#30 tag 24jam
2 item, 1 hal
Universitas Pancasila Siapkan Langkah Konkret untuk Ikut Akreditasi GreenMeetric
UP menegaskan targetnya untuk memperluas jangkauan prestasi hingga ke tingkat internasional. [597] url asal
#universitas-pancasila #up #greenmetric #akreditasi-perguruan-tinggi #beasiswa-osc
(MedCom) 07/11/24 17:29
v/17685880/
Jakarta: Universitas Pancasila (UP) terus memperkuat komitmennya untuk menjadi salah satu institusi pendidikan terkemuka yang diakui secara global. Dalam peringatan Dies Natalis ke-58, yang juga menjadi momentum refleksi dan perencanaan strategis, UP menegaskan targetnya untuk memperluas jangkauan prestasi hingga ke tingkat internasional.UP telah mencanangkan program akreditasi internasional yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing global para lulusannya. Rektor Universitas Pancasila, Marsudi Wahyu Kisworo, menekankan bahwa Universitas Pancasila sedang mempersiapkan langkah-langkah konkret untuk mengikuti program akreditasi seperti GreenMetric. Sebuah program yang menilai kesadaran lingkungan kampus dan keberlanjutan.
Selain itu, UP juga telah merancang kurikulum berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics) untuk menyesuaikan pengajaran dengan kebutuhan industri global di era digital saat ini. "Di masa depan, kreativitas akan menjadi kunci. Kami mengupayakan agar lulusan kami memiliki daya inovatif dan kreatif yang tinggi, sehingga mereka mampu menghadapi tantangan global," ujar Marsudi.
Pengembangan kurikulum berbasis STEM ini merupakan bagian dari upaya besar UP untuk memastikan bahwa lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga keterampilan yang dapat menjawab kebutuhan zaman. Menurut Marsudi, lulusan yang unggul di bidang sains dan teknologi akan memiliki posisi kuat dalam menghadapi persaingan kerja di dunia yang semakin algoritmik dan berbasis data.
“Kami ingin lulusan UP menjadi pemimpin masa depan yang mampu merespons tantangan baru dalam industri digital dengan kreativitas dan inovasi tinggi,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada peningkatan kualitas akademis, Universitas Pancasila juga telah berhasil mencatat berbagai prestasi internasional, terutama dalam bidang farmasi. Dalam diskusi tersebut, Marsudi menyebutkan, beberapa mahasiswa farmasi UP yang bekerja sama dengan ilmuwan Korea Selatan telah berhasil mengembangkan produk kosmetik inovatif yang memperoleh pengakuan di tingkat internasional.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi bukti bahwa mahasiswa UP mampu bersaing di panggung global, tetapi juga menunjukkan bahwa kampus ini memiliki kapasitas dan infrastruktur untuk melakukan penelitian berstandar internasional.
Langkah strategis UP untuk meraih akreditasi internasional ini juga dilandasi oleh visi jangka panjang universitas dalam membangun jaringan kerjasama yang luas. Saat ini, UP telah menjalin kemitraan dengan 192 institusi dalam negeri dan 23 institusi luar negeri, mencakup bidang penelitian, pengembangan kurikulum, dan pertukaran mahasiswa serta dosen.
Kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat proses internasionalisasi kampus dan memberi kesempatan bagi mahasiswa UP untuk terlibat dalam berbagai proyek kolaborasi lintasnegara.
Universitas Pancasila juga melihat akreditasi internasional sebagai sebuah langkah penting dalam mencetak lulusan yang siap berkiprah di berbagai sektor industri global. Dengan akreditasi yang diakui di berbagai negara, lulusan UP diharapkan dapat lebih mudah menembus pasar kerja internasional.
“Akreditasi internasional adalah bukti bahwa kita telah memenuhi standar mutu yang diakui dunia. Ini akan membuka lebih banyak kesempatan bagi lulusan kami untuk berkarier di luar negeri, serta meningkatkan daya saing mereka,” tegas Marsudi.
Selain itu, UP juga mendorong berbagai unit kegiatan mahasiswa untuk terus mengukir prestasi di tingkat internasional sebagai bagian dari pengembangan karakter mahasiswa. Di bidang penelitian, UP telah memperoleh berbagai pendanaan hibah, termasuk Proposal Penelitian Kedai Reka dari Kemendiktisaintek yang memungkinkan kampus ini untuk mengembangkan lebih banyak proyek riset yang dapat dihilirisasi.
Pendanaan hibah ini tidak hanya mendukung upaya penelitian yang inovatif, tetapi juga memperkuat peran UP sebagai salah satu pusat riset unggulan di Indonesia yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi dari negara lain.
