JAKARTA, investor.id - PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) terus berupaya untuk melakukan langkah-langkah proaktif untuk mengembalikan kondisi keuangan perusahaan dengan lebih baik melalui berbagai langkah strategis yang telah disiapkan.
“Salah satunya adalah melalui Indonesia AirAsia, yang melakukan penambahan rute baru ke Kota Kinabalu, Malaysia; Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam; Phuket, Thailand; hingga Cairns, Australia di tahun 2024,” ungkap Direktur Utama AirAsia Indonesia (CMPP), Veranita Yosephine dalam keterangan resmi, Selasa (23/7/2024).
Selain itu, dia menambahkan, CMPP juga sedang mengembangkan peluang bisnis di bidang kargo udara. CMPP juga memanfaatkan teknologi terbaru melalui inisiatif AirAsia MOVE, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman pelanggan.
“Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi CMPP beradaptasi dengan pasar dan mendapatkan aliran pendapatan tambahan serta menjaga kelangsungan bisnis yang berkelanjutan,” jelas Veranita.
Menurutnya, CMPP menegaskan komitmennya dalam terus berinovasi dan mencari peluang baru untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
“Kami percaya bahwa dengan strategi yang tepat, CMPP dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai lebih bagi para pemegang saham,” sebut Veranita.
CMPP tetap berkomitmen untuk secara transparan mengatasi kekhawatiran yang diajukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). “Tim manajemen perusahaan yakin bahwa langkah-langkah yang diimplementasikan akan berkontribusi pada keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis jangka panjang,” pungkas Veranita.
Sebelumnya diberitakan, BEI meminta penjelasan kepada PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) – emiten maskapai – terkait laporan keuangan (lapkeu) periode 31 Desember 2023.
BEI menyebutkan bahwa laporan keuangan konsolidasian periode 31 Desember 2023 PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) itu telah disampaikan perseroan tanggal 13 Mei 2024. Dan kemudian BEI melakukan penelaahan.
“Berdasarkan penelaahan kami terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan dari perseroan khususnya terkait penekanan going concern pada opini auditor serta tentang catatan atas laporan keuangan nomor 35 tentang kelangsungan usaha,” sebut BEI.
Editor: Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News