KOMPAS.com – Pemerintah mencanangkan visi Indonesia Emas 2045 dengan salah satu fokus pilar pada pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pemilihan fokus pilar itu tidak lepas dari fenomena bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada 2030.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, pada 2023, jumlah penduduk Indonesia usia produktif yang berusia antara 15-64 tahun mencapai 69 persen dari total populasi Indonesia.
Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, diperlukan upaya bersama dari para pemangku kepentingan di Indonesia, termasuk sektor swasta. Seluruh pihak perlu berkontribusi dalam menyiapkan penduduk usia produktif agar menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan siap berkompetisi.
Salah satu sektor swasta yang turut berupaya mendorong pencapaian visi Indonesia Emas 2024 adalah Lazada Indonesia (Lazada).
Visi Indonesia Emas 2024 juga sejalan dengan komitmen Lazada untuk menumbuhkan ekonomi digital dan meningkatkan literasi ekonomi digital.
Terlebih, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga berupaya menumbuhkan tingkat literasi digital masyarakat Indonesia yang saat ini berada di angka 3,54 dari 5,00 atau tingkat sedang.
Berbagai tantangan masih harus dihadapi dalam upaya peningkatan literasi digital, termasuk akses infrastruktur digital yang belum merata.
Demi mencapai visi Indonesia Emas 2024 sekaligus menumbuhkan tingkat literasi digital masyarakat Indonesia, Lazada berkolaborasi dengan sejumlah mitra strategis, seperti perusahaan logistik CV Berkat Langgeng Abadi (Berkat).
Sebagai informasi, kolaborasi antara Lazada dan Berkat terjalin sejak 2022. Kala itu, Lazada yang secara konsisten mengalami peningkatan jumlah pelanggan membutuhkan dukungan mitra untuk menjaga kualitas layanan yang prima.
Chief Business Officer Lazada Indonesia Stefan Winata mengatakan, infrastruktur dan teknologi canggih yang dimiliki Lazada memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan berbagai program pemberdayaan talenta secara konsisten.
“Kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, khususnya Berkat, juga menjadi kunci penting untuk memastikan upaya kolektif tersebut berjalan optimal,” ucap Stefan dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (18/7/2024).
Kolaborasi itu pun berlanjut untuk mendorong masyarakat yang tinggal di area terpencil di wilayah Tangerang, Banten, serta Jawa Barat, dan sekitarnya untuk mendapatkan akses pasar yang luas. Kolaborasi ini menyasar mitra kurir yang berada di bawah naungan Berkat di daerah tersebut.
“Kondisi literasi digital masyarakat masih kurang di beberapa daerah, khususnya di beberapa area pengiriman paket kami di Jawa Barat. Oleh sebab itu, kami berupaya mengembangkan kapasitas mitra kurir sebagai agen perubahan literasi ekonomi digital,” tambah Stefan.
Jadikan kurir sebagai garda terdepan
Menurut Stefan, mitra kurir tak hanya berperan penting sebagai garda depan operasional pengantaran paket. Lebih dari itu, mereka juga merupakan agen perubahan yang “mengantarkan” pesan-pesan literasi ekonomi digital kepada konsumen dan masyarakat.
Direktur Berkat Edwin menambahkan, saat mengantarkan paket ke pelanggan, para kurir juga bisa berinteraksi dan memberikan informasi sederhana mengenai perdagangan digital.
Edwin menilai, pengalaman dan keahlian Lazada dalam ekosistem e-commerce dengan sistem pengiriman paket yang mumpuni menjadi materi edukasi rutin untuk para mitra kurir di bawah naungan Berkat.
“Kerja sama antara Lazada serta Berkat tidak terkait dengan bisnis dan operasional logistik semata. Dengan pengalaman dan keahlian dalam bisnis e-commerce selama 12 tahun, Lazada terus berbagi pengetahuannya, termasuk kepada mitra kurir kami,” jelas Edwin.
Sebagai garda depan operasional, kata dia, mitra kurir perlu diberdayakan dan dibekali dengan berbagai edukasi, mulai dari manajemen pengiriman paket, cara menangani konsumen, hingga memberikan edukasi kepada konsumen terkait dengan proses belanja online, khususnya di platform Lazada.
Upaya kolaborasi antara Lazada dan Berkat pun mendapat sambutan positif dari mitra kurir. Hal ini disampaikan Rico Antono, mitra kurir yang sudah bergabung di Berkat selama dua tahun.
“Saya senang bisa membantu pelanggan yang ingin tahu lebih banyak soal pengiriman paket,” ucap Rico.
Menurutnya, meski pernah atau sering belanja online, sejumlah pelanggan belum memahami penuh proses tersebut, seperti cara mengajukan komplain atau mengembalikan barang.
“Untungnya, saya sudah dibekali informasinya. Jadi, saya bisa bantu menjawab pertanyaan pelanggan,” tutur Rico.
Stefan mengatakan, upaya tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen keberlanjutan Lazada untuk menumbuhkan ekonomi digital Indonesia dengan memahami kebutuhan SDM yang mumpuni.
Dengan komitmen tersebut dan ekosistem digital yang dimiliki, Lazada membuka banyak kesempatan ekonomi, termasuk dengan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.
Menurut laporan berjudul “Dampak Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environment, Social, and Governance - ESG): Memperkaya Kehidupan, Bangkit Lebih Kuat (Enriching Lives, Emerging Stronger)” yang dirilis pada 2023 di enam negara, Lazada tercatat telah memberikan peluang ekonomi kepada lebih dari 1,1 juta pemangku kepentingan dalam ekosistem penjual, enabler perdagangan digital, mitra logistik pihak ketiga, dan karyawan.
“Dengan misi untuk mempercepat kemajuan di Indonesia melalui perdagangan dan teknologi, kami terus berupaya menjadikan inisiatif dan kolaborasi, khususnya dengan para mitra lokal, sebagai upaya pemberdayaan talenta Indonesia,” jelas Stefan.
Stefan pun menegaskan bahwa pihaknya berkeinginan untuk berada di Indonesia dalam jangka waktu lama dan berkomitmen untuk berkontribusi dalam pertumbuhan ekosistem ekonomi digital di Indonesia secara konsisten.