#30 tag 24jam
Wawancara Eksklusif dengan Product Manager Gojek Arum dan Renata, Kupas Tuntas Potensi Talenta Lokal Indonesia Halaman all
Peningkatan kualitas talenta yang signifikan di Indonesia juga didukung dengan pertumbuhan ekosistem teknologi. Halaman all [1,852] url asal
#kemendikbud #gojek #training #data-analyst #gotransit #goto
(Kompas.com) 28/10/24 16:30
v/17114577/
KOMPAS.com – Tujuh tahun bukan waktu yang singkat bagi Renata Clara Kumala untuk menggeluti sistem teknologi di Gojek.
Lulusan Bachelor of Commerce dan Master of Finance dari UNSW Business School Australia itu mengawali karier di Gojek sebagai Technical Product Manager, kemudian menjabat sebagai Deputy Head of Business Intelligence, dan Product Management Manager di tim Data Platform.
Selama masa jabatannya, Renata berkontribusi dalam memindahkan data warehouse Gojek ke cloud, mengembangkan produk untuk data governance, termasuk kualitas data dan katalog data, serta perlindungan data dan privasi, memperbarui platform eksperimen Gojek, serta menyusun jalur karier untuk tim Data Analyst dan Data Engineering Gojek.
Dalam dua setengah tahun terakhir, Renata bergabung dengan tim Customer Platform Gojek. Saat ini, Renata menjabat sebagai Group Product Manager dan fokus pada proses pendaftaran pengguna, login, integrasi akun, dan Gojek PLUS.
Keandalan skill Renata berbuah manis. Hal ini terlihat dari peningkatan pendapatan iklan di Gojek Home yang mencapai sepuluh kali lipat dan konversi traffic dari Gojek Home ke halaman produk utama Gojek sebesar 9 persen dibandingkan sebelumnya. Selain itu, ia berhasil mengurangi tiket keluhan pengguna untuk produk yang dikelola timnya lebih dari 30 persen.
Keseriusan menggeluti bidang teknologi juga dialami Arum Kusalawicitra. Lulusan jurusan psikologi ini memulai karier di Gojek sebagai Product/UX Researcher pada 2015.
Berbekal pengalaman dan kemampuannya dalam menelaah kebutuhan target pasar untuk diolah menjadi strategi yang tepat, Arum dipercaya memimpin pengembangan serta strategi berbagai produk baru, seperti GoPoints, GoDeals, GoInstant, GoCorp, dan GoTransit, pada 2018.
Saat ini, Arum menjabat sebagai Group Product Manager Transport dan bertanggung jawab dalam manajemen produk GoTransit dan GoCorp.
Selama 8 tahun pengabdiannya di Gojek Indonesia, Arum secara konsisten terus menunjukkan keahliannya dalam manajemen produk di berbagai sektor.
Keahlian Arum sebagai product manager juga dapat dilihat dari hasil yang positif dalam pengembangan dan pertumbuhan produk. Kontribusinya juga berhasil meningkatkan pendapatan pada beberapa produk dengan inovasinya.
Saat ini, Arum dan Renata aktif menjadi mentor GoTo APM Bootcamp yang merupakan product manager bootcamp pertama di Indonesia dengan pendekatan on-the-job training serta kurikulum berstandar internasional untuk mencetak para pemimpin masa depan bangsa khususnya di bidang teknologi.
Tim Kompas.com berhasil mendapatkan waktu untuk melakukan wawancara eksklusif dengan Arum dan Renata mengenai masa depan industri teknologi dan potensi yang dimiliki oleh talenta digital lokal.
Berikut adalah wawancara lengkapnya.
Menurut Arum dan Renata, bagaimana kualitas talenta Indonesia di bidang teknologi saat ini? Dan, apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas tersebut?
Renata: Kualitas talenta Indonesia di bidang teknologi saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Banyak universitas dan lembaga pendidikan yang mulai menawarkan program-program yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti ilmu komputer dan data science. Selain itu, semakin banyak coding bootcamp dan pelatihan online yang membantu individu mengembangkan keterampilan praktis.
