IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif menjelang Pilpres AS. Tak hanya kepastian politik di Amerika Serikat, investor juga menanti pengumuman suku bunga The Fed. [90] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Pergerakan IHSG diperkirakan fluktuatif menjelang pelaksanaan Pilpres AS. Tak hanya itu, investor juga cenderung wait and see menyusul keputusan suku bunga The Fed.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup turun 25,75 poin atau 0,34% ke level 7.479,50 pada akhir perdagangan Senin (4/11/2024). Indeks sempat menyentuh posisi tertinggi 7.529,70 di sepanjang sesi perdagangan dan terendah di 7.415,80. Sebanyak 169 saham ditutup di zona hijau, 444 saham di zona merah dan 173 saham tak beranjak dari posisi sebelumnya.
IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi jelang pelantikan Presiden Prabowo Subianto pada akhir pekan ini. Saham properti direkomendasikan analis untuk dicermati. [72] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak konsolidasi cenderung menguat di pekan jelang pelantikan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Selain faktor politik domestik, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh putaran arus modal asing di pasar saham.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup naik sebesar 40,52 poin atau 0,54% menuju posisi 7.520,60. Selama sepekan, IHSG terangkat 0,33%. Adapun kapitalisasi pasar IHSG sebesar Rp12.567,94 triliun.
Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ini terus konsolidasi setelah menyentuh all time high (ATH) pada Kamis pekan lalu menembus level 7.900. Konsolidasi itu tak terlepas dari volatilitas saham big caps yang dibayangi aksi profit taking karena sudah naik cukup tinggi.
Pada perdagangan kemarin, Rabu (25/9/2024), IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.740,9. IHSG merosot 1,13% dalam sepekan, tetapi masih terapresiasi 6,44% secara year-to-date.
Pelemahan IHSG pada perdagangan kemarin terimbas oleh penurunan signifikan saham-saham big caps. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 3,62%, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) -3,03%, disusul PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) merosot 3,46%, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) -3,45%, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) terkoreksi 2,4%. Lima saham itu merupakan top laggards IHSG pada perdagangan kemarin.
Adapun sepekan terakhir, saham BREN sudah anjlok 34,97%, disusul BBCA -0,47%, dan AMMN turun 1,93%.
Koreksi harga sahambig caps itu dinilai sebagai aksi profit taking setelah menyentuh rekor tertinggi. Saham BBCA, misalnya, mengukir ATH di level Rp10.950 pada penutupan perdagangan 23 September 2024. Selain itu, saham AMRT sentuh rekor penutupan tertinggi Rp3.300 pada 24 September 2024 dan saham BMRI ukir ATH di level Rp7.450 pada 23 September 2024.
Hal itu sejalan dengan pernyataan perbankan investasi asal Amerika Serikat (AS), J.P. Morgan yang menyarankan agar investor mengamankan beberapa keuntungan setelah terjadi reli di pasar saham Indonesia baru-baru ini.
Selanjutnya, JP Morgan merekomendasikan agar investor lebih banyak fokus kepada saham-saham berkualitas karena faktor risiko politik dapat memicu volatilitas pasar.
“Pengumuman kabinet baru setelah inagurasi Presiden terpilih Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2024 dan pemilu di AS pada November 2024 kemungkinan akan menciptakan downside risk,” tulis Analis J.P. Morgan Henry Wibowo dalam laporan dikutip dari Bloomberg, dikutip Kamis (25/9/2024).
Kendati demikian, JP Morgan masih memiliki pandangan positif untuk prospek pasar saham Indonesia dalam jangka panjang. Mereka merekomendasikan untuk lebih fokus kepada nama-nama emiten berkualitas dengan revisi laba bersih positif.
“Kami meyakini pemerintahan yang baru akan memiliki fokus lebih besar untuk meningkatkan sumber daya manusia dan kesejahteraan sosial,” jelasnya.
Adapun, JP Morgan mengurangi jumlah saham pilihan atau stock picks dari sebelumnya 10 menjadi 5. Emiten yang masuk daftar tersebut yakni BBCA, UNTR, MAPI, GOTO, dan CTRA.
Terpisah, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Martha Christina mengatakan jelang pelantikan Presiden RI terpilih, pasar akan mencermati sejumlah sentimen.
"Pasar mungkin akan mencerna nama-nama menteri, gosip-gosipnya seperti apa," katanya setelah acara Konferensi Pers Peluncuran RDN bersama Bank DBS Indonesia dan Mirae Asset pada Selasa (24/9/2024).
Menavigasi Volatilitas Pasar Saham
Pada saat kondisi jelang pelantikan, menurutnya IHSG akan sedikit lebih volatile mencermati nama-nama menteri dalam kabinet Prabowo. Namun, setelah nama keluar, pasar menurutnya akan lebih tenang.
Dia memproyeksikan investor asing pun akan menilai positif pasar saham Indonesia jelang pelantikan Presiden RI terpilih. Sebab, transisi pemerintahan sudah disiapkan.
