#30 tag 24jam
'Dulu Orang Berkorban untuk Negara, Kini Malah Meminta'
Gus Baha mengingatkan pentingnya memberi daripada meminta. [394] url asal
#gus-baha #negara #bela-negara #umat-islam
(Republika - Khazanah) 30/07/24 13:07
v/12646516/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semaju-majunya negara-negara maju, masih lebih baik Indonesia bila mereka ternyata jauh dari syiar Islam. Hal itu disampaikan seorang ulama asal Rembang, Jawa Tengah, KH Ahmad Bahauddin Nursalim. Sosok yang akrab disapa Gus Baha' itu mengungkapkan alasannya. Sebab, dalam pandangan Allah iman dan Islam itu lebih bernilai daripada perkara-perkara duniawi.
Maka dari itu, santri (almarhum) KH Maimoen Zubair itu mengaku kadang kala menangis terharu ketika mendengar kabar adanya orang- orang Indonesia yang giat berkontribusi untuk dakwah saat mereka merantau di negeri orang.
Gus Baha mengatakan, barangkali tingkat keimanan para perantauan itu biasa- biasa saja. Namun, melalui perannya dalam syiar Islam-seperti mem bangun komunitas masjid di negara minoritas Muslim dan sebagainya-itu membuat mereka lebih baik ketimbang orang yang tinggal di kampung halaman sendiri tetapi tak tergerak hatinya untuk berdakwah.
“Jadi kalau di daerah yang Islamnya sudah sehat agak-agak komplain, kerannya buntu saja sudah geger. Tapi ketika dia di daerah yang tidak ada masjid, (perantau Muslim) berikhtiar untuk bikin masjid,” ujar dai muda tersebut dalam acara bertajuk Musahabah dan Munajat Kebangsaan yang digelar Universitas Ivet Semarang secara virtual, sebagaimana dikutip dari dokumentasi Harian Republika.
Kemapanan yang berlangsung terlalu lama terkadang hanya memunculkan orang-orang yang gemar berkomplain. Bandingkanlah dengan orang-orang yang harus berjuang di luar kampung atau negerinya. Pengibaratan itu juga bisa ditarik secara lebih luas.
Gus Baha menuturkan, pada zaman sekarang banyak orang yang menuntut kepada negara karena merasa negara seharusnya menyediakan kemapanan.
Padahal, lanjut dia, dahulu sebelum negara terbentuk, semua orang justru ingin memberikan harta dan bahkan nyawanya untuk kemerdekaan. Karena itu, ahli ilmu tafsir Alquran tersebut berpesan, semestinya di manapun dan bagaima napun keadaan seseorang, tidak kehilangan semangat untuk ingin memberi.
Rasulullah SAW juga mengingatkan, “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.” Hadis tersebut dapat menjadi tuntunan dalam kehiduapn berbangsa dan bernegara yang sehat.
Apalagi, kini banyak problem besar membebani beberapa negara, termasuk Indonesia. Semua rakyatnya ingin mendapatkan sesuatu dari negara, bukan justru berusaha memberikan sesuatu kepada negara.
Kalau semua orang yang pintar, yang bodoh, setengah-pintar, hubungannya dengan negara ingin mendapatkan (sesuatu), maka negara bisa keteteran. Tapi kalau hubungamnya ingin memberi, insya Allah semuanya akan selamat, ucap unsur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.
“Intinya agama ini menitikberatkan supaya, kalau bisa, hubungan kita dengan orang lain atau dengan negara (didasarkan) ingin memberi, bukan ingin mendapatkan,” imbuhnya lagi.
Mengapa Gus Baha Kerap Berpesan dalam Ceramahnya Perbanyak Sujud, Ini Rahasianya | Republika Online
Muslim dianjurkan memperbanyak sujud selama hidup di dunia [578] url asal
#sujud #keutamaan-sujud #manfaat-sujud #memperbanyak-sujud #keistimewaan-sujud #sholat-lima-waktu #gus-baha #gus-baha-sujud #bersujud #mengapa-sujud #rahasia-sujud #hikmah-sujud
(Republika - Khazanah) 05/07/24 19:47
v/9785510/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Dalam berbagai ceramahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA Rembang Jawa Tengah, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau kerap disapa Gus Baha, kerap menasihati umat Islam untuk bersyukur masih diberi kesempatan untuk bersujud di dunia.
