Bawang merah lokal di Sumut mengalami kenaikan pekan ini. Rata-rata harga bawang merah dipatok di atas Rp 30 ribuan per kg.
Berdasarkan data Disperindag ESDM Sumut, Senin (3/11/2024), harga bawang merah terendah berada di Kota Sibolga yakni Rp 28 ribu per kg. Selanjutnya ada Kabupaten Dairi dan Kabupaten Deli Serdang yang mematok harga Rp 29 ribu per kg.
Sementara itu, harga bawang merah tertinggi berada di Kabupaten Toba Rp 40 ribu per kg, Kabupaten Tapanuli Utara seharga Rp 35 ribu per kg. Harga di kawasan Toba dan Tapanuli Utara saat ini sudah mendekati ambang Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 41.500 per kg.
"Di awal pekan ini harga bawang merah masih terpantau naik dengan kenaikan harga sebesar 4,1% hari ini jika dibandingkan dengan kemarin. Secara bulanan mengalami kenaikan 16,1% dibandingkan bulan September 2024," ungkap Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag ESDM Sumut Sujatmiko.
Hal serupa juga terjadi untuk komoditi cabai merah keriting yang alami kenaikan pekan ini. Tercatat, harga cabai merah dijual di atas Rp 30 ribuan per kg.
Harga cabai merah tertinggi berada di Kabupaten Nias Barat seharga Rp 50 ribu per kg. Kemudian ada cabai merah Kabupaten Nias Utara seharga Rp 38 ribu per kg, dan Kabupaten Nias Selatan selatan seharga Rp 35 ribu per kg.
Harga cabai merah di beberapa kabupaten ini sudah hampir menyentuh HET cabai merah yang ditetapkan sebesar Rp 55 ribu per kg.
Harga CPO di Sumut naik menjadi Rp 14.004, mempengaruhi harga minyak goreng yang juga meningkat. Minyak curah termahal mencapai Rp 18.833 per liter. [374] url asal
Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumut mencatat kenaikan harga CPO terus menguat hingga pekan ini. Kenaikan harga CPO juga ternyata diikuti dengan harga minyak goreng di Sumut yang perlahan ikut naik.
Berdasarkan data Disbun Sumut, Rabu (23/10/2024) harga CPO periode 23-29 Oktober 2024 mencapai Rp 14.004. Ada kenaikan dibanding periode sebelumnya yang masih seharga Rp 13.861.
Selain CPO, harga tandan buah segar (TBS) sawit saat ini dipatok sebesar Rp 3.364 per kg, ada kenaikan dibanding sebelumnya yang dipatok Rp 3.348 per kg.
Kenaikan harga CPO-TBS sawit yang tinggi juga turut berimbas dengan mahalnya harga minyak goreng di Sumut.
"Harga Minyakita dan Minyak Curah naik 0,2% dan 0,3% jika dibandingkan dengan harga kemarin," ungkap Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag ESDM Sumut Sujatmiko.
Berdasarkan harga Disperindag ESDM Sumut, harga minyak goreng curah termahal berada di Sibolga, Pematang Siantar, dan Tapanuli Selatan sebesar Rp 17 ribu per liter. Harga di daerah ini sudah melewati Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700 per liter.
Sementara itu, harga minyak curah di Sumut termahal saat ini berada di Binjai yang mematok harga RP 18.833 per liter.
Berdasarkan data Simirah (Kemenperin), data minyak goreng curah rakyat yang dikirim produsen hingga saat ini sebanyak 15.606 ton (84,8%) dari total 18.390 ton sesuai kebutuhan Sumut.
Harga cabai merah di Sumut perlahan mulai merangkak naik awal pekan ini. Beberapa daerah sudah mematok harga di atas Rp 30 ribu per kg.
Berdasarkan data Disperindag ESDM Sumut, Senin (21/10/2024), harga cabai merah di Kabupaten Serdang Bedagai sebesar Rp 31 ribu per kg. Harga ini melonjak drastis dibanding pekan lalu yang hanya seharga Rp 21 ribuan per kg.
Kenaikan harga serupa juga terjadi di Kabupaten Deli Serdang yang mematok harga Rp 31.500 per kg, ada kenaikan dibandingkan pekan lalu yang hanya Rp 25 ribuan per kg.
Sementara itu, harga cabai merah termahal berada di Kabupaten Nias Barat seharga Rp 50 ribu per kg, harga ini sama seperti pekan sebelumnya. Selanjutnya Kota Pematang Siantar seharga Rp 42 ribu per kg, dan Tapanuli Utara seharga Rp 41 ribu per kg.
Walau harga cabai merah mengalami lonjakan harga hari ini, namun harga ini masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) seharga Rp 55 ribu per kg.
