangkan cup cassava (singkong) Rp 6.000-8.000, itu karena resource kita di sini kurang banget dan kita ambil dari Bali. Cuman, karena cost terlalu besar, akhirnya kita shifting beberapa kemasan ke produk kertas, untuk wadah makanan dan pastry," jelasnya.
Perjalanan Rafi untuk mempertahankan bisnisnya pun tidaklah mudah. Cobaan paling berat datang tatkala Pandemi Covid-19 melanda. Pada kala itu, yang ada dipikirannya hanya lah bagaimana supaya bisnisnya tidak mati.
"Awal buka, beberapa bulan kemudian Covid. Itu lumayan mengandalkan online selling, bikin campaign Terra to Your Door, nganterin produk kita ke rumah pembeli. Kita bertahan kayak gitu, omzetnya Rp 20-30 juta per bulan. Istilahnya mah asal bisa hidup dan nggak collapse," ujarnya.
Usahanya untuk mempertahankan bisnisnya pun berbuah manis. Ketika Pandemi Covid-19 mereda, perlahan-lahan bisnisnya kembali bangkit dan mulai mengokohkan pondasi. Bahkan kini, Terra Mater berhasil mengantongi omzet hingga Rp 120 juta per bulan.
"Alhamdulillah setelah pandemic, omzet naik, makin banyak yang tahu, berkembang. Tadinya satu petak (kedai), sekarang udah lumayan luas. Kita stabil di Rp 120 juta per bulan. Perkembangannya jauh, jauh sekali. Pas pandemi tuh bener-bener susah sekali. Naiknya ini juga dikit-dikit, dari Rp 50 juta, ke Rp 80 juta dan akhirnya makin dikenal orang," tuturnya.
Rafi juga bangga dengan usahanya yang menjadi salah satu pionir kafe eco-friendly di Cirebon. Selain kemasan dan konsep bangunan coffeeshop, pihaknya juga getol menyelenggarakan workshop yang berkaitan dengan lingkungan dan seni, seperti pemanfaatan limbah rotan, hingga pengolahan sampah makanan sisa.
Di samping itu, ia juga punya mimpi besar untuk membantu mendorong industri food and beverage (F&B) dan industri kreatif di Cirebon melalui pengembangan bisnisnya di sana. Harapannya, langkah ini bisa memacu masyarakat untuk membangun usaha-usaha baru.
"Ke depan untuk Terra Mater ini kita juga pengin bikin kapsul, cabang satelit buat take away drive thru. Target mah kita 2025 rencananya 3 titik dulu di sekitar Cirebon. Visi misi dari awal mau memajukan Cirebon, karena Cirebon gitu-gitu aja. Alhamdulillah kita dibilang sebagai trigger, banyak juga yang akhirnya buka coffee shop lagi. Kita ingin memajukan secara industri, jadi fokusnya di Cirebon dulu," pungkasnya.
