#30 tag 24jam
Polisi Bakal Periksa Kejiwaan Bapak Kost yang Makan Kucing
Nuryanto mengaku sudah membunuh dan memakan 10 kucing. [325] url asal
#bapak-kost-makan-kucing #makan-kucing-semarang #hari-kucing-sedunia #makan-daging-kucing #diabetes #bahaya-makan-kucing #makan-kucing-dalam-islam #polrestabes-semarang
(Republika - News) 08/08/24 17:20
v/13812870/
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap Nuryanto (62 tahun), warga Kampung Sekaran, Gunungpati, yang baru-baru ini viral karena memakan daging kucing. Berdasarkan keterangannya kepada tim penyidik Polrestabes Semarang, Nuryanto mengaku sudah tiga tahun mengonsumsi daging kucing.
"Nanti kita koordinasi dengan rumah sakit jiwa yang ada di Semarang untuk diobservasi apakah ada gangguan jiwa atau tidak terhadap pelaku ini," kata Kanit Tidpiter Satreskrim Polrestabes Semarang AKP Johan Widodo saat menggelar konferensi pers Mapolrestabes Semarang, Kamis (8/8/2024).
Dia mengungkapkan, Nuryanto mengaku sudah tiga tahun mengonsumsi daging kucing. "Alasan atau motif beliau makan daging kucing adalah karena menurut beliau daging kucing ini bebas dari kalori dan kadar gulanya rendah," ujarnya.
Nuryanto diketahui menderita diabetes dan meyakini daging kucing bisa menjadi obatnya. Menurut pengakuan Nuryanto, sejauh ini dia sudah membunuh dan memakan 10 kucing. "Beliau mengatakan pengen makan daging tapi tidak punya uang, sehingga kucing yang jadi sasaran persantapan beliau," kata Johan.
Dia mengungkapkan, Nuryanto memiliki usaha kos-kosan. Terdapat lima kamar kos yang disewakan. Setiap kamarnya disewakan per tiga bulan dengan harga Rp 500 ribu. Penyewa kos biasanya adalah mahasiswa karena lokasinya berdekatan dengan Universitas Negeri Semarang.
Johan mengungkapkan, Polrestabes Semarang sudah meminta keterangan dari penghuni kos dan pemilik kucing yang peliharaannya menjadi sasaran Nuryanto.
Johan mengatakan, dalam aksinya, Nuryanto membunuh kucing dengan menggunakan punggung senjata tajam celurit. Kucing biasanya dihantam pada bagian kepala. "Kucing itu mati kemudian dibakar untuk menghilangkan bulu-bulunya. Selanjutnya dipotong-potong dan dimasak. Setelah itu baru dikonsumsi," ujar Johan.
Dia menambahkan Polrestabes Semarang masih akan melakukan penyidikan. "Untuk penerapan pasal kita menggunakan Pasal 91B Ayat 1 Undang-Undang Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan atau Pasal 302 KUHP, di mana ancaman hukumannya dua tahun atau yang KUHP sembilan bulan," kata Johan.
Kendati demikian, Johan mengungkapkan, berdasarkan perkaranya, Polrestabes Semarang tidak bisa melakukan penahanan terhadap pelaku. Namun Polrestabes Semarang akan menerapkan wajib lapor sebanyak dua kali dalam sepekan.
Polisi Bakal Periksa Kejiwaan Bapak Kost yang Makan Kucing
Nuryanto mengaku sudah membunuh dan memakan 10 kucing. [325] url asal
#bapak-kost-makan-kucing #makan-kucing-semarang #hari-kucing-sedunia #makan-daging-kucing #diabetes #bahaya-makan-kucing #makan-kucing-dalam-islam #polrestabes-semarang
(Republika - News) 08/08/24 17:20
v/13807546/
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap Nuryanto (62 tahun), warga Kampung Sekaran, Gunungpati, yang baru-baru ini viral karena memakan daging kucing. Berdasarkan keterangannya kepada tim penyidik Polrestabes Semarang, Nuryanto mengaku sudah tiga tahun mengonsumsi daging kucing.
"Nanti kita koordinasi dengan rumah sakit jiwa yang ada di Semarang untuk diobservasi apakah ada gangguan jiwa atau tidak terhadap pelaku ini," kata Kanit Tidpiter Satreskrim Polrestabes Semarang AKP Johan Widodo saat menggelar konferensi pers Mapolrestabes Semarang, Kamis (8/8/2024).
