#30 tag 24jam
Kembali Ditunda, Apa yang Terjadi Jika Opsi Ethereum ETF Disetujui?
SEC kembali tunda keputusan opsi Ethereum ETF. Jika disetujui, apa dampaknya bagi pasar kripto? Simak detailnya di sini. [495] url asal
#eth #ethereum #ethereum-etf #opsi-ethereum-etf
(BlockChain-Media) 10/11/24 10:00
v/17966570/
Berdasarkan tweet dari Presiden ETF Store, Nate Geraci, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) kembali menunda keputusan untuk menyetujui opsi Spot Ethereum ETF. Keputusan ini melibatkan proposal dari beberapa perusahaan investasi terkemuka, termasuk Bitwise, Grayscale dan BlackRock iShares Ethereum Trust (ETHA).
Langkah ini menimbulkan spekulasi yang luas mengenai apakah SEC akan memberikan izin bagi produk investasi berbasis Ethereum ini, yang diyakini dapat membawa dampak signifikan pada pasar kripto.
Dengan penundaan yang terus terjadi, perhatian publik pun kini tertuju pada potensi dampak jika opsi ETF ini benar-benar disetujui.
Mengapa SEC Menunda Keputusan?
Penundaan yang dilakukan SEC untuk menyetujui opsi Ethereum ETF ini disebabkan oleh kebutuhan untuk melakukan analisis yang lebih mendalam dan melibatkan masukan dari publik.
Keputusan SEC untuk membuka periode komentar publik menunjukkan pendekatan hati-hati regulator dalam mengevaluasi produk keuangan baru di sektor kripto.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk tersebut tidak hanya mematuhi peraturan yang ada, tetapi juga melindungi kepentingan investor dan menjaga integritas pasar.
Hal ini menunjukkan bahwa regulator ingin mendengarkan suara publik sebelum mengambil keputusan akhir terkait opsi Ethereum ETF ini.
Potensi Dampak Persetujuan Opsi Ethereum ETF pada Pasar KriptoJika opsi Ethereum ETF disetujui, dampaknya pada pasar kripto diperkirakan akan signifikan. Salah satu dampak utama yang dapat diantisipasi adalah peningkatan likuiditas Ethereum.
Persetujuan ini akan memberikan peluang kepada investor institusi untuk terlibat dalam pasar Ethereum dengan lebih mudah. Dengan meningkatnya partisipasi institusi, harga dan volume perdagangan Ethereum kemungkinan akan meningkat secara signifikan, memberikan stabilitas yang lebih besar pada pasar.
Di samping itu, persetujuan opsi Ethereum ETF dipandang sebagai bentuk legitimasi bagi aset digital di mata investor tradisional.
Melalui produk opsi ETF, Ethereum akan lebih mudah diakses oleh investor yang sebelumnya mungkin enggan untuk masuk ke pasar kripto karena risiko yang dirasa tinggi atau kurangnya regulasi.
Dengan adanya opsi ETF, investor tidak perlu membeli dan menyimpan Ethereum secara langsung, melainkan dapat berinvestasi melalui produk yang diatur dengan lebih ketat.
Mendorong Adopsi Institusional di Pasar KriptoAdopsi produk seperti opsi Ethereum ETF juga berpotensi mendorong institusi keuangan besar untuk lebih terlibat di pasar kripto.
Dengan meningkatnya kepercayaan investor, perusahaan investasi seperti bank, dana pensiun dan hedge fund akan lebih terdorong untuk memasukkan aset digital dalam portofolio mereka.
Langkah ini dapat mendorong adopsi yang lebih luas terhadap aset kripto secara global dan meningkatkan stabilitas dalam jangka panjang.
Selain itu, masuknya investor institusi akan membawa dampak positif pada infrastruktur kripto secara keseluruhan.
Infrastruktur perdagangan yang lebih kuat akan mendukung likuiditas dan stabilitas yang lebih besar, menciptakan ekosistem yang lebih andal untuk seluruh pasar kripto. Dengan demikian, persetujuan ini bukan hanya tentang Ethereum itu sendiri, tetapi juga tentang menguatkan fondasi seluruh pasar kripto.
Tantangan dan Kekhawatiran yang Masih AdaMeskipun ada banyak manfaat yang diantisipasi, beberapa pihak tetap skeptis terhadap persetujuan opsi Ethereum ETF ini.
Beberapa analis berpendapat bahwa masuknya investor institusi melalui produk opsi ETF dapat menyebabkan manipulasi harga yang lebih besar dan volatilitas yang lebih tinggi. Beberapa kekhawatiran juga muncul terkait dengan potensi risiko sistemik, terutama jika harga Ether (ETH) turun secara drastis. [st]
Era Baru Reli Crypto Dimulai, Imbas Kemenangan Trump
Reku berpendapat era baru reli crypto sudah dimulai, imbas kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) pada Rabu. [584] url asal
#bitcoin #btc #crypto #eth #reku #trump
(BlockChain-Media) 06/11/24 22:55
v/17621702/
Reku berpendapat, bahwa era baru reli crypto global sudah dimulai, imbas kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) hari ini, Rabu (6/11/2024).
Hal itu mereka sampaikan kepada Blockchainmedia.id setelah harga Bitcoin (BTC) mencetak rekor baru di kisaran US$75 ribu pada Rabu sebelum tengah hari, lalu menyusul Donald Trump yang resmi lolos sebagai Presiden dan memimpin kembali Negeri Paman Sam itu.
Menurut Reku, dua peristiwa besar itu menegaskan narasi yang berkembang sebelumnya dan menjadi katalis penting reli crypto hari ini dan pada masa mendatang.
“Sentimen positif yang berkembang di pasar di tengah reli crypto saat ini sejalan dengan tren bullish yang telah terlihat sebelumnya. Momentum ini juga bisa menjadi awal dari dimulainya reli utama pada fase bullish kali ini dan berpotensi membawa kenaikan harga yang lebih signifikan bagi Bitcoin dan aset-aset crypto potensial lainnya,” jelas Fahmi Almuttaqin, Crypto Analyst Reku dalam keterangan tertulisnya.

Ia juga melihat tren positif ini dapat semakin berkembang untuk mendorong harga aset-aset crypto di pasar, khususnya Bitcoin.
Meskipun beberapa data menunjukkan telah banyak investor yang mengakumulasi Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir yang menyebabkan kekhawatiran dari beberapa analis bahwa Bitcoin mungkin akan sulit untuk melanjutkan kenaikan, potensi kenaikan lanjutan justru masih terbuka lebar.
“Meningkatnya tren akumulasi Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir mengindikasikan meningkatnya jumlah investor baru yang dapat mengurangi potensi tekanan jual Bitcoin di pasar. Selain itu, potensi kembali diturunkannya suku bunga The Fed juga dapat memicu meningkatnya aliran dana masuk baru di pasar di situasi reli crypto seperti sekarang, melanjutkan tren yang sudah ada saat ini,” tambahnya.
Meningkatnya sentimen positif pada Bitcoin juga berpotensi menciptakan efek domino reli crypto potensial lainnya.
