#30 tag 24jam
Menanti Implementasi Hilirisasi Digital Prabowo - Gibran
Pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi transformasi digital [322] url asal
#cti-group #hilirisasi-digital #golden-circle-club #rachmat-gunawan #ekosistem-digital-indonesia #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #teknologi
(Kontan-Industri) 18/10/24 17:05
v/16658056/
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Computrade Technology International (CTI Group), penyedia solusi infrastruktur teknologi informasi di Indonesia, menggelar gathering tahunan bagi para eksekutif bisnis teknologi yang tergabung dalam komunitas Golden Circle Club (GCC).
Acara ini fokus membahas peluang dan tantangan implementasi program Hilirisasi Digital yang menjadi perhatian utama para pelaku industri IT di era pemerintahan baru.
Rachmat Gunawan, CEO CTI Group menyatakan bahwa program Hilirisasi Digital merupakan inisiatif penting untuk memperkuat ekosistem digital di Indonesia.
“Kami melihat potensi besar dari program ini, baik dalam membuka peluang bisnis baru maupun meningkatkan daya saing industri teknologi nasional. Sebagai penyedia solusi IT, kami siap berkolaborasi dengan mitra strategis untuk memastikan transformasi digital berjalan inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya pada Jumat (18/10).
Dalam diskusi, ekonom senior Aviliani menyoroti bahwa meski pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi mencapai 5% pada 2025, tantangan utang negara semakin signifikan.
"Indonesia sedang memasuki Debt Fatigue Era, dengan pembayaran utang mencapai 30% dari pendapatan negara," jelasnya.
Aviliani juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi transformasi digital, terutama mengingat skor PISA Indonesia yang masih di bawah rata-rata OECD.
Aviliani menambahkan bahwa sektor pertanian, manufaktur, dan pariwisata memiliki potensi besar untuk digitalisasi.
Namun, tantangan terbesar adalah regulasi yang harus selaras dengan perkembangan teknologi.
"Hilirisasi Digital memerlukan regulasi yang sejalan dengan inovasi, agar investasi besar di industri tidak terhambat," katanya.
Zulfadly, pembicara lainnya, menekankan pentingnya pemerataan akses internet sebagai fondasi Hilirisasi Digital.
“Penetrasi internet di Indonesia mencapai 79,5%, namun banyak daerah masih berada dalam blindspot digital,” jelasnya, seraya menekankan bahwa roadmap Hilirisasi Digital harus melibatkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.
Soegiharto, atau yang akrab disapa Hoky, menutup diskusi dengan menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan Hilirisasi Digital.
“Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan penyedia solusi sangat krusial. Kita harus memastikan bahwa seluruh wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), ikut menikmati manfaat transformasi digital," tutup Hoky.
Kaji Peluang Hilirisasi Digital di Gathering GCC 2024
Pertemuan ini membahas peluang dan tantangan yang dihadapi dalam implementasi Hilirisasi Digital. [645] url asal
#cti-group #transformasi-digital #hilirisasi-digital
(MedCom) 18/10/24 09:02
v/16643466/
Jakarta: Di tengah optimisme pelaku bisnis menyambut pemerintahan baru, salah satu program yang paling banyak ditunggu realisasinya, terutama oleh para pelaku industri IT adalah program Hilirisasi Digital.Menyadari pentingnya peran penyedia solusi IT dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, PT Computrade Technology International (CTI Group) menyelenggarakan gathering tahunan untuk para eksekutif dari mitra bisnisnya yakni pelaku usaha dibidang teknologi yang tergabung dalam komunitas Golden Circle Club (GCC) di Park Hyatt, Jakarta 10 Oktober lalu.
Pertemuan ini membahas peluang dan tantangan yang dihadapi dalam implementasi Hilirisasi Digital serta menggali peran strategis penyedia solusi IT dalam mewujudkan transformasi digital yang inklusif.
Mengusung tema “Hilirisasi Digital: Peluang Bisnis & Strategi Pengembangan Teknologi Indonesia”,GCC tahun ini dihadiri oleh berbagai pembicara ahli: Dr. Aviliani SE, M.Si, Senior Ekonom INDEF, Zulfadly Syam, Sekretaris Umum APJII dan Ir. Soegiharto Santoso, S.H., Pendiri & Ketua Umum APTIKNAS.
