Grup Djarum, PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli meraih pertumbuhan pendapatan bersih 6% YoY sepanjang 9 bulan 2024 menjadi Rp12,13 triliun. [1,024] url asal
Bisnis.com, JAKARTA --- Emiten ekosistem omnichannel, PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang 9 bulan 2024. Pendapatan bertumbuh terutama ditopang peningkatan volume penjualan smartphone, tingginya kontribusi usaha online travel, dan pertumbuhan usaha home and living.
Mengutip laporan keuangan, Kamis (31/10), emiten Grup Djarum ini mencatatkan pendapatan bersih konsolidasi tumbuh sebesar 16% year-on-year (YoY) pada kuartal III/2024 menjadi Rp4,27 triliun. Pada saat yang sama, pendapatan bersih Blibli tumbuh 6% YoY sepanjang 9 bulan 2024 yang menjadi Rp12,13 triliun.
Adapun, pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen institusi dan toko fisik. Segmen institusi tumbuh 57% YoY menjadi Rp1,39 triliun pada Juli-September 2024, sedangkan segmen toko fisik tumbuh 36% YoY menjadi Rp1,38 triliun. Sementara itu, sepanjang 9 bulan 2024, segmen institusi tumbuh 91% YoY menjadi Rp4,03 triliun dan toko fisik tumbuh 30% YoY menjadi Rp3,98 triliun.
Lalu, segmen ritel 3P yang salah satunya meliputi bisnis tiket.com bertumbuh 16% pada kuartal III/2024 dan 13% pada 9 bulan 2024. Adapun, take rate emiten bersandi BELI ini terus meningkat dari 4,8% per kuartal III/2023 menjadi 7,0% per kuartal III/2024.
CFO Global Digital Niaga Ronald Winardi menerangkan kinerja ini membuka peluang pertumbuhan yang berkelanjutan melalui take rate yang lebih tinggi.
Adapun, segmen ritel 1P atau e-commerce Blibli berhasil berbalik dengan bertumbuh sebesar 43% secara kuartalan (QtoQ) dengan take rate yang jauh lebih tinggi.
"Sedikit demi sedikit, fondasi kami mulai siap untuk mendukung lebih banyak pertumbuhan,” ungkapnya, dikutip Kamis (31/10/2024).
Take rate yang baik menghasilkan pertumbuhan laba kotor sebelum diskon (Gross Profit Before Discount/GPBD) sebesar 43% YoY pada periode 9 bulan 2024. Margin bruto konsolidasi juga terus meningkat dari 15,1% pada 9 bulan 2023 menjadi 19,3% pada periode yang sama tahun ini.
Sementara itu, struktur biaya yang lebih baik tecermin dari lebih rendahnya persentase beban operasional konsolidasi terhadap TPV dari 8,0% per 9 bulan 2023 menjadi 7,4% pada periode yang sama 2024. Tak pelak, menghasilkan peningkatan kinerja persentase EBITDA konsolidasi terhadap TPV dari -4,4% pada 9 bulan 2023 menjadi -2,8% pada 9 bulan tahun ini.
CEO & Co-Founder Global Digital Niaga Kusumo Martanto menerangkan BELI berhasil mencatatkan pertumbuhan selama 9 bulan terakhir, didukung oleh upaya ekspansi marjin, kepemimpinan biaya, dan sinergi omnichannel dalam ekosistem.
Hal ini tecermin dari pertumbuhan laba bruto konsolidasi sebesar 35% YoY dan pengurangan kerugian EBITDA konsolidasi kami sebesar 34% YoY.
"Kelanjutan strategi inovasi menjadi kunci dalam perjalanan kami memberikan kenyamanan dan melayani kebutuhan pelanggan dengan lebih baik, termasuk pemanfaatan Kecerdasan Buatan [Artificial Intelligence/AI] demi meningkatkan visibilitas produk kami di pasar," jelasnya.