Dengan semua pencapaian ini, Universitas Pancasila telah menetapkan pijakan yang kuat untuk terus berkembang menjadi institusi berkelas dunia. “Kami optimis bahwa akreditasi internasional akan memperluas cakrawala kami dalam memberikan layanan pendidikan terbaik dan mencetak lulusan yang siap menghadapi dunia. Akreditasi ini tidak hanya sebagai bentuk pengakuan, tetapi juga dorongan untuk kami terus berbenah dan berinovasi,” tutup Marsudi. (Suchika Julian Putri)
| Baca juga: Penerima Beasiswa LPDP Tak Wajib Pulang, Dosen UGM: Saya Tidak Setuju, Tapi... |
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(CEU)
10 Kota/Kabupaten Paling Berkelanjutan Versi UI GreenCityMetric 2024, Kediri Nomor 1
Terdapat 6 indikator yang menjadi dasar penilaian Pemeringkatan UI GreenCityMetric 2024. [598] url asal
#ui-greenmetric #ui-greencitymetric-2024 #ui-greencitymetric #universitas-indonesia #kabupaten #kota #paling-berkelanjutan #kediri
(MedCom) 08/08/24 22:37
v/13844478/
Depok: UI GreenMetric merilis sepuluh nama kabupaten/kota paling berkelanjutan di Indonesia versi UI GreenCityMetric Ranking 2024. Terdapat 6 indikator yang menjadi dasar penilaian Pemeringkatan UI GreenCityMetric 2024.Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, Nurtami menyebut, pemeringkatan ini bertujuan untuk melihat transformasi kota/kabupaten di Indonesia dalam hal keberlanjutan. Pesatnya modernisasi di kota/kabupaten membawa efisiensi banyak sektor, namun juga mengancam kelangsungan hidup.
Pembangunan dan gaya hidup yang tidak mengindahkan keberlanjutan akan berdampak pada pemanasan global, pencemaran lingkungan, polusi, dan kerusakan ekosistem. “Untuk itu, sangat perlu bagi kita untuk peduli dan menjadikan keberlanjutan sebagai tolok ukur utama dalam perencanaan, pengambilan keputusan dan pelaksanaan pemerintahan. Dengan memperhatikan keberlanjutan, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapat dampak positif yang maksimal dari perubahan ini,” ujar Nurtami.
Indikator penilaian
Pemeringkatan UI GreenCityMetric didasarkan pada enam indikator, yakni Penataan Ruang dan Infrastruktur, Energi dan Perubahan Iklim, Tata Kelola Sampah dan Limbah, Tata Kelola Air, Akses dan Mobilitas, serta Tatapamong/Governance. UI GreenMetric menilai 20 Kabupaten dan 44 Kota dari 23 Provinsi di Indonesia.Tahun ini, ada 12 Kabupaten/Kota baru yang bergabung dalam pemeringkatan tersebut. Pada tahun ketiga pelaksanaan UI GreenCityMetric, UI GreenMetric juga merilis enam kota/kabupaten dengan capaian skor tertinggi pada masing-masing indikator.
Kota Semarang unggul di bidang Penataan Ruang dan Infrastruktur. Kabupaten Wonogiri terbaik untuk indikator Energi dan Perubahan Iklim. Kota Parepare terbaik dalam Tata Kelola Limbah. Kabupaten Barito Utara yang paling berkelanjutan untuk Tata Kelola Air. Kota Kediri unggul pada Akses dan Mobilitas. Sementara, Kota Madiun terbaik di bidang Tata Pamong.
Tahun ini, penghargaan juga diberikan kepada Kota Magelang karena memiliki Peningkatan Kinerja Keberlanjutan Terbaik, dan Kabupaten Trenggalek sebagai Kabupaten/Kota Peserta Baru Terbaik.
Kepala UI GreenMetric, Riri Fitri Sari mengatakan, tahun ini, UI GreenCityMetric menambahkan indikator baru terkait penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di setiap kategori UI GreenCityMetric. Tujuannya adalah untuk mendorong penggunaan teknologi dalam mendukung program keberlanjutan di masing-masing daerah.
Dengan adanya indikator TIK, inovasi baru dari Kabupaten/Kota dapat terpantau, sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas program keberlanjutan.
“Dari pelaksanaan tahun ini, kami belajar bahwa kolaborasi dan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah sangatlah penting. Keberhasilan program keberlanjutan tidak hanya bergantung pada kebijakan yang baik, tetapi juga pada partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat," kata Riri.
Ia juga melihat adanya indikator yang jelas dan terukur sangat membantu dalam mengevaluasi progres dan menentukan langkah-langkah perbaikan di masa depan. "Karena itu, UI GreenCityMetric menunggu munculnya Pimpinan Daerah Terpilih pada Pilkada serentak yang concern pada masalah lingkungan, kota yang cerdas, sehat, aman, dan berkelanjutan,” kata Prof. Riri.
Berikut 10 kota/kabupaten paling berkelanjutan:
- Kota Kediri
- Kota Madiun
- Kota Blitar
- Kota Semarang
- Kabupaten Wonogiri
- Kota Pariaman
- Kota Banjarbaru
- Kota Salatiga
- Kota Medan
- Kota Jambi.
Kolaborasi ini juga mempercepat penerapan teknologi hijau dan inovasi serta meningkatkan kapasitas lokal dalam menangani tantangan lingkungan. Data dari Global Green Economy Index tahun 2023 juga menunjukkan, kota-kota yang berkomitmen pada keberlanjutan memiliki kualitas hidup yang lebih tinggi dan juga daya tarik investasi yang lebih besar.
Banyak hal-hal yang mungkin menjadi benefit bagi kota-kota yang telah mengimplementasikan Sustainable Development Goals (SDGs) ini dan turut berpartisipasi dalam pemeringkatan UI GreenMetric. "Oleh karena itu, kami berharap lebih banyak pemerintah daerah di seluruh Indonesia yang bergabung dalam UI GreenCityMetric pada tahun mendatang,” ujar Haris.
| Baca juga: UI GreenMetric 2023, ITS Peringkat ke-7 Nasional dan ke-44 Dunia |
(CEU)