#30 tag 24jam
50 Soal Matematika Kelas 5 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Jawabannya - kumparan.com
Inilah deretan soal matematika kelas 5 semester 1 Kurikulum Merdeka dan jawabannya. [1,075] url asal
#daerah-indepth #soal #matematika
(Kumparan.com - Tekno & Sains) 24/10/24 18:46
v/16939898/
Banyak konsep matematika digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengelola uang, merencanakan perjalanan, atau mengukur sesuatu. Sehingga perlu dilatih dengan soal matematika kelas 5 semester 1 Kurikulum Merdeka.
Dikutip dari mtsmu2bakid.sch.id, Pentingnya Matematika Dalam Kehidupan Sehari-hari, memahami soal matematika membantu mengatasi situasi ini dengan lebih mudah. Selain itu dengan kemampuan berhitung juga dapat menjadi strategi pemecahan masalah.
Berikut ini adalah deretan soal matematika kelas 5 semester 1 Kurikulum Merdeka yang dirangkum dari YouTube Bimbel Online lengkap dengan kunci jawabannya.
1. -13 + (-12) = ...
A. 25
B. -25
C. 26
D. -26
Jawaban : B
2. Hasil dari 200 - (-100) : 25 = ...
A. 204
B. 4
C. 12
D. 114
Jawaban : A
3. 30 + (15 x (-20) + (-200) : 10 = ...
A. 31
B. -165
C. -290
D. 328
Jawaban : C
4. Pembulatan kepuluhan terdekat dari bilangan 327 adalah ...
A. 300
B. 330
C. 400
D. 350
Jawaban : B
5. Dengan notasi 24 jam maka pukul 9 malam lebih 15 menit dapat dituliskan ......
A. 21.15
B. 20.15
C. 21. 45
D. 20.45
Jawaban : A
6. 3 semester + 2 caturwulan = ... bulan
A. 16
B. 26
C. 36
D. 46
Jawaban : B
7. Berikut yang bukan bilangan prima adalah ...
A. 3
B. 5
C. 29
D. 30
Jawaban : D
8. Bilangan 7.755 jika dibulatkan keeratusan terdekat menjadi ...
A. 7.760
B. 7.800
C. 7. 000
B. 8.000
Jawaban : B
9. Tafsiran dari 120 + 168 adalah ...
A. 300
B. 400
C. 500
D. 600
Jawaban : A
10. Faktor prima dari bilangan 150 adalah ...
A. 2 dan 3
B. 2, 3, dan 5
C. 2 dan 7
D. 2,3, dan 7
Jawaban : B
11. Berikut ini waktu yang menunjukkan jarum panjang menunjuk angka 6 adalah ...
A. 13.00
B. 04.45
C. 09.30
D. 12.45
Jawaban : A
12. Pembulatan kepuluhan terdekat dari bilangan 327 adalah ...
A. 300
B. 330
C. 400
D. 350
Jawaban : B
13. -13 + (-12) = ...
A. 25
B. -25
C. 26
D. -26
Jawaban : B
14. Hasil dari 200 - (-100) : 25 = ...
A. 204
B. 4
C. 12
D. 114
Jawaban : A
15. 0,2 + 0,75 + 1,4 = ...
A. 0,91
B. 1,35
C. 1,81
D. 2,35
Jawaban : D
16. 2,25 - 0,325 - 1,2 = ...
A. 0,625
B. 0,725
C. 1,625
D. 1,725
Jawaban : B
17. 25 persen + 3 persen + 1,5 persen = ...
A. 70 persen
B. 28 persen
C. 29,5 persen
D. 56,5 persen
Jawaban : C
18. 78 % - 9 % - 12,5 % = ...
A. 54,5 %
B. 55,5 %
C. 56,5 %
D. 57,5 %
Jawaban : C
19. 0,15 x 0,27 = ...
A. 0,4050
B. 0,0450
C. 0,0405
D. 0,0045
Jawaban : C
20. Sudut yang terbentuk ketika jarum jam menunjukkan jam 03.00 adalah sudut ...
A. Lancip
B. Tumpul
C. 180°
D. Siku-siku
Jawaban : D
21. 30 + (15 x (-20)) + (-200) : 10 = ...
