#30 tag 24jam
Kembangkan Keterampilan, IMIP Beri Tenaga Kerja Lokal Beasiswa ke China
Beasiswa yang diberikan berupa pelatihan mulai dari Bahasa Mandarin hingga terkait pengembangan baterai kendaraan listrik (EV) langsung di China. [997] url asal
#imip-morowali #imip #tenaga-kerja-lokal #beasiswa
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 28/08/24 12:06
v/14787915/
Morowali - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), pengelola kawasan industri di Morowali, tidak hanya fokus pada hilirisasi nikel di Tanah Air saja. Namun, terus berupaya untuk memberikan kontribusi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap dalam era hilirisasi.
Human Resources (HR) Head PT IMIP Achmanto Mendatu mengatakan, ada sejumlah langkah yang telah dilakukan untuk menggenjot kualitas talenta Indonesia, khususnya karyawan Indonesia yang bekerja di IMIP, salah satunya dengan pemberian beasiswa ke China.
Dia menjelaskan beasiswa yang diberikan berupa pelatihan langsung ke Negeri Tirai Bambu. Bentuk latihannya pun beragam mulai dari Bahasa Mandarin hingga terkait pengembangan baterai kendaraan listrik (EV).
"Macam-macam (pelatihan). Hampir semua pelatihan ada, misalnya pelatihan bahasa. Kalau TKA (Tenaga Kerja Asing) dapat pelatihan bahasa Indonesia, kalau kita (pekerja Indonesia) pelatihan bahasa Mandarin. Ratusan orang kita dikirim (belajar) ke China. Kita kirim ratusan orang ke China untuk belajar Bahasa Mandarin, kaya macam summer camp ada yang sampai 3 bulan, 6 bulan. Itu program dari kita, kita kirim," kata Mendatu kepada Detikcom di Kawasan Industri Morowali Industrial Park (IMIP), Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan karyawan Indonesia yang mendapatkan beasiswa turut mendapatkan sejumlah pembekalan, seperti akomodasi selama belajar, uang saku, hingga tempat menginap di China. Selain itu, karyawan penerima beasiswa dan pelatihan tetap mendapatkan gaji selama menempuh pendidikan.
Tenaga kerja lokal dapat beasiswa dari IMIP Foto: Dea Duta Aulia |
Menurutnya, beragam fasilitas tersebut bertujuan agar para karyawan bisa lebih fokus belajar.
"Iyalah otomatis, pasti, nggak mungkin (akomodasi) nggak ditanggung," jelasnya.
Ada sejumlah karyawan dari dalam kawasan IMIP yang telah menerima beasiswa tersebut, salah satunya Ashari. Wakil Supervisor Divisi Furnace-Departemen Ferronickel di PT Indonesia Guang Ching Nickel And Stainless Steel Industry (GCNS) ini berkesempatan untuk belajar bahasa Mandarin lebih dalam selama dua tahun.
Ashari mengatakan, pembelajaran terdiri atas 1 tahun belajar secara daring dan 1 tahun di Universitas Shandong, Tiongkok. Dia menambahkan, belajar online tersebut dilakukan karena saat itu situasi masih pandemi COVID-19 yang tidak memungkinkannya diberangkatkan ke China.
"Programnya itu 2 tahun, 1 tahun di awal online karena COVID-19. Lalu September 2023 diberangkatkan ke sana (China). Kalau di sana, di Universitas Shandong, Tiongkok," ujar Ashari.
Pria asal Sulawesi Selatan itu pun berbagi cerita selama mengikuti Program Beasiswa Bahasa Mandarin. Menurutnya, selama mengikuti program tersebut, dia dibebaskan dari berbagai biaya.
Bahkan di tahun pertama saat belajar secara online, dia dibebastugaskan sementara dari tanggung jawabnya di perusahaan. Dia ditugaskan untuk lebih berfokus mengikuti pembelajaran bahasa Mandarin.
Sebelum berangkat ke China, Ashari mendapatkan pelatihan dasar Bahasa Mandarin dari perusahaannya. Ashari mengatakan, keinginannya belajar bahasa Mandarin tidak terlepas dari upaya untuk memperlancar komunikasi dengan sejumlah rekan kerja TKA.
"Pertama berawal dari resah di lapangan karena susah komunikasi, apa-apa harus mengandalkan jubir. Kalau jubir ada kesibukan lain, terus kebetulan kita berpapasan sama orang China, susah kita berkomunikasi. Jadi mau tidak mau kita harus belajar agar mempermudah komunikasi dengan atasan dan rekan kerja," jelasnya.
Tenaga kerja lokal dapat beasiswa dari IMIP Foto: Dea Duta Aulia |
Setelah mendapatkan pembekalan dasar bahasa Mandarin, dirinya pun langsung diberangkatkan untuk mengikuti Program Beasiswa Bahasa Mandarin lanjutan di China. Ashari mengaku dirinya mendapatkan banyak pengalaman selama belajar di sana.