Dia mengungkapkan, Nuryanto mengaku sudah tiga tahun mengonsumsi daging kucing. "Alasan atau motif beliau makan daging kucing adalah karena menurut beliau daging kucing ini bebas dari kalori dan kadar gulanya rendah," ujarnya.
Nuryanto diketahui menderita diabetes dan meyakini daging kucing bisa menjadi obatnya. Menurut pengakuan Nuryanto, sejauh ini dia sudah membunuh dan memakan 10 kucing. "Beliau mengatakan pengen makan daging tapi tidak punya uang, sehingga kucing yang jadi sasaran persantapan beliau," kata Johan.
Dia mengungkapkan, Nuryanto memiliki usaha kos-kosan. Terdapat lima kamar kos yang disewakan. Setiap kamarnya disewakan per tiga bulan dengan harga Rp 500 ribu. Penyewa kos biasanya adalah mahasiswa karena lokasinya berdekatan dengan Universitas Negeri Semarang.
Johan mengungkapkan, Polrestabes Semarang sudah meminta keterangan dari penghuni kos dan pemilik kucing yang peliharaannya menjadi sasaran Nuryanto.
Johan mengatakan, dalam aksinya, Nuryanto membunuh kucing dengan menggunakan punggung senjata tajam celurit. Kucing biasanya dihantam pada bagian kepala. "Kucing itu mati kemudian dibakar untuk menghilangkan bulu-bulunya. Selanjutnya dipotong-potong dan dimasak. Setelah itu baru dikonsumsi," ujar Johan.
Dia menambahkan Polrestabes Semarang masih akan melakukan penyidikan. "Untuk penerapan pasal kita menggunakan Pasal 91B Ayat 1 Undang-Undang Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan atau Pasal 302 KUHP, di mana ancaman hukumannya dua tahun atau yang KUHP sembilan bulan," kata Johan.
Kendati demikian, Johan mengungkapkan, berdasarkan perkaranya, Polrestabes Semarang tidak bisa melakukan penahanan terhadap pelaku. Namun Polrestabes Semarang akan menerapkan wajib lapor sebanyak dua kali dalam sepekan.
Geger Bapak Kos Siksa Kucing, Ingat Hadits Wanita Diazab Usai Kurung Kucing Hingga Mati
Umat Islam tidak dibenarkan menyiksa binatang. [656] url asal
#pemakan-kucing #bapak-kost-makan-kucing #hari-kucing-sedunia #kucing-dimakan #menyiksa-kucing #penyiksaan-kepada-kucing #hadits-menyiksa-kucing #azab-menanti-penyiksa-kucing #hadits-wanita-diazab-kare
(Republika - Khazanah) 08/08/24 17:18
v/13807697/
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG —Seorang pria berinisial N (64) di Kota Semarang, Jawa Tengah, yang diduga menganiaya kucinghingga tewas, dan memakan dagingnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam tindak pidana tersebut. Pelaku mengaku mengonsumsi daging itu sejak tiga tahun lalu.
"Tersangka mengakui telah mengonsumsi daging kucing sejak tiga tahun lalu," kata Kanit Tindak Pidana Tertentu Satreskrim Polrestabes Semarang AKP Johan Widodo di Semarang, Kamis (8/8/2024). Dalam aksinya, kata dia, pelaku memukul kucing yang ditemuinya dalam kondisi tidur, kemudian dipukul dengan gagang sabit. Pelaku lantas memotong dan merebus daging kucing sebelum mengonsumsinya.
Bagaimana sebenarnya ajaran Islam mengenai penyiksaan terhadap binatang? Umat Islam tidak dibenarkan menyiksa binatang dengan cara tidak memberinya makan. Bahkan, sengaja membunuhnya hanya karena kesenangan. Dalam sebuah hadits, dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda, "Seorang perempuan diazab karena seekor kucing yang dikurungnya sampai mati. Dia pun masuk neraka karena perbuatan itu. Kucing itu tidak diberi makan dan minum ketika dia mengurungnya. Bahkan, dia tidak membiarkannya makan serangga di bumi." (HR Muttafaq 'Alaih).