A. 31
B. -165
C. -290
D. 328
Jawaban : C
22. 2 jam + 30 menit + 180 detik = ... menit
A. 89
B. 97
C. 135
D. 153
Jawaban : D
23. Bilangan 7.755 jika dibulatkan keratusan terdekat menjadi ...
A. 7.760
B. 7.800
C. 7.000
D. 8.000
Jawaban : B
24. Berikut yang bukan bilangan prima adalah ...
A. 1
B. 5
C. 29
D. 30
Jawaban : D
25. Tafsiran dari 120 + 168 adalah ...
A. 300
B. 400
C. 500
D. 600
Jawaban : A
26. 1/2 + 3/4 adalah ...
A. 9/8
B. 11/8
C. 10/8
D. 16/8
Jawaban : B
27. Hasil dari 2/5 + 2/3 adalah ...
A. 16/15
B. 23/23
C. 58/23
D. 15/23
Jawaban : A
28. Hasil dari 4/5 - 2/3
A. 5/15
B. 9/16
C. 7/15
D. 2/15
Jawaban : D
29. 7,577 + 0,324 + 1,98 = ...
A. 9,379
B. 9,375
C. 9,881
D. 9.300
Jawaban : C
30. 25 persen + 3 persen - 1,5 persen = ...
A. 23,5 %
B. 26,5 %
C. 29,5 %
D. 56,5 %
Jawaban : B
31. 55 % + 32 % = ...
A. 87 %
B. 86 %
C. 88 %
D. 82 %
Jawaban : A
32. 98 % - 64 % = ...
A. 31 %
B. 32 %
C. 36 %
D. 34 %
Jawaban : D
33. Hasil dari 5/6 - 1/3 adalah ...
A. 8/15
B. 3/23
C. 9/18
D. 6/23
Jawaban : C
34. 2,25 + 0,325 + 1,2 = ...
A. 0,375
B. 1,376
C. 3,75
D. 4,30
Jawaban : B
35. 4,65 + 0,92 - 1,7 = ...
A. 3,89
B. 3,85
C. 3,87
D. 3,30
Jawaban : C
36. 2,432 + 0,87 + 1,65 = ...
A. 4,952
B. 4.332
C. 4765
D. 4,384
Jawaban : A
37. Ibu membeli 3 kilogram gula dan membaginya ke dalam 5 toples. Berapa kilogram gula di setiap toples?
A. 0,5 kg
B. 0,6 kg
C. 0,7 kg
D. 0,8 kg
Jawaban: B. 0,6 kg
38. Kolam ikan memiliki panjang 12 meter dan lebar 8 meter. Hitunglah luas kolam ikan tersebut!
A. 80 m²
B. 96 m²
C. 100 m²
D. 120 m²
Jawaban: B. 96 m²
39. Dalam satu hari, Ayu menabung Rp5.000. Jika ia menabung selama 30 hari, berapa total uang yang Ayu tabung?
A. Rp100.000
B. Rp120.000
C. Rp150.000
D. Rp160.000
Jawaban: C. Rp150.000
40. Deni memiliki 48 pensil yang ingin dibagikan secara merata kepada 6 teman. Berapa banyak pensil yang diterima oleh setiap temannya?
A. 6 pensil
B. 7 pensil
C. 8 pensil
D. 9 pensil
Jawaban: C. 8 pensil
41. Hasil dari 120 ÷ 5 adalah...
A. 22
B. 24
C. 26
D. 28
Jawaban: B. 24
42. Sebuah lapangan berbentuk persegi memiliki panjang sisi 15 meter. Berapakah keliling lapangan tersebut?
A. 50 meter
B. 55 meter
C. 60 meter
D. 70 meter
Jawaban: C. 60 meter
43. Rani membuat kue dan memotongnya menjadi 8 bagian sama besar. Jika ia makan 3 potong, berapa pecahan yang menggambarkan jumlah kue yang dimakan Rani?
A. 1/2
B. 3/8
C. 5/8
D. 7/8
Jawaban: B. 3/8
44. Dalam sebuah kantong terdapat 24 kelereng merah dan 16 kelereng biru. Tentukan rasio jumlah kelereng merah terhadap jumlah kelereng biru!