Namun, tantangannya juga masih ada. Salah satunya adalah gap antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan pasar. Banyak lulusan yang belum sepenuhnya siap menghadapi tantangan di dunia kerja, terutama dalam hal keterampilan praktis serta soft skills, seperti komunikasi dan kolaborasi.
Untuk meningkatkan kualitas talenta di bidang teknologi, ada beberapa langkah yang bisa diambil.
Pertama, kolaborasi antara industri dan akademisi. Misalnya, kerja sama untuk menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri atau program magang.
Kedua, pelatihan berkelanjutan lewat kursus online, workshop, dan seminar. Ini membantu mereka tetap up-to-date dengan perkembangan terbaru di bidang teknologi. Di Gojek, kami selalu di-support untuk ambil online courses, khususnya beradaptasi dengan AI tools, seperti Microsoft Copilot.
Ketiga, meningkatkan skill berbahasa Inggris. Ini penting karena hampir semua dokumentasi teknologi ditulis dalam bahasa Inggris. Belajar bahasa Mandarin juga bermanfaat, mengingat banyaknya perusahaan teknologi dari China.
Arum: Menambahkan apa yang Renata sampaikan, peningkatan kualitas talenta yang signifikan di Indonesia juga didukung dengan pertumbuhan ekosistem teknologi. Tumbuhnya startup dan unicorn di Indonesia mendorong talenta teknologi lokal untuk belajar dan berkembang sehingga membutuhkan keterlibatan langsung mereka di perusahaan-perusahaan.
Gojek GoTo APM Bootcamp bisa mendukung role mereka sebagai seorang product manager yang berperan dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi banyak orang.Perusahaan dan lembaga lain telah melakukan program pelatihan teknologi atau program tech talent development sejenis, apa yang membuat APM Bootcamp ini berbeda dengan pelatihan teknologi lain?
Arum: Di GoTo APM Bootcamp, kurikulumnya berlandaskan pengalaman praktis yang dirancang oleh para product manager (PM) dengan pengalaman mendalam dan sudah terjun langsung dalam industri teknologi selama bertahun-tahun. Dengan demikian, kurikulum ini sangat komprehensif dan applicable bagi siapa saja yang ingin mengembangkan karier sebagai product manager.
Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek kunci dalam pengembangan produk, seperti manajemen produk (product management), desain produk (product design), penelitian pengguna (user research), pengembangan teknologi (engineering), pengolahan data (data analytics), serta eksperimen produk (product experimentation). Keenam bidang ini menjadi bekal agar para peserta memahami setiap tahap dalam siklus pengembangan produk, mulai dari ideation hingga peluncuran.
Peserta juga akan mempelajari cara berkolaborasi dengan tim lintas fungsi, membuat keputusan berbasis data, serta mengelola proyek dengan ketepatan waktu dan kualitas yang tinggi. Dengan demikian, kurikulum ini memberikan modal penting bagi mereka yang ingin menjadi PM yang kompeten dan siap berkompetisi di industri teknologi.
Selain dari segi kurikulum, salah satu keunggulan utama dari GoTo APM Bootcamp adalah kesempatan unik untuk mendapatkan mentoring langsung dari para ahli di bidangnya masing-masing.
Proses mentoring ini dirancang untuk membantu peserta memahami tantangan yang nyata di industri, serta cara-cara efektif untuk mengatasinya. Mentor akan memberikan insight, feedback, serta arahan yang sangat berharga sehingga membantu peserta untuk lebih percaya diri dan siap menghadapi dinamika pekerjaan di bidang teknologi.
Ini adalah kesempatan luar biasa bagi peserta untuk membangun hubungan dengan praktisi industri serta memperdalam pengetahuan mereka melalui diskusi intensif dan pembelajaran yang bersifat praktis.
Secara keseluruhan, program ini menawarkan kombinasi yang sempurna antara kurikulum berbasis pengalaman praktis dan bimbingan langsung dari para ahli sehingga memastikan peserta siap untuk berperan sebagai product manager di dunia teknologi yang semakin kompetitif.