“Kami melihat program Hilirisasi Digital menjadi inisiatif baik dalam memperkuat ekosistem digital di Indonesia. Sebagai penyedia solusi infrastruktur IT, kami siap berkolaborasi dengan mitra-mitra strategis kami untuk mendukung implementasi Hilirisasi Digital, memastikan bahwa transformasi digital di Indonesia berjalan secara inklusif dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa keberhasilan program ini akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital yang lebih kuat di masa depan” ujar Rachmat Gunawan, CEO CTI Group.
Ekonom senior, Aviliani membuka diskusi dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pergantian pemerintahan, dengan optimisme bahwa Indonesia akan mencapai pertumbuhan sebesar 5% pada tahun 2025. Namun, Aviliani juga mengingatkan adanya tantangan signifikan terkait utang negara.
“Indonesia sedang memasuki Debt Fatigue Era, dengan pembayaran cicilan utang (pokok dan bunga) mencapai sekitar 30% dari pendapatan negara. Rasio utang terhadap PDB diproyeksikan akan mencapai 50%, sementara rasio pajak menurun, sehingga menimbulkan tantangan fiskal yang signifikan,” jelas Aviliani.
Selain itu, Aviliani juga menyoroti kelemahan dalam kesiapan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, yang tercermin dari skor Programme for International Student Assessment (PISA) di bawah rata-rata Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Hal ini, menurutnya, harus menjadi fokus utama untuk memastikan masyarakat Indonesia dapat mengikuti perkembangan transformasi digital.
Bagi industri IT, ini membuka potensi untuk meningkatkan ekonomi digital. Ekosistem digital Indonesia menunjukkan potensi yang menjanjikan, dengan pertumbuhan yang signifikan di industri e-commerce, transportasi online, travel online, dan media. Namun, investasi AI per kapita masih rendah dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, yang mengindikasikan adanya ruang untuk pertumbuhan.
Terdapat dorongan untuk mengembangkan Ekosistem Logistik Nasional (National Logistic Ecosystem/NLE) untuk mengurangi biaya logistik yang saat ini masih tinggi. Hal ini melibatkan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi.
“Digitalisasi harus dipandang bukan sebagai sektor, tetapi menjadi alat yang mendorong akselerasi semua sektor dalam perekonomian” tambah Aviliani.
Hilirisasi Digital digadang pemerintahan baru sebagai salah satu program utama untuk sektor IT dan program ini memiliki dua tujuan utama. Pertama memperkuat infrastruktur digital, mulai dari jaringan internet yang lebih luas hingga membangun industri perangkat digital dalam negeri.
Kedua, hilirisasi digital bertujuan mendigitalisasi rantai pasok industri strategis secara signifikan akan meningkatkan nilai perekonomian di Indonesia.
Di sesi panel diskusi, Zulfadly menekankan pentingnya infrastruktur digital, terutama pemerataan akses internet, sebagai fondasi utama Hilirisasi Digital. Ia menyebutkan bahwa penetrasi internet di Indonesia kini telah mencapai 79,5%, dengan sekitar 221 juta penduduk yang sudah terhubung.
Aviliani menilai bahwa sektor-sektor seperti pertanian, manufaktur, dan pariwisata memiliki potensi besar untuk memperluas digitalisasi. “Sektor-sektor ini membutuhkan ekosistem digital yang end-toend untuk memperkuat daya saingnya,” jelasnya.
Aviliani juga menekankan bahwa realisasi program Hilirisasi Digital tidak bisa tercapai tanpa dukungan kebijakan yang jelas dan strategis. “Hilirisasi Digital memerlukan regulasi yang keep up dengan perkembangan teknologi. Jangan sampai industri telah melakukan investasi besar, tapi regulasi tertinggal” tambahnya.
Selain itu, Zulfadly menekankan bahwa roadmap Hilirisasi Digital harus melibatkan semua pihak, tidak hanya dari sektor swasta. “Pemerintah dan sektor swasta harus bergerak bersama. Kita tidak bisa membiarkan hanya sektor swasta yang bergerak maju sementara banyak daerah di Indonesia masih berada dalam blindspot digital,” lanjutnya.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(MMI)
Perkuat Layanan IT di Tangerang, CTI Group Buka Gerai Paradise Store ke-5 di Bintaro
Paradise Store membuka outlet kelima di Ruko Melia Walk Md A No.15 Graha Raya pada Jumat (16/8). [333] url asal
#cti-group #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Industri) 16/08/24 16:55
v/14491706/
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Paradise Store, bagian dari PT XDC Indonesia dan anak perusahaan CTI Group, penyedia solusi infrastruktur IT terkemuka, resmi membuka outlet kelima di Ruko Melia Walk Md A No.15 Graha Raya pada Jumat (16/8).