“Ethereum (ETH) misalnya, yang relatif minim naratif dalam beberapa bulan terakhir, mulai kembali diperhatikan oleh investor dengan 21Shares yang menyatakan optimismenya dengan mengibaratkan Ethereum seperti Amazon di tahun 1990, ketika mayoritas investor belum terlalu memahami nilai dan potensi dari inovasi yang dikembangkan,” imbuhnya.
Bitcoin Cetak Rekor Baru US$75 Ribu, Waspada Koreksi di Desember
Reli Crypto Berdampak pada Bullish Pasar Saham ASReli crypto yang terjadi di Bitcoin dan jenis aset kripto lainnya, dinilai berdampak pula pada Sentimen bullish di pasar saham AS.
Fahmi mencontohkan saham Tesla di Frankfurt melonjak lebih dari 14 persen, karena pemegang saham terbesar, Elon Musk, adalah pendukung kuat Trump.
Selain itu agenda Donald Trump terkait tarif perdagangan yang agresif atas impor, terutama dari Tiongkok, serta agenda pemotongan pajak yang pro-bisnis, turut menjadi katalis pendukung terhadap sentimen positif bagi saham Tesla dan saham-saham perusahaan AS secara umum.
“Sentimen keseluruhan Wall Street mencerminkan optimisme bahwa pasar saham AS akan menguat menjelang akhir tahun yang turut didukung oleh kebijakan pelonggaran ekonomi The Fed yang akomodatif dan kondisi fundamental ekonomi AS yang kuat. Perkembangan ini semakin memposisikan nuansa reli crypto dan saham AS sebagai instrumen aset global yang menarik di tengah situasi yang mungkin akan berkembang ke depan dengan kemenangan Donald Trump,” ungkap Fahmi.
Situasi ini tentu dapat dikatakan merupakan salah satu situasi pasar yang paling kondusif dalam sebuah siklus.
“Investor dapat memanfaatkan momentum dengan mulai memanfaatkan reli crypto ini dan saham AS pada portofolio investasinya untuk menangkap peluang pertumbuhan yang ada. Meskipun dinamika masih sangat mungkin terjadi ke depannya yang dapat memberikan tekanan baik bagi aset crypto maupun saham AS, rasio risk/reward yang ada saat ini menurut analisis kami masih sangat menguntungkan investor. Meskipun demikian, masih diperlukan pemantauan lebih lanjut untuk mengantisipasi potensi kenaikan atau penurunan aset crypto maupun saham tertentu, karena meskipun pasar secara umum berada pada kondisi bullish, bukan berarti seluruh aset akan terapresiasi,” tutup Fahmi. [ps]
Harga Ethereum Hari Ini Melonjak, Awal Bull Run?
Harga Ethereum hari ini menunjukkan sinyal positif, namun ancaman koreksi dari pergerakan whale patut diwaspadai. [403] url asal
#ethereum #harga-eth #harga-ethereum #pemilua-as #prediksi-harga-ethereum
(BlockChain-Media) 06/11/24 19:01
v/17605533/
Harga Ethereum hari ini mengalami lonjakan signifikan dengan kenaikan sekitar 7 persen, setelah sebelumnya terlihat lesu. Analis juga memprediksi adanya sinyal bullish, yang menunjukkan potensi harga ETH untuk mencapai level baru yang lebih tinggi. Namun, ancaman koreksi pasar tetap ada, mengingat pergerakan whale yang mulai aktif.
Potensi Kenaikan Harga EthereumMenurut analisis ETH terbaru yang diungkapkan oleh CobraVanguard. Saat ini, Ethereum menunjukkan pola penting yang menjadi indikator utama bull run.
“Ethereum saat ini berada dalam pola ascending triangle, yang berarti harga diperkirakan akan naik,” jelasnya.

Selain itu, pola AB=CD yang terlihat pada grafik menandakan pergerakan harga yang harmonis dan berulang, memberikan konfirmasi lebih lanjut terhadap tren kenaikan ini.
Tak hanya itu, indikator Hidden Bullish Divergence (HD+) pada MACD juga menunjukkan bahwa momentum bullish masih kuat, yang memberikan keyakinan tambahan bagi investor bahwa ETH masih memiliki potensi besar untuk bergerak naik.
Namun, dirinya mengingatkan bahwa harga ETH harus terlebih dahulu berhasil menembus pola ascending triangle sebelum konfirmasi kenaikan harga lanjutan terjadi.
“Kita harus menunggu tembusnya pola triangle dan baru mengambil langkah. Jika triangle tersebut tembus, kita mengharapkan terjadinya ATH baru, namun di tahun depan,” tegasnya.
Pemilu AS Dorong Kenaikan Harga Ethereum Hari IniKenaikan harga Ethereum hari ini juga dipengaruhi oleh perkembangan pemilu AS yang tengah berlangsung. Berdasarkan quick count dari New York Times, Donald Trump sementara ini masih unggul dengan selisih sekitar 3,5 persen.
Pergerakan Whale Pindahkan 82.000 ETH – Amr Taha Jika sejumlah besar coin crypto tersebut mulai dijual secara bersamaan, pasar bisa mengalami koreksi yang signifikan. Oleh karena itu, bagi para investor yang ingin mengambil posisi di ETH, penting untuk tetap waspada terhadap aktivitas whale yang dapat memengaruhi harga secara tiba-tiba.
Tetap Optimis, Tapi Jangan Lengah!Secara keseluruhan, kenaikan harga Ethereum sekitar 7 persen hari ini, setelah sebelumnya terlihat lesu, memberikan sinyal positif dengan potensi kenaikan yang signifikan.
Pola ascending triangle dan indikator teknikal lainnya menunjukkan kemungkinan besar lonjakan harga ETH hari ini adalah titik awal yang penting, terutama dengan pemilu AS yang terlihat memberikan dampak positif pada sentimen pasar.
Namun, di balik optimisme ini, ancaman dari aktivitas whale tetap menjadi risiko yang perlu diperhatikan. Dengan perpindahan 82.000 ETH ke bursa derivatif, potensi koreksi harga juga cukup besar jika whale memutuskan untuk menjualnya.
Oleh karena itu, bagi investor dan trader, penting untuk menjaga keseimbangan antara optimisme terhadap potensi kenaikan yang mulai terlihat pada harga Ethereum hari ini, dan kewaspadaan terhadap kemungkinan koreksi yang bisa terjadi di masa mendatang. [dp]
Negara Bagian AS Ini Berinvestasi pada Ethereum Spot ETF!
Tak disangka, ternyata salah satu negara bagian AS baru saja masuk jajaran pemegang terbesar Ethereum Spot ETF! [341] url asal
#bitcoin-spot-etf #eth #ethereum #ethereum-etf #ethereum-spot-etf
(BlockChain-Media) 05/11/24 13:00
v/17504235/
Ethereum ETF kembali mencuri perhatian setelah negara bagian Michigan tercatat sebagai salah satu dari lima pemegang terbesar dalam produk investasi ini. Mengungkapkan peningkatan minat institusional, laporan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) menunjukkan bahwa dana pensiun Michigan berinvestasi sebesar US$10 juta di Grayscale Ethereum Spot ETF. Meski begitu, harga Ethereum belum menunjukkan kenaikan yang signifikan.