“Kalau sudah meninggal, baru tahu ternyata haq betul itu sujud kepada Allah, memuji dan bersyukur atas nikmat Allah, Allah Mahabesar. Setelah di akhirat kamu hanya tahu satu kalimat yang haq, yaitu kenangan terbaik kamu di dunia adalah sujud sehingga kamu bakal heran ketika masa hidupmu tidak pernah sujud,” kata Gus Baha dalam video yang diunggah Santri Gayeng berjudul Akhirat Paling Utama, dikutip dari dokumentasi Republika.co.id, Jumat (5/7/2024).
Ada penjelasan soal orang-orang yang tidak menjalani perintah-Nya selama hidup dunia. Allah berfirman dalam surat Qaf ayat 22-23:
لَقَدْ كُنْتَ فِيْ غَفْلَةٍ مِّنْ هٰذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاۤءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيْدٌ وَقَالَ قَرِيْنُهٗ هٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيْدٌۗ
“Sungguh, kamu dahulu benar-benar lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan penutup matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam. (Malaikat) yang menyertainya berkata, “Inilah (catatan perbuatan) yang ada padaku.”
“Artinya, gara-gara melihat gemerlap dunia bisa menjadi tidak tahu pentingnya Allah dan akhirat,” ujarnya.
Gus Baha menyebut Allah sebenarnya sudah berpesan kepada umat-Nya untuk tidak tertipu dalam berdaya dalam kehidupan di dunia. Allah berfirman dalam surat Fatir ayat 5:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ
“Wahai manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (setan) yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.”
“Sholat lima kali sehari nikmatin karena sekali kamu terbiasa mementingkan dunia maka kamu akan lupa bahwa akhirat lebih penting. Itu adalah permulaan kamu akan tergelincir dari jalan yang benar,” tambahnya.
Sementara itu, Ternyata seorang Muslim yang banyak bersujud memiliki keutamaan yang besar di hari kiamat kelak. Ini diketahui berdasarkan riwayat hadits yang menjelaskan tentang hal tersebut. Adapun haditsnya sebagai berikut:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ الْمَازِنِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم-: " مَا مِنْ أُمَّتِي مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَأَنَا أَعْرِفُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ "، فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَكَيْفَ تَعْرِفُهُمْ يَا رَسُولَ اللهِ فِي كَثْرَةِ الْخخَلَائِقِ؟، قَالَ: " أَرَأَيْتَ لَوْ دَخَلْتَ صُبْرَةً فِيهَا خَيْلٌ دُهْمٌ بُهْمٌ، وَفِيهَا فَرَسٌ أَغَررُّ مُحَجَّلٌ، أَمَا كُنْتَ تَعْرِفُهُ مِنْهَا؟ "، قَاالَ: بَلَى، قَالَ: " فَإِنَّ أُمَّتِي يَوْمَئِذٍ غُرٌّ مِنْ السُّجُودِ، مُحَجَّلُونَ مِنْ الْوُضُوءِ
"
Diriwayatkan dari Abdillah bin Busr RA, Rasullah SAW bersabda, "Tidak ada seorang pun dari umatku, kecuali aku mengenalnya nanti pada hari Kiamat". Para sahabat bertanya, "Bagaimana engkau mengenal mereka wahai Rasulullah, mereka berada di antara banyak makhluk?"
Beliau menjawab..
Beliau menjawab, "Bagaimana pendapatmu jika engkau masuk dalam shirath" di dalamnya terdapat kumpulan kuda berwarna hitam, dan dalam kumpulan itu terdapat seekor kuda yang memiliki ghurrah (warna putih cerah di dahinya) dan muhajjal (berkaki putih), bukankah kamu dapat mengenalinya?" Sahabat itu menjawab, "Ya". Lalu beliau bersabda, "Sungguh, umatku pada hari itu mempunyai wajah yang putih karena sujud, serta anggota wudhu yang putih karena wudhu'". (HR Ahmad)
Makna sujud yang terkandung di dalam hadits tersebut merujuk pada ibadah sholat. Orang yang memperbanyak sujud, yakni sholat, akan menemani Rasulullah SAW di surga.