Apa tantangan perusahaan atau industri yang kalian coba selesaikan dengan mengadakan program APM Bootcamp?
Arum: Industri teknologi adalah salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Sebagai karya anak bangsa yang berkomitmen untuk berjuang demi pertumbuhan Indonesia, GoTo terus berperan aktif dalam mendorong transformasi digital di Tanah Air.
Kami percaya bahwa pemanfaatan teknologi adalah cara efektif untuk menciptakan dampak sosial yang positif. Inilah alasan kami meluncurkan GoTo APM Bootcamp, yakni untuk mengasah talenta digital teknologi lokal, menempatkan mereka di pusat inovasi kami, serta menavigasi implementasi program-program yang dapat meningkatkan kualitas hidup jutaan orang.
Menurut Anda, apa yang membuat APM Bootcamp menjadi salah satu program yang sangat penting dan bermanfaat bagi para calon product manager?
Arum: Yang pasti, program APM Bootcamp menyediakan on-the-job training yang sangat komprehensif dan juga menggunakan kurikulum kelas dunia yang didesain untuk mengembangkan dan mempercepat pertumbuhan dari talenta lokal pada industri teknologi.
Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan memahami lebih jauh bagaimana seorang product manager bekerja maka para peserta akan dihadapkan langsung dengan praktik, yaitu membuat salah satu produk dari Gojek untuk menjadi lebih familier di publik. Program ini juga membuka kesempatan bagi para peserta untuk menjadi bagian dari Grup GoTo.
Apa tolok ukur yang menyatakan program APM Bootcamp ini berhasil?
Renata: Bagi saya, keberhasilan program ini adalah ketika pengalaman yang didapat selama program APM Bootcamp bisa mendukung role mereka sebagai seorang product manager yang berperan dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi banyak orang.
Gojek Kurikulum GoTo APM Bootcamp dirancang berlandaskan pengalaman praktis.yang dirancang oleh para product manager (PM) dengan pengalaman mendalam dan sudah terjun langsung dalam industri teknologi selama bertahun-tahun.Bagaimana kalian memilih 10 orang peserta dari 200 pendaftar yang berasal dari berbagai universitas unggulan di Indonesia? Apa tiga kriteria utama dari peserta terpilih tersebut?
Arum:Pertama, Product Analysis and Critical Thinking. Dalam proses interviu, peserta dihadapkan pada tugas untuk menganalisis sebuah produk teknologi secara singkat. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengevaluasi seberapa dalam peserta memahami sebuah produk.
Kami akan melihat bagaimana mereka dapat membuat penilaian mengenai target segmen pengguna, menganalisis kelebihan dan kekurangan produk, serta mengidentifikasi peluang untuk perbaikan atau pengembangan produk. Skill ini menunjukkan kemampuan peserta dalam berpikir kritis dan melihat produk secara holistik yang penting dalam pengembangan strategi produk yang tepat.
Kedua, Problem-Solving and Strategic Decision Making. Pada tahap ini, peserta diminta untuk menganalisis suatu masalah, melakukan root cause analysis, dan mengidentifikasi area untuk perbaikan. Fokus kami adalah pada kesinambungan antara masalah yang diambil dan solusi yang ditawarkan oleh peserta.
Kami menilai apakah solusi yang diajukan benar-benar efektif dalam menyelesaikan masalah, serta bagaimana peserta menentukan indikator keberhasilan (success metrics). Skill ini penting untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta dalam memecahkan masalah secara strategis dan menentukan langkah yang paling tepat untuk mencapai solusi.
Ketiga, Logical Reasoning and Quantitative Skills. Kemampuan logika dan matematika peserta diuji untuk menilai seberapa kuat keterampilan mereka dalam berpikir secara logis dan kuantitatif.
Kami akan melihat bagaimana mereka menggunakan angka dan logika untuk mengambil keputusan, baik itu dalam konteks analisis data, membuat estimasi, maupun memecahkan masalah yang melibatkan perhitungan kompleks. Skill ini sangat penting dalam pengembangan produk berbasis teknologi yang sering kali membutuhkan kemampuan untuk menganalisis data secara cermat dan logis.
