Chairman of Chery Holding Group Co., Ltd, Yin Tongyue menyebutkan penjualan Chery Group meningkat sepanjang Januari - September 2024. Ada kenaikan 40 persen secara year on year dibandingkan tahun lalu.
"Dari Januari - September kami menjual 1,75 juta (unit) kendaraan. Pertumbuhan per tahun sekitar 40 persen. Urutan kedua (secara jumlah), tingkat pertumbuhannya tetap berada pada urutan utama di industri ini," kata Yin Tongyue dalam acara Chery Global Innovation Conference 2024 di Wuhu, China, Jumat (18/10/2024).
Dia menyebutkan total pencapaian tersebut dapat terlihat beberapa hal yang signifikan, yaitu penjualan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) dan ekspor.
"Energi baru (new energy vehicles) skala pangsar ekspor dan pangsa pasar SUV merupakan urutan utama," jelas dia.
Chery berfokus pada inovasi independen dan telah membangun sistem inovasi produk yang kuat. Dengan delapan pusat R&D utama di berbagai wilayah, Chery terus berinovasi dan telah mengajukan lebih dari 26.000 paten serta memperoleh 16.245 paten hingga akhir 2023. Kehadiran bisnis Chery tersedia di lebih dari 80 negara dan wilayah di seluruh dunia.
"Tujuan kami adalah bisa memiliki 100 ribu karyawan di luar negeri," ujar dia.
Keberhasilan Chery didukung oleh kemampuan teknologi Chery yang memungkinkan fleksibilitas dalam pengembangan berbagai jenis produk, salah satunya dalam mengintegrasikan teknologi bahan bakar dan listrik untuk optimalisasi solusi mobilitas. Pengakuan global ini semakin kuat lagi dengan masuknya Chery Holding Group pada jajaran Fortune Global 500 tahun 2024 di peringkat 385.
Chery berkomitmen untuk mengembangkan mobil hybrid, plug in hybrid, dan battery electric vehicles (BEV). Bahkan salah satu bocorannya bakal memperkenalkan Tiggo 3 BEV dan model baru Tiggo Lepas.
"Tahun lalu saya bilang energi terbarukan (new energy vehicles) Chery akan serius. Saat itu laju pertumbuhan perusahaan lain sangat cepat. Tahun ini New Energy penjualan kami mulai 30 ribu unit, bulan lalu mencapai 80 ribu unit, bulan Desember akan mencapai 100 ribu unit untuk mengamankan posisi tiga," kata dia.
Dalam kesempatan ini Chery juga memperkenalkan teknologi anyar mulai dari jenis baterai hingga pengembangan mobil terbang.
"Solid state baterai, mobil terbang, robot humanoid, semuanya akan diresmikan pada konferensi kali ini," jelas dia.
"Kami yakin industri harus mencari peluang besar baru."
"China punya pasar 30 juta per tahun, dan pasar global mendekati 100 juta kendaraan. Ruang yang sangat luas. Kami berupaya untuk unik dan berbeda dari yang lain," tambahnya lagi.
BYD mendaftarkan desain mobil PHEV di Indonesia, menunjukkan minat untuk memasuki segmen ini. Begini kata BYD soal kemungkinan PHEV masuk indonesia. [430] url asal
Mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) BYD sudah terdaftar di Indonesia. Apakah BYD berminat untuk menjual mobil PHEV di Indonesia?
BYD tampaknya tak hanya ingin bermain di segmen mobil listrik murni berbasis baterai. Secara global, BYD memiliki teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang disebut dengan teknologi DM-i.
Teknologi hybrid DM-i itu tampaknya akan masuk Indonesia. Buktinya, BYD mendaftarkan desain dari sebuah mobil berteknologi DM-i. Paten desain itu terdaftar dalam dokumen Berita Resmi Desain Industri No. 56/DI/2024 yang dirilis Direktorat Hak Cipta dan Design Industri Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.
Dalam dokumen itu, BYD COMPANY LIMITED mendaftarkan desain sebuah SUV yang diduga berteknologi PHEV atau DM-i. Desain yang didaftarkan tersebut identik dengan mobil PHEV BYD Song L DM-i yang belum lama ini meluncur di China.
Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan pada dasarnya BYD mendukung penuh segala jenis inisiatif transisi energi yang ditentukan pemerintah. Termasuk dengan mobil listrik murni berbasis baterai atau PHEV.
"Memang bila mengacu pada determinasi NEV (new energy vehicle/kendaraan energi baru) di global, juga termasuk PHEV. Dan juga pengalaman di beberapa negara PHEV dan EV sama-sama memainkan peran tinggi dalam transisi energi, khususnya pada area dengan kondisi geografi & demografi tertentu," kata Luther kepada detikOto, Senin (14/10/2024).
Luther menegaskan, BYD merupakan pemain kunci di industri NEV. Menurutnya, secara lini produk, mobil berteknologi PHEV atau DM-i milik BYD bisa saja masuk Indonesia.
"Namun masih tetap diperlukan favorable policies (kebijakan yang menguntungkan) yang mendukung agar kompetitif , khususnya bila diharapkan mampu menyamai pricing level (tingkat harga) ICE car (mobil bermesin konvensional) guna percepatan transisi," sebutnya.