#30 tag 24jam
Penetrasi Internet RI Makin Merata, GSMA Beberkan Faktanya
GSMA menilai penetrasi internet di Indonesia makin merata seiring dengan peningkatan pengguna seluler di 3T [353] url asal
#gsma #internet #internet-di-3t #gsma-internet-makin-merata #penetrasi-internet-ri-di-3t-makin-merata #gsma-beberkan-faktanya
(Bisnis.Com - Teknologi) 25/09/24 20:44
v/15549652/
Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Komunikasi Seluler Global atau Global System for Mobile Communications Association (GSMA) melihat perluasan penetrasi internet di wilayah daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) Indonesia mengalami kemajuan besar dalam 10 tahun terakhir.
Namun, Indonesia masih perlu perluasan layanan jaringan 4G dan meluncurkan layanan 5G untuk menjangkau wilayah pelosok.
Head of Asia Pacific GSMA Julian Gorman mengatakan bahwa kini jaringan broadband seluler telah menjangkau sekitar 95% populasi.
Merujuk data GSMA Intelligence, Gorman mengungkap bahwa terdapat 185 juta pelanggan seluler di Indonesia pada 2023, atau setara dengan 66% dari populasi. Bahkan, angka pelanggan seluler ini diperkirakan mencapai 226 juta pada 2030 atau setara 77% dari populasi.
Sementara itu, koneksi smartphone atau ponsel pintar akan naik dari 87% pada 2023 menjadi 95% pada 2030. Diikuti dengan pengguna internet seluler yang akan meningkat dari 136 juta pada 2023 menjadi 180 juta pada 2030.
“Ini menunjukkan peningkatan besar dan kemajuan dalam mengurangi kesenjangan serta meningkatkan penetrasi di wilayah 3T,” kata Gorman kepada Bisnis, Rabu (25/9/2024).
Kendati demikian, GSMA mencatat juga masih ada kesenjangan penggunaa. Pasalnya, sebanyak 40% masyarakat belum terhubung dengan internet.
Menurut Gorman, untuk menjembatani kesenjangan ini, maka perlu upaya kolaboratif antara operator seluler, produsen perangkat, pembuat kebijakan, serta masyarakat lokal.
“Dengan memperluas layanan 4G dan meluncurkan layanan 5G, kita dapat memberikan akses yang lebih baik ke layanan digital penting untuk daerah ini,” ujarnya.
Dengan konektivitas yang meluas, lanjut Gorman, maka akan meningkatkan partisipasi masyarakat di wilayah 3T dalam ekonomi digital dan memperbaiki kualitas hidup.
Adapun, Gorman mengaku bahwa selama satu dekade terakhir pihaknya membangun pondasi dengan memperluas cakupan 4G di Indonesia, termasuk di area 3T.
Di samping itu, seiring dengan peningkatan konektivitas, GSMA melihat adanya pertumbuhan peluang ekonomi baru, terutama di sektor pertanian, pendidikan, hingga financial technology (fintech).
“Teknologi seluler memungkinkan para petani mengakses harga pasar dan praktik terbaik sementara pengusaha lokal memanfaatkan platform digital untuk memperluas bisnis,” ungkapnya.
Lebih lanjut, GSMA juga melihat bahwa di masa depan, gelombang akselerasi berikutnya akan dipicu oleh teknologi 5G dan satelit.
Untuk itu, Gorman mengimbau adanya komitmen pemerintah akan inklusi digital dan berpadu dengan investasi industri, sehingga mendorong kemajuan substansial dalam menjembatani kesenjangan digital.