Tak hanya cabai merah, harga bawang merah terus merangkak naik hingga pekan ini. Terpantau, harga rata-rata bawang merah di Sumut saat ini dipatok seharga Rp 30 ribuan per kg. Harga ini mengalami kenaikan dibanding September 2024 yang sempat mencapai Rp 25 ribuan per kg.
Kemudian, ada harga daging ayam broiler di Sumut yang terus naik selama beberapa pekan terakhir. Terpantau, harga daging ayam di Asahan hari ini sebesar Rp 26 ribu per kg, ada kenaikan Rp 3000 per kg dibanding pekan lalu yang masih seharga Rp 23 ribu per kg.
Kemudian, harga daging ayam broiler di Kabupaten Samosir saat ini mencapai Rp 40 ribu per kg dan Kabupaten Humbang Hasundutan seharga Rp 42 ribu per kg yang kini melampaui HET sebesar Rp 40 ribu per kg.
Trade Connect Summit 2024 yang digagas oleh bankjatim dan berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Export Center Surabaya. [1,027] url asal
Sebagai upaya untuk mendukung UMKM Jawa Timur naik kelas dan merambah pasar luar negeri, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) secara resmi telah menyelenggarakan Trade Connect Summit 2024 pada tanggal 14 Oktober 2024 - 15 Oktober 2024 di Balai Pemuda Surabaya.
Menurut Treasury & Global Services bankjatim Edi Masrianto menjelaskan, Trade Connect Summit 2024 yang digagas oleh bankjatim dan berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Export Center Surabaya ini merupakan salah satu upaya perseroan dalam mengembangkan usaha UMKM dan meningkatkan perekonomian bangsa.
"Kegiatan ini diikuti oleh 41 booth UMKM binaan bankjatim orientasi ekspor. Selain itu, juga ada booth-booth layanan dari instansi terkait kegiatan ekspor seperti Disperindag Jatim, Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Jatim, Dinas Kehutanan Jatim, dan beberapa perangkat daerah lainnya di Jawa Timur," paparnya, dalam keterangan tertulis, Rabu (16/10/2024).
Edi juga berharap melalui kegiatan ini dapat melahirkan eksportir baru dari kalangan UMKM. Sebab, di dalam Trade Connect Summit 2024 akan diberikan edukasi yang komprehensif tentang dunia ekspor serta wadah pemasaran yang efektif.
"Trade Connect Summit 2024 merupakan bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan UMKM dalam memasuki dunia ekspor. Tujuan program ini yaitu agar UMKM mampu mengoptimalkan produk lokal mereka dan bersaing di pasar global," ungkapnya.
Selain itu, banyak kegiatan menarik yang dihadirkan di dalam event ini. Mulai dari exhibition, business matching, hingga business talkshow. Beragam topik menarik juga dibahas dalam business matching dan sekaligus menghadirkan pembicara ekspert di bidangnya. Seperti market review Dubai, sinergitas pemerintah dengan perbankan dalam mendukung ekspor nasional, peran logistic dalam kegiatan ekspor, dan masih banyak lagi.
"Dalam Trade Connect Summit 2024, kami tidak hanya menyelenggarakan pameran atau talkshow saja, tetapi kami juga menghadirkan atase perdagangan atau ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) dan potential buyer beberapa negara. Sehingga pelaku UMKM yang tergabung dalam acara ini juga bisa menggaet konsumen seluas-luasnya untuk kemajuan usahanya," terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, bankjatim juga melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) tentang pembinaan dan pengembangan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor.
"Kami percaya bahwa sinergi antara pemerintah dan bankjatim akan memperkuat ekosistem ekspor Indonesia. Dengan akses pasar global yang lebih luas, maka UMKM binaan bankjatim dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan sekaligus semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam kesepakatan ini, bankjatim akan memberikan akses pembiayaan serta memfasilitasi UKM dalam mengakses pasar global melalui berbagai program pendukung yang ada," papar Edi.
Sementara itu, PJ Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono sangat optimis bankjatim dapat mengantarkan UMKM Jawa Timur naik kelas hingga ke kancah internasional melalui Trade Connect Summit 2024 ini.
"Atas nama Pemprov Jawa Timur, kami menyampaikan apresiasi kepada bankjatim karena sudah menjadi motor penggerak UMKM untuk naik kelas. Jadi namanya juga trade center, kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk mengkoneksikan UMKM dengan dunia internasional dan sekaligus jadi ajang pertemuan antara pelaku usaha dengan mitra buyer dari luar negeri sehingga mereka bisa langsung bertransaksi di business matching ini dengan membawa masing-masing produknya," tambahnya.