Michigan MasukTop5Holder Ethereum Spot ETF!Sebuah perkembangan besar terjadi dalam dunia investasi institusional ketika negara bagian Michigan mengambil langkah berani untuk mengalokasikan dana pensiun mereka ke Ethereum ETF.
Berdasarkan data terbaru dari laporan Formulir 13F yang diajukan kepada SEC, Michigan kini tercatat sebagai salah satu dari lima pemegang terbesar dalam Grayscale Ethereum Spot ETF dengan memiliki sekitar 460.000 shares pada masing-masing produknya, yang menunjukkan minat signifikan terhadap produk investasi berbasis ETH ini.

“Bukan hanya dana pensiun Michigan membeli Ethereum ETF, tetapi mereka juga membeli lebih banyak daripada Bitcoin Spot ETF, sebesar US$10 juta dibandingkan US$7 juta, meskipun Bitcoin naik tajam dan Ether turun,” ungkapnya di X.
Reaksi dari komunitas kripto pun beragam. Sebagian kalangan melihat langkah ini sebagai tanda positif yang bisa mendukung Ethereum dalam jangka panjang, namun ada pula yang skeptis dan mempertanyakan mengapa Michigan lebih memilih ETH dibandingkan BTC.
Ethereum telah menunjukkan volatilitas harga yang tinggi, tetapi minat institusional yang meningkat seperti ini bisa memberikan sinyal positif bagi ekosistem ETH, meskipun harganya saat ini tetap berada di bawah tekanan.
Minat Meningkat Tapi Harga ETH Tetap LesuMeskipun minat terhadap Ethereum Spot ETF di kalangan institusi besar meningkat, harga ETH saat ini justru kembali mengalami penurunan, turun ke sekitar US$2.400 dalam sepekan terakhir setelah sebelumnya tertahan di level US$2.500.
Pola Repetitif Penurunan Ethereum – Benjamin Cowen Ada kemungkinan besar bahwa pola yang sama akan terulang, dengan satu penurunan lagi sebelum akhir tahun sebelum memasuki fase bullish.
Walaupun tren harga ETH masih menurun, ada optimisme terhadap masa depan Ethereum ETF di kalangan institusional. Langkah berani Michigan ini tidak hanya memberikan dorongan psikologis tetapi juga menandakan adanya minat yang berkelanjutan dari entitas besar terhadap Ethereum meskipun volatilitas harganya masih tinggi. [dp]
Prediksi Breakout Ethereum (ETH) dan Peran Pemilu AS
Prediksi harga Ethereum (ETH) dan dampak pemilu AS bisa jadi penentu breakout. Apa langkah selanjutnya di pasar kripto? [325] url asal
#ethereum #harga-eth #pemilu-as #prediksi-ethereum
(BlockChain-Media) 05/11/24 11:00
v/17500757/
Ethereum (ETH) saat ini menunjukkan tanda-tanda mendekati titik breakout penting dalam pola teknikalnya dan tepat menjelang pemilu AS.
Berdasarkan tweet dari analis kripto ternama Javon Marks, konfirmasi pola bullish dan breakout dapat menjadi indikasi kuat bahwa kenaikan signifikan akan terjadi dalam waktu dekat bagi harga ETH.
Namun, Marks menyebutkan bahwa kenaikan tersebut mungkin hanya permulaan dari potensi yang lebih besar.
Pola Symmetrical Triangle dan Prospek Positif Harga ETHPola symmetrical triangle yang terbentuk dalam beberapa pekan terakhir masih menunjukkan potensi sebagai dasar untuk melanjutkan reli jangka panjang yang telah ditunggu-tunggu oleh para investor.
Breakout dari pola ini sering kali diikuti oleh pergerakan signifikan yang menguntungkan. Analisis teknikal dari Marks pun menunjukkan bahwa ETH memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren kenaikannya jika mampu menembus resistensi kritis yang saat ini dihadapi.
Peningkatan Roadmap Ethereum: Fokus pada Skalabilitas dan DesentralisasiDi sisi lain, Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, sebelumnya telah mengumumkan pembaruan peta jalan atau roadmap Ethereum yang difokuskan pada peningkatan skalabilitas, desentralisasi dan tata kelola jaringan.
Salah satu inisiatif utama adalah fase yang dikenal sebagai The Surge, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas transaksi hingga 100.000 transaksi per detik melalui implementasi rollups, sharding dan solusi layer-2 (L2).
Buterin juga menyoroti pentingnya Distributed Validator Technology (DVT), yang bertujuan mencegah sentralisasi dalam staking. “Teknologi ini krusial untuk menjaga desentralisasi Ethereum dalam jangka panjang,” ujar Buterin dalam salah satu forum diskusi komunitas Ethereum.
Dampak Pemilihan Presiden AS dan Data Ekonomi pada Pasar KriptoSelain perkembangan teknikal dan pembaruan peta jalan Ethereum, pasar kripto global kini menanti hasil pemilihan Presiden AS yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Hasil pemilu ini diharapkan memberikan dampak signifikan pada sentimen investor dan arah pasar.
Selain itu, keputusan suku bunga dan data inflasi terbaru yang akan dirilis beberapa hari ke depan juga dinantikan sebagai faktor penentu pergerakan harga di pasar kripto.
“Investor akan sangat memperhatikan hasil pemilihan dan data ekonomi yang muncul selanjutnya, karena ini dapat mempengaruhi pergerakan pasar secara keseluruhan,” ujar analis keuangan independen, James Carroll. [st]
Miliarder India Ini Pilih Wariskan Mayoritas Harta Rp 1,870 Triliun ke Anjingnya
Industrialis India Ratan Tata, yang meninggal dunia pada usia 86 tahun, mewariskan harta warisan senilai US$ 118 juta ke anjingnya. [326] url asal
#tata-group #ratan-tata #tito-german-shepherd #suhel-seth #konar-subbiah #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #tokoh
(Kontan) 04/11/24 07:59
v/17444824/
Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Industrialis India Ratan Tata, yang meninggal dunia pada usia 86 tahun, mewariskan sebagian besar harta warisannya senilai US$ 118 juta atau setara dengan Rp 1,870 triliun, untuk menyediakan "perawatan tak terbatas" bagi anjing German Shepherd miliknya, Tito.
Mengutip Vnexpress yang melansir Daily Mail, mantan pimpinan Tata Group, yang tidak menikah atau memiliki anak ini hanya mengalokasikan sebagian kecil kekayaannya kepada saudara laki-laki dan saudara tirinya. Sebaliknya, dia lebih memprioritaskan hewan peliharaan kesayangannya.
Surat wasiat Tata mencakup ketentuan yang jelas untuk memastikan kesejahteraan Tito seumur hidup.
Tata, yang dikenal karena kasih sayangnya kepada hewan, sebelumnya telah memperkenalkan kebijakan di kantor pusat Tata Group yang menginstruksikan staf keamanan untuk tidak menolak hewan liar.