Digital Nations Summit Dorong Adopsi 5G dan Ekosistem
Sekitar 67% koneksi diperkirakan akan menggunakan 4G pada tahun 2030 dengan 94% populasi menggunakan smartphone. [988] url asal
#gsma #kominfo #telekomunikasi #digital-nations-summit-jakarta
(MedCom) 14/09/24 08:59
v/15003716/
Jakarta: GSMA mengungkapkan wawasan baru tentang bagaimana 5G dan teknologi seluler mendorong kemajuan di industri utama Indonesia, pada Digital Nations Summit tahun ini di Jakarta yang diadakan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.Seiring aspirasi Indonesia untuk menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar dunia di generasi mendatang, didorong oleh ekonomi digital yang berkembang pesat, visi Industri 4.0 negara ini menjadi dasar dari ambisi tersebut. Temuan terbaru menekankan bagaimana teknologi ini mendorong pertumbuhan dan inovasi yang signifikan di sektor manufaktur, pertambangan, dan fintech.
5G dan Teknologi Seluler untuk Mempercepat Transformasi Industri
Laporan “Mobile Economy Asia Pacific 2024” terbaru dari GSMA menyoroti kemajuan pesat Indonesia dalam teknologi seluler dan potensi besar untuk pertumbuhan di masa depan. Pada tahun 2030, Indonesia diperkirakan akan menjadi pasar smartphone terbesar kedua di Asia Pasifik dengan 387 juta koneksi smartphone, membuka berbagai layanan digital baru dan meningkatkan produktivitas ekonomi.
Berdasarkan laporan GSMA Intelligence, meskipun 5G masih dalam tahap awal perjalanannya di Indonesia, rencana ambisius pemerintah dan operator mengindikasikan bahwa lebih dari 32% koneksi akan menggunakan 5G pada tahun 2030. Sekitar 67% koneksi diperkirakan akan menggunakan 4G pada tahun 2030 dengan 94% populasi menggunakan smartphone.
Dr. Ir. Ismail, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, mengatakan selain Roadmap Spektrum IMT Indonesia yang penting, yang merupakan bagian sentral dari strategi transformasi digital kami, fokus pada pengembangan dan pelepasan pita frekuensi utama untuk memungkinkan layanan canggih seperti 5G.
"Kolaborasi dengan pemangku kepentingan adalah salah satu strategi penting untuk membangun kerangka kerja yang komprehensif bagi visi digital Indonesia dalam pengembangan dan penggunaan teknologi digital di seluruh Indonesia. Dengan ini, kami meletakkan dasar untuk peluncuran 5G yang mulus dan seterusnya, menempatkan Indonesia sebagai pemimpin dalam ekonomi digital global.”
Pada Digital Nations Summit, Kominfo menandatangani Nota Kesepahaman dengan Dewan Transformasi Digital Industri Indonesia (WANTRII) untuk mempercepat transformasi digital di seluruh industri Indonesia. Hal itu akan dicapai melalui penggunaan 5G dengan menghubungkan penyedia solusi dengan pengguna, serta mendorong kolaborasi untuk mengembangkan ekosistem perangkat teknologi digital dan mendukung pengembangan industri domestik.
“Indonesia memiliki ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan industrinya harus bersaing secara global untuk ekspor dan investasi. Di seluruh dunia, 5G merevolusi cara sektor industri yang menjadi inti pertumbuhan Indonesia beroperasi dan dapat membuka peningkatan produktivitas ekonomi yang kuat," kata Julian Gorman, Head of APAC di GSMA.
"Dampak transformasional yang dimiliki teknologi seluler termasuk 5G terhadap industri menekankan pentingnya Indonesia untuk membina dan mendorong ekosistem yang dinamis guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendorong inovasi.”
Teguh Prasetya, Ketua Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI), menekankan perlunya pendekatan kolaboratif untuk mencapai tujuan transformasi digital. "Komitmen dari sektor publik dan swasta bukan hanya penting, tetapi juga esensial untuk mewujudkan Indonesia yang produktif dan maju secara digital. Melalui upaya kolektif, kita dapat memanfaatkan potensi penuh 5G dan teknologi seluler lainnya untuk mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi semua."
Prasetya juga menyoroti bahwa transformasi digital ini akan memberikan solusi yang lebih baik dalam industri seperti pertanian dan kesehatan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup seluruh masyarakat Indonesia.