Sementara itu, mesin rekomendasi yang lebih baik telah meningkatkan rasio click-through-rate (CTR) kami lebih dari dua kali lipat. Selain itu, program Blibli Affiliate yang diluncurkan Juli demi meningkatkan jumlah pengguna baru dengan memanfaatkan kumpulan afiliator telah memperoleh daya tarik positif.
Adapun, pembangunan gudang baru di Marunda telah rampung pada akhir September 2024 dan telah mulai beroperasi secara bertahap sejak Oktober 2024 untuk memenuhi pesanan pelanggan.
"Dengan penggunaan berbagai teknologi dan sistem otomasi seperti Warehouse Management System [WMS], Artificial Intelligence, Pick-to-Light, dan Conveyor System, kami percaya gudang baru ini akan mengoptimalkan keseluruhan operasi dan kemampuan pemenuhan kami di masa mendatang, termasuk untuk layanan Fulfillment at Speed [FAS] dan Fulfilled by Blibli [FBB] kami," urainya.
Adapun, dari segmen toko fisik, BELI terus melakukan pengembangan jaringan fisik secara nasional dengan penambahan 7 toko elektronik konsumen sepanjang kuartal III/2024. Kini, BELI mengoperasikan 192 toko elektronik konsumen, serta 62 gerai supermarket premium dan 31 home and living experience centers pada akhir September 2024.
BELI hadir di bisnis supermarket premium melalui jenama Ranch Market serta Dekoruma untuk jaringan fisik home and living.
"Dengan dukungan puluhan gerai supermarket premium serta home and living experience centers, mengukuhkan kami sebagai ekosistem perdagangan omnichannel dan gaya hidup terkemuka di Indonesia," tambahnya.
Kusumo meyakini dengan prospek pertumbuhan struktural Indonesia dengan bertambahnya populasi dan kenaikan pendapatan mendukung meningkatnya kebutuhan akan jaminan dan layanan bagi konsumen kelas menengah yang cerdas.
Dalam jangka menengah, dengan membaiknya kondisi perekonomian secara keseluruhan dan meningkatnya pendapatan konsumen yang dapat dibelanjakan, ditambah nilai tukar yang stabil, inflasi yang terkendali, dan suku bunga yang lebih rendah.
"Perseroan yakin model usahanya berada pada posisi yang tepat memanfaatkan peluang dan berupaya menutup 2024 dengan kinerja pertumbuhan yang solid baik dalam aspek usaha maupun keuangan," jelasnya.
Progres Positif Rapor Keuangan Blibli
Sementara itu, Head of Research BCA Sekuritas Andre Benas menilai kinerja BELI cukup baik per kuartal III ini. Dia menyoroti kenaikan take rate yang cukup signifikan menjadi sekitar 7% pada kuartal III/2024 tumbuh cukup signifikan dari 6%.
"Kenaikan ini juga dibantu kinerja dari toko fisik sepertinya ya. Adapun, penjualan online masih cukup menantang. Tantangan ya pasti masih di online ya, karena kalau online-nya tidak bisa pick-up dengan cepat, mereka akan tergantung dengan toko fisik," urainya.
Pada penutupan perdagangan Kamis (31/10/2024), harga saham BELI terkoreksi 0,44% ke level Rp450. Sepanjang tahun berjalan harga sahamnya melemah 6,64% atau 32 poin.
Adapun, Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margonis menyoroti kinerja positif pada upaya perbaikan kerugian secara konsisten. Blibli melaporkan rugi bersih sebesar Rp1,86 triliun hingga September 2024, membaik 30% YoY, yang melampaui proyeksi BRI Danareksa dan mencapai 59% dari perkiraan kerugian tahun penuh 2024.
"Peningkatan ini ditopang oleh perbaikan nilai total pembayaran [TPV], peningkatan take-rate, margin laba kotor yang kuat, dan penurunan belanja operasional. Kerugian EBITDA per September 2024 mencapai Rp1,58 triliun [membaik 34% YoY], memenuhi 66% dari estimasi tahun penuh kami," terangnya.