Cabang baru ini hadir untuk memenuhi kebutuhan akan produk IT berkualitas tinggi di kawasan Bintaro, Alam Sutera, dan sekitarnya. Pembukaan outlet Bintaro merupakan pencapaian penting lainnya bagi Paradise Store, yang memiliki visi untuk membawa solusi IT inovatif ke komunitas lokal.
Paradise Store Bintaro didirikan dengan tujuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Bintaro dan sekitarnya dengan menyediakan akses mudah ke berbagai produk IT, seperti laptop, desktop, monitor, printer dan aksesoris IT lainnya.
Lokasi baru ini hadir setelah kesuksesan cabang-cabang Paradise Store lainnya yang berlokasi di Mangga Dua Mall Jakarta, Bekasi Cyber Park, Aniva Paramount Serpong, dan Bandung Electronic Centre.
“Pembukaan cabang terbaru ini, kami memperkuat komitmen paradise store dalam menghadirkan solusi IT yang inovatif dan berkualitas tinggi. Paradise Store Bintaro dirancang untuk memenuhi kebutuhan beragam segmen pasar, termasuk sekolah, universitas, UMKM, perusahaan, dan masyarakat umum sekaligus meningkatkan pengalaman IT mereka” ujar Silvia Trenaningsih, President Director Paradise Store, Jumat (16/8).
Paradise Store menjamin bahwa semua produk yang ditawarkan asli dan bergaransi resmi. Sebagai official store untuk brand terkemuka seperti Lenovo, Apple Macbook, Asus, MSI, HP, dan ViewSonic, pelanggan dapat mempercayai originalitas dan kualitas produk yang tersedia.
Selain itu, Paradise Store juga berfungsi sebagai pusat layanan resmi Lenovo dan MSI, menawarkan layanan servis dan perbaikan, sehingga pelanggan di kawasan Bintaro, Alam Sutera, Tangerang, dan sekitarnya bisa menikmati layanan yang andal dan jarak yang terjangkau.
Paradise Store Bintaro buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB.
Sebagai bagian dari perayaan grand opening, Paradise Store Bintaro menawarkan berbagai promo spesial dari tanggal 15 Agustus hingga 16 September 2024 seperti proteksi gratis McAfee selama satu tahun untuk setiap pembelian notebook, all in one PC dan PC desktop (penawaran terbatas), free merchandise untuk tipe tertentu dan bonus menarik lainnya.
BPT Cloud Day Hadirkan Diskusi Integrasi Cloud, Data, dan AI
Dengan tema Innovate, Transform, Thrive: Driving Business Innovation in the Cloud, Data, and AI Era. [450] url asal
#cti-group #artificial-intelligence #bpt #blue-power-technology #bpt-cloud-day-2024
(MedCom) 09/08/24 10:37
v/13903528/
Jakarta: Blue Power Technology (BPT), penyedia layanan solusi digital dan anak perusahaan CTI Group telah menyelenggarakan acara BPT Cloud Day 2024 di JW Marriot Hotel, Jakarta. Acara tahunan menjadi ajang berkumpulnya para pemimpin IT, ahli, praktisi, dan pelaku industri, khususnya dibidang cloud dan kecerdasan buatan (AI).Dengan tema "Innovate, Transform, Thrive: Driving Business Innovation in the Cloud, Data, and AI Era”, acara ini menghadirkan pembicara ahli seperti Prof. Dr. Ir. Bambang Riyanto Trilaksono, Co-founder KORIKA; Dennis Harsono, CEO Desty; dan Eggy Tanuwijaya, Head Solution Architect Alibaba Cloud Indonesia untuk membahas tantangan dalam membangun ekosistem AI yang membutuhkan komputasi besar dan bagaimana langkah strategis untuk mengatasinya.
Bambang Riyanto menekankan pentingnya data, infrastruktur komputasi dan kolaborasi dalam adopsi AI. “Dengan kemajuan algoritma kecerdasan buatan, diperlukan kemampuan cloud yang 2 kali lipat setiap 34 bulannya. Hal ini penting untuk mendukung kecepatan pengembangan model AI dan komputasi AI yang semakin tinggi dan cakupannya yang semakin luas,” jelasnya.