Ashari mendapatkan pengalaman berkesan karena dapat mengenal bahasa Mandarin, juga kebudayaan dan sejarah China bersama sejumlah penerima beasiswa lainnya dari berbagai negara. Sedikitnya, ada sekitar 15 orang dari berbagai negara yang mengikuti program ini.
Meskipun menjadi satu-satunya orang Indonesia yang mengikuti beasiswa tersebut, tidak ada kata minder atau malu sedikitpun di benak Ashari. Dia percaya diri untuk terus serius belajar bahasa Mandarin.
"Satu kelas 15 orang, dari Indonesia 1 orang, yang lainnya dari Laos, Thailand, Myanmar, Korea Selatan, Jepang, dan Mongolia. Dari Eropa juga ada, yaitu Belarus, Hungaria, Italia, Portugal, dan Belanda. Jadi kita kumpul semua di satu kelas," ujarnya.
Selama di sana, Ashari mengatakan mendapatkan kelas pembelajaran selama 5 hari dalam seminggu yang dilakukan selama 1 tahun. Materi yang diberikan pun mencakup bahasa Mandarin untuk keperluan ragam bekerja, bisnis, dan umum.
"Kalau di sana itu seminggu (kelasnya) 5 hari dimulai dari jam 8 sampai 5 sore," kata Ashari.
Sepulang dari sana, dia mengungkapkan, kemampuannya berbahasa Mandarin mengalami peningkatan cukup signifikan.
Bahkan kemampuan dirinya berbahasa Mandarin naik hingga 80 persen kalau dibandingkan dengan sebelum mengikuti beasiswa. Ini membuat dirinya mendapat kemudahan untuk berkomunikasi dengan atasan juga bawahannya.
Dia mengakui Program Beasiswa Bahasa Mandarin itu pun memberikan efek positif terhadap karier dan penghasilannya.
"Targetnya adalah itu fulus (penghasilan) naik dengan kemampuan sendiri," jelasnya.
Tak hanya Ashari, karyawan wanita pun turut mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan program beasiswa. Hal itu dirasakan oleh Operator Control Room Furnace PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) yang berada di kawasan industri IMIP, Putri Khusnul Khotimah.
Putri mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi dan mengikuti pusat pelatihan Suzhou Industrial Park Institute of Vocational Technology di Kota Suzhou, Provinsi Jiangsu, China, selama sebulan. Adapun program beasiswa tersebut merupakan hasil kerja sama antara IMIP dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves).
"Jadi, pertama itu pengumumannya dari pimpinan saya di tempat kerja, terus katanya ada berangkat ke China terus dipanggil untuk ngobrol sama manajer waktu itu. Nah, manajer kasih tahu kalau ada pelatihan di China, terus itu selama satu bulan di sana bersedia atau enggak. Tapi setelah itu, saya bilang 'iyaa, saya bisa'," kata Putri.
Putri mengatakan dirinya mendapatkan pelatihan untuk pengembangan baterai EV di China secara gratis. Selama di sana ada sejumlah pengalaman yang didapatkan sejumlah ilmu salah satunya terkait dengan pengembangan energi terbarukan.
"Pelajari baterainya itu, proses manufakturingnya terus di kendaraan listriknya, terus pembuatannya bagaimana," ujarnya.
"Nah itu kan tentang pengembangan energi terbarukan. Kayak kita lihat 'ini loh bahan-bahan dasar untuk dijadikan solar cell'. Di sana juga kita sempat naik mobil listrik tanpa awak, tanpa driver. Tapi untuk lingkungan perusahaannya itu untuk kami datang," sambungnya.
Selain mendapatkan ilmu baru, dia pun turut berupaya untuk mengajak rekan kerja lainnya agar berani dan mau untuk ambil program beasiswa yang dihadirkan IMIP. Menurutnya, hal itu pun bisa membuat para karyawan upskilling atau meningkatkan kemampuan diri.
"Ya tentu mengajak teman-teman (kerja) untuk ambil beasiswa dan pelatihan," tutupnya.
(anl/ega)
IMIP Berikan Beasiswa ke 1.000 Mahasiswa di 30 Perguruan Tinggi Se-RI
Kick off program tersebut secara simbolis telah diberikan kepada tiga mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali (PILM) saat acara wisuda di kampus tersebut. [463] url asal
#imip #imip-morowali #beasiswa
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 27/08/24 09:20
v/14767163/
Jakarta - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mulai pertengahan tahun ini hingga tahun depan, akan memberikan bantuan beasiswa bagi 1.000 mahasiswa berprestasi yang tersebar di 30 perguruan tinggi se-Indonesia. Program itu dilakukan karena manajemen PT IMIP memandang penting sektor pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar perekonomian negeri.
Human Resources Head PT IMIP Achmanto Mendatu mengatakan kick off program tersebut secara simbolis telah diberikan kepada tiga mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali (PILM) saat acara wisuda di kampus tersebut.
