Operasi Zebra Krakatau 2024 dilaksanakan selama 14 hari atau 14-27 Oktober 2024. Ini 9 target sasaran tilang terhadap pelanggar lalu lintas. #publisherstory #lampunggeh [237] url asal
Lampung Geh, Bandar Lampung - Satlantas Polresta Bandar Lampung menyebutkan ada 9 sasaran yang menjadi target selama Operasi Zebra Krakatau tahun 2024, Senin (14/10). Diketahui, Operasi Zebra Krakatau 2024 dilaksanakan selama 14 hari atau 14-27 Oktober 2024. Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Abdul Waras mengatakan tujuan operasi operasi zebra krakatau itu dilakukan untuk mengurangi tingkat kecelakaan dan angka fatalitas. "Seperti diketahui bahwa apabila terjadi kecelakaan apalagi korban meninggal itu efeknya bisa seperti efek domino, mengganggu perekonomian keluarga yang bersangkutan atau terlibat sebagai korban, dari kecelakaan itu, sehingga itu yang menjadi perhatian kita bersama dan stakeholder yang lain," katanya kepada Lampung Geh.
Lanjut Kapolres, operasi Zebra Krakatau 2024 itu mengutamakan kegiatan preemtif dan preventif dengan harapan, timbul kesadaran masyarakat untuk taat terhadap peraturan lalu lintas. "Agar timbul kesadaran dari pribadi masing-masing untuk taat terhadap peraturan lalu lintas, sehingga kita saling bisa menjaga keselamatan masing-masing," ucapnya.
Berikut 9 sasaran yang menjadi target selama Operasi Zebra Krakatau 2024, yakni: 1. Pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara 2. Pengendara yang masih di bawah umur 3. Pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang 4. Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI dan pengemudi atau pengendara ranmor yang tidak menggunakan safety 5. Pengendara dalam pengaruh atau mengkonsumsi alkohol 6. Pengendara yang melawan arus 7. pengemudi atau pengendara yang melebihi batas kecepatan. 8. Kendaraan overloading dan overdimension (ODOL) 9. Kendaraan yang parkir di bahu jalan tol. (Yul/Ansa)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Upaya perbaikan kompetisi sepak bola di Tanah Air terus dilakukan. Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir memastikan tak akan segan menindak tegas apabila ada klub-klub di Liga 2 Indonesia musim 2024/2025 yang 'bermain sabun'.
Liga 2 musim ini akan dibuka pada Sabtu (7/9/2024) dengan derbi Jawa Timur antara tim promosi Persibo Bojonegoro melawan Gresik United di Stadion Letjend Haji Soedirman, Ngroworejo, Bojonegoro. Erick ingin memastikan, pertandingan sepak bola harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan fair play.
"Alhamdulillah Liga 1 sudah berjalan baik. Sudah ada VAR dan training perwasitan, bahkan kemarin wasit asing," kata Erick pada acara jumpa pers Liga 2 musim 2024-2025, di Pegadaian Tower, Jakarta, Selasa (3/9/2024).
"Tentu Liga 2 sekarang berlanjut karena perlu satu-dua tahun untuk menstabilkan Liga 2. Supaya semua dapat menanamkan permainan bersih. Siapa yang 'bermain sabun' di Liga 2 saya sikat," kata Erick menambahkan.
Bermain sabun adalah istilah untuk menggambarkan permainan culas yang telah diatur hasil akhirnya. Salah satu tim akan bermain pura-pura untuk sengaja kalah atau mengalah demi tim lain menang dengan adanya imbalan tertentu.
Liga 2 musim ini akan diikuti 26 tim yang dibagi tiga grup pada babak awal dengan format double round robin atau setiap tim akan bertanding dengan tim lain sebanyak dua kali. Regulasi pemain Liga 2 musim ini akan menggunakan tiga pemain asing, meningkat satu pemain dari musim sebelumnya dan wajib mendaftarkan minimal lima pemain muda dengan ketentuan 90 menit bermain secara bebas.