Untuk menjalankan kecerdasan artifisial diperlukan cloud computing dengan kemampuan komputasi yang tinggi, memori dengan kemampuan transfer data yang cepat dan storage yang cukup besar untuk men-train (melatih) model AI berdasarkan dataset yang tersedia. Kemampuan cloud computing seperti ini juga diperlukan dalam deployment teknologi AI.
"Hal ini menjadi salah satu prioritas untuk terwujudnya ekosistem inovasi yang mengakselerasi pengembangan dan penerapan AI dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itulah kolaborasi antara pemerintah, industri, bisis, akademisi/peneliti, startup dan komunitas dipandang sangat penting untuk menciptakan inovasi berkelanjutan,” tambah Bambang.
Berdasarkan laporan Markets and Markets, pasar cloud computing global diperkirakan akan tumbuh dari USD626,4 miliar pada 2023 menjadi USD1.266 miliar pada 2028. Melihat tren ini, BPT memperkuat posisinya di industri teknologi dengan fokus pada solusi cloud dan teknologi pendukungnya.
CEO BPT, Erwin Urip, menyatakan bahwa AI memiliki peran penting dalam dunia bisnis modern. "AI adalah partner dalam bisnis, membantu kita menjadi lebih cerdas dan produktif," katanya. Erwin menjelaskan bahwa AI telah memberikan dampak yang signifikan dalam dunia bisnis. Hal ini terutama terlihat dalam pengembangan cloud computing dan infrastruktur pendukung. Dengan kemampuan untuk mengotomatiskan proses, AI membantu perusahaan mengoptimalkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya. G2 memprediksi lebih dari 50% solusi cloud akan otomatisasi pada 2025, memberikan efek positif bagi berbagai industri.
BPT Cloud Day 2024 juga menampilkan solusi cloud yang terintegrasi dengan AI dari Alibaba Cloud, membuka peluang besar bagi bisnis untuk terus berinovasi. Selain itu, BPT menawarkan solusi inovatif seperti OFIS dan SCOPE serta berbagai solusi dan layanan yang fokus pada infrastruktur, manajemen data, dan cloud. Melalui acara ini, BPT berkomitmen menciptakan ekosistem IT yang kuat dan mendorong inovasi berkelanjutan dalam bisnis.
BPT Cloud Day akan kembali tahun depan dengan tema yang relevan dan solusi inovatif lainnya, memastikan peserta tetap unggul dalam transformasi digital.
(MMI)
Virtus Showcase 2024 ke Semarang dan Surabaya, Bahas Mitigasi Resiko Keamanan Siber di Era AI
Untuk implementasi AI yang efektif, bisnis perlu berinvestasi pada pengembangan SDM. [452] url asal
#cti-group #virtus #virtus-showcase-2024
(MedCom) 25/07/24 10:42
v/12043687/
Jakarta: Virtus, anak perusahaan CTI Group, kembali mengadakan Virtus Showcase 2024 di Sheraton Hotel, Surabaya. Seperti tahun lalu, acara ini akan diselenggarakan di tiga kota.Sebelum di Surabaya, Virtus Virtus Showcase 2024 telah digelar di Semarang pada 12 Juni 2024 lalu dan terakhir nanti di Jakarta. Acara tahunan ini akan menghadirkan para ahli dan praktisi di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan (AI).
Mengusung tema "Mitigating Risks and Ensuring Business Security in The AI Era", acara di Surabaya dan Semarang menghadirkan Prof. Dr. Ir. Hammam Riza, Ketua Umum KORIKA, dan Yohanes B. Syialin, Channel System Engineer dari Palo Alto Networks yang membahas kebutuhan akan langkah-langkah keamanan siber yang kuat dan solusi keamanan berbasis AI yang semakin mendesak.
"Adopsi AI di Indonesia berkembang positif, meski perlu dipercepat. Sektor e-commerce dan fintech memimpin pemanfaatan AI, namun banyak industri masih dalam tahap awal adopsi. Tantangan utamanya meliputi infrastruktur digital, keterbatasan talenta, dan pemahaman yang belum merata. Dengan Strategi Nasional AI 2045 dan kesadaran yang meningkat, Indonesia berpotensi menjadi pemimpin regional dalam implementasi AI," ujar Hammam Riza dalam acara Virtus Showcase Surabaya 2024.
Hammam menekankan, untuk implementasi AI yang efektif, bisnis perlu berinvestasi pada pengembangan SDM, mengidentifikasi use case AI yang relevan, membangun infrastruktur data yang kuat, dan berkolaborasi dengan ekosistem AI seperti KORIKA. Langkah-langkah ini akan mempercepat inovasi dan adopsi teknologi AI di berbagai sektor.