Menurut Adhy, peran perbankan apalagi bank daerah sangat penting untuk melatih pelaku UMKM. Terlebih, Jawa Timur mempunyai potensi UMKM dan Sumber Daya Alam (SDA) yang bisa menopang ekspor.
"UMKM perlu peningkatan kapasitas untuk bisa mengakses dan belajar bertransaksi internasional. Kegiatan ini juga sebagai komitmen bankjatim sebagai BUMD yang terus konsisten memberikan kontribusi yang langsung dirasakan masyarakat utamanya bagi UMKM," jelasnya.
Lebih lanjut, Adhy juga yakin bahwa BJTM bisa berperan aktif dalam membantu memberikan pembinaan kepada para UMKM.
"Ini penting karena kontribusi UMKM terhadap PDB Jatim setiap tahun terus alami peningkatan. Tahun 2022 terdapat peningkatan sebesar 0,55 persen dibandingkan tahun 2021, sedangkan tahun 2023 - 2024 ditargetkan kontribusinya bisa mencapai 58,5 - 58,8 persen," ungkapanya.
Sementara untuk negara tujuan utama ekspor Jawa Timur, lanjut Adhy, yakni ada Arab, Tiongkok, Hongkong, Jepang, Taiwan, Italia, Belanda, Singapura dan Malaysia.
"Kita sudah agak kewalahan dengan permintaan booth di luar negeri. Bahkan banyak Indonesia trade center yang meminta Jawa Timur ikut, dan alhamdulillah banyak pengusaha yang berminat, jadi kami memfasilitasi perizinan tersebut," tuturnya.
Selain itu Adhy juga mengungkapkan, salah satu tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha dalam melakukan ekspor adalah akses pembiayaan. Untuk itu, perbankan harus lebih inovatif dalam menyediakan produk yang dapat mempermudah pelaku usaha, khususnya UMKM.
"Kami harap sinergitas antara pemerintah dan perbankan dapat terus dilakukan untuk menjadikan sektor ekspor sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi. Mari kita optimalkan potensi ekspor dengan sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah dan perbankan. Ini penting karena bisa memperkuat posisi Indonesia di pasar global," pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI Muhammad Suaib Sulaiman menyampaikan kegiatan ini adalah upaya pengembangan ekspor nasional.
"Jawa Timur menjadi peluang besar untuk peningkatan ekspor. Lewat kesepakatan yang telah terjalin tadi, kami mengkolaborasikan dua hal. Pertama, kerja sama peningkatan kapasitas pelaku usaha di bidang ekspor. Kedua, pelaksanaan promosi dagang pelaku usaha dalam perluasan pasar ekspor," ungkapnya.
Adapun Kemendag dan bankjatim menyinergikan serta memanfaatkan kemampuan sumber daya dalam melaksanakan pembinaan pelaku UKM berorientasi ekspor.
Dalam implementasinya, kesepakatan kerja sama ini akan mencakup berbagai kegiatan, termasuk melalui penyebarluasan informasi ekspor, penguatan basis data, peningkatan daya saing produk, peningkatan akses pasar, penyediaan infrastruktur bisnis, pemanfaatan para perwakilan perdagangan di luar negeri, dan fasilitasi promosi.
Sebagai informasi, turut hadir juga dalam pembukaan Trade Connect Summit 2024 Direktur IT & Digital bankjatim Zulhelfi Abidin dan Direktur Manajemen Risiko bankjatim Eko Susetyono.
Harga cabai di Sumut terus naik, mencapai Rp 55 ribu per kg di beberapa daerah. Kenaikan disebabkan curah hujan tinggi dan kurang berfungsinya resi gudang. [374] url asal
Harga cabai di Sumut terus merangkak naik hingga saat ini. Beberapa kabupaten/kota kini sudah mematok harga di atas Rp 50 ribu per kg.
Berdasarkan data Disperindag ESDM Sumut, Selasa (20/8/2024), harga cabai merah di Kabupaten Nias Selatan dan Nias Utara dengan harga Rp 55 ribu per kg.
Selain itu, beberapa daerah juga mematok harga cukup tinggi, seperti Kota Gunungsitoli seharga Rp 48 ribu per kg, Kabupaten Labuhanbatu seharga Rp 46 ribu per kg, Kabupaten Asahan Rp 45 ribu per kg.
Kenaikan harga cabai merah ini sudah terjadi sejak bulan Juli dan masih terus naik pada pekan ketiga Agustus ini.
Terkait hal ini, Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag ESDM Sumut Sujatmiko mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi lantaran curah hujan yang cukup tinggi.
"Hujan masih terus berlangsung sehingga beberapa petani cabai di kabupaten tidak memanen komoditi cabai tersebut. kalau panen saat hujan nanti cabai mudah busuk atau berkurang kualitas cabainya," ungkap Sujatmiko, Selasa (20/8/2024).