A. 3:2
B. 2:3
C. 3:4
D. 4:3
Jawaban: A. 3:2
45. Sebuah tangga memiliki 15 anak tangga. Setiap anak tangga memiliki tinggi 20 cm. Berapa tinggi tangga tersebut?
A. 2 meter
B. 2,5 meter
C. 3 meter
D. 3,5 meter
Jawaban: C. 3 meter
46. Ayah mengendarai sepeda motor sejauh 60 km dalam waktu 2 jam. Berapakah kecepatan rata-rata ayah dalam km/jam?
A. 20 km/jam
B. 30 km/jam
C. 40 km/jam
D. 50 km/jam
Jawaban: C. 30 km/jam
47. Jika sebuah segitiga memiliki alas 10 cm dan tinggi 8 cm, hitunglah luas segitiga tersebut!
A. 20 cm²
B. 30 cm²
C. 40 cm²
D. 50 cm²
Jawaban: C. 40 cm²
48. Di sebuah kelas terdapat 25 siswa, 14 siswa suka matematika dan 9 siswa suka IPA. Berapa banyak siswa yang suka kedua mata pelajaran tersebut jika semua siswa suka minimal satu mata pelajaran?
A. 2 siswa
B. 4 siswa
C. 6 siswa
D. 8 siswa
Jawaban: C. 6 siswa
49. Hitunglah hasil dari 3/4 + 2/3!
A. 7/12
B. 8/9
C. 17/12
D. 5/4
Jawaban: C. 17/12
50. Suatu tangki air dapat menampung 150 liter air. Jika sudah terisi 80 liter, berapa liter air lagi yang dibutuhkan untuk memenuhi tangki?
A. 60 liter
B. 70 liter
C. 80 liter
D. 90 liter
Jawaban: B. 70 liter
Soal-soal matematika kelas 5 semester 1 Kurikulum Merdeka di atas bisa dijadikan referensi dan bahan latihan evaluasi materi. Dengan memperbanyak latihan, maka akan membantu mengasah kemampuan berhitung.(Win)
40 Contoh Soal IPAS Kelas 4 Semester 1 Kurikulum Merdeka untuk Dipelajari - kumparan.com
Inilah contoh soal IPAS kelas 4 semester 1 Kurikulum Merdeka, yang bisa dipelajari di rumah. [187] url asal
(Kumparan.com - News) 24/10/24 11:01
v/16922728/
Contoh soal IPAS kelas 4 semester 1 Kurikulum Merdeka perlu diketahui untuk bisa belajar lebih dalam mengenai pelajaran tersebut. Dengan mengetahui contoh soal pelajaran IPAS, bisa menjadi cara untuk melatih diri agar lebih memahami materi yang ada.
IPAS adalah pelajaran mengenai Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, yang mengkaji tentang makhluk hidup dan benda mati di alam semesta serta interaksinya, serta kehidupan manusia sebagai makhluk sosial di lingkungan sesuai informasi dari situs kurikulum.kemdikbud.go.id.
Melalui pelajaran IPAS di sekolah, diharapkan bisa membantu siswa menumbuhkan keingintahuan terhadap fenomena yang terjadi di sekitar. Selain itu, siswa juga bisa memahami bagaimana alam semesta bekerja dan berinteraksi dengan kehidupan manusia di bumi.
Salah satu cara agar mudah memahami materi IPAS adalah berlatih soal. Bagi yang mencari contoh soal dari pelajaran IPAS, khususnya untuk kelas 4 di semester 1, inilah contoh soal IPAS kelas 4 semester 1 Kurikulum Merdeka, yang bisa dipelajari untuk latihan soal.
Berbagai contoh soal IPAS kelas 4 semester 1 Kurikulum Merdeka tersebut bisa dikerjakan dan dipelajari untuk menambah pemahaman akan mata pelajaran satu ini. Apabila sering berlatih mengerjakan soal, maka pemahaman akan pelajaran IPAS jadi bertambah. (PRI)
45 Soal Matematika Kelas 6 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Jawabannya - kumparan.com
Inilah deretan soal Matematika kelas 6 semester 1 Kurikulum Merdeka beserta jawabannya. [158] url asal
(Kumparan.com) 24/10/24 06:29
v/16914240/
Soal Matematika kelas 6 semester 1 Kurikulum Merdeka terdiri dari beberapa jenis soal yang didasarkan pada kategori sejumlah bab awal buku terkait. Jenis-jenis soal ini diketahui memiliki peran penting dalam memperkuat dasar pemahaman siswa.