Erick mengatakan, tindakan tegasnya ini untuk mewujudkan Liga 1 dan Liga 2 menjadi liga profesional yang bersih di mana semua tim yang promosi atau degradasi tanpa ada pengaturan skor. "Sekarang bagaimana kita mendorong Liga 1 dan Liga 2 ini jadi liga profesional. Dan Liga 3 dan Liga 4 itu amatir," ucapnya.
"Ada klub yang naik dengan terhormat dan turun dengan terhormat. Bukan karena atur-aturan skor," lanjutnya.
Selain itu, kata Erick, hal ini juga untuk menjaga citra sponsor, dalam hal ini Pegadaian yang sudah dua kali menjadi sponsor utama kompetisi kasta kedua itu. "Kalau Liga 2 ada hal yang tidak benar, saya yakin Pegadaian pasti ada hitungan secara bisnis, tidak mungkin mau bekerja sama," tegasnya.
"Mudah-mudahan antara Pegadaian dan Liga 2 seperti cinta yang lebih baik, berkepanjangan," ujar Erick.
Kalender yang digunakan Muhammadiyah untuk menentukan awal bulan hijriah itu diberikan saat Al Tayeb berkunjung ke Kantor PP Muhammadiyah Halaman all [456] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah memberikan cendera mata berupa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) kepada Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al Tayeb, Kamis (11/7/2024).
Kalender yang digunakan Muhammadiyah untuk menentukan awal bulan hijriah itu diberikan saat Al Tayeb berkunjung ke Kantor PP Muhammadiyah.
“Kalender hijriah global itu persis seperti kalender masehi umat Islam di berbagai dunia. Tidak akan lagi ada perbedaan-perbedaan tentang kapan mulai hari, tanggal, bulan dan bahkan tahun baru,” ujar ujar Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir di kantor PP Muhammadiyah, Kamis.
Menurut Haedar, pemberian kalender itu hanya sebatas simbolis untuk menunjukkan bahwa Muhammadiyah mendorong persatuan antar umat Islam di dunia.
“Jadi pemberian kalender hijriah itu simbol kami untuk bahwa persatuan umat Islam. Bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia. Itu juga harus ditunjukkan oleh pesan dan pemikiran kami Muhammadiyah,” kata dia.
Haedar mengungkapkan bahwa KHGT adalah hasil dari keputusan bersama dalam pertemuan negara-negara Islam di Turkiye beberapa waktu lalu.
Namun, ia mengakui masih banyak perbedaan pandangan dan juga metode yang digunakan, dalam menentukan awal bulan hijriah.
Dia pun berharap simbolis pemberian kepada Imam Besar Al-Azhar bisa mendorong adanya pembahasan lebih lanjut mengenai penerapan KHGT, bersama seluruh negara di dunia.
“Saya pikir semuanya perlu ketemu, membahas bagaimana pelaksanaan Kongres di Turki itu bisa kita wujudkan. Tapi memang memerlukan kelegaan hati kita semua,” kata Haedar.
Diberitakan sebelumnya, Muhammadiyah resmi meninggalkan kriteria wujudul hilal dan beralih menggunakan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dalam penentuan awal bulan Hijriah.
Kriteria ini berasal dari Muktamar Kalender Islam Global di Turkiye pada 2016 yang menetapkan konsep kalender dengan prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia.
Muhammadiyah memandang perlu adanya unifikasi kalender Hijriah secara internasional. Unifikasi kalender tidak hanya memberikan kepastian dalam pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi acuan dalam berbagai aspek muamalah.
Penggunaan KHGT juga merupakan amanat dari Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar, Sulawesi Selatan pada 2015, dan ke-48 di Surakarta, Jawa Tengah pada 2022.
Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama sampai saat ini masih menggunakan kombinasi metode rukyatul hilal dan hisab dalam menentukan awal bulan hijriah.