JAKARTA, investor.id - Saham PT Green Power Group Tbk (LABA) melesat 25% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 540 per akhir sesi I perdagangan 22 Agustus 2024 ini.
Saham LABA langsung melesat setelah 21 Agustus kemarin sempat dikenakan suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan.
Adapun dalam periode year to date (ytd) alias tahun berjalan saham LABA telah meroket 980% hampir 1.000%.
Sebagaimana diketahui Green Power Group (LABA) sebelumnya bernama PT Ladangbaja Murni Tbk. Perubahan nama seiring telah resmi masuknya pengendali baru LABA, yakni PT Nev Stored Energy (NSE).
Kini LABA masuk bisnis baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Sebelumnya LABA merupakan distributor produk baja dan turunan baja dengan peruntukkan mould (cetakan).
LABA pun telah merombak pengurusnya sebagaimana hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 27 Juni 2024. Susunan direksi LABA saat ini sebagai berikut:
Direktur Utama: William Ong
Direktur: An Shohong
Direktur: Shen Bin
Direktur: Yuan Xiaozhong
Direktur: Zhong Guobing
Susunan komisaris sebagai berikut:
Komisaris Utama: Huang Yeping
Komisaris: Chen Xiaoxiao
Komisaris Independen: Andrew Laksono
Direktur Utama LABA William Ong saat ini juga menjabat sebagai sekretaris direktur PT Gotion Indonesia Materials (2023-sekarang).
Selain itu, Direktur LABA An Shohong juga menjabat sebagai direktur utama Gotion Hi-Tech Indonesia (2021-sekarang).
Dihimpun dari berbagai sumber, Gotion Hi-Tech adalah perusahaan global yang bergerak di bidang teknologi baterai dan solusi energi. Gotion Hi-Tech berfokus pada penelitian, pengembangan, dan produksi baterai lithium-ion dan sistem penyimpanan energi.
Perusahaan asal China ini memproduksi baterai untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi. Gotion Hi-Tech juga berinvestasi di Indonesia untuk bidang pembuatan baterai kendaraan listrik. Pada November 2022, Gotion Hi-Tech meresmikan pusat produksi dan operasi untuk Asia Tenggara di Jakarta.
Adapun Komisaris Utama LABA Huang Yeping juga menjabat sebagai general manager PT Indonesia Pomalaa Industry Park (2022-2024).
Rencana Strategis
Direktur Utama LABA William Ong menjelaskan, perseroan mengungkapkan rencana strategis ke depan berdasarkan hasil rapat gabungan.
Ia menyebutkan, perseroan akan menyesuaikan ruang lingkup bisnis melalui penambahan tentang maksud dan tujuan serta kegiatan usaha.
“Ke depannya perseroan akan menjalankan kegiatan usaha produksi baterai litium, manajemen aset baterai (penyewaan baterai), pembangunan jaringan stasiun penukaran baterai, investasi dan pengoperasian stasiun tenaga surya,” papar William Ong dalam keterangan resmi baru-baru ini.
Saat ini, lanjutnya, perseroan sudah memiliki dua anak perusahaan yaitu PT Green Power Battery (GPB) dan PT Sustainable Energy Development Trading (SEDT). Selanjutnya perseroan berencana untuk mendirikan 3 anak perusahaan lainnya untuk mengakomodasi rencana ekspansi bisnis ke depan yang telah diungkapkan.
“Anak perusahaan tersebut nantinya akan ditargetkan untuk menjalankan bisnis penukaran baterai, dan pengoperasian stasiun tenaga surya fotovoltaic,” imbuh William Ong.
Ia menyampaikan, perseroan dalam beberapa waktu ke depan akan menjajaki kerja sama dengan salah satu produsen motor listrik merek ECGO, untuk mensuplai baterai, rantai pasokan perlengkapan lainnya, dengan tunduk pada keputusan komite investasi.
Selain itu, rapat menyetujui program insentif ekuitas, berdasarkan pencapaian target kinerja, yang akan dibeli atau dihadiahkan oleh para pemegang saham utama. Juga menyetujui untuk meningkatkan program penerbitan saham, opsi yang sesuai, semuanya sesuai dengan batasan, yang dilaksanakan pada waktunya.
Ajukan Pinjaman
William Ong menambahkan, rapat menyetujui untuk mengajukan pinjaman modal proyek dari bank ICBC dan BCA. Mengajukan pinjaman hipotek tanah (properti) sebesar Rp 20 miliar dari BCA, mengajukan pinjaman jaminan ekuitas pemegang saham utama sebesar Rp 50 milliar dari Bank ICBC, dan pada saat yang sama, berkomunikasi dengan ICBC untuk pembiayaan anjak piutang proyek.
Selanjutnya, perseroan berencana untuk melakukan investasi berupa tanah dan bangunan untuk recana ekspansi bisnis tersebut. Adapun detail pembelian tanah, ditargetkan seluas sekitar 40 hektare dan skema pembayaran akan diinformasikan lebih lanjut.
Kemudian menyetujui struktur organisasi perusahaan dan pengangkatan manajemen senior. Menunjuk Hu Xinzheng dan Wang Ke sebagai wakil manajer umum perusahaan. Di mana Hu Xinzheng bertanggung jawab atas keuangan, investasi dan pembiayaan, sekuritas. Sedangkan Wang Ke bertanggung jawab atas usaha patungan dan pabrik.
“Rapat menyimpulkan perlu merekrut manajer proyek pembangkit listrik fotovoltaik (penyimpanan energi), perekrutan personel yang terlibat dalam publisitas dan pelaporan perusahaan, pemeliharaan situs web, melacak platform komunikasi investor, untuk meningkatkan perhatian,” papar William Ong.
Ia melanjutkan, komite keputusan investasi dibentuk dengan 7 anggota.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News