Menurut Asari dalam jurnal “Mengerjakan Soal Latihan Matematika: Hanya agar Terjawab dengan Cepat dan Akurat?” (h. 3), praktik mengerjakan soal Matematika biasanya dilakukan sebagai wujud melatih kecepatan dan kelancaran penyelesaiannya.
Lebih dari itu, mengerjakan soal juga membantu meningkatkan kompetensi siswa dan keterampilan berpikir matematis. Karenanya, selain bermanfaat untuk persiapan ujian mendatang, kegiatan ini juga bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan buku “Matematika” guru dan siswa yang diterbitkan Kemendikbudristek tahun 2022, inilah deretan soal Matematika kelas 6 semester 1 Kurikulum Merdeka yang meliputi kategori soal pecahan, desimal, dan rasio, beserta jawabannya:
Itulah deretan soal Matematika kelas 6 semester 1 Kurikulum Merdeka beserta jawabannya yang dapat dipelajari dan digunakan untuk berlatih. Demi pemahaman yang mendalam, pastikan untuk melihat kembali materi terkait pada buku panduan. (NF)
55 Soal OSN IPA SD 2024 dan Kunci Jawabannya - kumparan.com
Inilah soal OSN IPA SD 2024, lengkap dengan kunci jawabannya. [124] url asal
#daerah-indepth #soal #siswa #prestasi
(Kumparan.com) 24/10/24 03:42
v/16908361/
Berbagai jenis soal OSN IPA SD yang mungkin muncul penting bagi para siswa yang ingin mempersiapkan diri secara maksimal untuk kompetisi ini.
Olimpiade Sains Nasional (OSN) adalah ajang kompetisi yang digelar untuk mencari bibit unggul dalam bidang sains di berbagai jenjang pendidikan, termasuk Sekolah Dasar (SD).
Pada OSN tingkat SD, mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menjadi salah satu bidang yang diujikan.
Mengutip buku Soal dan Pembahasan OSN IPA SD/MI, Agus Sasono, (2021: iii), OSN (Olimpiade Sains Nasional) adalah salah satu ajang bergengsi di kalangan siswa di tanah air. Berikut adalah beberapa contoh soal OSN IPA SD.
Dengan persiapan yang baik dan rajin berlatih, siswa dapat menghadapi berbagai soal OSN IPA SD dengan lebih percaya diri dan peluang meraih prestasi semakin besar. (Mey)
Bagian-Bagian Mikroskop dan Cara Menggunakannya di Laboratorium - kumparan.com
Mikroskop terdiri dari banyak bagian yang membantu pengamat melihat objek terkecil. Simak bagian-bagian mikroskop dalam artikel ini. [977] url asal
#indepth #mikroskop #biologi #sel
(Kumparan.com) 16/10/24 16:43
v/16559090/
Untuk mengamati objek yang sangat kecil seperti sel dan bakteri, seseorang bisa menggunakan mikroskop. Alat ini diciptakan oleh Anthony Van Leeuwenhoek pada abad ke-17.
Dengan mikroskopnya, ia meneliti berbagai macam benda, mulai dari rambut, setitik air hujan, hingga serangga kecil. Kemudian dia membuat catatan dan sketsa terperinci dari setiap benda yang dilihatnya.
Pada perkembangannya, mikroskop terus dikembangkan agar fiturnya semakin mutakhir. Dengan begitu, penelitian dalam bidang fisika, biologi, dan sejenisnya pun akan makin terbantu.
Untuk menggunakan alat ini, maka Anda harus memahami setiap bagian-bagian pada mikroskop terlebih dahulu. Lantas, apa saja bagian-bagian mikroskop?
Dalam buku Seri Ipa Biologi SMP Kelas VII oleh Deswaty Furqonita, S.Si., M.Biomed, dijelaskan bahwa bagian mikroskop terbagi menjadi dua kategori, yakni optik dan mekanik. Berikut rinciannya:
Bagian optik adalah bagian yang membuat proyeksi bayangan benda di mata pengamat. Bagian optik terdiri dari lensa objektif, lensa okuler, reflektor, dan kondensor. Berikut rincian fungsinya:
a. Lensa objektif
Lensa yang terletak dekat dengan objek dan berfungsi untuk membentuk bayangan nyata, terbalik, serta memperbesar skala ukuran benda menjadi 10x, 40x, atau 100x.
b. Lensa okuler
Lensa yang dekat dengan mata pengamat dan berfungsi sebagai kaca pembesar yang membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari bayangan yang dibentuk lensa objektif. Lensa ini bisa memperbesar benda sebanyak 5x, 10x, atau 12,5x.
c. Cermin pengatur cahaya (reflektor)
Reflektor terdiri atas cermin datar dan cermin cekung yang berfungsi memantulkan cahaya ke dalam diafragma dan lubang yang terdapat pada meja benda.