BRIDS juga menyoroti suntikan modal baru sebesar Rp2,25 triliun dari grup diharapkan dapat membantu mengurangi biaya keuangan.
"Kami memperkirakan gudang baru di Marunda [beroperasi mulai Oktober] akan meningkatkan efisiensi logistik dan ekonomi pemenuhan dengan mengoptimalkan biaya serta memperluas jaringan gudang. Hal ini juga diharapkan akan meningkatkan pendapatan dari pedagang dan pengguna," terangnya.
Adapun, BRI Danareksa serta BCA Sekuritas sama-sama merekomendasikan buy saham BELI dengan target price (TP) Rp520.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Bisnis.com, JAKARTA - Emiten ekosistem omnichannel PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) mencetak kinerja positif di sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Kenaikan pendapatan utamanya didorong oleh penjualan smartphone, kontribusi usaha online travel, dan pertumbuhan usaha home and living.
Mengutip laporan keuangan per 30 September 2024, emiten grup Djarum ini mencatatkan pendapatan bersih konsolidasi tumbuh 6% (year-on-year/YoY) menjadi Rp12,13 triliun sejak awal tahun.
Di sepanjang tahun berjalan, segmen institusi tumbuh 91% YoY menjadi Rp4,03 triliun dan toko fisik tumbuh 30% YoY menjadi Rp3,98 triliun.
Lalu, segmen ritel 3P yang salah satunya meliputi bisnis tiket.com bertumbuh 13% pada periode sembilan bulan 2024. Adapun, take rate emiten bersandi BELI ini terus meningkat dari 4,8% pada kuartal III/2023 menjadi 7,0% pada kuartal III/2024.
CFO Global Digital Niaga Ronald Winardi menerangkan kinerja ini membuka peluang pertumbuhan yang berkelanjutan melalui take rate yang lebih tinggi.
Adapun, segmen ritel 1P atau e-commerce Blibli berhasil berbalik dengan bertumbuh sebesar 43% secara kuartalan (QtoQ) dengan take rate yang jauh lebih tinggi.
"Sedikit demi sedikit, pondasi kami mulai siap untuk mendukung lebih banyak pertumbuhan,” ungkapnya, Kamis (31/10/2024).
Take rate yang baik menghasilkan pertumbuhan Laba Kotor Sebelum Diskon (Gross Profit Before Discount/GPBD) sebesar 43% YoY pada periode 9 bulan 2024. Marjin bruto konsolidasi juga terus meningkat dari 15,1% pada 9 bulan 2023 menjadi 19,3% pada periode yang sama tahun ini.
Sementara itu, struktur biaya yang lebih baik tercermin dari lebih rendahnya persentase beban operasional konsolidasi terhadap TPV dari 8,0% per 9 bulan 2023 menjadi 7,4% pada periode yang sama 2024. Tak pelak, menghasilkan peningkatan kinerja persentase EBITDA konsolidasi terhadap TPV dari -4,4% pada 9 bulan 2023 menjadi -2,8% pada 9 bulan tahun ini.
CEO & Co-Founder Global Digital Niaga Kusumo Martanto memaparkan perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan selama sembilan bulan terakhir didukung oleh upaya ekspansi marjin, kepemimpinan biaya, dan sinergi omnichannel dalam ekosistem.
Hal ini tercermin dari pertumbuhan laba bruto konsolidasi sebesar 35% YoY dan pengurangan kerugian EBITDA konsolidasi sebesar 34% YoY.
"Kelanjutan strategi inovasi menjadi kunci dalam perjalanan kami memberikan kenyamanan dan melayani kebutuhan pelanggan dengan lebih baik, termasuk pemanfaatan Kecerdasan Buatan [Artificial Intelligence/AI] demi meningkatkan visibilitas produk kami di pasar," jelasnya.
Sementara, mesin rekomendasi yang lebih baik telah meningkatkan rasio click-through-rate (CTR) lebih dari dua kali lipat. Selain itu, program Blibli Affiliate yang diluncurkan Juli demi meningkatkan jumlah pengguna baru dengan memanfaatkan kumpulan afiliator telah memperoleh daya tarik positif.
