Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, membahas kemungkinan perubahan skema subsidi BBM dan listrik menjadi bantuan langsung tunai. Subsidi LPG tetap tidak berubah. [258] url asal
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, buka-bukaan soal nasib subsidi BBM dan listrik di era Presiden Prabowo Subianto. Dia mengakui subsidi BBM dan listrik ada kemungkinan skemanya diubah jadi bantuan langsung tunai (BLT).
Mulanya Bahlil menegaskan subsidi LPG tidak akan diubah skemanya seperti sekarang. Nah untuk subsidi listrik dan BBM sejauh ini pihaknya masih melakukan pengkajian mendalam skema subsidi baru yang akan diterapkan.
"Untuk subsidi listrik, untuk subsidi listrik sama BBM, kami masih melakukan exercise secara mendalam karena kita harus hati-hati, karena kita harus menunggu laporan dari teman-teman dari Pertamina, BPH Migas, dan PLN secara mendalam," ungkap Bahlil di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (4/11/2024).
"Kalau sudah selesai dalam waktu tidak lama, satu minggu dari sekarang, itu sudah ada formulasinya yang tepat untuk kami laporan kepada Bapak Presiden," sebutnya menambahkan.
Ketika ditanya soal kemungkinan skema subsidi diubah jadi BLT, Bahlil pun membenarkan. Opsi yang dibahas memang mengerucut ke kebijakan tersebut.
"BLT-nya salah satu opsi dan akan diputuskan nanti pada hari yang tepat. Dan opsinya saya pikir lebih mengerucut ke sana," ungkap Bahlil.
Dia juga bilang nantinya subsidi akan ada yang berbentuk tunai dan juga barang untuk komoditas BBM dan listrik.
"Jadi subsidi tetap ada, cuma ada yang berbentuk cash dan ada yang berbentuk barang," kata Bahlil.
Soal apakah harga BBM subsidi akan dinaikkan sesuai harga pasar setelah subsidi baru ditetapkan, Bahlil tak mau menjawab dengan pasti. Semua kebijakan masih dikaji.
"Kita lagi mengkaji opsinya semuanya ya. Nanti kalau sudah dapat opsinya, baru kita umumkan. Karena ini kita harus hati-hati," pungkas Bahlil.
KONTAN.CO.ID -JAKARTA - Angkatan Laut Indonesia dan Rusia memulai latihan militer gabungan pertama mereka di Laut Jawa pada hari Senin (4/11), kata Angkatan Laut Indonesia. Menurut para analis kegiatan ini menunjukkan kesediaan negara Asia Tenggara itu untuk berteman dengan negara mana pun.
Latihan gabungan itu dilakukan setelah Presiden Indonesia yang baru dilantik, Prabowo Subianto, menjanjikan hubungan yang lebih erat dengan Rusia di bidang pertahanan, dalam upayanya untuk menjalin hubungan dengan negara mana pun sebagai bagian dari kebijakan luar negeri non-blok yang telah lama dianut negaranya.
Latihan itu akan berlangsung di Laut Jawa dekat kota Surabaya, Indonesia, di sebelah timur ibu kota Jakarta, dari tanggal 4 hingga 8 November setelah empat kapal perang Rusia tiba di lokasi pada hari Minggu, kata juru bicara Angkatan Laut I Made Wira Hady Arsanta Wardhana pada hari Senin.
"Latihan gabungan ini merupakan aktualisasi dari kemitraan internasional antara angkatan laut Indonesia dan Rusia yang selama ini berjalan baik," kata Wardhana dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang apa saja yang termasuk dalam latihan tersebut.
Pernyataan tersebut mengutip pernyataan dari perwakilan delegasi Rusia yang mengatakan bahwa latihan tersebut dirancang agar kedua angkatan laut dapat saling bertukar pengetahuan.
Kedutaan Besar Rusia di Jakarta tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Sergey Tolchenov, duta besar Rusia untuk Indonesia, mengatakan bulan lalu dalam sebuah wawancara dengan kantor berita negara Rusia TASS bahwa latihan tersebut merupakan "latihan angkatan laut skala besar pertama Rusia dan Indonesia".
Para analis mengatakan latihan tersebut menandakan keinginan Indonesia yang lebih aktif untuk berteman dengan negara mana pun.
"Ini dapat berarti bahwa Indonesia ingin bekerja sama dengan semua orang," kata Yohanes Sulaiman, seorang profesor hubungan internasional, seraya menambahkan masih ada pertanyaan seputar strategi besar Prabowo dalam kebijakan luar negeri dan bahwa latihan tersebut mungkin merupakan cara Rusia untuk menunjukkan bahwa mereka masih memiliki teman.
Prabowo menyebut Rusia sebagai "sahabat karibnya" ketika ia pergi ke Moskow pada bulan Juli.
Indonesia telah menggelar latihan militer dengan negara lain. Indonesia telah menggelar latihan tahunan "Super Garuda Shield" dengan Amerika Serikat sejak 2006 dan edisi 2024 melibatkan lebih dari 4.500 personel dan berlangsung selama dua minggu.