Christian Atmadjaja, Direktur Virtus, menambahkan, perkembangan AI perlu diimbangi dengan keamanan siber yang kuat. Virtus Showcase tahun ini menyoroti peran keamanan siber dalam era AI dan bagaimana keduanya saling berhubungan.
"AI dapat memberikan efisiensi, kecerdasan, dan skalabilitas dalam mengelola kerentanan, mencegah serangan, menangani peringatan, dan merespons insiden. Namun, penjahat siber juga dapat memanfaatkan AI untuk membuat serangan lebih efisien dan mengeksploitasi kerentanan baru yang diperkenalkan oleh AI.”
Christian menjelaskan pentingnya bisnis untuk kembali memastikan kondisi infrastruktur IT, keamanan data, dan jaringan mereka. Kesadaran akan perkembangan teknologi seperti AI, memilih mitra yang tepat untuk transformasi digital, dan solusi keamanan siber terintegrasi dengan AI bisa menjadi keuntugan,
Solusi keamanan siber yang sudah terintegrasi dengan AI salah satunya ditawarkan oleh Palo Alto Networks dalam acara Virtus Showcase 2024. "Platform keamanan berbasis AI menggunakan pemrosesan data kontekstual yang mendalam untuk menjawab pertanyaan, memberikan rekomendasi dan arahan, hipotesis, dan merumuskan jawaban yang mungkin berdasarkan bukti yang tersedia. Di Palo Alto, kami memiliki produk keamanan siber berbasis AI yang nyata, yang ditargetkan untuk tugas-tugas spesifik yang sesuai dengan keunggulannya. Ini akan benar-benar meningkatkan efisiensi, produktivitas, kegunaan, menyelesaikan masalah bisnis, dan mengurangi biaya bagi pelanggan," ujar Yohanes B. Syialin, Channel System Engineer Palo Alto Networks.
Selanjutnya, demi memperluas pemahaman tentang peran AI untuk bisnis, Virtus Showcase Jakarta akan membahas topik “AI-Ready Business: Navigating the Opportunities and Risks for Sustainable Growth”.
(MMI)
XDC dan Uniview Technologies Luncurkan CCTV Night Vision 5th Gen di Indonesia
Uniview Technologies dikenal penyedia solusi keamanan video berbasis AIoT. [577] url asal
#cctv #teknologi #uniview #cti-group #owlview
(MedCom) 19/07/24 10:38
v/11293490/
Jakarta: PT XDC Indonesia (XDC), penyedia solusi infrastruktur IT dan anak perusahaan dari CTI Group, perkuat kolaborasi dengan Uniview Technologies dan meluncurkan CCTV berbasis AI kamera OwlView, untuk lingkungan minim cahaya (low light environment) dengan teknologi night vision 5th Gen pertama di Indonesia.Uniview Technologies dikenal penyedia solusi keamanan video berbasis AIoT. Di industri AIoT, kualitas gambar selalu menjadi tujuan utama untuk kamera IP. Namun, perkembangan hardware masih mengalami kendala seperti motion blur dan berkurangnya detail di lingkungan yang kompleks. OwlView menggunakan teknologi night vision generasi kelima (5th Gen) seperti Wise-ISP (Wise Image Signal Processing) untuk mengatasi hal ini.
Teknologi Wise-ISP merupakan sebuah algoritma untuk pengurangan noise, peningkatan warna, dan optimasi dynamic range, sehingga OwlView menghasilkan gambar yang lebih tajam, jelas, dan berkontras, bahkan dalam kondisi cahaya sangat rendah (0.0003Lux), tanpa perlu mengaktifkan LED inframerah.
Teknologi sensor dan ISP canggih ini memungkinkan OwlView menghasilkan video berwarna dengan kualitas tinggi di malam hari, mempertahankan warna alami dan meningkatkan kualitas gambar secara keseluruhan.
Dilengkapi sensor 1/1.8 inci dan aperture F1.0, OwlView meningkatkan sensitivitas cahaya untuk menangkap gambar resolusi tinggi bahkan di lingkungan yang pencahayaan rendah. Ini memastikan pengguna dapat mengidentifikasi detail seperti wajah atau plat nomor dengan jelas, yang sangat penting untuk pengawasan keamanan.