Syekh Salim bin 'Ied al-Hilali dalam mensyarahkan hadis ini menjelaskan beberapa kandungan. Pertama, umat Islam dilarang membunuh apa pun yang tidak diperintahkan Allah untuk dibunuh dengan cara dibiarkan kehausan meskipun seekor kucing. Kedua, tidak boleh mengurung binatang untuk dijadikan sasaran permainan.
Ketiga adalah anjuran untuk berbuat baik kepada binatang. Keempat, azab dapat menimpa seorang hamba karena hal-hal yang dipandang kecil. Kelima, boleh memelihara binatang dengan cara mengurungnya dengan syarat harus dipenuhi kebutuhannya dan diperlakukan dengan baik.
Berlaku lemah lembut...
Dalam kasus tersebut, pria itu juga mengonsumsi daging dari kucing yang sudah dianiayanya tersebut. Lantas, muncul pertanyaan bolehkah di dalam Islam mengonsumsi daging hewan bertaring seperti kucing?
KH Abdurrahman Dahlan, Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) dalam laman halalmui.org menjelaskan, untuk menjawab pertanyaan tersebut terlebih dahulu harus kembali ke hukum asal: selama tidak ada dalil yang mengharamkannya maka hukumnya adalah halal.
Sedangkan segala hal yang diharamkan dalam Al-Qur’an dan hadits, sudah pasti dihukumi haram. Itulah yang berlaku pula dalam hal hukum memakan binatang buas bertaring.
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud hewan bertaring yang dimaksudkan di dalam hadist adalah hewan yang berbahaya bagi manusia, seperti singa, macan, macan tutul dan serigala. Ada juga yang memakan daging seperti anjing dan kucing. Sebagian ulama ada juga yang mengharamkan keledai dan kera melalui hadis di atas karena keduanya memiliki taring.
Dalil implisit berupa ayat Alqur’an yang mengharamkan memakan binatang yang mati terbunuh karena dimakan binatang buas. Artinya: “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya.” [QS. Al-Maidah (5: 3)].
Binatang bertaring termasuk ke dalam binatang buas, sebagaimana dijelaskan dalam hadis di atas. Keharaman binatang bertaring bisa pula diambil dari keterangan Alqur’an tentang haramnya binatang yang mati karena diterkam binatang buas, sekalipun pada dasarnya hewan tersebut halal, seperti kambing atau sapi.
Di dalam binatang buas terdapat sifat yang ganas di mana mereka suka membunuh sesama. Dengan mengharamkan binatang buas, berarti Islam telah memberikan penghormatan pada manusia agar tidak memiliki sifat seperti binatang itu. Di samping itu pula, binatang buas dianggap kotor dan menjijikkan sehingga makanannya pun ikut diharamkan dalam syariat Islam.
Dalam ayat Alqur’an diterangkan bahwa yang diharamkan dalam Islam adalah barang-barang yang memang pada dasarnya kotor, jorok dan menjijikkan. Allah berfirman: Artinya: “(Allah) menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” [QS. Al-A’raf (7): 157].
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Setiap binatang buas yang bertaring, maka memakannya adalah haram.” (HR. Muslim). Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring, dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeram” (HR. Muslim). Demikian juga Abi Tsa’labah, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memakan setiap hewan buas yang bertaring.” (HR. Bukhari).
Pemakan Kucing di Semarang Jadi Tersangka, Ini Pasal yang Menjerat
Pelaku memukul dan membunuh kucing yang sedang tertidur. [489] url asal
#kucing #pemakan-kucing #bapak-kost-makan-kucing #bapak-kos-makan-kucing #hari-kucing-sedunia #kucing-dimakan
(Republika - News) 08/08/24 16:33
v/13802098/
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Seorang pria berinisial N (64) di Kota Semarang, Jawa Tengah, yang diduga aniaya kucing hingga tewas, dan memakan dagingnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam tindak pidana tersebut. Pelaku mengaku mengonsumsi daging sejak tiga tahun lalu.
"Tersangka mengakui telah mengonsumsi daging kucing sejak tiga (3) tahun lalu," kata Kanit Tindak Pidana Tertentu Satreskrim Polrestabes Semarang AKP Johan Widodo di Semarang, Kamis.
Dalam aksinya, kata dia, pelaku memukul kucing yang ditemuinya dalam kondisi tidur, kemudian dipukul dengan gagang sabit. Pelaku lantas memotong dan merebus daging kucing sebelum mengonsumsinya.