Sahabat karibnya, Suhel Seth, mengungkapkan kepada The Times bahwa Tata juga menyisihkan sejumlah uang yang besar untuk kepala pelayan dan asistennya, Konar Subbiah, dan koki pribadinya, Rajan Shaw, yang kini bertanggung jawab atas perawatan Tito.
"Ia telah menyediakan dana yang sangat, sangat besar untuk mereka," kata Seth. "Mereka tidak perlu bekerja lagi dan akan dirawat dengan sangat baik."
Lahir pada tahun 1937 di Bombay (sekarang Mumbai), Tata awalnya bercita-cita menjadi arsitek di AS, tetapi kembali ke India untuk memimpin bisnis keluarganya.
Pada tahun 2022, ia menduduki peringkat ke-421 di antara orang terkaya di India.
Saat ini, Tata Group mengoperasikan hampir 100 perusahaan, termasuk produsen baja swasta terbesar di India dan perusahaan alih daya otomotif dan perangkat lunak besar, yang mempekerjakan lebih dari 350.000 orang di seluruh dunia.
Di India, hewan peliharaan dan karyawan jarang menjadi penerima manfaat yang signifikan dalam surat wasiat, karena kekayaan biasanya tetap berada di tangan keluarga.
Tonton:Bukan Bitcoin! Ini 2 Aset yang Lebih Dilirik Warren Buffett
Namun, Tata bukanlah orang pertama yang membuat pengaturan seperti itu. Sebelumnya pada tahun 2024, seorang wanita di Tiongkok, Liu, mewariskan kekayaannya sebesar 20 juta yuan (US$2,8 juta) kepada hewan peliharaannya dan bukan kepada anak-anaknya.
Performa ETH Disalip SOL, Tapi Pesta Belum Dimulai!
Solana naik 10 persen di Oktober, mengungguli Ethereum. Apakah ini bukti Solana sebagai 'Ethereum killer'? Simak analisisnya! [607] url asal
#eth #eth-vs-sol #ethereum #solana
(BlockChain-Media) 03/11/24 13:00
v/17410024/
Reli selama bulan Oktober telah berhasil mengerek harga Solana (SOL) sebesar 10,06 persen, sementara holder Ethereum (ETH) harus menerima penurunan sebesar -3,32 persen. Namun, apakah kondisi ini akan terus berlanjut dan narasi Solana sebagai “Ethereum killer” bisa bertahan? Simak analisis lengkapnya berikut ini!
OLEH: Muhammad Syafi’i NurullahBlogger dan Pengamat Aset Kripto
Volume DEX ETH vs SOL
Analis menyebut, peningkatan volume perdagangan dalam DEX Solana didorong oleh aktivitas perdagangan memecoin yang melonjak pada bulan Oktober dengan volume tertinggi berasal dari platform seperti Raydium, Orca, dan Lifinity.
Sementara pada DEX Ethereum, volume berhasil tetap tinggi pada platform decentralized finance (DeFi) yang mapan seperti Balancer, Curve, Pendle, dan Ether.fi.
Selain itu, ekosistem Ethereum juga masih mendominasi jika kita mempertimbangkan volume pada Layer 2. Volume DEX pada Arbitrum dan Base jika digabung berkontribusi sebesar 24,34 persen terhadap total volume perdagangan DEX pada akhir bulan Oktober.
Perbedaan sumber volume perdagangan pada kedua jaringan bisa menjadi indikator kestabilan volume dalam jangka panjang. Seperti yang kita ketahui, tren memecoin cenderung terjadi dalam waktu yang singkat dan hanya mewakili sebagian kecil dari ekosistem dApps yang lebih luas.
Staking RewardETH vs SOLKendati ETH menawarkan volume yang lebih stabil di platform DeFi mapan, tidak bisa dipungkiri bahwa jaringan Solana memiliki daya tarik tersendiri dari imbal hasil staking yang mereka tawarkan.
Berdasarkan data Staking Rewards, jaringan Solana berhasil memberikan imbal hasil staking hingga 7,11 persen dalam satu tahun terakhir, sementara Ethereum hanya mampu memberikan 4,12 persen saja.
Imbal Hasil StakingSelain itu, besaran hadiah yang diberikan oleh jaringan Solana dalam satu tahun terakhir juga berhasil menyentuh angka US$4,28 miliar, jauh lebih besar dari Ethereum yang hanya berada di angka US$2,78 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa jaringan Solana lebih pandai dalam menghasilkan pendapatan dibandingkan dengan jaringan Ethereum.
Data dari DefiLlama juga menunjukkan bahwa sepanjang bulan Oktober, total value locked (TVL) di jaringan Solana berhasil meningkat sebesar 12,19 persen sementara pertumbuhan TVL di jaringan ETH berjalan lambat di angka 1,18 persen saja.
Perbedaan ukuran antara TVL Ethereum yang sudah berada di angka US$49,871 miliar pada akhir Oktober dan TVL Solana yang baru berada di angka US$6,273 miliar mungkin bisa menjadi penyebab perbedaan persentase pertumbuhan TVL di kedua jaringan.
Namun, jika ditilik dari besaran dana, Solana tetap memimpin dengan pertumbuhan TVL sebesar US$678 juta sepanjang bulan Oktober, sementara ETH hanya tumbuh sebesar US$582 juta pada periode yang sama.
Kondisi tersebut bisa menjadi indikasi bahwa jaringan Solana masih punya ruang pertumbuhan TVL yang lebih luas di masa depan jika dibandingkan dengan jaringan ETH yang saat ini ukurannya sudah sangat besar.
Pesta Belum DimulaiMeskipun reli Oktober membawa euforia di pasar, pesta sejatinya belum dimulai. Saat ini, Bitcoin masih gagal menembus all-time high (ATH) dan kembali mendekati support level. Ini menandakan bahwa bull market belum sepenuhnya terjadi, dan risiko koreksi masih bisa membayangi pasar ke depannya.
Jika melihat performa harga, ETH yang ditutup pada level US$2.518,61 di akhir Oktober masih berada 38,4 persen di bawah ATH 2024 yang mencapai US$4.093,92. Sementara itu, SOL yang ditutup di US$168,69 pada periode yang sama, hanya terpaut 19,7 persen dari ATH tahun ini di angka US$210,18.
Kondisi kedua jaringan ini memperlihatkan bahwa kenaikan Oktober belum cukup untuk menjadi indikator jelas bagi performa SOL dan ETH di masa mendatang. Narasi Solana sebagai “Ethereum killer” juga masih bisa berubah, mengingat potensi pertumbuhan ETH yang masih kuat.