Sebelumnya, Associate Director Pilarmas Investindo Maximilianus Nicodemus mengatakan stabilitas politik dalam negeri akan menjadi pendorong IHSG pada Oktober 2024. Adapun, di antara penentu stabilitas politik adalah momen pelantikan Presiden RI terpilih serta pemilihan jajaran kabinet.
"Ini [stabilitas politik] yang akan mendorong pasar mengalami kenaikkan kembali," kata Nico kepada Bisnis pada Jumat (20/9/2024).
Menurutnya, IHSG berpotensi naik dengan tingkat probabilitas 55% jelang pelantikan Presiden RI terpilih hingga akhir tahun ini.
"Kami melihat IHSG hingga akhir tahun dapat bermain di level 7.920 – 8.080," tutur Nico.
Adapun, seiring dengan momentum pelantikan Presiden RI terpilih pada 20 Oktober 2024 nanti, sejumlah sektor yang diproyeksikan merasakan sengatan paling besar di antaranya sektor keuangan, consumer non-cyclical, properti, teknologi, otomotif, hingga ritel.
Dari dalam negeri, Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menyampaikan pasar mengantisipasi realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III/2024 pada pekan pertama Oktober 2024.
Selanjutnya, pasar mengantisipasi kinerja keuangan kuartal III/2024 dari emiten di BEI, serta pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Gibran pada 20 Oktober 2024.
"Hal-hal tersebut dapat menjadi key factors terhadap potensi bullish continuation pada IHSG pada Oktober 2024," tambahnya.
Terpisah, Head of Equity Research and Strategy Mandiri Sekuritas Adrian Joezer menuturkan penurunan suku bunga The Fed membuka ruang pemangkasan suku bunga acuan BI lebih lanjut, sehingga IHSG berpeluang mencapai level 8.000 hingga akhir tahun.
“Melihat pelonggaran kebijakan moneter dan fiskal, penguatan nilai tukar rupiah, disertai dengan masih menariknya valuasi pasar saham, kami melihat peluang yang lebih tinggi bagi IHSG untuk mencapai skenario bull-case kami di 8.000 pada akhir tahun ini,” ucapnya.
Menurutnya, sektor yang cukup sensitif terhadap penurunan suku bunga dan penguatan nilai tukar rupiah, seperti keuangan, consumer staples, properti, serta saham-saham berkapitalisasi kecil dan menengah tetap menjadi pilihan Mandiri Sekuritas.
Senada, Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati juga memperkirakan IHSG diproyeksikan mampu menembus level 8.000 pada akhir tahun ini.
“Ada beberapa faktor yang mendukung, salah satunya adalah tren penurunan suku bunga acuan The Fed,” jelasnya.
Penurunan suku bunga The Fed, yang diperkirakan mendekati 100% kemungkinan terjadi minggu ini, diyakini akan diikuti oleh Bank Indonesia, yang turut menurunkan suku bunganya. Hal ini memberikan dorongan positif terhadap saham-saham sektor perbankan, properti, dan otomotif.
“Penurunan suku bunga acuan akan berdampak positif pada sektor perbankan, properti, dan otomotif. Dengan suku bunga yang lebih rendah, kredit pemilikan rumah [KPR] dan kredit kendaraan akan lebih terjangkau, meningkatkan permintaan,” paparnya.
Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah akibat penurunan suku bunga acuan juga akan memberikan sentimen positif bagi sektor kesehatan.
Stabilitas politik juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi pergerakan IHSG. Menurut Ike, momen-momen politik seperti pelantikan Presiden RI terpilih pada bulan depan dan pemilihan kepala daerah turut berperan dalam menjaga stabilitas pasar.
"Target bullish IHSG adalah level 8.000, tetapi faktor politik masih harus diwaspadai meskipun sejauh ini stabil," ujarnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Mirae Asset Sekuritas memproyeksikan laju IHSG akan fluktuatif pada jelang pelantikan dan pengumuman kabinet Prabowo Subianto Oktober nanti. [385] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto akan dilantik kurang dari sebulan lagi atau tepat pada 20 Oktober 2024. Jelang pelantikan, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan fluktuatif dipengaruhi sejumlah sentimen.
Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Martha Christina mengatakan jelang pelantikan Presiden RI terpilih, pasar akan mencermati sejumlah sentimen. "Pasar mungkin akan mencerna nama-nama menteri, gosip-gosipnya seperti apa," katanya setelah acara Konferensi Pers Peluncuran RDN bersama Bank DBS Indonesia dan Mirae Asset pada Selasa (24/9/2024).
Pada saat kondisi jelang pelantikan, menurutnya IHSG akan sedikit lebih volatile mencermati nama-nama menteri. Namun, setelah nama keluar, pasar menurutnya akan lebih tenang.
Ia memproyeksikan investor asing pun akan menilai positif pasar saham Indonesia jelang pelantikan Presiden RI terpilih. Sebab, transisi pemerintahan sudah disiapkan.