Adapun, pembangunan gudang baru di Marunda telah rampung pada akhir September 2024 dan telah mulai beroperasi secara bertahap sejak Oktober 2024 untuk memenuhi pesanan pelanggan.
"Dengan penggunaan berbagai teknologi dan sistem otomasi seperti Warehouse Management System (WMS), Artificial Intelligence, Pick-to-Light, dan Conveyor System, kami percaya gudang baru ini akan mengoptimalkan keseluruhan operasi dan kemampuan pemenuhan kami di masa mendatang, termasuk untuk layanan Fulfillment at Speed (FAS) dan Fulfilled by Blibli (FBB) kami," urainya.
Adapun, dari segmen toko fisik, BELI terus melakukan pengembangan jaringan fisik secara nasional dengan penambahan 7 toko elektronik konsumen sepanjang kuartal ketiga tahun 2024. Kini, BELI mengoperasikan 192 toko elektronik konsumen, serta 62 gerai supermarket premium dan 31 home and living experience centers pada akhir September 2024.
BELI juga hadir di bisnis supermarket premium melalui jenama Ranch Market serta Dekoruma untuk jaringan fisik home and living.
JAKARTA, investor.id - Emiten teknologi Grup Djarum, PT Global Digital Niaga Tbk atau Blibli (BELI) resmi telah menerbitkan 4.900.240.527 saham baru pada 22 Oktober 2024.
Penerbitan saham baru itu dalam rangka pelaksanaan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMED atau non HMETD) alias private placement.
“Bersama ini kami sampaikan bahwa pada 22 Oktober 2024 telah diterbitkan saham baru hasil pelaksanaan PMTHMETD sejumlah 4.900.240.527 saham,” jelas Direktur Utama Datindo Entrycom, E Agung Setiawati, biro adiministrasi efek Blibli (BELI), dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (23/10/2024).
Jumlah saham sebelumnya 123.210.496.616 saham Blibli (BELI). Bertambah jadi 128.110.737.143 saham setelah private placement.
Adapun harga pelaksanaan saham baru Rp 460/saham. Sehingga nilai keseluruhannya Rp 2,25 triliun. Pencatatan saham baru tanggal 23 Oktober 2024.
Saham Blibli (BELI) sendiri di pasar reguler sesi I perdagangan 23 Oktober sekitar pukul 09.55 WIB stagnan di Rp 452.
Sebelumnya, direksi Blibli (BELI) menjelaskan bahwa Blibli akan melaksanakan private placement dengan menerbitkan saham baru sebanyak 4.900.240.527 saham.PMTHMETD akan dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp 460 per lembar saham. Sehingga keseluruhan nilainya Rp 2,25 triliun.
Menurut direksi BELI, seluruh saham baru tersebut akan diambil bagian oleh PT Lingkarmulia Indah, yang merupakan pihak terafiliasi dari perseroan.
Berdasarkan laporan tahunan Blibli tahun 2023, terungkap bahwa PT Lingkarmulia Indah sebanyak 49% sahamnya dipegang oleh Michael Bambang Hartono, dan 51% sahamnya dimiliki oleh Robert Budi Hartono. Artinya Lingkarmulia Indah dimiliki langsung oleh Hartono Bersaudara.
Lingkamulia Indah juga merupakan pemegang 89,61% saham PT Global Digital Prima (GDPr). Di mana GDPr adalah pemilik 99,999% saham PT Global Investama Andalan (GIA), pengendali dari Blibli (BELI).
Jadwal
Direksi Global Digital Niaga atau Blibli (BELI) menyebutkan sehubungan dengan pelaksanaan PMTHMETD, perseroan telah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham independen perseroan sesuai dengan Pasal 8A POJK No. 14/2019 melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan pada tanggal 13 Juni 2024.