Seorang sahabat Nabi SAW bernama Rabi'ah bin Ka'b Al-Aslami suatu ketika bermalam di rumah Rasulullah SAW, lalu menghampiri beliau SAW dengan membawa air wudhu. Kemudian Nabi SAW berkata, "Mintalah sesuatu."
Lalu Rabi'ah menjawab, "Aku ingin menemanimu di Surga." Rasulullah bertanya lagi, "Ada permintaan selain itu?" Rabiah mengatakan lagi, "Itu yang aku minta." Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda, "Bantulah aku mewujudkan keinginanmu dengan memperbanyak sujud (sholat)." (HR Muslim)
Sujud merupakan momen yang paling dekat dengan Allah SWT, dan di saat itulah waktu terkabulnya doa seorang hamba. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Waktu yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa."
Hendaknya seorang Muslim memperhatikan betul-betul sujud. Sebab Nabi SAW pernah memerintahkan untuk menyempurnakan sujud. Anas bin Malik RA mendengar Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « أَتِمُّووا الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ فَوَاللهِ، إِنِّي لَأَرَاكُمْمْ مِنْ بَعْدِ ظَهْرِي إِذَا مَا رَكَعْتُمْ، وَإِذَا مَا سَجَدْتُمْ» وَفِي حَدِيثِ سَعِيدٍ إِذَا رَكَعْتُمْ وَإِذَا سَجَدْتُمْ
“Sempurnakanlah ruku dan sujud, demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku benar-benar melihat kalian dari belakang punggungku, jika kalian ruku dan sujud.” (HR Bukhari dan Muslim)
Nasihat Favorit Gus Baha dalam Ceramahnya yaitu Bersyukurlah Bisa Sujud, Ini Rahasianya | Republika Online
Muslim dianjurkan memperbanyak sujud selama hidup di dunia [578] url asal
#sujud #keutamaan-sujud #manfaat-sujud #memperbanyak-sujud #keistimewaan-sujud #sholat-lima-waktu #gus-baha #gus-baha-sujud #bersujud #mengapa-sujud #rahasia-sujud #hikmah-sujud
(Republika - Khazanah) 05/07/24 19:47
v/9776699/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Dalam berbagai ceramahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA Rembang Jawa Tengah, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau kerap disapa Gus Baha, kerap menasihati umat Islam untuk bersyukur masih diberi kesempatan untuk bersujud di dunia.
“Kalau sudah meninggal, baru tahu ternyata haq betul itu sujud kepada Allah, memuji dan bersyukur atas nikmat Allah, Allah Mahabesar. Setelah di akhirat kamu hanya tahu satu kalimat yang haq, yaitu kenangan terbaik kamu di dunia adalah sujud sehingga kamu bakal heran ketika masa hidupmu tidak pernah sujud,” kata Gus Baha dalam video yang diunggah Santri Gayeng berjudul Akhirat Paling Utama, dikutip dari dokumentasi Republika.co.id, Jumat (5/7/2024).
Ada penjelasan soal orang-orang yang tidak menjalani perintah-Nya selama hidup dunia. Allah berfirman dalam surat Qaf ayat 22-23:
لَقَدْ كُنْتَ فِيْ غَفْلَةٍ مِّنْ هٰذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاۤءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيْدٌ وَقَالَ قَرِيْنُهٗ هٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيْدٌۗ
“Sungguh, kamu dahulu benar-benar lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan penutup matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam. (Malaikat) yang menyertainya berkata, “Inilah (catatan perbuatan) yang ada padaku.”
“Artinya, gara-gara melihat gemerlap dunia bisa menjadi tidak tahu pentingnya Allah dan akhirat,” ujarnya.
Gus Baha menyebut Allah sebenarnya sudah berpesan kepada umat-Nya untuk tidak tertipu dalam berdaya dalam kehidupan di dunia. Allah berfirman dalam surat Fatir ayat 5:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ
“Wahai manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (setan) yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.”