Melihat ke masa depan, Teguh mengulangi visi jangka panjang untuk Indonesia, menekankan pentingnya inklusivitas dalam revolusi digital. "Tujuan kami adalah memastikan bahwa setiap daerah di Indonesia mendapat manfaat dari kemajuan ini, dari pusat-pusat perkotaan hingga daerah paling terpencil. Dengan cara ini, kami dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan makmur, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045."
Upaya gabungan dari regulator dan industri akan meletakkan dasar bagi kepemimpinan Indonesia dalam ekonomi digital global, memastikan bangsa yang tangguh dan siap menghadapi masa depan.
Investasi dan Dampak Ekonomi
Temuan GSMA mengungkapkan bahwa Indonesia berpotensi mendapatkan investasi sekitar USD18 miliar di industri seluler antara 2024 dan 2030 dengan sebagian besar dialokasikan untuk jaringan 5G. Investasi tersebut diproyeksikan akan menyumbang USD41 miliar terhadap PDB Indonesia dalam enam tahun ke depan, menyoroti pentingnya ekonomi dari teknologi seluler.
Selama acara tersebut, operator seluler dan perusahaan teknologi menyoroti inovasi yang dapat dicapai melalui kombinasi 5G, IoT, dan AI untuk mentransformasi industri secara digital, termasuk menampilkan gudang pintar 5G pertama di Indonesia, yang membawa peningkatan efisiensi operasional dan manajemen logistik yang signifikan.
Sektor pertambangan juga diharapkan mendapatkan manfaat dari kemajuan teknologi seluler. Di tingkat internasional, teknologi 5G meningkatkan operasi dan protokol keselamatan yang menawarkan peningkatan untuk sumber daya pertambangan kelas dunia di Indonesia.
Laporan Mobile Economy juga menyoroti bagaimana empat operator seluler terkemuka di Indonesia — Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Axiata, dan Smartfren — telah memperkenalkan layanan API baru seperti Number Verify, SIM Swap, dan Device Location sebagai langkah awal di bawah inisiatif ‘GSMA Open Gateway’ yang akan memungkinkan era baru inovasi untuk meningkatkan keamanan dan mengoptimalkan pengalaman pelanggan dalam transaksi keuangan online dan layanan digital.
Selain penerapan jaringan 5G, kemajuan dalam komunikasi satelit akan memainkan peran penting dalam menciptakan masyarakat yang inklusif. Upaya-upaya ini sangat penting untuk memastikan bahwa manfaat transformasi digital menjangkau seluruh pelosok nusantara.
Layanan internet Starlink diluncurkan secara resmi pada Juni 2024, dengan harapan akan memberikan konektivitas yang sangat dibutuhkan ke pulau-pulau terpencil di Indonesia. Pemerintah Indonesia dan SpaceX juga telah menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan konektivitas di sektor kesehatan dan pendidikan.
Digital Nation Summit Jakarta
Digital Nations Summit yang diselenggarakan oleh Kominfo, menyediakan platform untuk membahas ambisi digital Indonesia dan peran teknologi seluler dalam mencapai tujuan ini. Acara ini menampilkan pidato kunci, diskusi panel, dan sesi yang berfokus pada masa depan lanskap digital Indonesia.
Seiring dengan perjalanan digital Indonesia yang terus berlanjut, GSMA tetap berkomitmen untuk mendukung upaya negara ini dalam mencapai visinya menuju masa depan yang sepenuhnya terhubung secara digital.
Pada Desember 2023, GSMA menyelenggarakan Indonesia Digital Nations Summit dan menerbitkan laporan Indonesia Digital Nations, yang berjudul “Forging a Resilient Digital Nation: Proposals for Indonesia’s Future,” yang mengevaluasi kemajuan Indonesia untuk menjadi negara digital dan merekomendasikan langkah-langkah aksi untuk mempercepat kemajuan.
Untuk mempertahankan dan mempercepat kemajuan ini, GSMA merekomendasikan pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan industri untuk mengatasi tantangan regulasi dan investasi. Rekomendasi utama termasuk mendorong berbagi infrastruktur, menyederhanakan proses regulasi, dan menyediakan insentif kebijakan untuk mendukung perluasan jaringan 5G.