Adapun alasan pemilik indekos di Gunungpati, Kota Semarang, itu nekat mengonsumsi daging kucing, menurut dia, karena menganggap daging itu rendah kalori. Selain itu, pelaku mengaku tidak sanggup membeli daging sapi.
Dalam pengungkapan perkara tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah peralatan untuk memasak daging kucing serta sejumlah potongan tulang yang berasal dari kucing tersebut.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan atau Pasal 302 KUHP tentang penganiayaan terhadap hewan.
Terhadap tersangka, kata dia, tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun. Ia menambahkan bahwa penyidik juga masih berkoordinasi untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku.
Republika sempat mengunjungi kos-kosan milik Nur pada Kamis (8/8/2024). Terdapat enam kamar kos. Lima kamar dihuni penyewa, sementara satu kamar lainnya ditempati oleh Nur. Di area kos-kosan tersebut terdapat dapur terbuka, tempat Nur biasa mengolah daging kucing yang dikonsumsinya.
Salah satu penghuni kos, NA (24 tahun), mengaku sudah mengetahui pemilik kosnya mengonsumsi daging kucing sebelum hal itu viral. Menurut NA, Nur bahkan pernah mengakui perbuatannya memakan daging kucing.
NA mengaku tidak pernah melihat secara langsung ketika Nur membunuh kucing. Namun teman kosnya pernah melihat Nur ketika memakan daging kucing. Suatu hari, NA, yang menyewa kos sejak 2022, pernah mendengar suara raungan kucing. Dia pun keluar dari kamar kosnya untuk memeriksa.
Kala itu, NA dihampiri oleh Nur. Pada momen itu Nur mengaku padanya baru saja membunuh kucing. "Pertama ngomong, 'Maaf Mas tadi habis pukul kucing mau saya makan. Maaf kalau itu ganggu nurani Anda'. Ya kaget, langsung aku rekam (suara/audio)," kata NA ketika ditemui di lokasi.
NA mengungkapkan, sebelum momen tersebut, teman kosnya sudah pernah melihat Nur ketika memasak daging kucing. Hal itu terjadi pada Ramadan tahun lalu. Kala itu, teman kos NA menghirup aroma aneh dari alat penanak nasi.
Teman NA kemudian mencoba memeriksa alat penanak nasi itu. "Pas dibuka temen saya ada kucing, sudah lagi direbus. Waktu itu pas saya balik kampung," ucap NA.
Menurut NA, sejak tahun lalu dia dan teman-teman kosnya hendak memviralkan tabiat Nur memakan daging kucing. "Koordinasi dulu. Dari tahun lalu mau diviralin, karena habis Ramadan waktu itu," katanya.
Teman kos NA bahkan sempat menghubungi anak Nur. "Mau izin laporin. Katanya anaknya lepas tangan," ujar NA.
Sepengetahuan NA, Nur mempunyai dua anak, yakni perempuan dan laki-laki. NA mengatakan, dua anak Nur cukup sering ke kos-kosan. "Sering debat juga karena bapaknya keras kepala," ucapnya.
Bapak Kos Pemakan Kucing di Semarang Jadi Tersangka, Ini Pasal yang Menjerat
Pelaku memukul dan membunuh kucing yang sedang tertidur. [489] url asal
#kucing #pemakan-kucing #bapak-kost-makan-kucing #bapak-kos-makan-kucing #hari-kucing-sedunia #kucing-dimakan
(Republika - News) 08/08/24 16:33
v/13802097/
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Seorang pria berinisial N (64) di Kota Semarang, Jawa Tengah, yang diduga aniaya kucing hingga tewas, dan memakan dagingnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam tindak pidana tersebut. Pelaku mengaku mengonsumsi daging sejak tiga tahun lalu.
"Tersangka mengakui telah mengonsumsi daging kucing sejak tiga (3) tahun lalu," kata Kanit Tindak Pidana Tertentu Satreskrim Polrestabes Semarang AKP Johan Widodo di Semarang, Kamis.
Dalam aksinya, kata dia, pelaku memukul kucing yang ditemuinya dalam kondisi tidur, kemudian dipukul dengan gagang sabit. Pelaku lantas memotong dan merebus daging kucing sebelum mengonsumsinya.