Cermin datar digunakan jika sumber cahaya cukup terang. Sedangkan cermin cekung digunakan jika cahaya kurang terang.
d. Kondensor
Kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang digunakan untuk menerangi preparat dan dapat digerakkan naik-turun.
Bagian mekanik ini tak terpisahkan dari bagian optik, karena fungsinya untuk menunjang kinerja optik. Berikut beberapa bagian dalam mekanik mikroskop yang harus diketahui:
a. Tabung mikroskop (tubus)
Tabung mikroskop (tubus) menghubungkan lensa okuler dengan lensa objektif. Fungsinya untuk mengatur fokus pada objek.
b. Pengatur fokus
Sekrup pengatur fokus berfungsi menaikkan dan menurunkan tubus. Ada dua jenis pemutar pada sekrup ini, yaitu pemutar kasar (makrometer) dan pemutar halus (mikrometer).
c. Pemutar lensa (revolver)
Revolver merupakan tabung yang dapat diputar dan berguna sebagai alat pemindah lensa. Jadi, Anda dapat memilih lensa objektif yang sesuai dengan pembesaran yang diinginkan.
d. Diafragma
Diafragma berfungsi mengatur jumlah cahaya yang dipantulkan cermin menuju mata pengamat. Tujuannya untuk mempermudah pengaturan nilai pengamatan.
e. Penjepit objek
Penjepit objek berfungsi untuk menekan dan memegang kaca objek sehingga mudah digerakkan saat diamati.
d. Meja objek
Meja objek berfungsi untuk meletakkan benda yang diamati. Sedangkan benda yang diamati disebut preparat, sediaan, atau objek.
f. Lengan mikroskop
Lengan mikroskop berfungsi untuk memegang mikroskop saat dibawa.
g. Kaki mikroskop
Kaki mikroskop berfungsi untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap di atas meja yang datar.
h. Sendi inklinasi
Sendi inklinasi digunakan untuk mengatur derajat kemiringan dari mikroskop. Bagian ini juga berfungsi menghubungkan antara lengan dan kaki mikroskop.
Merujuk pada buku Biologi SMP/MTs Kls VII susunan Agung Wijaya, begini cara menggunakan mikroskop dengan baik dan benar.
Berdasarkan buku Biologi Sains dalam Kehidupan SMA Kelas X susunan Drs. Bagod Sudjadi, M.Ed dan Dra. Siti Laila, M.Pd, ada beberapa jenis mikroskop berdasarkan sumber pembentukan bayangan yang digunakan. Apa saja?
Mikroskop cahaya merupakan jenis yang biasa digunakan di sekolah. Mikroskop ini menggunakan cahaya sebagai sumber pembentukan bayangan. Dengan menggunakan mikroskop cahaya, objek yang berdiameter 0,2 mikrometer dapat dilihat dengan mata.
Meskipun sudah 300 tahun berlalu semenjak mikroskop ditemukan, sampai saat ini standar mikroskop cahaya masih tetap didasarkan pada prinsip-prinsip optik. Sehingga mikroskop yang digunakan sekarang sama seperti yang digunakan oleh Schleiden, Schwann, dan Virchow yang merupakan penemu teori sel pada pertengahan abad ke-19.
Mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop monokuler dan binokuler. Mikroskop monokuler hanya memiliki satu lensa okuler, sedangkan mikroskop binokuler memiliki dua lensa okuler untuk digunakan mata kanan dan kiri secara bersamaan.
Masalah yang mendasar dari mikroskop cahaya adalah keterbatasannya dalam melihat objek yang berukuran lebih kecil dari 0,2 mikrometer. Padahal sebagian besar sel adalah berukuran kecil.