Dari rangkaian kegiatan yang akan diikuti oleh para peserta, apa kegiatan yang menurut kalian paling menarik?
Renata: Kesempatan untuk rotasi ke tim yang berbeda setiap 6 bulan memberikan peserta eksposur yang luas terhadap berbagai pernyataan masalah, mentor, dan tim secara efisien
Apa kualitas atau skill yang membedakan product manager di GoTo dengan di perusahaan lain?
Arum: Melihat skala pengguna yang besar dari produk kami, setiap product manager dituntut untuk mahir dalam menggunakan data kualitatif dan kuantitatif sebagai dasar pengambilan keputusan. Data tersebut menjadi kunci dalam menentukan solusi baru yang akan ditawarkan kepada pengguna dengan analisis mendalam terhadap perilaku, kebutuhan, dan feedback pengguna.
Selain itu, setiap solusi atau fitur yang akan dirilis juga harus melalui tahapan eksperimen. Hal ini penting untuk memastikan bahwa fitur tersebut benar-benar menjawab masalah pengguna dan memberikan dampak yang signifikan sebelum diluncurkan secara penuh. Pendekatan berbasis data dan eksperimen ini membantu kami merancang solusi yang tepat sasaran dan efektif.
Apakah ada saran untuk adik-adik yang ingin berkarier sebagai product manager?
Renata: Ada beberapa buku klasik dalam dunia product management yang bisa dipelajari teman-teman tanpa harus bekerja sebagai product manager terlebih dahulu. Salah satunya adalah buku Cracking the PM Interview: How to Land a Product Manager Job in Technology karya Gayle McDowell dan Jackie Bavaro yang sangat membantu dalam mempersiapkan diri untuk wawancara posisi product manager.
Selain itu, ada pula buku Inspired: How to Create Tech Products Customers Love karya Marty Cagan juga sangat baik dalam menjelaskan beberapa dasar proses menjadi product manager.
Wawancara Eksklusif dengan Product Manager Gojek Arum dan Renata, Kupas Tuntas Potensi Talenta Lokal Indonesia
Peningkatan kualitas talenta yang signifikan di Indonesia juga didukung dengan pertumbuhan ekosistem teknologi. Halaman all [1,852] url asal
#kemendikbud #gojek #training #data-analyst #gotransit #goto
(Kompas.com - Money) 28/10/24 16:30
v/17106601/
KOMPAS.com – Tujuh tahun bukan waktu yang singkat bagi Renata Clara Kumala untuk menggeluti sistem teknologi di Gojek.
Lulusan Bachelor of Commerce dan Master of Finance dari UNSW Business School Australia itu mengawali karier di Gojek sebagai Technical Product Manager, kemudian menjabat sebagai Deputy Head of Business Intelligence, dan Product Management Manager di tim Data Platform.
Selama masa jabatannya, Renata berkontribusi dalam memindahkan data warehouse Gojek ke cloud, mengembangkan produk untuk data governance, termasuk kualitas data dan katalog data, serta perlindungan data dan privasi, memperbarui platform eksperimen Gojek, serta menyusun jalur karier untuk tim Data Analyst dan Data Engineering Gojek.
Dalam dua setengah tahun terakhir, Renata bergabung dengan tim Customer Platform Gojek. Saat ini, Renata menjabat sebagai Group Product Manager dan fokus pada proses pendaftaran pengguna, login, integrasi akun, dan Gojek PLUS.
Keandalan skill Renata berbuah manis. Hal ini terlihat dari peningkatan pendapatan iklan di Gojek Home yang mencapai sepuluh kali lipat dan konversi traffic dari Gojek Home ke halaman produk utama Gojek sebesar 9 persen dibandingkan sebelumnya. Selain itu, ia berhasil mengurangi tiket keluhan pengguna untuk produk yang dikelola timnya lebih dari 30 persen.