Selain itu, kenaikan SOL yang sebagian besar didorong oleh tren meme coincrypto serta koreksi yang masih membayangi BTC membuat investor perlu menunggu dan melakukan riset lebih mendalam sebelum memutuskan berinvestasi di kedua aset ini. [dp]
Intip Perubahan Roadmap Token Berdampak pada Fluktuasi Harga Koin atau Token
Dalam dunia kripto roadmap adalah sebuah bagan timeline yang menginformasikan investor tentang pengembangan dan pencapaian proyek berbasis blockchain seperti Ethereum... | Halaman Lengkap [947] url asal
#tokocrypto #bitcoin #teknologi-blockchain #ethereum #sindonews-stories
(SINDOnews Ekbis - Bursa Finansial) 30/10/24 16:04
v/17213440/
JAKARTA - Dalam dunia kripto roadmap adalah sebuah bagan timeline yang menginformasikan investor tentang pengembangan dan pencapaian proyek berbasis blockchain seperti Ethereum dan Binance Coin (BNB). Roadmap ini memberikan arah dan ekspektasi bagi komunitas serta investor mengenai inovasi dan perkembangan di masa depan.Namun perubahan dalam roadmap seringkali memicu fluktuasi harga koin atau token secara signifikan termasuk harga Ethereum yang kerap kali dipengaruhi oleh pembaruan teknologi dan keputusan jaringan. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut apa itu roadmap dan bagaimana perubahan roadmap berdampak pada harga Ethereum serta aset kripto lainnya, simak artikel ini hingga usai!
Apa Itu Roadmap dalam Proyek Kripto?
Roadmap adalah rencana strategis yang disusun oleh tim pengembang untuk menguraikan tujuan jangka pendek dan panjang dari suatu proyek. Pada roadmap biasanya tertera jadwal rilis fitur, pembaruan teknologi, atau integrasi baru. Dengan adanya roadmap komunitas atau investor dapat melihat gambaran perkembangan proyek dan mengevaluasi seberapa serius tim di balik proyek tersebut dalam merealisasikan tujuan yang dijanjikan.
Efek Perubahan Roadmap terhadap Harga Token
Perubahan roadmap baik berupa percepatan maupun penundaan suatu fitur atau pembaruan memiliki pengaruh besar terhadap harga token. Hal ini terjadi karena investor dan pengguna memandang roadmap sebagai indikator keandalan dan potensi proyek di masa depan. Jika roadmap berubah ekspektasi pasar juga turut mengalami penyesuaian dimana sering kali tercermin dalam harga aset tersebut di pasar.
Perubahan Positif dan Pengaruhnya
Ketika perubahan roadmap menunjukkan percepatan pengembangan atau rilis fitur penting lebih awal dari yang dijadwalkan, respons pasar cenderung positif. Sentimen optimisme tersebut mendorong peningkatan permintaan sehingga harga koin atau token melonjak. Sebagai contoh, Ethereum mengalami lonjakan harga ketika mengumumkan percepatan transisi dari mekanisme konsensus Proof of Work (PoW) ke Proof of Stake (PoS).
Pembaharuan ini dikenal sebagai The Merge yang meningkatkan minat investor karena dianggap sebagai langkah penting untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan. Akibatnya harga Ether (ETH) naik signifikan selama periode menjelang pembaruan tersebut.
Penundaan Fitur dan Dampaknya pada Pasar
Sebaliknya ketika roadmap mengumumkan penundaan rilis atau pembatalan fitur yang diharapkan pasar bisa saja merespons negatif. Penundaan seringkali dianggap sebagai tanda ketidakpastian atau masalah internal di dalam tim pengembang. Hal ini dapat mengurangi kepercayaan investor yang mendorong aksi jual sehingga memicu penurunan harga.
Sebagai contoh proyek Ethereum beberapa kali mengalami penundaan dalam meluncurkan pembaruan skala besar seperti Ethereum 2.0. Penundaan ini sempat memicu volatilitas harga ETH terutama di kalangan investor yang menilai ketepatan jadwal sebagai aspek penting dari profesionalitas proyek. Dalam situasi seperti ini harga token cenderung turun karena spekulasi negatif dari pasar.
Kasus BNB dan Perubahan dalam Ekosistemnya
BNB token asli dari Binance Smart Chain (BSC) juga menunjukkan dampak signifikan dari perubahan roadmap pada fluktuasi harga. Binance kerap melakukan pembaruan dan pengembangan ekosistem BSC untuk menjaga relevansi dan daya saingnya.
Salah satu perubahan penting dalam roadmap BNB adalah pengumuman mengenai adopsi Proof of Staked Authority (PoSA) yang menggantikan mekanisme sebelumnya. Perubahan ini diterima baik oleh komunitas karena menawarkan transaksi lebih cepat dengan biaya yang lebih rendah, sehingga memicu kenaikan harga BNB.
Namun di sisi lain perubahan yang mendadak dalam kebijakan pembakaran token (token burn) pernah menimbulkan ketidakpastian di kalangan investor yang menyebabkan fluktuasi harga dalam jangka pendek.
Sentimen Pasar dan Peran Komunikasi Tim Pengembang
Sentimen pasar memainkan peran penting dalam merespons perubahan roadmap. Proyek dengan komunikasi yang terbuka dan transparan cenderung mampu menjaga kepercayaan komunitas meskipun ada perubahan atau penundaan. Tim yang memberikan alasan jelas dan menawarkan solusi alternatif biasanya dapat memitigasi efek negatif pada harga token.
Sebagai contoh ketika tim Ethereum secara transparan mengumumkan tantangan teknis yang menyebabkan penundaan Ethereum 2.0 mereka juga memperkenalkan solusi sementara, seperti rilis pembaruan skala kecil. Langkah ini membantu meredakan kekhawatiran pasar dan mencegah aksi jual yang masif.
Volatilitas dan Kesempatan bagi Investor
Fluktuasi harga yang disebabkan oleh perubahan roadmap sering kali dianggap sebagai peluang oleh investor berpengalaman. Investor yang paham dengan dinamika proyek blockchain dan memiliki akses informasi mendalam dapat memanfaatkan volatilitas ini untuk mendapatkan keuntungan melalui strategi buy the dip. Namun perlu diingat bahwa investasi dalam aset kripto mengandung risiko tinggi, terutama karena volatilitas yang tajam.
Perubahan roadmap memiliki dampak langsung pada harga koin atau token di pasar kripto. Roadmap yang mempercepat rilis fitur atau meningkatkan efisiensi sering kali mendorong sentimen positif, sehingga harga koin cenderung naik. Sebaliknya penundaan atau ketidakpastian dalam implementasi roadmap dapat memicu aksi jual, karena pasar kehilangan kepercayaan terhadap proyek tersebut.
Contoh nyata dapat dilihat pada kasus Ethereum dan BNB. Kedua aset ini mengalami fluktuasi harga yang signifikan berdasarkan perkembangan roadmap mereka. Respons pasar sangat dipengaruhi oleh sentimen komunitas dan seberapa baik tim pengembang berkomunikasi mengenai perubahan dan pembaruan proyek. Oleh sebab itu transparansi dan komunikasi yang jelas dengan komunitas adalah kunci dalam menjaga kepercayaan pasar.
Jika Anda tertarik untuk berinvestasi dalam aset kripto maka memahami roadmap proyek adalah langkah yang harus Anda lewati agar bisa menganalisa komitmen sebuah project. Fluktuasi harga di pasar kripto seringkali menghadirkan peluang dan tantangan bagi investor. Oleh karena itu keputusan investasi yang matang membutuhkan analisis yang mendalam mengenai ekosistem dan potensi jangka panjang koin atau token tersebut.