Kira-kira 50 tahun yang lalu, para ahli biologi telah menyadari bahwa mikroskop dapat dibuat dengan menggunakan elektron sebagai sumber pembentukan bayangan. Secara teori, kemampuan mikroskop elektron 100.000 kali lebih baik daripada mikroskop cahaya.
Hal tersebut karena elektron memiliki panjang gelombang 0,005 nanometer atau seratus ribu kali lebih kecil dari panjang gelombang cahaya.
Pada umumnya, mikroskop elektron terdiri dari dua macam, yaitu sebagai berikut:
a. Transmission electron microscope (TEM)
TEM atau mikroskop elektron transmisi sebenarnya adalah sebuah tabung televisi tegak dengan sumber pancaran elektron berada pada bagian atas dan layar pada bagian bawah. Pancaran elektron dapat dipercepat dengan voltase tinggi. Tabung tersebut harus dalam keadaan hampa udara sehingga elektron dapat melewatinya tanpa rintangan.
b. Scanning electron microscope (SEM)
Mikroskop ini hampir sama dengan TEM, hanya saja gambar atau bayangan yang dihasilkan oleh SEM berupa gambar tiga dimensi. Pada SEM ini, gambar dibentuk dari pantulan elektron.
Mikroskop stereo termasuk jenis yang juga sering digunakan di sekolah. Merujuk buku Biologi 1 Mengungkap Rahasia Alam Kehidupan SMP Kelas VII oleh Kadaryanto S.Pd dkk., mikroskop stereo biasanya digunakan untuk mengamati objek atau benda tanpa bantuan reflektor cahaya.
Mikroskop stereo memiliki dua lensa okuler yang dapat melihat benda tiga dimensi. Namun, mikroskop ini juga memiliki kelemahan, yakni ketajamannya yang tidak sebaik mikroskop cahaya. Mikroskop ini hanya mampu memperbesar pengamatan objek sebanyak 10-60 kali.
Berikut ini sejumlah pertanyaan umum tentang mikroskop yang harus dipahami jawabannya.
Lensa okuler merupakan lensa yang dekat dengan mata pengamat dan berfungsi sebagai kaca pembesar yang membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari bayangan yang dibentuk lensa objektif. Lensa ini bisa memperbesar benda sebanyak 5x, 10x, atau 12,5x.
Penjepit mikroskop atau penjepit objek berfungsi untuk menekan dan memegang kaca objek sehingga mudah digerakkan saat diamati.
Revolver merupakan tabung yang dapat diputar dan berguna sebagai alat pemindah lensa. Jadi, Anda dapat memilih lensa objektif yang sesuai dengan pembesaran yang diinginkan.
Diafragma berfungsi mengatur jumlah cahaya yang dipantulkan cermin menuju mata pengamat.
(DEL)
Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal, Buku, Skripsi, Web, dan Artikel - kumparan.com
Daftar pustaka wajib ditulis dalam karya ilmiah. Simak cara menulis daftar pustaka dari jurnal, buku, web, dan lainnya dalam artikel ini. [1,165] url asal
(Kumparan.com - News) 14/10/24 09:59
v/16440391/
Dalam penulisan karya ilmiah, salah satu komponen yang penting untuk dicantumkan adalah daftar pustaka. Daftar ini berisi kompilasi buku atau sumber lainnya, seperti jurnal dan website yang dijadikan rujukan saat menyusun penelitian.
Fungsi utama daftar pustaka untuk memperkuat argumen yang ditulis. Daftar ini juga sekaligus menjadi pembuktian bahwa apa yang telah ditulis sejatinya didukung oleh sumber-sumber ilmiah dan resmi.
Tidak hanya itu, menuliskan sumber atau referensi rujukan juga merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap penulis yang karyanya telah dijadikan acuan.
Lantas, bagaimana cara menulis daftar pustaka dari jurnal, buku, dan sumber lainnya secara benar? Simak panduannya di bawah ini!
Salah satu gaya penulisan daftar pustaka yang populer dan sering dijadikan rujukan di Indonesia adalah American Psychological Association (APA) Style. Gaya ini digunakan dalam hampir seluruh karya teknis dan ilmiah.
Nah, APA Style membedakan cara menulis daftar pustaka dari jurnal ke dalam beberapa jenis, berikut penjelasan dan contohnya:
Nama akhir pengarang, Inisial nama depan (Tahun penerbitan). Judul jurnal. Nama jurnal, volume (edisi jika ada), halaman.