(MMI)
GSMA Ramal Penetrasi 5G Indonesia Meroket, dari 3% jadi 32% pada 2030
Teknologi 5G Indonesia diperkirakan tumbuh pesat dalam 6 tahun ke depan dengan tingkat penetrasi mencapai 32%. Didorong inovasi swasta dan dukungan regulator. [373] url asal
#gsma #teknologi-5g #5g-indonesia #penetrasi-5g-indonesia #gsma-ramal-penetrasi-5g-indonesia-meroket #dari-3-jadi-32-pada-2030
(Bisnis.Com - Teknologi) 12/09/24 20:06
v/14991622/
Bisnis.com, JAKARTA - Laporan terbaru Global System for Mobile Communications Association (GSMA) memperkirakan penetrasi jaringan 5G Indonesia akan menembus 32% pada 2030. Meningkat tajam dalam 6 tahun atau dari 3% pada 2024.
Penetrasi 5G Indonesia lebih tinggi dari Bangladesh (21%) namun masih kalah dari India (49%), Filipina (46%) dan juga dari rerata negara-negara di Asia Pasifik yang mencapai 45% pada 2030 menurut laporan yang berjudul The Economy Asia Pasific 2024.
Head of APAC GSMA Julian Gorman mengatakan pertumbuhan 5G tidak terlepas dar posisi Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Industri di Indonesia harus bersaing secara global untuk ekspor dan investasi.
“Di seluruh dunia, 5G merevolusi cara sektor industri yang menjadi inti pertumbuhan Indonesia beroperasi dan dapat membuka peningkatan produktivitas ekonomi yang kuat,” kata Julian di Jakarta, Kamis (12/9/2024).
Julian juga mengatakan bahwa dampak transformasional yang dimiliki teknologi seluler termasuk 5G terhadap industri menekankan pentingnya Indonesia untuk membina dan mendorong ekosistem yang dinamis guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendorong inovasi.
Investasi tersebut diproyeksikan akan menyumbang US$41 miliar terhadap PDB Indonesia dalam enam tahun ke depan, seiring dengan tingginya kesadaran ekonomi dari teknologi seluler.

Temuan GSMA juga mengungkapkan bahwa Indonesia berpotensi mendapatkan investasi sekitar US$18 miliar di industri seluler antara 2024 dan 2030 dengan sebagian besar dialokasikan untuk jaringan 5G.
Berdasarkan laporan GSMA Intelligence, meskipun 5G masih dalam tahap awal perjalanannya di Indonesia, rencana ambisius pemerintah dan operator mengindikasikan bahwa lebih dari 32% koneksi akan menggunakan 5G pada 2030. Sekitar 67% koneksi diperkirakan akan menggunakan 4G pada tahun 2030 dengan 94% populasi menggunakan smartphone.
Pada tingkat internasional, teknologi 5G meningkatkan operasi dan protokol keselamatan yang menawarkan peningkatan untuk sumber daya pertambangan kelas dunia di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemenkominfo mengatakan selain Roadmap Spektrum IMT Indonesia, yang merupakan bagian sentral dari strategi transformasi digital adalah pengembangan dan pelepasan pita frekuensi utama untuk memungkinkan layanan canggih seperti 5G.
Kolaborasi dengan pemangku kepentingan adalah salah satu strategi penting untuk membangun kerangka kerja yang komprehensif bagi visi digital Indonesia dalam pengembangan dan penggunaan teknologi digital di seluruh Indonesia.
"Dengan ini, kami meletakkan dasar untuk peluncuran 5G yang mulus dan seterusnya, menempatkan Indonesia sebagai pemimpin dalam ekonomi digital global," kata Ismail.
GSMA dan Kominfo Ungkap 5G dan Generative AI Jadi Tren di Industri Seluler
GSMA dan Kominfo menggelar acara 'Digital Nation Summit' di Jakarta, Kamis (12/9) yang membahas tren di industri seluler, seperti 5G dan AI. Halaman all [627] url asal
#seluler #5g #kominfo #gsma #generative-ai #ai-generatif
(Kompas.com) 12/09/24 15:33
v/14982202/
KOMPAS.com - Asosiasi operator telko dunia, Global System for Mobile Communications Association (GSMA) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyelenggarakan acara "Digital Nation Summit" di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (12/9/2024).