Misalnya, fitur baru seperti peningkatan skalabilitas atau penambahan fungsionalitas DeFi (Decentralized Finance) dapat mendorong permintaan pasar,sementara keterlambatan atau pembatalan rencana dapat menurunkan harga dengan cepat. Memahami dinamika seperti ini memungkinkan Anda untuk membuat keputusan yang lebih strategis dalam mengelola portofolio aset kripto Anda.
Siap memanfaatkan peluang di pasar kripto? Miliki aset kripto melalui Tokocrypto, platform investasi aset kripto tepercaya di Indonesia. Tokocrypto menawarkan berbagai koin dan token populer seperti Bitcoin, Ethereum, dan BNB dengan fitur trading yang mudah dan aman.
Dengan mengikuti roadmap proyek secara aktif dan memanfaatkan strategi investasi yang tepat, Anda bisa mendapatkan peluang keuntungan maksimal dari fluktuasi pasar. Segera daftar dan mulai investasi di Tokocrypto! Manfaatkan potensi pertumbuhan aset kripto dan pastikan Anda selalu mendapatkan informasi terbaru tentang proyek-proyek favorit Anda.
Sinyal Altseason Kian Menguat, Ini Nasib BTC Berikutnya Menurut Analis
Sinyal altseason semakin kuat, terlihat dari semakin lelahnya Bitcoin mendominasi pasar. Ke mana BTC akan berlabuh usai menyentuh US$70 ribu? [622] url asal
#altcoin #altseason #bitcoin #btc #eth #meme-coin #solana
(BlockChain-Media) 29/10/24 17:53
v/17161341/
Sinyal altseason semakin kuat, terlihat dari semakin lelahnya Bitcoin mendominasi pasar. Ke mana BTC akan berlabuh usai menyentuh US$70 ribu?
Pada Selasa (29/10/2024) dini hari, beberapa hari menjelang hari jadi ke-16 terbitnya whitepaper Bitcoin, BTC berhasil menembus salah satu level psikologisnya, yakni US$70.000. Terpantau sore ini, Bitcoin bertahan di sekitar US$71.000.
“Bitcoin kembali mencuri perhatian setelah melewati harga US$70.000 pada Selasa (29/10/2024) pukul 05.00 WIB, mencapai titik tertinggi sejak Juli lalu. Dalam 24 jam terakhir, BTC mengalami peningkatan sebesar 3,10 persen, dan secara Year to Date (YTD), kenaikannya sekitar 66 persen,” ujar Panji Yudha, Analis Ajaib Kripto, dalam keterangan pada Selasa pagi.
Menurut Panji, momentum penguatan ini muncul di tengah optimisme pasar menjelang pemilu Amerika Serikat pada 5 November yang diperkirakan memengaruhi kebijakan ekonomi AS, termasuk sektor kripto.

Panji berpendapat bahwa penguatan BTC ini juga didukung sentimen “risk-on” di tengah ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed sebesar 25 bps pada FOMC 7 November 2024, yang berpotensi membuka ruang bagi BTC untuk melanjutkan kenaikannya.
“Secara teknikal, BTC berhasil menembus trendline resistance di US$69.000. Jika BTC mampu bertahan di atas support level tersebut, potensi penguatan hingga US$72.000 terbuka, seperti yang pernah tercapai pada 7 Juni 2024,” jelasnya.
Inbas ETF dan Ketertarikan Investor InstitusiDalam beberapa bulan terakhir, produk ETF berbasis kripto, seperti Spot Bitcoin ETF, telah berhasil menarik dana miliaran dolar ke pasar kripto, khususnya setelah beberapa kali penundaan persetujuan awal tahun ini.
“ETF kripto menawarkan akses yang lebih aman bagi investor institusi ke pasar yang selama ini dianggap berisiko tinggi,” tambah Panji.
Hingga saat ini, momentum positif dari ETF terus berlanjut dengan aliran masuk dana hingga US$997 juta dalam periode perdagangan 21-25 Oktober 2024, menurut laporan SoSo Value.
Bitcoin mencapai rekor tertinggi baru di level US$73.737 pada Maret 2024, dua bulan setelah ETF diluncurkan. Namun, tekanan datang pasca ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ketidakpastian terkait suku bunga yang masih tinggi. Namun, keputusan bank sentral untuk menurunkan suku bunga bulan lalu kembali meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko seperti BTC.
“Lingkungan suku bunga rendah mendukung investasi berisiko seperti kripto karena biaya pinjaman yang lebih rendah,” kata Panji. Hal ini pula yang dapat mendorong kenaikan Bitcoin dan altcoin dalam beberapa waktu ke depan.
Sinyal Altseason 2024, Dampak Semakin Lelahnya BTC Mendominasi PasarSelain Bitcoin yang mengalami penguatan, altcoin diperkirakan akan kembali bersinar layaknya altseason pada tahun 2021, saat DeFi dan NFT menjadi fokus pasar. Saat ini, dominasi Bitcoin (BTC.D) di pasar kripto telah mencapai 59,52 persen, mendekati 60 persen, tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Namun, kondisi ini juga memicu spekulasi tentang semakin kuatnya sinyal altseason, di mana altcoin seperti Ethereum dan Solana berpotensi mencatatkan kinerja lebih baik daripada BTC.
“Pola ini sering muncul setelah Bitcoin menyentuh puncaknya, saat investor mulai beralih ke altcoin,” tambah Panji.
Ia menjelaskan bahwa pola teknikal rising wedge dalam BTC.D menandakan kemungkinan koreksi, yang bisa membuka jalan bagi altseason.
“Jika dominasi BTC turun, ini bisa menjadi tanda awal altseason, yang memungkinkan altcoin tumbuh lebih cepat,” ujar Panji.
Beberapa altcoin utama seperti Ethereum, Solana, hingga sektor meme coin bisa menjadi pilihan menarik bagi para trader.
Altseason 2024 Semakin Dekat, Dominasi Bitcoin Diprediksi Melemah
Harga BTC Bersiap Cetak Rekor Tertinggi Baru?Dengan dukungan dari ETF dan peningkatan minat investor institusi, Panji optimis bahwa harga BTC berada di jalur untuk mencatatkan rekor tertinggi baru. Potensi untuk mencapai level rekor tentu ada, terutama jika BTC mampu bertahan di atas level US$70.000.
Namun, investor perlu waspada terhadap kemungkinan koreksi, terutama mengingat ketidakpastian kondisi ekonomi global. Kombinasi antara faktor teknikal dan sentimen pasar menjelang pemilu akan menjadi penentu apakah BTC bisa bertahan atau bahkan mencetak rekor baru dalam waktu dekat. [ps]
Berbagai Peran dan Manfaat KYC dalam Menjaga Trust di Dunia Kripto
Di tengah semakin berkembangnya dunia kripto, keamanan menjadi prioritas utama bagi banyak platform dan pengguna. [610] url asal
#gambas #pelanggaran #pencegahan-penipuan #dunia-kripto #edukasi #implementasi-kyc #penipuan #pencegahan #badan-pengawas-perdagangan-berjangka-komoditi #penerapan-kyc #ilegal #transparansi #ethereum #peran-kyc #iden
(detikFinance - Fintech) 29/10/24 14:00
v/17166283/
Jakarta - Di tengah semakin berkembangnya dunia kripto,keamanan menjadi prioritas utama bagi banyak platform dan pengguna. Salah satu langkah penting untuk menciptakan ekosistem yang lebih aman adalah penerapan Know Your Customer (KYC).