Adapun jadwal pelaksanan private placement Blibli sebagai berikut:
Pembayaran pembelian saham tambahan dan distribusi saham tambahan: 22 Oktober 2024
Pencatatan saham tambahan di Bursa Efek Indonesia (BEI): 23 Oktober 2024
Pemberitahuan hasil pelaksanaan PMTHMETD: 24 Oktober 2024
Saham Global Digital Niaga atau Blibli (BELI) sendiri di pasar reguler BEI ditutup menguat 1,33% ke Rp 456 pada perdagangan 15 Oktober 2024.
JAKARTA, investor.id – BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat overweight untuk sektor teknologi, dengan peluang pemeringkatan ulang (rerating). Lantas, saham apa yang menjadi pilihan utama? Apakah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), atau PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) alias Blibli?
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis dan Sabela Nur Amalina mengungkapkan bahwa kinerja GOTO pada kuartal III-2024 siap bertumbuh dengan ekspektasi kenaikan gross transaction value (GTV) sebesar
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten teknologi PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) menjelaskan rencana pengembangan layanan financial technology (Fintech) emiten Grup Djarum tersebut dalam beberapa waktu ke depan.
Co-Founder & CEO Blibli Kusumo Martanto menjelaskan fintech dan dunia digital memang sangat erat hubungannya. Menurut Kusumo, Blibli secara langsung maupun tidak langsung telah hadir dalam bisnis fintech.
"Secara langsung kami punya 25% kepemilikan di Cermati Gorup, yang melalui anak usahanya Indodana, menjadi mitra strategis kami untuk menyediakan layanan BNPL atau Blibli Tiket Paylater di seluruh platform Blibli-Tiket," ucap Kusumo dalam paparan publik, Rabu (9/10/2024).
Sementara itu, secara tidak langsung BELI juga memiliki kerja sama strategis dalam sektor fintech. Dia mencontohkan banking as services melalui Blu atau BCA Digital dalam platform BELI.
Melalui layanan ini, pengguna BELI dapat membuka akun Bank Digital BCA, Blu melalui aplikasi Blibli dan juga melakukan semua hal-hal yang memiliki hubungan dengan perbankan.
"Kami punya kerja sama dengan Alto untuk memperbaiki kemudahan pembayaran," ucapnya.
Hanya saja, kata Kusumo, saat ini pihaknya belum melihat fintech sebagai sumber utama pendapatan bisnis BELI. Pihaknya melihat fintech sebagai katalis yang penting dan menjadi pendorong pertumbuhan bisnis utama BELI ke depannya.
"Oleh sebab itu, ke depan kami akan terus akan ada pengembangan selanjutnya," ujarnya.
Adapun hingga semester I/2024, BELI mencatatkan pendapatan neto konsolidasi meningkat sebesar 1% year on year, dari Rp7,77 triliun pada semester I/2023 menjadi Rp7,85 triliun pada semester I/2024.
Peningkatan ini terutama didorong oleh kinerja yang kuat pada kategori produk elektronik konsumen didukung oleh peningkatan volume penjualan smartphone, kenaikan kontribusi dari usaha OTA, serta kontribusi yang lebih tinggi dari segmen Toko Fisik.
Akan tetapi, BELI tercatat masih mencetak rugi usaha sebesar Rp1,15 triliun di semester I/2024. Meski demikian, rugi usaha ini turun 34% dari semester I/2023 yang sebesar Rp1,7 triliun.
__________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
JAKARTA, investor.id - PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli membangun ekosistem perdagangan omnichannel dan gaya hidup terpadu yakni Blibli Tiket pada 2022. Ekosistem tersebut mengintegrasikan platform ecommerce dan toko fisik elektronik konsumen (Blibli), platform online travel agent/OTA (tiket.com), dan gerai supermarket premium (Ranch Market).
CEO & Co-Founder Global Digital Niaga (BELI) atau Blibli Kusumo Martanto mengungkapkan, sinergi dan inovasi ekosistem Blibli Tiket ibarat tradisi kebersamaan makan-makan saat ulang tahun. Semua menu tersedia lengkap di atas meja. Seperti halnya komitmen pihaknya dalam memperkuat ekosistem omnichannel terpadu, yang siap memenuhi hampir 90% potensi pengeluaran kebutuhan masyarakat Indonesia.