Keseriusan menggeluti bidang teknologi juga dialami Arum Kusalawicitra. Lulusan jurusan psikologi ini memulai karier di Gojek sebagai Product/UX Researcher pada 2015.
Berbekal pengalaman dan kemampuannya dalam menelaah kebutuhan target pasar untuk diolah menjadi strategi yang tepat, Arum dipercaya memimpin pengembangan serta strategi berbagai produk baru, seperti GoPoints, GoDeals, GoInstant, GoCorp, dan GoTransit, pada 2018.
Saat ini, Arum menjabat sebagai Group Product Manager Transport dan bertanggung jawab dalam manajemen produk GoTransit dan GoCorp.
Selama 8 tahun pengabdiannya di Gojek Indonesia, Arum secara konsisten terus menunjukkan keahliannya dalam manajemen produk di berbagai sektor.
Keahlian Arum sebagai product manager juga dapat dilihat dari hasil yang positif dalam pengembangan dan pertumbuhan produk. Kontribusinya juga berhasil meningkatkan pendapatan pada beberapa produk dengan inovasinya.
Saat ini, Arum dan Renata aktif menjadi mentor GoTo APM Bootcamp yang merupakan product manager bootcamp pertama di Indonesia dengan pendekatan on-the-job training serta kurikulum berstandar internasional untuk mencetak para pemimpin masa depan bangsa khususnya di bidang teknologi.
Tim Kompas.com berhasil mendapatkan waktu untuk melakukan wawancara eksklusif dengan Arum dan Renata mengenai masa depan industri teknologi dan potensi yang dimiliki oleh talenta digital lokal.
Berikut adalah wawancara lengkapnya.
Menurut Arum dan Renata, bagaimana kualitas talenta Indonesia di bidang teknologi saat ini? Dan, apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas tersebut?
Renata: Kualitas talenta Indonesia di bidang teknologi saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Banyak universitas dan lembaga pendidikan yang mulai menawarkan program-program yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti ilmu komputer dan data science. Selain itu, semakin banyak coding bootcamp dan pelatihan online yang membantu individu mengembangkan keterampilan praktis.
Namun, tantangannya juga masih ada. Salah satunya adalah gap antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan pasar. Banyak lulusan yang belum sepenuhnya siap menghadapi tantangan di dunia kerja, terutama dalam hal keterampilan praktis serta soft skills, seperti komunikasi dan kolaborasi.
Untuk meningkatkan kualitas talenta di bidang teknologi, ada beberapa langkah yang bisa diambil.
Pertama, kolaborasi antara industri dan akademisi. Misalnya, kerja sama untuk menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri atau program magang.
Kedua, pelatihan berkelanjutan lewat kursus online, workshop, dan seminar. Ini membantu mereka tetap up-to-date dengan perkembangan terbaru di bidang teknologi. Di Gojek, kami selalu di-support untuk ambil online courses, khususnya beradaptasi dengan AI tools, seperti Microsoft Copilot.
Ketiga, meningkatkan skill berbahasa Inggris. Ini penting karena hampir semua dokumentasi teknologi ditulis dalam bahasa Inggris. Belajar bahasa Mandarin juga bermanfaat, mengingat banyaknya perusahaan teknologi dari China.
Arum: Menambahkan apa yang Renata sampaikan, peningkatan kualitas talenta yang signifikan di Indonesia juga didukung dengan pertumbuhan ekosistem teknologi. Tumbuhnya startup dan unicorn di Indonesia mendorong talenta teknologi lokal untuk belajar dan berkembang sehingga membutuhkan keterlibatan langsung mereka di perusahaan-perusahaan.
Gojek GoTo APM Bootcamp bisa mendukung role mereka sebagai seorang product manager yang berperan dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi banyak orang.Perusahaan dan lembaga lain telah melakukan program pelatihan teknologi atau program tech talent development sejenis, apa yang membuat APM Bootcamp ini berbeda dengan pelatihan teknologi lain?