KYC bukan hanya sekadar prosedur sepele,melainkan bagian penting dalam membangun kepercayaan di antara pengguna dan platform kripto. Bagi Anda yang mengikuti perkembanganharga Ethereumatau aset digital lainnya, penting memahami peran KYC dalam menjaga keamanan dan integritas ekosistem kripto.
Apa Itu Know Your Customer (KYC)?
KYC adalah proses verifikasi identitas pengguna yang diterapkan oleh platform bursa kripto tersentralisasi atau lembaga keuangan. Proses ini memastikan bahwa setiap pengguna teridentifikasi dengan jelas sebelum bisa menggunakan layanan.
Identitas pengguna biasanya diverifikasi melalui dokumen resmi, seperti KTP atau SIM, serta bukti alamat tempat tinggal. Dengan KYC,platform dapat menekan risiko keuangan dan memberikan rasa aman kepada seluruh pengguna.
Mengapa KYC Sangat Penting dalam Dunia Kripto?
1. Mencegah Aktivitas Ilegal
Tanpa regulasi yang ketat,aset kripto berisiko digunakan untuk aktivitas kriminal seperti pencucian uang atau perdagangan gelap. KYC memungkinkan platform mengidentifikasi pengguna dan memantau transaksi mencurigakan.
Ini membuat transaksi di dunia kripto lebih transparan dan membantu lembaga hukum jika terjadi pelanggaran.
2. Meningkatkan Kepercayaan Pengguna
Banyak pengguna ragu untuk menggunakan layanan atau berinvestasi di platform yang tidak memiliki sistem keamanan yang jelas. Penerapan KYC membantu membangun kepercayaan karena pengguna tahu bahwa platform tersebut serius dalam menjaga keamanan dan transparansi.
Pengguna cenderung merasa lebih aman saat menggunakan platform yang memastikan bahwa pengguna bertransaksi dengan orang-orang yang telah terverifikasi.
3. Mematuhi Regulasi Pemerintah
Regulasi di berbagai negara semakin ketat terhadapaset kriptodan banyak pemerintahan sebuah negara mewajibkan bursa kripto tersentralisasi untuk menerapkan KYC. Dengan mengikuti regulasi ini,platform kripto dapat beroperasi secara legal dan menghindari sanksi dari otoritas keuangan.
Langkah ini juga berfungsi sebagai bentuk perlindungan bagi platform karena bisa menghindarkan dari kemungkinan diblokir atau ditutup.
4. Perlindungan Terhadap Penipuan
Penipuan menjadi salah satu masalah serius di dunia kripto. KYC membantu platform mendeteksi akun-akun palsu atau aktivitas mencurigakan sehingga dapat melindungi pengguna dari kerugian.
Selain itu, jika terjadi masalah KYC memungkinkan bursa untuk melacak identitas pelaku dengan cepat dan mempercepat proses penyelesaian sengketa.
Tantangan dalam Implementasi KYC
Meski KYC memberikan banyak manfaat penerapannya tidak selalu mudah. Ada beberapa tantangan yang sering dihadapi oleh platform kripto seperti:
- Kekhawatiran Privasi
Platform harus memastikan keamanan data dengan teknologi enkripsi dengan standar perlindungan privasi tinggi.
- Proses Verifikasi Lambat
Beberapa pengguna merasa terganggu dengan proses verifikasi yang memakan waktu terutama saat traffic pendaftaran tinggi.
- Biaya Operasional
Implementasi KYC membutuhkan investasi dalam teknologi dan sumber daya manusia sehingga menjadi tantangan bagi platform kecil.
Di Indonesia, Tokocrypto adalah salah satu bursa kripto yang menerapkan KYC secara ketat untuk memastikan keamanan dan transparansi. Tokocrypto mewajibkan setiap pengguna untuk melalui proses verifikasi identitas sebelum dapat melakukan transaksi di platformnya.
Langkah ini tidak hanya mendukung pencegahan penipuan tetapi juga membantu Tokocrypto mematuhi regulasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Selain verifikasi yang ketat,Tokocrypto juga menawarkan edukasi kepada penggunanya tentang pentingnya keamanan data. Dengan demikian, pengguna lebih paham mengapa proses KYC diperlukan dan merasa nyaman saat menyerahkan data pribadi.
Langkah tersebut membantu meningkatkan kepuasan pengguna, terutama bagi pengguna yang baru pertama kali masuk ke dunia kripto. Tokocrypto juga aktif melakukan pembaruan sistem untuk menjaga efisiensi proses KYC agar pengguna tidak mengalami kendala dalam mengakses layanan platform.
Penerapan KYC di dunia kripto adalah langkah penting dalam menciptakan ekosistem yang aman dan terpercaya. Selain mencegah aktivitas ilegal dan penipuan KYC juga membangun kepercayaan di antara pengguna dan membantu platform mematuhi regulasi.
Memahami dan mengikuti proses KYC adalah langkah bijak bagi siapa pun yang ingin terlibat lebih dalam dalam dunia kripto karena bisa melindungi diri dari risiko yang tidak diinginkan.
Lihat Video: Crypto in 2023, is it still worth it?
Ethereum Genting di Situasi ‘Slow Bleed’, Ini Kata Analis 10x Research
Ethereum (ETH) disebut dalam posisi genting, imbas lebih menariknya yield Treasury AS dan berkurangnya minat terhadap ekosistemnya. [396] url asal
#altcoin #analisis-teknikal #eth #ether #ethereum #kripto #tradfi
(BlockChain-Media) 28/10/24 21:30
v/17124373/
Ethereum (ETH) disebut analis berada dalam posisi genting “slow bleed“, dihadapkan dengan tekanan dari yield Treasury AS yang lebih tinggi dan berkurangnya minat investor terhadap ekosistemnya.
Analis di 10x Research, Markus Thielen, dalam laporan terbaru menyatakan bahwa Ethereum kini berpotensi kehilangan momentum, bahkan menghadapi tantangan serius untuk kembali mencatatkan performa terbaiknya seperti pada periode bullish sebelumnya.
Menurut Thielen, ada beberapa faktor kunci yang mempengaruhi penurunan daya tarik Ethereum di mata investor, termasuk dampak dari kenaikan suku bunga di sektor keuangan tradisional (TradFi) dan tren bear market yang mengisyaratkan tekanan berkelanjutan terhadap harga ETH. “Ethereum memerlukan lebih dari sekadar reli jangka pendek; perlu ada inovasi besar untuk mempertahankan relevansinya di pasar yang semakin kompetitif,” ungkap Thielen dalam analisisnya, Minggu (27/10/2024).