Adapun alasan pemilik indekos di Gunungpati, Kota Semarang, itu nekat mengonsumsi daging kucing, menurut dia, karena menganggap daging itu rendah kalori. Selain itu, pelaku mengaku tidak sanggup membeli daging sapi.
Dalam pengungkapan perkara tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah peralatan untuk memasak daging kucing serta sejumlah potongan tulang yang berasal dari kucing tersebut.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan atau Pasal 302 KUHP tentang penganiayaan terhadap hewan.
Terhadap tersangka, kata dia, tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun. Ia menambahkan bahwa penyidik juga masih berkoordinasi untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku.
Republika sempat mengunjungi kos-kosan milik Nur pada Kamis (8/8/2024). Terdapat enam kamar kos. Lima kamar dihuni penyewa, sementara satu kamar lainnya ditempati oleh Nur. Di area kos-kosan tersebut terdapat dapur terbuka, tempat Nur biasa mengolah daging kucing yang dikonsumsinya.
Salah satu penghuni kos, NA (24 tahun), mengaku sudah mengetahui pemilik kosnya mengonsumsi daging kucing sebelum hal itu viral. Menurut NA, Nur bahkan pernah mengakui perbuatannya memakan daging kucing.
NA mengaku tidak pernah melihat secara langsung ketika Nur membunuh kucing. Namun teman kosnya pernah melihat Nur ketika memakan daging kucing. Suatu hari, NA, yang menyewa kos sejak 2022, pernah mendengar suara raungan kucing. Dia pun keluar dari kamar kosnya untuk memeriksa.
Kala itu, NA dihampiri oleh Nur. Pada momen itu Nur mengaku padanya baru saja membunuh kucing. "Pertama ngomong, 'Maaf Mas tadi habis pukul kucing mau saya makan. Maaf kalau itu ganggu nurani Anda'. Ya kaget, langsung aku rekam (suara/audio)," kata NA ketika ditemui di lokasi.
NA mengungkapkan, sebelum momen tersebut, teman kosnya sudah pernah melihat Nur ketika memasak daging kucing. Hal itu terjadi pada Ramadan tahun lalu. Kala itu, teman kos NA menghirup aroma aneh dari alat penanak nasi.
Teman NA kemudian mencoba memeriksa alat penanak nasi itu. "Pas dibuka temen saya ada kucing, sudah lagi direbus. Waktu itu pas saya balik kampung," ucap NA.
Menurut NA, sejak tahun lalu dia dan teman-teman kosnya hendak memviralkan tabiat Nur memakan daging kucing. "Koordinasi dulu. Dari tahun lalu mau diviralin, karena habis Ramadan waktu itu," katanya.
Teman kos NA bahkan sempat menghubungi anak Nur. "Mau izin laporin. Katanya anaknya lepas tangan," ujar NA.
Sepengetahuan NA, Nur mempunyai dua anak, yakni perempuan dan laki-laki. NA mengatakan, dua anak Nur cukup sering ke kos-kosan. "Sering debat juga karena bapaknya keras kepala," ucapnya.
Hari Kucing Sedunia, Di Balik Penciptaan Mata Kucing yang Bersinar pada Malam Hari
Ada sebuah lapisan dalam mata kucing yang tidak terdapat pada mata manusia. [1,194] url asal
#kucing #hari-kucing-sedunia #mata-kucing #mata-kucing-yang-bersinar #sinar-mata-kucing #penciptaan-kucing #ayat-ayat-tentang-kucing #kucing-diciptakan #allah-ciptakan-kucing #mata-kucing-bersinar #aya
(Republika - Khazanah) 08/08/24 14:59
v/13790880/
REPUBLIKA.CO.ID, Para pecinta binatang tengah merayakan Hari Kucing se-Dunia yang jatuh setiap 8 Agustus setiap tahun. Perayaan hari kucing diinisiasi sejak 2002 oleh International Fund for Animal Welfare.Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran terhadap kucing dan mempelajari cara-cara untuk membantu dan melindungi mereka.
Kucing juga merupakan binatang populer di Indonesia yang notabene berpenduduk mayoritas Muslim. Dalam ajaran Islam, kucing menjadi salah satu bukti penciptaan Allah SWT di dunia, salah satunya bisa dilihat dari bagian matanya.
Allah telah menciptakan mata kucing dengan pengaturan dan letak yang sesuai dengan makhluk-Nya. Dalam salah satu ayat, Allah berfirman tentang kesempurnaan ciptaannya.