Arum: Di GoTo APM Bootcamp, kurikulumnya berlandaskan pengalaman praktis yang dirancang oleh para product manager (PM) dengan pengalaman mendalam dan sudah terjun langsung dalam industri teknologi selama bertahun-tahun. Dengan demikian, kurikulum ini sangat komprehensif dan applicable bagi siapa saja yang ingin mengembangkan karier sebagai product manager.
Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek kunci dalam pengembangan produk, seperti manajemen produk (product management), desain produk (product design), penelitian pengguna (user research), pengembangan teknologi (engineering), pengolahan data (data analytics), serta eksperimen produk (product experimentation). Keenam bidang ini menjadi bekal agar para peserta memahami setiap tahap dalam siklus pengembangan produk, mulai dari ideation hingga peluncuran.
Peserta juga akan mempelajari cara berkolaborasi dengan tim lintas fungsi, membuat keputusan berbasis data, serta mengelola proyek dengan ketepatan waktu dan kualitas yang tinggi. Dengan demikian, kurikulum ini memberikan modal penting bagi mereka yang ingin menjadi PM yang kompeten dan siap berkompetisi di industri teknologi.
Selain dari segi kurikulum, salah satu keunggulan utama dari GoTo APM Bootcamp adalah kesempatan unik untuk mendapatkan mentoring langsung dari para ahli di bidangnya masing-masing.
Proses mentoring ini dirancang untuk membantu peserta memahami tantangan yang nyata di industri, serta cara-cara efektif untuk mengatasinya. Mentor akan memberikan insight, feedback, serta arahan yang sangat berharga sehingga membantu peserta untuk lebih percaya diri dan siap menghadapi dinamika pekerjaan di bidang teknologi.
Ini adalah kesempatan luar biasa bagi peserta untuk membangun hubungan dengan praktisi industri serta memperdalam pengetahuan mereka melalui diskusi intensif dan pembelajaran yang bersifat praktis.
Secara keseluruhan, program ini menawarkan kombinasi yang sempurna antara kurikulum berbasis pengalaman praktis dan bimbingan langsung dari para ahli sehingga memastikan peserta siap untuk berperan sebagai product manager di dunia teknologi yang semakin kompetitif.
Apa tantangan perusahaan atau industri yang kalian coba selesaikan dengan mengadakan program APM Bootcamp?
Arum: Industri teknologi adalah salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Sebagai karya anak bangsa yang berkomitmen untuk berjuang demi pertumbuhan Indonesia, GoTo terus berperan aktif dalam mendorong transformasi digital di Tanah Air.
Kami percaya bahwa pemanfaatan teknologi adalah cara efektif untuk menciptakan dampak sosial yang positif. Inilah alasan kami meluncurkan GoTo APM Bootcamp, yakni untuk mengasah talenta digital teknologi lokal, menempatkan mereka di pusat inovasi kami, serta menavigasi implementasi program-program yang dapat meningkatkan kualitas hidup jutaan orang.
Menurut Anda, apa yang membuat APM Bootcamp menjadi salah satu program yang sangat penting dan bermanfaat bagi para calon product manager?
Arum: Yang pasti, program APM Bootcamp menyediakan on-the-job training yang sangat komprehensif dan juga menggunakan kurikulum kelas dunia yang didesain untuk mengembangkan dan mempercepat pertumbuhan dari talenta lokal pada industri teknologi.
Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan memahami lebih jauh bagaimana seorang product manager bekerja maka para peserta akan dihadapkan langsung dengan praktik, yaitu membuat salah satu produk dari Gojek untuk menjadi lebih familier di publik. Program ini juga membuka kesempatan bagi para peserta untuk menjadi bagian dari Grup GoTo.
Apa tolok ukur yang menyatakan program APM Bootcamp ini berhasil?
Renata: Bagi saya, keberhasilan program ini adalah ketika pengalaman yang didapat selama program APM Bootcamp bisa mendukung role mereka sebagai seorang product manager yang berperan dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi banyak orang.