Analisis Teknikal: Rata-Rata Pergerakan 21-Minggu dan Sentimen BearishSalah satu indikator utama yang disebutkan Thielen adalah Moving Average 21-minggu (21-week moving average), yang dianggap sebagai penanda utama arah tren. Saat ini, ETH diperdagangkan di bawah garis rata-rata ini, yang terletak di kisaran US$2.736, mengindikasikan sentimen bearish di pasar. Ketika sebuah aset berada di bawah garis rata-rata pergerakan ini, investor cenderung menganggap bahwa tren jangka pendek lebih berisiko dan berpotensi menurun.

“Rata-rata pergerakan 21-minggu menjadi tolok ukur penting dalam melihat arah pasar. Di bawah level ini, pasar menunjukkan kecenderungan bearish. Untuk beralih ke kondisi yang lebih bullish, altcoinETH harus diperdagangkan secara konsisten di atas rata-rata tersebut,” jelas Thielen. Pada grafik tertera harga Ethereum kini berada di kisaran di bawah tren 21 minggu itu, yakni US$2.736.
Rasio ETH/BTC jatuh di bawah 0,037 pada 25 Oktober 2024.Rasio ETH/BTC adalah perbandingan nilai antara Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC), dua cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Rasio ini menunjukkan seberapa banyak Bitcoin yang diperlukan untuk membeli satu Ethereum, atau sebaliknya, seberapa banyak Ethereum yang dapat diperoleh dengan satu Bitcoin.
Rasio ini penting dalam analisis pasar cryptocurrency karena membantu investor dan trader untuk memahami dinamika harga antara dua aset digital ini.
Pergerakan rasio ETH/BTC dapat memberikan wawasan tentang kekuatan relatif Ethereum dibandingkan Bitcoin. Misalnya, jika rasio ini meningkat, itu berarti ETH menjadi lebih kuat atau lebih mahal dibandingkan BTC, sedangkan penurunan rasio menunjukkan bahwa ETH melemah relatif terhadap BTC.
Penurunan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi Ethereum dalam menjaga nilai dan posisinya di pasar cryptocurrency, terutama di tengah aksi jual yang dilakukan oleh Ethereum Foundation. [ps]
Mengapa Ethereum Akan Selalu Unggul Dibanding Solana? Temukan Alasannya
Ethereum dinilai lebih unggul dibanding Solana sebagai tulang punggung sistem keuangan global. Simak alasan lengkapnya di sini. [540] url asal
#ethereum #ethereum-solana #solana
(BlockChain-Media) 28/10/24 10:30
v/17097470/
Dalam beberapa tahun terakhir, Ethereum telah membuktikan dirinya sebagai fondasi dari sistem keuangan global baru, yang ditandai dengan kehadiran aplikasi layer-1 (L1) dan layer-2 (L2).
Ryan Berckmans, seorang anggota terkemuka dari komunitas Ethereum, menekankan bahwa Ethereum telah bertransformasi menjadi tulang punggung dari sistem keuangan yang didukung oleh L2 dan aplikasi L1.
Menurut Berckmans, tidak ada blockchain lain yang akan mendekati posisi Ethereum sebagai tulang punggung global.
Mengapa Solana Tidak Akan Menjadi Tulang Punggung Sistem KeuanganSolana, yang juga merupakan blockchain popular, belakangan ini mulai menunjukkan minat untuk mengadopsi strategi yang sama seperti Ethereum. Namun, Berckmans memberikan lima alasan mengapa Solana tidak akan pernah menjadi tulang punggung global.

Salah satu alasannya adalah Solana tidak cukup terdesentralisasi untuk menarik modal skala besar. Kecepatan dan biaya rendah yang ditawarkan oleh Solana juga dinilai tidak akan cukup untuk memenuhi permintaan global yang terus meningkat.
Solana juga dikenal dengan pendekatannya yang monolitik di awal kemunculannya. Mereka berusaha menjadi blockchain tunggal yang sangat cepat dan murah sehingga seluruh dunia akan menggunakan jaringan mereka. Namun, menurut Berckmans, pendekatan ini menjadi kelemahan.
“Tidak ada monolit yang dapat melayani seluruh dunia,” kata Berckmans.
Oleh karena itu, Solana kemudian mulai beralih ke penggunaan istilah integrasi dalam strategi pemasaran mereka.
Bandwidth Tinggi: Masalah Lain bagi SolanaSelain masalah desentralisasi, Solana memiliki persyaratan bandwidth yang sangat tinggi. Mereka merekomendasikan penggunaan bandwidth 10 Gbps untuk jaringan validator mereka, yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan persyaratan Ethereum.
Menurut Berckmans, hal ini menambah risiko sentralisasi dan menghambat penyebaran Solana secara global. Blockchain yang ingin menjadi tulang punggung global harus dapat berjalan di berbagai tempat, termasuk di luar pusat data yang mudah diserang.
Bandwidth tinggi Solana ini tidak mudah diperoleh di banyak wilayah, terutama di luar pusat data besar.
Selain itu, Berckmans juga mencatat bahwa risiko Solana mengalami gangguan di masa depan sangat tinggi.
Dalam beberapa kesempatan, jaringan Solana mengalami penghentian operasional, sementara Ethereum memiliki mekanisme fallback di level protokol yang memungkinkannya terus menghasilkan blok meskipun terjadi masalah finalisasi.
Salah satu poin yang paling mencolok yang disebutkan oleh Berckmans adalah masalah ekonomi Solana yang sangat terpusat. Hanya sekitar 2 persen dari total koin Solana (SOL) yang dijual ke publik dalam Initial Coin Offering (ICO), sementara sisanya dipegang oleh para insider.
Di sisi lain, Ethereum menjual sekitar 80 persen token ETH secara publik dan menggunakan sistem Proof of Work (PoW) dengan inflasi tinggi selama tujuh tahun, yang mendistribusikan ETH secara luas.
“Ethereum memberikan kesempatan kepada banyak pihak untuk mendapatkan bagian mereka, berbeda dengan Solana yang sangat terpusat,” tambahnya.
Masa Depan Blockchain Ethereum dan L2Menurut Berckmans, strategi blockchain Ethereum yang berfokus pada L2 adalah langkah jenius yang semakin diakui banyak pihak sebagai pendekatan terbaik.
Dunia membutuhkan ribuan, bahkan puluhan ribu jaringan baru, dan L2 adalah solusi yang jauh lebih baik daripada L1 alternatif seperti Solana. Karena alasan ini, Solana tidak bisa bersaing sebagai tulang punggung global bagi L2.
Berckmans juga menunjukkan bahwa zk-proof, teknologi yang digunakan Ethereum untuk aggregasi L2, memungkinkan Ethereum untuk tetap menjadi tulang punggung tanpa harus mengorbankan desentralisasi.
Sebaliknya, Solana yang mengkhususkan diri dalam eksekusi L1 menjadi kurang relevan dalam konteks ini.
Ethereum telah berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin dalam dunia blockchain, tidak hanya karena teknologi yang dimilikinya, tetapi juga karena pendekatan strategis yang tepat dalam menghadapi kebutuhan global akan desentralisasi dan kecepatan. [st]