Mendatu menjelaskan, pemberian beasiswa ini merupakan perwujudan andil PT IMIP dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Terkait itu, ada dua misi utama, yaitu mendorong laju perekonomian Indonesia hingga bisa masuk sebagai salah satu dari lima negara dengan tingkat ekonomi tertinggi di dunia, serta menurunkan tingkat kemiskinan hingga di bawah 0,8% pada tahun 2045.
"Untuk mencapainya, industri pengolahan perlu berkontribusi 28 persen dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Kawasan IMIP berandil dengan penciptaan lapangan kerja dan menyiapkan SDM berkompeten di sektor hilirisasi mineral-logam," ujar Achmanto, dalam keterangan tertulis, Rabu (27/8/2024).
Untuk itu, PT IMIP merancang program jangka panjang bertajuk 'IMIP Corporate University' dengan tujuan menciptakan pusat talenta terbaik dalam sektor industri logam mineral di indonesia. Program ini mencakup lima lini, yaitu IMIP Training Program, IMIP Internship Program, IMIP Scholarship Program, IMIP Learning Program, dan IMIP School Program.
Pemberian beasiswa tersebut bagian dari IMIP Scholarship Program yang dijalankan bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi RI, Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Tenaga Kerja RI, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Mendatu menguraikan sasaran dari program beasiswa ini adalah mahasiswa di 30 kampus negeri se-Indonesia, antara lain Politeknik Industri Logam Morowali (PILM), Politeknik Akademi Teknik Industri Makassar (ATMI), Universitas Tadulako, Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Mahasiswa yang dapat menerima beasiswa ini dikhususkan pada strata pendidikan sarjana terapan (D4) dan sarjana (S1) dengan program studi ilmu teknik kimia, mesin, elektronika, kelistrikan, dan metalurgi.
Adapun syarat bagi penerima beasiswa adalah berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi, memiliki indeks prestasi kumulatif minimal 3,00, dan telah menjalankan studi minimal empat semester.
Seiring perkembangan laju industri pengolahan nikel, Mendatu menekankan, PT IMIP berupaya mengembangkan kawasan industri IMIP sebagai sentra pembelajaran hilirisasi mineral logam.
Sebelumnya, pada hari Sabtu (24/8) secara simbolis dilakukan pemberian beasiswa kepada tiga orang mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali. Di hari yang sama pula dilakukan kegiatan wisuda angkatan kelima terhadap 80 mahasiswa Politeknik Morowali.
Acara itu dihadiri oleh Pj Bupati Morowali Yusman Mahbub, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Jonni Afrison, Direktur Politeknik Industri Logam Morowali Agus Salim Opu, Head Of Human Resource PT IMIP Achmanto Mendatu, dan beberapa perwakilan pimpinan perusahaan tenant yang ada di Kawasan IMIP.
(anl/ega)
Tungku Smelter PT LSI Morowali Bocor, Cairan Logam Panas Meluber ke Lantai
Tungku smelter PT LSI Morowali mengalami kebocoran cairan logam panas. Pekerja dievakuasi ke tempat aman. [385] url asal
#tungku-smelter #pt-lsi-morowali #imip #imip-morowali #smelter #morowali #sulawesi-tengah
(detikFinance) 10/08/24 11:15
v/14069101/
Morowali - Tungku smelter PT Lestari Smelter Indonesia (LSI) Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalami kebocoran hingga cairan logam panas meluber ke lantai. Para pekerja yang berada di lokasi kejadian dievakuasi ke tempat aman.
"Abrasi cairan tungku, kita biasa menyebutnya cairan logam," ujar Media Relations Head PT IMIP Dedy Kurniawan saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (10/8/2024).
Peristiwa tersebut terjadi di smelter PT LSI yang berada di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kecamatan Bahodopi pada Jumat (9/8) pukul 19.00 Wita. Dedy menyebut saat itu pekerja tengah melakukan peleburan cairan di dalam tungku.
"Sementara dalam proses peleburan, pada saat mau dilakukan tapping, ada sejumlah cairan keluar. Cairannya ini kan panas, suhunya 1.400 derajat," terangnya.
Dedy melanjutkan, cairan panas tersebut meluber hingga ke lantai smelter. Ia menyebut petugas safety perusahaan langsung melakukan pendinginan dan mengevakuasi pekerja ke tempat aman.
"Cairan itu tumpah ke lantai smelter. Kemudian dilakukan upaya pendinginan dengan cara menyemprotkan air, setelah 45 menit sudah dingin," katanya.
Dedy memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Namun pihaknya menutup sementara operasional smelter PT LSI untuk proses investigasi.
"Tidak ada korban, baik luka maupun meninggal, operasional dihentikan untuk waktu yang tidak ditentukan," ujarnya.
Lebih jauh, Dedy mengaku tidak sepakat jika peristiwa cairan tumpah dari tungku itu disebut sebagai kebakaran. Hal itu karena bahan smelter yang terbuat dari baja dan beton.
"Smelter di sini bahannya cuman 2, baja dan beton, jadi kalau dibilang kebakaran kurang tepat," imbuhnya.
(asm/ata)