Sementara itu, Sujatmiko menyayangkan tidak berfungsinya resi gudang turut berdampak dengan kenaikan harga cabai merah yang terjadi saat ini.
"Meskipun naik belum melebihi HET cabai merah, petani tidak memiliki sistem resi gudang, atau tidak memanfaatkan gudang yang ada di kab untuk menjadikan resi gudang yg dapat dibeli oleh perbankan dengan harga hari ini, sehingga ada Buper stock di gudang, tinggal mendistribusikan ke pengecer akhir ,sehingga harga dapat terkendali," pungkasnya.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta para distributor tidak terburu-buru menaikkan harga minyak goreng ... [314] url asal
Diharapkan dia menghabiskan stok lama, sehingga itu jangan dinaikkan harganya dulu.
Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta para distributor tidak terburu-buru menaikkan harga minyak goreng merek Minyakita, menyusul penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru oleh pemerintah.
Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti saat dihubungi di Yogyakarta, Senin, berharap para distributor di provinsi ini dapat menghabiskan stok Minyakita yang harganya masih dibanderol menggunakan HET lama.
"Diharapkan dia menghabiskan stok lama, sehingga itu jangan dinaikkan harganya dulu," kata dia.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menetapkan HET minyak goreng rakyat atau yang dikenal dengan Minyakita sebesar Rp15.700 per liter dari sebelumnya Rp14.000 per liter.
Menurut Syam, pelaku usaha diberikan kesempatan menghabiskan stok Minyakita dengan kemasan yang mencantumkan HET lama paling lambat hingga 90 hari atau sekitar tiga bulan ke depan.
"Karena kan banyak juga yang kemasannya masih Rp14.000 per liter, untuk kemasan yang lama," ujar dia.
Supaya harga jual di tingkat pedagang tidak melambung tinggi pascapemberlakuan HET baru, menurut Syam, pihaknya telah berkoordinasi dengan Perum Bulog DIY untuk memperpendek rantai pasok dari produsen MinyaKita ke provinsi ini.
"Supaya bisa langsung ke D1 (distributor pertama), sehingga bisa menekan harganya. Ini baru terus kami komunikasikan," kata Syam.
Berdasarkan pantauan Disperindag DIY, Syam memastikan harga jual minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di provinsi ini masih stabil atau belum terpengaruh kenaikan HET Minyakita.
"Sampai sekarang masih stabil. Kalau Minyakita naik biasanya minyak goreng premium mesti akan mengikuti," kata dia.
Keputusan pemerintah menaikkan HET Minyakita dari 14.000 per liter menjadi Rp15.700 per liter tercantum dalam Peraturan Menteri Peragangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2024 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat.
Permendag tersebut juga mengatur tentang skema domestic market obligation (DMO) Minyak Goreng Rakyat (MGR) yang dulu berbentuk curah atau kemasan kini diubah menjadi hanya dalam bentuk Minyakita.
Harga bawang merah di Sumut anjlok hingga Rp 20 ribu per kg akibat banjir stok lokal dan impor. Beberapa daerah masih di bawah HET Rp 41.500. [342] url asal
Harga bawang merah di Sumut terus merosot bahkan rata-rata hanya dijual Rp 20 ribuan per kg. Anjloknya harga ini karena banjir stok bawang lokal maupun impor.
Berdasarkan data Disperindag ESDM Sumut, Jumat (16/8/2024) harga bawang termurah berada di Kabupaten Langkat seharga Rp 19 ribuan per kg, Kabupaten Deli Serdang seharga Rp 21 ribu per kg.
Kemudian ada Kota Pematangsiantar, Tapanuli Selatan, dan Binjai sebesar Rp 22 ribu per kg. Selanjutnya ada Kota Medan sebesar Rp 23 ribu per kg.
Sementara itu, beberapa daerah yang mematok harga tertinggi di antaranya ada Kabupaten Nias Barat seharga Rp 38 ribu per kg, Kota Sibolga seharga Rp 32 ribu per kg, dan Kabupaten Tapanuli Utara serta Toba yang mematok seharga Rp 30 ribu per kg.
Walaupun mematok harga termahal, harga bawang merah di Sumut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) seharga Rp 41.500 per kg.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag ESDM Sumut Sujatmiko mengungkapkan bahwa harga bawang merah yang terus merosot ini lantaran pasokan yang melimpah dari sentra produksi.
"Harga bawang masih terus mengalami penurunan harga. Kondisi stok yang banyak masuk baik dari lokal maupun impor menyebabkan penurunan harga komoditi," ucap Sujatmiko.