JAKARTA,investor.id-Indonesia disebut berpeluang menjadi pemain kunci industri kripto di Asia Tenggara (Asean). Potensi ini didukung oleh jumlah investor kripto yang telah mencapai 20 juta orang, atau baru sekitar 7% dari total populasi dengan jumlah transaksi mencapai US$ 20 juta selama enam bulan terakhir. Sedangkan dari sisi regulasi, disebut memiliki regulasi yang ramah yang mematikan investor nyaman dalam investasi kripto.
Hal itu disampaikan oleh Chief Marketing Officer (CMO) Pintu Timothius Martin, salah satu aplikasi trading aset kripto di Tanah Air dalam acara Indonesia Coinfest Asia 2024 yang digelar di Bali, belum lama ini.
“Saya percaya Asia Tenggara merupakan kawasan yang sangat penting bagi industri kripto secara global, khususnya Indonesia yang bisa menjadi pemain kunci yang menonjol di Asia Tenggara,” kata Timo dalam keterangan persnya, dikutip Jumat (30/8/2024).
Timo juga menyebut, Indonesia menjadi negara yang tanggap dalam mengatur perdagangan aset kripto dengan berbagai regulasi yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi (BAPPEBTI).
Diantaranya, aturan yang mengkategorikan bahwa aset kripto diakui sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka, aturan tentang deretan aset kripto yang diizinkan untuk diperdagangkan, hingga peluncuran lembaga Self-Regulatory Organizations (SRO) yang diresmikan oleh BAPPEBTI untuk mengawasi perdagangan para pelaku usaha kripto agar dapat berlangsung dengan aman dan transparan.
“Kerangka regulasi yang jelas dari BAPPEBTI, hingga dukungan infrastruktur berbagai mitra dari bank-bank besar menjadikan industri kripto dalam negeri dapat tumbuh dengan baik. Saya meyakini juga, adopsi kripto yang sekarang baru mencapai 7% dari total jumlah populasi ini akan terus tumbuh karena potensinya masih sangat besar,” tambah Timo.
Diketahui, aplikasi pintu sendiri memiliki tiga fitur utamanya, yaitu fitur yang fokus pada investor pemula yang di dalamnya juga banyak fitur menarik seperti Pintu Earn, Limit Order, dan Auto Dollar-Cost Averaging (DCA).
Fitur kedua adalah Pintu Web3 Wallet sebuah wallet kripto yang memberikan kemudahan akses ke berbagai aset kripto, mengoleksi non-fungible token (NFT), berinteraksi ke beragam Decentralized Applications (dApps), platform Decentralized Finance (DeFi), hingga Decentralized Exchange (DEX). Sedangkan, fitur ketiga, dan juga terbaru adalah Pintu Pro dengan advanced fitur bagi trader Pro.
Editor: Emanuel (eman_kure@yahoo.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News