Sebelumnya, Associate Director Pilarmas Investindo Maximilianus Nicodemus mengatakan stabilitas politik dalam negeri akan menjadi pendorong IHSG pada Oktober 2024. Adapun, di antara penentu stabilitas politik adalah momen pelantikan Presiden RI terpilih serta pemilihan jajaran kabinet.
"Ini [stabilitas politik] yang akan mendorong pasar mengalami kenaikkan kembali," kata Nico kepada Bisnis pada Jumat (20/9/2024).
Menurutnya, IHSG berpotensi naik dengan tingkat probabilitas 55% jelang pelantikan Presiden RI terpilih hingga akhir tahun ini.
"Kami melihat IHSG hingga akhir tahun dapat bermain di level 7.920 – 8.080," tutur Nico.
Adapun, seiring dengan momentum pelantikan Presiden RI terpilih pada 20 Oktober 2024 nanti, sejumlah sektor yang diproyeksikan merasakan sengatan paling besar di antaranya sektor keuangan, consumer non-cyclical, properti, teknologi, otomotif, hingga ritel.
Sementara itu, sebulan jelang pelantikan, IHSG ditutup menguat 0,42% ke level 7.775 pada perdagangan kemarin, Senin (23/9/2024). IHSG menguat 2,31% dalam sebulan perdagangan dan naik 7% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) hingga saat ini.
Sebagai informasi, pelantikan Prabowo Subianto sebagai presiden Indonesia ke-8 akan dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Oktober 2024 di Kompleks Parlemen, Jakarta. Pelantikan ini akan menandai dimulainya lima tahun pemerintahan Prabowo – Gibran.
Prabowo – Gibran memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden 2024 dengan meraih 58,59% suara melawan dua pasangan lainnya, yakni Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo – Mahfud MD.
_________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Gerak IHSG berlawanan arah saat pelantikan Presiden Jokowi di periode pertama dan kedua. Meski begitu, analis memproyeksikan kinerja IHGS moncer era Prabowo. [66] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI terpilih Prabowo Subianto akan dilantik sebulan lagi atau tepat pada 20 Oktober 2024. Bagaimana laju indeks harga saham gabungan (IHSG), di tengah sentimen pelantikan Presiden RI terpilih?
Associate Director Pilarmas Investindo Maximilianus Nicodemus mengatakan stabilitas politik dalam negeri akan menjadi pendorong IHSG pada Oktober 2024. Adapun, di antara penentu stabilitas politik adalah momen pelantikan Presiden RI terpilih serta pemilihan jajaran kabinet.
Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor baru all-time high (ATH) intraday dengan menutup perdagangan di level 7.670,73 pada Jumat (30/8/2024). Saham Prajogo Pangestu yakni TPIA dan BREN kompak melaju.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 43,12 poin atau sebesar 0,57% menuju posisi 7.670,73. Sepanjang hari ini, indeks komposit bergerak di rentang level 7.627,60 dan sempat menyentuh posisi 7.673,18.
Tercatat, sebanyak 310 saham menguat, 274 saham menurun, dan 207 saham bergerak di tempat. Adapun kapitalisasi pasar atau market cap berada pada level Rp13.150,34 triliun.
Dari saham berkapitalisasi jumbo, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) meraih pertumbuhan 6,12% ke level Rp9.975. Peningkatan ini diikuti oleh saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang menguat 3,12% ke Rp10.750 per lembar.
Selanjutnya, saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) meningkat sebesar 1,34% ke level Rp2.270. Adapun, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menguat 1,38% menjadi Rp5.525 dan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 0,98% ke Rp10.325.
Di sisi lain, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) melemah 1,62% ke level Rp10.650 per lembar. Penurunan tersebut disusul oleh saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang melemah 1,04% menuju posisi Rp16.700.
Saham top gainers pada hari ini dihuni oleh PT Trimuda Nuansa Citra Tbk. (TNCA) yang melesat 25% ke Rp420. Posisi itu disusul saham PT Tanah Laut Tbk. (INDX) yang membukukan peningkatan sebesar 20,73% menuju Rp99 per lembar.
Adapun penghuni saham paling boncos alias top losers adalah PT Aman Agrindo Tbk. (GULA) yang merosot 24,62% ke level Rp286. Berikutnya ada saham PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk. (AHAP) lewat penurunan 9,85% ke Rp119.
Sebelumnya, Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan IHSG ditutup menguat 0,41% ke level 7.658,97 pada sesi pertama perdagangan Jumat (30/8).
Valdy menuturkan bahwa secara teknikal, IHSG tertahan support dinamis MA5 pada level 7.630. Namun, pada indikator MACD terlihat adanya penyempitan positive slope serta stochastic RSI yang telah berada pada area overbought.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG akan konsolidasi di rentang 7631-7700 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” ujarnya dalam publikasi riset harian.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.