Gojek Kurikulum GoTo APM Bootcamp dirancang berlandaskan pengalaman praktis.yang dirancang oleh para product manager (PM) dengan pengalaman mendalam dan sudah terjun langsung dalam industri teknologi selama bertahun-tahun.Bagaimana kalian memilih 10 orang peserta dari 200 pendaftar yang berasal dari berbagai universitas unggulan di Indonesia? Apa tiga kriteria utama dari peserta terpilih tersebut?
Arum:Pertama, Product Analysis and Critical Thinking. Dalam proses interviu, peserta dihadapkan pada tugas untuk menganalisis sebuah produk teknologi secara singkat. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengevaluasi seberapa dalam peserta memahami sebuah produk.
Kami akan melihat bagaimana mereka dapat membuat penilaian mengenai target segmen pengguna, menganalisis kelebihan dan kekurangan produk, serta mengidentifikasi peluang untuk perbaikan atau pengembangan produk. Skill ini menunjukkan kemampuan peserta dalam berpikir kritis dan melihat produk secara holistik yang penting dalam pengembangan strategi produk yang tepat.
Kedua, Problem-Solving and Strategic Decision Making. Pada tahap ini, peserta diminta untuk menganalisis suatu masalah, melakukan root cause analysis, dan mengidentifikasi area untuk perbaikan. Fokus kami adalah pada kesinambungan antara masalah yang diambil dan solusi yang ditawarkan oleh peserta.
Kami menilai apakah solusi yang diajukan benar-benar efektif dalam menyelesaikan masalah, serta bagaimana peserta menentukan indikator keberhasilan (success metrics). Skill ini penting untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta dalam memecahkan masalah secara strategis dan menentukan langkah yang paling tepat untuk mencapai solusi.
Ketiga, Logical Reasoning and Quantitative Skills. Kemampuan logika dan matematika peserta diuji untuk menilai seberapa kuat keterampilan mereka dalam berpikir secara logis dan kuantitatif.
Kami akan melihat bagaimana mereka menggunakan angka dan logika untuk mengambil keputusan, baik itu dalam konteks analisis data, membuat estimasi, maupun memecahkan masalah yang melibatkan perhitungan kompleks. Skill ini sangat penting dalam pengembangan produk berbasis teknologi yang sering kali membutuhkan kemampuan untuk menganalisis data secara cermat dan logis.
Dari rangkaian kegiatan yang akan diikuti oleh para peserta, apa kegiatan yang menurut kalian paling menarik?
Renata: Kesempatan untuk rotasi ke tim yang berbeda setiap 6 bulan memberikan peserta eksposur yang luas terhadap berbagai pernyataan masalah, mentor, dan tim secara efisien
Apa kualitas atau skill yang membedakan product manager di GoTo dengan di perusahaan lain?
Arum: Melihat skala pengguna yang besar dari produk kami, setiap product manager dituntut untuk mahir dalam menggunakan data kualitatif dan kuantitatif sebagai dasar pengambilan keputusan. Data tersebut menjadi kunci dalam menentukan solusi baru yang akan ditawarkan kepada pengguna dengan analisis mendalam terhadap perilaku, kebutuhan, dan feedback pengguna.
Selain itu, setiap solusi atau fitur yang akan dirilis juga harus melalui tahapan eksperimen. Hal ini penting untuk memastikan bahwa fitur tersebut benar-benar menjawab masalah pengguna dan memberikan dampak yang signifikan sebelum diluncurkan secara penuh. Pendekatan berbasis data dan eksperimen ini membantu kami merancang solusi yang tepat sasaran dan efektif.
Apakah ada saran untuk adik-adik yang ingin berkarier sebagai product manager?
Renata: Ada beberapa buku klasik dalam dunia product management yang bisa dipelajari teman-teman tanpa harus bekerja sebagai product manager terlebih dahulu. Salah satunya adalah buku Cracking the PM Interview: How to Land a Product Manager Job in Technology karya Gayle McDowell dan Jackie Bavaro yang sangat membantu dalam mempersiapkan diri untuk wawancara posisi product manager.
Selain itu, ada pula buku Inspired: How to Create Tech Products Customers Love karya Marty Cagan juga sangat baik dalam menjelaskan beberapa dasar proses menjadi product manager.