“Mulai dari belanja harian, perjalanan, gaya hidup, produk elektronik, otomotif, tagihan bulanan hingga perabot rumah tangga, tanpa hambatan baik online maupun offline, seketika saat mereka mengakses ekosistem kami. Terlebih, terbaru dengan masuknya Dekoruma dalam ekosistem kami,” ungkapnya di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Kusumo, salah satu inovasi utama adalah opsi pembayaran mudah dan terintegrasi di semua platform Blibli Tiket PayLater yang diperkenalkan sejak 2020. Saat ini, metode pembayaran tersebut telah menjadi salah satu pilihan utama bagi pelanggan di Blibli, tiket.com dan juga Ranch Market, memungkinkan konsumen untuk membeli kebutuhannya sekarang dan membayar nanti.
Menariknya lagi, lanjut dia, pengumpulan poin loyalitas Blibli Tiket Rewards kini bisa dilakukan di toko-toko fisik konsumen termasuk gerai supermarket premium Ranch Market dan Farmers Market, serta toko elektronik konsumen, seperti Hello Store (toko ritel Apple resmi/Apple Authorised Reseller), Samsung Store, dan Blibli Store (toko multibrand elektronik konsumen).
“Setiap poin yang terkumpul dapat digunakan untuk pembelian selanjutnya di dalam ekosistem Blibli Tiket, baik secara online dan offline, tanpa hambatan,” jelasnya.
Dengan semangat terus berkembang, pada 2024, keanggotaan pelanggan ekosistem Blibli Tiket sepenuhnya terintegrasi menjadi Unified Membership dan memberikan nilai tambah juga kejutan seru bagi pelanggan. Sebagai wujud selebrasi, pada 10 Juni-16 Juli 2024 lalu, program fast-track diadakan. Lebih dari 145 ribu pelanggan yang baru pertama kali bergabung, sebanyak 2% atau lebih dari 2.000 pelanggan ter-upgrade menjadi tier Diamond.
Program Loyalitas
Tidak hanya itu, lanjut dia, sinergi juga memberikan manfaat seperti meningkatkan retensi pelanggan dengan menciptakan value-oriented benefits seperti potensi untuk mencapai tier keanggotaan yang lebih tinggi dan dapat memotivasi pelanggan untuk terus berbelanja di ekosistem. Termasuk, mendorong cross-selling antar platform.
“Contohnya melalui program loyalitas terpadu, Blibli Tiket Rewards, yang terintegrasi bagi seluruh pelanggan di dalam ekosistem, baik secara online maupun offline,” ucap Kusumo.
Lebih dari itu, lanjut Kusumo, upaya dan terobosan omnichannel terintegrasi ekosistem Blibli Tiket pun konsisten dikembangkan dengan beroperasinya 185 toko fisik elektronik konsumen, 62 gerai supermarket premium, dan 30 Dekoruma Experience Center di seluruh Indonesia, per akhir bulan Juni 2024.
“Upaya dan terobosan yang dilakukan ini adalah permulaan dan selaras dengan strategi keseluruhan yakni ekosistem omnichannel terpadu juga terintegrasi. Komitmen untuk terus relevan telah membawa kami menjadi pilihan pelanggan dan institusi, terbukti dari basis pelanggan dan institusi yang bertumbuh, serta cross-selling antar ketiga platform yang menunjukkan tren positif,” tutupnya.
Bisnis.com, JAKARTA - Emiten-emiten di bawah bendera Grup Djarum bergerak lincah hingga medio 2024. Aksi korporasi berupa akuisisi hingga sinergi antarentitas usaha terus didorong untuk mengoptimalkan kinerja pada tahun ini.
Sedikitnya ada empat emiten Grup Djarum yang melancarkan manuver pada tahun ini. Mereka ialah PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR), PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI), PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC), dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk. (SUPR).