Dia–lah Allah yang menciptakan, yang mengadakan, yang membentuk rupa, Dia memiliki nama – nama yang indah, apa yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada – Nya. Dan Dialah yang Maha perkasa lagi Maha bijaksana. ( QS. Al – Hasyr 24 )
Kucing dapat dengan mudah membedakan warna hijau, biru dan merah. Walaupun begitu, kelebihan sebenarnya dari mata kucing adalah agar dapat melihat di malam hari. Kelopak mata kucing terbuka pada malam hari, ketika terkena sedikit cahaya, lapisan mata yang disebut iris membuat pupil mata membesar ( hampir 90% mata ). Mereka pun lebih mudah melihat cahaya. Pada saat mendapat cahaya yang lebih terang, sistem bekerja berlawanan untuk melindungi retina, pupil mengecil dan berubah menjadi garis tipis.
Ada sebuah lapisan yang tidak terdapat pada mata manusia. Lapisan ini berada di belakang retina, berfungsi sebagai penerima cahaya. Ketika cahaya jatuh di lapisan ini langsung di pantulkan kembali, cahaya lewat dua kali melalui retina. Oleh karena itu, kucing dapat melihat dengan mudah di saat cahaya hanya sedikit. Bahkan di saat gelap, di saat mata manusia tidak dapat melihat. Lapisan ini juga lah yang menyebabkan kenapa mata kucing bersinar di malam hari.
Lapisan ini disebut Kristal tapetum lucidum yang dapat memantulkan cahaya. Berkat kistal ini, cahaya yang jatuh di belakang mata di pantulkan kembali ke retina. Beberapa cahaya yang di pantulkan kembali ke lensa, sehingga mata bersinar. Berkat struktur ini, jumlah cahaya yang diterima mata meningkat sehingga bisa melihat dalam kegelapan. Oleh Karena itu, kucing bisa melihat lebih baik dalam gelap. Ini bukanlah bentuk dari bio-luminescence, sebab binatang tidak menghasilkan cahaya, melainkan hasil dari pemantulan.
Alasan lain kenapa kucing bisa melihat dalam gelap juga karena adanya sel–sel batang yang lebih banyak di bandingkang sel–sel kerucut di retina mereka. Sebagaimana kita ketahui, sel – sel batang hanya sensitive pada cahaya. Mereka membentuk bayangan hitam atau putih tergantung dari cahaya yang datang dari objek, tetapi mereka sangat sensitive walau hanya dengan sedikit cahaya.
Berkat sel–sel batang ini, kucing dapat berburu dengan mudah di malam hari. Seperti kita lihat, Allah menciptakan struktur mata yang sesuai dengan kondisi dan nutrisi yang mereka butuhkan. Mata kucing memiliki struktur dan karakteristik yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka. Ini adalah salah satu contoh dari hasil ciptaan Allah. Hasil ciptaan Allah yang unik ini terbukti dalam salah satu ayat:
Pencipta langit dan bumi, ketika Dia ingin menciptakan sesuatu, maka Dia hanya berkata “jadilah”, maka jadilah ia. ( QS. Al – Baqarah 117 )
Bola mata lebih besar dari manusia..
Selain kemampuan melihat di malam hari, bola mata kucing juga lebih besar dibandingkan yang dimiliki manusia. Jika bidang penglihatan manusia hanya sampai 160 derajat, kucing dapat dengan mudah hingga 187 derajat.
Dengan karakteristik ini, mereka dapat dengan mudah melihat ancaman yang ada. Ini adalah contoh karakteistik lain dari hasil ciptaan Allah dengan bentuk yang berbeda. Sebagaimana di katakana di dalam Al – Qur’an, kaakteristik ini adalah pelajaran bagi orang – orang yang beriman ;Dan sungguh, pada hewan ternak itu terdapat pelajaran bagimu…( QS. An – Nahl 66 )
Struktur mata kucing berbeda dengan manusia
Pada mata kucing, terdapat membran ketiga yang disebut “nictitating membrane”. Membran ini transparan, dan bergerak dari satu bagian mata ke bagian yang lainnya. Sebagai contoh, kucing dapat mengedipkan mata mereka tanpa harus menutup semuanya. Membran ketiga ini memungkinkan mata kucing terlindungi ketika berburu.