Acara ini secara umum membahas tren industri seluler (mobile) secara global. Salah satunya pengadopsian 5G untuk mendukung transformasi digital, termasuk di Indonesia serta perkembangan Generative AI.
"Saya senang bisa membuka acara hari ini dan memberikan beberapa wawasan terkait perjalanan 5G di Asia Pasifik, termasuk potensi 5G di Indonesia," kata Kepala GSMA APAC, Julian Gorman saat membuka acara ini.
Kompas.com/Galuh Putri Riyanto Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi memberi sambutan di acara Digital Nation Summit di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (12/9/2024).Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi yang turut hadir dalam kesempatan yang sama mengatakan, acara ini penting agar Indonesia dapat lebih memahami perkembangan dan implikasi teknologi digital, terutama 5G, dalam memajukan lanskap digital Indonesia.
"Acara hari ini menjadi kesempatan unik untuk menjelajahi masa depan transformasi digital untuk mencapai visi Indonesia Digital tahun 2045," kata Budi.
4 tren industri seluler
Kompas.com/Galuh Putri Riyanto 4 tren industri mobile yang perlu diperhatikan meliputi 5G-advanced, GenAI, Setelit dan NTN, dan Mobile API economy.Di sesi lain, Gorman juga menjelaskan soal empat tren industri seluler yang perlu diperhatikan oleh Indonesia.
Pertama, tren 5G-advanced. Saat ini, kata Gorman, 5G sudah menjadi standar industri.
"Sebab, teknologi ini yang bisa membantu perindustrian seperti manufaktur, pertambangan dan lain-lain untuk menjadi lebih efisien dan lebih maju lagi," lanjut Gorman.
Teknologi ini sudah mulai dimonetisasi di China dan kemungkinan besar penggunaannya akan meluas, termasuk ke Indonesia juga.
Untuk bisa mengikuti tren ini, Indonesia harus terus meningkatkan adopsinya terhadap jaringan 5G.
Julian Gorman memamparkan, adopsi 5G di Indonesia tercatat di angka sekitar 1 persen pada 2023, atau sekitar dua tahun sejak layanan 5G pertama dirilis di Tanah Air.
Jadi, menurut Gorman, masih banyak ruang untuk perkembangan 5G di Indonesia. Perkembangan 5G di Indonesia harus didorong secara kolektif oleh pemerintah, operator seluler, dan ekosistem itu sendiri.
"Jika semua pihak bekerja sama, adopsi AI di Indonesia diprediksi dapat mencapai 32 persen pada 2030," kata Gorman.
Kedua, tren Generative AI. Gorman mengatakan, teknolgi GenAI ini sudah banyak digunakan oleh sebagain besar orang.
Kompas.com/Galuh Putri Riyanto Kepala GSMA Asia-Pasifik, Julian Gorman, Head of APAC GSMA Julian Gorman saat memberikan sambutan di acara Digital Nation Summit Jakarta, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (12/9/2024)."Untuk perusahaan Telekomunikasi, biasanya menggunakan GenAI untuk layanan customer service," kata Gorman.
Tak hanya itu, kini Telko juga mulai menggunakan GenAI untuk melakukan analisa dan meningkatkan efisiensi di perusahaan mereka masing-masing.
Tren ketiga adalah Satelit dan Non-terresterial network (NTN) atau jaringan berada di luar angkasa.
"Satelit dan NPN ini adalah teknologi yang bisa memastikan bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama dan akses yang sama terhadap mobile broadband," kata Gorman.
Terakhir, ada tren Mobile API economy. Menurut Gorman, API memastikan bahwa kualitas akses terhadap kemampuan 5G itu bisa diakses atau bisa dicapai oleh para inovator dan para ekosistem yang menggunakannya untuk meningkatkan perekonomian.