"Untuk meningkatkan kualitas gambar, banyak orang mencari solusi dengan pencahayaan tambahan. Namun, biaya yang tinggi sering kali tidak sebanding dengan peningkatan yang didapatkan. Seri OwlView menjadi solusi yang tepat untuk untuk lingkungan perkantoran, sekolah, rumah sakit hingga perumahan yang membutuhkan pengawasan keamanan, khususnya dimalam hari dan tempat-tempat yang minim pencahayaan dengan harga yang terjangkau bagi pelanggan," ujar Silvia Trenaningsih, President Director PT XDC Indonesia.
"Dalam bidang AIoT, konfigurasi hardware menentukan biaya, penyesuaian software dan algoritma menentukan kualitas gambar, namun harga menentukan pilihan pasar. Seri produk OwlView merupakan bagian dari seri entry-level EasyStar, yang memungkinkan pengguna mendapatkan hardware dan software canggih dengan harga yang efektif. Teknologi night vision Wise-ISP mampu mengatasi situasi yang sangat gelap dan memenuhi berbagai kebutuhan," jelas Beck Liu, Country Manager Uniview di Indonesia.
OwlView disesuaikan untuk kebutuhan khusus berbagai industri di mana kemampuan pengawasan penting untuk keamanan dan efisiensi operasional. Misalnya, di industri minyak dan gas di mana penggunaan tambahan lampu kilat (flash) dilarang karena dapat menyebabkan percikan api atau ledakan. OwlView menjawab tantangan ini dengan menyediakan gambar yang jelas dan berwarna tanpa perlu pencahayaan tambahan.
Dari segi keamanan data, OwlView dirancang untuk berintegrasi dengan sistem keamanan dan jaringan yang sudah ada, dengan antarmuka yang ramah pengguna dan kompatibilitas dengan aplikasi mobile untuk monitoring dan manajemen jarak jauh.
Selain itu produk-produk Uniview juga telah memenuhi standar internasional untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi ISO/IEC 27001:2013 dan telah lolos uji di bawah NDAA (National Defense Authorization Act).
"Saat ini, kami menyediakan dua jenis CCTV OwlView, 2MP dan 4MP dengan harga terjangkau untuk entry-level. Nantinya rangkaian ini akan dilengkapi dengan resolusi tertinggi 8MP, yang akan diluncurkan pada Oktober 2024 mendatang. Untuk layanan dan dukungan, kami menyediakan instalasi dan layanan garansi 3 tahun untuk semua produk OwlView," tutup Silvia.
OwlView bisa di pre-order sekarang di XDC dan pelanggan berkesempatan untuk mendapatkan ‘Promo Merdeka’ yaitu paket bundling setiap pembelian 4 unit CCTV dan 1 unit Network Video Recorder (NVR) Uniview akan mendapatkan gratis HDD 1TB, kabel UTP Cat 6 dan instalasi bebas biaya untuk area Jakarta.
Selain itu, pelanggan juga bisa mendapatkan tambahan gratis UPS 600va senilai Rp700.000 setiap pembelian per paket. Promo ini berlaku dari 16 Juli - 30 Agustus 2024.
(MMI)
Kouventa, Solusi Helio Jawab Tantangan CX
Di tengah persaingan bisnis yang ketat, kemampuan berinteraksi dengan pelanggan secara efektif menjadi kunci kesuksesan bisnis. [550] url asal
#cti-group #helios #kouventa #cx #customer-experience
(MedCom) 05/07/24 12:19
v/9744298/
Jakarta: PT Helios Informatika Nusantara (Helios), penyedia solusi infrastruktur, cloud dan digital sekaligus anak perusahaan CTI Group memperkenalkan Kouventa, sebuah platform yang dirancang untuk membantu bisnis berinteraksi dengan pelanggan.Platform Kouventa bertujuan untuk tidak hanya menyederhanakan komunikasi, tetapi juga menjadi solusi cerdas untuk mengubah setiap interaksi menjadi peluang pertumbuhan yang nyata.
Di tengah persaingan bisnis yang ketat, kemampuan berinteraksi dengan pelanggan secara efektif menjadi kunci kesuksesan bisnis. Kouventa menawarkan platform terpadu yang memungkinkan bisnis terhubung dengan pelanggan melalui berbagai saluran. Baik itu chat WhatsApp, dan media sosial direct message (Instagram & Facebook). Kouventa memastikan setiap titik kontak dengan pelanggan dioptimalkan untuk efisiensi dan efektivitas.
Menurut laporan “State of Customer Experience in Indonesia 2024”, sekitar 90% organisasi di Indonesia belum memiliki pemimpin C-suite untuk customer experience (CX) dan 40% bahkan tidak memiliki tim CX yang berdedikasi.