Selain itu, benda – benda lain seperti debu tidak mengenai mata mereka, sehingga mata mereka tetap bersih dan lembab; sehingga kucing tidak perlu sering mengedipkan matanya seperti manusia. Jika kucing mengedipkan mata mereka sepanjang waktu seperti manusia agar matanya tetap bersih dan lembab, hal ini akan menimbulkan kesulitan bagi mereka di saat berburu. Tidak mengedipkan mata merupakan salah satu kesempurnaan ciptaan Allah untuk makhluk ini.
Apakah mata kucing sensitif pada gerakan?
Kucing tidak dapat melihat dalam jarak dekat dengan baik sebagaimana halnya manusia dan tidak bisa focus pada objek yang dekat dengan mereka. Tetapi Allah telah menciptakan rambut sensoris dengan mekanisme sensoris yang kuat buat kucing.
Berkat penciuman dan rambut sensoris, kucing dapat dengan mudah mendeteksi dalam jarak dekat. Walau makhluk indah ini sulit melihat dalam jarak dekat, mereka dapat dengan mudah merasakan dengan jarak dua sampai enam meter. Jarak ini cukup bagi kucing agar dapat berburu.
Karakteristik lain pada mata kucing adalah mereka sensitive pada gerakan, keindahan dan yang sesuai dengan jarak penglihatan mereka. Mata kucing dan otaknya memisahkan setiap gerakan bingkai demi bingkai. Otak kucing bisa merasakan lebih banyak gambar daripada kita. Sebagai contoh, mereka dapat dengan mudah melihat tanda – tanda elektronika pada layar televise di bandingkan manusia. Ini adalah bakat khusus yang di berikan oleh Allah yang Mahakuasa kepada semua kucing. Hal ini dikarenakan kucing menangkap mangsa mereka berdasarkan objek yang bergerak.
Detail dan ragam yang mengagumkan di ciptakan Allah bagi kucing
Mata kucing diciptakan dengan kaakteristik luar biasa seperti makhluk lainnya. Ketika struktur dan karakteristik mata di uji secara individual, maka akan di lihat fungsi yang berbeda dan ini merupakan bukti dari beragamnya hasil penciptaan Allah. Variasi ini tidak dapat di katakana sebagai hasil dari mutasi ataupun seleksi alam. Allah telah memberikan mata yang sesuai dengan kebutuhan hidup dan nutrisi makhluknya.
Memiliki pengetahuan tentang system yang menakjubkan ini merupakan kesempatan bagi setiap orang untuk melihat kekuasaan dan pengetahuan Allah yang telah menciptakan makhluknya. Kita harus berterima kasih kepada Allah yang telah menciptakan alam semesta ini. Adapun bagi orang – orang yang yang menolak ayat – Nya, Allah menjulukinya “pendusta”, seperti di dalam ayat ;
Siapakah yang lebih zhalim daripada orang – orang yang telah di peringatkan dengan ayat – ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah di kerjakan oleh kedua tangannya? ( QS. Al – Kahfi 57 )
Kucing di ciptakan dalam bentuk yang ideal sesuai dengan lingkungan mereka, mereka perlu bernafas, makan, berburu dan mempertahankan diri agar tetap hidup. Oleh karena itu, mereka harus mengenal dunia mereka, dan membedakan antara musuh dan mangsa mereka. Dengan demikian, mereka memerlukan penglihatan khusus untuk melihat lingkungan mereka.
Bagaimanapun, Allah yang Mahakuasa, Tuhan dari semua dunia, telah memberikan karakteristik yang mengagumkan seperti mata yang memiliki struktur khusus, bentuk dan ketajaman penglihatan untuk kucing. Penciptaan mata yang memiliki kekhususan bagi kucing merupakan pelajaran bagi orang – orang yang beriman sebagaimana di sebutkan di dalam Al – Qur’an ;
Dan disana terdapat pelajaran bagimu…( QS. Al – Mu’miniin 21 )
Karakteristik mata kucing berfungsi sesuai dengan hukum yang di tetapkan Allah. Allah menciptakan mata ini dan setiap detilnya tanpa contoh sama sekali. Hal ini terungkap dalam ayat – ayat bahwa Allah adalah pencipta semuanya ;
Allah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian lagi berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. ( QS. An – Nuur 45 )