SOLO, KOMPAS.com - Menghadapi musim hujan, pengendara sepeda motor matik perlu berhati-hati karena jalanan akan basah dan licin, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Dalam kondisi ini, pengendara motor matik sebaiknya memperhatikan teknik mengerem yang tepat untuk menghindari tergelincir.
Pengereman yang lembut dan bertahap sangat penting untuk menjaga keseimbangan, serta menghindari pengereman mendadak yang bisa membuat ban kehilangan traksi.
BPBD DIY Wilayah yang berpotensi hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 12-13 Juni 2024.
Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana mengatakan, saat kondisi jalan licin akibat hujan pengendara motor matik perlu memperhatikan teknik mengerem yang benar.
“Untuk pengereman motor matik pada kondisi jalan licin sebaiknya dilakukan secara bersamaan, namun penekanan rem depan harus dikurangi untuk mencegah ban depan tergelincir atau slip,” kata Agus kepada Kompas.com, Sabtu (5/10/2024).
Agus menjelaskan, hal tersebut perlu dilakukan karena saat mengerem titik beban kendaraan akan berada di roda depan.
“Jadi untuk mencegahnya agar tidak tergelincir maka kita harus mengurangi penekanannya saat mengerem,” katanya.
Dia juga mengatakan, saat kondisi hujan pengemudi perlu menjaga kecepatan maksimal setidaknya 40 kpj saja. Jika lebih dari itu, maka akan ada risiko bagi pengendara.
Saat berkendara di kondisi hujan dan jalanan licin, pengendara motor harus melakukan pengereman dengan baik dan benar supaya tidak mudah tergelincir. Halaman all [327] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini, Jakarta dan sekitarnya mulai dilanda hujan deras disertai angin kencang.
Kondisi ini tentu membuat jalanan menjadi licin, sehingga pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor harus lebih berhati-hati saat melakukan pengereman.
Agus Sani, Head of Safety Riding AHM Wahana mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pengendara motor saat berkendara di musim hujan, salah satunya teknik pengereman.
Penggunaan rem tidak boleh asal tarik, karena jika terlalu kuat mengerem maka roda bisa tergelincir.
federaloil.co.id Ilustrasi berkendara saat hujan
“Gunakan rem depan dan belakang secara bersamaan apabila ingin melakukan pengereman, kekuatan rem depan harus dikurangi untuk mencegah roda depan slip atau tergelincir,” kata Agus kepada Kompas.com, Kamis (4/7/2024).
Jika rem depan terlalu kuat, maka titik beban akan pindah ke depan dan berisiko selip. Kalau roda depan selip, keseimbangan motor akan mudah hilang dan akhirnya jatuh.
“Kalau pakai rem depan, masih ada daya dorong dari arah belakang yang membuat pengendara tergelincir. Sebaliknya kalau pakai rem belakang, daya dorongnya akan langsung ditahan. Masih ada kemungkinan sliding, tapi kontrolnya pasti lebih baik,” ucapnya.
Agus juga mengatakan, pengendara sepeda motor harus menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya, hal ini untuk menghindari pengereman mendadak.
Selain itu, Agus mengatakan, kecepatan maksimal ketika berkendara di tengah hujan adalah 40 kpj saja. Jika lebih bisa berbahaya dan potensi risiko bagi pengendara.