Contohnya:
Nama akhir pengarang, Inisial nama depan (Tahun penerbitan). Judul jurnal. Nama jurnal, volume (edisi jika ada), nomor jurnal.
Contohnya:
Penulisannya tidak jauh berbeda seperti penulisan jurnal biasa. Namun, berikut contoh konkrit penulisannya apabila informasi yang hilang adalah nomor volume:
Apabila informasi yang hilang adalah nomor terbitan jurnal, Anda bisa menulisnya seperti ini:
Mengutip dari laman APA Style, secara umum, penulisan daftar pustaka yang sumbernya dari buku menggunakan format berikut:
Nama akhir penulis, Inisial nama depan (Tahun penerbitan).Judul buku(edisi). Nama penerbit.
Format di atas berlaku untuk buku cetak maupun buku digital (e-book). Jika e-book yang dijadikan referensi memiliki Digital Object Identifier (DOI), Anda bisa mencantumkannya setelah nama penerbit.
Berikut beberapa contoh penulisan daftar pustaka yang sumbernya dari buku:
Skripsi atau karya ilmiah orang lain yang sudah pernah diterbitkan secara resmi juga bisa dijadikan referensi dalam penulisan karya ilmiah Anda. Berikut format penulisannya menurut APA Style:
Nama akhir penulis, Inisial nama depan (Tahun penerbitan).Judul skripsi atau karya ilmiah(Nomor publikasi) [Deskripsi karya ilmiah serta nama lembaga]. Nama penerbit. Alamat URL jika ada.
Agar semakin paham dengan teknik penulisannya, simak sejumlah contoh berikut ini:
Penulis diperbolehkan mengambil referensi dari website saat menyusun karya ilmiah. Namun, sumbernya harus tetap dicantumkan. Berikut panduan penulisannya dikutip dari laman APA Style.
Nama akhir penulis, Inisial nama depan. (Tahun, tanggal dan bulan terbit). Judul artikel. Nama situs. URL
Contohnya:
Nama lembaga. (Tahun, tanggal dan bulan terbit). Judul artikel. URL
Contohnya:
Dikutip dari laman Scribbr, jika pada website yang dijadikan referensi tak tercantum nama dan lembaga, Anda bisa menulis dengan format seperti ini:
Judul artikel. (Tahun, tanggal dan bulan terbit). Nama penerbit. URL
Contohnya:
Merujuk pada laman APA Style, artikel yang dijadikan referensi dalam daftar pustaka ditulis sebagaimana penulisan jurnal. Berikut format umumnya:
Nama akhir penulis, Inisial nama depan (Tahun penerbitan). Judul jurnal.Nama jurnal,volume (edisi jika ada), halaman.
Contohnya:
Namun, jika Anda mengambil artikel dari situs di internet, maka penulisannya sama seperti format website yang telah dijelaskan dalam pembahasan sebelumnya, yakni:
Nama akhir penulis, Inisial nama depan. (Tahun, tanggal dan bulan terbit).Judul artikel. Nama situs. URL
Contohnya:
Format penulisan daftar pustaka yang bersumber dari koran dan majalah berbeda. Berikut perbedaannya menurut APA Style.
Nama akhir penulis, Inisial nama depan (Tahun, tanggal terbit). Judul artikel koran. Nama koran, halaman. URL jika koran digital.
Contohnya:
Nama akhir penulis, Inisial nama depan (Tahun, tanggal terbit). Judul artikel majalah. Nama majalah, volume, halaman. URL jika majalah digital.
Contohnya:
Untuk membuat daftar pustaka pada karya ilmiah, Anda tak perlu mengetik sumbernya satu demi satu lagi. Ada cara praktis yang bisa dilakukan, berikut panduannya:
Merujuk penjelasan pada laman Support Microsoft, berikut langkah-langkah membuat daftar pustaka secara otomatis di Microsoft Word.
1. Buka tab References yang terdapat di Word.
2. Pada grup Citations & Bibliography, klik tanda panah di samping Style, lalu pilih gaya penulisan yang Anda inginkan, seperti APA atau MLA.