“Sholat lima kali sehari nikmatin karena sekali kamu terbiasa mementingkan dunia maka kamu akan lupa bahwa akhirat lebih penting. Itu adalah permulaan kamu akan tergelincir dari jalan yang benar,” tambahnya.
Sementara itu, Ternyata seorang Muslim yang banyak bersujud memiliki keutamaan yang besar di hari kiamat kelak. Ini diketahui berdasarkan riwayat hadits yang menjelaskan tentang hal tersebut. Adapun haditsnya sebagai berikut:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ الْمَازِنِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم-: " مَا مِنْ أُمَّتِي مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَأَنَا أَعْرِفُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ "، فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَكَيْفَ تَعْرِفُهُمْ يَا رَسُولَ اللهِ فِي كَثْرَةِ الْخخَلَائِقِ؟، قَالَ: " أَرَأَيْتَ لَوْ دَخَلْتَ صُبْرَةً فِيهَا خَيْلٌ دُهْمٌ بُهْمٌ، وَفِيهَا فَرَسٌ أَغَررُّ مُحَجَّلٌ، أَمَا كُنْتَ تَعْرِفُهُ مِنْهَا؟ "، قَاالَ: بَلَى، قَالَ: " فَإِنَّ أُمَّتِي يَوْمَئِذٍ غُرٌّ مِنْ السُّجُودِ، مُحَجَّلُونَ مِنْ الْوُضُوءِ
"
Diriwayatkan dari Abdillah bin Busr RA, Rasullah SAW bersabda, "Tidak ada seorang pun dari umatku, kecuali aku mengenalnya nanti pada hari Kiamat". Para sahabat bertanya, "Bagaimana engkau mengenal mereka wahai Rasulullah, mereka berada di antara banyak makhluk?"
Beliau menjawab..
Beliau menjawab, "Bagaimana pendapatmu jika engkau masuk dalam shirath" di dalamnya terdapat kumpulan kuda berwarna hitam, dan dalam kumpulan itu terdapat seekor kuda yang memiliki ghurrah (warna putih cerah di dahinya) dan muhajjal (berkaki putih), bukankah kamu dapat mengenalinya?" Sahabat itu menjawab, "Ya". Lalu beliau bersabda, "Sungguh, umatku pada hari itu mempunyai wajah yang putih karena sujud, serta anggota wudhu yang putih karena wudhu'". (HR Ahmad)
Makna sujud yang terkandung di dalam hadits tersebut merujuk pada ibadah sholat. Orang yang memperbanyak sujud, yakni sholat, akan menemani Rasulullah SAW di surga.
Seorang sahabat Nabi SAW bernama Rabi'ah bin Ka'b Al-Aslami suatu ketika bermalam di rumah Rasulullah SAW, lalu menghampiri beliau SAW dengan membawa air wudhu. Kemudian Nabi SAW berkata, "Mintalah sesuatu."
Lalu Rabi'ah menjawab, "Aku ingin menemanimu di Surga." Rasulullah bertanya lagi, "Ada permintaan selain itu?" Rabiah mengatakan lagi, "Itu yang aku minta." Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda, "Bantulah aku mewujudkan keinginanmu dengan memperbanyak sujud (sholat)." (HR Muslim)
Sujud merupakan momen yang paling dekat dengan Allah SWT, dan di saat itulah waktu terkabulnya doa seorang hamba. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Waktu yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa."
Hendaknya seorang Muslim memperhatikan betul-betul sujud. Sebab Nabi SAW pernah memerintahkan untuk menyempurnakan sujud. Anas bin Malik RA mendengar Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « أَتِمُّووا الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ فَوَاللهِ، إِنِّي لَأَرَاكُمْمْ مِنْ بَعْدِ ظَهْرِي إِذَا مَا رَكَعْتُمْ، وَإِذَا مَا سَجَدْتُمْ» وَفِي حَدِيثِ سَعِيدٍ إِذَا رَكَعْتُمْ وَإِذَا سَجَدْتُمْ
“Sempurnakanlah ruku dan sujud, demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sesungguhnya aku benar-benar melihat kalian dari belakang punggungku, jika kalian ruku dan sujud.” (HR Bukhari dan Muslim)