Sebagian besar organisasi kesulitan mengubah data menjadi informasi yang berguna dan melakukan analisis prediktif, yang penting untuk mencapai kematangan kualitas CX. Bisa dipahami pada era digital ini, kesuksesan suatu program membutuhkan pengetahuan teknis, keterampilan, dan alat bantu yang memadai.
Untuk memperbaiki kondisi CX di Indonesia, perusahaan perlu berinvestasi pada perangkat yang relevan dan berdedikasi untuk mengukur dan menganalisis kinerja CX mereka. Saat ini, 63% bisnis tidak memiliki integrasi yang memadai di tools dan platform, dan 55% belum memiliki gambaran yang menyeluruh mengenai data pelanggan. Selain itu, 69% bisnis belum memanfaatkan sistem berbasis AI, dan 43% tidak memiliki sistem CX yang canggih.
“Misi kami dengan Kouventa adalah memberdayakan bisnis untuk meningkatkan pengalaman layanan pelanggan mereka,” kata Royani Lo, CEO Helios Informatika Nusantara. “Kami percaya bahwa interaksi pelanggan yang baik adalah fondasi dari pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Kouventa mengubah interaksi tersebut menjadi momen personal yang mendorong loyalitas, kepuasan, dan pada akhirnya, pendapatan.”
Pendekatan Kouventa tidak hanya menyelesaikan tantangan logistik dalam mengelola interaksi pelanggan, tetapi juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang kuat dan berkelanjutan.
Dengan menjadikan customer experience sebagai aset strategis, Kouventa membantu bisnis membuka potensi pertumbuhan dan kesuksesan yang baru. Dengan memanfaatkan generative AI, bisnis dapat mengadapi mengolah data pelanggan menjadi keuntungan bisnis. Kouventa dilengkapi dengan berbagai fitur utama, seperti:
Unified Communication Hub: Mengintegrasikan semua saluran interaksi pelanggan ke dalam satu platform yang mudah dikelola.
AI-Powered Insights: Memanfaatkan AI canggih untuk menganalisis interaksi pelanggan dan memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti.
Real-Time Support: Memastikan pelanggan menerima tanggapan yang cepat dan akurat, sehingga meningkatkan pengalaman mereka secara keseluruhan.
Customizable Workflows: Beradaptasi dengan kebutuhan bisnis yang unik, memungkinkan strategi layanan pelanggan yang disesuaikan.
Scalable Solutions: Tumbuh bersama bisnis, dari perusahaan kecil hingga perusahaan besar.
"Dengan kemampuan menciptakan konten yang unik dan relevan, optimalisasi generative AI memberikan bisnis kesempatan terbaik untuk menjangkau pelanggan secara personal dan memikat, memaksimalkan potensi bisnis mereka dengan respons yang cepat dan akurat, bahkan di luar jam kerja." ujar Suandy Lim, Direktur Helios Informatika Nusantara dan sekaligus Founder Kouventa.
Selain itu, teknologi generative AI yang digunakan Kouventa juga bisa dimanfaatkan untuk operasional bisnis secara internal, berupa Kouventa Company Wikipedia. Fitur ini menjadikan Kouventa sebagai "wikipedia" perusahaan yang memudahkan karyawan dalam mengakses informasi internal perusahaan yang spesifik, cepat dan akurat melalui chat.
“Di Helios, kami melihat setiap interaksi bisa menjadi peluang bagi bisnis. Platform kami dirancang untuk mengubah percakapan sehari-hari menjadi hubungan yang kuat, yang mendorong kesuksesan bisnis kami sangat antusias melihat bagaimana Kouventa akan membentuk masa depan customer experience dan mendukung pertumbuhan bisnis.”
(MMI)
Pentingnya Mitigasi Ancaman Ransomware bagi Organisasi di Indonesia
Di Indonesia, beberapa serangan ransomware dan kebocoran data besar telah terjadi beberapa waktu belakang. [572] url asal
#cti-group #ransomware #cyber-security #icio-community
(MedCom) 05/07/24 11:26
v/9739682/
Jakarta: iCIO Community, komunitas untuk para pemimpin TI di Indonesia, menanggapi serangan ransomware baru-baru ini terhadap PDN (Pusat Data Nasional) yang menyebabkan beberapa sistem layanan pemerintah lumpuh selama beberapa hari. Serangan tersebut menyoroti betapa seriusnya ancaman ini.Di Indonesia, beberapa serangan ransomware dan kebocoran data besar telah terjadi beberapa waktu belakang. Menanggapi ancaman ini, iCIO Community memberikan pandangannya tentang pentingnya kesadaran terhadap ransomware. Meskipun sulit untuk sepenuhnya mencegah serangan ransomware, langkah-langkah mitigasi yang tepat dapat meminimalisir dampaknya.