3. Klik menu Reference dan Insert Citation, kemudian lakukan salah satu hal berikut:
4. Untuk menambahkan informasi lebih lanjut tentang suatu sumber, klik Show All Bibliography Fields.
5. Klik OK setelah semua selesai. Sumber tersebut akan ditambahkan ke dalam daftar pustaka.
Merangkum laman Mendeley, begini cara menambahkan daftar pustaka secara otomatis menggunakan Mendeley.
Dikutip dari laman American University Washington DC, berikut cara menambahkan daftar pustaka di Microsoft Word menggunakan Zotero:
Ada banyak gaya penulisan daftar pustaka yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah, berikut beberapa di antaranya:
Mengutip laman APA Style, ini adalah format pengutipan sumber yang dipatenkan oleh American Psychological Association (APA). Gaya ini ditemukan pada 1929 dan umumnya digunakan untuk sumber di bidang psikologi, pendidikan, dan ilmu sosial.
Contoh pengutipan sumber jurnal menggunakan APA Style adalah:
Nama akhir pengarang, Inisial nama depan (Tahun penerbitan). Judul jurnal.Nama jurnal,volume (edisi jika ada), halaman.
Merujuk laman American Sociological Association, ASA Style adalah format pengutipan yang dibuat khusus untuk penelitian dalam bidang Sosiologi. Gaya ini disusun oleh American Sociological Association dan memiliki format pengutipan jurnal seperti berikut:
Penulis 1 (nama belakang ditaruh di depan), Penulis 2 (nama belakang tetap di belakang), dan Penulis 3. Tahun terbit. “Judul jurnal.”Nama penerbitNomor volume: halaman.
Menurut laman Uchicago News, Chicago Style adalah panduan gaya dan penggunaan Bahasa Inggris-Amerika yang diterbitkan secara berkelanjutan oleh University of Chicago Press sejak tahun 1906. Saat ini, panduan ini digunakan secara luas dalam banyak disiplin akademis, khususnya di wilayah Amerika.
Berikut format penulisan sumber jurnal menggunakan Chicago Style dikutip dari laman Chicago Manual of Style:
Nama penulis, "Judul artikel jurnal,”Nama penerbitNomor volume (Tahun): Halaman, DOI.
Neeraja Sankaran, Ph.D dalam laman Falcon Scientific Editing menjelaskan bahwa tujuan penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut.
Ketepatan sangatlah penting dalam setiap tulisan, terutama ketika tulisan tersebut berbentuk karya ilmiah. Dengan adanya daftar pustaka, pembaca bisa langsung memeriksa fakta terkait data yang disampaikan atau bagian yang diparafrase.
Daftar pustaka merupakan kompilasi berbagai sumber yang telah dibaca. Dengan mencantumkannya dalam penelitian, orang-orang bisa percaya bahwa Anda adalah peneliti yang berwawasan luas.
Hal tersebut juga secara tidak langsung membangun membangun kredibilitas Anda di mata pembaca. Semakin akurat penelitian dan argumen yang didokumentasikan, semakin baik pula reputasi Anda.
Mengutip laman Guides Library UNK, dengan menulis daftar pustaka, Anda dianggap mengakui bahwa ide atau kutipan yang ditulis berasal dari pemikiran orang lain. Jadi, tak akan tuduhan plagiarisme dari pembaca.
Selain itu, ini juga cara untuk menghargai karya ilmiah dari penulis lainnya. Mengutip penelitian mereka tanpa mencantumkan namanya sama dengan mencuri dan tidak menghargai jerih payah mereka dalam menciptakan karyanya.
Menambahkan kutipan dari sumber lain saat menulis karya ilmiah memiliki format tersendiri. Berikut contoh-contohnya:
Dalam beberapa kasus, tingkat hierarki tempat karyawan bekerja secara signifikan memengaruhi perilaku mereka dalam kelompok kerja (Mellers, Ortiz, & Smoot, 2006).
Dalam penelitian ilmiahnya, Dr. Seuss (2007) mengamati bahwa “rubah coklat yang gesit melompati anjing pemalas.”
Meskipun beberapa penelitian telah menemukan hubungan antara konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang dengan terjadinya insiden amukan di jalan (Butters 2005, Ashbridge, 2006), satu penelitian (Fierro, Moreales, dan Alvarez, 2011) menemukan "tidak ada variabel yang berhubungan dengan konsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang yang berhubungan dengan pengalaman menjadi korban amukan di jalan." (421).
(DEL)