Tahun lalu, iCIO Community telah melakukan focus group discussion secara tertutup antara para anggotanya untuk membahas ancaman ransomware yang mereka hadapi. Dalam diskusi tersebut, para anggota saling bertukar pengalaman dan berbagi kiat-kiat untuk mencegah ancaman siber.
Ransomware adalah ancaman serius yang dapat menyebabkan kerugian besar bagi organisasi, termasuk kehilangan atau gangguan data, membuat data tidak dapat diakses sampai tebusan dibayar atau langkah pemulihan alternatif diambil.
Downtime operasional juga menjadi risiko, di mana sistem tidak tersedia untuk jangka waktu yang lama, mengakibatkan kerugian downtime dan produktivitas. Selain itu, kerusakan reputasi dapat mempengaruhi organisasi, hilangnya kepercayaan pelanggan, dan menghalangi calon klien.
iCIO Community menyoroti perlunya disiplin operasional yang ketat untuk memastikan pemulihan yang cepat dalam menghadapi serangan siber. Hal ini mencakup beberapa aspek penting:
Pengamanan Infrastruktur di Pusat Data: Semua infrastruktur di organisasi harus selalu dilakukan hardening dan update critical security patch di level operating system dan firmware perangkat. Seluruh data harus dilakukan backup rutin dan tersimpan secara aman dan ketat.
Monitoring Ketat: Monitoring kesehatan dan keamanan sistem melalui command center dan security operation center 7x24 jam sangat penting. Organisasi harus memiliki unit reaksi cepat untuk pemulihan dan mengatasi serangan peretasan.
Disaster Recovery Center (DRC): Organisasi harus memiliki DRC dan rutin melakukan latihan pemulihan terhadap bencana. Kegiatan latihan pemulihan sistem terhadap bencana ini juga wajib dimonitor dan dilaporkan ke regulator.
Penting untuk diingat bahwa basic security hygiene harus menjadi perhatian utama dan disiplin yang tidak boleh diabaikan. ini adalah fondasi utama untuk melindungi organisasi dari ancaman yang terus berkembang. Kasus-kasus seperti serangan terhadap PDN menunjukkan betapa pentingnya memiliki strategi respons yang cepat dan efektif.
Harapannya, pemerintah dapat merancang dan mengimplementasikan rencana darurat yang komprehensif untuk mengatasi serangan ransomware. Kolaborasi lintas sektor dan berbagi informasi tentang ancaman serta taktik serangan yang baru menjadi krusial dalam memperkuat pertahanan ancaman siber nasional. Dengan langkah-langkah ini, kita bisa memitigasi dampak negatif dari serangan ransomware dan memastikan keamanan data yang kritis bagi kepentingan nasional.
Wakil Ketua iCIO Community, Iskak Hendrawan, menyatakan, penting bagi setiap organisasi untuk mengembangkan strategi keamanan siber yang komprehensif dan proaktif. Di dunia yang semakin terhubung dan rentan terhadap serangan siber, perlindungan data dan kolaborasi antar perusahaan tidak hanya penting, tetapi juga mendesak.
Terlebih lagi undang-undang perlindungan data pribadi akan selesai masa percobaannya pada bulan Oktober tahun ini. Dalam era digital saat ini, serangan ransomware tidak bisa dianggap enteng. Dengan diterapkannya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi di Indonesia, perusahaan dituntut untuk lebih serius dalam melindungi data pribadi pengguna.
"Kami dari iCIO Community berharap agar pemerintah dan layanan publik dapat mengadopsi teknologi yang memadai dan menerapkan prosedur tata kelola data yang baik. Ini bukan sekadar tentang teknologi, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk melindungi dan mengelola informasi yang vital bagi negara dan masyarakat,” ungkap Harry Surjanto, Advisor iCIO Community.
Dengan mengadopsi teknologi yang memadai serta prosedur tata kelola, mitigasi, dan pemulihan data yang baik, pemerintah dan layanan publik dapat memberikan layanan yang lebih baik, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan melindungi informasi penting yang dimiliki.
(MMI)